Shin Sung Ah present

.

.

.

.

.

.

.


.

.

.

.

.

.

"Jadi,kyuhyunie muridnya siwonnie?" Tanya eomma choi. Aku dan keluarganya choi sensaeng sedang makan siang bersama di atas meja persegi panjang.

"Ne" aku mengangguk membenarkan.

"Bagaimana sikap siwonnie disekolah? Apa dia berkelakuan baik padamu?"

"Ne?" Sikap choi seonsaeng di sekolah? Entah kenapa pertanyaan eomma choi membuat lampu menyala di dalam otakku ini. Ah,akan aku adukan semua kelakuan kejamnya padaku,pada eommamu. Tadi,aku sama sekali tak mendapatkan respon seperti apa yang aku mau dari kedua orangtuanya,dan itu membuat aku kesal. Harusnya dia kan di marahi habis-habisan memacari hagsaengnya sendiri. Tapi,kenapa ini tidak? Entah keluarga macam apa ini? Mungkin mereka mempunyai pemikiran yeng berbeda di bandingkan keluaga yang lainnya.

"Kyuhyunie?"

"Ah,ne?" Aku tersentak dari lamunanku yang sangat tak bermutu.

"Kenapa kau jadi melamun sayang?"

Aku mengusap tengkukku. Lalu tertawa canggung.

"Jadi,apa siwonnie baik padamu di sekolah eum?"

Aku menggelengkan kepala dengan cepat,"anni,eomma choi. Choi seonsaeng selama ini selalu membully diriku. Aku di suruh melakukan pekerjaan inilah itulah. Kalau dikelas,apa-apa aku yang akan di panggil olehnya. Cho kyuhyun tulis soal di papan tulis. Cho kyuhyun bawakan buku-buku ini ke ruangan. Kerjaan yang seharusnya tak aku lakukan. Dan aku harus pulang malam karena itu. Choi seonsaeng sangat-sangat menyebalkan"

Hening. Ruangan makan langsung hening saat aku selesai mengadu layaknya seorang bocah 5 tahun yang direbut mainannya oleh anak-anak nakal. Masa bodoh. Yang penting aku sudah mengadukan hal-hal yang jahat yang dilakukan anak sulung mereka padaku. Agar mereka tahu kalau anak mereka yang bernama choi siwon itu sungguh seonsaeng yang sangat-sangat kejam.

Tawa keras menggema ruang makan. Jiwon dan eomma choi tertawa keras sekali. Jiwon sampai memegang perutnya,mungkin saking lucunya -entah lucu apa yang mereka tertawakan- bahkan appa choi melengkungkan sebuah senyuman. Sebuah tangan yang besar,mengusak rambutku. Saat aku menoleh,ternyata itu tangan choi seonsaeng. Namja itu sedang menatapku,entah arti tatapannya apa. Aku sama sekali tak bisa membacanya.

"Benarkah siwonnie melakukan perbuatan itu padamu kyuhyunie?" Tanya eomma menganggukkan kepala.

"Aish,anakku siwonnie. Kenapa kelakuanmu seperti anak kecil eoh? Kau tak ingat umur apa?" Eomma choi tertawa lagi.

Jiwon masih saja asyik lagi.

Hey,hey,hey! Kenapa respon seperti ini yang aku dapatkan? Kenapa mereka terlihat senang sekali? Kenapa mereka senang kalau aku di bully anak mereka itu? Kenapa lagi-lagi respon yang tak aku harapkan yang harus aku dapatkan? Ada apa dengan pemikiran keluarga choi ini?

Eomma choi menyeka air matanya,"kau tahu kyuhyunie. Tingkah siwonnie ini seperti anak kecil yang ingin mendapatkan perhatian dari orang yang disukainya. Meski cara yang dia buat salah,dan membuat orang yang disukainya kesal. Tapi,itu adalah ungkapkan agar dia dapat perhatian dari orang yang disukainya itu"

Mwo? 'Itu adalah ungkapan agar dia dapat perhatian dari orang yang disukainya'? Apa maksudnya? Aku mengerjap-ngerjap mataku. Jangan bilang kalau choi seonsaeng menyukai diriku? Wuah! Maldo andwe!

"Bukannya kata eomma,appa juga seperti itu pada eomma? Appa mendekati eomma seperti wonnie oppa mendekati calon kakak iparkan?"

Duh,jiwon. Berhenti memanggilku calon kakak ipar. Siapa yang akan mau menikahi namja tanpa ekspesi ini?

Aku melihat eomma choi yang menolehkan kepala untuk menatap appa choi. Dan appa choi membalas menatap eomma choi. Mereka saling bertatap dengan penuh cinta. Oh,so sweet sekali. Hanya dengan saling berpandangan saja,orang yang melihat mereka tahu kalau kedua pasangan ini memiliki cinta yang sangat besar kepada masing-masing.

"Karena aku tak tahu harus bagaimana jika di dekatmu sayang" kata appa choi dengan suara bass yang sangat rendah.

"Aku tahu" kata eomma choi.

"Mungkin hanya itu yang bisa kufikirkan untuk membuatmu melihatku" mereka -appa choi dan eomma choi- saling bertatap dan senyum tersungging di bibir masing-masing.

"Ew,hentikan adegan lovey dovey kalian" keluh jiwon.

Kalau seperti ini,aku jadi kangen dengan eomma dan appa. Apa kabarnya mereka ya?

.

.

.

.

.

"Hatchim!"

Namja berwajah cina padahal tak ada darah cina yang mengalir ditubuhnya. Menghampiri istrinya yang sedang duduk di balkon rumah mereka. Menikmati matahari tenggelam dengan secangkir teh dan beberapa makanan kecil yang tersedia di meja kecil di pinggir bangku yang di duduki. "Kau sakit sayang?"

Yeoja paruh baya yang masih sangat cantik diusianya menolehkan kepala ke arah suaminya yang berdiri di depan pintu balkon. Dan menggelengkan kepala. "Anni,hannie aku hanya bersin saja"

Namja paruh baya yang di panggil hannie oleh sang istri menganggukkan kepalanya. Kemudian dia mendudukkan diri di bangku di sebelah istrinya. "Apa mungkin anak-anak sedang merindukan kita?"

Yeoja paruh baya itu menengokkan kepala "mungkin"

"Sudah berapa lama kita tak berkunjung kesana? Aku merindukan mereka chullie sayang"

"Mm,aku juga. Mungkin sudah hampir setengah tahun"

"Geure?"

"Kau ingin mengambil cuti kah hannie?"

Namja paruh baya itu tampak berfikir. Lalu tersenyum dengan sangat lebar,"yah sepertinya aku harus mengambll cuti panjang"

.

.

.

.

.

Aku menggigit bibir bawahku dengan keras sekali,aku tak mengkhawatirkan kalau bibirku ini akan robek atau bagaimana. Aku memandangi jam dinding yang telah menunjukkan angka 10 malam dengan cemas lalu mengambil ponsel dan menchecknya. Tak ada sama sekali panggilan ataupun pesan yang kuterima dari adik kembaranku. Aku kalut sekali.

Lalu aku menyentuh-nyentuh layar ponselku,menekan-nekan no kyuna. Dan mendekatkan ponselku ke telinga. Hanya pesan suara yang kuterima. Ponsel kyuna dimatikan.

Ini untuk pertama kalinya kyuna pergi hingga hampir tengah malam seperti ini. Dan lagi dia tak meminta izin untuk pulang malam padaku. Aish,kyuna. Kau kemana eoh? Kenapa kau tak mengaktifkan ponselmu?

Selintas fikiran buruk menyapaku.

Tadi pagi kyuna meminta izin untuk pergi dengan choi seonsaeng. Apa mungkin dia tidak diperbolehkan pulang oleh choi seonsaeng? Jangan bilang kyuna disekap disuatu gudang yang tak terpakai dan sama sekali tak ada penerangan? Kaki dan tangannya diikat dan di dudukkan di bangku? Di sekeliling kyuna berkumpul ahjussi-ahjussi bermuka mesum dan ketua gank mereka adalah choi seonsaeng?

Aku menganggukkan kepala. Choi seonsaeng memang terlihat seperti ketua gank berandalan. Ah,anni! Seperti ketua kelompok yakuza yang seperti aku lihat di drama-drama jepang itu! Benar! Lihat saja badannya yang tinggi,tegap,kekar. Oh,jangan lupa dengan wajahnya yang sangat datar dan menyeramkan iitu. Ckk,pas sekali dia menjadi ketua kelompok gank yakuza.

Aku menggelengkan kepalaku. Anni...anni...anni. Kau jangan berfikir yang tidak-tidak cho jaejoong! Kau harus tetap berfikiran positif! Kalau kau berfikiran negativ,nanti apa yang kau sedang fikirkan menjadi kenyataan bagaimana? Oh,tidak! Jangan sampai,apa yang tadi aku fikirkan menjadi kenyataan!

Aish! Lalu aku harus berbuat bagaimana? Apa yang harus aku perbuat? Aku sama sekali tak tahu! Eohteoke!

Kedua tanganku mengacak-acak rambutku.

Aku sama sekali tak tahu mereka berdua pergi kemana. Kyuna sama sekali tak memberitahuku. Aku hanya tahu kalau kyuna pergi dengan choi seonsaeng. Hanya itu. Aku sama sekali tak thu no ponsel choi seonsaeng. Ey,untuk apa aku tahu no ponsel seonsaeng killer itu? Untuk apa menyimpannya? Tak penting sekali. Eh? Tapi penting kalau keadaannya seperti ini kan?

Pabo kau cho jaejoong! Aku memukul kepalaku.

Sudah tak tahu no ponsel choi seonsaeng,aku juga tak tahu dimana dia tinggal. Aish! Kau tahu apa sih jae?

Apa yang harus aku lakukan?

Kakiku melangkah memutari kamar tidurku. Kedua tanganku semakin mengacak-acak rambutku. Entah sekarang seperti apa wujud rambut indahku. Tak penting sekali memikirkan bentuk rambutku sekarang ini.

Apa aku harus menelepon appa dan eomma? Aku langsung menggelengkan kepala. Aniya! Kau jangan menelepan mereka jae! Ada juga kau nanti yang akan dimarahi mereka karena tak becus menjaga adikmu satu-satunya itu!

Lalu aku harus berbuat apa?

Langkahku terhenti. Secetus ide muncul disana.

Apa aku harus menelepon polisi? Benar! Polisi! Hanya polisi yang bisa diandalkan untuk mencari orang yang hilang. Aku langsung berlari mengambil ponsel yang tergeletak di atas tempat tidur

Tunggu! Apa tak terlalu berlebihan aku menelepon polisi hanya karena kyuna menghilang saat pergi dengan choi seonsaeng yang notebane kekasihnya? Ada juga nanti aku ditertawakan pak polisi. Karena bersikap berlebihan. Lagipula,kyuna belum ada 24 jam pergi. Aku langsung terduduk di pinggir tempat tidur. Menenggelamkan kepalaku diantara kedua tanganku.

Apa yang harus aku lakukan?

.

.

.

.

.

Karena tak tahu harus berbuat apa lagi,jaejoong turun kebawah. Dia berjalan mondar-mandir di depan meja resepsionis. Membuat beberapa resepsionis memandanginya dengan bingung. Apalagi dengan penampilan jaejoong yang berantakkan. Rambut yang tergerai acak-acakkan muka yang kusut. Meski itu semua tak menutupi kecantikkannya yang luar biasa.

"Nona jaejoong,ada apa?" Tanya salah satu yeoja resepsionis.

"Ne? Ah,aniya" jaejoong kembali berjalan bolak-balik di depan meja menit jaejoong masih saja mondar-mandir dengan raut wajah yang sangat kalut dan cemas memikirkan adik semata wayangnya yang belum kembali dan tak memberi kabar.

"Ah,ne tuan jung yunho dari president room. Ada yang bisa kami bantu?" Tanya seorang namja resepsionis yang sedang mengangkat telepon.

Jaejoong langsung menengokkan kepalanya saat mendengar sebuah nama yang dia kenal. Jung yunho.

'Ah,kenapa aku tak bertanya saja kepada ahjussi itu. Apa yang harus aku perbuat sekarang untuk menemukan kyuna' fikir jaejoong dalam hati. Dia mendekati meja resepsionis. "Apa itu jung yunho yang sedang menelepon kemari?"

Resepsionis namja itu menganggukkan kepala.

"Aku mau bicara"

"Ne?"

"Bilang padanya aku mau bicara dengannya"

Dengan nada ragu-ragu resepsionis itu bertanya,"maaf tuan jung,saat ini nona cho jaejoong ingin berbicara dengan an..." sepertinya jung yunho sudah menjawab sebelum sang resepsionis menyelesaikan perkataanya. Dan resepsionis itu mengulurkan gagang telepon kearah jaejoong.

"Ahjussi! Ada yang ingin aku bicarakan denganmu. Sangat penting. Kau harus segera kebawah. Aku menunggu di restoran hotel sekarang. 10 menit kau harus sudah sampai di restoran!" Tanpa menunggu jawaban dari yunho,jaejoong sudah memutuskan sambungan telepon itu. Lalu dengan santainya dia berjalan memasuki restoran diikuti dnengan pandangan bertanya dari para resepsionis.

10 menit kurang. Jung yunho sudah berdiiri di samping meja yang sedang di tempati jaejoong. Dengan badan yang membungkuk,kedua tangan diletakkn di lutut dan nafas yang terengah-engah sepertinya namja bermata musang dan berkepala kecil ini,datang kemari dengan berlari mungkinkah dia kebawah dengan berlari menuruni tangga? Dan melupakan gunanya lift di hotel,saking terburu-buru karena jaejoong memberinya waktu sangat sedikit? Entahlah. Hanya jung yunho dan tuhan yang tahu.

"Apa kau berlari untuk datang kesini ahjussi?"

Yunho hanya memberinya senyuman 1 juta voltnya. Dan duduk di depan jaejoong. Mengatur nafasnya yang masih terengah-engah.

"Kau mau memasan apa,ahjussi? Teh? Kopi?"

"Teh saja"

Seorang waiter mengantar satu cangkir teh hangat dan segelas susu putih untuk jaejoong.

"Jadi pembicaraan penting apa yang ingin kau katakan paduku jae?"

Jajoong menepuk keningnya dengan keras,hingga mencetak kemerahan di kulitnya yang putih bersih itu. "Ah,aku sampai lupa! Untung saja kau mengingatkanku ahjussi!" Jaejoong langsung meraup kedua tangan yunho.

Membuat yunho membelak terkejut dengan skinship yang dilakukan jaejoong. Jantungnya berdetak dengan kencangnya. Nafasnya jadi memburu. Menatap tak percaya kearah tangan yang di genggam oleh yeoja yang dia cintai itu. 'Jung yunho,semalam kau bermimpi apa sampai jaejoong menyentuh tanganmu seperti ini?'

"Ahjussi,eohteoke! Kyuna. Uri kyuna,dia belum pulang sampai sekarang"

"Oh,ne?" Dengan wajah super pabbo,yunho bertanya.

Perkataan jejoong tadi belum sempat tertangkap oleh telinganya yang tiba-tiba tak berfungsi. Bukan hanya pendengarannya yang tiba-tiba tak mau bekerja karena skinship itu. Tapi,penglihatannya yang menjadi berkabur,pengucapan yang tak sama dengan apa yang ada diotaknya,pernafasan yang terganggu karena harus mengatur detak jantung yang bekerja terlalu cepat. Dan hanya indra perabanya saja yang tiba-tiba berfungsi berkali-kali lipat lebih perasa apalagi di bagian tangannya yang sedang di genggam dengan sangat erat oleh jaejoong.

"Yak,kenapa kau tak mendengarkanku ahjussi!" Jaejoong menghentakkan tangannya dan melepaskan genggaman tangan yunho. "Haish! Aku menyuruhmu untuk datang kesini itu untuk membantu mencarikan solusi,bukannya menyuruhmu untuk melamun seperti itu!"

Yunho meringis,merasa bersalah. "Mianhae jae. Tadi aku tak mendengar perkataanmu. Tapi,aku janji. Jika kau mengulang lagi perkataanmu barusan,aku akan mendengarkannya" yunho mengangkat tangan kanannya ke atas dan membentuk tanda V.

"Kau janji?"

Yunho mengacungkan jari kelingkingnya,"aku janji"

"Baiklah" ucap jaejoong. "Kyuna belum pulang sampai sekarang,ahjussi"

Yunho melihat jam tangannya,"ne,belum pulang? Ini sudah sangat larut malam. Eum,apa mungkin kyuhyunie menginap?"

Jaejoong terlihat terkejut dengan satu kata yang diucapkan oleh yunho. 'Menginap? Apa iya kyuna menginap? Bersama choi seonsaeng? Mwo?! Tunggu,tunggu! Menginap bersama choi seonsaeng! Oh god! Kyuna tak akan selamat!'

"Hei,jae" yunho mengibas-ngibaskan tangan di depan wajah jaejoong yang sedang melamun. "Hei,kau kenapa?"

"Ahjussi,mungkinkah perkataanmu benar?"

Yunho tak mengerti. "Apa maksudmu jae?"

"Itu,perkataanmu barusan. Kau bilang kalau kyuna mungkin menginap"

Yunho makin mengerutkan keningnya,"memangnya kenapa kalau kyuhyunie menginap jae? Memangnya kyuna belum pernah menginap sebelumnya?"

Jaejoong menggelengkan kepala,"bukan. Bukan itu. Aku tak mempermasalahkan kyuna menginap. Tapi..."

"Tapi?"

"Tapi,kalau dia menginap bersama kekasihnya bagaimana?"

"Ne? Aku tak mengerti jae?"

"Jadi,tadi pagi kyuna pergi dengan kekasihnya entah kemana. Dan sampai saat ini kyuna belum pulang. Dan aku terus menerus menelepon ke ponselnya. Namun ponselnya tak aktif. Ahjussi,aku takut memikirkan hal buruk yang kyuna alami"

"Ah,jadi kyuhyunie pergi dengan kekasihnya? Oh,kyuhyunie sudah mempunyai seorang kekasih" yunho menganggukkan kepala. "Lalu,memangnya kenapa kalau kyuhyunie menginap dengan kekasihnya jae? Menurutku kalau kau sudah mengetahui dia pergi dengan kekasihnya dan sampai sekarang kyuhyuie belum kembali. Kau tak usah khawatir. Asal kau tahu saja,sekarang kyuhyunie sedang bersama siapa. Iya kan?"

"Kau tak mengerti ahjussi. Kekasihnya kyuna itu sudah sangat sangat dewasa. Bahkan kekasihnya itu seperti dirimu,seorang ahjussi-ahjussi. Bagaimana aku tak khawatir? Kalau kekasih kyuna sudah dewasa,otomatis fikirannya juga dewasa dan pergaulannya dewasa kan? Bagaimana kalau kyuna diapa-apakan? Aish! Aku tak bisa membayangkannya!" Jaejoong kembali mengacak-acakkan rambutnya.

Yunho bersweetdrop. Satu kalimat yang menohoknya 'kekasihnya itu seperti dirimu,seorang ahjussi-ahjussi'.

Jaejoong masih saja mengoceh tanpa henti. Dirinya tak sadar kalau tengah mengoceh panjang kali lebar dengan orang lain selain kyuhyun dan orangtuanya. Biasanya jaejoong jarang mengeluarkan kalimat-kalimat panjang pada orang lain. Dan membuat orang lain menyebutnya pendiam. Lalu kenapa dengan bersama yunho,jaejoong bisa mengoceh seperti itu?

.

.

.

.

.

Kyuhyun sedang terbaring di tempat tidur kingsize di sebuah kamar yang terlihat sangat manly. Cover dinding di cat dengan warna putih. Dan barang-barang yang berada di kamar ini semuanya berwarna hitam. Kecuali untuk bedcover yang mempunyai warna merah.

Kelopak mata kyuhyun bergetar,tanda dirinya akan terbangun. Perlahan kelopak mata itu terbuka. Mengerjap beberapa kali.

Kyuhyun merubah posisi terbaringnya. Dari memiring ke ke kanan menjadi terlentang. Matanya menatap ke langit-langit kamar.

Menatap bingung akan lampu yang tergantung di atasnya. Lampu yang memiliki bentuk yang menurutnya sangat aneh.

Kyuhyun mengerutkan dahinya. "Sejak kapan kamarku di pasang lampu seperti itu?" Dan masih memandangi lampu tersebut.

Hidungnya mencium wangi parfum masculin. Mengendus-endus untuk mencari tahu wangi maskulin yang tercium olehnya berasal dari mana.

Menarik bedcover dan mengendusnya. "Wanginya enak sekali sekali" gumam kyuhyun.

'Wangi masculin? Sejak kapan bedcover di kamarku tercium wangi masculin?'

Kyuhyun mendudukkan diri dan memandang sekeliling. 'Hey,ini bukan kamarku!'

Ada 2 pintu di kamar itu. Dan salah satu pintu tersebut terbuka.

Seorang namja keluar dari pintu itu.

Mata kyuhyun melebar saat melihat namja itu.

Apalagi dengan fakta,bahwa namja itu hanya memakai handuk yang melilit di pinggangnya. Air yang menetes dari rambutnya yang basah,dan mengalir kebawah membasahi dada bidang namja itu hingga ke perutnya yang berkotak-kotak.

"Oh,kau sudah bangun?"

.

.

.

.

.

TBC

.

.

.

.

.

Chapter 8 datang ~~~

.

.

.

Maaf lama untuk updatenya.

Banyak alasan kenapa aku baru ini update ini fanfic. Kalau aku jabarkan akan sangat panjang yang akan kutulis.

.

Untuk chapter berikutnya mohon doa nya saja. Kekeke~

.

.

Makasih untuk yang sudah mengikuti fanficku ini hingga sekarang :D

.

.

.

Makasih ~ Kayla WonKyu - tien Top21 - AniesLoveWonkyu - syifa. sparkyu - everadit - shin min young - WonKyuPet - R407 - miszshanty05 - princesssparkyu- Hima Maa - zizah choi - kimfida61 - rikha-chan - sparkyumihenecia - ratna sparkyu - lintang - Guest - vira - Ny cho evil - dee - evil kyu - fifi - meotmeot - Baby panda - dazzle daisy - Jihee46 - Guest ~

.

Maaf kalau ada yang salah ketik atau ada yang belum aku tulis...

.

Terima kasih untuk yang sudah membaca, meriview, memfavorit, n memfollow fanfic ini.

Aku sangat berterima kasih sekali :D