Disclaimer: Naruto belongs to Masashi Kishimoto

Jolly Roger Fantasy belongs to Iisaka Yukako

Rate: T

Genre: Romance/ Adventure

Main Pairing: Naruto x Hinata

Warning: OOC, OOC dan OOC, Typo, AU, alur cepat, EYD berantakan, minim deskripsi, perubahan latar tempat yang begitu cepat, cerita tidak berbeda jauh dengan komik aslinya.

Sebelum membaca cerita, perhatikan WARNING terlebih dahulu!

Saya tidak mengambil keuntungan apa pun dari cerita ini. Jika ada kesamaan ide, saya tidak tahu apa-apa.

Btw, apakah ff yang terinspirasi dari sebuah komik termasuk plagiat? Karena saya tidak meminta ijin kepada mangakanya terlebih dahulu. ._.a

DON'T LIKE DON'T READ!

.

.

.

Princess and Pirate

...

Sebelumnya:

"Iruka-san, siapkan kapal. Kita akan segera berangkat mencari harta karun." Perintah Naruto.

Dengan segera dilaksanakan Iruka dan disertai sorakan semangat para awak kapal.

Naruto memandang Hinata yang berdiri di sebelahnya. "Mereka semua baik, kau tak perlu takut."

"Aku tahu."

"Hei, kau bahkan mencurigaiku waktu pertama kali kita bertemu. Kenapa dengan mereka tidak? Ini sama sekali tidak adil."

"Tampangmu itu seperti tampang penjahat, Naruto."

"Ugh, sudahlah. Tidak ada gunanya aku berdebat denganmu. Dan sekarang, kita akan berpetualang mencari harta karun."

Naruto terlihat bersemangat. Entah mengapa kali ini Hinata tidak bisa menolak. Mungkin pandangannya terhadap Naruto sudah sedikit berubah. Lagipula dia juga ingin kabur dari istana. Apa salahnya jika dia pergi untuk menenangkan diri. "Iya."

Sepertinya ini juga akan menyenangkan.

~Beberapa menit kemudian~

"Huweee..."

"Hinata ... kau mabuk laut, ya?"

Ralat. Ini akan merepotkan.

.

.

.

CHAPTER 2

"Mmmh..." Gadis itu mulai mengerjapkan matanya. Sesekali dia menguap kemudian merentangkan kedua tangannya ke kanan dan kiri untuk meregangkan otot-ototnya yang kaku sehabis tidur. Setelah kesadarannya benar-benar pulih, dia dengan seksama memperhatikan sekitar tempatnya. Ini tidak seperti kamarnya. Dinding tempatnya sekarang berada terbuat dari kayu, lantainya juga. Sedangkan kamarnya kebanyakan dari beton atau keramik.
Hinata kembali mengingat kejadian yang baru saja dialaminya sampai akhirnya dia baru sadar kalau sekarang berada di kapal bajak laut. "Ternyata bukan mimpi."

Hinata melihat Kyuubi yang juga baru bangun disampingnya. Setelah itu, Hinata bersama Kyuubi digendongannya langsung menuju pintu dan keluar untuk melihat keadaan diluar sana. Rupanya para awak kapal sudah bangun dan sedang sibuk bekerja.

"Kau sudah bangun, Hinata?" suara bariton itu mengagetkan Hinata dan membuatnya menoleh ke samping, melihat siapa pemilik suara tersebut.

"Oh kau, Naruto."

"Jika kau ingin sarapan, kau bisa pergi ke dapur sebelah sana. Kau bisa memintanya pada Teuchi-jisan."

Hinata melihat arah yang disebut Naruto tadi kemudian segera pergi ke sana dengan mengucapkan terima kasih sebelumnya.

Selama sarapan, Teuchi-jisan banyak menceritakan tentang Naruto, awak kapal juga tentang perjalanan mereka selama ini. Dan Teuchi-jisan juga menceritakan kenapa para bajak laut mengincar Kyuubi.

Katanya, Kyuubi adalah petunjuk untuk menemukan dimana harta karun berada. Dia bisa merasakan keberadaan harta karun hanya dengan instingnya. Dan dia hanya akan menjadi petunjuk untuk orang yang pertama kali dilihatnya. Hinata jadi ingat pertama kali dia bertatapan dengan Kyuubi. Makanya bajak laut itu mengincarnya dan Kyuubi.

Ketika sedang asyik mendengarkan cerita Teuchi-jisan, tiba-tiba mereka merasa kapal bergoyang, disusul suara keributan di luar sana. Mereka langsung keluar untuk melihat apa yang terjadi dan betapa terkejutnya mereka ketika melihat gerombolan bajak laut yang ditemui di desa waktu itu, kini telah berada diatas kapal. Ternyata mereka mengejar Hinata dan Kyuubi sampai sini.

Teuchi-jisan langsung bergabung dengan awak lain sementara Hinata berdiri mematung di depan pintu dapur. Kyuubi dipelukan Hinata juga bergetar ketakutan.

"Hei, Naruto. Cepat serahkan gadis itu dan Kyuubi jika kau tidak ingin kapal ini hancur."

"Kalian membuatku geli. Lakukan itu jika kalian bisa."

"Dasar sombong. Mati kau!"

Dan pertarunganpun dimulai. Semua awak kapal turun tangan dalam hal ini. Suara-suara dencingan akibat beradunya mata pedang menjadi latar belakang pertarungan mereka. Naruto bisa saja mengalahkan mereka dalam sekejap. Tapi karena matanya menangkap sosok Hinata yang sedang berdiri kaku tidak jauh dari mereka, membuat Naruto jadi sedikit lengah. Ini menjadi kesempatan bagi musuh untuk menyerang Naruto. Akibatnya, lengan Naruto sedikit tergores oleh pedang musuh, tapi dengan cepat dia membalik keadaan. Setelah berhasil mengalahkan musuh tersebut, Naruto langsung mendatangi Hinata. "Apa yang kau lakukan disini? Lebih baik kau masuk kedalam."

"Tidak mau. Aku juga ingin membantu kalian."

"Tapi kau tidak akan bisa."

"Aku bisa melindungi diriku sendiri. Dan-ah ... Naruto, di belakangmu." Naruto segera menoleh kebelakang dan langsung menghunuskan pedangnya kearah lawan. Seketika orang yang ingin menyerangnya tadi terkapar tak berdaya.

"Baiklah jika kau memaksa. Apa kau bisa menggunakan pedang?"

"Eh ... aku belum pernah mencobanya."

"Ambillah." Mengabaikan Hinata yang katanya tidak pernah bermain pedang, Naruto langsung menyerahkan sebuah pedang pada Hinata. "Tapi..."

"Pakai saja. Aku akan melindungimu dari belakang."

"Ah, iya." Hinata sedikit blushing mendengar penuturan Naruto.

"Pii..."

"Iya. Kau juga boleh membantu."

Kemudian datang lagi tiga orang musuh. Naruto menangani salah satunya dan Hinata yang satunya lagi. Kyuubi juga melawan salah satu dari mereka. Selain bisa merasakan keberadaan harta karun, ternyata Kyuubijuga bisa bertarung. Kenapa tidak dari tadi saja?

Naruto dengan mudah mengalahkan lawannya, tapi tidak dengan Hinata. Dia kesulitan dalam menggerakkan pedang tersebut dan akhirnya dia sedikit terpojok. Pedang Hinata juga terlempar jauh karena serangan musuh tadi. Saat pedang lawan mengarah pada Hinata, dia hanya bisa menutup matanya.
Naruto yang melihat keadaan Hinata langsung berlari kearahnya. "Hinataaa ... awaaaas."

Jleb.

Bunyi tusukan pedang terdengar di telinga Hinata. Tapi itu bukan berasal dari tubuhnya. Tepat saat itu juga dia merasa ada seseorang yang memeluknya.
Perlahan-lahan Hinata membuka matanya. Apa yang terjadi? Dia melihat darah segar mengalir dari bahu kanan Naruto. Sedangkan musuh mereka tadi telah dikalahkan oleh Iruka-san. "Kapten Naruto! Kau tak apa-apa?"

"Ah, iya. Aku baik-baik saja." Padahal wajah Naruto jelas menahan kesakitan. Naruto tidak memperdulikan dirinya sendiri. Dia lebih mengkhawatirkan Hinata.

"Bagaimana keadaanmu, Hinata?"

"Dasar bodoh." Hinata memukul dada Naruto dengan kepalan tangannya dan kemudian memeluk Naruto diiringi isakan tangis dari bibirnya.

Hinata kesal pada dirinya sendiri. Bukannya menolong mereka, dia malah menyusahkan bahkan menyebabkan Naruto terluka. Naruto hanya membelai rambut Hinata untuk menenangkannya. Dan Kyuubi hanya berdiri di bahu kiri Naruto.

"Kapten! Semua musuh telah dilumpuhkan. Mereka semua sudah kembali ke kapalnya." Lapor Teuchi-jisan.

"Terima kasih karena kalian telah berjuang keras. Segera masuk ke dalam dan obati luka kalian."

"Kapten juga harus mengobati luka kapten."

"Iya, aku juga akan mengobati lukaku." Naruto tahu dia tak akan menang jika berdebat dengan Iruka-san. Jadi lebih baik dia menurut saja dengan apa yang dikatakan oleh orang yang telah dianggapnya ayah itu. "Baiklah! Kalau begitu kami masuk dulu."

Awak kapal langsung meninggalkan Naruto dan Hinata bertiga dengan Kyuubi. Hinata terlihat sangat lelah. Wajar saja, sepertinya dia baru pertama kali mengalami hal seperti ini.

"Hinata, ayo kita masuk. Lebih baik kau istirahat."

"Um.." Hinata mengangguk lemah. Mereka bertigapun segera masuk menyusul yang lain.

.

.

-TBC-

A/N: ini pendek. :D

Balasan review :

KOPLAK: nih dah lanjut :D

Ans Micky Namikaze: hehe. Dah apdet nih. Makasih dah ripiu

Zoroute: hehe.. benar. Jika hinata ga mau, narutonya buat kita aja. Ayo kita lomba memperebutkan naruto… *tereak gaje*

Yume Shinkou: hehe. Ga pa-pa kok manggil pake Nimar. maaf, saya ga pandai bikin pertarungan. , tapi semoga chappie ini memuaskan. ^^v

ZephyrAmfoter: um.. Naruto hanya jago bela diri dan main pedang. Dia ga pernah makan buah setan. :D Hm.. selamat membaca. Semoga chappie ini memuaskan.

Namikaze HyuuZu: ni lanjutannya. Hehe makasih dah apdet.

Matsumoto Rika: hehe.. makasih. Maaf apdetnya lama.

14 Februari 2011

Love shower,

Maru

Salam damai NHL ^^v