Disclaimer: Naruto belongs to Masashi Kishimoto

Jolly Roger Fantasy belongs to Iisaka Yukako

Rate: T

Genre: Romance/ Adventure

Main Pairing: Naruto x Hinata

Warning: OOC, OOC dan OOC, Typo, AU, alur cepat, EYD berantakan, minim deskripsi, perubahan latar tempat yang begitu cepat, cerita tidak berbeda jauh dengan komik aslinya.

Sebelum membaca cerita, perhatikan WARNING terlebih dahulu!

Saya tidak mengambil keuntungan apa pun dari cerita ini. Jika ada kesamaan ide, saya tidak tahu apa-apa.

Btw, apakah ff yang terinspirasi dari sebuah komik termasuk plagiat? Karena saya tidak meminta ijin kepada mangakanya terlebih dahulu. ._.a

Dan alur cerita ini memang tidak berbeda jauh dengan cerita asli, karena saya memang bingung apakah harus tetap disamakan atau dibuat berbeda. Namanya juga masih newbie. ._.v Mohon penjelasannya, senpai. :)

.

.

DON'T LIKE DON'T READ!

Yosh ... douzo!

.

.

.

Princess and Pirate

...

Sebelumnya:

Hinata berlari sekuat yang dia bisa, dengan membawa rubah di pelukannya. Dia masih ingin selamat. Hah, mungkin ini karma karena melawan ayahnya; harus berhadapan dengan bajak laut.

Bajak laut itu mengejarnya. "Woi ... kembalikan kyuubi!"

Oh ... jadi nama rubah aneh ini Kyuubi.

Hinata terus saja berlari tanpa arah. Dia bingung harus lewat mana sedangkan bajak laut masih gencar mengejarnya. Sampai ada sebuah tangan yang tiba-tiba menariknya.

"Huwaa..."

.

.

.

CHAPTER 1

.

.

"Lepaskan aku." Hinata memberontak pada seseorang yang tiba-tiba menariknya ke sebuah gang kecil.

"Hei, diamlah. Aku hanya ingin menolongmu."

"Bagaimana aku bisa tahu kalau kau bukan salah satu dari bajak laut yang mengejarku itu?"

Orang-pemuda itu terlihat menghela nafas lelah. "Dasar, gadis ini."

Pemuda tersebut terlihat ingin menjelaskan, tetapi tiba-tiba terdengar langkah kaki mendekat. Pemuda itu menarik Hinata agar bersembunyi lebih dalam.

"Dimana perempuan tadi?"

"Kulihat tadi dia masuk ke gang sana."

"Ayo kita lihat."

Tap... Tap... Tap...

"Cih, sial." Pemuda itu menggerutu.

"Bagaimana ini?" tanya Hinata ketakutan.

"Sudah kubilang diamlah."

"Tapi kau juga-mmmmph..." Hinata tidak meneruskan kalimatnya karena mulutnya dibekap oleh tangan si pemuda.

"Ini hanya sementara. Dengan ini kau tidak akan terus mengoceh."

Bajak laut tadi telah memasuki lorong yang diduga tempat Hinata berada. Tapi mereka tidak melihat siapa pun. Akhirnya mereka pergi dan mencari di tempat lain.

Hinata dan pemuda tadi bernapas lega. Mereka segera keluar dari persembunyian, yaitu di balik tempat sampah. "Syukurlah."

"Hah... Hah... Apa kau berniat membunuhku? Aku hampir kehabisan nafas."

Mulut Hinata dibekap, dan mereka bersembunyi di tempat sampah. Oh, Tuhan. Jika sedikit lebih lama saja mereka di sana, Hinata yakin dia tidak akan bernafas lagi.

Pemuda itu menghela nafas lelah-lagi. "Sudah kubilang kau harus diam. Karena kau terus-terusan bicara, makanya aku tutup mulutmu. Itu lebih baik daripada aku-" Pemuda tersebut menghentikan kalimatnya sambil menyeringai misterius.

"Kau apa?"

"Aku-ah, sudahlah. Aku juga tidak ingin melakukannya pada gadis bodoh sepertimu."

"K-kau..." Hinata geram mendengar ucapan pemuda-yang mengatakan dirinya bodoh-itu. Hei, dia pintar. Dia bahkan lulus lebih cepat ketika dulu sekolah di kerajaannya, bersama anak bangsawan lain. Dan rasanya dia jadi ingin menonjok, memukul, menendang, dan hal mengerikan lainnya kepada pemuda itu.

Tapi Hinata urungkan karena setelah menatap wajah pemuda itu dengan jelas, dia jadi sedikit terpesona.

Lihat saja mata pemuda itu, indah. Biru sewarna batu sapphire dan tajam. Turun ke hidungnya, mancung. Bibirnya, tipis dan kissable. Rahangnya tegas. Naik lagi ke rambutnya, pirang, berantakan tapi tetap terlihat keren. Menatap wajahnya lagi, ada tanda berupa tiga buah garis di kedua pipinya. Kulitnya berwarna tan. Dan lihat dadanya, bidang dan berotot. Tubuhnya juga tinggi. Wajah Hinata memanas ketika menyadari apa yang telah dilakukannya.

"Hei ... nona. Berhenti menatapku dengan pandangan begitu. Kau seperti menelanjangiku saja."

Hinata merasa wajahnya semakin panas, antara malu dan kesal. "A-aku tidak memandangmu."

"Tidak masalah jika kau memang memandangku. Semua wanita yang melihatku juga selalu begitu."

Pemuda ini semakin menyebalkan.

"Ngomong-ngomong, siapa namamu?"

"Akan lebih sopan jika kau memperkenalkan diri terlebih dahulu."

Pemuda itu memutar matanya bosan. Gadis di depannya ini benar-benar cerewet. "Aku Naruto. Kau siapa?"

"Hinata."

Mengabaikan sifat tidak bersahabat dari Hinata, Naruto mengulurkan tangannya. "Salam kenal, Hinata. Senang bertemu denganmu."

Mau tak mau Hinata menerima uluran tangan Naruto. Bagaimana pun juga dia berhutangbudi pada pemuda itu. "Kenapa kau bisa ada di sini, Naruto?"

"Aku kebetulan lewat, dan kemudian melihat seorang gadis manis yang sedang dalam kesulitan. Jadi aku menolongnya." Naruto menyeringai ketika melihat Hinata blushing.

Mengabaikan rasa gugupnya, Hinata bertanya. "A-apa kau juga salah satu dari bajak laut itu?"

"Well ... Aku juga bajak laut, tetapi aku berbeda dari mereka."

"Semua bajak laut sama saja."

"Hei, aku berbeda. Tidak ada bajak laut setampan aku."

Ugh! Hinata menyesal karena sempat terpesona pada pemuda pirang ini.

"Lagian tidak mungkin aku mempunyai kawanan bodoh seperti mereka." Lanjutnya.

Hinata memutar matanya. "Terserah kau saja. Sekarang aku ingin keluar dari sini."

Hinata hendak berjalan keluar, tetapi sebuah tangan besar menahannya. "Sabar dulu, nona. Di luar sana masih ada mereka yang mengincar Kyuubi juga dirimu yang telah mendapatkan Kyuubi. Sebaiknya kau ikut aku karena aku tidak akan menyakitimu. Aku juga akan menolongmu. Ya ... dengan kata lain kita bekerja sama. Tapi jika kau ingin mengantarkan nyawa, ya silahkan saja."

Oh, iya. Dia hampir melupakan Kyuubi yang kini tidur di pelukannya. Pantas saja rubah itu diam-diam saja dari tadi.

"Hah ... Aku tidak peduli." Hinata mengabaikan Naruto dan langsung berjalan pergi meninggalkannya. Baru keluar dari gang, dia terkejut karena bajak laut itu masih di sana.

"Huwa, Naruto ... tolong aku."

Naruto menyeringai. Dasar gadis keras kepala, pikirnya. Dia pun pergi menyusul Hinata. "Saatnya beraksi."

.

.

"Ayolah, nona manis. Kami tidak akan menyakitimu."

"Iya ... Kami hanya ingin kau dan Kyuubi ikut bersama kami."

Hinata melangkah mundur. Dia tidak ingin ikut bersama bajak laut jahat itu. Lebih baik dia memilih pergi dengan Naruto. Sekarang dia menyesal kenapa menolak penawaran pemuda-yang sempat dianggapnya-tampan itu. "Tidak akan pernah."

"Berani juga kau, dasar gadis sombong." Bajak laut tersebut mulai marah. Mereka maju untuk menyerang Hinata.

Hinata hanya menutup matanya ketakutan. Tapi beberapa lama dia menunggu, dia tidak merasakan apa pun. Dia kemudian membuka matanya pelan-pelan. Dan yang dia lihat adalah, pemuda dengan rambut pirang cerah berdiri di depan, melindunginya. "Naruto?"

"Minggir kau, Naruto."

"Sabar tuan-tuan. Jangan terlalu kasar pada seorang gadis."

"Jangan ikut campur. Kyuubi dan gadis itu milik kami. Atau jangan-jangan kau juga menginginkannya?"

"Heh ... Itu sudah pasti 'kan?"

"Kau akan menyesal karena telah berurusan dengan kami."

Naruto tersenyum meremehkan. "Kalian yang akan menyesal."

"Dasar bocah sialan. Terima ini!" Bajak laut itu pun langsung menyerang Naruto tapi dengan mudahnya Naruto menghindar. Mereka tidak menyerah, mereka terus menyerang Naruto secara bersamaan. Hebatnya, Naruto berhasil menghadang dan berbalik menyerang mereka. Hinata yang melihat dari belakang hanya menatap takut, juga kagum.

"Di-dia kuat."

Hanya dalam waktu lima menit, mereka semua sudah tekapar tak berdaya dan merintih kesakitan.

"Perlu seratus tahun lagi untuk kalian agar bisa mengalahkanku." Naruto pun langsung menghampiri Hinata, menarik tangannya dan membawanya ke dermaga dimana kapalnya berlabuh. Hinata sempat protes, tapi kemudian menyerah ketika itu sia-sia.

Sesampainya di dermaga, Naruto langsung disambut hangat oleh awak kapalnya.

"Wah ... kapten Naruto sudah pulang."

"Kapten mendapatkan Kyuubi, ya?"

"Wow ... Siapa gadis manis yang bersama kapten?"

Naruto menyengir. Tidak ada lagi seringai menyebalkan itu, yang ada hanya senyum ceria dan hangat. Satu sisi Naruto yang baru Hinata tahu jika dia bersama awak kapalnya.

"Iruka-san, siapkan kapal. Kita akan segera berangkat mencari harta karun." Perintah Naruto.

Dengan segera dilaksanakan Iruka dan disertai sorakan semangat para awak kapal.

Naruto memandang Hinata yang berdiri di sebelahnya. "Mereka semua baik, kau tak perlu takut."

"Aku tahu."

"Hei, kau bahkan mencurigaiku waktu pertama kali kita bertemu. Kenapa dengan mereka tidak? Ini sama sekali tidak adil."

"Tampangmu itu seperti tampang penjahat, Naruto."

"Ugh, sudahlah. Tidak ada gunanya aku berdebat denganmu. Dan sekarang, kita akan berpetualang mencari harta karun."

Naruto terlihat bersemangat. Entah mengapa kali ini Hinata tidak bisa menolak. Mungkin pandangannya terhadap Naruto sudah sedikit berubah. Lagipula dia juga ingin kabur dari istana. Apa salahnya jika dia pergi untuk menenangkan diri. "Iya."

Sepertinya ini juga akan menyenangkan.

~Beberapa menit kemudian~

"Huweee..."

"Hinata ... kau mabuk laut, ya?"

Ralat. Ini akan merepotkan.

-TBC-

Balasan Review :

ZephyrAmfoter: hehe.. saya pikir juga lucu. Bayangin aja seekor rubah muncul dari telur. Ahah.. sejak kapan rubah bertelur? Betul juga sih, Hinata repot nih. Sebenarnya kyuubi mengikuti siapapun yang pertama dilihatnya, kira-kira seperti serangga yang dicari team 8 dan naruto dulu. Jadi biar bajak laut mengambil kyuubi pun, mereka ga akan bisa menggunakannya. Yups, naruto bajak laut. Makasih ya Zephyr-san selalu meripiu fict saya. Ditunggu lagi ripiunya. :D

Tori Piya males LoGin: haaa.. itu diaaa. Hehe. Makasih udah mau beri tau saya judulnya dan makasih udah ripiu..^^

Ans Micky Namikaze: hehe. Makasih udah fave fict saya.^^ ni dah updet. Ripiu lagi ya :D

Zoroute: makasih ^^. Dah apdet nih.

Indi: hehe makasih. Saya akan berusaha untuk mengurangi kesalahannya. Ni lanjutannya.^^

Mijami: nggak kok. Kyuubinya bukan naruto.^^ makasih dah ripiu..

KATROK: ni dah apdet :D

Yume Shinkou: hehe makasih dah ripiu dan fave. Ripiu lagi ya :D

Matsumoto Rika: makasih..makasih.. dah apdet nih.

06 Februari 2011

Love shower,

Maru