Shin Sung Ah present

.

.

.

.

.


.

.

.

Pagi hari yang cerah,sepertinya mood jae eonni sedang tidak baik. Dia mengatakan malas untuk membuat sarapan. Jadi kami berdua sudah duduk manis di salah satu meja di restoran hotel. Pagi ini aku ingin memakan sesuatu yang manis,jadi aku memesan pancake dengan madu serta susu cokelat. Sedangkan jae eonni memesan sandwich daging asap dengan teh melati. Kami makan dengan tenang dan damai.

Ketenangan dan kedamaian yang kami berdua rasakan hanya sebentar. Karena kedatangan Jung yunho. Yang datang menghampiri kami dengan senyumnya yang menawan. Dengan pakaian kerjanya -kemeja putih,jas coklat,celana coklat,pantofel putih- membuatnya tampak berkilau.

Kulirik jae eonni yang melengoskan pandangan ke arah sandwichnya.

"Hai!"

"Hai yunho-ssi!" Balasku yang mendapat lirikkan tak percaya dari jae eonni.

Yunho memandang jae eonni dan masih mempertahankan senyum menawannya. "Boleh aku bergabung dengan kalian?"

Jae eonni menggelengkan kepala dengan samar,tapi masih bisa ku tangkap.

"Wuah,sayang sekali. Untuk kali ini tidak"

Yunho sepertinya kecewa,tersirat dari wajahnya. "Gwencana,tapi lain kali aku bisa bergabung dengan kalian kan?"

"Yah,lain kali"

Yunho duduk di meja sebelah.

Aku kembali memakan pancake dan dari sudut mataku,yunho sedang memesan sarapan pada waiter tapi pandangannya tak pernah lepas dari jae eonni. Begitu sweet. Sedangkan jae eonni,aku merasa dia tahu dipandangi dengan intens oleh yunho,dan dia pura-pura tak tahu dan tak peduli.

"Kyuna,kalau kau sudah selesai makan. Ayo kita segera berangkat"

Aku mengangguk.

Kami berdua pergi,sebelum yunho sempat membuka mulut untuk berbicara. Kekeke~ sepertinya,kau harus berjuang dengan extra untuk menahlukkan uri eonni,jung yunho-ssi.

Kami berjalan ke halte menunggu bus.

"Sejak kapan kau dekat dengan namja tadi kyuna?"

Aku mengangkat alis dan mataku melebar memandang jae eonni. Oh~ jae eonni yang memulai pertanyaan tentang yunho. Menarik sekali kedua orang ini. Pasti diam-diam jae eonni juga suka lagi dengan yunho. Wuah,aku jadi penasaran.

Bus jurusan ke sekolah kami datang. Aku dan jae eonni masuk dan duduk di bangku bersebelahan.

"Kyuna,kau tak menjawab pertanyaanku"

"Eonni penasaran?" Tanyaku. Aku ingin tahu responnya. Kalau dia menjawab 'iya' berarti jung yunho itu tak bertepuk sebelah tangan.

"Tidak"

"Ya sudah"

Tak lama bus berhenti di halte depan sekolah,kami turun dan mulai berjalan memasuki sekolah. Banyak hagsaeng yang juga baru datang.

"Eonni,kau benar-benar tak penasaran dengan namja itu?"

Jae eonni mendelik menatapku,"memangnya aku terlihat penasaran dengan dia?"

Aku mengerutkan dahiku,saat di bus dia terlihat penasaran. Tapi,kenapa sekarang terlihat biasa saja dan terkesan acuh? Sebenarnya jae eonni itu memiliki perasaan sedikit tidak ya ke yunho?

"Namanya jung yunho,eonni?"

"Kenapa kau memberi tahuku?"

"Jung eonni,JUNG" aku menekan kata terakhirku.

"Okey,marga dia jung,lalu kenapa dengan marga jung kyuna?"

"Eonni tahu merk snack yang sering kita makan kan?"

"Apa hubungan dengan snack yang kita makan dengan marga jung?"

"Keluarganya yunho-ssi,keluarga jung itu yang memiliki perusahaan snack yang sering kita makan eonni"

Jae eonni menganggukkan kepala,"memangnya kenapa kalau keluarganya dia pemilik perusahaan itu?"

Aku menatap jae eonni tak percaya. Mulut ku saja sampai terbuka "eonni,kalau keluarganya dia pemilik perusahaan besar itu berarti dia adalah orang kaya. Orang kaya eonni"

"Kyuna,aku tidak mengerti dengan ucapanmu. Aku tahu,perusahaan itu besar dan pastinya dia orang kaya. Lalu memangnya kenapa?"

Oh,tuhan aku frustasi. "Memangnya kenapa? Tentu saja,kalau aku menjadi dirimu eonni. Aku di dekati namja tampan dan kaya seperti jung yunho itu,aku akan senang sekali. Aku tidak akan menolak..."

Bruk! Kepalaku di pukul dengan benda keras.

"Aish!"aku mengusap-usap kepalaku,sungguh ini sakit. Siapa yang berani memukulku sih? "Yak!" Aku berbalik dan siap untuk mengomel. Mulutku sudah terbuka,saat melihat siapa pelakunya,mulutku otomatis tertutup. Bisa tidak sih,satu hari saja aku tak melihatnya?

Pelaku yang memukul kepalaku adalah guru sinis itu. Dia memandang angkuh padaku dan matanya seakan-akan berbicara 'kau berani denganku?'

Tentu saja aku berani,kalau saja kau bukan guruku.

"Pagi seonsaengnim" sapaku dan jae eonni

"Suaramu tidak enak di dengar,seperti kaleng rombeng yang di tendang di pasar kau tahu"

Ish,suara merdu begini di bilang kaleng rombeng. Kuping dia bermasalah apa? Aku melihat buku tebal yang di bawa oleh tangan kanannya. Jangan bilang dia memukulku dengan buku itu? Pasti. Kalau tidak dengan apa lagi?

"Ulurkan kedua tanganmu"

"Ne?"

"Sekarang cho kyuhyun"

Buat apa sih? Aku mengulurkan kedua tanganku ke depan.

Guru sinis ini meletakkan buku tebalnya di tangan kananku dan tas kulit hitamnya di gantungkan di tangan kiriku. Aku menatap ke dua tanganku yang sudah berisi benda-benda berat.

"Bawakan ke ruanganku. Ayo,jalan!"

Aku menghela nafas. Pagi-pagi aku sudah sial.

.

.

.

.

.

"Hoi! Pagi kyuni"sapa hyukie.

Aku hanya melirik sahabatku ini dengan pandangan malas.

"Oh,kau tadi habis dari ruangan choi seonsaeng ya?"

Aku langsung menatap hyukie,"bagaimana kau tahu?"

"Ah,aku mendengar dari para hagsaeng. Kau tahu,kau sudah menjadi trending topic beberapa hari ini. Yah,kau dan choi seonsaeng"

"Ne? Aku dan choi seonsaeng? Apa tak salah hyukie?"

Hyukie menggelengkan kepala,"aku juga tak mengerti. Para hagsaeng terutama para sunbei mengatakan ada kejanggalan-kejanggalan antara kalian berdua. Mereka bilang kalian tampak seperti sepasang kekasih"

"Yak! Dari mana datangnya gosip itu eoh? Aku dan guru itu sepasang kekasih? Mana ada seorang namja yang memperlakukan kekasihnya bagai pesuruh? Katakan padaku. Ada tidak!" teriakku membuat semua temanku pada memandangiku dengan heran.

"kyunie,bukan aku yang membuat gosip itu. Aku hanya mendengarnya"

"hyukie,lain kali kau jangan mendengar gosip murahan seperti itu"

"okey,tapi kau jangan marah padaku"

"aku tak marah padamu hyukie. Aku marah dengan gosip itu. Dari mana asalnya gosip itu bisa terbuat?"

"mungkin karena kau selama ini tak pernah terlihat dekat atau memiliki kekasih kyunie. Kau kan selalu menolak namja-namja yang menyatakan cinta padamu. Dan mungkin para hagsaeng yang melihat kedekatanmu dengan choi seonsaeng menjadikannya awal mula gosip itu"

"apa menurutmu aku harus mencari seorang kekasih? Agar gosip tentang aku dan dan choi seonsaeng hilang?"

"untuk apa kau mencari seorang kekasih? Banyak yang mengantri untuk mendapatkanmu. Kau tinggal pilih saja,mana yang mau kau pacari"

Aku berfikir,siapa namja-namja yang menyukaiku. Oh,itu banyak sekali. Tapi,aku harus memilih satu orang saja. Yah,untuk menutupi gosip yang tidak benar itu. Aku dan choi seonsaeng sepasang kekasih? Oh itu tak mungkin sekali. Ada juga dia bos dan aku pesuruhnya. "bagaimana dengan lee donghae?"

"yak! Kau mau kuhajar apa! Dia sudah menjadi kekasihku" seru hyukie kesal.

Aku lupa,"mianhae. Aku lupa. Lagian,tinggi badannya donghae kurang. Aku harus mencari namja yang tinggi"

"kau menghina kekasihku?"

"ini fakta hyukie"

"dasar kau evil kurang ajar. Kau dengan shim changmin saja"

"changmin? Ah,dia sangat tinggi. Tapi,aku tak mau dengan namja yang lebih cinta makan dari pada yeoja. Lagian dia sahabat kita kan"

Aku masih memikirkan siapa namja yang akan kujadikan kekasih. Meskipun bel masuk telah berdering,aku masih saja berfikir. Tak fokus dengan semua pelajaran. Aku hampir mengenal semua hagsaeng namja di sekolah ini,mulai dari kelas 1-kelas 3. Tapi,tak ada satu pun dari mereka membuatku tertarik.

.

.

.

.

.

Aku baru keluar dari lift menuju ke restoran. Ini sudah waktunya makan siang,aku tadi sudah mengajak jae eonni untuk makan siang bersama. Tapi,dirinya menolak. Lebih memilih untuk tidur siang ketimbang makan. Yah,aku tahu ini hari sabtu. Waktunya pelajar seperti kami untuk beristirahat. Dengan pakaian rumahku -sweter putih lengan panjang,celana pendek seatas dengkul,sandal jepit- dengan rambut ku buat cepol dengan poni yang menjuntai di dahi. Aku mulai memasuki restoran yang penuh dengan para tamu.

Mungkin karena ini weekend dan ini waktunya makan siang. Mataku berkeliling mencari tempat kosong. Sepertinya tak ada. Mungkin di luar -di balkon- masih ada sisa bangku untukku. Saat aku baru melangkah menuju ke arah pintu yang menghubungkan dengan balkon,ada yang memanggilku.

"kyuhyun-ah!"

Aku mencari suara yang memanggilku,ternyata jung yunho. Dia tengah duduk sendirian di salah satu meja yang terletak di tengah restoran. Dia melambaikan tangannya untuk membuatku menghampiri dirinya.

"hei,akhirnya kau menampakkan dirimu! Aku sudah kemari 2x dengan ini,tapi tak melihat kau ataupun saudaramu. Kau tidak sarapan?" serunya saat aku sudah berada di depan mejanya.

"wuah,secepat ini kah kau akrab dengan orang lain? Ini baru ketiga kalinya kita berbincang" aku menduduki bangku di depan yunho.

"wae? Ada yang salah dengan itu? Tak apa kan kalau aku akrab dengan dengan calon iparku sendiri"

"ne? Aku tak salah dengarkan? Kau tadi mengatakan calon ipar? Nugu? Na?" jari telunjuk tangan kananku menunjuk ke dadaku sendiri.

"iya,kupingmu tak bermasalah kok. Memang kau calon iparku. Kalau aku menikah dengan jaejoong,kau pastinya akan jadi iparku kan? Memangnya jaejoong punya saudara selain kamu,kyuhyun-ah?"

"Terserah padamu. Kau sudah pesan makan siang?"

"belum,aku menunggumu"

"menungguku atau menunggu jae eonni?" aku memperhatikan sekitar. Semua waiter ataupun waitres sedang sibuk. Bahkan sampai managernya ikut membantu. "sepertinya mereka sibuk. Kau mau pesan apa yunho-ssi?"

"oppa. Panggil aku oppa,yunho oppa"

Aku menggerakkan kepalaku dengan perlahan untuk menatapnya,"bermimpi sana. Cepat katakan kau ingin pesan apa? Nanti akan aku pesankan langsung ke dapurnya"

"ckk,samakan denganmu saja"

"okey" aku berjalan ke dapur.

"nona kyuhyun,ada yang bisa kami bantu?"

"ne,aku dan temanku pesan ingin makan paket siang ahjussi. Bisa kau buatkan 2 porsi?"

"ne tentu saja"

"meja 25 ya ahjussi"

"ne,nona"

Aku langsung ke bar yang berada tak jauh dari dapur. Bar yang terlihat oleh pengunjung restoran. Aku meracik jus orange 2 gelas.

"oh,nona kyuhyun. Kau jangan membuatnya sendiri" seru bartender.

"gwencana,aku tahu kalian sibuk" aku menuangkan ke dalam gelas. Dan membawanya ke luar ke meja yang tadi aku tempati.

"gumawo!"

Aku hanya menganggukkan kepalaku.

"jadi,bisakan kau menceritakkan segalanya tentang saudaramu itu"

Aku berfikir,"aku akan memberitahukan segalanya tentang uri eonni,setelah kau memberitahukan segalanya tentangmu. Deal?"

"okey,deal!"

Makan siangnya datang. Kami mulai memakan makanan.

"ceritakan tentang dirimu"

"aku anak tunggal. Dan tinggal di daerah myeondong,itu rumah ku sendiri hasil kerja kerasku bekerja. Orang tuaku berada di jepang. Dan,kyuhyun-ah. Apa kau mengenal namja itu? Di dari tadi melihat kemari"

"yang mana?"

"sebelah kiri kita,yang duduk di pojok dengan seorang yeoja"

Aku menengokkan kepala,untuk melihat siapa namja yang dikira yunho. Wuah! Dunia kenapa begitu sempit eoh? meskipun hari ini libur sekolah,kenapa juga aku harus bertemu dengan dirinya? Yah,dia adalah guru sinis itu. Choi siwon. Dan siapa yeoja di sebelahnya? Kekasihnya kah? Hebat sekali yeoja itu,bisa tahan dengn perilaku guru sinis. Itu patut di ancungi jempol.

"kau kenal?" tanya yunho.

Aku kembali memakan makananku. Dan menganggukkan kepala,"yeah,kenal"

"nugu? Kekasihmu kah? Kekasihmu sedang selingkuh ya?"

"kekasih? Aniya! Dia guruku di sekolah"

"geure? Masih muda sekali. Tapi kenapa dia menatapmu seperti itu? Itu bukan tatapan seorang guru pada muridnya"

"sok tahu!"

"yak! Aku kemana-mana lebih tua di bandingmu!"

"arraso ahjussi"

"tapi tak setua itu"

Aku tertawa. "kau membuatku bingung. Kau bilang kau lebih tua kemana-mana tapi kenapa kau tak mau kupanggil ahjussi?"

"sudah. Lupakan. Ceritakan tentang jaejoong"

"aku dan jae eonni hanya kami di keluarga,tak ada adik ataupun kakak. Dan kau sudah tahu,kami berdua tinggal di sini. Orang tua kami tinggal di german,berlin"

"aku single. Tidak punya kekasih dan belum pernah menikah sama sekali"

"pentingkah itu?"

"tentu saja itu penting! Banyak namja yang sudah menikah akan berbohong kalau dirinya single di depan yeoja cantik"

Aku menganggukkan kepalaku. "kau benar. Tapi,kau memang single kan? Tak sedang berbohongkan?"

"haish! Tentu saja! Lihat mataku,apa aku berbohong atau tidak"

"okey,okey. Aku percaya"

"lalu jaejoong masih single kah?"

"jae eonni,masih free setahuku. Kalaupun dia mempunyai kekasih,tentu saja aku orang yang pertama kali di beri tahu kan olehnya"

"kau mau membantuku untuk mendapatkan hati jaejoong kan adik ipar?"

"ne,ahjussi"

"yak!"

.

.

.

.

.

"pagi,ladies!" sapa yunho saat aku dan jae eonni melewati resepsionis. "bagaimana kalau pagi ini,aku mengantar kalian pergi ke sekolah? Eotte? Ide yang bagus kan? Kalian tak usah susah payah naik bus,tinggal duduk manis di dalam mobilku"

Aku harus menahan tawaku dan menyamarkannya menjadi batuk tak wajar. Ini kah gaya seorang ahjussi untuk merayu seorang gadis? Kyeopta~

"shi..."

"tawaran yang bagus. Aku cukup lelah pagi ini. Kita naik mobil yunho-ssi saja ya,eonni" aku memberikan puppy eyes pada je eonni.

Jae eonni yang tadinya ingin menolak,langsung menyerah saat melihat puppy eyesku. Kekeke~

"kajja!"

Kami menaikki mobil yunho yang mewah. Aku langsung buru-buru duduk di belakang,"eonni kau duduk di depan. Kau tahu kan kalau aku duduk di depan,nanti aku mabuk kendaraan"

"aku tak mau duduk di depan kyuna"

"ey,masa kau memperlakukan yunho-ssi sebagai tukang taxi? Duduk depan eonni. Tak sopan lho. Nanti kalau eomma tahu,kau akan di marahinya" aku menakut-nakuti.

"arraso" jae eonni pasrah.

Yunho memberikan senyum terima kasih padaku,aku hanya membalasnya dengan cengiran lebarku.

Entah karena yunho menyetir dengan aman atau karena tak ingin buru-buru sampai. Perjalanan dari hotel ke sekolah menjadi lebih lambat 15 menit. Kurasa asumsiku yang kedua. Dia tak ingin buru-buru sampai karena ingin menikmati moment duduk berdampingan dengan jae eonni. Oh,sweet~

Begitu sampai di depan gerbang sekolah. Jae eonni langsung melepas sealbelt,dan turun. Tanpa mengucapkan sepatah katapun terhadap yunho. Dan yunho kecewa.

Aku turun,begitupun yunho ikut turun. Aku tersenyum,"gumawo"

"perlu aku jemput?"

"kalau kau memang ingin menjemput,jemput saja. Terima kasih tebengannya" aku masuk ke dalam sekolah.

.

.

Pelajaran kelima dan keenam adalah matematika. Yah,kau tahu siapa guru yang mengajarnya kan? Guru sinis itu. Entah apalagi yang akan di perbuat padaku. Aku berdoa semoga hari ini berlalu dengan cepat tanpa harus di sinisin oleh nya. Amin~

Doaku terkabul. Yeah~ guru sinis itu tak berbuat reseh sama sekali selama jam pelajarannya. Choi seonsaeng hanya kebanyakan diam dan tak banyak omongan seperti dulu saat pertama kali mengajar di kelasku. Choi seonsaeng hanya menatap ku selama beberapa detik beberapa kali. Sedikit aneh,tapi lumayan lah. Hari ini aku cukup senang dengn sikap anehnya itu. Semoga saja sikap anehnya itu datang setiap hari. Aku kan jadi tenang dan damai.

Bel istirahat datang. Teman-temanku merapikan meja mereka.

"sekian untuk hari ini. Cho kyuhyun,ikut aku"

Bahuku langsung terkulai lemas. Kenapa doaku tak pernah terkabul tuhan? Sebegitu menyebalkannya kah diriku tuhan? Ratapku. Aku langsung berdiri,berjalan dengan malas ke luar. Mengikuti choi seonsaeng berjalan.

Di lorong lantai dua,tempat para angkatanku anak kelas 2. Mereka semua -ya benar- mereka semua memandangiku dan choi seonsaeng dengan kengingintahuan mereka yang besar. Bahkan hagsaeng yang berada di dalam kelaspun pada berdiri dan melongok ke luar. Jangan bilang apa yang hyukie katakan benar. Para hagsaeng ini menggosipiku dengan guru sinis ini! Yang benar saja!

Srak!

Pintu di buka dan aku masuk setelah choi seonsaeng.

"duduk,dan kau baca ini. Buat 20 soal dari apa yang kau baca" dia melempar buku yang telah terbuka serta kertas dan bolpoint.

Aku pun duduk dan mulai membaca. "apa seonsaengnim tahu tentang gosip yang beredar di sekolah saat ini?" aku membuka pembicaraan. Memang,aku cukup penasaran. Apa choi seonsaeng juga mendengar gosip-gosip yang beredar? Gosip tentang dirinya.

"memangnya aku terlihat seperti orang yang suka mendengar gosip?" ucapnya datar. Menatapku dengan pandangan malas.

"oh,saya kira anda tahu"

"jangan membicarakan gosip. Baca dengan benar"

Guru sinis ini tidak tahu gosip beredar. Mulut gatal sekali ingin menceploskan gosip itu. Aku ingin tahu reaksinya kalau tahu dirnya di gosipi denganku. Apa dia akan kesal dan mencari orang-orang yang membuat gosip dan memaki mereka? Atau dirinya tak terima dan mengatakan ke semua orang kalau gosip itu tak benar dan memperkenalkan yeoja yang kemarin makan siang dengannya sebagai yeojachingunya. Hohoho~ menarik sekaali kalau reaksinya seperti itu. Dia tak akan menunjukkan wajah datarnya teruskan?

Aku cepat-cepat membaca dan menulis pertanyaan di kertas folio kosong. "selesai~" aku menyerahkannya pada choi seonsaeng.

Choi seonsaeng membaca pertanyaanku dengan serius.

"para hagsaeng menggosipi anda"

"sudah ku bilang padamu aku tak tertarik dengan gosip"

"mereka menggosipi anda berpacaran dengan saya"

Bola matanya yang tadi bergerak membaca tulisanku langsung terhenti. Menurunkan kertas folio dan menatapku.

.

.

.

.

.

TBC

.

.

.

Chapter 4 datang

.

.

Maaf kalau banyak typo bertebaran aku belum sempet buat ngedit...

Makasih yang udah ngebaca dan ngereview :D

.

Makasih banyak buat shin min young - Ny cho evil - sparkyumihenecia - ermagyu - rii-ka - everadit - kimfida61 - rikha-chan - dazzledaisy - Augesteca - AniesLoveWonkyu - Guest - cho kyuna - evil kyu - vira - ratnasparkyu - lintang - moetmoet

.

Maaf lagi-lagi nggak bisa ngebales review kalian satu-satu.

Maaf kalau ada yang belum kesebut atau aku salah menulis :)

.

.

Review kalian sangat berarti untukku,membuatku untuk semangat menulis dan mengepostnya cepet-cepet :D