Masih di chap 23. Ini part B nya. Yang belom baca part A, bisa klik 'prev' :D
HAPPY READING^^
.
~O.O~
Day 4
Luhan tidak tahu apa yang terjadi pada dirinya. Tapi semenjak 3 hari ini, dimana dia selalu menemukan kejutan kecil saat memasuki kelasnya, setiap membuka matanya di pagi hari, Luhan mulai menemukan dirinya mengantisipasi kejutan apa lagi yang akan didapatkannya hari ini. Tidak bisa dipungkiri, dia menyukai kejutan-kejutan kecil itu. Mungkin karena itulah, dia merasa sedikit kecewa saat hari ini tidak ada apapun di atas mejanya selain setangkai Tulip putih. Tentu saja dia juga masih mendapatkan Tulip putih itu di depan pintu rumahnya. Dia bahkan juga mendapatkannya saat memasuki gerbang kampus dan gedung kuliahnya. Namun, tidak ada kejutan yang paling ditunggunya.
Luhan mengerutkan keningnya dan berjalan menuju mejanya dengan sedikit malas. Diikuti BaekSoo yang tersenyum maklum di belakangnya. Untuk suatu alasan, mereka seolah hampir melihat Luhan yang dulu. Luhan yang sama sebelum semua petaka(?) itu terjadi. Luhan yang sedang merajuk karena Sehun tidak memberikan apa yang dia inginkan. Kyungsoo sengaja menyuruh Sehun untuk menunda kejutan hari ke-empatnya untuk melihat reaksi Luhan. Dan melihat Luhan yang tiba-tiba kehilangan semangat seperti ini sudah cukup untuk mengkonfirmasi perasaan Luhan. Ini perkembangan yang bagus, menurutnya.
"Hyung! Kau baik-baik saja?" tanya Kyungsoo, mencoba menyembunyikan senyumnya. "Eum," angguk Luhan. "Mengapa aku harus tidak baik?" Luhan balik bertanya.
"Karena wajahmu menunjukkan hal itu, Lulu Hyung!" sahut Baekhyun. "Wae? Kau kecewa karena tidak ada sesuatu di atas mejamu?" tanya nya menggoda Luhan.
Blusshh
Luhan membuang muka nya menghadap jendela. Merutuki rona merah jambu yang menjalari pipinya karena ketahuan BaekSoo. Tidak seharusnya dia merona. Tidak saat dia bahkan tidak berhak kecewa hanya karena Sehun tidak memberikan kejutan untuknya hari ini. Karena pada kenyataannya, mereka sudah tidak memiliki hubungan apapun sekarang.
"A-aniyo!" jawabnya gagap. "Mengapa aku harus kecewa? Aku bukan siapa-siapanya Sehun!"
"Aeeeyyyy! Kau tidak boleh berkata seperti itu, Hyung! Walaupun hubungan kalian sedang tidak dalam kondisi yang baik, tapi Sehun tetap DONGSAENG kesayanganmu," ujar Kyungsoo dengan menekankan kata 'Dongsaeng'. Ingin melihat reaksi Luhan. Dan seperti dugaannya, Luhan terlihat sedikit terganggu dengan kata itu.
Luhan mengalihkan pandangannya pada Kyungsoo saat kata 'itu' keluar dari bibir Kyungsoo. Dia ingin mengucapkan sesuatu untuk membalas ucapannya. Namun kalimat itu seolah tersangkut di tengah tenggorokannya. Baru kali ini Luhan benar-benar menyadarinya, dia tidak suka nama Sehun dan kata 'Dongsaeng' digabung dalam satu kalimat. Karena tidak tahu harus berakat apa, Luhan akhirnya hanya mengedikkan bahunya. Beruntung Kim Seonsaeng-nim datang tepat pada waktunya, sebelum BaekSoo kembali bertanya hal-hal aneh -menurutnya- padanya.
Istirahat siang, Luhan sebenarnya ingin membaca buku di perpustakaan sebelum BaekSoo menariknya paksa menuju kantin. Berkata kalau Luhan akan menyesal jika tidak ke kantin hari itu. Luhan hanya bisa mem-pout-kan bibirnya dan mengikuti langkah BaekSoo yang bergelayut manja di sisi kanan dan kirinya.
"Satu Strawberry cake dan Milk Tea untuk Luhannie!" ucap Ahjumma penjaga kantin sembari memberikan nampan yang berisi pesanan Luhan padanya. Namun ada sesuatu yang tidak dipesannya di sana. "Seorang namja tampan meminta Ahjumma memberikannya padamu." Ahjumma itu menjawab pertanyaan Luhan bahkan sebelum dia sempat bertanya. Luhan hanya mengangguk dan tersenyum pada Ahjumma itu, kemudian bergegas menuju mejanya dan teman-temannya.
Mengabaikan tatapan usil yang didapatkannya dari ChanBaekSuDo, Luhan segera mengambil kado kecil dengan motif rusa di seluruh permukaannya kertas kadonya dari atas nampan dan membuka pembungkusnya pelan, tidak ingin merusaknya.
Sebuah gantungan kunci berbentuk seorang(?) Cupid adalah apa yang dia temukan di dalam kotak kado tersebut. Namun ada yang berbeda dari Cupid yang satu ini. Kalau biasanya Cupid akan memegang busur dan panah dengan sebuah hati di ujung panahnya, Cupid di tangannya memegang panah yang benar-benar lain daripada yang lain. Panah itu berbentuk angka 1. Apa maksudnya? Penasaran, Luhan membuka memo yang terlipat di dalam kotak kado tersebut.
My First!
15 Juli 2012
Pertama kalinya aku melihat seorang Malaikat yang berada hanya beberapa meter di depanku.
Pertama kalinya aku merasa jantungku berdetak di atas normal hanya karena melihat wajah seseorang.
Pertama kalinya aku merasa kupu-kupu yang berterbangan di perutku ketika kulitku bersentuhan dengan kulit mulusnya.
Pertama kalinya aku menghabiskan sepotong Strawberry Cake, yang paling ku benci, tanpa ku sadari dan mulai menyukainya.
Pertama kalinya aku mengenal sebuah persahabatan yang sangat indah.
Pertama kalinya aku mendapatkan sebuah keluarga baru selain kedua orang tuaku.
Kau melakukan semua itu padaku, Hannie Hyung. Dan aku rasa, saat itu juga aku telah jatuh dalam pesonamu. Aku terpesona pada sosok Malaikat yang duduk di bawah pohon mapple dengan kedua mata tertutup dan terlihat sangat damai. Sangat indah.
Jika degup jantung tak normal itu berarti cinta. Jika kupu-kupu yang terbang bebas dan menggelitik perutku itu berarti cinta. Jika perasaan ingin melindungi dan memiliki itu berarti cinta. Maka aku, Oh Sehun, telah jatuh cinta pada pandangan pertama pada Malaikat itu. Malaikat yang bernama 'Luhan'. Hanya saja, otak lamban ini terlalu lama untuk menyadarinya.
Saranghae, Hannie Hyung!
Tes
Satu air mata itu jatuh begitu saja dari mata indah Luhan. Tidak. Bukan karena Luhan merasa sedih atau merasa sakit di dada kirinya. Dia sendiri tidak tahu alasannya. Air mata itu seolah keluar tanpa alasan. Mungkin dia terharu? Atau mungkin dia hanya merasa sangat senang saat itu? Atau bahkan keduanya? Entah yang mana alasannya.
Satu hal yang pasti. Luhan memeluk erat memo itu dan terus menangis. Dengan tangan BaekSoo yang terus mengusap punggungnya. Dan perlahan, beban Luhan terasa berkurang drastis. Seiring dengan tangisnya yang mulai mereda, beban itu seolah terangkat dari bahunya. Dan tiba-tiba saja, dia merasa seolah tidak memiliki beban. Bahkan malam itu, saat dia memejamkan matanya, Luhan tidak lagi melihat wajah sedih Sehun di sana. Dan walaupun dia juga tidak melihat senyum Sehun dalam matanya yang terpejam, Luhan, untuk pertama kalinya semenjak hubungan mereka pupus, bisa tidur dengan tenang. Sangat tenang.
. . .
"Besok kau apa kau juga akan memberikan kejutan seperti kemarin-kemarin?" tanya Kyungsoo pada Sehun.
Saat ini, ChanBaek, SuDo, Kris dan Sehun sedang berkumpul di EXO kafe. Mengatur strategi untuk hari besar Sehun. Hari ke-5. Hari penentuan. Buah dari perjuangannya. Semua terlihat sedikit gugup dengan apa yang akan terjadi besok. Tentu saja selama 4 hari ini, Luhan selalu memberikan respon yang positif, tapi segala kemungkinan bisa terjadi di saat-saat terakhir kan?
"Tentu saja tidak, Hyung? Apa kau lupa? Besok adalah hari Sabtu. Dan itu berarti tidak akan ada kuliah besok," jawab Sehun. "Lagi pula, aku memiliki rencana lain untuk besok. Tapi aku membutuhkan bantuan dari kalian, Hyung. Tidak perlu semuanya, hanya satu juga bisa," lanjutnya.
"Memangnya apa rencana untuk besok yang membuatmu membutuhkan bantuan salah satu dari kami?" tanya Chanyeol penasaran.
"Membawa Luhan ke Lotte World!"
"MWO? Apa kau gila, Oh Sehun! Membawa Luhan ke Lotte World sama saja menghancurkan 4 hari mu!" Kris spontan berteriak saat mendengar kata 'Lotte World' dan Luhan. Mengingat kejadian beberapa hari yang lalu, ide ini jelas bukan ide yang bagus untuk Luhan. Baekhyun dan Kyungsoo mengangguk setuju dengan perkataan Kris.
"Apa tidak ada rencana lain? Apa tidak bisa langsung ke sungai Han saja, ke tempat final. Biarkan Luhan Hyung istirahat seharian," tanya Kyungsoo. Sehun menggeleng. "Bukan tidak ada, tapi Lotte World is a MUST. Karena itu lah aku membutuhkan bantuan kalian, Hyungdeul! Lagi pula, bukankah akan lebih aneh jika tiba-tiba kalian mengajak Luhan ke sungai Han malam-malam?" ujarnya.
Ke 5 namja di depannya berpikir sejenak. Ucapan Sehun ada benarnya. Luhan pasti akan berfikir, untuk apa dia diajak ke Han River malam-malam? Not to mention kalau itu adalah malam Minggu. Bukankah seharusnya mereka ada kencan sendiri?
"Aku tidak mungkin tiba-tiba mengajak Luhan Hyung ke Lotte World tanpa membuatnya curiga," ucap Chanyeol. "Aku juga sama," sahut Suho. Berarti yang tersisa hanya KrisBaekSoo.
"Bukannya aku tidak mau, tapi aku tidak bisa kalau harus menemani Luhan ke sana. Besok siang aku harus menyelesaikan dan menyerahkan revisi tugas akhirku, atau aku tidak akan bisa ikut wisuda!" ucap Kris menyesal.
Sehun menatap BaekSoo bergantian. "Aku juga tidak bisa. Eomma akan ke Seoul besok," ucap Kyungsoo. Sekarang, harapan satu-satunya hanya Baekhyun.
"Hyung?" Sehun menatap Baekhyun penuh harap. "Aiiissshhh! Arrasseo! Aku akan menemani Luhan Hyung ke Lotte World besok!" tukas Baekhyun seolah tak ikhlas. Sehun tersenyum mendengar ucapan Baekhyun dan spontan memeluk Baekhyun. "Gomawo Hyung!" ucapnya senang, membuat Baekhyun tidak tega untuk menolak pelukannya.
"Yaaak! Maknae! Aku tahu kau senang, tapi tidak perlu memeluk Baekkie-ku selama itu kan!" sewot Chanyeol saat Sehun tak kunjung melepas pelukannya. Membuat semua yang duduk melingkari meja tersebut memutar bola matanya malas, kecuali dirinya sendiri tentunya.
"Waeeeeee? Wajar kan kalau aku cemburu! Baekkie kan namja chinguku," protes Chanyeol yang lagi-lagi hanya mendapat tatapan malas dari teman-temannya.
"Baiklah! Kalau begitu, kita berkumpul di sungai Han besok?" tanya Suho yang diangguki oleh semuanya.
. . .
Day 5
"Hyuuuuuung! Ayolaaaah, temani aku!" rengek Baekhyun. Dari tadi dia terus berusaha untuk membujuk Luhan agar mau menemaninya ke Lotte World. Tapi Luhan juga terus menolaknya.
"Baekkie-ya! Kenapa kau tidak mengajak Chanyeol saja, eoh?" tanya Luhan. Bukannya dia tidak mau menemani baekhyun, tapi dia belum siap kalau harus ke Lotte World lagi. "Kalau Chanyeol mau, mengapa aku mengajakmu, Hyung!? Aku bahkan sudah membeli tiketnya. Ayolah Hyuuuuung!" rengeknya lagi. "Baekk—"
"Ya sudah kalau Hyung tidak mau. Hyung memang tidak sayang lagi padaku!" tukas Baekhyun mengeluarkan senjata pamungkasnya. Merajuk pada Luhan.
Hhhhhhh. Luhan menghela nafasnya pelan, sedikit merasa bersalah karena telah membuat Baekhyun ngambek. "Arrasseo. Aku akan menemanimu. Jam 1 kan? Baiklah, aku mandi dulu, ne!?" ucap Luhan akhirnya yang langsung disambut dengan senyuman lebar dari Baekhyun.
"Kau pasti tidak akan menyesal karena telah menemaniku, Hyung! Aku jamin itu!" teriak Baekhyun sebelum Luhan menutup pintu kamar mandinya.
Begitu tiba di gerbang Lotte World, Luhan langsung mendapatkan sekuntum bunga dari penjaga gerbang. Namun kali ini bukan Tulip putih seperti yang didapatkannya belakangan ini, melainkan sekuntum Mawar merah. Awalnya Luhan ragu saat penjaga itu memberikannya pada Luhan, mengira kalau sang penjaga sedang berusaha menggodanya. Namun saat penjaga itu mengatakan kalau bunga itu adalah titipan dari seseorang, Luhan langsung menerimanya.
Dan begitulah, Luhan akhirnya mendapatkan sekuntum mawar merah setiap kali dia mencoba wahana yang ada. Hingga kedua tangannya penuh dengan bunga Mawar.
"Hyung!" panggil Baekhyun menarik perhatiannya. "Ayo kita beli 'permen kapas'!" ajaknya. Luhan mengangguk pelan dan mengikuti langkah Baekhyun menuju stan penjualan permen kapas. Mereka membeli 2 permen kapas plus sekuntum Mawar kemudian duduk di bangku yang tersedia di sana. Luhan baru menyadarinya, ternyata di stik(?) permen kapasnya, ada memo yang di tempel di sana.
Permen kapas manis untuk seseorang yang manis. Sssst, kau sudah terlalu manis, Hyung. Jangan terlalu banyak memakan hal-hal yang manis atau orang sekitarmu akan terkena Diabetes begitu melihatmu ^^
Saranghae, Hannie Hyung!
Luhan tersenyum tipis. Tidak perlu nama yang tertera di bawah memo untuk Luhan mengetahui siapa pengirim memo tersebut dan juga pelaku yang menyebabkan dirinya dihujani berkuntum-kuntum bunga Mawar saat ini.
"Mengapa kau tersenyum seperti itu, Hyung? Apa permen ini begitu enak?" tanya Baekhyun pura-pura tidak tahu. Luhan hanya menggelengkan kepalanya dan mengucapkan 'Aniyo' pelan dengan bibir masih mengulum sebuah senyuman.
"Mau mencoba keberuntunganmu untuk mendapatkan hadiah-hadiah kecil dari kami, anak muda?" tawar seorang namja paruh baya pada BaekHan ketika mereka melewati stan permainan adu keberuntungan dengan cara menembak target yang ditentukan sesuai dengan hadiah yang kita inginkan. Luhan ingat tempat ini. Tempat yang sama dimana Sehun memenangkan 'Bambi' untuknya.
Luhan baru saja akan menolak saat Baekhyun justru mengangguk dengan semangat. Mencoba untuk menembak target yang menjadi incarannya namun tak kunjung berhasil. Lagi, dia baru saja akan mengajak Baekhyun pergi saat dongsaengnya itu justru bersikeras agar Luhan mencobanya. Dengan malas, Luhan pun menembakkan pelurunya asal.
Door
Dan entah bagaimana caranya, target yang seharusnya ditembaknya itu jaruh begitu saja. Padahal Luhan jelas mengingatnya kalau dia tidak menembak ke arah itu. 'What's going on?' pikirnya bingung.
Namun dia hanya tersenyum bingung saat pak tua itu memberikan hadiah yang didapatkannya atas keberhasilannya dan menerima hadiah itu dengan lapang dada. Another doll. Kali ini boneka Rilakuma dengan sekuntum bunga mawar merah yang ditempelkan di tangan kanan boneka itu.
Aigoooo! Chukahae atas keberhasilannya, Hyung! Sepertinya 'Bambi' punya teman sekarang :D
'Of course!' pikir Luhan tersenyum mengerti saat melihat tulisan tersebut.
Hari sudah menjelang malam saat BaekHan hampir menyelesaikan semua wahana yang ada. Tas Luhan juga sudah lumayan berat dengan semua Mawar yang didapatkannya. Tujuan terakhir mereka sebelum pulang adalah Bianglala.
"Anda yang bernama tuan Luhan?" tanya penjaga Bianglala saat tiba giliran Luhan dan Baekhyun untuk naik. Luhan mengangguk meng-iya-kan.
"Kalau begitu, anda tidak bisa naik bilik yang ini. Anda harus menunggu bilik yang sudah disediakan khusus untuk anda. Kira-kira 5 bilik lagi," ucap si penjaga. Luhan kembali mengangguk patuh saat mendengarnya. Entah kejutan apalagi yang akan didapatkannya di sana.
Kaget. Terkesan. Terharu. Dan sedikit malu, mungkin.
Itulah yang Luhan rasakan saat masuk kedalam biliknya. Bahkan Baekhyun juga menatap bilik itu takjub. Jika melihat ini semua, kau tidak akan percaya bahwa orang yang menyulap bilik polos ini adalah orang yang sama yang telah membuat Luhan menangis berhari-hari. Di sana, sebuket mawar merah telah menanti Luhan. Jangan lupakan mawar pink yang terselip si setiap sudut bilik dan beberapa juga terpajang di sepanjang dinding bilik. Beberapa foto Luhan juga tertempel di setiap sela di antara bunga-bunga itu. Foto yang sama yang Luhan lihat di ponsel Sehun saat itu.
Luhan menarik memo yang tertempel di sana dan membacanya.
'Aku bahkan pernah melihat yang lebih indah dari ini Hyung!'
Kau ingat kata-kata itu, Hyung? Aku tidak berbohong saat itu. Aku tahu kau tidak suka saat seseorang menyebutmu cantik. Tapi aku harus mengatakannya, hyung. Luhan Hyung adalah hal terindah dan tercantik yang pernah aku lihat. Saat dia tersenyum, saat dia tertawa, saat dia tersipu, saat apapun itu, Luhan Hyung tetap yang terindah. Bahkan kupu-kupu akan malu untuk terbang di dekatnya. Karena dia, begitu INDAH!
Saranghae, Hannie Hyung!
'Oh Sehun! Kau memang sesuatu!' batin Baekhyun saat melihat Luhan yang terpaku di tempatnya. Pipi merona hebat dan senyum yang merekah sempurna. Tinggal agenda terakhir. Agenda inti. Puncak dari perjuangan Sehun. Dan dia hanya bisa berharap semoga semua akan berjalan dengan lancar sampai akhir nanti. Dia hanya ingin melihat Luhan bahagia lagi.
. . .
Masih dengan satu tangan yang memeluk boneka 'Rilakuma'nya dan tangan lain yang menggenggam erat sebuket bunga mawar dari Sehun serta tas yang penuh dengan bunga yang sama, saat ini Luhan dan Baekhyun sedang berjalan menuju sungai Han. Sesuai rencana, mereka akan berkumpul di sana. Tentu saja Baekhyun tidak mengatakan yang sebenarnya pada Luhan. Baekhyun hanya berkata kalau dia ingin istirahat di pinggir sungai Han dan Luhan langsung menyetujuinya dengan embel-embel Baekhyun akan membantu membawakan tasnya. Seharian, meskipun Luhan beberapa kali dikejutkan oleh hadiah kecil dari Sehun, dia tidak pernah curiga dan bertanya pada Baekhyun. Hanya mengira kalau Sehun mungkin sedang mengikutinya dan mencoba menarik perhatiannya.
"Hyung, lihat! Sepertinya di sana sedang ada pertunjukan!" seru Baekhyun seraya menunjuk ke suatu tempat di pinggir sungai. Luhan mengalihkan pandangannya mengikuti arah jari telunjuk Baekhyun yang mengarah pada segerombolan(?) orang yang sepertinya sedang menyaksikan sesuatu dari layar LCD raksasa yang ada di sana. Entah film atau MV K-Pop yang sedang booming saat itu.
Luhan mengernyit bingung saat menatap kerumunan orang tersebut. 'Tidak biasanya ada pertunjukan semacam bioskop mini di sini,' pikirnya.
"Mau melihatnya lebih dekat, Hyung?" tawarnya. Luhan menganggukkan kepalanya. Dia juga penasaran dengan pertunjukan tak biasa itu.
Mereka pun berjalan menuju tempat dilangsungkannya pertunjukan itu. Saat mereka semakin dekat dengan tempat tujuan, Luhan bisa melihat beberapa wajah familiar di depan LCD. Kyungsoo? Suho? Kris? Bahkan ada Lay dan Tao? Dan apakah itu Chen? Apa yang sedang mereka lakukan di sini? Mengapa mereka semua bisa berkumpul di sini?
"Hyung! Kemari!" teriak Kyungsoo saat melihat kedatangan Baekhyun dan Luhan seraya melambaikan tangannya. Membuat Luhan semakin mengerutkan dahinya bingung. Mengapa Kyungsoo sepertinya sudah menduga kedatangannya?
"Aigoo, kalian hampir saja terlambat," ucap Suho. "Eum, di Lotte World tadi ternyata lebih ramai dari perkiraan, Hyung. Jadi kami memakan waktu sedikit lebih lama di sana," jawab Baekhyun. Sama sekali tidak mengindahkan tatapan penuh tanya dari Luhan. Sebenarnya apa yang terjadi? Mengapa sepertinya dia satu-satunya orang yang tidak tahu?
Luhan kemudian mengalihkan pandangan penuh tanya nya pada Kris, mencoba mencari jawaban dari sana. Namun Kris hanya tersenyum dan menyuruh Luhan untuk memperhatikan apa yang akan diputar di layar raksasa di depan mereka. Dan Luhan melakukannya.
Awalnya, hanya video biasa. Sejenis dance dan song cover dari beberapa fans K-Pops. Namun setelah 2 lagu selesai, mata Luhan terbelalak sempurna menyaksikan apa yang ditunjukkan oleh layar raksasa tersebut.
His pictures. His photos. Lots of it. Banyak sekali. Foto dirinya dengan berbagai macam ekspresi dari wajahnya. Foto yang sama yang dilihatnya di studio belajar Sehun beberapa hari yang lalu. Slide show foto-fotonya yang diiringi oleh lagu favoritnya. Magic Castle.
My Story with My Angel
Itu yang tertulis di sana bersama dengan munculnya lukisan yang sama yang diterimanya 2 hari yang lalu. Lalu detik berikutnya, foto itu terus berganti dan berganti lagi, bersamaan dengan untaian kata yang mengiringinya.
Pernah suatu kali, Tuhan yang sepertinya sangat menyayangiku mengirimkan salah satu Malaikat terbaiknya untukku. Menghapus semua luka dalam hatiku. Memberi kebahagiaan dalam hidupku. Mengajarkan arti cinta dan persahabatan padaku. Seorang Malaikat mungil yang selalu siap menjagaku dan melakukan apapun untuk membuatku bahagia. Seorang Malaikat yang bahkan hanya dengan senyum tulusnya bisa membuat semuanya menjadi 1000 kali lebih baik.
Malaikat itu bernama Luhan. Malaikat baik hati yang bahkan merelakan kebahagiaannya untukku. Malaikat yang aku janjikan kebahagian untuknya.
Namun suatu hari, Malaikatku hancur. Karena kebodohanku. Karena keegoisanku. Karena kekanakanku. Karena kecerobohanku. Aku menyakiti Malaikat yang seharusnya aku bahagiakan. Membuatnya menangis, dan akhirnya terlepas dari genggaman tanganku. Dan aku, yang bodoh ini, menyesal. Sangat menyesal. Benar-benar menyesal hingga terkadang terbesit di dalam pikiranku untuk lenyap saja dari dunia ini.
Lalu fotonya berganti menjadi foto ke-5 sahabatnya. Kris, Chanyeol, Baekhyun, Suho, dan Kyungsoo.
Namun teman-temanku datang dan memberiku semangat. Teman-teman yang diberikan oleh Malaikatku. Keluarga baruku yang dikenalkan oleh Malaikatku. Mereka menyadarkanku untuk melakukan apa yang seharusnya aku lakukan sejak awal. Untuk memperbaiki semua kesalahan yang ku perbuat. Dan malam ini, aku mencoba untuk melakukannya.
Dan untaian kalimat itu pun habis. Hanya tinggal slide show yang kembali berganti menjadi foto Luhan yang masih terus di muncul dan masih diiringi dengan lagu favorit mereka. Luhan tidak bisa memungkirinya, dia merasa terharu sekaligus tersanjung Sehun melakukan ini untuknya. Air mata haru sudah menganak sungai di pelupuk matanya. Namun ada satu hal yang terbesit di dalam pikirannya. Dimana Sehun? Karena bahkan dengan semua kejutan kecil yang didapatkannya selama 5 hari ini, namja tampan yang sangat dirindukannya itu sama sekali tidak menunjukkan dirinya.
"Luhan Hyung!" Luhan sontak menolehkan kepalanya ke kiri dan ke kanan saat mendengar suara itu. Mencari si pemilik suara.
"Saranghae, Luhan Hyung!" ucap suara itu lagi. Dan Sehun tiba-tiba sudah berada hanya beberapa meter di depannya. Tersenyum sangat tampan padanya dan perlahan berjalan mendekatinya. Membuat Luhan gugup seketika dengan pipi merona sempurna. Sehun mengambil 'Rilakuma' dan buket Mawar di tangan Luhan, memyerahkannya entah pada siapa yang berada paling dekat dengan Luhan saat itu, dan menarik kedua tangan Luhan ke dalam genggamannya. Tersenyum puas saat Luhan sama sekali tidak menolaknya.
"Saranghae, Luhan Hyung!" ucapnya lagi. Luhan hanya terdiam menatap lurus ke dalam manik mata Sehun. Bukan sekali dua kali Sehun mengucapkan itu padanya, namun entah mengapa, kali ini kalimat itu terdengar lebih tulus.
"Kau tahu, Hyung? Kalimat itu, seharusnya aku bisa mengatakannya lebih cepat. Seharusnya aku bisa mengucapnya dengan lantang dan tegas saat itu. Seharusnya aku tidak pernah meragukan kalimat favoritku itu." Sehun mempererat genggaman tangannya.
"Tapi kau tahu sendiri kalau aku adalah namja kekanakan yang sangat bodoh, Hyung. Terlalu bodoh hingga aku tidak menyadari kalau aku sudah sangat sangat sangat mencintaimu semenjak pertama kali aku melihatmu. Sejak pertama kali aku mendengar suara 'Angel' mu. Bahkan mungkin sejak pertama kali aku menyapamu di chat room saat itu! Aku terlambat menyadari kalau kau selalu ada di dalam sini, Hyung!" Manik mata Luhan beralih dari mata Sehun menuju tangan Sehun, yang menuntun satu tangannya pada dada kirinya.
"You're always there Hyung! Always have been there. Always will be there. And you'll always be The One for me, Hyung! The only One I'd ever asked. The only One I'd ever want. The only Person I'd ever give my heart for."
Luhan kembali menatap Sehun dalam-dalam. Tidak menyadari air mata yang telah mengalir deras di kedua pipinya jika saja satu tangan Sehun tidak terangkat untuk menghapusnya.
"Aku tahu aku melakukan kesalahan besar, Hyung. Aku mengacaukan segalanya. Tapi apa yang telah terjadi, aku tidak mungkin bisa kembali ke masa lalu untuk mencegahnya. Geuronikka, Hyung. Malam ini, di depan semua orang yang hadir di sini, Oh Sehun yang bodoh ini ingin memperbaiki semuanya. Kali ini aku berjanji akan selalu membahagiakanmu. Aku akan merawat luka yang pernah ku torehkan di hatimu, Hyung. Aku akan menebus semua kesalahanku." Sehun menarik nafasnya pelan sebelum melanjutkan kata-katanya. Melepaskan tangan yang sebelumnya membelai lembut pipi Luhan, memasukkannya ke dalam saku jaketnya, dan mengambil sesuatu di sana.
"Geuronikka, Hyung. Mau kah kau memberikan padaku, yang sangat bodoh ini, kesempatan untuk memperbaiki semuanya dan merawat luka itu? Bisa kah kau memberikan kehormatan itu sekali lagi untukku? Kehormatan untuk menempati lagi posisi terpenting di dalam hatimu. Kehormatan untuk kembali memanggilmu 'Luhan'. Kehormatan untuk bisa kembali berada di sisimu, di sisi Malaikatku?"
Sehun mengeluarkan sesuatu dari dalam jaketnya. Sesuatu yang tersembunyi dalam kepalan tangannya. Sedikit memundurkan tubuhnya untuk memberi jarak di antara keduanya, tangan kirinya masih menggenggam erat tangan kanan Luhan. Sehun kemudian mengulurkan kepalan tangannya kanannya tepat di depan wajah Luhan.
"Karena itu, Luhan Hyung! Mau kah kau memberikanku kehormatan untuk bisa kembali menyandang gelar sebagai kekasihmu lagi?"
Luhan menggigit bibir bawahnya cukup keras, bersamaan dengan air mata haru yang terus mengalir di wajahnya. Bersamaan dengan matanya yang terus berkedip-kedip agar dia bisa melihat apa yang ada di depannya depan dengan jelas. Bersamaan dengan kepalan tangan Sehun yang terbuka sempurna. Dan sepasang 'Couple Ring' di telapak tangan Sehun seolah tersenyum manis padanya.
~O.O~
TeBeCe
A/N:
Aigoooooooo, setelah bertapa dan berdiskusi dengan KrisChanBaekSuDo beberapa hari ini, akhirnya chap ini kelar juga. Udah gak mewek-mewek kan? Udah sweet kah? Ato kurang sweet? Hmmmmm, kira-kira Luhan jawab apa ya?
#pasangmukapolos -_-
Maaf kalau mengecewakan ya :D Liyya benar-benar udah memutar otak Liyya ke kiri ke kanan ke atas ke bawah, tapi hasilnya tetep cuma ini #bow
Liyya ucapin BIG THANKS to eonnie, saeng, n chingu sekalian yang sudah berkenan mampir, ngelirik, membaca apalagi yang berkenan nge-review, nge-fav, n nge-follow ff gaje nya Liyya. Jeongmal2, neomu2 gomawo, #deepbow
Balasan Review:
BUAT
DeerBunny | Nevada Adhara | dian deer ChickenKID | destyrahmasari sofianingsih | Oh SeHan | HunHan BabyNurfadillahRirinSekariniLee MingKyuajib4ffmitahunhan | chyshinji0204 | PandaPanda Taoris | NiedhaEunHaeKyuMin-Shipper | asroyasrii | junmakyu | Amortentia Chan | Uchiha Tachi'4'Sora | Xi Ri Rin | RZHH 261220 | finkykye | fangirl-shipper | jtr97 | ferinaref | TYSLAulia | Queen DheVils49 | Oh Dhan Mi | Dear Boys | EXOST Panda | babyCHO | 99Eeighttwo | AraKimParkChanyeol | Griffin 'Effie0420 | Park Young Min-chan | ghina'Baekkie | Aileen Xiao | ryeoluhan203 | fieeloving13 |
Liyya bales di PM yaaa :D Soalnya kalo dibales di sini, ntar jadinya kepanjangan ffnya ^_^
Misterius:Sama-sama ya deeek :D Gpp kok meskipun gak pake akun, udah review aja eon seneeeeeeng banget :) Eon juga gak tega liat Luhan menderita, makanya di chap ini, Eon buat dia tersenyum terus ^_^
Makasih udah ngereview^^
ariadna:Semoga chap ini udah gak nyesek lagi ya :D Sehun udah bejuang tuh :) Jiayou, chingu-ya!
Makasih udah ngereview^^
park xeon:Hallow jugaaaaaa :D Sider tobat? Alhamdulillah ya . Eciyeeee, yang jalan ceritanya sama :D yang mengerti sangat sama penderitaannya Sehun . Tenang dek, Luhan udah maapin Sehun kok :)
Makasih udah ngereview^^
fans hunhan:Aigooooo. Dulu, Eon juga mantan SiDer kok #plakk -_- Soalnya dulu di ffn kan g bisa review kalo g punya akun -_- Gomawo udah bilang Daebak deeek :D Ini udah lanjut deeek, semoga kamu suka yaaa :D
Makasih udah ngereview^^
Fahrikpop:Appuaaaahhh? O.O 30 chapter? Hadeeeehhh, segini aja Liyya rasanya udah K.O, chingu -_-
Makasih udah ngereview^^
xihan zhang:Sehun kebanyakan makan Indomie. Istirahat gak teratur :( Aigooooo, gak semua cinta sesakit ini kan :( Tapi chap ini udah gak perlu mewek-mewekan lagi kan :D
Makasih udah ngereview^^
lucasy:Ini udah dilanjut chingu :D Moga gak mengecewakan :( Apaaaa? Kris nyium Luhan? Hmmm, kayaknya di ff lain aja deh ya :D
Makasih udah ngereview^^
lili: Sehun gak diapa-apain kok O.O #pasangmukainnocent #plakk -_- Ini Sehun udah gak tersiksa lagi kan?
Makasih udah ngereview^^
nenden yi: Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa #ikutanteriak o.O Kris emang selalu kece deeeek :D Teteh juga bingung mau bales apa lagi, ikutan terombang-ambing(?) deh kayaknya :D Ai lop yu tu deeeekkk :D #Ketcupbasyahbalik .
Makasih udah ngereview^^
Namehunhanship: Huweeeeee :'( Mianhae kalo chap kemaren mengecewakan #bow
Sepertinya chap ini juga mengecewakan ya :( Liyya gak tau mau nulis apalagi buat HunHan #plakk -_-
Makasih udah ngereview^^
love sehun: Maaf karena chap kemaren benar-benar lama post nya deeek. Kakak abis mudik :( Gomawo karena udah baca n selalu nunggu The One :D
Makasih udah ngereview^^
ThegorgeousLu: Luhan dihantui(?) wajah sedihnya Sehun kayaknya. Dia kan sebenernya paling gak bisa liat Sehun sedih :'( Romance moment masih Liyya simpen buat chap depan ya :D Aigoooooo, kenapa sehati bangeeeet #hugChingu :'( Liyya juga miris liat banyaknya ff KaiHun/HunKai yang bertebaran :( Belom lagi yang membuat Luhan imoetku(?) jadi Seme. Huweeeeeee,, pengen nangis :'( Oooowwwwh, kirain kamu asalnya dari luar Indo, chingu. Ternyata eh ternyata ada kesalah pahaman toh .
Makasih udah ngereview^^
HunHanShip: Gomawo udah bilang seru :D Kris emang Liyya bikin jadi orang super baek, Chingu :D Ini udah lanjut ya, moga gak mengecewakan :)
Makasih udah ngereview^^
DiraLeeXiOh: Huweeeee :'( jangan nangis lagi yaaaa #pukpukSaeng :D Chap ini kan udah gak nyesek-nyesekan lagi :) Luhan nahan diri karena takut tersakiti lagi, dek :( Tenang aja, Jongin gak bakalan balik n ngerusak Hunhan kok, janji deh :D
Makasih udah ngereview^^
Im lulu:Aigooooo :D Syukurlah kalo kamu suka HunHan momentnya :) Semoga kamu juga suka chap ini .
Makasih udah ngereview^^
Oh Luhan:Annyeooooooong ^_^ Welcome to The One yaaa :D Gomawo karena udah suka sama cerita abalnya Liyya :D GPP walaupun baru review :) HunHan segera bersatu kok ^_^
Makasih udah ngereview^^
Hunhanie:Uljima deeeek :'( Mwo? Drama Korea? Aigoooo, ntar gak ada yang nonton deeek .
Makasih udah ngereview^^
Shizuluhan:Huft, Liyya juga pernah digituin sama temennya Liyya coba :( Kita sampek gak ngomong selama beberapa minggu :( Kasus HunHan udah mau selesai kok chingu, tinggal tunggu jawabannya Luhan aja . Udah tahu kan Kris ngemeng apa aja ke Sehun? gak sesuai dugaan ya? Liyya kemaren ntu asal nulis, eh gak taunya readers banyak yang penasaran ke situ coba #plakk -_-
Makasih udah ngereview^^
babybyunie:Hmmmm, gitu ya #anggukangguk Kalo begitu baca aja sampe' chap terakhir, chingu. Hehehehehehe :D Yaaaahhh, readers kan banyak yang melihat dari sisi Luhannya. Dari sisi yang tersakiti :( padahal, emang sih gak sepenuhnya salah Jongin, seperti kata Luhan kemaren :D wakkkssss, Liyya juga sering tuh bikin hepi end versi sendiri, hehehehehe.
Makasih udah ngereview^^
chocotaro:Aigooooooo, yang males buka inbox . gpp kok, review gak pake akun juga Oke :D Main pair ya HunHan dooonk :D Niatnya pengen gitu, chingu. Bikin side story masing-masing kopel. Tapi gak pernah kepikiran buat bikin side story nya Kris coba. padahal dia yang udah baek banget #hugKris #ditendangEXOfans -_-
Makasih udah ngereview^^
Hyorim16: Uljima deeekkk :'( Ini Eon udah tanggung jawab n bikin Chapter tanpa mewek :D Tapi mesra-mesraannya chapter depan yaaaa :D
Makasih udah ngereview^^
milkhunhan: Aigooooo, jangan nangis lagi ya Chingu :( Semoga semua kembali seperti sedia kala :D Eh? KrisBaek?
Makasih udah ngereview^^
Thehunielulu: Ini udah lanjut yaaaa :D Semoga kamu suka :)
Makasih udah ngereview^^
ki-sl:Omooooo, yang perasaannya campur aduk(?) Mianhae udah ngaduk moodnya kamu . Oke siiip, urusan Jongin, Liyya serahkan ke kamu ya :D Aigoooo, ini udah panjang banget, Chingu. Dulu malah niatnya cuma bikin 10 chapter o.O
Makasih udah ngereview^^
Little Deer:Annyeoooong ^_^
Mianhae kalo chap kemaren flat gitu :( Eon udah menguras otak(?) n yang keluar cuma bisa segitu :( Ini emang udah mau tamat dek :D Bersatunya Luhan sama Sehun tergantung apa jawaban Luhan nanti :D
Makasih udah ngereview^^
misskwonjy:Ini idah lanjut yaaa :D
Makasih udah ngereview^^
tehehehe:Baca dalam semalam? Omoooo, gomawo banget udah meluangkan waktu buat baca cerita aneh(?) nya Liyya :D
Makasih udah ngereview^^
Rere:Annyeoooong ^_^ Salam kenal juga deeek :)
Gpp walaupun baru review di chap ini :D Udah mau baca aja, Eon udah seneng banget loooooh :D Gomawo juga udah bilang bagus :) Ini udah lanjut looh, semoga masih bagus ya :D Hwaiting!
Makasih udah ngereview^^
Seperti biasa, boleh minta RnR nya lagi? Jangan takut untuk mengkritik, menyuarakan pendapat, dan bahkan menghina.
So,, see U next chapter?
#Kiss N Hug readers satu-satu ^_^
