Shin Sung Ah present
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
WonKyu
.
.
Choi seonsaeng membawaku ke salah satu kafe bakery yang terletak di daerah distrik gangnam. Dan entah kenapa dirinya memilih sebuah meja yang berada di pojokkan dalam kafe. Kami terdiam cukup lama,hingga pesanan datang pun tak ada satupun dari kami membuka suara. Akupun hanya diam menanti,karena yang mengajak kemari dan ingin berbicara kan seonsaeng ini.
Aku melirik choi seonsaeng yang duduk di depanku. Masih betah untuk berdiam diri. Ha-ah! Sebenarnya choi seonsaeng mengajakku ke kafe dan duduk di pojokkan seperti ini untuk apa? Untuk melihatnya berdiam diri seperti ini?
"Sam,,"
Choi seonsaeng menatapku. Entah apa arti tatapan tajam yang dia layangkan untukku. Aku tak bisa membaca arti tatapannya itu. Apalagi dengan raut wajah yang sangat datar itu. "Mengenai gosip yang kau katakan"
Gosip? Ah! Aku mengerutkan dahiku menatap choi seonsaeng lekat-lekat. Mencoba mencari tahu guratan wajah datar yang di tunjukkan choi seonsaeng. Marah kah dia dengan gosip yang tak dia suka itu? Ja-jangan bilang dirinya ingin memarahiku perihal gosip itu benar. Pasti dia akan memarahiku. Pasti! Meski aku sudah mengatakan kalau bukan diriku penyebar gosip yang tak enak itu. Choi seonsaeng pasti tak peduli.
"Aku ingin semua itu..."
"Tenang saja sam,saya akan menemukan penyebar..."
"Dirubah menjadi fakta"
"...gosip. ne?!"
"Kau mendengarku kan"
"Bisakah anda ulangi sam?" Coba ulangi. Sepertinya kuping menangkap kata-kata yang ganjil. Seperti...
"Gosip yang kau katakan,aku ingin merubahnya menjadi fakta"
Sepertinya bukan telingaku yang salah menangkap. Apa choi seonsaeng salah mengucapkan kata? Sepertinya,benar. Choi seonsaeng salah mengucapkan kata. Aku menggelengkan kepala. Sadarlah cho kyuhyun. Tak mungkin choi seonsaeng mengucapkan kata-kata seperti itu. Sangat tak mmungkin. Aku menganggukkan kepala. "Sam,apa anda salah mengucapkan kata? Mungkin yang ingin anda katakan adalah menyuruh saya untuk mencari tahu siapa yang menyebarkan gosip. Benarkan?"
"Aku sudah berkata dua kali cho kyuhyun. Tak mungkin kau tak menangkap apa yang ku katakan. Coba ulangi apa yang tadi aku katakan"
Aku memejamkan mata,menarik nafas beberapa kali sebelum berkata,"Gosip yang kau katakan,aku ingin merubahnya menjadi fakta" aku mengulangnya. "Maksudnya apa sam?" Tanyaku tak mengerti. Benar-benar tak mengerti apa maksud kalimat choi seonsaeng. Pasti ada maksud lain kan? Tak mungkin seperti yang aku bayangkan ini kan? Choi seonsaeng memintaku menjadi... oh tuhan! Tak seperti apa yang kubayangkan kan? Aku berdoa dalam hati.
"Kau sudah kelas dua high school cho kyuhyun dan kau adalah ketua kelas yang selalu menjadi peringkat pertama di kelasmukan. Kau tak bodoh,aku tahu. Kau pasti mengerti apa yang aku katakan"
Aku memejamkan kedua mataku,"apa anda meminta saya untuk benar-benar menjalin hubungan seperti gosip yang beradar"ucapku perlahan.
"Itu kau pintar"
"Tapi,sam. Ini semua hanya gosip belaka. Ini semua hanya dugaan para hagsaeng yang tak tahu apa-apa. Anda jangan terlalu diambil hati. Saya yang akan mengatakan ke para hagsaeng untuk tak membicarakan semua ini lagi"
"Aku suka dengan gosip ini. Aku suka para hagsaeng menduga-duga seperti ini. Aku suka di gosipi denganmu. Maka karena itu aku tak ingin semua ini hanya gosip belaka. Aku ingin semua ini adalah fakta. Karena aku menyukaimu"
"Ne?"
"Aku menyukai,ah anni. Aku mencintaimu cho kyuhyun"
Blank! Otakku langsung blank. Aku tak tahu harus mengatakan apa dan harus berbuat apa. Yang kulakukan hanya menatap namja yang berstatus seonsaengnim dengan bingung.
"Mulai hari ini kita sepasang kekasih"
"Ne? Tapi. Tapi saya belum mengiyakannya"
"Memangnya kau mau menjawab apa? Tentu kau harus menjawab iya kan?"
"Tapi,,"
"Kau punya kekasih?"
Aku menggelengkan kepala.
"Bagus. Mulai hari ini kita sepasang kekasih"
.
.
.
.
.
YunJae
.
.
"Kau mau eskrim apa?" Tanya yang berdiri di samping yunho,mengetuk bibirnya dengan jari telunjuknya. Berfikir. Melihat satu persatu eskrim yang berjejer rapi di jaejoong yang sangat imut,menurut yunho. Dan dirinya harus menahan diri untuk tidak menculikk jaejoong ke negeri antah berantah dan tak berpenduduk.
"Aku mau eskrim vanila dengan toping coklat yang sangat banyak dan jangan lupa taburi kacang mede. Porsi jumbo"
"Pesan dua. Yang satu porsi kecil saja" ucap yunho. "Ayo kita duduk"
Jaejoong langsung melangkah ke salah satu meja yang berada di dekat jendela kafe dan yunho duduk di lama pesanan mereka datang. Dengan sangat semangatnya jaejoong melahap eskrim yang berada di depan mata.
"Eotte? Enakkah?" Yunho tersenyum sangat lebar melihat betapa lahapnya jaejoong memakan menganggukkan kepala,mulutnya kini penuh dengan eskrim.
"Ini enak sekali ahjussi!"
Yunho yang tadinya tersenyum sangat lebar,langsung berwajah sangat datar saat jaejoong memanggilnya ahjussi. "Panggil aku yunho saja,jae-ah"
Jaejoong menggelengkan kepalanya "kenapa aku harus memanggilmu yunho? Sepertinya memanggilmu ahjussi lebih cocok untukmu"
"Panggilan ahjussi terlalu tua untukku"
Jaejoong memiringkan kepalanya,sendok eskrim masih berada di dalam mulut mungilnya dan kedua mata mengerjab dengan sangat imutnya. Bahkan yunho mesti meneguk saliva berulang kali. "Bukannya kau memang sudah tua?"
Skak!
Jung yunho mati kutu. Dia tak tahu harus berkata apa lagi. Tak bisa menandingi kepolosan seorang cho jaejoong.
.
.
.
.
.
"Ah,aku lupa bertanya padamu kyuna,bagaimana kemarin? Apa yang ingin dibicarakan choi seonsaeng padamu?" Tanya jae eonni saat ini kami berada di dalam mobil yunho,dirinya lagi-lagi ingin mengantar kami -atau lebih tepatnya,ingin mengantar jae eonni- ke sekolah. Jae eonni menolehkan kepalanya ke belakang untuk menatapku.
"Yah,ada beberapa hal yang dia bicarakan" jawabku. "Lalu bagaimana kencan kalian?"
"Kencan? Kami tidak berkencan kyuna. Hanya memakan eskrim saja" jawab jae.
Aku melihat yunho yang sedang menatapku lewat kaca,meringis. Sepertinya kencan kemarin gagal.
Mobil yunho berhenti di depan gerbang sekolah,jae eonni lagi-lagi pergi tanpa berterima kasih ke yunho. Dan yunho hanya menatap pasrah ke arah jae eonni. Aku hanya bisa menggelengkan kepala.
Yunho keluar mobil,begitu pula diriku. "Kemarin gagal"
"Ckk,bagaimana bisa gagal yunho-ssi? Aku kan sudah memberitahukan mu kartu as untuk meluluhkan jae eonni"
"Aku menyuruhnya untuk memanggilku dengan nama saja. Tapi jae tak mau tetap ingin memanggilku ahjussi. Dan saat itu aku langsung membatu tak tahu harus berbuat apa lagi."
"Yak! Semua kan butuh proses. Kalau saat ini jae eonni maunya memanggilmu dengan panggilan ahjussi. Kau harus tetap menerimanya. Mungkin di waktu depan jae eonni akan berhenti memanggilmu ahjussi,saat dia sudah jadi milikmu. Lagian,kalian kan memang beda sangat jauh. Jadi wajar saja jae eonni memanggilmu ahjussi. Kau kan sudah tua"
"Berhenti mengataiku tua kyuhyun-ah! Kemarin jae juga mengatakan kalau aku tua"
"Benarkah? Hahaha,selamat ya"
"Haish! Bagaimana dengan dirimu? Yang dimaksud choi seonsaeng itu,gurumu yang kemarin makan dengan seorang yeoja di restorankan? Kalian berdua kemarin pergi kemana? Kencan?"
Aku menjentikkan jariku. Aku baru ingat. Yeoja. Choi seonsaeng kemarin makan dengan seorang yeoja. Aku lupa bertanya,apa hubungan mereka berdua. Sepasang kekasih kah? Atau lebih dari itu. Kalau lebih dari sepasang kekasih,untuk apa choi seonsaeng memintaku menjadi kekasihnya? Apa dia berniat untuk selingkuh?
"Kyuhyun-ah!" Bahuku di dorong. "Kenapa kau jadi melamun?"
"Anniya. Aku masuk dulu ya,sebentar lagi bel masuk berdering. Makasih atas tumpangannya yunho-ssi"
"Ne,"
.
.
.
.
.
Aku mengerutkan dahi saat melangkahkan kaki mendekati kelasku. Kenapa kelasku hening ya? Tak ada suara apapun yang keluar keluar dari dalam. Perasaan bel masuk belum berdering. Aku melihat sekitar. Masih banyak hagsaeng yang berkeliaran di lorong. Tapi,kenapa kelasku sepi? Apa belum ada teman-temanku yang datang? Tapi,masa iya?
Aku membuka pintu kelas perlahan,mengintip situasi di dalam kelas. Semua temanku sudah datang dan duduk rapi di bangku masing-masing. Wajah mereka menunduk ke atas meja. Aneh. Ada apa dengan mereka. Tapi,tunggu! Kenapa semua bangku sudah terisi? Aku melongokkan kepala untuk melihat siapa yang sedang menduduki bangkuku?
Oh,tuhan! Untuk apa sih guru satu itu duduk di bangkuku? Hari ini kan tak ada pelajaran dirinya. Mau apa lagi?
Aku menarik nafas dan menghembuskan perlahan,sebelum memasuki kelas. Saat suara langkah sepatuku menggema di dalam kelas,serempak semua menatapku. Dan aku bisa melihat hampir semua temanku menghembuskan nafas lega,terutama jungsoo yang kini duduk di sebelah choi seonsaeng. Wajahnya jungsoo yang berbinar melihat kedatanganku.
"Kau telat" ucap choi seonsaeng.
"Saya tak telat,bel saja belum berbunyi sam"
"Park jungsoo,kau ke kelas 2-2. Bilang ke lee donghae,untuk tak membuat keributan di kelas. Dan suruh mereka untuk mengerjakan soal di hal 78. Sekarang"
Dengan kecepatan kilat,jungsoo berlari keluar kelas untuk melaksanakan tugas di berikan choi seonsaeng.
"Hari ini,song seonsaengnim tak masuk. Kalian buka buku paket sejarah. Diam dan baca"
Teman sekelasku langsung buru-buru mengambil buku paket sejarah dan membacanya atau pura-pura menunduk membaca padahal mata mereka jelalatan melihat ke arahku dan choi seonsaeng.
"Kau tak duduk?"
Aku menghela nafas lalu duduk di bangku jungsoo. Bel masuk saja masih berdering 15 menit lagi,kenapa guru ini menyuruh kami untuk membuka buku pelajaran? Korupsi waktu namanya ini.
"Kau sudah sarapan?"
Kelasku langsung hening. Hening yang aneh. Hening yang membuat semua telinga teman-teman kelasku di pasang dengan baik. Yah,aku bisa merasakan kalau mereka menguping pembicaraan aku dan choi seonsaeng.
"Ne"
.
Diam.
.
"Kau tak menanyaiku?"
Aku menolehkan kepala menatapnya. Sedangkan choi seonsaeng duduk miring dengan badan yang di sandarkan di dinding,dengan kaki kiri yang di tumpangi di kaki tangan dan kedua tangan yang bersedekap di dada bidangnya. Menatapku dengan wajah datar tanpa ekspresi andalannya.
"Menanyai apa?"
"Menanyai aku sudah sarapan atau belum"
Mwo? Aku mengerutkan dahiku. Haruskah?
"Cepat tanyakan padaku" perintahnya.
"Anda sudah sarapan sam?" Tanyaku dengan ragu.
"Anniya. Tanpa kata sam. Dan tanpa kata formal"
"Ne?" Apa katanya? Tanpa kata formal? Yak! Bagaimanapun kan ini di sekolah. Lagipula dirinya kan seorang seonsaengnim. Bagaimana mungkin aku tak bicara formal padanya. Tanpa sadar aku menggigit bibir bawah.
Dengan gerakkan sangat cepat choi seonsaeng menarik lenganku,membuat tubuhku bergerak mendekatinya. Menahan tengkukku dan meraup bibirku dengan bibir tipis miliknya.
"Hump!"
Kini sebelah tangannya memeluk pinggangku untuk merapat pada tubuhnya. Bibirnya terus melumat bibirku dengan rakus.
Aku bisa mendengar pekikkan tertahan dan tarikkan nafas yang tercekat dari teman sekelasku.
Choi seonsaeng melepas ciuman,terdapat benang saliva yang terjulur keluar dari kedua mulut kami. Aku hanya bisa terpaku melihatnya. Otakku masih memproses apa yang terjadi barusan.
"Jangan menggigit bibirmu,kalau kau tak mau aku menciummu lagi di tengah umum seperti ini cho kyuhyun" tangan tergerak untuk menghapus saliva yang keluar dari sudut bibirku. "Aku masih menunggu pertanyaanmu"
Aku mengerjap mata berulang kali,mencoba untuk fokus. Jantungku berdetak dengan sangat kencang. Apa ini efek berciuman dengannya? "Ne?"
"Tanyakan aku apa aku sudah sarapan atau belum. Tanpa ada panggilan sam dan tanpa bicara formal padaku"
"Kau sudah sarapan?" Tanyaku perlahan dengan suara sangat pelan.
Aku bisa melihatnya. Garis rata bibir tipis choi seonsaeng melengkung sedikit ke atas. Apa dia sedang tersenyum padaku?
"Sudah" jawabnya dengan pelan juga. Pipi kiriku diusap dengan sangat lembut. "Besok jika aku menanyai kau sudah sarapan atau belum,atau aku menanyakan apapun kepadamu. Kau harus dan sangat wajib untuk bertanya kembali padaku. Mengerti cho kyuhyun?"
Aku hanya bisa menganggukkan kepala. Dirinya benar-benar mampu menghipnotis diriku hanya dengan tatapan mata dan suara yang terdengar sangat lembut dan terdengar hangat di telingaku.
.
.
.
.
.
Bel istirahat berbunyi. Aku dapat menebak,teman-teman sekelasku pasti akan mengerubungi diriku. Karena sejak guru tak tahu diri itu menciumku di depan mereka,teman-temanku mencuri lirik padaku. Dan benar saja,dalam hitungan detik mereka berkumpul mengeliling mejaku dan jungsoo.
"Kalian sudah jadian?"
"Benar-benar jadian?"
"Sejak kapan kyunie?"
"Setahuku kemarin kau mengatakan ingin memiliki kekasih agar gosipmu dengan choi seonsaeng mereda. Kenapa kau malah benar-benar jadian dengannya kyunie?" Tanya hyukie. "Padahal aku sudah menyiapkan blind date untukmu"
Aku hanya memberikannya cengerin lebar.
"Jangan menyengir seperti itu padaku!"
"Lalu aku harus berbuat apa?"
"Katakan sejak kapan kalian berdua jadian"
"Baru kok. Aish! Sudah lah. Kalian semua bubar. Kalian tak pada ke kantin apa? Kalian tak lapar apa?"
"Bilang saja kau mau ketempat choi seonsaeng dan makan siang berdua dengannya. Iyakan?"
"Berisik!"
"Cho kyuhyun!"
Aku dan teman sekelasku serempak menengok ke asal suara yang memanggil namaku. Dan ternyata sang guru tak tahu diri itu yang memanggilku.
"Seonsaengnim tercintamu datang menjemputmu,kyunie" bisik hyukie pelan,sangat pelan. Hingga aku saja yang bisa mendengarnya.
Aku hanya mendengus. Seonsaengnim tercintaku? Aigo~
Aku berjalan mendekati guru tak tahu diri ini,diikuti dengan tatapan ingin tahu dari teman-teman sekelas yang sangat kepo. (Wkwkw,maaf)
"Ayo,keruanganku"
.
.
.
.
.
Kini aku duduk di salah satu sofa di ruangannya. Tak seperti biasa,guru menyebalkan ini tak duduk di sofa yang berada di depanku,tapi malah duduk di sebelah. Benar-benar di sebelahku. Sangat-sangat dekat denganku. Hingga lengan beserta kaki kiriku berdempetan dengan lengan dan kaki kanannya. Membuatku meremang.
Choi seonsaeng mengeluarkan kotak makan dari kolong meja. Menyerahkan sepasang sumpit dan sendok garpu padaku.
"Aku yang membuat sendiri. Ayo,dimakan" choi sensaeng membuka kotak makan yang berjejer di depanku. Sangat banyak jenis makanan yang terhidang. Dan terlihat sangat lezat.
"Anda yang membuat semuanya?"
"Sudah kubilang untuk tidak menggunakan bahasa formal denganku,cho kyuhyun"
"Tapi,ini masih di lingkungan sekolah sam"
"Aku tak peduli. Dan tak akan ada yang berani melarangmu. Jadi gunakan bahasa informal denganku. Kau mengerti?"
"Ne"
"Anak pintar" choi seonsaeng menepuk kepalaku dengan lembut. Ckk,seperti anak anjing saja diriku.
Aku memakan bekal makanan choi seonsaeng. Hmm,benar-benar lezat. Hebat sekali dia bisa membuat semua ini sendirian. Beruntung yang akan menjadi istrinya kelak. Tak usah bersusah payah untuk membuat makanan,kalau mempunyai suami seperti dirinya.
"Kau bisa memasak?"
Aku menolehkan kepala kearahnya dan menggelengan kepala.
"Lalu siapa yang memasak selama ini untukmu?"
"Tentu saja jae eonni" dan para chef di hotel,tambahku dalam hati.
"Bagaimana kalau mulai besok,aku akan memasakkan makan siang untukmu? Kurasa itu ide bagus"
"Ne? Anniya. Anda tak harus..."
Jari telunjuknya menekan bibirku,untuk menghentikan ucapanku. "Kubilang apa cho kyuhyun? Gunakan bahasa informal padaku"
Aku menganggukkan kepala. Dan jarinya pergi dari mulutku. "Tak harus memasak untukku. Itu akan sangat merepotkan"
Choi seonsaeng menggelengkan kepala. "Ini sama sekali tak merepotkan untukku. Aku malah senang jika harus membuatkan bekal makanan untukmu. Jadi,kau tak boleh menolaknya. Arrachi!"
Aku kembali menganggukkan kepalaku. Dan dirinya mengusap lembut suraiku. Entah kenapa aku menyukai akan sentuhannya padaku.
"Ayo,ini dimakan" choi seonsaeng ingin menyuapi diriku.
Aku menggelengkan kepala menolak. Tentu saja aku menolak. "Anni,aku bisa memakannya sendiri"
Dirinya hanya mengangkat bahu tak peduli dan memakannya sendiri. "Ah,hari sabtu kau ada acara?"
Aku mengerutkan dahi,bertanya untuk apa choi seonsaeng bertanya tentang itu?
"Kenapa kau tak menjawab?"
Aku langsung menggelengkan kepala dengan cepat.
"Apa maksud gelengan kepalamu itu?"
"Aku tak ada acara hari sabtu. Memangnya ada apa?"
"Hari sabtu nanti,keluargaku mengadakan pesta barbeque. Aku ingin kau ikut bersamaku ke sana"
.
Butuh beberapa detik untukku memproses kata-kata yang terucap tadi.
.
Ne? Pesta barbeque? Dengan keluarganya? Mwoya?! Akan dianggap apa aku ini oleh keluarganya? Aku tak bisa membayangkannya!
.
.
.
.
.
TBC
.
.
.
Chapter 6 datang ~~~
Maaf kalau banyak typo. No edit XD
Maaf ya,kalau aku akhir-akhir ini telat ngepost fanfic. Soalnya,beberapa hari ini aku kerja lembur dari pagi-malam. Bahkan di hari libur pun aku di wajibkan untuk lembur. Hahaha,atasanku yang gila ngasih aku jadwal untuk lembur hampir tiap hari XD
Maklum saja,aku kerja di salah satu rumah sakit swasta yang berada di jakarta utara. Jadi hari liburku sangat beda dengan orang kebanyakan. Ini saja aku baru libur,setelah mendapat jadwal untuk dinas malam selama 2 hari. Hahaha,kok jadi curcol? XD
Anggap saja itu tak penting XD
.
.
Makasih ya yang udah mau ngebaca fanfic abal ini dan juga mau ngereview. Makasih banyak :D
Makasih untuk ~ riii-ka - WonKyuPet - Ny cho evil - everadit - AnisLoveWonkyu - ermagyu - Kayla WonKyu - tarrysmeot - - Augesteca - Allyna Kyuzumaki - shin min young - Kimfida61 - zizahchoi - Shin jira - ratnasparkyu - vira - meot-meot - evil kyu - nona icecream - lintang - wonkyu ~
.
Maaf ya kalau ada yang belum kesebut namanya atau aku menulis namanya salah :D
.
Review kalian sangat berarti untukku :D makasih
.
