Shin Sung Ah present
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
~Flashback~
.
.
"apa yeoja itu yang membuatmu menjadi lebih sering melamun?"
"jangan ikut campur jiwon"
"manis,apa dia lebih muda dariku? Mm,kelihatan seperti itu. Bawa saja ke depan eomma dan appa. Mereka pasti akan diam saat kau membawa yeoja itu. Mereka tidak akan membuat list kencan buta untukmu lagi oppa"
"dia masih sangat muda. Aku terlalu tua untuknya. Dia... Dia bisa mendapatkan yang lebih baik dariku"
"yah,dia bisa mendapatkan namja yng lebih muda darimu tapi tak bisa lebih baik darimu oppa"
"aku tak baik untuknya jiwon"
"apa yang membuatmu merasa tak pantas untuknya? Selain umurmu"
"aku terlalu kaku"
"yeah,kau benar. Lalu?"
"aku membuatnya untuk membenciku"
"bagaimana bisa? Kenapa kau melakukan itu?"
"kau ingat dengan penampilanku dulu?"
Jiwon menganggukkan kepalanya. "yah,dulu saat pertama kali kau menjadi guru. Penampilanmu sangat buruk. Dengan rambut klimis dan kau sisir kebelakang,kacamata tebal,dan memakai dasi yang terlihat mencekik di lehermu itu. Kau terlihat sangat tua bahkan lebih tua ketimbang appa. Belum lama ini kau merubah semua penampilanmu kan? Tunggu! Jangan bilang kau merubah penampilanmu karena yeoja itu?"
Aku menganggukkan kepala. "aku bertemu dengannya saat dia menjadi murid baru di sekolah. Saat itu aku sedang berada di perpustakaan dan dia datang,duduk di depanku. Sebelumnya tak pernah ada hagsaeng yang pernah berani untuk duduk di dekat. Karena imageku di sekolah itu adalah guru paling killer. Tapi dia dengan santainya duduk di depanku membaca buku. Tak terpengaruh dengan diriku menatapnya,terus menatapnya dengan tajam. Saat dia merasa di tatap dengan intens olehku,dirinya mendongakkan kepalanya membalas menatapku. Dan dia tersenyum. Tersenyum dengan sangat manisnya padaku dan memberikan sedikit bungkukkan.
"Dan saat itu aku tahu aku mulai jatuh cinta dengan hagsaeng itu. Aku mulai mencari tahu tentangnya. Dan ternyata dia begitu populer,sangat populer. Maka dari sana lah aku mulai merubah diriku,agar sepadan dengannya. Tapi,meski aku sudah merubah penampilanku seperti ini,dia tak pernah menganggap aku ada. Bahkan sejak aku menjadi guru matematika untuk kelasnya. Dia tak menatapku seperi hagsaeng yeoja yang diam-diam memandangku dengan tatapan memuja.
"mungkin tuhan mendengar keluhku tiap hari,hingga tuhan bosan. Dan memberikkan aku jalan untuk mendapatkan perhatiannya. Di suatu pagi,aku tak sengaja bertabrakkan dengan dia. Dan dia mengeluarkan kata-kata tak pantas yang dia keluarkan untuk seorang guru. Dan menurutku itu sebuah peluang. Aku memberikan dia detensi. Dan setelah itu aku selalu menyuruhnya ini itu.
"Setiap hari aku selalu mencarinya dan membuat berbagai alasan agar dia ada di sampingku dan aku bisa memandanginya. Setiap hari aku selalu menyuruhnya dengan berbagai tugas di kantorku agar aku bisa merekam berbagai ekspresi manisnya di ponselku. Setiap hari aku selalu membuatnya kesal. Agar dia selalu memikirkanku,meski harus memikirkan kejelekkanku. Tapi tak apa,asal dia memikirkanku setiap hari. Aku rela jika di benci olehnya,setidaknya aku ada di fikirannya tiap hari itu sudah membuatku senang setengah mati"
"lalu kenapa kau bilang,kalau dia pantas mendapatkan yang lebih baik darimu oppa? Kalau kau memang menyukai sebesar itu padanya?"
"aku terlalu tua untuknya. Kami berbeda 12 tahun,itu jaraknya yang sangat jauh"
"umur tak jadi masalah oppa. Bahkan ada yang sampai menikah padahal jarak mereka lebih jauh darimu dengan yeoja itu,20 tahun"
"aku terlalu kaku. Aku tak bisa mengekspresikan diriku seperti orang kebanyakkan. Dan terutama,dia tidak menyukaiku. Mana ada rasa suka padaku? Ada juga dia benci setengah mati padaku. Dan lihat,namja yang sedang makan dengannya. Mereka seperti sepasang kekasihkan? Dan mungkin saja mereka memang sedang menjalin kasih. Aku sudah bertepuk sebelah tangan sebelum mengatakannya jiwon. Dia tampak bahagia dengan namja itu"
"katakan saja padanya kalau kau menyukainya. Kau akan merasa lebih baik saat kau telah mengatakan isi hatimu. Meski nanti akhirnya tidak seperti yang kau harapkan,setidaknya kau nanti di masa yang akan datang kau tidak menyesal"
.
.
~Flashback end~.
.
.
.
.
.
.
.
.
Seperti biasa aku melakukan kegiatanku yang sangat kusukai,memanggil kyuhyun ke ruanganku. Entah kenapa tadi di kelas,aku memikirkan perkataan jiwon dan kyuhyun serta namjachingunya. Membuatku sangat frustasi. Aku takut di saat aku jujur mengatakan perasaanku,dia akan mengatakan kalau dirinya tengah menjalin asmara dengan namja bermata musang yang kemarin. Tapi,kalau aku tak jujur aku takut nanti aku akan menyesal,seperti yang dikatakan jiwon padaku kemarin.
"selesai~" seru kyuhyun membuyarkan lamunanku dia menyerahkan kertas folio yang sudah penuh sebagian dengan tulisannya yang rapi. Aku menatap tulisan itu dan tak benar-benar membacanya.
"para hagsaeng menggosipi anda" Aku melirik kyuhyun yang sedang menatapku dengan wajah penuh penasaran.
Apa dengannya? Dari tadi ingin berbicara gosip padaku. "sudah ku bilang padamu aku tak tertarik dengan gosip" "mereka menggosipi anda berpacaran dengan saya"
Bola mataku yang tadi bergerak tak menentu membaca tulisan kyuhyun langsung terhenti. Menurunkan kertas folio dan menatapnya. "coba ulangi"
"mereka menggosipi anda berpacaran dengan saya" lalu dia menambahkan buru-buru,"bukan saya yang dalang semuanya"
Aku menatapnya dan dia juga membalas tatapanku. Hingga bel masuk berdering.
"kembali ke kelasmu" Dengan wajah kecewa -entah kecewa kenapa- kyuhyun menuruti perintahku. Dia keluar dari ruanganku dan menutup pintu.
Aku masih memandangi pintu itu selama beberapa menit. Memikirkan kembali dengan perkataan kyuhyun yang langsung terngiang-ngiang di fikiranku. 'mereka menggosipi anda berpacaran dengan saya'. Apa maksud dari semua ini?
Aku mengambil ponsel,membuka kunci dan langsung terlihat wallpaper kyuhyun yang kuambil diam-diam beberapa hari kemarin saat aku menyuruhnya mengoreksi ujian kelas tiga. Dia terlihat sangat cantik. Aku menekan ponsel,untuk menghubungi seseorang.
"ne,oppa!"
"jiwon,,"
"ne?"
"di sekolahku ada gosip yang beredar"
"ung? Gosip? Kau sekarang suka bergosip?"
"aniya,ini gosip tentangku. Tentangku yang kata mereka sedang berpacaran dengan yeoja kemarin itu"
"..."
"jiwon,kau masih disanakan?"
"oh,,"
"kenapa kau tak berkomentar apa pun? Aku ingin mendengar pendapatmu"
"oppa!"
"eum,,"
"sepertinya tuhan memberimu jalan lagi untuk mendekati yeoja itu"
"aku juga berpendapat seperti itu. Tapi,aku tak mungkin melangkah lebih jauh mendekati dirinya kan? Dia sudah memiliki kekasih"
"aku mau bertanya,oppa. Siapa yang menggosipimu kalau kau dengan yeoja itu berpacaran?"
"para hagsaeng"
"hagsaeng? Kalau para hagsaeng yang menggosipi dirimu dan yeoja itu,berarti itu termasuk dengan teman-teman yeoja itukan? Kalau teman-teman yeoja itu sampai menggosipi dirinya denganmu,berarti yeoja itu belum mempunyai kekasihkan? Kalau yeoja itu memiliki kekasih,mana mungkin teman-temannya menggosipi dirinya denganmu. Benarkan? Intinya sekarang,yeoja itu single. Dan karena dia single berarti kau bisa bebas mendekati yeoja itu,oppa. Jadi tunggu apa lagi? Bahkan tuhan pun memberikanmu dua kali jalan untuk kau melangkah mendekati yeoja itu"
Aku terdiam. Mencerna perkataan yeodongsaeng kandungku. Perkataannya sangat masuk diakal. Benar,kyuhyun pasti masih single. Dan tak mungkin teman-temannya menggosipi kyuhyun jika kyuhyun sendiri sudah memiliki kekasih. Tapi kenapa aku masih ingin menyangkalnya? Kenapa aku masih enggan untuk melangkah lebih dekat dengannya?
"aku seorang seonsaengnim,jiwon"
"lalu?"
"dia hagsaengku"
"ya,lalu?"
"jiwon. Tak mungkin seorang seonsaengnim memacari seorang hagsaengkan? Bukannya itu melanggari peraturan yang ada?"
"oppa! Memangnya di sekolah ada peraturan yang menjelaskan kalau seorang seonsaengnim tak boleh memacari hagsaengnya? Katakan padaku,pasal berapa peraturan yang melarang hubungan itu?"
"tak semua peraturan tertuliskan"
"ah,jadi ini peraturan tak tertulis? Peraturan tertulis saja kadang orang melanggarnya. Apalagi peraturan yang tak tertulis?"
"jadi kau menyuruhku untuk melanggar peraturan?"
"ya ya ya. Aku tahu kau adalah mr. disiplin. Benar? Hahaha,sekali-kali melanggar peraturan kan tak apa oppa. Atau perlu kau memakai kekuasaanmu sebagai pemilik sekolah itu,untuk tidak ada larangan para seonsaengnim yang ingin berpacaran dengan para hagsaengnya? Sepertinya,pilihan terakhir itu sangat patut untuk di coba. Tak akan ada yang berani melarangmu kan?"
"bagaimana kalau appa tahu,aku berbuat sewenang-wenang seperti itu? Bisa-bisa di cabut kembali diriku sebagai pemilik sekolah ini"
"oppa,kau tahukan bagaimana appa itu? Appa lebih khawatir kau tidak akan menikah-menikah dan tak memberi appa dan eomma cucu. Ketimbang kau berpacaran dengan hagsaengmu itu. Sudahlah,sana kau kejar yeoja hagsaeng itu. Tak usah memikirkan lagi statusmu sebagai seorang seonsaengnim"
.
Pib!
.
Jiwon memutuskan sambungan dengan seenaknya,aku hanya bisa menggelengkan kepalaku menanggapi sikapnya yang tak sopan itu. Kulempar ponselku ke sofa samping.
Kusandarkan badanku dan kupejamkan kedua mataku.
Aku sungguh menyukai kyuhyun,bahkan aku merasa aku sangat mencintai nya. Sehari tak melihat kyuhyun,seperti ada yang kurang di hariku. Makanya aku paling tak dengan yang namanya dengan liburan sekolah. Aku tak bisa melihat kyuhyun. Aku suka dengan mata karemelnya,makanya aku paling betah memandang matanya. Aku suka memandang wajahnya,setiap aku melihatnya dia bisa merubah seribu wajah dalam beberapa menit. Dan itu sangat manis. Aku suka saat dia berbicara,meski kalau denganku dia akan berbicara dengan sangat sinis. Tapi aku suka. Dan yang paling aku suka saat dia tersenyum padaku,meski sekarang ini dirinya tak pernah menunjukkan senyum manisnya lagi sejak aku mulai suka memerintah ini-itu terhadapnya.
Aku membuka kedua mataku.
.
.
.
.
.
Aku bersandar di samping mobilku yang terpakir di halaman sekolah. Jam pulang sekolah sudah berdering beberapa yang lalu. Para hagsaeng berlari keluar dari gedung sekolah dengan langkah ringan. Beberapa hagsaeng yang berjalan melewati diriku membungkuk memberi salam,aku hanya menanggapi salam mereka dengan anggukkan kepala.
Kyuhyun terlihat oleh pandangan mataku. Dia sedang mengobrol dengan kakak kembarnya,jaejoong. Kadang mereka tertawa lepas,terlihat obrolan di dominasi oleh kyuhyun. Bibirku melengkung sedikit,meski aku tahu tak akan ada yang menyadari kalau diriku sedang tersenyum. Tersenyum melihat betapa cantiknya yeoja itu,cho kyuhyun.
"cho kyuhyun" aku paling suka memanggil nama lengkah yeoja ini. Entah kenapa. Terdengar sangat baik di pendengaranku.
Kyuhyun berhenti melangkah begitu pula dengan jaejoong. Mereka berdua menatapku. Dan aku tahu tahu arti pandangan kyuhyun padaku. Dia merasa sangat malas dan tak suka. Aku tertawa dalam hati. Bagaimana dia suka di panggil olehku? Setiap aku memanggil dirinya,aku selalu memerintah seperti layaknya bos.
"cho jaejoong,kau bisa pulang terlebih dahulu. Saya ada perlu dengan adikmu"
Aku bisa melihat kyuhyun membuang nafas dengan berat. "eonni,kau pulang lah duluan"
Jaejoong melirik ke samping,"yak,kau menyuruhku pulang dengan ahjussi mesum itu sendirian?"
Ahjussi mesum? Aku melihat siapa yang dimaksud dengan ahjussi mesum. Di depan gerbang sekolah,terparkir mobil eum... mobil audy A6. Mewah. Disamping mobil berdiri seorang namja dengan stel pakaian kantoran oh... bukannya itu namja bermata musang yang kemarin makan dengan kyuhyun?
"kau tak mengkhawatirkan diriku,kyuna? Bagaimana kalau ahjussi mesum itu menculiku? Dan membawa aku pergi keluar negeri. Lalu aku di jual,organ-organ tubuhkku di ambil. Lalu.."
"eonni! Yunho-ssi tidak seperti itu! Aish! Kenapa kau selalu berfikiran negativ padanya? Yunho-ssi itu namja baik-baik. Aku ulang. Dia namja baik-baik. Yunho-ssi bukan ahjussi mesum. Dan dia tak mungkin membawamu kabur dan menjualmu. Duh,eonni. Kenapa kau membayangkan nya sejauh itu? Kau kebanyakkan nonton dorama sih. Kurangi menonton dorama tak penting. Sana kau hampiri yunho-ssi. Kasian dia harus menunggu eonni yang lelet" kyuhyun mengomel panjang kali lebar,tanpa ada jeda. Dalam satu tarikkan nafas. Hebak sekali yeoja ini. Lalu dia mendorong jaejoong.
Jaejoong bermuka masam,tapi dirinya menuruti kyuhyun untuk menghampiri namja yang kyuhyun panggil yunho.
"Jadi anda ada perlu apa dengan saya?"
"masuk ke dalam mobil,kita berbicara tak disini"
.
.
.
.
.
Jaejoong dengan muka yang di tekuk berkali-kali menghampiri yunho.
"kyuhyun?" tanya yunho.
"kyuna lagi ada perlu dengan salah satu seonsaengnim. Kenapa? Kalau tak ada kyuna kau tak mau mengantarku pulang?"tanya jaejoong kesal.
"ne? Aniya!" yunho menggerakkan kedua tangannya panik. "aku hanya bertanya. Ayo,masuk ke dalam" yunho membukakan jaejoong pintu. Lalu dirinya berlari untuk masuk ke dalam. "mau makan dulu?"
Jaejoong melirik yunho. "aku tak lapar"
"bagaimana kalau makan eskrim? Aku tahu tempat eskrim yang enak" tawar yunho.
Mata jaejoong langsung berbinar saat mendengar kata eskris yang keluar dari mulut yunho. "eskrim? Aku mau!"
Yunho menyeringai. Tadi dirinya sempat berbalas pesan dengan kyuhyun. Dan kyuhyun mengatakan kalau mau membujuk jaejoong dengan cepat adalah dengan cara menyodori jaejoong dengan eskrim. Pasti jaejoong akan sangat senang sekali.
'sepertinya aku harus berterima kasih sebesar-besarnya pada kyuhyun. Yang telah memberitahuku kesukaan jaejoong dan meninggalkan kami berdua seperti ini'
.
.
.
.
.
TBC
.
.
.
.
.
Chapter 5 datang ~~~
.
Maaf kalau banyak typo,no edit
.
Sekarang sudah pada tahukan kenapa siwon suka sekali berkata sinis dan memerintah ini itu ke kyuhyun.
Dan siapa yeoja yang makan dengan siwon pun aku udah jelasin.
Tinggal momen WonKyu dan YunJae aja ya?
Sabar ya. Kekeke~
.
.
Makasih udah mau baca fanfic gaje aku satu lagi.
Makasih udah yang mau ngereview.
Makasih ~ shin min young - everadit - Allyna Kyuzumaki - WonKyuPet - rii-ka - Ny cho evil - zizahchoi - Augesteca - rikha-chan - vira - Guest - rosalinda cho - ratnasparkyu - shin jira - sella - meotmeot - nona icecream AniesLoveWonkyu - Ryeona ~
.
Maaf kalau ada yang belum kusebut atau ada tulisannya yang salah :)
.
Review kalian sangat berarti untukku :D
