By: 0312_luLuEXOticS
Cast: Luhan, Oh Sehun, Byun Baekhyun, Do Kyungsoo, Park Chanyeol, Kim Joon Myun, Others
Pairing: HunHan, slight!HunKai, ninja!ChanBaek n SuDo
Genre: BL, Fluff, Romance, Hurt&Comfort
Rate: T
Lenght: 9 of ?
Disclaimer: Semua cast milik orang tuanya masing-masing. Saya hanya meminjam namanya saja. Cerita murni dari hasil imajinajis(?) saya ^^).
Warning: Boys Love, typo(s) bertebaran, abal, gaje
HAPPY READING^^
Preview Chapter:
Luhan tersenyum manis dan langsung memeluk Sehun, menenggelamkan kepalanya di dada bidang Sehun dan menganggukkan kepalanya berkali-kali. "Aku mau," ucap Luhan sambil terus memeluk Sehun erat. Airmata yang ditahannya tumpah begitu saja. Bukan karena sedih, namun kali ini karena bahagia. Walaupun Sehun belum mencintainya, tapi Sehun menyukainya, dan Luhan tahu kalau Sehun akan berusaha untuk mencintainya.
~O.O~
Saat Luhan keluar dari kamar mandi, Baekhyun dan Kyungsoo sudah duduk manis di atas kasurnya dengan berbagai macam camilan dan 3 gelas coklat hangat di nakas ranjangnya. Mereka memakai piyama yang sama. Luhan, tanpa memperdulikan seringaian aneh di wajah BaekSoo, melangkah menuju lemarinya untuk mengambil piyama tidurnya. Piyama yang sama dengan piyama yang dikenakan BaekSoo. Mereka akan memakai piyama yang sama setiap kali mengadakan pajama party, ide nya Baekhyun.
"Namjachingu, eoh?" goda Baekhyun membuat Luhan tersipu dan menghentikan kegiatan mencari bajunya sesaat. Untungnya saat itu dia membelakangi mereka. "Tenang saja, Hyung. Kami tidak akan membuatmu tidur larut, kekekeke," sahut Kyungsoo. Luhan memutuskan untuk mengacuhkannya dan segera memakai piyamanya.
"Kalian mau menggodaku atau mendengarkan ceritaku?" tanya Luhan. "Hehehe, tentu saja mendengarkan ceritamu Hyung! Ppalli ppalliiiiiii!" jawab Baekhyun sambil menepuk-nepuk ruang kosong di tengah-tengah BaekSoo untuk Luhan.
Luhan memutar bola matanya sambil berjalan menuju kasurnya dan mengambil posisi. "So, Sehun dan aku..." Luhan Sengaja menggantungkan kalimatnya. Dia benar-benar ingin tertawa melihat ekspresi ingin tahu BaekSoo. "Muahahahahaha!"
"Yaaaaaakkk, Hyuuung! Jangan tertawaaaa! Teruskan ceritanyaaa!" ucap Kyungsoo sambil memukul lengan Luhan pelan. "Ahahaha, mianhae, mianhae. Habisnya wajah kalian lucu sekali, kekekeke."
"Aiiissshh. Kami tahu kalau kau sedang berbunga-bunga Hyung. Tapi please deh. Kami menunggu ceritanyaaa!" timpal Baekhyun. "Hehehe, arrasseo arrasseo!" Luhan menghentikan tawanya dan memulai ceritanya. Mulai dari saat mereka di Lotte World -minus kejadian memalukan di bianglala tentunya- sampai saat Luhan menyatakan cintanya di sungai Han. Sedangkan BaekSoo hanya mendengarkan dengan sesksama sambil sesekali tertawa saat ada kejadian lucu, dan menunggu kesempatan untuk menggoda Luhan.
"Assaaaaaaaaaa! Jadi Luhan Hyung yang mengambil langkah duluan, eoh? Hhhhh. Biar ku tebak. Pasti Luhan wajah Luhan Hyung sudah seperti kepiting rebus saat itu, kekekeke," ucap Baekhyun setelah Luhan menyelesaikan ceritanya. Membuat wajah Luhan memerah lagi. Dia sendiri tidak habis pikir, darimana dia mendapatkan keberanian untuk menyatakan perasaannya pada Sehun.
"Aaaaaaahhh, Sehun so sweeeettt! Dia memenangkan 'Bambi' ini untukmu Hyung. Dia bahkan berlari membelikanmu Vanila Latte hangat dan syal karena kau kedinginan! Walaupun dia masih ragu, tapi aku yakin, tidak butuh lama untuk meyakinkannya," ucap Kyungsoo. "Eum, itu pasti! Lihat saja, belum apa-apa dia sudah berani mengancam kita untuk tidak membuat 'namjachingu' nya tidur larut," sahut Baekhyun.
"Aiiiisssshhhhh! Jangan menyebut kata itu! Aku malu!" ucap Luhan kemudian merbahkan tubuhnya dan menutupi wajahnya dengan bantal.
"Aeeeyyyy, Hyung! Kau tidak mau dibilang 'cute' tapi kau selalu bersikap imut seperti ini." Baekhyun lalu ikut merebahkan tubuhnya di samping Luhan dan memeluknya dari samping, disusul dengan Kyungsoo yang memeluk Luhan dengan tak kalah erat dari sisi yang satunya. "Kekekeke, mengapa harus malu, Hyung? Kau harus mulai membiasakannya. Aku juga malu saat pertama jadian dengan Suho Hyung. Tapi, lama-lama tidak lagi," timpal Kyungsoo.
Mereka terus bercerita hingga hampir tengah malam. Tentang ChanBaek, tentang SuD.O, serta ide-ide dari BaekSoo tentang tempat-tempat kencan yang harus dikunjungi oleh Luhan dan Sehun.
"Apa kalian benar-benar berfikir kalau Sehun akan mencintaiku?" tanya Luhan setelah mereka terdiam cukup lama.
"Tentu saja Hyung! Tidak ada yang bisa untuk tidak mencintaimu. Kalau saja aku belum punya Yeollie, aku pasti juga akan mencintaimu, kekeke," jawab Baekhyun. "Iyuuuuwwhhhh, that's gross Byun Baekhyun, hahahaha." Luhan mengerutkan hidungnya kemudian tertawa bersama Kyungsoo, membuat Baekhyun manyun.
"Tapi Baekkie Hyung benar, Hyung. Tidak ada yang bisa untuk tidak mencintaimu. Tidak Sehun, tidak siapapun. Karena itu, jangan khawatir! Sehun pasti akan menyadari kalau dia sangat mencintaimu," ucap Kyungsoo. "Jeongmal?" tanya Luhan menatap Kyungsoo. "Eum," Kyungsoo mengangguk mantap.
"Lulu Hyung pilih kasih! Waktu aku bilang tadi, katanya 'gross'. Giliran Eomma yang bilang langsung tersenyum!" Baekhyun mem-pout-kan bibirnya. "Geurae? Hhhmmmm, kalau begitu, haruskah aku tersenyum juga padamu? Nae dongsaeng Baekkie?" tanya Luhan beralih pada Baekhyun dan tersenyum manis. "Kyaaaaaaa, Hyuuuuungg! Kawaiiiii!" Baekhyun berteriak dan mencubit pipi Luhan gemas.
Satu menit mereka bercerita dan bercanda, detik berikutnya kamar Luhan telah sepi. Tidak terdengar lagi suara tawa maupun candaan dari LuBaekSoo. Yang terdengar hanya suara dengkuran kecil yang berasal dari BaekSoo yang sudah tertidur.
Luhan?
Dia belum bisa tidur. Padahal dia sudah mencoba untuk memejamkan matanya, namun nihil. Matanya justru semakin terbuka lebar. Perlahan Luhan meraih ponsel di nakasnya agar tidak mengusik tidur Baekhyun.
Luhan membaca terus menerus sms terakhir dari Sehun. Hanya membaca pesannya saja, jantung Luhan bisa berdetak secepat ini. Bagaimana kalau kata itu dia dengar langsung dari bibir Sehun? Tiba-tiba, dia ingin mengirim pesan untuk Sehun. Apa dia sudah tidur? Hhhhh,, Mana mungkin Sehun belum tidur jam segini. Biasanya saja, Sehun mengiriminya pesan selamat tidur paling lambat jam 11 malam. Dan sekarang sudah jam 00.30.
'Aiiisssshhh! Mengapa mata ini tidak mau terpejaaaammm!' teriak Luhan frustasi dalam hati. Tidak mungkin kan dia berteriak kencang di tengah malam kan? Tiba-tiba Luhan mendapat ide. Sebenci apapun dia untuk melakukannya, tapi ini adalah satu-satunya yang bisa menolongnya saat ini. Dia akan minum obat tidur!
Drrrtt drrrtt drrtt
Namun, belum sempat dia bangun dari posisi tidurnya, ponselnya bergetar. 1 pesan dari Sehun.
Tidak bisa tidur?
Luhan menatap isi pesan dari Sehun bingung. Bagaimana dia bisa tahu kalau Luhan belum tidur?
To: Sehunnie
Eum, Kenapa Sehunnie bisa tahu? O.O Aku takut untuk tidur
.
From: Sehunnie^^
Lucky guess ^^ Kenapa takut?
.
To: Sehunnie
Kalau aku tidur, aku takut saat bangun nanti, ternyata semua ini hanya mimpi -_- Sehunnie mengapa belum tidur?
.
From: Sehunnie
Apa kejadian di teras tadi tidak terasa nyata? Kurang real? Haruskah aku melakukannya lebih lain kali? Haruskah aku melakukannya lagi besok? :*
BLUSSSHHH. Luhan membulatkan matanya membaca reply dari Sehun. Pipinya memanas mengingat ciuman mereka di teras tadi. Ditambah lagi, Sehun menambah motion kiss di akhir pesannya.
To: Sehunnie
Yaaaaakkk! Jangan menyebut kejadian itu! .
.
From: Sehunnie
Kekekekeke, wae? Kau malu? Kenapa harus malu? Aku kan namjachingu mu sekarang
.
To: Sehunnie
Aiiissshh, Sehun-aaaaaahhh! /
.
From: Sehunnie
Cute! Geurom, haruskah aku ke sana dan menemani mu tidur? Agar saat kau bangun nanti aku ada di sampingmu dan kau akan yakin kalau ini bukan mimpi?
.
To: Sehunnie
Jeongmal? Hhhhh,tapi kasurku sudah penuh dengan Baekhyun dan Kyungsoo. Kau mau tidur di lantai? ^^
From: Sehunnie
Hhhhmmm,habis diinterogasi? Omooooo! Mengapa namjachinguku tega sekali? :'(
Luhan terkekeh sendiri.
To: Sehunnie
Eum, kekekekeke, mau bagaimana? Kasurku kan tidak muat untuk 4 orang ^^
From: Sehunnie
Bagaimana kalau di kasurku? You and Me?
.
To: Sehunnie
Yaaaaakkkk!
From: Sehunnie
Kekekekeke,istirahatlah! Seharian jalan-jalan, kau pasti lelah kan!
To: Sehunnie
Eum, arrasseo. Sehunnie belum menjawab pertanyaanku. Mengapa belum tidur?
.
From: Sehunnie
Aku merindukanmu Xiao Lu! :(
.
To: Sehunnie
Kita baru berpisah beberapa jam yang lalu. Berhenti menggombal dan tidurlah!
.
From: Sehunnie
Aku berkata jujur! Bogosipheo! Karena itu, tidurlah! Biar hari esok segera datang, dan kita bisa bertemu lagi! Jaljayo, Yeppeo Angel :*
.
To: Sehunnie
Jaljayo, Sehunnie :)
'Nae sarang,' lanjut Luhan dalam hati. Tiba-tiba saja dia merasa sangat mengantuk. Dia hanya memejamkan matanya sesaat, membayangkan wajah tampan Sehun. Dan dengan itu, Luhan pun tertidur dengan senyum manis di bibirnya. Sepertinya efek dari Sehun lebih ampuh dari pada obat tidur. Dan pastinya lebih manis, kan?!
~O.O~
Paginya, Luhan bangun dengan senyuman yang terus menghiasi wajah manisnya. Saat mandi, saat sarapan, saat jalan ke halte, saat di Bis, senyum Luhan masih setia terpatri di bibirnya. Tidak memperdulikan penumpang Bis yang menatapnya aneh, bahkan tidak godaan dan keusilan dari BaekSoo, yang saat ini sudah menyerah untuk menggodanya, sekalipun. Luhan seolah-olah lupa dengan keadaan sekitarnya. Semua itu, thanks to SMS dari Sehun yang diterimanya begitu dia membuka matanya tadi.
Morning, Deer! Bogosipheoooo ^^ Ppalli ppalli Aku akan menunggumu di gerbang kampus ^_^
Ini memang bukan pertama kalinya Sehun menunggunya di gerbang kampus. Tapi tetap saja, hari ini pertama kalinya bagi mereka sebagai sepasang kekasih, bukan Hyung-Dongsaeng seperti sebelumnya.
"Hyung! Kau mau tetap di dalam Bis sampai pemberhentian terakhir?" Tanya Baekhyun menyadarkan Luhan dari dunianya. Ternyata mereka sudah tiba di halte yang berada di depan kampus. "Hehehe, mianhae." Luhan menggaruk tengkuknya.
Luhan melangkah dengan penuh semangat menuju gerbang kampus. Pasti Sehun sudah menunggunya. Kekekeke. Namun saat dia mengerutkan keningnya dan mem-pout-kan bibirnya saat Sehun tidak ada di sana. Aiiissshh! Bukankah Sehun sendiri yang bilang kalau dia akan menunggunya? Kenapa dia tidak ada di sana?
GREBB
Tiba-tiba saja ada seseorang yang memeluknya dari belakang. "Mencari seseorang?" Tanya suara husky itu tepat di telinganya. Membuat sekujur tubuh Luhan sedikit bergetar dan rona merah itu mulai menjalari pipi hingga telinganya. Tanpa sadar, Luhan tersenyum lebar. Dia amat sangat kenal suara itu. Suara namja yang menghantui hidupnya, mimpi dan nyatanya. Suara namja yang telah resmi menjadi kekasihnya.
"Kau terlambat, Oh Sehun!" Luhan mem-pout-kan bibirnya membuat Sehun terkekeh dan membalikkan badan Luhan untuk menatap wajahnya.
"Benarkah?" tanyanya menatap wajah manis Luhan. "Eum," Luhan mengangguk pelan, masih memp-pout-kan bibirnya. "Bukankah kau bilang akan menunggu ku di gerbang? Tapi waktu aku datang, kau tidak di sini."
"Hhhhmmm, mianhae," ucap Sehun sambil merapikan poni Luhan yang mulai panjang dan hampir menutupi mata indahnya. "Tapi, sebenarnya aku tidak terlambat, kalau saja kau tidak terlalu larut dalam duniamu, pasti kau akan menyadari keberadaanku di dekat halte tadi."
"Eh?" Sehun terkekeh melihat kebingungan di mata Luhan. "Kekeke, memang awalnya aku ingin menunggu di sini, tapi setelah dipikir-pikir, lebih baik aku menunggumu di halte. Biar kita lebih cepat bertemu."
BLUSSHHH. Luhan memukul lengan Sehun pelan dan segera menundukkan wajahnya yang mulai tersipu dan menyembunyikan senyuman lebarnya karena ucapan Sehun. Sedangkan Sehun sendiri hanya tersenyum melihat tingkah Luhan yang menurutnya imut. Aaaaaahhh, sepertinya semakin hari dia semakin menyukai namja manis yang sedang tersipu di depannya sekarang.
"Omoooooooo! Matakuuuuu! Mengapa aku harus menyaksikan kejadian yang membuat mataku perih sepagi ini?!" ucapan -teriakan- itu berhasil membawa HunHan yang sepertinya sedang membuat dunia sendiri itu kembali ke bumi. Keduanya langsung menoleh ke arah sumber suara yang tidak lain dan tidak bukan adalah berasal dari Baekhyun. Terbukti sekarang dia tengah berakting seolah-olah matanya sedang perih dan mengedip-kedipkan matanya yang kalau menurut Chanyeol pasti sangat menggemaskan.
Sehun memutar bola matanya malas saat melihat Baekhyun dan Kyungsoo berjalan menghampiri mereka. 'Tidak bisakah aku tenang sebentar saja dengan namjachinguku?' pikirnya.
"Maaf yaaaa! Bukan bermaksud untuk mengganggu 'moment indah di pagi hari' nya kalian, hanya saja," Kyungsoo mengalihkan tatapannya pada Luhan. "Hyung, kelas kita akan dimulai sekitar 15 menit lagi. Dan kelas kita bukan di sini, kita masih harus berjalan ke dalam Hyung. Aku tidak mau Kim Seonsaengnim menyuruh kita menutup pintu dari luar karena terlambat," lanjutnya dengan senyuman maut nya.
Glekk. "Hehehe, arrasseo arrasseo. Sehun-ah, aku ke kelas dulu, ne! Kau juga masuklah! Jangan sampai terlambat!" ucap Luhan dan berbalik akan meninggalkan Sehun. Namun sebelum sempat dia melangkah, Sehun sedah terlebih dahulu menahannya dengan memegang pergelangan tangan Luhan.
"Biar ku antar, Lu," ucap Sehun membuat Luhan sedikit terkejut. Bukan karena Sehun ingin mengantarnya, tapi karena dia baru menyadari kalau Sehun tidak memanggilnya dengan sebutan 'Hyung' seperti biasanya. "Lu?" tanya nya bingung.
"Eum, tentu saja! Karena kau sudah resmi menjadi 'NAMJACHINGU' ku, maka aku tidak akan memanggilmu Hyung lagi," ucap Sehun memberi penekanan pada kata 'NAMJACHINGU'.
BaekSoo memutar bola mata mereka malas mendengar pasangan baru jadi itu yang masih saja berlovey-dovey di depan mereka. Baekhyun pun segera menarik Kyungsoo untuk meninggalkan mereka berdua. "Kami duluan Hyung. Jangan membuat Luhan Hyung terlambat atau aku akan menghajarmu. Arasseo!"
Sehun memberikan cengiran terbaiknya pada BaekSoo dan mengangguk. Sedangkan Luhan masih terpaku di tempatnya. Tidak menyadari kepergian BaekSoo. Terlalu senang saat mendengar Sehun mengucapkan kata 'itu'. Tentu saja dia sudah membayangkan sejak semalam bagaimana suara Sehun saat mengucapkannya. Namun saat mendengarnya langsung dari bibir Sehun, semua yang dibayangkannya benar-benar tidak ada apa-apanya. Mimpinya selama setahun lebih sekarang menjadi kenyataan. Dia benar-benar bahagia hingga tidak menyadari kalau wajah bahkan telinganya sudah memerah karena senang.
"Kajja!" ajak Sehun. Namun Luhan masih terdiam di tempatnya. 'Melamun lagi,' pikirnya. Sehun pun menjentikkan jarinya di depan wajah Luhan, namu Luhan tetap tidak menyadarinya. Akhirnya Sehun mengambil cara yang paling instan.
Chu~
Sehun mengecup bibir Luhan sekilas dan berhasil. Luhan membulatkan matanya dan berkedip-kedip imut, seolah tak percaya dengan apa yang baru saja terjadi. Oh Sehun mencium bibirnya! Di depan UMUM! Tapi belum sempat Luhan mengucapkan apa-apa, Sehun sudah lebih dulu menautkan jemarinya dengan jemari Luhan dan mengantarnya menuju kelas.
Saat berjalan di gedung Fakultas Musik, Sehun bisa merasakan tatapan ingin tahu dari orang-orang di sekitar yang tertuju padanya dan Luhan. Seorang Luhan yang telah menolak banyak orang bahkan Kris sekalipun, sekarang bergandengan mesra dengan Sehun. Apakah itu berarti mereka berpacaran? Kira-kira seperti itulah arti pandangan mereka saat itu. Namun Sehun tidak ambil pusing. yang penting sekarang, dirinya dan Luhan bahagia. Berbeda dengan Luhan yang sedari tadi berjalan dengan menundukkan wajahnya, malu.
Saat mereka tiba di depan kelas Luhan, BaekSoo sudah menanti dengan harap-harap cemas. Pasalnya, kurang dari 5 menit, kelas mereka akan segera dimulai. Wajah mereka langsung berubah lega saat melihat Sehun yang sedang menuntun Luhan yang masih tertunduk malu menuju kelas.
"Aku hampir saja membunuhmu, Oh Sehun!" ucap Baekhyun bercanda. "Hehehe, mianhae Hyung. Habisnya, sepertinya seseorang jadi sering melamun hari ini. Apa terjadi sesuatu padanya, Hyung?" tanya Sehun sok innocent pada BaekSoo.
"Molla, terakhir yang aku tahu, sepertinya dia baru saja melepas status single nya tadi malam, kekeke," jawab Kyungsoo. Luhan tidak tahu apakah wajahnya bisa lebih merah lagi dari sekarang. Dia menatap Sehun tak percaya. Bagaimana mungkin dia ikut-ikutan ke-evil-annya BaekSoo untuk menggodanya.
"Yaaaaaaakkk! Kalian asdfghjklertypmnb!" Luhan tidak tahu mau berkata apa saking kesalnya. Dia hanya bisa mem-pout-kan bibirnya sebal. Dia merasa dikhianati oleh Sehun. Bukankah seharusnya Sehun membelanya dari godaan BaekSoo.
Huft. Luhan menghembuskan nafasnya kesal dan beranjak meninggalkan HunBaekSoo. Namun sepertinya dia lupa kalau Sehun masih mengenggam erat tangannya. Alhasil, Luhan kembali tertarik ke posisi sebelumnya, di samping Sehun. Luhan memalingkan wajahnya dari Sehun, masih kesal. BaekSoo yang melihatnya hanya tekekeh kecil -takut Luhan akan marah pada mereka- dan segera meninggalkan dua insan yang sedang dimabuk cinta itu.
"Aigooo, Xiao Lu marah?" tanya Sehun sambil mentoel dagu Luhan. "Mianhae, aku hanya bercanda." Luhan menghela nafasnya. Bagaimana mungkin dia bisa marah pada Sehun!?
"Aniyooo. Aku hanya sedikit kesal! Habisnya, Sehunnie menyebalkan!" Luhan kembali mem-pout-kan bibirnya. Sehun terkekeh dan mencium cepat bibir Luhan. Membuatnya menghentikan aksi 'mari kita manyun' nya.
"Mianhae. Kalau begitu, aku pergi, ne! Masuklah." Sehun tersenyum. "Dan jangan mem-pout-kan bibirmu, Lu,, Atau aku akan melakukannya lagi," ucap Sehun mengerlingkan matanya pada Luhan kemudian berlari keluar dari Fakultas Musik.
'Oh Sehun! Kau memalukaaaaaaaaannn!' Luhan berteriak dalam hati saat menyadari kalau sekarang, dirinya tengah menjadi pusat perhatian. Dia segera memasuki kelasnya sambil memegang pipinya yang sudah terasa amat sangat panas akibat perlakuan Sehun.
~O.O~
"Aigooooooo! Uri 'Prince n Princess' akhirnya jadian juga, eoh?!" ucap Chanyeol segera saat HunHan datang, hand in hand, ke kantin siang itu. HunHan memang terlambat datang karena Sehun bersikeras kalau Luhan harus menunggu di Fakultas Musik sampai kelas Sehun selesai dan menjemputnya.
Oh. My. God. Tidak cukupkah segala apa yang dilakukan duo usil tadi malam dan tadi pagi? Mereka bahkan berhasil mengajak Sehun untuk berkolaborasi dengan mereka. Dan sekarang, dia harus berhadapan dengan ChanHo! Luhan mungkin sudah mempersiapkan diri dari segala godaan yang akan datang dari ChanHo. Namun tetap saja. Itu membuatnya malu.
"Hhhhh," Suho menghela nafasnya dengan berat, "Akhirnya anakku yang paling imut ini laku juga," lanjutnya yang langsung disambut dengan tawa renyah dari ChanBaekSoo.
"Yaaakkkk, Appa! Apa maksudmu? Mana ada orang tua yang tega berkata begitu pada anaknya, seolah-olah aku tidak ada yang mau!" Luhan memberikan death glare nya pada Suho. Namun malah membuat Suho ikut tertawa. "Aaeeeyy. Tidak usah sensitif begitu, Hyung! Ini kan hari bahagia. Tersenyumlah, kekekeke," ucapnya.
Luhan memutar bola matanya. Dia baru saja akan menjawab saat Sehun menggenggam tangannya di atas meja. Membuat ChanBaekSuD.O semakin tergoda untuk menggoda Luhan. "Abaikan saja. Kau tahu? Mereka akan semakin gencar menggodamu jika kau menanggapinya. Bahkan aku hampir saja tergoda untuk kembali berkolaborasi dengan mereka," tutur Sehun.
"Ecieeeee, sekarang Luhan Hyung ada yang membela niiihhh," ujar BaekSoo berbarengan. Luhan menghela nafasnya. Mungkin benar kata Sehun. Abaikan saja, dengan begitu mereka akan bosan. Tapi, mana mungkin dia bisa?!
"Aiiissshhh, Lulu Hyung tidak seruuu! Oh Sehun! Mengapa kau mengatakan itu pada Lulu? Lihat tuh, Luhan Hyung jadi benar-benar mengacuhkan godaan kita. Aku kan ingin melihat pipi meronanya Luhan Hyung!" Baekhyun langsung sewot saat Luhan tidak menanggapinya tadi. Tanpa tahu kalau Luhan menyeringai di dalam hatinya. 'Kena kau Byun Baekhyun, kekekeke.'
"Sudahlah Baekkie. Lebih baik kau menggodaku saja, eotte? Aku pasti tidak akan mengecewakanmu," ucap Chanyeol sambil mencium pipi Baekhyun.
"Oke, that's enough, kami tidak perlu melihat kelanjutannya. Simpan untuk arsip pribadi kalian, please!" Suho langsung menghentikan kegilaan yang akan terjadi diantara ChanBaek sebelum itu sempat terjadi membuat Baekhyun semakin manyun.
"Anyways, bukankah lusa adalah Christmas? Kalian ada rencana? Mau menghabiskan Christmas Eve bersama?" tanpa memperdulikan Baekhyun yang manyun dan Chanyeol yang menatapnya dengan tatapan 'mengapa kau membuatnya ngambek', Suho memutuskan untuk mengganti topik pembicaraan.
"Tentu saja, rumahku kan hanya 1 jam dari Seoul. Paginya aku akan ke rumah Suho Hyung dulu, siangnya baru pulang naik bis," jawab Kyungsoo.
"Kenapa harus naik bis? Aku akan mengantarmu besok," ucap Suho sambil melingkarkan tangannya di pinggang Kyungsoo. "Jeongmal mau mengantarku?" tanya Kyungsoo. "Tentu saja! Mana mungkin Appa membiarkan Eomma naik Bis sendirian. Bisa-bisa aku gagal jadi menantunya tuan Do," jawab Suho yang langsung dihadiahi ciuman di pipi dari 'the blushing Eomma'.
"Please deh! Aku juga setuju. Lagian aku tidak merayakan Natal di rumah nanti. Aku akan merayakannya di rumah Yeollie, kekeke," sahut Baekhyun. "Yuppss. Aku sih ikut Baekkie saja," timpal Chanyeol. "Kalian berdua bagaimana?" Tanya nya pada HunHan.
"Sama seperti tahun lalu, aku tidak memiliki rencana apa-apa. Orang tuaku kan di Beijing, tidak mungkin aku pulang ke Beijing hanya karena Christmas. So, I call," jawab Luhan. "Sehunnie,,,?" tanya nya pada Sehun.
"Hmmmm, call! Aku rasa Christmas Eve tidak masalah. Aku bisa pulang ke Busan paginya," ucap Sehun.
"MWOOOO!" teriak BaekSoo bersamaan. Membuat Sehun menatapnya bingung. Apa ada yang salah? Dia kan hanya akan merayakan Natal bersama keluarganya.
"Bagaimana bisa kau meninggalkan Lulu Hyung di hari Natal sendirian! Kau kan dengar sendiri kalau lulu Hyung tidak punya planning apapun di hari Natal nanti!" Ujar Baekhyun.
"Tidak bisakah kau untuk tidak pulang ke Busan? Aku dan Baekhyun Hyung akan pulang paginya. Dan itu berarti Luhan Hyung akan sendirian sepanjang hari!" lanjut Kyungsoo.
"Errrmmm, Tapi—" "Gwaenchanna, Sehun-ah. Aku tidak apa-apa. Jangan mendengarkan mereka." Luhan tersenyum lembut pada Sehun.
"Tapi Hyung—" "Baekhyun-ah! Aku bukan anak kecil yang harus dijaga sepanjang hari. Lagipula, Christmas tahun kemarin kan aku juga hanya diam di rumah." Luhan memotong ucapan Baekhyun.
"Tapi tahun kemarin kami tidak pergi seharian Hyung! Kalau begitu aku tidak usah pulang saja," ucap Kyungsoo tiba-tiba. "Eh? Andwaeeee! Kau harus pulang. Saat Christmas, keluarga yang nomor 1. Apalagi kan Sehunnie anak tunggal. Aku benar-benar tidak apa-apa. Mengapa kalian tidak percaya padaku?" Luhan mem-pout-kan bibirnya.
"Yaaaa! Mengapa kalian berdua yang sewot?! Bukankah Hyung sudah bilang kalau dia baik-baik saja," ujar Chanyeol.
"Sudahlah. Kalau begitu kita akan merayakan Christmas Eve bersama? Di rumah kalian, kan?" tanya Suho yang dijawab dengan anggukan mantap dari Luhan. "Arrasseo. Kalau begitu, lebih baik kita makan sekarang. Aku lapaaarrr!" sahut Suho.
"Suho Hyung benar. Aku lapaaarrr! Dan kau magnae! Ayo ikut kami membeli makanan. Hari ini kau harus mentraktir kami semua, kekekeke," Chanyeol langsung menarik Sehun menuju stan penjualan makanan. Meninggalkan LuBaekSoo.
"Hyung!" panggil Baekhyun. "Aiiihhhh! Nan Gwaenchanna Baekkie-yaaa. Percayalah, eum!" Luhan tersenyum, lebih tepatnya mencoba untuk tersenyum.
Bukan tidak percaya sebenarnya, tapi BaekSoo tahu kalau Luhan sangat beraharap untuk bisa merayakan Natal dengan Sehun. Apa lagi sekarang Sehun sudah resmi menjadi kekasihnya. Tadi malam mereka membahasnya. Luhan terlihat sangat senang karena mengira kalau Christmas kali ini dia tidak akan sendirian. Siapa yang menyangka kalau ternyata Sehun justru juga akan meninggalkannya. Mungkin Luhan terlihat baik-baik saja dengan senyuman manis di bibirnya saat ini. Namun BaekSoo tahu seberapa kecewanya Luhan saat Sehun mengatakan kalau dia akan pulang ke Busan.
Luhan terus berusaha menahan rasa sesak di dadanya saat itu. Dia terus saja mengedip-ngedipkan matanya yang mulai terasa panas. Saat dirasa kalau dia sudah tidak bisa menahannya lagi, Luhan berdiri dari duduknya. "Aku..." Luhan menelan ludahnya dengan susah payah. "Aku akan ke toilet sebentar. Jangan menyusulku, arrasseo!" dengan itu, Luhan segera berlari menuju toilet yang agak jauh dari kantin dan meninggalkan BaekSoo di sana yang menatap Luhan dengan simpati.
"Hyung!" ucap Baekhyun lirih. 'Kau hebat Oh Sehun, di hari pertama kau membuatnya tersenyum dengan sangat bahagia karena menjadi kekasihmu, di hari yang sama juga kau membuatnya menangis karenamu!'
"Loh? Luhan Hyung kemana?" tanya Sehun bingung saat melihat kalau Luhannya tidak ada bersama BaekSoo. "Kamar mandi!" jawab BaekSoo singkat. "Oh!"
Mengapa sepertinya Baekhyun Hyung dan Kyungsoo Eomma marah padanya? Sehun mengedikkan bahunya kemudia duduk di bersama ChanBaekSuD.O. Tidak menyadari tatapan kesal dari BaekSoo yang ditujukan padanya. 'Sehun-ah! Mengapa kau tidak peka?'
~O.O~
Brakk. Luhan menutup pintu salah satu bilik di kamar mandi dengan sedikit kasar. Bukan maksudnya untuk membanting pintu. Itu hanya reflek karena dia ingin cepat-cepat masuk kedalam bilik dan mengunci pintunya. Begitu pintu terkunci, Luhan langsung terduduk di atas toilet. Dia tidak bisa lagi menahannya. Luhan hanya membiarkan airmatanya mengalir dengan bebas di pipi kenyalnya. Luhan terisak.
"Luhan pabbo! Luhan bodoh! Apa yang kau harapkan? Sehun tidak mungkin mau merayakan Natal tanpa orang tuanya!" Luhan terus merutuki dirinya sendiri.
Dia tidak marah pada Sehun. Dia hanya marah pada dirinya sendiri yang lagi-lagi berharap terlalu banyak pada Sehun. Dia hanya kecewa karena Sehun sama sekali tidak merasa ragu apalagi mempertimbangkan dirinya saat berkata kalau dia akan pulang ke Busan. Dia sudah mengira kalau Sehun akan pulang ke Busan. Dia hanya berfikir, kalau mungkin saja Sehun aka merasa sedikit berat kalau harus meninggalkannya, yang notebene nya adalah namjachingunya sekarang, sendirian. Apalagi setelah BaekSoo menegaskan kalau Luhan benar-benar akan sendirian.
Tapi tidak. Sehun tidak memikirkannya sama sekali. Sehun bahkan mengatakannya dengan sangat ringan, dan itu terasa sangat berat di dada Luhan. Dia adalah pacar Sehun kan? Sehun menciumnya dibibir berkali-kali. Dia mengatakan hal-hal indah padanya. Dia berkata kalau dia merindukannya bahkan ketika mereka baru berpisah beberapa saat saja. Sehun bahkan menciumnya di depan umum. Sehun juga menggenggam erat tangan Luhan setiap kali mereka berjalan bersama. Sehun menolak untuk memanggilnya Hyung karena saat ini Luhan adalah kekasihnya. Tapi bukankah seorang kekasih itu akan selalu memikirkan kebahagian kekasihnya? Lalu mengapa Sehun dengan ringannya secara tidak langsung akan meninggalkannya sendirian tanpa menyadari kalau Luhan akan bersedih?
Lalu Luhan teringat satu hal. Satu hal yang menjawab semua pertanyaannya. Satu hal yang membuatnya semakin sedih. Sehun tidak mencintainya. Dia hanya menyukai Luhan. Hanya suka.
Luhan tersenyum miris. Bagaimana mungkin Luhan melupakan perkataan Sehun yang jelas-jelas berkata kalau dia belum bisa melupakan Jongin? Well, semua sikap manis Sehun dan kata-kata manisnya yang membuat Luhan lupa. Lupa kalau saat ini, statusnya hanya sebagai pelarian dari jongin. Sebagai pengobat hati Sehun yang pernah terluka oleh jongin. Lalu hatinya? Siapa yang akan mengobati hatinya saat dia terluka seperti ini?
Ddrrt ddrrt ddrrtt
3 pesan masuk.
Hyung, gwaenchanna? Apa perlu aku susul? —Kyungsoo
Lulu Hyung! Eodiesso? Aku akan ke sana. Aku tahu kau menangis Hyung! Tidak perlu menyembunyikannya dariku! —Baekhyun
Xiao Lu! Kau baik-baik saja? Apa kau tidak enak badan? Megapa lama sekali di kamar mandi? Aku kesana, ne!
Luhan hanya membalas pesan yang terakhir.
Aku baik-baik saja Sehunnie. Perutku hanya sedikit mulas dan tadi harus antri sebentar. Aku sudah selesai, jadi kau tidak perlu kesini, ne! ^^
'Kau yang memutuskan untuk menjalani hubungan ini dan menghadapi segala resiko yang ada, Luhan. Jadi kau harus kuat. Hadapilah! Kau pasti bisa!'
Luhan keluar menuju wastafel dan merapikan penampilannya di depan cermin. Membasuh wajahnya untuk menghilangkan jejak air mata di pipinya. Saat dia membuka pintu kamar mandi, ponselnya kembali bergetar.
Arrasseo! Kalau begitu cepatlah kembali. Bogosipheo, kekeke. Waktu istirahat akan segera berakhir, nanti kau tidak sempat makan. Aku tidak mau kau sakit, Lu! ^^
Luhan tersenyum membaca balasan dari Sehun. 'Benarkah kau merindukanku, Sehun-ah?' Luhan tidak bisa menghentikan pikirannya dari satu pertanyaan terbesar yang terus muncul di kepalanya.
'Kalau seandainya itu Jongin, apakah kau juga akan meninggalkannya sendirian sepertiku?'
~O.O~
Sore itu, saat mengantarkan Luhan pulang, Sehun tau kalau ada yang aneh dengan Luhan. Luhan jadi sedikit lebih diam. Tidak bersemangat seperti biasanya. Sepertinya mulai sejak Luhan kembali dari kamar mandi saat lunch break tadi. Apa ada sesuatu yang terjadi di toilet?
Mengapa dia tidak menanyakan langsung pada Luhan saja? Jangan bilang Sehun tidak bertanya. Dia bahkan sudah hampir 10 kali mengulang pertanyaan yang sama. 'Kau baik-baik saja, Lu?' atau 'Apa kau sakit?' bahkan 'Apa ada yang mengganggu pikiranmu?'
Namun hasilnya nihil. Luhan hanya menjawabnya denga satu kalimat. 'Aku baik-baik saja'. Sehun tau kalau Luhan tidak baik-baik saja. Ada yang salah dengan Luhannya. Tapi dia tidak tahu apa yang salah? Apa Luhan marah padanya? Tapi mengapa? Tadi mereka baik-baik saja, kan? Bahkan Luhan menolak saat Sehun mengajaknya untuk mampir membeli Bubble Tea dengan alasan 'Cuaca sedingin ini mau membeli Bubble Tea? Nanti bisa sakit!'.
You must be kidding me, pikir Sehun. Luhan yang dia kenal tidak akan pernah menolak Bubble Tea apapun kondisinya. Apalagi Bubble Tea berdua dengan Sehun. Luhan tidak pernah menolaknya. Lalu, mengapa sekarang tiba-tiba Luhan mengesampingkan Bubble Tea nya? Ini sama sekali bukan Luhan.
"Kau benar-benar tidak apa-apa, Lu,?" tanya Sehun lagi saat mereka tiba di depan rumah Luhan. "Eum," Luhan tersenyum tipis dan menganggukkan kepalanya.
"Tapi kau terlihat murung. Apa aku melakukan kesalahan? Apa aku membuatmu marah? Apa aku membuatmu sedih?" tanya Sehun lagi. Luhan hanya menggeleng. "Aku tidak apa-apa. I really am. Mungkin hanya sedikit lelah. You know, sebentar lagi ujian semester dan ada banyak sekali tugas yang diberikan dosen." Luhan menjelaskan.
Walaupun sedikit tidak percaya, namu Sehun memutuskan untuk mempercayai Luhan. "Kau tahu kan kalau kau bisa bercerita apapun padaku?" Luhan mengangguk. "So, kalau kau ada masalah, kalau kau merasa kesulitan, katakan padaku. Aku pasti akan membantumu sebisaku. Arrasseo!" Luhan mengangguk mentap. "Arasseo," jawab Luhan tersenyum.
"Pulanglah. Sebentar lagi malam, katanya akan ada badai malam ini. Sehunnie harus segera sampai di asrama sebelum badai datang," ucap Luhan lembut sambil membetulkan letak syal yang dikenakan Sehun.
"Arrasseo. Kau juga masuklah. Setelah itu, segera mandi dengan air hangat. Agar lelahnya hilang dan aku bisa melihat senyum manismu lagi." Sehun menyibakkan poni Luhan dan mencium kening Luhan lembut. Luhan menutup matanya menikmati ciuman tanda sayang yang diberikan Sehun padanya. Bibirnya tanpa sadar membentuk sebuah senyuman manis.
"Kalau begitu, aku pulang, ne! See you tomorrow then!" Lagi-lagi Luhan tersenyum dan mengangguk.
Dengan senyuman manis yang diberikan Luhan padanya, Sehun melangkah mennggalkan rumah Luhan. Sesekali dia akan menoleh ke belakang untuk melihat Luhan, dan Luhan akan tesrsenyum padanya sambil melambaikan tangannya. Aaaahhhh, Sehun merasa sangat bahagia sekarang.
Saat Sehun membuka kamar nya, dia melihat teman sekamarnya, Chen, sedang berkemas-kemas. "Apa kau akan pulang sekarang? Besok tidak ada kelas?" tanya Sehun.
"Aniyo. Mahasiswa Fakultas Musik sudah diliburkan mulai besok, jadi aku bisa pulang sekarang, hehe," Sehun hanya mengangguk mengerti. "Kau tidak pulang? Aaaahh, kau kan punya Luhan Sunbae di sini, untuk apa pulang. Bodoh sekali aku menanyakannya, kekeke," Sehun hampir lupa kalau Chen adalah Hobae Luhan di Fakultas Musik.
"Besok aku masih ada kelas jam 9. Jadi tidak bisa pulang sekarang. Lagipula aku akan merayakan Christmas Eve bersama Luhan dan teman-temannya. Baru aku pulang ke Busan paginya," jawab Sehun.
Seketika itu, Chen menghentikan kegiatan berkemasnya. "Mwoo? Kau tetap akan pulang walaupun di sini ada Luhan sunbae?" tanya nya tak percaya. Sehun menatap Chen bingung. Mengapa dia sekaget itu, bukankah Natal itu memang dirayakan bersama keluarga? Ada apa dengan reaksi orang-orang yang mendengar rencana Natalnya?
"Tentu saja. Natal kan acara keluarga? Apa hubungannya denga Luhan?" tanya Sehun bingung. Chen menggaruk kepalanya yang tiba-tiba terasa sedikit gatal.
"Tidak ada sih. Hanya saja, biasanya kan begitu. Sepasang kekasih suka menghabiskan Natal bersama. Agar lebih spesial begitu. Yaaa, memang seharusnya dirayakan bersama keluarga, tapi kekasih kita kan juga bagian dari keluarga. Lagipula, bukankah kita selalu merayakannya bersama keluarga. Apa salahnya sekali-sekali merayakan bersama someone special. Aku saja, kalau seandainya aku punya kekasih di sini, mana mungkin aku pulang ke rumah. Kan leb—" jawaban Chen yang panjang lebar itu terputus saat dia menyadari kalau Sehun sedang melamun dan tidak lagi mendengar ucapannya. Chen hanya mengedikkan bahunya dan melanjutkan acara 'mari kita berkemas' yang sempat tertunda.
Sehun terdiam di kasurnya. Ucapan Chen membuat dia merasa menjadi orang paling bodoh sejagat raya. Bagaimana mungkin dia tidak menyadarinya? Luhan bersedih karena Sehun mengatakan kalau dia akan merayakan Natal di Busan yang berarti dia akan meninggalkan Luhan sendiri.
Everything makes sense now. Semuanya jadi masuk akal. Mengapa Luhan sangat lama di kamar mandi. Mengapa dia kembali ke kantin dengan mata yang sedikit merah. Mengapa tiba-tiba Luhan yang selalu ceria berubah menjadi murung. 'Oh Sehun BODOOOH!' Sehun memukul kepalanya sendiri. Bagaimana mungkin dia membuat Luhan bersedih bahkan dihari pertama mereka jadian?
Sehun meraih ponselnya dan berjalan keluar dari kamarnya. Dia akan membayar setiap tetes air mata yang dijatuhkan Luhan hari ini. Sehun akan membuat semuanya menjadi benar lagi. Dia pasti akan mengembalikan senyum Luhan. PASTI.
"Mianhae, Lu! Aku yang tidak peka," lirihnya.
Dengan itu, Sehun pun menelfon seseorang. Seseorang yang akan membantunya membuat semua yang salah hari ini karena kebodohannya menjadi benar lagi.
~O.O~
TeBeCe
A/N:
Huweeeeeeeeeee, Liyya mau minta maaf banget sama Eonnie, Saeng, Chingu sekalian yang kena PHP kemariiinn, :'( Beneran Liyya gak maksud untuk PHP loooohhh. Suweeeeeerrr!
#nyengir
Maaf kalau chap ini mengecewakan dan agak sedih di bagian tengah menuju ending nya, #bow* Tapi itu memang diperlukan demi kelancaran cerita -_- Tapi tenang aja, Lulu g bakalan lama-lama kok sedihnya ;)
Liyya mau ngucapin BIG THANKS to Eonnie, Saeng, n Chingu sekalian yang sudah berkenan mampir, ngelirik, membaca apalagi yang berkenan nge-review, nge-fav, n nge-follow ff gaje nya Liyya. Jeongmal2, neomu2 gomawo, #deepbow
Balasan Review:
sofia ningsih: Yeheeee,, *ikutan pesta Bubble tea* Adegan teras rumah emang adegan paling fenomenal di ff ini,, muahahahaha
Makasih udah ngereview^^
hunhanshipper: Muehehehehe,, Akhirnya Hunhan jadian n Sehun berhasil nyium lulu,,,! Habisnya Thehun kalo mau nyium suka bertele-tele gitu sih,, Kelamaan #plakk,, Eon juga seneng banget kalo Lulu udah bermanja-manja ria dengan BaekSoo, kekeke,, Jeongmal kita sudah berteman di fb,,,? Ternyata oh ternyataaa,,,, Huaaaa,, Di acara apa tuh ada HunHan backhug,,? Pengeeeennnn,,,
Makasih udah ngereview^^
ajib4ff: Asek aseeeekkk,, Eonnie lagi drama mode on neehhh,, hehehehe,, Ecieeeee,, yang berhasil poppo Lulu,,, ;) Ya ampun eooonn,, Kenapa Saeng jadi antagonis genee,,? Tega-teganya mengadukan Eonnie tercinta ke si Cadel,, -_- Apa yang akan terjadi pada Eonniekuuu,,,? O.O
Makasih udah ngereview^^
dian deer: iyaa saeeeng, Eon juga sempet liat beberapa fotonya Hunhan yang lumayan lah yaa,, daripada kagak ade sama sekali,, -_- Hunhan udah jadiaaan, tapi posisi Luhan emang agak miris di sini :'(
Makasih udah ngereview^^
ThegorgeousLu: HunHan jadiaaann,, #lemparmercon* Tenang deeh, Sehun cinta kok sama Luhan. Cuma belom nyadar aja ;) Kai akan segera datang, tapi sekarang biarkan Hunhan menikmati moment-moment indahnya dulu yaa,,,
Makasih udah ngereview^^
RirinSekarini: Iya, kalo dipisah lagi, mungkin Thehun bakal bermanja-manjaan lagi kayak dulu o.O Ini udah lanjut chinguuu,, ^_^
Makasih udah ngereview^^
lynacronics: Sayangnya Kkamjong belom keluar di chap ini,, Kasian kan, masa' baru jadian udah dateng Kkamjong sang penghancur #dilemparpanci*
Makasih udah ngereview^^
kyungkyungie: Kamu hilang kemana selama 2 chap saeng,,,? Bogosipheooooo ;) bang naga kan emang paling baik *poppoDuijhang*
Makasih udah ngereview^^
Lee MingKyu: HunHan jadiaaann,, *ikutangigitbantal* Namanya aja cinta pertama,, Katanya kan paling sulit dilupakan,, #soktau,, Ini udah lanju, sepertinya Lulu sedikit tersakiti ya,, -_-
Makasih udah ngereview^^
riniehun: Yuhuuu,, ini udah lanjuuut,, Mian kalo Luhan lagi-lagi sedikit tersakiti,, Emang udah takdir kali ya #plakk
Makasih udah ngereview^^
Kiela Yue: Suami kita emang keren Riiiiinnn,,,, seterusnya Hunhan ngapain,,? Udah kejawab kan,,? Seterusnya Luhan lagi-lagi mengeluarkan air mata :'( #TabokSehun
Makasih udah ngereview^^
chyshinji0204: Sehun gitu looh, mana mungkin g berani nyium istrinya sendiri,, muahahhaha #plakk,, Masalah kai, ntar kita liat aja yaaa ;)
Makasih udah ngereview^^
marvinaoct: Reader baru kah,,? Welcome yaaa,,, ^_^ Sehun pasti ganteng banget dooonk,,, BabyLulu habis bersemedi di kamar Liyya, makanya dia berani nembak Sehun,, muehehehe
Makasih udah ngereview^^
Ryu Que: Kris emang paling baek, dia kan pengen Luhan selalu bahagia,, Konfliknya segera muncul kok,, Kai masih belom nongol, kan Hunhan masih bulanmadu(?),, kasian kalo langsung diganggu.
Makasih udah ngereview^^
ssjlf: Ini udah lanjut ^_^ mianhae chingu,, Aku g bisa buat KrisTao #bow
Makasih udah ngereview^^
Akita Fisayu: Ketinggalan,,,? Hmmm,, gpp deh,, Untung aja masih mau baca ^^ Masih ada typos ya,,,? Mianhae,,, #bow
Makasih udah ngereview^^
Seperti biasa, boleh minta RnR nya lagi?
So, see U next chapter?
#Kiss N Hug readers satu-satu ^_^
