Shin Sung Ah present
.
.
.
.
.
.
.
Jaejoong mengernyitkan dahinya saat melihat yeodongsaengnya masuk ke dalam kelasnya dengan membawa tumpukkan tinggi buku tebal yang pastinya sangat berat. Dan tentu saja pemiliknya choi seonsaeng.
Bruk!
Dengan kasarnya kyuhyun membanting buku-buku tebal itu di atas meja guru di depan choi seonsaeng. Oh,jangan lupa dengan tatapan sengit kyuhyun,yang dia layangankan ke guru matematika sekolah ini.
'Aigo ~ berani sekali dirimu,cho kyuhyun' lirih jaejoong dalam hati.
Suasana kelas 2-2 sangat tegang,menyaksikan adegan saling tatap-menatap antara guru namja killer dengan hagsaeng yeoja.
"Saya permisi" kyuhyun berbalik hendak pergi keluar.
"Apa aku mengatakan kau boleh pergi,cho kyuhyun? Tidak kan?"
Kyuhyun menutup matanya,kedua tangannya terkepal menahan emosi yang sudah diambang batasnya. Berbalik dan menatap sang guru.
"Ambilkan buku absen kelas 2-2 di mejaku di ruang guru" setiap kata yang terucap merupakan perintah mutlak. "sekarang"
Aneh,fikir hagsaeng-hagsaeng di dalam kelas ini. Kenapa harus kyuhyun -yang merupakan anak kelas sebelah- di perintah untuk mengambil buku absen kelas ini? Kenapa tidak donghae sang ketua kelas. Atau siapapun hagsaeng di kelas ini. Tapi,kenapa choi seonsaeng menyuruh kyuhyun?
"Saya ada pelajaran yang lebih penting daripada ini,seonsaengnim" kyuhyun pun membalas perkataannya dengan emosi.
Ups! Anak-anak murid kelas 2-2 terperangah mendengar kata-kata dari kyuhyun. 'Tak takutkah yeoja itu pada si killer choi?'
"Aku tak menerima bantahan cho kyuhyun. Cepat ambilkan buku absennya. Se-ka-rang"
"Ne,seon-saeng-nim..."
.
.
.
.
.
"Bisa jelaskan padaku? Kenapa choi seonsaeng bisa seperti padamu?"
Saat ini,jaejoong dan kyuhyun sedang menikmati makan malam di restoran hotel. Mereka duduk berhadap-hadapan di meja paling ujung di dalam restoran. Dimana meja yang jarang di lewati oleh para tamu hotel.
"Aku hanya pernah menabrak dia hingga terjatuh!
Jaejoong menatap kyuhyun menyelidik. Dia tak percaya. Masa hanya karena di tabrak bisa membuat seseorang seperti itu.. "pasti ada alasan lainnya kan? Kau tak hanya sekedar menabrak dia kan?"
"Eonni-ya,haruskah aku menceritakan semuanya?" Kyuhyun terlihat sangat tidak suka dengan perbincangan ini.
"Harus! Kau harus memberitahuku sedetailnya"
Kyuhyun menghembuskan nafas perlahan,"okey. Aku memang tidak hanya menabraknya. Tapi,,aku juga membentaknya"
"Kau membentaknya?"
"Eum. Aku,saat itu tak tahu siapa yang kutabrak. Kukira hagsaeng yang lain. Karena itu lorong kamar mandi hagsaeng"
"Ah,aku bisa menangkap intinya" ucap jaejoong "tapi,yang membuat aku bingung. Kenapa choi seonsaeng sampai mendendam seperti itu padamu. Itu kan istilahnya hanya hal kecil saja kan. Apa ada hal lainnya yang kau perbuat padanya? Lihat saja tadi,begitu sinisnya dia padamu"
"Hal lain? Kurasa tidak eonni" kyuhyun memasukkan potongan daging yang di tumis,mengunyahnya perlahan. "Hanya satu yang kufikirkan sekarang ini. Kabur dari dirinya. Kabur menghindari perintah-perintah tidak jelasnya padaku"
"Kabur? Itu bukan kamu sekali kyuna. Kabur tidak menyelesaikan masalah,kau tahu"
"Lalu aku harus berbuat apa eonni? Apa aku seperti dirinya? Membentak? Aku-membentak-guru? Gila apa aku? Aku masih punya otak untuk tidak berbuat seperti itu. Yah,meskipun dalam hati aku ingin sekali"
Jaejoong mendengus,"keman otakmu kemarin saat membentaknya?"
"Kelaut" jawab kyuhyun tak peduli. Dia mengerutkan dahinya,merasa ada yang sedang memperhatikan mereka berdua. Matanya menjelajah ke seisi restoran. Di samping kanan mereka,tepatnya tiga meja dari tempat mereka.
Duduk seorang namja tampan -menurut kyuhyun- menatap intens ke arah mereka. Kyuhyun terus saja menatap nammja itu. Tampan dan kelihatannya namja itu businessman. Dari pakaian yang dia pakai -kemeja,jas,dasi,celana bahan,sepatu pantofel yang terbuat dari kulit asli-
Kyuhyun tersadar,namja tampan itu bukan memandangi mereka. Tapi,hanya jaejoong yang di pandangi. Dia menatap namja itu dan jaejoong -yang masih asyik memakan makan malamnya. Entah sadar atau tidak dirinya yang sedang dipandangi dengan sangat intens oleh namja tampan- secara bergantian.
"Kau kenapa kyuna? Kenapa kau berhenti makan?"
"Eonni-ya,namja yang duduk sendirian di sebelah kanan kita. Dia sedang memandangimu"
Jaejoong menolehkan kepalanya. Dan melihat siapa yang dimaksud kyuhyun. Mereka saling pandang,hanya beberapa detik saja. Karena jaejoong langsung melengos malas saat tahu siapa orang itu.
Kyuhyun yang memperhatikan mimik wajah jaejoong yang berubah malas langsung bertanya,"kau kenal namja iitu eonnie?"
"Anni,aku tak mengenal namja itu sama sekali"
Kau berbohong eonni! Kenapa kau berwajah demikian,kalau kau tak mengenal namja itu. Kau menutupi sesuatu padaku ya? Ih,jahat!"
"Akuk tak kenal dia kyuna! Jinjja! Aku sama sekali tak berbohong padamu" jaejoong meneruskan "tapi,beberapa hari ini dia selalu saja ada di sekitar hotel ini. Dan kau tahu kyuna,yang membuat aku takut,ahjussi itu selalu menatapku dengan pandang seperti itu. Pandangan mesum. Aigo~ aku sampai merinding" jaejoong mengusap-usap lengannya seperti orang kedinginnan.
"Pandangan mesum?"
"Iya,coba kau perhatikan. Ahjussi itu seperti ingin memakanku"
"Kenapa kau memanggil namja itu dengan ahjussi eonni? Dia terlihat tak setua itu untuk di panggil ahjussi"
"Kyuna! matamu rabun eoh? Lihat tampangnya tampangnya itu,kuperkirakan usianya sudah menginjak 40 tahun"
"Ne? 40 tahun? eonni! namja itu tak setua yang kau bilang"
"Memangnya menurutmu berapa usia dia?"
"Eum? 30 tahun"
"Ah,sama saja itu. Ayo,kita kembali ke kamar. aku takut lama-lama berada di sini. apalagi dengan dipandangi oleh ahjussi mesum itu" jaejoong menarik tangan kyuhyun.
Mereka berdua berjalan keluar restoran menuju lift karyawan.
"Eonni,dia masih memandangi"bisik kyuhyun saat berada di depan lift,menunggu pintu lift terbuaka.
Ting! pintu lift terbuka.
Jaejoong kembali menarik kyuhyun masuk,dan menutup pintu lift buru-buru. "Geumanhe! jangan membahas ahjussi mesum itu lagi kyuna"
"Kenapa kau terus saja mengatai dia ahjussi mesum eonni?"
"Wajahnya memang mesum kyuna!"
"Mana ada seorang businessman mesum?"
"Justru karena dia businessman,dia bisa menjadi mesum"
"Mana ada yang seperti itu!"
"Ada,menurutku"
"Eonni aneh"
"Diamlah kyuna"
Kyuhyun langsung menutup mulutnya rapat-rapat.
.
.
.
.
.
"Mana cho kyuhyun?" choi seonsaeng masuk ke kelas 2-1 saat waktunya istirahat pertama dan bertanya pada murid yang ada di dalam kelas -shim changmin-
Changmin yang sedang duduk menjawab,"saya tidak tahu sam. begitu bel istirahat berdering kyuhyun langsung pergi keluar"
"Benarkah?" Choi siwon menatap changmin dengan pandangan sangat menusuk. Seakan-akan sedang menelanjangi namja tinggi pecinta makan itu hanya dengan tatapannya.
Changmin menelan ludah. Gugup-takut mendominasi namja ini sekarang.
Brak! choi siwon menendang meja yang berada di belakang changmin dengan kuat.
Aura kelas langsung mencekam. Tak ada yang berani bersuara bahkan ada yang menahan nafas saking takutnya.
"Keluar,cho kyuhyun"
Hening.
Beberapa detik kemudian,kyuhyun keluar dari kolong meja yang tadi di tendang oleh choi siwon.
"Ikut aku"
.
.
.
.
.
.
.
TBC
.
.
Chapter 2 datang~~~
.
.
Seperti yang di jelaskan,kenapa siwon sepertinya sinis sekali dengan kyuhyun. Tapi ada satu hal lagi,kenapa siwon sampai seperti itu. Dan jawabannya di tunggu di chapter-chapter depan ya. Entah kenapa aku suka banget ngebuat karakter choi siwon seperti itu dengan kata-kata yang sinis dan terlihat sangat judes apalagi di depan kyuhyun.
Dan untuk pertanyaan kenapa kyuhyun dan jaejoong tinggal di hotel,,eum? Di tunggu saja jawabannya di chapter-chapter depan :D
Oh,yunho sudah masuk di chapter ini. Itu,namja yang di panggil jaejoong 'ahjussi mesum' hahahaha
.
.
.
Makasih yang udah riview ~ dee - lea - meotmeot - Kayla Wonkyu - Minhyun1318 - ermagyu - rikha-chan - evilkyu - ratna sparkyu - istrinya sooma - js-ie - shin min young ~
:D
Maaf aku nggak bisa membalas riview kalian satu-satu :(
Jangan bosen untuk tetap mengriview ya,, itu sangat berarti untukku
Sebagai penyemangatku untuk melanjutkan ff abal ini :D
