Maaf kalau chap ini agak panjang, karena semua Review nya Liyya balas di sini #bow

Yang belom baca part A, bisa klik 'prev' :D

The One Chap 24 Part B, START!

~O.O~

"Sehun-ah! Kau harus mengeringkan rambutmu dulu sebelum tidur. Kalau tidak, bantalnya akan basah dan kau bisa masuk angin nanti!" omel Luhan saat Sehun dengan rambut basahnya langsung duduk di pinggir kasur dan bersiap-siap untuk tidur.

Mereka berada di kamar Luhan saat ini. Pestanya sudah selesai sejak satu jam yang lalu dan tidak ada siapapun di rumah saat ini selain dirinya dan Sehun. Baekhyun menginap di rumah Chanyeol, Kyungsoo juga ikut pulang bersama dengan Suho. Dan tentu saja Kris, Lay, Tao dan Chen pulang ke rumah mereka masing-masing.

"Aku malas, Lu!" tolak Sehun manja.

Hhhhhh. Luhan mendesah pelan kemudian mengambil handuk di gantungan dan berjalan menuju kekasihnya itu. "Dasar manja!" cibir Luhan yang sudah berdiri di depan Sehun dan mengeringkan rambutnya dengan handuk di tangannya. Sehun mendongakkan kepalanya dan tersenyum puas. Melingkarkan tangannya di pinggang Luhan dan menariknya agar lebih dekat. Terus menariknya hingga saat ini keadaan Luhan tidak lagi berdiri di depannya melainkan duduk di atas pangkuannya. Dan Sehun semakin tersenyum puas saat Luhan sama sekali tidak menolaknya. Pipi merona sempurna, mata sebisa mungkin menghindari tatapannya dan lebih fokus pada pekerjaannya. Berusaha mengabaikan getaran-getaran aneh yang dirasakannya saat satu tangan Sehun mulai mengusap bagian sisi pinggangnya.

"J-jja! Sudah selesai. Sekarang Sehunnie sudah boleh tidur. Aku akan menggantung handuknya dulu, ne!" ucap Luhan hendak beranjak dari pangkuan Sehun yang entah mengapa kali ini tidak hanya membuat wajahnya memanas melainkan seluruh tubuhnya. Terlebih lagi di bagian dimana Sehun menyentuhnya tadi. Namun Sehun justru mempererat pelukannya di pinggang Luhan, membuang handuk di tangan Luhan ke sembarang arah, dan mengalungkan kedua tangan Luhan di lehernya.

"Aku merindukanmu, Xiao Lu!" ucap Sehun. "Nado! Aku juga sangat merindukan Sehunnie!" jawab Luhan dengan senyuman manisnya.

"Kau tahu, Lu?" tanya Sehun sembari menyibakkan poni Luhan agar dia bisa menatap lurus ke dalam mata indah favoritnya. "Saat ini aku merasa sangat senang. Begitu senangnya sampai aku takut kalau ternyata ini hanyalah khayalanku, imaginasiku. Kau pasti tidak tahu seberapa seringnya aku memimpikan ini semenjak hari itu. Aku takut, saat aku terbangun besok pagi, semuanya ternyata hanya salah satu dari mimpi-mimpi itu."

Chu~

Entah keberanian dari mana, Luhan menangkup wajah Sehun dengan kedua tangannya dan mengecup bibir Sehun sekilas. "Apa masih terasa seperti mimpi?" Sehun menganggukkan kepalanya. "Lalu bagaimana agar semuanya terasa nyata?" tanya Luhan polos.

"Hmmmmmm," Sehun pura-pura berfikir sebelum mengeluarkan 'handsome smirk' nya. "Mungkin jika kau melakukannya sedikit lebih lama, semuanya baru terasa nyata," ucapnya tersenyum nakal.

Luhan memiringkan wajahnya imut, mencerna maksud dari ucapan Sehun. 'Apanya yang sedikit lebih lama?' pikirnya. Sehun yang melihat tingkah laku Luhan yang sangat imut —menurutnya— itu langsung menyerang bibir plump Luhan dan menyesap manisnya. Melumatnya lembut. Membuat Luhan sedikit terkesiap dengan perlakuan tiba-tiba itu namun sama sekali tidak menolak. Bahkan dengan refleks, saat ini tangan mungilnya sudah kembali melingkar manis di leher Sehun. Mengusap-usap tengkuk Sehun dan menekannya untuk memperdalam ciuman mereka. Luhan baru menyadarinya, kalau dia benar-benar merindukan ciuman Sehun yang selalu bisa membuat seluruh persendian tubuhnya lemas seketika.

Luhan segera membuka mulutnya dan memberi akses masuk untuk Sehun saat kekasihnya itu menjilat lembut bibir bawahnya. Membiarkan Sehun mengeksplore dan melakukan entah apapun itu di dalam sana. Melenguh pelan saat Sehun mengulum dan menghisap lidahnya.

Puas dengan bibir manis Luhan, Sehun kemudian membenamkan wajahnya di ceruk leher Luhan. Menghirup harum tubuh Luhan dalam-dalam. Merasakan kulit mulus Luhan yang terasa sangat lembut di bibirnya. Mengecup pelan leher dan bahu Luhan berkali-kali. Menjilatnya dan memberikan 'open-mouth kisses' di setiap inchi kulit leher dan bahu Luhan yang sangat mulus. Menyeringai tipis saat dirasakannya tubuh Luhan yang sedikit bergetar karena perlakuannya.

"Se-Sehun-aah!" Luhan melenguh pelan saat Sehun menggigit dan menghisap lehernya, kemudian menjilatnya. Menandai Luhan sebagai miliknya. Luhan mengalihkan satu tangannya dari tengkuk Sehun menuju rambutnya dan meremasnya pelan saat Sehun terus membuat beberapa 'kiss mark' di sekitar lehernya.

"Se-hun-aah!" Luhan kembali mendesah pelan. Ini pertama kalinya mereka melakukan hal seintim ini. Biasanya mereka hanya berciuman di bibir saja. Dan jujur, Luhan tidak tahu harus bagaimana. Di satu sisi, dia merasa sudah siap jika memang Sehun ingin membawa hubungan mereka ke level selanjutnya. Tapi di sisi lain, dia takut jika nanti dia akan mengecewakan Sehun karena dia memang tidak terlalu mengerti hal-hal seperti ini.

Sehun menghentikan aktivitasnya dan menarik wajahnya dari leher Luhan untuk menatapnya. "Apa aku membuatmu tidak nyaman, Lu?" tanya Sehun membelai lembut pipi Luhan. "A-aniyo!" jawab Luhan sambil menggelengkan kepalanya berkali-kali. "A-aku hanya ti-tidak tahu harus melakukan apa saat ini. Aku takut mengacaukannya," ucapnya pelan. Menundukkan wajahnya karena kalimat memalukan yang baru saja dilontarkannya.

Sehun menyunggingkan senyum tampannya kemudian mencium hidung Luhan sekilas. "Kau tidak akan mengacaukan apapun, Lu!" ucapnya. Sejujurnya dia juga tidak terlalu paham dengan apa yang akan dilakukannya. Karena ini juga yang pertama baginya. Dia hanya mengikuti kemana instingnya membawanya. "Yang harus kau lakukan hanya mempercayaiku," ucapnya lagi. "Dan kau juga hanya perlu merasakan dan menikmatinya!" lanjutnya mengerling nakal.

Dan sebelum Luhan sempat berkata lebih lanjut, Sehun sudah terlebih dahulu menangkap bibir cherry Luhan dan kembali melumatnya. Kali ini dengan lumatan yang sedikit lebih kasar namun tidak sampai menyakiti Luhan. Dan Luhan kembali mendesah pelan karena perlakuan Sehun pada tubuhnya. Saat Sehun dengan lihainya kembali mengeksplore seluruh permukaan leher dan bahunya. Terlebih saat tangan Sehun mulai bergerak nakal di balik piyama yang dikenakannya. Memberikan jutaan sengatan-sengatan asing yang menjalari tubuhnya saat kulitnya bersentuhan langsung dengan tangan Sehun tanpa penghalang apapun. Sengatan-sengatan menyenangkan yang membuat tubuhnya terasa panas dan pikirannya melayang.

Malam itu, meski tubuhnya terasa sangat lelah dan seluruh persendian tulangnya terasa sangat lemas, Luhan tidur sangat nyenyak dengan senyuman manis yang tersungging di bibirnya. Diiringi dengan suara detak jantung Sehun yang sangat menenangkan di telinganya, dia tertidur di dalam pelukan hangat kekasihnya. Pelukan seorang Oh Sehun.

~O.O~

Paginya, Luhan terbangun dengan tubuh bagian bawah yang terasa seikit nyeri. Namun rasa nyeri itu segera teralihkan begitu dia menyadari sebuah tangan yang melingkar posesif di tubuhnya. Luhan membuka matanya perlahan dan menolehkan kepalanya ke arah jam dinding yang tergantung manis di atas meja belajarnya.

Pukul 08.30

Luhan lalu kembali menatap Sehun. Mengangkat satu tangannya untuk membelai lembut pipi kekasihnya itu. Menelusuri wajah tampan Sehun dengan jemarinya. Perlahan, darah di tubuh Luhan mulai naik ke pipinya saat matanya tertuju pada bibir Sehun. Tiba-tiba teringat akan aktivitas yang mereka lakukan tadi malam.

Luhan bahkan masih bisa merasakannya. Saat bibir itu menyapa setiap titik sensitif di tubuhnya. Saat jemari Sehun mengeksplor setiap inchi tubuhnya. Saat kulit mereka saling bersentuhan tanpa penghalang apapun. Saat Sehun menyentuhnya di bagian paling pribadinya. Saat tubuh mereka menyatu. Saat Sehun berada di dalam dirinya. Saat dia dengan tanpa malu terus mendesahkan nama Sehun berkali-kali. Saat—

Blusssshhhhh

Pipi Luhan bersemu merah padam dengan sendirinya. Luhan segera melepaskan tubuhnya dari pelukan posesif Sehun, mengambil T-shirt manis bergambar 'Bambi' dari almarinya dan berlari ke kamar mandi. Luhan memutuskan untuk berendam sebentar. Dia perlu mendinginkan tubuhnya yang tiba-tiba menghangat hanya dengan mengingat aktivitas mereka semalam. Dia juga perlu menjernihkan pikirannya. Untungnya tadi malam mereka —lebih tepatnya Sehun— sempat membersihkan tubuh mereka terlebih dahulu sebelum tidur. Jadi, dia tidak perlu bangun dengan tubuh lengket penuh peluh dan 'hal' lainnya.

Cklekk

Luhan mengerutkan keningnya saat dia keluar dari kamar mandi dan Sehun masih tertidur pulas di atas kasurnya. Dia bahkan menghabiskan waktu lebih dari 30 menit di kamar mandi dan Sehun masih belum bangun. Apa dia selelah itu?

Pabbo Luhan! Tentu saja dia lelah. Seharian mempersiapkan kejutan untuknya ditambah kegiatan yang tak kalah melelahkan yang mereka lakukan sebelum tidur. Plus plus! Sehun membereskan kekacauan yang mereka buat hanya sendiri!

Blusshhh

Lagi-lagi pipi Luhan merona. Luhan melangkah perlahan menuju ranjangnya. Mendudukkan dirinya di samping Sehun dan menggerakkan tangannya untuk kembali menelusuri wajah Sehun. Mengagumi ketampanan sempurna yang dimiliki kekasihnya itu. Perlahan, Luhan menundukkan wajahnya agar lebih dekat dengan wajah Sehun. Tersenyum tertahan saat kupu-kupu di perutnya seakan bangun dari tidurnya dan mulai berterbangan liar di dalam sana. Hanya dengan memandang wajah Sehun seperti ini saja, jantungnya sudah berdetak tidak beraturan. Oh Sehun! What did you do to me?

Chu~

Luhan menempatkan bibirnya di atas bibir tipis milik Sehun. Menempelkannya cukup lama. Meresapi lembutnya bibir Sehun dan melumatnya pelan. Sangat pelan agar tidur Sehun tidak terusik karenanya. Namja manis itu baru menarik wajahnya saat dia merasa kalau jantungnya benar-benar seperti akan meledak karena berdetak terlalu kencang di dalam dadanya. Dia bernafas lega saat melihat Sehun yang masih tertidur pulas.

'Kekasihku memang paling tampan!' batinnya tersenyum sendiri.

Dan dengan satu kecupan terakhir di bibir Sehun, Luhan pun menarik tubuhnya menjauh dari tubuh Sehun dan berdiri. Berniat untuk menyiapkan sarapan untuk mereka berdua. Namun belum sempat dia berdiri, Luhan membelalakkan matanya saat tiba-tiba Sehun menarik tangannya hingga dia kembali jatuh ke atas kasur di samping Sehun. Dan tanpa mengulur waktu lagi, Sehun segera mengubah posisi tidur mereka agar saling berhadapan dan memeluk pinggang ramping Luhan seerat mungkin.

"Kau tidak bisa kabur begitu saja setelah mencuri ciuman pertamaku hari ini, Xiao Lu!" ucap Sehun dengan 'morning voice' nya yang —menurut Luhan— sangat seksi itu.

"Se-Sehun-ah! Kau sudah— Sejak kapan kau bangun?" tanya Luhan gugup. Apa Sehun sudah bangun sejak tadi? Apa Sehun tahu kalau Luhan menciumnya berkali-kali tadi? Apa—

"Yes, Lu! Aku tahu semuanya. Karena sebenarnya aku sudah bangun sejak kau berada di kamar mandi tadi," ucap Sehun seakan mengerti apa yang Luhan pikirkan.

Blusssshhhh

Luhan segera menyembunyikan wajahnya yang sudah kembali merona, entah untuk yang ke berapa kalinya pagi itu, di ceruk leher Sehun. "Lalu mengapa kau berpura-pura tidur?" gumam Luhan.

"Karena aku ingin mengetahui apa yang dilakukan namja chinguku saat aku tidur. Dan seperti yang sudah ku duga, kau pasti diam-diam mengagumi ketampananku dan mencuri ciuman dariku!" jawab Sehun PeDe. Membuat Luhan semakin meringkuk lebih dekat pada tubuh Sehun.

"Kekekekeke. Tell me, Lu! Mengapa kau suka sekali menciumku saat aku tidur? Apa kau tidak puas dengan ciumanku saat aku terjaga?" goda Sehun.

"Yaaaakkk! Pertanyaan macam apa itu!" omel Luhan malu dan memukul pelan dada Sehun. Membuat kekehan yang keluar dari bibir Sehun semakin keras. "Hmmmm, now that I remember, did you kiss me too that day?" tanya Sehun tiba-tiba. Luhan sedikit mendongakkan kepalanya untuk menatap Sehun. Apa maksud Sehun?

"Waktu itu. Saat aku sakit. Kau juga menciumku itu kan!" ujar Sehun. "Eh? Ba-bagaimana kau tahu? Aku yakin sekali kalau saat itu Sehunnie benar-benar sudah tertidur dan—"

"Jadi kau memang menciumku, Lu?" tanya Sehun lagi, memotong rentetan kalimat Luhan dengan 'handsome smirk' nya. Dan Luhan langsung merutuki kebodohannya. "Kau—"

"Hmmmm, sebenarnya aku hanya menebaknya saja tadi. Aku kira aku bermimpi saat itu. Tapi sepertinya, aku tidak bermimpi," tukas Sehun sambil terkekeh pelan. "Yaaaah! Kau menjebakku!" Luhan mem-pout-kan bibirnya sebal karena merasa dipermainkan oleh kekasihnya itu. Sedangkan Sehun semakin tertawa kemudian mencium ujung hidung mungil Luhan. Sepertinya hidung itu resmi menjadi sasaran ciuman favoritnya yang kedua setelah bibir manis Luhan. Sehun menyukai ekspresi Luhan yang akan merona hebat saat dia melakukan itu padanya.

"Kau belum menjawab pertanyaanku, Lu. Mengapa kau suka sekali mencuri ciumanku saat aku tidur? Apakah itu sangat menyenangkan karena kau bisa melakukannya sambil terus memandangi wajah tampanku?"

Blussshhh

Luhan hanya bisa tersipu dan tersipu lagi. Tidak ada kalimat yang bisa keluar dari bibir Luhan saking malunya saat itu. Dan Sehun semakin gencar menggoda sang kekasih.

"Atau karena kau merasa bisa mendominasiku saat itu?" goda Sehun lagi. Tersenyum lebar saat dia bisa melihat rona merah itu mulai menjalar hingga ke telinga Luhan. Sehun menyeringai jahil dan memutuskan untuk terus menggodanya. "Atau—"

"Sehun-aaaaaaaah!" rengek Luhan manja. "Berhenti membahas tentang ciuman itu. It's embarrassing!" ucapnya semakin menenggelamkan wajahnya di ceruk leher Sehun. Menggigit bibir bawahnya saat melihat 'adam apple' Sehun yang bergerak liar saat Sehun berbicara dan tertawa.

"You're so cute, Lu!" ujar Sehun seraya mencium sayang puncak kepala Luhan. "No, I'm not!" Luhan menyangkal dengan cepat.

"Yes, you are!" balas Sehun. "No! Sama sekali tidak. Aku itu—"

"Manly," potong Sehun. "I know, I know..." Sehun sengaja menggantungkan kalimatnya untuk kembali menggoda Luhan. "ehem*CUTE*ehem," lanjutnya setelah terdiam beberapa saat dan kembali mencium Luhan.

"Uuuurrrggghhh!" Luhan memukul dada Sehun, semakin mem-pout-kan bibirnya. Dan Sehun meresponnya dengan semakin mengeratkan pelukannya pada tubuh Luhan.

"Errmmm, Luhan-ah!" panggil Sehun memecah keheningan di antara mereka yang dibalas dengan dengungan pelan dari Luhan. "Apa masih sakit?" tanya nya. Tidak perlu penjelasan lebih lanjut untuk Luhan mengerti apa yang dimaksud oleh Sehun dengan pertanyaan itu. Pertanyaan yang sukses membuat pipi Luhan kembali menghangat setelah berada pada suhu normalnya selama beberapa saat tadi.

"Hmmmm, aniyo!" Luhan menggelengkan kepalanya. "Karena Sehun melakukannya dengan lembut, aku tidak merasakan sakit," jawab Luhan malu-malu. "Jeongmal?" Luhan mendongakkan kepalanya dan mengangguk sebagai jawaban. Sehun tersenyum lega dan memajukan wajahnya untuk menyapa bibir manis Luhan sekilas.

"You smell good, Lu!" ujarnya saat indra penciumannya menangkap aroma harum yang menguar dari tubuh Luhan. "Tentu saja! Aku kan sudah mandi, hehehehe. Sehunnie mandi lah! Biar aku menyiapkan sarapan," jawab Luhan.

"Shiroooo! Aku ingin memeluk namjachingu ku seperti ini lebih lama lagi. Aku masih merindukannya," tolak Sehun semakin mempererat pelukannya. "Tapi Sehunnie, aku lapar." Luhan memajukan bibir bawahnya dan memandang Sehun dengan 'deer eyes' nya. Membuat Sehun mendesah pasrah dan akhirnya melepaskan pelukannya. Siapa yang bisa menolaknya kalau sudah ber-aegyo seperti itu! 'Tch! Apanya yang MANLY!' pikir Sehun.

Luhan tersenyum menang saat Sehun melepaskan pelukannya. "Jja! Sekarang bangun dan segera ke kamar mandi. Badanmu bau, Sehun-ah!" ujar nya menarik tubuh Sehun dan membantunya berdiri kemudian mendorongnya menuju kamar mandi. "Tch! Kau bilang badanku bau, tapi tadi kau memelukku dengan eratnya!" cibir Sehun jahil.

"Yaaaaaaaah! Jangan bicara lagi dan cepatlah mandi! Atau kau bisa mengucapkan selamat tinggal pada sarapanmu!" ancam Luhan dengan wajah yang dibuat seseram mungkin untuk menutupi wajah malunya. Namun hanya membuat Sehun semakin melebarkan smirk nya. "Kalau aku kehilangan jatah sarapanku nanti, aku akan dengan senang hati 'memakanmu', Lu!"

Bluussshhhh

"Oh SEHUN! Kau –"

Chu~

"Arrasseo Tuan Putri! Pangeran akan mandi sekarang." Sehun mengerlingkan matanya genit dan menutup pintu kamar mandi sebelum Luhan sempat mengucapkan apa-apa.

"Aiiissshhh! Anak itu!" gerutu Luhan memegangi pipinya yang masih terasa hangat kemudian berjalan menuju dapur untuk menyiapkan sarapan.

Usai mandi, Sehun keluar dari kamar mandi hanya dengan sebuah handuk yang melilit manis di pinggangnya dan satu lagi melingkar di lehernya. Untung Luhan tidak ada di situ saat itu atau dia akan kembali merona entah untuk yang keberapa kalinya hari ini. Sehun membuka almari Luhan dan mencari-cari baju nya di sana. Dia selalu mempunyai baju yang ditinggalkannya di sini untuk berjaga-jaga kalau sewaktu-waktu dia akan bermalam di rumah kekasihnya itu. Untung saja Luhan tidak membuangnya. Sehun mengambil kaos putih favorit Luhan lengkap dengan jeans nya kemudian langsung memakainya.

Saat hendak menutup almari itu, manik matanya menangkap sebuah benda yang sangat tidak asing baginya di rak paling bawah. Sehun berjongkok agar bisa melihatnya lebih jelas. Tersenyum tipis dan mengambil benda itu. Membawanya keluar dari tempat persembunyiannya kemudian meletakkannya di atas meja belajar Luhan. 'Home Sweet Home!' gumam Sehun pelan. Dia lalu mengambil satu benda lagi yang tergantung manis di depan cermin kemudian berjalan keluar untuk menyusul Luhan di dapur.

Entah karena Sehun yang berjalan dengan sangat pelannya atau memang dia yang terlalu terfokus pada nasi goreng yang sedang ditatanya di atas meja makan, Luhan sama sekali tidak menyadari kehadiran Sehun yang kini sedang berdiri bersandar di pintu dapur dan mamandangnya lekat. Tidak juga saat Sehun mulai melangkah mendekatinya. Bersiap memeluk tubuhnya dari belakang.

"Kau terlihat seperti seorang istri yang baik yang sedang menyiapkan sarapan untuk suaminya yang akan pergi ke kantor, Lu!" bisik Sehun tepat di telinga Luhan sembari mengalungkan satu tangannya di bahu Luhan.

"Ah! Kau mengagetkanku, Sehunnie! Dan apa itu seorang istri? Aku ini namja!" omel Luhan. "Geurae? Tapi jika kau menikah denganku nanti, kau akan menjadi istriku, Xiao Lu!"

Luhan refleks menghentikan kegiatannya saat mendengar kalimat itu. "Sehunnie mau menikah denganku nanti?" tanya nya malu-malu. "Eum, tentu saja. Kalau bukan denganmu, lalu aku akan menikah dengan siapa? Wae? Kau tidak mau menikah denganku?" Sehun balik bertanya.

Luhan menggigit bibir bawahnya dan menundukkan wajahnya. "Tentu saja aku mau," jawabnya pelan. Sehun tersenyum puas, mengalungkan satu tangannya yang lain dan memakaikan benda yang dibawanya di leher Luhan kemudian mencium tengkuk Luhan lembut sebelum membuat satu tanda kepemilikan darinya di sana. Dia kembali tersenyum puas saat melihat hasil karyanya dan membalikkan tubuh Luhan agar menghadapnya. Kedua tangannya masih melingkar di pundak Luhan.

Luhan menatap kalung berinisial 'H' yang kini melingkar manis di lehernya kemudian menatap Sehun. "Berjanjilah kau tidak akan pernah melepas kalung ini lagi, Lu! Karena ini adalah hatiku. Aku menitipkannya padamu, dan aku ingin kau menempatkannya dekat dengan hatimu." Sehun mencium kening Luhan agak lama setelah Luhan menganggukkan kepalanya kemudian membelai pipi lembut Luhan.

"Karena kau sudah setuju untuk menikah denganku, kau tidak bisa menarik kata-katamu lagi dan memberikan jawaban yang lain saat aku benar-benar melamarmu nanti, Lu! Arrasseo!" Luhan kembali menganggukkan kepalanya dan menggigit bibir bawahnya. Tiba-tiba merasa terharu dengan perlakuan dan ucapan kekasihnya.

"Sehunnie juga harus berjanji kalau Sehunnie tidak akan pernah meninggalkanku lagi!" ujar Luhan membuat Sehun tersenyum tampan. "Apa aku sudah mengatakan padamu kalau kau adalah rumah bagiku?" tanya Sehun. Luhan memiringkan kepalanya imut karena bingung.

Sehun menangkup wajah Luhan dengan kedua tangannya dan kembali tersenyum. "The familiarities. Rasa nyaman saat berada di dekatmu. Rasa rindu saat berada jauh darimu. Rasa aman saat bersamamu. Perasaan ingin melindungimu dari siapa saja yang berusaha untuk mencurimu dariku. Semunya mengingatkanku pada rumahku. Bahkan sekarang, berada di apartemenku sendiri membuatku merasa sangat asing karena kau tidak ada di sana. Dan berada di sini bersamamu, membuatku seolah berada di rumahku sendiri. Kau adalah rumahku, Lu. Jadi mengapa aku harus meninggalkanmu? Bagaimana mungkin aku bisa meninggalkan rumahku sendiri? Karena kemana pun aku pergi, aku pasti akan pulang ke rumahku. Entah apapun yang terjadi nanti, aku akan selalu kembali padamu, ke dalam pelukanmu, Lu. Karena kau adalah rumahku. Kau percaya padaku?"

Luhan mengangguk berkali-kali dan mengedipkan matanya. Membebaskan Kristal bening yang telah menganak sungai di sana kemudian melingkarkan tangan mungkilnya di pinggang Sehun dan menenggelamkan kepalanya di dada bidang namja tampan tersebut. "Aku percaya. Aku percaya. Dan aku akan selalu percaya pada Sehunnie," ucapnya dengan suara yang teredam oleh air matanya. Sehun membalas pelukan Luhan dengan erat dan mencium puncak kepala Luhan sambil terus mengusap punggung Luhan untuk menenangkannya. Senyuman bahagia jelas terpasang di wajah tampannya.

"Hmmmm, kalau begitu, haruskah kita makan sekarang? Bukankah tadi kau bilang kalau kau lapar, lu? Lagi pula, aku ingin merasakan bagaimana enaknya masakan calon istriku," goda Sehun menghasilkan pukulan manja di punggungnya dari namja mungil di pelukannya. "Waeeee? Bukankah memang begitu kenyataannya?" godanya lagi. "Kau sendiri yang berkata kalau kau mau menikah denganku tadi, bukankah itu berarti kau adalah calon istriku sekarang? Cincin yang tersemat di jari manismu, kalung yang melingkar di lehermu bersama dengan hati yang kutitipkan di kalung itu, dan baaaaaanyak 'tanda' di tubuhmu yang menjadi buktinya."

Bluuussshhhh

"Apa masih belum cukup bukti? Hmmmmm bagaimana dengan aktivitas kita tadi malam? Saat kau—"

"SEHUNNIEEEEEE!" Luhan berteriak manja bercampur malu dan semakin mengeratkan pelukannya. Uuurrrggghhh! Harus berapa kali lagi dia merasakan hangat di pipinya hari ini? Mengapa Sehun menjadi sangat suka menggodanya seperti ini? Tuhan! Apa tidak cukup dia dikaruniai 2 Dongsaeng yang jahilnya tujuh turunan? Mengapa sekarang Sehun juga seperti mereka?

"Kekekekeke. Arrasseo arrasseo. Aku akan berhenti, hehehehe." Sehun terkekeh pelan. "Aigooooooo! Aku benar-benar merasa sangat bahagia hari ini," ucapnya kemudian. Dan meskipun Luhan tidak mengatakan apa-apa, meskipun dia tidak bisa melihat ekspresi Luhan saat ini, Sehun tahu. Sama seperti dirinya, Luhan pasti juga merasa sangat bahagia saat ini. Dan Sehun mengucap sumpah dalam hatinya. Dia akan melakukan apapun agar kebahagiaan itu tetap bersama Luhannya sampai kapanpun. Ever and after.

~O.O~

"Ohohoooooo! Lihat siapa yang sudah bangun dan rapi sepagi ini!" seru Baekhyun saat melihat Luhan yang telah rapi dan berdiri di pintu dapur. Lengkap dengan senyuman lebar di wajahnya dan sedikit rona merah di pipinya. Aaaahhh. Rasanya sudah lama sekali semenjak terakhir kali mereka melihat Luhan tersenyum seperti itu.

"So, apa saja yng kalian lakukan kemarin, Hyung?" tanya Kyungsoo, tersenyum jahil pada Luhan saat melihat rona merah jambu itu perlahan berubah menjadi merah padam. "Apa kalian melakukan 'itu'?" tanya Baekhyun kali ini. "Tapi aku sama sekali tidak melihat ada yang aneh saat kau berjalan kemari tadi!"

Luhan membelalakkan matanya saat menyadari kemana arah pembicaraan BaekSoo. Dengan sekuat tenaga, dia mencoba untuk mengabaikan godaan-godaan yang terus keluar dari kedua 'evil Dongsaeng' nya itu dan memfokuskan diri pada serealnya. Lebih cepat dia menyelesaikan sarapannya, maka lebih cepat pula dia terbebas dari kedua 'evil' ini, pikirnya. Tapi bagaimana bisa dia mengabaikannya saat mereka terus-terusan membahas hal itu?

"Aku saja, saat pertama kali melakukannya dengan Yeollie, hampir tidak bisa berjalan selama 3 hari. Untung saat itu sedang libur," ujar Baekhyun. "Eum, kau benar, Hyung!" sahut Kyungsoo setuju. "Hmmmm, pasti 'punya' Sehun ukurannya sangat mini, makanya Luhan Hyung tidak merasa sakit."

"Uhuk uhuk uhuk." Dan komentar terakhir dari Kyungsoo sukses membuatnya tersedak dengan tidak elitnya. Luhan berlari menuju bak cuci piring dan menyeka wajahnya yang terasa sangat panas itu dengan air. Memukul-mukul pelan dadanya saat batuk akibat tersedak tadi tak kunjung berhenti. Menolehkan kepalanya ke arah 'duo evil' yang tengah ber-highfive ria sambil terus tertawa senang karena berhasil menggodanya setelah sekian lama. Memberikan 'death glare' terbaik yang dimilikinya untuk mereka yang, seperti biasa, hanya menganggap tatapan mematikan itu sebagai angin lalu dan melanjutkan acara 'mari kita tertawa bersama' mereka.

'Uuuurrrggghhh! Dasar Dongsaeng durhaka!' rutuk Luhan dalam hati. Mengapa bumi belum juga terbelah dan menelannya saat ini? Kemana Sehun yang berjanji akan melindunginya. Apa dia tidak tahu kalau ini keadaan 'emergency'!

Ting tong

'Saved by the bell! Itu pasti Sehunnie. Aaaahhh, Sehunnie memang yang tebaik!' pikir Luhan kemudian segera berlari menuju ruang tamu untuk membukakan pintu. Namun saat melihat siapa yang datang, senyuman di wajahnya berganti dengan kerutan di keningnya.

"Saya datang mengantarkan bunga ini untuk Tuan Luhan," ucap 'tamu' yang ternyata seorang delivery man itu. Luhan menerima buket yang berisi Mawar Putih itu dan mengucapkan terima kasih pada si pengantar sebelum menutup pintu.

Morning, Angel ^^

Bersama Mawar Putih yang saat ini berada dalam genggaman tanganmu, aku juga menitipkan kesetiaan dan ketulusan yang ku miliki untuk kau genggam.

Terima kasih karena memberikanku kesempatan dan kepercayaan itu lagi, Xiao Lu!

Saranghae, Luhan-ah! Chu~ :*

"Kyaaaaaaaaaa!" BaekSoo berteriak kompak menatap bunga dan note di tangan Luhan bergantian kemudian mulai berceloteh tak jelas. Sepertinya sesuatu yang berhubungn dengan 'Sehun', 'manis', 'kejutan'. Entahlah. Karena saat ini dia benar-benar tidak bisa mendengar dengan jelas. Telinganya hanya dipenuhi dengan suara degup jantungnya yang berdetak cepat. Dan pikirannya hanya terfokus pada kedua benda di tangannya dan juga si pengirim.

"—Hyung! Luhan Hyung!" Baekhyun mengguncang bahu Luhan saat Hyung nya itu tidak kunjung merespon panggilannya. Terlarut dalam dunianya, Luhan bahkan tidak menyadari kalau Baekhyun sudah memanggilnya sedari tadi. "Eoh?" Luhan mengedipkan matanya berkali-kali saat tersadar dari lamunannya. "Aigoooo! Ponselmu berbunyi, Hyung!" ujar Kyungsoo.

1 detik

5 detik

10 detik

Luhan baru berlari dengan segera menuju kamarnya saat ucapan Kyungsoo akhirnya tercerna dengan sempurna di dalam otaknya yang tiba-tiba saja sempat membeku tadi. Meraih ponsel di atas nakasnya, tersenyum senang saat melihat ID Call yang tertera di layar ponselnya, dan segera menerima panggilan tersebut.

"Sehun-aaaah!" panggilnya ceria yang disambut dengan kekehan pelan dari seberang sana.

"Kau sudah menerima bunga yang ku kirim?" tanya Sehun. Luhan menganggukkan kepalanya senang namun segera merutuki kebodohannya saat dia menyadari kalau Sehun tidak bisa melihatnya saat ini. "Eum," jawabnya. "It's beautiful, Sehun-ah!" lanjutnya.

"Hmmm, it is! Yaaah, walaupun tidak secantik dirimu, kekekeke!" jawab Sehun. "Aku menunggumu di depan rumah!" ujar Sehun lagi. "Cepatlah keluar atau kita harus menuggu 30 menit lagi untuk bis selanjutnya!"

Pip

Dan sambungan telepon terputus begitu saja. Meninggalkan Luhan yang berdiri dalam dilema di kamarnya. Eottokhae? Sehun sudah di luar? Luhan ingin sekali menghampirinya, tapi dia tidak mungkin berangkat ke kampus tanpa Baekhyun dan Kyungsoo. Walau bagaimanapun, mereka sudah berjanji untuk selalu berangkat bersama.

"Gwaenchanna Lulu Hyung!" ujar Baekhyun yang entah sejak kapan sudah berada di kamarnya. "Sehun sudah mengatakannya pada kami tadi malam sebelum dia pulang," sahut Kyungsoo.

"Jja! Tunggu apa lagi, Hyung? Kau tidak mau membuat Sehun menunggu lebih lama, kan?! Atau kau tidak ingin pergi? Aku bisa mengatakannya pada Sehun kalau kau mau." Luhan langsung menarik tangan Kyungsoo saat dia hendak berjalan untuk menemui Sehun di depan rumah.

"Aniyo! Siapa yang bilang tidak ingin pergi? Aku hanya merasa tidak enak pada kalian berdua," ucap Luhan. Baekhyun tersenyum kemudian mencubit pipi kenyal Luhan dengan gemas. "Aigooooo! Aku kan sudah bilang tidak apa-apa, Hyung!" ujarnya. "Tapi kau juga harus bilang pada Sehun. Tidak ada lain kali. Karena setelah ini, aku tidak akan membiarkannya mencuri Hyung-ku seenaknya!" lanjutnya. Luhan mengangguk dan tersenyum manis sebelum meraih tas nya dan berjalan —berlari— keluar. Senyumnya semakin mengembang saat melihat Sehun dengan segala ketampanannya tengah menunggunya di depan sana dan melambai ke arahnya.

Luhan mempercepat langkahnya dan langsung memeluk Sehun. "Kau menyukai hadiahku?" tanya Sehun sembari menyibak poni Luhan dengan tangan kanannya setelah Luhan melepaskan pelukannya, sedangkan tangan kirinya melingkar manis di pinggang Luhan.

Luhan mengangguk senang dan tersenyum sangat manis. "Ne! Aku saaaangat sangat sangat menyukainya," jawabnya. "Benarkah?" tanya Sehun lagi. Dan Luhan kembali menganggukkan kepalanya.

"Arrasseo!" Sehun mencium pipi Luhan sekilas. "Lalu, tidakkah kau berfikir kalau aku juga pantas untuk mendapatkan hadiah sekarang?" tanya nya dengan senyuman menggodanya. "Hmmmmm," Luhan menggembungkan pipinya dan mengetuk-ngetukkan jari telunjuknya di dagunya. Menimang-nimang hadiah apa yang akan diberikannya untuk Sehun. Dia jelas-jelas tidak membawa apapun selain buku-bukunya sekarang. Lalu apa yang akan diberikannya untuk Sehun? pikirnya bingung. Sampai sebuah ide terlintas di benaknya.

Luhan melirik jam yang melingkar manis di pergelangan tangannya. Pukul 06:55. Bis akan berangkat 5 menit lagi dan tidak akan ada bis sampai 30 menit kemudian. Jika dia melakukan apa yang ada di dalam pikirannya saat ini, mereka tidak mungkin sampai di halte tepat waktu. Tapi wajah tampan nan seksi kekasihnya membuang segala pikiran waras Luhan saat itu.

Dan dengan itu, Luhan mengalungkan kedua tangannya di leher Sehun, sedikit berjinjit dan berdiri di atas jari-jari kakinya agar sejajar dengan Sehun, menarik tengkuk kekasihnya tersebut sebelum kemudian mengunci bibir tipis Sehun dengan bibirnya. Melupakan kalau mereka sedang berada di tempat yang sangat terbuka, mengabaikan perasaan malu yang sempat menghampirinya, membiarkan jantungnya berdegup kencang, melepaskan semua kupu-kupu di perutnya agar bisa berterbangan bebas di luar sana.

Luhan tahu, dalam keadaan seperti ini, mereka akan benar-benar ketinggalan bis yang seharusnya mereka tumpangi. Dia juga tahu konsekuensinya kalau mereka harus menunggu 30 menit lagi untuk bis berikutnya. But who cares? 30 menit bukan waktu yang lama jika mereka bersama.

Siapa yang perduli? No one cares. Tidak Luhan. Dan, jelas, tidak Sehun yang saat ini justru memeluk pinggang Luhan lebih erat lagi. Membawa tubuh mereka se-dekat mungkin. Melumat dan memagut bibir atas dan bawah Luhan bergantian sambil sesekali menggigitnya pelan. Mengeksplore 'goa hangat' Luhan, mengirimkan sensasi geli namun menyenangkan bagi mereka berdua.

Siapa yang perduli kalau mereka sedang berada di tempat terbuka? Satu-satunya yang bisa dipikirkan oleh Sehun dan Luhan saat ini hanyalah kebahagiaan yang mereka rasakan. Kebahagiaan yang akhirnya berhasil mereka gapai setelah semua rintangan yang mereka lalui dalam perjalanan cinta mereka.

Dan siapa yang perduli jika nanti akan ada rintangan-rintangan lain yang menanti mereka. Asalkan mereka tetap bersama. Asalkan mereka saling menjaga kepercayaan masing-masing. Semua pasti bisa dilalui dengan mudah. Dan kebahagiaan itu pasti akan selalu menemani mereka.

Dan bersamaan dengan Spring Breeze yang berhembus lembut di sekitar mereka, kisah cinta Sehun dan Luhan kembali dimulai dan bersemi dengan indahnya.

~O.O~

END

A/N:

Annyeooooooong ^_^

Akhirnyaaaaaaaa, sampai juga kita ke penghujung cerita ya :D Gak nyangka kalo bisa sampek 24 Chap. Padahal dulu niatnya gak lebih dari 7 Chap loh .

Jeongmal mianhae karena baru bisa update sekarang. Beberapa waktu lalu rada kehilangan feel nya buat nulis Hunhan. Ditambah feel untuk bikin ff ANGST merajalela(?). Trus beberapa hari ini sibuk karena kakaknya Liyya melahirkan dan harus dioperasi. Jadi Liyya berubah jadi baby sitter di rumah -_-

Jeongmal mianhae kalau endingnya membosankan atau gak memuaskan atau terkesan dataaaaaar atau malah bertele-tele atau aneh dan sebagainya #bow

Jeongmal mianhae lagi, kalo selama perjalanan 'The One', Liyya pernah ada salah-salah tulis, salah-salah ucap, dan masih banyak salah-salah yang lainnya #bow

Buat yang suka ChanBaek sama SuDo, semoga suka juga sama their little moments di part A tadi ya :D Dan buat Daddy, Liyya sengaja bikin si 'someone' yang memperhatikan dia itu ambigu, jadi Chingu bisa bayangin sendiri aja sesuai dengan preferensi masing-masing. And based on percakapan mereka (ChanBaek, SuDo, KrisHan), kalo ada yang mau baca, rencananya Liyya mau bikinin Spin Off nya ChanBaek sama SuDo (Oneshot) plus Drabble buat Kris Daddy (maybe with someone), Liyya gak mau ngasih tahu siapa itu, tapi kalo Chingu sedikit saja kenal sama Liyya, pasti bisa nebak siapa itu 'someone' nya :) Tapi kalo gak ada yang berminat sih, ya gak jadi bikin :'(

REALLY BIG THANKS to:

xminseoxiu | orinzsevenfoldism | BubbleTea | Jeo-Lu1220212619 | xingie | Kiela Yue | LittleZhao | WinterHeaven | Shizuluhan | ThegorgeousLu | Putri Perdana | ChickenKID | Hyorim16 | Uchiha Tachi'4Sora | deerpop | HunhanShip | finkykye | Jtr97 | uswatun hasanah | Amortentia Chan | DiraLeeXiOh | Rere | Lee Chizumi | junmakyu | AraKimParkChanyeol | Aileen Xiao | adel | HyunRa | zahradwhd | 99Eighttwo | buingbuingaegyo | Nurfadillah | fans hunhan | xihan zhang | mitahunhan | ki-sl | Hunhanie | Fahrikpop | PandaPandaTaoris | Nevada Adhara | ghina'Baekkie | ferinaref | Park Young Min-chan | lili | Lee MingKyu | milkhunhan | Fujoshi203 | fieeloving13 | Queen DheVils94 | Im Lulu | Xi Rin Rin | diahaja | sofia. ningsih | RZHH 261220 | Love Sehun | nafira el salsabila | Nenden Yi | Griffin 'Effie0420 | asroyasrii | HunHan Baby | ajib4ff | RirinSekarini | Oh Dhan Mi | Oh gyuri | NejiSehunExo | LuExoKyuElf | lisnana1 | baby reindeer | rinie hun | kyungkyungie | lynacronics | Akita Fisayu | TYSAulia | hunhanshipper | chyshinji0204 | weisheme | Istrinys Sooman | Oh Younghun | nisanoli | Andrianiww | kaihun shipper | ssnowish | Riyoung Kim | hunhanshipper | eunhuna | jenny | Oh Min Hun | ssjlf | Baekkiery Byun | marvinaoct | weeeee | Little Deer | Jengsora | KokkiBear | NutriSari | WireMomo | Name Hunhan | Deer Panda | Park Jihyun24 | zukazuka | vnyj |Eunsoo1 | fangirl-shipper | kaihankrishan | kyunggf | kikicumamilikrangga | XiaLu BlackPearl | verastef |Luhan Deer | finky'lulu | haejoonma | sholania. dinara | Unknown. Lalachi | song an hye | lele | Lee TaeHyunie | choitaemin12 | lil deer | EXOST Panda | Gak punya akun | Misterius | deerlu54 |abel | Ariadna |chocotaro | dear luhan | annisadinda | Karuh-chan | Oh SeHan | SummerSehun | Niedha. EunHaeKyuMin-Shipper | Novey | Choi min Gi| sha na wu | luluhannie | HaHaCe | deerhannie| Syaliaa | dabel77 | IstriLUHAN Exo | PeterLu | Puu | MeliaCitraL | babyCHO | Wulan Odult | hunhan-v | youmil-lulu | ArinaKey88 | BabyByunie | park xeon | Dear Boys | lucasy | Oh Luhan | Namehunhanship | misskwonjy | Thehunielulu | milkhunhan | tehehehe | Guest | BabyXiLJoe | Bubble Kimchi | ChoiHyoSoo | EXO12KM | EXOfan | Exotan Ell | FridayDayyyy | Fujo Tergaje | Halfling0426 | Heefin | HunHan Forever | Jewels97 | Nosebleedxo | Oh Yoon Su | OyaF | Raofu | Red Bubble | Sehunhan04 | SheldonHusky | YoungjePark | Yuyuchan EXO | aegyokyurin | babyjello | baekyeolssi | dewilololala | dyahpuspita | fifia13 | haniazzahra39 | hausofday | kerorokeyen | kimjong's wife | louise lee | love137real | mamanyahunhan | park sohee | putriarum134 | renren2198 | sox365 | specialistSHY | sri gusti rahayu | susisao | titis anggraeni | mirrorplease | rayindayu | visual. Cantik | winaddict sehunnie | HunHan1004 | zoldyk | EdelweIS

Maaf kalo ada yang gak kesebut #bow Terima kasih banget buat semuanya yang udah setia nunggu, baca, favorit, follow, yang pernah berpartisipasi menyemangati Liyya di kotak 'review', yang sering, dan yang selalu setia nge-review dan menunggu 'The One' dari awal. Yang nge-fav n follow Liyya juga, NEOMU GOMAWO :D Makasih banget buat karena udah menemani perjalanan cinta HunHan dalam ff tergaje sepanjang sejarah ini :D Jeongmal2, neomu2 gomawo #deepbow

800+ reviews? Oh My GOD! Words can't describe how much I LOVE YOU for that. This FF is NOTHING without YOU guys! :D

Buat Silent Reader, Liyya juga ngucapin makasih banget udah baca ya ^_^

Balasan Review:

Oh Dhan Mi: Nado Saranghae, deeek :D Makasih banget buat jempol, like, wink, senyum lebar, dan semuanya yang kamu kasih buat Eonnie ya :) Udah tahu jawaban Luhan kan? Semoga chapter ini gak mengecewakan yaaa :)
Makasih udah ngereview^^

RirinSekarini: Kekekekeke . Padahal Liyya nulis kalimat itu asal aja loh chingu :D TeBeCe itu memang harus disimpan untuk saat-saat paling tepat, Chingu :)

Makasih udah ngereview^^

ajib4ff: Huwaaaa :'( Kemaren waktu rembukan(?) Liyya lupa gak ngajak Eonnie ya :( Mianhae Eooonnn :'( Tapi sebagai gantinya, neh Liyya bawa chapter Happy Endingnya HunHan loooh :D

Makasih udah ngereview^^

HunHan Baby: Loh? Jangan mewek dooonk, kemarin itu kan chapter bahagia :D Luhan udah nerima Sehun lagi kok :) Tuh mereka udah lovey dovey lagi :D Mian kalo lama updatenya ya :(

Makasih udah ngereview^^

asroyasrii: Happy endingnya di sini deeek :D Whaaattt? #cengo :o Ide macam apa ituuuu?! .

Makasih udah ngereview^^

Griffin 'Effie0420: Muehehehehe, kemaren kakak waktu bikin sambil nyemilin(?) gula deeek :D Andwaaaeee! Jangan cekek Luhan :( Baekkie udah maafin Sehun kok dek :) Jongin udah aman di Jepang atau entah dimanapun dia berada -_- Gomawo udah baca yang 'Jealous' juga yaaa :D Kakak juga HunHan HARD Shipper deeek, tapi Kakak juga suka banget sama KrisHan :)

Makasih udah ngereview^^

Nenden Yi: Asik asiiiiik, yang sarapan pagi dengan moment manis HunahN . TeBeCe emang sengaja ditaruh di situ kan, biar penasaran gitu ceritanya :D Akhirnya setelah berchapter-chapter menggalau, bisa senyum juga ya :) Moga di chap ini kamu tambah senyum deeek :D

Makasih udah ngereview^^

nafira el salsabila: Ganti Uname neh? o.O Appuaaaahhh? Kurang panjang? Padahal itu udah dibagi jadi 2 part karena kepanjangan loh deeeek O.O Chap ini 10000+ kata looooh, masih kurang panjang? o.O Itu Luhan udah nerima yaaa, moment membahagiakannya juga udah ada :)

Makasih udah ngereview^^

Love Sehun: Embueeeerrr :D Sehun itu typical Romantic Boyfriend sebenernya dek, cuma rada lelet(?) aja -_-

Makasih udah ngereview^^

RZHH 261220: Wkwkwkwkwk, Coklat Batangan? Boleh juga tuh julukannya :P Sehun kan emang sweet aslinya dek :D Chap End nya yang ini kok :D Kamu ngajak aegyo nya bang naga siiih, pantesan gagal #plakk OuO Lain kali ngajak Xiao Lu yaaaa :D

Makasih udah ngereview^^

sofia. ningsih: Kyaaaaaaaaaaaaaaaaaa . Jangan diabetes dulu, Chinguuu :D Semoga chap ini masih sweet yaaa :) Muahahahaha, Liyya baru nyadar kalo ntu ucapan keramat(?) nya mpok Syahroni -_- Ngakak sumpah gara2 muka Sehun dikatain dingin bin datar kayak lantee . Hohoho, sebenernya dari awal bikin, emang udah niat mau heppi ending kok :D Semoga Endingnya gak mengecewakan ya :)

Makasih udah ngereview^^

diahaja: aigoooo, awas salah ngasih obat ke yang beli loooh :D Gomawo karena udah baca n bilang suka yaaa :D

Makasih udah ngereview^^

Xi Rin Rin: Ini udah lanjut yaaa :D

Makasih udah ngereview^^

Im Lulu: Sukurlah kalau kamu suka chap kemaren, deeek :) Semoga chap ini masih suka :D

Makasih udah ngereview^^

Queen DheVils94: Sehun emang sweet, chingu :D Siapa dulu dong gurunya! #emangsiapa -_- O.O Kekekekeke :D Ini udah lanjut yaaa :) Semoga gak mengecewakan :D Eh, btw on the busway neh yaaa, aku juga menunggu ff kamu (HunHan KrisHan) yang Luhan hilang ingatan itu looooh #lupajudul# #Plakk -_-

Makasih udah ngereview^^

fieeloving13: Ini udah lanjut deek, mian lelet yaa #bow :D Udah tau jawaban Lulu kan? Semoga kamu suka jawabannya ya :D

Makasih udah ngereview^^

Fujoshi203: Syukurlah kali ini nangisnya karena haru yaaa :D #sodorintissu :) Ini udah End, Chingu :D Mian gak bisa update kilat #bow

Makasih udah ngereview^^

milkhunhan: Kris emang namja terbaik yang pernah adaaa #hugNaga :D Aigoooo, tenang aja deeek, Jongin udah OUT kok dari ff nya, jadi dia gak mungkin balik lagi :D

Makasih udah ngereview^^

Lee MingKyu: Kan tujuan adanya TBC emang biar readers penasaran deeeek :D hehehehehe. Eh, kemaren gimana drama(?) Saranghae Nae Appa nya? Sukses?

Makasih udah ngereview^^

lili: Kyaaaaaaaaaaaaaaa, capsnya jebol deeeeek :D Kalo Sehun lagi begini, Luhan emang pasti jadi orang paling beruntung sedunia deh :D tapi kalo leletnya udah kumat -_-

Makasih udah ngereview^^

Park Young Min-chan: Ini udah lanjut yaaa :D Semoga kamu suka :)

Makasih udah ngereview^^

ferinaref: Meleleh? O.O #panggilXiumin# Biar beku lagi gitu maksudnya . Lulu kan jawabnya di chap ini, makanya ada TBC :D

Makasih udah ngereview^^

ghina'Baekkie: Annyeong jugaaaa ^_^ Kalo Eonnie malah paling suka ntu pas surat yang dikirim Sehun di kantin loooh :D #gaknanya -_- Luhan udah nerima Sehun kok :D Persahabatan mereka semua emang bisa diacungin jempol deh :)

Makasih udah ngereview^^

Nevada Adhara: Kyaaaaaaaaa, jangan Diabetes deeek :D Semoga di chap ini Sehun masih manis yaaa :D

Makasih udah ngereview^^

PandaPandaTaoris: Kayak lagunya Sherina aja, geregetan :D Iya deek, mereka balikan kok :D Tuh buktinya #nunjukatas :)

Makasih udah ngereview^^

Fahrikpop: Wkwkwkwkwk, kalo mau berusaha pasti bisa kok deeek :D Mau minta ajarin Sehun? Bisa diatur lah nanti ;)

Makasih udah ngereview^^

Hunhanie: Andwaeee, jangan nagis deeek :D Kan mereka lagi seneng-seneng :)

Makasih udah ngereview^^

ki-sl: Hallo jugaaaaa :D Hohohoho . Sehun lagi Gombal mode ON tuuuh :) Wkwkwkwk, sempet aja nyanyi Sherlock di sini ya :D Padahal chap kemaren sampek dibagi jadi 2 loh saking panjangnya, tapi ternyata masih kurang jugaaaa? O.O #shockberat# Mian baru bisa update ya :(

Makasih udah ngereview^^

mitahunhan: Kenapa TeBeCe? Karena Lulu maunya jawab di chap ini :D Wkwkwkwk, ternyata banyak yang suka kalimat keramat(?) yang dilontarkan Sehun itu yaaa :D

Makasih udah ngereview^^

xihan zhang: Kekekeke, dimana-mana yang namanya TBC emang mengganggu, chingu :D Gomawo bangeeeeeet udah bilang ff aneh(?) Liyya ini menarik #HugChingu :) Eh iya, Gomawo juga udah baca 'Daddy's Little Angels' yaaa :D

Makasih udah ngereview^^

fans hunhan: Cheonmaaa ^_^ Aduuuh, Eonnie udah kehabisan kata2 buat kissing scene nya gara2 ff itu -_- Wkwkwkwk, Semoga ini cukup manis ya :)

Makasih udah ngereview^^

Nurfadillah: Aku juga sukaaa liat Sehun yang romantis MODE ON gitu :D Luhan pasti terima doooonk :)

Makasih udah ngereview^^

buingbuingaegyo: Wkwkwkwkwk :D Emang Sehun bawaannya kan begitu, wajahnya dataaaarrrr -_- Iya iya iyaaaa, Magic Castle ntu lagunya DBSK deeek :D Eon juga suka banget lagu itu, awalnya karena dinyanyiin sama bias nya Eon yang di SS501 sih . Gpp walaupun telat review dek :D Mau baca aja, Eon udah seneng banget :) Moga chap ini gak mengecewakan ya :D

Makasih udah ngereview^^

99Eighttwo: Chap apa yaaa? #tampangpolos# . Huwaaaa, itu yang Baekkie ala mpok Syahroni, sumpah Eon gak nyadar pas nulis -_- Jawabannya udah dapet semua kan? Ini cuma sampek di sini, deeek, jadi g mugkin banget lah kalo sampek chap 40 O.O

Makasih udah ngereview^^

zahradwhd: Hehehehe, mian banget baru bisa lanjut yaa :( Mian udah bikin Saeng penasaran tingkat parah(?) juga :( Setelah ini, pasti bakal buat ff terus kok, tapi mau istirahat dulu :D

Makasih udah ngereview^^

adel: Ini udah lanjut ya deeek :D Hwaiting!

Makasih udah ngereview^^

HyunRa: Kyaaaaa, Sehun muka datar(?) aja yang ngantri udah banyak banget deeek, apalagi kalo Sehun beneran kayak gitu :D End nya bukan di chapter kemaren, tapi di chapter yang ini :D Aigooooo, gomawo udah bilang daebak :) Jadi malu #sembunyidiketekLuhan O.O

Makasih udah ngereview^^

Aileen Xiao: Kekekeke, Neh perjuangan Sehun udah berbuah kok :D Syukurlah kalau tidak mengecewakan :) Luhan terima atau enggak, udah tahu jawabannya kan ya :D

Makasih udah ngereview^^

AraKimParkChanyeol: Huwaaa, jangan kepret(?) Liyya . Hohoho, masa' iya ancamannya diyadongin Kai? Ya mau bangeeettt #plakk -_-

Makasih udah ngereview^^

junmakyu: TeBeCe emang sengaja digantung(?) di situ deeek :D Udah gak penasaran lagi sama jawaban Luhan kan yaaa :D

Makasih udah ngereview^^

Lee Chizumi: Kyaaaaa, gomawo udah nyempetin baca n bilang bagus yaaa #hugChizumi :D Hallo juga, salam kenal yaaaa, Liyya di sini :D

Makasih udah ngereview^^

Rere: Hmmmm, syukurlah udah bisa senyam-senyum(?) sendiri lagi kayak dulu ya :D Eon juga suka banget loh sama persahabatan yang terjalin di antara mereka semua :D

Makasih udah ngereview^^

DiraLeeXiOh: Aaaaaaaaaaa, ayo dooonk! Mana Ekspresinya? O.O #korbaniklan -_- Luhan pasti jawab iya dong deeeek :D Eon juga suka banget sama setiap kata-kata dari Sehun untuk Luhan :) Gomawo juga udah bilang keren deeek :D Nado Saranghae ;) Hohohoho, Chen Chen gitu loooh, dia mungkin jarang keluar, tp sekalinya keluar dia sangat berguna kan :D HunHan Happily Ever After kok deeeek ;) Gomawo udah nyempetin revie di kedua part nya yaaa :D

Makasih udah ngereview^^

Amortentia Chan: Kyaaaaaa . Sehunnie kan emang soooo sweeeet :D Ide? Ide itu selalu muncul saat melihat wajah Angelic nya Xiao Lu :D

Makasih udah ngereview^^

uswatun hasanah: Gpp deeeek :D Namanya orang sibuk ya gak bisa diganggu dooonk :D apalagi kalo menyangkut urusan sekolah :) Makasih banget udah nyempetin review 'Jealous' ya :D Eonnie emang gak tega pake banget lah kalo HunHan berakhir tragis deeek :)

Makasih udah ngereview^^

Jtr97: Senengnya kalo kamu suka chap kemaren :D Semoga chap ini masih suka ya :) Ini udah END, deeek. Moga gak mengecewakan,,,

Makasih udah ngereview^^

finkykye: Tentunya doooonk. Dijamin 200% kalo Sehun gak bakal mengulangi kesalahannya lagi :D Yupppsss, betul sekali. ni chap terakhirnya, deek :D

Makasih udah ngereview^^

HunhanShip: Gomawo udah suka n bilang manis yaaa ^_^ Liyya juga pengen banget jadi Luhan, hohohoho. Kalo chap kemaren full dengan Luhan yang senyam-senyum sendiri, chap ini full dengan 'blushing deer', deeeh :D Reviewnya udah panjaaaaaaaaang :) n Liyya sukaaaaaaa banget :D Review panjang lagi yaaa #authorngelunjak -_-

Makasih udah ngereview^^

deerpop: Aigooooo, yang ganti Uname lagi :D Awalnya aku sempet bingung kak. Ini siapa yaaa? Tapi dari gaya bahasanya, langsung tau deh :D

Ternyata itu Tulip segitu banyak, ngambil di kebunnya kakak kah? O.O #jewerSehun -_- Semoga Mawar Putihnya gak nyuri lagi ya dia .
Maafkan Liyya yang udah mengajarkan gombalan nista(?) pada Sehunnie, kaaak . Sehun mungkin kurang peka, kak. Tapi dia bisa jadi sangat romantis kalo udah ada kemauan :) Love makes you do things, kan? ;) Cerita allxLuhan udah ada di dalam kepala kak :D Apalagi buat KaiLu (School Life) sama KrisHan (Incest) nyaaa ;) Tapi gak yakin kalo kakak bakal suka :(

Makasih udah ngereview^^

Uchiha Tachi'4Sora: Sehun habis ikut acara Raja Gombal tuuuh :D

Makasih udah ngereview^^

Hyorim16: Hohohoho, Liyya juga mau mah jadi Luhan kalo Sehun lagi Romantis Mode On gini . Luhan nerima Sehun kok :D Itu sudah pasti dooonk :)

Makasih udah ngereview^^

ChickenKID: Aaaaaaaa, Eon selalu suka review kamu yang panjang deeek :D Kali ini nangisnya karena terharu kan ya :: Demi apa, Eon juga paling suka memo yang di kantin itu loh. Luhan's bestfriens are the best lah pokoknya :D Emang iya ya, gayanya Eonnie kalo bikin ff itu yang manis2 gini? Tapi entah kenapa, Eon sekarang lagi suka bikin ff ansgt deeek :D

Makasih udah ngereview^^

Putri Perdana: Bener banget! Emang lebih enak dipanggil Eonnie kok :) Lebih sukaaaaaaaa :D Kyaaaaaaaaa, masa' iya deeek o.O Padahal menurut Eon sendiri, ff ini g ada apa2nya dibandingkan dengan ff author lain yang udah sangat senior :( Trus kalo boleh tau, yang pertama apa donk? Eon juga pengen baca neh :D Eon juga mau banget kalo cerita kamu mau dibikin jadi ff gini :) Emang ceritanya gimana? #kepo .

Makasih udah ngereview^^

ThegorgeousLu: Kyaaaaa #ikutankeprok-keprok . Kekekeke, Thehunnie kan anak orang kaya, jadi segitu doank g ada apa2nya buat dia mah :D Moga Romance Moment nya gak gagal ya :D Wakakakakaka, apapun yang terjadi, rated ff nya gak bakal berubah jadi 'M' dooonk, hohohoho ;) #kecupbalik

Makasih udah ngereview^^

Shizuluhan: Bang Naga gitu loh chinguuuuu :D Dia emang pria sejati lah! Sehun emang punya bakat gombal kok chingu, apalagi setelah ditraining sama Liyya kemaren #plakk -_- Jawaban dari semua pertanyaan udah kejawab kan ya ;) Untuk sementara ini, Kris belom ada kopelnya. Tapi mungkin bakal ada dan itu ambigu. Terserah reader aja maunya KrAy ato KrisTao :D

Makasih udah ngereview^^

WinterHeaven: Gpp deeek :D Masih mau review aja Eon udah terima kasih banget kok :) Ini udah lanjut yaaa :D

Makasih udah ngereview^^

LittleZhao: Huhuhuhu, cup cup cup. Jangan mewek lagi ya deeek :D Itu HunHan kan udah romantis-romantisan lagi :) Gpp dek :D Namanya juga baru baca :)

Makasih udah ngereview^^

Kiela Yue: Hai haaaaaaaaaaaaaai :D Tumben baca di FFN, Riiin :D Hati boleh kacau, tapi kalo udah menyangkut Sehun, dia akan mengingat every single detail of it :D Gpp Riiin, Liyya sendiri juga gitu kok, kemaren aja sampek beberapa kali ketinggalan FFA. Sedih banget waktu baca namanya Liyya g ada di daftar balasan review :'( #salahsendiritelatbaca -_-

Makasih udah ngereview^^

xingie: Ini udah next yaaa :D

Makasih udah ngereview^^

Jeo-Lu1220212619: Annyeong juga deeek :D Welcome n salam kenal yaa :D Gpp kalaupun baru review dek :D Yang penting udah nyempetin baca :)

Makasih udah ngereview^^

BubbleTea: Annyeong yaaaa ^_^ Salam kenal :D Ternyata ini salah satu pacarnya Lulu yaa o.O Dapat saingan baru neh #plakk -_- #abaikan :D

Makasih udah ngereview^^

orinzsevenfoldism: This story love you too :D Gomawo udah nyempetin baca n bilang daebak ya :D

Makasih udah ngereview^^

xminseoxiu: Aigooo, mian baru bisa lanjut deeek :( Yang penting hepi end kan yaaa :D

Makasih udah ngereview^^

nisanoli: Hehehehe :D Ini udah update ya :)

Makasih udah ngereview^^

EXOST Panda: Syukurlah kalo udah gak nyesek ya :D Ini udah lanjut neh chap endingnya, moga gak mengecewakan ya :)

Makasih udah ngereview^^

babyCHO: Hehehehehe. Iya dek, Jongin kagak bakalan muncul lagi kok :D Buktinya sampek ada tulisan END, dia g nongol(?) . lopyu too :D

Makasih udah ngereview^^

Dan walaupun ini adalah pertemuan(?) terakhir kita, Liyya boleh minta RnR nya lagi ya?

#Kiss N Hug readers satu-satu