Bulan ini adalah bulan November, awal musim dingin tiba. Jalan-jalan, bangunan, dan rumah penuh salju, juga pohon – pohon Momoji. Di SMU karakura, terlihat seluruh siswa sedang berbincang mengenai liburan mereka di musim gugur.

"Kemarin aku ke toko Dankochi. Di sana, ada menu baru." kata Michiru.

"Apa?" tanya teman-teman yang lain.

"Namanya Sukonbu. Bentuknya imut, teksturnya lembut, dan manis. Hm….. besok akan aku bawa." kata Michiru yang membayangkan bentuk Sukonbu dan kegirangan membayangkannya.

"Baiklah, aku penasaran dengan menu baru itu. " Kata Chizuru. Di tempat lain, Ichigo, Sado, Ishida, dan Inoue berjalan menuju kelas.

"Senang rasanya bisa kembali bersekolah. Sudah 3 bulan kita tidak ada di sini." Sahut Ishida.

"Ya, tetapi terlalu banyak materi yang tertinggal. Ah, Aku pinjam buku Tatsuki saja!" kata Ichigo menimpali.

"Pastinya kita dimarahi oleh bu guru Misato. Gawat ! " Gerutu Ishida takut dan mereka sampai di kelas. Mereka berempat masuk dan semua teman-teman Ichigo menoleh. Keigo senang melihatnya.

"Ichigo… !" Asano berlari ke arah Ichigo tetapi wajahnya ditahan oleh tangan Ichigo.

"Inoue…..! " Chizuru berlari ke arah Inoue hendak mendekapnya tetapi disandung Michiru. Chizuru jatuh telungkup.

"Kau ini, selalu saja begitu!" kata Michiru kesal.

"Aduh, sakit tahu!" Chizuru bangkit dan merapikan seragamnya sambil menggerutu kesal. Michiru hanya sweatdrop, begitupula Ichigo, Sado, Ishida, dan Inoue.

"Ichigo, Sado, Ishida, Inoue. Akhirnya kalian masuk sekolah. Sudah beberapa bulan kalian tidak berangkat. Kalian kemana saja?" tanya Michiru.

"Mmm kami ada urusan sebentar. Hahahaha…." kata Ichigo tertawa hambar.

"Tinggal satu orang, yaituTatsuki. Kemana kau? dua hari menghilang tanpa kabar, awas ya! Jika kau hadir, akan ku tinju sampai penyot!" Gerutu Chizuru. Keigo dan Kojima terkejut, mereka terperanjat mendengarnya.

'Wah, gawat!' gumam Asano ketakutan. Ia merasakan firasat buruk.

"Memangnya dia kemana?" tanya Ishida penasaran.

"Entahlah, tidak ada kabarnya sejak dua hari yang lalu." Jelas Michiru. Lalu orang yang sedang dibicarakanpun datang.

"Tatsuki?" Sapa Mahana. Tatsuki terkejut dan Chizuru mendekat.

"Kau ini kemana saja? Sudah dua hari absen tanpa kabar, eh?!" Chizuru marah – marah dan menendang Tatsuki tetapi kakinya ditahan oleh tangan Tatsuki.

"Apa-apan ini? Pagi-pagi sudah marah-marah dan mau menendang orang!" gerutu Tatsuki kesal. Dia melepas kaki Chizuru dan menghela napas.

"Jawab pertanyaanku!" teriak Chizuru tambah kesal.

"Pertanyaan yang mana?" tanya Tatsuki bingung.

"Yang tadi!" Tatsuki mengingat pertanyaan Chizuru. Setelah ketemu, dia menghela napas.

"Aku pergi ke rumah temannya ibuku. Sudah lama aku tidak kesana." Jawab Tatsuki berbohong. Dia menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

"Oh,…" hanya itu yang bisa dijawab Chizuru. Ichigo menangkap keanehan pada diri Tatsuki. Ia tahu kalau Tatsuki berbohong. Tatsuki memandang Inoue dan yang lain. Inoue tersenyum. Tatsuki malah beranjak pergi.

"Kau mau kemana?" Tanya Michiru.

"Aku akan menemui guru Misato. Senang kalian telah kembali, syukurlah kalian tidak apa-apa. " kata Tatsuki memandang Inoue dan yang lain dan Tatsukipun keluar.

"Ada apa dengannya?" tanya Michiru bingung. Bersama yang ,lain ia menatap kepergian Tatsuki.

"Aku juga tidak tahu. Tidak biasanya dia seperti itu. Sudah absen 2 hari sekarang datang dengan wajah suntuk!" Gerutu Chizuru kesal.

'Tatsuki…' Gumam Inoue sedih.

The Truth of Story

Disclaimer : This is Tite Kubo mind. I only lend his Character Story, ok ?

Warning : Gaje, AU,Typho(s)

Don't Like Don't Read !

Bel pulangpun berbunyi. Semua anak berhamburan keluar. Hanya ada Ichigo, Sado, Ishida, Inoue, Rukia, dan Tatsuki disitu.

"Tatsuki, apa kau ada acara hari ini?" Tanya Inoue hati-hati mengingat sikap Tatsuki yang dingin tadi pagi. Tatsuki menoleh dan melirik Inoue. Inoue tersenyum karena tahu maksud lirikan Tatsuki.

"Uhm, aku ingin belajar bersama denganmu. Ada materi Fisika yang tidak aku paham. Sekalian kita makan Takoyaki, sudah lama tidak makan itu." jelas Inoue tersenyum ceria. Tatsuki diam tidak menjawab. Dia memejamkan kedua matanya sejenak lalu menghela nafas. Inoue yang melihat reaksi Tatsuki berhenti tertawa dan menunduk.

"Maaf, aku tidak bisa. Kau bisa mengajak Michiru, Mahana, Ryo, atau yang lainnya. Aku harus latihan. Lima hari lagi akan ada pertandingan karate untuk junior kelas satu. Aku harus melatih mereka!" Tatsuki mengambil tasnya dan berlalu pergi. Inoue yang melihatnya jadi sedih.

"Tatsuki…" Rukia yang melihatnya terkejut tetapi dia segera sadar dari keterkejutannya dan mendekati Inoue. Dia menepuk pundak Inoue untuk menenangkannya.

"Sabarlah Inoue, mungkin Tatsuki sedang ada masalah atau dia sedang sibuk mengurusi pertandingan karate besok sehingga dia jadi begini. Aku yakin Tatsuki akan kembali seperti biasa nantinya." hibur Rukia. Inouepun tersenyum kecil dan mengangguk. Sementara itu, Ichigo hanya mendengus kesal dengan kedua tangannya yang mengepal.

Di taman pada sore hari, terlihat Tatsuki berdiri menatap matahari terbenam. Rambutnya melambai-lambai tertiup angin sore. Datang Ichigo dan dia berdiri di dekat Tatsuki. Dia berusaha menenangkan emosinya dengan menghela nafas.

"Cuaca hari ini sangat dingin, ya?" Sapa Ichigo membuka awal percakapan.

"Begitulah." jawab tatsuki dingin. Ia memasukkan kedua tangannya dalam saku jeansnya.

"Kau banyak berubah ya?" kata Ichigo menatap Tatsuki.

"Aku rasa tidak." jawab Tatsuki lagi dengan dingin.

"Biasanya kalau kau melihatku langsung tersenyum. Sekarang kau malah menyambutku dengan sikap dingin. Ada apa denganmu? Aku tidak tahu sampai kapan kau bersikap begini?" kata Ichigo menghela napas-lagi.

"Kau masih ingat kejadian saat aku memukulmu ketika aku menanyakan keberadaan Inoue? Kau tidak mau menjawabnya dan mengatakan bahwa aku tidak perlu ikut campur dalam masalahmu. Itulah mengapa aku marah dan bersikap dingin padamu, juga Inoue." jelas Tatsuki.

"Maafkan aku…" hanya itu yang bisa Ichigo katakan. Inoue juga ada disitu, bersembunyi di balik pohon Sakura. Dia sedih mendengar penuturan Tatsuki.

"Ada satu permintaanku. Maukah kau mengabulkannya?" Tanya Tatsuki.

"Apa?" Tatsuki diam sejenak. Angin kembali membelai rambutnya. Tatsuki memejamkan matanya lalu membuka lagi.

" Tolong, lindungi dia dari orang-orang yang ingin mengganggunya. Jika ia bersedih, hiburlah dia walau ada atau tidak ada aku." jelas Tatsuki.

"Apa maksud ucapanmu?" dan Tatsukipun pergi.

"Tatsuki! Tatsuki!" Teriak Ichigo tetapi Tatsuki tidak bergeming. Ia tetap berjalan meninggalkan Ichigo. Inoue yang mendengarnya menjadi sedih.

Malam hari, semua sudah tidur kecuali Icihigo. Dia terus memikirkan kata – kata Tatsuki dan Karin.

" Tolong lindungi dia. Jangan biarkan dia terbawa lagi dalam arus kegelapan. Itupun jika kakak masih menganggapnya teman." , "Tolong, lindungi dia dari orang-orang yang ingin mengganggunya . Jika ia bersedih, hiburlah dia walau ada atau tidak ada aku."

"Kau belum tidur, Ichigo?" tanya Kon yang terbangun.

"Belum." jawab Ichigo singkat. Lalu dia menutup matanya, berusaha untuk tidur.

Rupanya, teman-teman dari Soul Society kembali hadir di dunia manusia. Mereka berangkat sekolah bersama. Setelah sampai di kelas. Semua siswa menatap mereka dengan ragu.

"Kkkkkaaaauuuu…?" Keigo ketakutan melihat Ikkaku. Ikkaku hanya menyeringai. Keigo sembunyi di belakang Ichigo. Tatsuki yang juga baru datang, melihat ekspresi Keigo langsung sweatdrop.

"Akhirnya kalian kembali." sapa Ichigo tersenyum.

"Ada apa kalian datang kemari?" tanya Ishida dingin.

"Memangnya tidak boleh?" Tanya Renji kesal. Ishida diam saja sementara Ichigo sweatdrop melihatnya.

Ichigo, Inoue, Sado, Ishida, Renji, Ikkaku, Toshiro, Matsumoto, dan Yumichika bercakap-cakap di ruang atap.

"Sekarang ini, para Arrancar ada di dunia kalian. Setelah mereka gagal mempertahankan Inoue dari kalian, mereka berusaha kembali merebut Inoue. Atas perintah komandan tertinggi, Kapten Kenpachi dan kapten Byakuya menugaskan kami untuk membantu kalian dalam menghadapinya." Jelas Renji.

"Jadi yang dimaksud Tatsuki dan Karin…." Ichigo terkejut. Kedua matanya membelalak.

"Memangnya mereka berkata apa?" tanya Renji.

"Karin berkata bahwa aku harus melindungi Inoue dan tidak membiarkannya terbawa arus kegelapan, dalam hal ini direbut oleh Arrancar lagi sementara Tatsuki memintaku untuk melindungi Inoue juga dari orang-orang yang ingin mengganggunya yang dalam hal ini adalah Arrancar pula dan juga diminta untuk senantiasa menghibur Inoue ketika bersedih walau ada atau tanpa dia." Jelas Ichigo.

"Apa?" Renji dan ayng lain yang mendengarnya terkejut.

"Apakah mungkin mereka….." kata Yumichika menggantung.

" Ya. Karin dan Tatsuki sudah tahu hal yang sebenarnya. Mereka juga berhadapan dengan tiga orang Arrancar dan sempat bertarung dengan mereka. Ketiga Arrancar itu datang kemari untuk membunuh Inoue karena mereka tidak terima Aizen lebih sayang padanya daripada mereka. " Muncul Urahara dengan kipas yang selalu setia bersamanya. Ia berdiri di dekat Sado .

"P-Paman Urahara?" Ichigo yang melihatnya terkejut.

"Sedang apa kau di sini?"

" Aku sedang jalan-jalan. Kebetulan aku mendengar pembicaraan kalian dari sebelah utara di mana aku berada jadinya aku datang kemari." jawab Urahara menunjuk arah utara. Yang lain mengikuti arah telunjuk Urahara.

"Tetapi, bagaimana mereka bisa tahu?" tanya Renji bingung.

"Aku yang memberitahunya. Aku rasa sudah waktunya mereka tahu semuanya. Aku juga percaya mereka tidak akan menceritakan ini pada orang lain." jelas Urahara tersenyum senang.

"Apa?" semua kecuali Urahara, Ikkaku, dan Toshiro terkejut mendengvarnya.

"T-Tidak mungkin…." Ichigo semakin terkejut begitupula yang lain. Toshiro hanya diam saja.

"Kira-kira, siapa Arrancar yang dihadapi Tatsuki dan Karin?"

"Wonderweiss Margera, Menolly Mallia, dan Loly Aivirrne." Inoue terkejut mendengarnya. Ia tidak menyangka mereka bertiga datang untuk membunuhnya. Yang lebih membuatnya kaget, mereka berhadapan dengan Tatsuki dan Karin. Ichigon mengepalkan kedua tangannya. Rukia dan yang lain hanya diam. Air mata Inouepun jatuh.

Di ruang latihan Karate, Tatsuki sedang beres-beres untuk pulang. Ketika keluar ruangan, langkahnya terhenti melihat seseorang berdiri membelakanginya. Ia sempat terkejut tetapi ia kembali bersikap datar. Orang itu menoleh dan tersenyum.

"Inoue?" kata Tatsuki terkejut.

"Tatsuki…" sapa Inoue ceria.

"Sedang apa di sini?" tanyanya dingin.

"Aku menunggumu pulang…" jawab Inoue.

"Hn…" dan merekapun pulang. Mereka melangkah beriringan. Inoue menunduk dalam-dalam sambil menahan kegugupannya. Tatsuki hanya diam tidak peduli.

"Tatsuki….." sapa Inoue.

"Aku…." kata Inoue menunduk. Ia mengepalkan kedua tangannya-meremas roknya erat. Tatsuki masih diam saja.

"Aku minta maaf. Gara-gara aku, kau dan Karin jadi berhadapan dengan mereka. Aku-"

"Tidak apa-apa. Ini bukan salahmu." kata Tatsuki dingin.

" Tetapi aku- "

"Sudah malam, ayo pulang!" Tatsuki menoleh dan tersenyum. Inoue yang melihatnya pun memerah. Tatsuki menarik tangannya dan mereka berlari dan kejar-kejaran. Inoue menatap Tatsuki dan Tatsuki tersenyum ceria menatapnya. Inouepun jadi ikut tersenyum.

Walau Inoue sempat bingung dengan perubahan sikap Tatsuki sekarang ini, tetapi ia tidak peduli. Yang penting, Tatsukinya sudah kembali dan tidak bersikap dingin lagi padanya.

OWARI

Yay, editing chapter 3 selesai. Lelahnya….

Sebenarnya aku mau nyantumin lagi adengan dimana Toshiro menanyakan perihal kata-kata Karin pada Ichigo ketika mereka bertemu di jembatan pada malam hari. Itu ditanyakan saat mereka bermain sepak bola dengan teman-teman Karin (cantuman lama), tetapi tidak jadi.

Dan juga, aku tadinya amu riubah bagian yang depan (yang bagian kotak tittle dengan menambahkan dua chara baru yaitu Inoue dan Ichigo tetapi tidak jadi.

Mohon reviewnya minna. Sekali lagi, gomennassai yang sebesar-besarnya atas editing ini (memmbungkuk beribu-ribu kali). ^_^