Tittle : Reincarnations
Genre : Fantasy, Romance, Hurt
Pairing : FrauTeiAya, CasLab
07-GHOST© Amemiya Yuki & Yukino Ichihara
Warning : Sho-ai, Aneh, GaJe, OOC, Typo (selalu).
Don't Like, Don't Read~! ^^
.
.
~ 0 0 0 ~ 0 0 0 ~ 0 0 0 ~ 0 0 0 ~ 0 0 0 ~
.
~ Kapitel 3 ~
[ First Day, First Problem ]
.
.
-Keesokan harinya, di kelas Labrador-
"Nah, anak-anak.. ini adalah 2 murid pindahan yang akan mulai bersekolah disini.. bersikap baiklah dengan mereka.." Kata Miroku didepan kelas dengan Castor dan Lance.
"Baik.!" Jawab para murid serempak.
"Nah, silakan perkenalkan diri kalian.." Kata Miroku lagi.
"Namaku Castor.. mohon bantuan kalian mulai sekarang!" Kata Castor dengan senyum yang membuatnya semakin tampan. Para murid wanita langsung terpesona melihat senyum si pemilik rambut brunette itu.
"Tampannya.." Puji Razette dengan wajah memerah. Lab langung menoleh kearah Razette dengan death glare terbaik plus ter-hororr-nya. Yang ditatap langsung berkeringat dingin dan ketakutan. Lab mendecak sebal. Lance tertawa kecil melihat tingkah Lab yang cemburuan itu. Lab kembali menyadari hal itu dan langsung menatap Lance dengan tatapan 'diam-kau-sialan!'. Lance kembali tertawa kecil.
"Berikutnya.." Kata Miroku yang menyadarkan Lance kembali ke daratan.
"Ah, iya.. namaku Lance.. mohon bantuannya ya~!" Kata Lance riang.
"Nah, sekarang silakan duduk disebelah Labrador.. kalian teman Labrador, kan?" Tanya Miroku. Semua mata langsung terarah pada Labrador. Labrador hanya tersenyum -seperti biasa. Castor dan Lance mengangguk. Castor langsung duduk disebelah kanan Labrador (tempat duduk Labrador dipaling pojok sebelah kanan dekat jendela) dan Lance duduk didepan Labrador.
"Nah, akrab-akrab lah dengan mereka, anak-anak.." Kata Miroku sambil berjalan keluar kelas. Baru saja pintu tertutup, semua murid langsung mengerubungi Castor dan Labrador.
"Hei, kau Castor kan? Kenapa kau pindah kemari?" Tanya seorang murid pada Castor.
"Benar.. aku pindah karena orang tuaku bekerja disini.. salam kenal, ya.." Jawab Castor ramah.
"Lab, kau teman mereka berdua?" Tanya seorang murid pada Lab.
"Iya.. kami teman sejak kecil.." Jawab Labrador sambil tersenyum. Lance mendecak sebal.
"Haahh.. lagi-lagi mereka yang populer.." Kata Lance sebal sambil melirik Castor dan Lance sirik.
"Anoo.. kau Lance kan?" Tanya seorang perempuan pada Lance.
"Benar sekali~.. Ada yang bisa saya bantu?" Tanya Lance sambil tersenyum.
"Ah, tidak.. hanya saja.. mohon bantuannya mulai sekarang.." Kata perempuan itu sambil membungkuk sedikit.
"Tidak perlu membungkuk begitu.. Aku juga, mohon bantuannya mulai sekarang.!" Kata Lance sambil tersenyum. Perempuan itu mengangkat kepalanya.
"Em! Arigatou gozaimasu!" Kata perempuan itu sambil tersenyum dna kembali lagi ke bangkunya. Arwah Lance langsung terbang ke angkasa dan membatin, 'Akhirnya ada juga yang menyapaku..'. Castor dan Lab langsung tersenyum kearah Lance.
'Semoga Lance bisa mendapatkan kekasih hatinya..' Batin mereka berdua.
GUBRAKK!
'Hei! Hei! Aku dengar tahu!' Kata Lance sambil memasuki pembicaraan batin(?) mereka berdua.
'Ah, aku sudah lupa kau bisa telepati juga..' Kata Labrador tanpa dosa.
'Lho? Memangnya kenapa Lance? Kan bagus, kami mendoakanmu supaya kau cepat dapat pacar..' Kata Castor tanpa dosa juga.
'Aku protes dengan kata 'kekasih hati' itu! Itu terlalu cepat, kacamata!' Kata Lance sedikit sweatdrop.
'Lalu aku harus bilang apa? Pasangan hidup?' Tanya Castor watados.
GUBRRRRAAAAKKKK!
'Itu malah semakin ngaco, kacamata!' Protes Lance dengan api yang menyala dimatanya.
'Sudahlah, kalian berdua..' Kata Lab menenangkan kedua patnernya itu. Lance langsung memalingkan wajahnya dan menyilangkan tangannya didepan dadanya sementara Castor dan Labrador hanya tertawa kecil.
.
.
'Yoo~.. Profe~..'
.
DEG!
.
Lab terkaget-kaget. Dia tak mengenal orang yang memanggilnya ini.. Kenapa orang ini tahu dia adalah reinkarnasi Profe?! Lalu, kenapa dia bisa masuk kedalam telepati Lab?! Lab terdiam.
'.. Siapa kau?' Tanya Lab serius.
'Ara~.. Kau melupakanku? Kejamnya~!' Kata orang itu dengan lebay.
'Kutanya sekali lagi, siapa kau!' Tanya Lab dengan tegas.
'Hiks! Teganya kau padaku, Profe! Kenapa kau melupakanku begitu cepat sementara aku masih terus mengingatmu?' Kata orang tadi amat lebay. Lab langsung ber-sweatdrop ria. Kenal saja belum, kenapa orang ini ngaku-ngaku segala?!
'Siapa kau?! Jawab atau kau kuikat dengan sulur-sulur tanamanku!' Ancam Lab tegas.
'Ah~, iya.. Kau masih punya kekuatan untuk melacak orang yang memasuki telepatimu ya? Aku baru ingat~.. Hehehehe~..' Orang tadi tertawa. Untuk entah keberapa kalinya, Lab ingin sekali meninju wajah orang ini.
'Jawab. Aku. Sekarang!' Kata Lab tegas.
'Ah, iya~.. Aku ingin memperingatimu saja sih.. didengarkan ya~..' Kata orang tadi dengan nada riang. Lab menarik napas, mencoba memohon kepada Yang Kuasa untuk diberi kekuatan agar dapat mengendalikan emosinya yang memuncak dengan tingkah laku kekanak-kanakan orang ini.
'.. Apa yang ingin kau katakan?!' Tanya Lab serius. Dari seberang sana, orang itu tersenyum licik.
'Kau tahu? Aku sudah tahu apa tujuan kau datang kesini~.. Lebih baik kau menyerah saja dengan kedua patnermu itu dan pulang sajalah ke Dunia Penyihir~.. Oke~?' Tanya orang itu.
'Jangan mimpi! Itu tidak akan pernah terjadi!' Bentak Lab.
'Ehh~? Jangan kasar begitu dong, Profe-chan~! Kami kan hanya bilang begitu saja.. Semua terserah padamu saja sih~..' Kata orang itu masih dengan nada riangnya.
'Keparat! Katakan saja inti dari pembicaraanmu ini! Aku punya banyak urusan!' Bentak Lab tidak sabaran.
'Iya.. iya.. Kuberitahu ya...' Suara orang itu menghilang sejenak.
'... Kau tak akan pernah bisa membawa reinkarnasi Zehel dan Mikhail kabur dari sini, Profe..' Lanjut orang itu.
Deg!
'... Kalau kau tanya kenapa, maka jawabannya adalah karena kesalahan 300 tahun yang lalu kalian perbuat~...' Sambung orang itu.
DEG!
'... Yaahh.. Terserah kau menganggap ini hanya gurauan atau ancaman kosong, aku hanya mengatakan yang sebenarnya.. Karena...' Perkataan orang itu terputus.
.
.
'... Semua adalah kesalahanmu 300 tahun yang lalu, saat tidak berhasil mencegah Pangeran Mikhail Tiashe Raggs pergi~.. Sampai jumpa~!' Suara orang itu pun menghilang.
BRAKKK!
Lab bangkit dari bangkunya secara mendadak. Dia bahkan tidak menyadari, kalau saat itu tengah pelajaran kimia dengan guru Libelle-sensei yang terkenal dengan keganasannya.
"Ada apa, Labrador? Kau ada masalah?" Tanya Libelle-sensei heran. Lab terus mengatur napasnya yang memburu dan menghiraukan pertanyaan Libelle-sensei.
"Master Lab?" Tanya Lance pelan. Lab terus mengatur napasnya.
"Labrador! Apa yang-"
"–Maaf, sensei.. saya rasa.. saya tidak enak badan.. bisakah saya beristirahat di ruang kesehatan?" Tanya Labrador cepat sambil tetap menunduk. Castor melirik pemuda berambut lilac itu dengan alis bertaut. Libelle-sensei pun tak ketinggalan mengangkat sebelah alisnya, bingung.
"Silakan…" Kata perempuan berambut pink dan beriris biru itu. Labrador langsung berlari kedepan kelas dengan kepala ditundukkan. Pemuda berambut lilac itu sama sekali tak melirik siapapun, sebodo amat orang berpikir dia setengah gila atau apa, yang penting dia ingin pergi ke toilet!
Ketika tangan pemuda itu menyentuh ganggang pintu kelasnya, tiba-tiba…
BRAK!
Pintu itu telah dibanting lebih dulu dari luar dan memperlihatkan sosok paling horror yang mendapat urutan pertama sebagai orang yang tidak ingin dilihat oleh pemuda ekhemcantikekhem itu beserta kawan-kawannya. Sosok yang langsung membuat kaki Labrador lemas, melebarkan matanya dan membuat tubuhnya gemetar hebat.
"Mau kemana kau, Labrador?" Tanya sosok itu sambil menatap Labrador tajam. Labrador meneguk ludahnya. Castor dan Lance ikut melebarkan bola mata mereka dan menatap sosok itu tak percaya.
"… A- Ayanami.. -san?" Tanya Labrador ketakutan. Sosok itu –yang tidak lain adalah Ayanami– hanya menatap Labrador dingin, tanpa sebuah sinar di matanya.
.
.
-TBC-
.
.
Author : Hola, hola~! Jumpa lagi dengan saya, Author ter-GaJe sekaligus ter-sableng se-FFN, Profe Fest~!
Readers : LU KEMANA AJA AUTHOR KAMPRETTTT! /gebukin Author/
Author : HIAAA! Maafkan daku! Sehabis UN itu Author idenya mentok! DX
Readers : TIADA MAAF BAGIMU, SABLENGGG! /masih gebukin Author/
Author : HHHIIIIIIIIIIAAAAAAAAAAAA! MAAAFFF! SAYA MAU BACAIN BALASAN REPIU INIIII! DX
Readers : /kembali ke tempat duduk yang tersedia/
Author : Akhirnyaa.. nah, pertama kita panggilkan para tokoh fic –sableng– ini~! Ayo masuk semuanya~!
Pemain fic : /masuk dengan blink blink ala shoujo manga/
Readers : /tereak-tereak GaJe/
Author : BERISIK LU SEMUA! BERHENTI BENTAR NGAPA! MAU BACAIN BALESAN REPIU NIHH!
Readers : /kembali diam/
Labrador : Baiklah.. pertama balasan review buat Kujo Kasuza Phantomhive-san.. Terima kasih banyak repiu-nya dan terima kasih sudah mengatakan fic ini unyu.. Author sangat senang dengan repiu-nya.. /senyum/
Author : UN Author lumayan lancar.. meskipun waktu itu sempet apes pas lagi pelajaran IPA karena LJK-nya ada yang kotor.. jadi saya pun harus ganti soal.. /pundung/
Lance : Hiks.. aku tahu aku memang jomblo.. /ikut pundung bareng Author/
Castor : Baiklah, kita lanjut pada review dari Fujiwara Shion-san.. terima kasih sudah review.. Mohon maaf Author kita yang satu ini kelewat lama meng-update fic ini.. ini Chapter 3-nya.. silakan review kalau ada yang kurang.. Mengenai si bodoh yang mesum itu, dia memang narsis-nya tidak tertandingi.. /senyum tanpa dosa/
Frau : HOI! Aku dengar itu tahu!
Castor : Lalu kenapa? Ada masalah? /aura dark/
Frau : … ti- tidak ada.. /mundur/
Castor : Kalau begitu cepat bacakan review selanjutnya! /aura dark level 99/
Frau : Ba- baik! Baiklah, untuk S-san.. ng…..
Author : Don't worry about it, S-san.. I'll add more romance between them~.. But, not now.. Please waiting for their romance scene, okay~?
Teito : Baiklah.. selanjutnya, Helena Oak-san.. terima kasih sudah repiu dan mendoakan ujian Author.. Kata Author, mungkin kemunculan Hakuren akan sedikit lama, tapi Author sudah fix akan memunculkannya..
Hyuuga : Selanjutnya, makasih buat Teika Vertrag-san yang sudah repiu dan suka fic –sableng– ini~.. ngomong-ngomong, mau bergabung dengan Black Hawk~?
Konatsu : /mukul Hyuuga/ Hyuuga-sama! Anda kalau mau nawarin jangan sama readers! Kalau mereka kenapa-kenapa, kau mau tanggung jawab?!
Hyuuga : Duhh, Konachii galak sekali sih..
Konatsu : /hiaruin Hyuuga/ Selanjutnya, terima kasih untuk Zehelia Miraela-san.. Saya setuju dengan Anda.. Lalu, maaf karena fic ini udah telat update melebihi satu bulan.. Hontou ni gomennasai.. /membungkukkan badan/
Kuroyuri : Selanjutnya, untuk yui-san.. Makasih review-nya~.. ini sudah update.. terima kasih sudah menyemangati Author.. /senyum riang/ Ah, maaf juga kalau menunggu kelanjutan fic ini sudah kelamaan.. Maafkan Author kita yang kelewat sableng ini ya~.. /masih senyum riang/
Mikage : Lalu, untuk Rencee-san, makasih udah review~.. Ini Kapitel 3-nya~.. Maaf kalau sudah menunggu terlalu lama.. Author kita ini sangat malas dan memang kehabisan ide..
Author : /masih pundung dengan aura suram/ Hiks.. semua menyalahkanku.. /korek-korek tanah/
Ayanami : Tentu saja! Karena kau terlalu lama menelantarkan fic ini, readers sudah lumutan menunggu kelanjutan Kapitel 3! /aura dark/
Author : HHHHIIIIAAAAAA! Maafkan saya, Ayanami-sama! Saya kehabisan ide, terus setelah masuk SMA, saya juga makin sibuk, apalagi UTS kemarin cuma dapet pas-pasan rata-ratanya (baca : B+)..
Ayanami : NGGAK PEDULI! KAU HARUS DIHUKUM! /keluarin cambuk/
Author : HHHIIIIIIIAAAAAAA! Baiklah, kita tutup saja bacotan nggak jelas ini! Jangan lupa review yaa! Saya tunggu review kalian semuaaa!
Ayanami : BACOT LUUU! /nyambuk Author/
Hyuuga : Harap jangan meniru adegan diatas ya~!
Labrador : Sampai jumpa di Kapitel depan~! /senyum sambil lambai-lambai/
.
.
~ Review Please ~
.
.
