Disclaimer : Tite Kubo

Rate : T

Genre : Family & Drama

Ini Fic ke-2 aku di Fandom ini, jadi kalo misalkan ceritanya abal sama gajelas maklumin aja ya ^^

Jadi kalo gak suka mohon banget langsung aja DIBACK secepat-cepatnya, dari pada nanti matanya rusak :B

Warning : Typo bertebaran dimana-mana, OOC, Tanda Baca gak Sesuai, EYD yg berantakan, DLL.

Rukia P.O.V

Berjalan di koridor sekolah memang membuat jantungku berhenti berdetak, bagaimana tidak? Semua murid menatapku sangat lekat-lekat. Ada yang mengejek postur tubuhku yang jelek ini, dan ada yang juga mengejek tampilanku ini.

'Baka! Kenapa aku mempedulikan pembicaraan mereka?' batinku berbicara seperti itu, aku hanya bisa mengejek diriku sendiri dalam hati.

Tapi apa peduli? Yang menting aku sekarang harus bergegas member buku-buku ini ke perpustakaan, lalu keruang piket untuk membantu membereskan sumbangan untuk yayasan disekitar sini.

Aku pun mempercepat langkahku kea rah perpustakaan, tapi bodohnya aku malah terjatuh dan menjadi bahan tawaan para murid di sekitarku.

"Nerd, yang malang mau aku bantu?" Matsumoto seorang idola di sekolah, memang boleh ku akui dia sangat cantik, postur tubuhnya yang wow dan… Ehm! Nya sangat besar. Sedangkan aku? Dilirik saja belum tentu.

"A-ano, tidak usah Matsumoto-chan aku bisa sendiri." Dengan ragu aku mengangkat buku-buku yang telah aku susun bersama Matsumoto. Membungkukan badan untuk ucapa terima kasih lalu pergi.

Cih! Pura-pura baik rupanya dia. Sebenarnya Matsumoto itu adalah nenek sihir yang kejam, sering sekali aku dibulinya, tapi sekarang dia pura-pura baik.

Saat aku menengok kebelakang ternyata aku tahu penyebabnya Matusmoto pura-pura baik, Kurosaki Ichigo. Siapa lagi kalau bukan sang Raja sekolah. Tapi walaupun begitu aku masih memilih Kurosaki-senpai daripada Matsumoto-chan.

Ahh! Sudah, apa yang aku pikirkan? Sekarang aku hanya perlu focus untuk kembalikan buku, dan berhati-hati agar tidak jatuh lagi.

.

.

.

"A-ano, Permisi sensei. Aku ingin mengembalikan buku yang dipinjam oleh Urahara-sensei tadi." Setelah mendapat izin aku langsung menaruh buku itu ketempatnya seperti keterangan yang ada.

Karna Buku Urahara-sensei yang banyaknya super ini, aku menjadi bosan. Aku harus ngapain ya? Biar gabosen? Teriak? Mana mungkin ini perpustakaan, yaa walaupun sepi tapikan kita harus mematuhi peraturan. Nyanyi? Boleh saja.

~ Last night at the party
I was looking for somebody who I could take home
Was cool cool made a move
I was think maybe you could lose
Lose all control ~

~ Now you're all over me
One thousand degrees
And I can barely breath ~

~ She makes my jaw drop
In her low rise jeans
She makes my heart stop
Talking dirty to me
You know it don't stop
When we're under the sheets
She makes my jaw drop ~

~ She makes me jaw drop
If you know what I mea-

"Siapasangka, ternyata seorang Nerd bisa menyanyikan lagu nakal?" Mukakku memerah saat ada yang mengetahui aku bernyanyi. Saat aku memalingkan wajahku kearah rak buku, ternyata Kurosaki-senpai muncul dari celah rak-rak buku.

Sepertinya aku pingsan sekarang.

Bruk!

"Eh- Rukia? Kamu tidak apa-apa?" Suara Kurosaki-senpai menggema di telingaku tetapi lama-lama itu menghilang. Lalu aku tak tahu apa yang terjadi.

.

.

.

Aroma obat-obat telah puas memenuhi pernafasanku, aku membuka mata perlahan. Aku dimana? Seharusnya aku masih berada di Perpustakaan lalu keruang piket. Tapi kenapa aku ada di Uk-s?

"Uwahh! Ternyata Nerd kamu sudah bangun toh." Kursaki-senpai membuka pintu sambil membawa 2 botol minuman isotonic, tapi apakah Kurosaki-senpai minum sebanyak itu?

"Ini, untukmu." Aku tersentak saat melihat uluran botol dari Kurosaki-senpai. Melihatnya yang memamerkan gigi rapihnya itu, lalu mengambilnya dengan ragu.

"Aku tidak meracuni minuman itu, tenang." Seakan Kurosaki-senpai bisa membaca pikiranku, dia berkata seperti itu. Setelah member minuman, Kurosaki-sepai menarik bangku lalu duduk seperti sedang menunggangi kuda.

"A-A-Ano, Kurosaki-senpai. Aku ini t-tadi kenapa ya-a?" aku memainkan telunjuk, dengan cara memutar-mutarkannya, lalu suara tawa Kurosaki-senpai menggema di ruang uks ini.

Tapi anehnya, kurosaki senpai malah mengambil hpnya, lalu mongatak atiknya dengan random. Mungkin dia sedang membalas E-mail dari Matsumoto-chan sang fans dari segala fans-nya Kurosaki-senpai. Lalu Kurosaki-senpai tertawa lagi. Dan betapa terkejutnya aku saat Kurosaki-senpai memainkan sebuah lagu yaitu Jaw Drop – Cash Cash. Tapi bagaimana, Kurosaki-senpai tahu kalau aku suka sama lagu itu?

"Jadi kamu suka lagu ini?" aku hanya bisa menganggukan kepala dengan gugup. Lalu Kurosaki-senpai ketawa lagi, dalam hati ' apakah idiot itu tidak pegel karna tertawa terus? Baka Senpai' Oops.

"Kok, kita sama ya?" aku hanya bisa tertawa tanpa suara, tapi lama kelamaan aku mulai terbiasa dengan keadaan Kurosaki-senpai disini.

.

.

.

Setelah mengobrol banyak tentang apa saja dengan Ichigo eh maksudku Kurosaki-senpai. Tapi Kuro-Eh! Maksudku Ichigo tidak memperbolehkanku memanggilnya dengan suffix senpai lagi, dan harus memanggilnya dengan nama kecilnya.

"Kaca matamu mana?" Ichigo tiba-tiba menanyakan tentang kacamataku, lalu aku menjelaskanya soal kacamataku pecah saat aku terjatuh di tangga saat membantu Urahara-sensei membawakan soal ulangan.

"Lain kali, cobalah untuk memakai lensa kontak. Pasti itu cocok untukmu." Aku hanya dapat merasakan hangat di wajahku saat Ichigo mendekatiku.

"Tapi lensa kontak sangat mahal….." aku langsung turun dari ranjang uks lalu berlalu meninggalkan Ichigo. Tapi musibah menimpaku.

Brak!

"Ouch!" mungkin dewi Fortuna sedang iri kepadaku. Aku menabrak pintu kaca yang sudah jelas harus dibuka, ini malah kuterjang layaknya tak ada apa-apa.

"Tuhkan Cantik! Udah kubilang kamu harus pake lensa kontak. Udah sekarang kita bolos saja ya! Aku akan membantu mengubahmu Ok?" Ichigo hanya bisa memamerkan giginya lalu menarikku.

Berlari sambil digombal olehnya aku menjadi agak sedikit risih. Bagaimana tidak? Pertama aku harus menyamakan langkahku dengan ichigo dan kedua aku harus mengalami yang namanya Blushing setiap menit.

"Rukia kamu cantik dan manis mau ikut denganku berbelanja sayang?" Gombal Ichigo.

"Kamu bisa saja, dasar laki-laki hidung belang haha!" aku hanya tertawa dan berkikikan ria seperti anak ayam.

.

.

.

Berlarian sana sini, pertama menuju tempat aksesoris dan dapat, baju? Dapat, Salon?Sudah, Optik? Sepertinya belum. Dan sekarang inilah yang aku tunggu.

"Ini mahal banget Ichi! Aku tak mau!" aku menolak sebuah lensa kontak yang aku idam-idamkan selama ini, tapi bagaimana dengan martabatku? Jika murid sekolah tahu kalo aku memakai lensa konta hasil pemberian Ichigo? Mati aku.

"Aku beli 2 complete! " Pelayan optic hanya bisa menurut dan aku hanya bisa memarahi Ichigo dengan cara menggerutu tak jelas.

"Nona, sekarang pakailah lensa kontakmu ini." Pertamanya aku ragu, tapi Ichigo mengatakan 'Pakailah' lalu aku berjalan mengikuti pelayan itu ke arah cermin yang besar.

Pertama aku mencuci tangan dulu, lalu dengan hati-hati aku memakainya. Pertama-tama aku kaget karna ini sangat menyakitkan. Tapi aku teruskan saja, dari pada aku menabrak semua orang yang ada di Mall ini kan?

"Wah, Nona kau sangat manis." Lalu semua orang yang berada di dalam menatapku dengan tajam lalu menyerukanku dengan gembira. Apa-apaan ini.

"Wah…wah…wah. Sepertinya baru saja ada yang popular nona manis. Sebaiknya kita tes percobaan berhasilku kepada masyarakat sekolah.

Aku hanya tertawa lalu langsung menuju dimana aku disekolahkan, yaitu SMA Karakura.

.

.

.

Istirahat pun baru dimulai, dan aku dan Ichi berjalan masuk. Aku panic, dan sangat sangat panik! Bagaimana tidak aku disini baru beberapa jam saja sudah dapat merubah penampilanku, sungguh aku seperti demam panggung saat ini.

"Santai saja, pegangglah tanganku."

-To Be Continoued-

A/N

Nyoo;3 akhirnya cepter 2 selesai hehe, kalo gak ngerti ini gausah baca;b kalo yang semart pasti ngerti dan baca ini;b Damaiiii ^^v

Yuki; author… thor…thor jelek! Kenapa yuki gaada?

Author; yuki emang gausah di tampilin biar seru ;b yuki kan ga berguna ;b

Yuki; huaaaaa!

Ichigo ; anak gue tuh dasar author sialan! Gatsuga Tensho!

Author; *Sekarat*

Yuki; muachhh :* yuki kan oenyoe kayak balbie jadi banyak yang belain yuki blee;b

Author; 'sialan lo, lama2 gue buang juga lo baru tau rasa ;b' *Devil Laugh

nyoo;3 yang udah nge review arigatouu bangettt mwah author sayang kalian yang baca juga kok ;b {{}}

~Sana Uchiga; jangan pernah ngomongin dia lagi ya, males ntar aku kena getahnya;b *digampar Rukia* ~

~Izumi Kagawa; akhirnya jimat ku berhasill ! *jogedjoged ;b ~

-Arigatou~