Fairy Tail © Hiro Mashima
Bisakah Kau Melihat dan Mendengar suaraku? © Minako-chan Namikaze
.
Summary : Gelap dan Sunyi. Itulah yang dirasakan Natsu Dragneel saat ini. Hidupnya berubah drastic semenjak sebuah tragedi merenggut penglihatan dan pendengarannya. /"Mungkin dia akan terus seperti ini selamanya."/"Jangan meminta maaf, Luce. Ini semua bukan kesalahanmu."/"Kalau begitu, jadikanlah aku sebagai mata sekaligus telingamu."/
Pair : Natsu. D & Lucy. H
Genre : Hurt/Confort & Romance
.
.
.
"Sabertooth..." gumam Erza.
"Kenapa mereka bisa ada disini?" Cana menatap tidak percaya ketiga anggota Sabertooth itu.
Sting berjalan menghampiri Lisanna yang tengah berusaha untuk duduk.
"Oi, kau tidak apa-apa?" Sting membantu Lisanna berdiri.
Lisanna mendongak dan mengangguk.
"Lector, Frosh... Aku serahkan gadis berambut putih dan kucing biru ini pada kalian." ucap Sting.
Lector dan Frosh mengangguk.
Lucy segera berlari menuju Natsu. "Natsu! Kau tidak apa-apa?" tanya Lucy khawatir.
Bukannya menjawab, Natsu malah memukul lantai Guild dan menunduk frustasi.
"Sial! Bahkan untuk menyentuhnya saja aku tidak bisa!"
Lucy menatap Natsu dengan prihatin. Sementara itu, tampak Sting dan Rogue sudah maju melawan penyihir itu.
"Hakuryu No Houkou!" Sting melepaskan raungan naga cahayanya. Sedangkan Rogue sudah berubah menjadi bayangan dan berkeliaran di sekeliling Xenia. Erza, Gray, dan Mira berusaha bangkit dan membantu Sting dan Rogue.
"Lucy-sama, sebenarnya apa yang sudah terjadi disini?" tanya Yukino.
Lucy mengalihkan perhatiannya kearah Yukino. "Aku juga tidak begitu mengerti, tapi penyihir itu tiba-tiba datang meledakkan Guild dan bilang kalau dia ingin menghancurkan Fairy Tail..." jawab Lucy.
JDUAR! Lucy melihat kalau Xenia berhasil terpental jauh dan menabrak tembok Guild. Lalu dia melihat Sting dan Rogue yang sudah berubah ke mode Dragon Force-nya. Bahkan Sting dan Rogue pun harus menggunakan Dragon Force untuk melawan Penyihir ini. Dilihatnya Erza yang terbang diatas dan hendak meluncurkan seribu pedangnya, sementara Gray dan anggota Guild lainnya sudah menyiapkan sihir andalan mereka masing-masing. Lucy kembali menatap Yukino yang kini sedang menggenggam kedua kunci Zodiaknya dengan erat, tampaknya Yukino juga ingin membantu melawan penyihir itu.
"Ngomong-ngomong, kenapa kalian bisa berada disini?" tanya Lucy.
Yukino menatap Lucy, lalu menjawab, "Kami dengar Natsu-sama kehilangan indra penglihatan dan pendengarannya, jadi kami kesini untuk melihat keadaannya... Tapi tidak kami sangka, begitu sampai kesini, Guild ini sudah hancur berantakan..." jawab Yukino.
Lucy hanya diam mendengar jawaban Yukino. Lalu dia mengalihkan pandangannya kearah Natsu yang tengah menjambak rambutnya.
"Aku benar-benar tidak berguna... Tanpa mataku... Aku tidak bisa melakukan apapun..." gumam Natsu frustasi.
Lucy tiba-tiba membulatkan matanya. Kata-kata Xenia sebelumnya langsung terngiang di kepala Lucy.
"Padahal kau hanya perlu sihir dari salah seorang Dragon Slayer dan juga sihir dari penyihir Roh Bintang yang sudah mempunyai 12 kunci Zodiak..."
"Itu dia!" seru Lucy tiba-tiba.
Yukino segera menoleh kearah Lucy, begitu juga dengan Natsu yang langsung mengangkat kepalanya.
"Ada apa, Lucy-sama?" tanya Yukino.
Lucy menatap Yukino dengan serius. "Yukino-san, tolong pinjamkan aku kekuatanmu. Aku akan membuat Natsu bisa melihat lagi!" ucap Lucy dengan tegas.
Natsu dan Yukino langsung tersentak mendengarnya.
"Tapi, bagaimana caranya?" tanya Yukino.
Lucy segera mengeluarkan kertas mantra yang di tulis Levy tempo hari dari sakunya dan memberikannya pada Yukino.
"Kita gabungkan semua kekuatan roh Zodiak kita berserta kekuatan sihir dari Dragon Slayer... Dengan begitu, Natsu bisa melihat kembali!" jawab Lucy.
Yukino membaca mantra di kertas itu dan segera menghafalnya. Lucy memanggil Wendy dan mereka bertiga pun segera mengelilingi Natsu.
"L-luce..." gumam Natsu.
"Natsu... Tunggulah sebentar. Aku akan segera membebaskanmu dari kegelapan yang selama ini menyelimutimu..." ucap Lucy.
Lucy menatap Yukino. Yukino mengangguk mengerti. Lalu mereka berdua melemparkan semua kunci Zodiak mereka keatas dan memanggil semua Roh Bintang mereka.
Sementara itu, tampak Guild sudah hampir hancur akibat pertarungan yang kini sudah berbalik diambil alih oleh Xenia.
"Sial! Sebenarnya siapa dia itu?!" ucap Sting kewalahan sambil menghindari bola hitam yang terus di lemparkan Xenia.
"Padahal kita sudah menyerangnya dengan Dragon Force, tapi kenapa dia sama sekali tidak terlihat kehabisan sihir sedikitpun?!" desis Rogue.
Benar saja apa yang mereka katakan. Xenia sama sekali tidak terlihat kehabisan sihir walaupun dia sudah diserang habis-habisan tadi.
"Gahahahahaha! Akan kuhancurkan Guild ini sampai tidak ada yang sisa lagi! Lalu setelah itu akan kuhancurkan juga Guild resmi lainnya! Hahaha, Matilah kalian, Fairy Tail!" tampak penyihir ini mulai menggila. Terlihat di kedua telapak tangannya, dua buah bola hitam dengan kilatan listrik.
Sting berdecak marah. "Brengsek! Sebenarnya siapa kau ini, hah?!"
Xenia menyeringai kejam, "Heh, kalau di dunia ini ada seorang Dragon Slayer Cahaya... Maka, tidak mustahil kalau ada seorang God Slayer Kegelapan!" dan dengan itu, Sting, Rogue dan Anggota Guild lainnya langsung di hantam oleh dua bola hitam raksasa yang di tembakkan Xenia dengan tiba-tiba. Mereka semua terhempas jauh dan menabrak puing-puing Guild.
"Kehehehe... Huh?! Kurang ajar! Rupanya kalian mengambil kesempatan dalam kesempitan!" Xenia meraung marah kearah Lucy, Yukino dan Wendy yang telah memulai ritual penyembuhan Natsu. Dia bersiap menembakkan bola hitamnya lagi, namun tendangan Sting tiba-tiba menghantam wajahnya sehingga dia langsung terpental beberapa meter kebelakang.
"Tidak akan kubiarkan kau menganggu proses penyembuhan Natsu-san!" seru Sting.
"Sting... Kumohon, tahan dia sebentar saja!" batin Lucy sambil memejamkan matanya. Mulutnya terus berkomat-kamit membacakan mantra. Sementara itu semua Roh Bintang Lucy dan Yukino tengah menyalurkan kekuatan sihir mereka kepada Natsu.
"Cih!" Xenia berdecih sambil mengelap darah di bibirnya yang koyak dengan punggung tangannya. "Jangan menghalangiku, Naga brengsek!"
Sting langsung menjerit kesakitan ketika sebuah bola hitam menyelimuti tubuhnya dan menyetrumnya dari dalam.
"Grraaaa!" Tidak hanya Sting yang dibuat begitu, tapi seluruh anggota Guild, bahkan Lector dan Frosh juga.
Lucy berdecak melihat keadaan yang semakin memburuk.
"Yukino-san, Wendy... aku serahkan penyembuhan Natsu kepada kalian." ucap Lucy sambil memisahkan diri dari lingkaran sihir.
"Lucy-sama! Jangan-jangan kau...?" ucap Yukino.
"Ingin melawannya sendirian?!" teriak Wendy.
"Jangan lakukan itu, Lucy!" teriak Loki.
"Mau bagaimana lagi. Kalau aku tidak melawannya, Natsu dan Guild akan..."
"Jangan lakukan, Lucy! Itu berbahaya! Bisa-bisa kau-" ucapan Loki langsung di potong oleh Lucy.
"Tidak apa-apa! Aku hanya perlu melawannya sebentar untuk mengundurkan waktu. Dengan begitu, Natsu bisa disembuhkan dan segera melawannya!" ucap Lucy yakin.
"Tapi..."
"Sudah cepat lakukan!" teriak Lucy.
Wendy dan yang lainnya langsung tersentak. Lalu mengangguk dan meneruskan proses penyembuhan Natsu.
Sementara itu, Xenia sudah berdiri tegak dan berjalan beberapa langkah kearah Lucy.
"Kehehehe... Kau berniat melawanku sendirian? Tidakkah kau lihat apa yang sudah terjadi terhadap kedua Naga Kembar itu dan semua teman-teman Guild-mu? Haha, sungguh menggelikan!" ucapnya.
Lucy mengerang kesal mendengarnya. "Aku tidak akan memaafkanmu atas apa yang sudah kau perbuat pada teman-temanku!" desis Lucy.
Xenia hanya tertawa sinis mendengarnya. Lucy memejamkan matanya, berkonsentrasi dengan sihir yang akan dikeluarkannya.
"Ten wo hakari, Ten wo hiraki
Amaneku subete no hoshibosi
Sono kagayaki wo motte Ware ni sugata wo shimese..."
"Mantra itu bukankah..." gumam Aquarius.
"Urano Metria!" seru Loki.
"Jangan Lucy! Kau sudah kehilangan banyak sihir! Bisa-bisa kau..." teriak Aries.
Namun Lucy tidak mengindahkan seruan para Roh Bintangnya dan terus membacakan mantra,
"Tetorabiburosu yo
Warewa hoshiboshi yo shihaisha
Asupekuto wa kanzen nari..."
"Hentikan, Hime!"
"Lucy!"
"Lucy-sama!"
Sementara itu, Xenia bisa melihat bintang-bintang dan banyak planet berkumpul di sekelilingnya. Dia mundur beberapa langkah.
"Mantra ini.. Urano Metria, 'kah? Jadi gadis itu bisa menggunakannya?! Tidak akan kubiarkan!" Xenia membuat sebuah bola hitam besar dan segera melemparkannya kearah Lucy.
"Araburu mon wo kaihoseyo
Zenten hachijuhassei...
Hikaru!"
Sementara itu, proses penyembuhan Natsu sudah selesai. Natsu segera membuka matanya dan mendapati Lucy tengah membacakan mantra Urano Metria dan dihadapannya sudah terdapat sebuah bola hitam besar dengan kilatan listrik yang menuju dengan perlahan kearahnya.
"Lucy!" teriak Natsu.
"Urano Metoria!"
Dan dengan itu, Lucy berhasil melepaskan Urano Metria dan langsung terduduk diatas lantai. Dia sudah kehabisan sihir. Kini dia sudah tidak mampu melakukan apa-apa lagi. Dia melihat kearah bola hitam yang terus mengarah kearahnya. Sementara itu, Urano Metria sudah melesat kearah Xenia dan menghantamnya dengan bertubi-tubi.
Lucy menoleh kearah Natsu yang sedang mencoba berdiri untuk menghampirinya.
"Lu-lucy..." Natsu berdiri hendak berlari kearah Lucy.
Lucy tersenyum lemah kearah Natsu, lalu mengucapkan suatu kata dengan suara yang amat pelan—yang hanya bisa di dengar oleh Natsu. Natsu membulatkan matanya dan mempercepat larinya.
"LUCYYYYY!" teriaknya.
Namun terlambat, tiga langkah lagi Natsu mencapai Lucy, bola hitam itu sudah lebih dulu menghantam Lucy. Lucy berteriak kesakitan, dan perlahan wujudnya menghilang di dalam cahaya bola hitam yang amat menyilaukan itu.
JDUAARR!
SIIIIIINNG...
"Lu...cy..." gumam Natsu dengan mata terbelalak.
"Tidak... Lucy-san!" Wendy menutup mulutnya dengan telapak tangannya.
"Lucy..." Erza dan Gray mencoba duduk dan menatap tempat dimana Lucy terduduk tadi. Tempat itu hancur dan menghasilkan lubang besar dan dalam.
"Lucy... Dia tidak ada.. Kemana dia?" tanya Mira.
"Para Roh Bintangnya juga tidak ada!" teriak Yukino sambil menatap tempat dimana para Roh Bintang Lucy tadi berdiri. Namun, yang tersisa disana hanyalah Roh Bintang milik Yukino, yaitu Libra dan Pisces.
"Tidak mungkin... Ini bohong, 'kan?" Natsu bergumam tak percaya.
"Sudah jelas bukan? Penyihir Stellar itu sudah lenyap. Hancur. Tidak berbekas akibat seranganku... Haha.. Hahahaha..." ucap Xenia sambil berdiri dengan susah payah. Wajahnya babak belur, dan tubuhnya penuh dengan luka. Dia tertawa dengan sinis atas kematian Lucy.
"Kau...!" Natsu menundukkan kepalanya. Mengepalkan kedua tangannya dengan erat. Tubuhnya kini di selimuti oleh api-petir yang meluap-luap.
Dia marah.
Penyihir itu sudah melenyapkan Lucy. Gadis yang dia cintai.
"GRAAAHHH!"
XXX
Natsu kini tengah terduduk di sebuah pemakaman di belakang Gereja. Disampingnya terdapat seorang gadis berambut putih sepunggung yang tengah berdiri memayunginya dari guyuran hujan. Didepan pemuda berambut pink itu, terdapat sebuah nisan. Dielusnya nisan yang sudah berumur 2 tahun itu dengan perlahan. Tangannya bergetar, matanya terasa panas, namun sudah tidak bisa lagi mengeluarkan air mata.
Dia terpuruk.
Gadis berambut silver disampingnya mendudukkan dirinya disamping pemuda pink itu. Ditepuknya pundak Natsu dengan pelan, dan dengan ekspresi sedih dia berkata, "Natsu, sudah waktunya pulang. Kau sudah duduk disini selama 2 jam." ucap Lisanna dengan lembut.
Natsu tidak menjawab dan malah menundukkan kepalanya semakin dalam. Lisanna menatapnya miris. Dialihkannya pandangannya kearah nisan yang bertuliskan 'Lucy Heartfilia' itu. Lalu dia ikut menundukkan kepalanya dengan ekspresi sedih.
Natsu tiba-tiba berdiri, dan menatap Lisanna dengan datar. "Ayo pulang sekarang, Lis." ucap Natsu.
Lisanna mengangguk lalu berdiri. Dan mereka pun berjalan beriringan meninggalkan pemakaman. Lisanna menoleh kebelakang dan menatap miris makam Lucy.
"Sekarang sudah 2 tahun semenjak kematianmu, Lucy. Dan semenjak itu juga... Sikap Natsu mulai berubah... Tidakkah kau melihatnya, Lucy?" batin Lisanna.
Lalu dia mengalihkan pandangannya kearah wajah Natsu yang menatap datar jalanan didepannya tanpa ekspresi.
"Natsu..."
Tamat!
.
.
.
.
.
.
.
Eh, gak jadi deh. Karena menurut author endingnya menggantung, jadi author putuskan untuk membuat Chapter ini jadi 'BERSAMBUNG!' hehe, pasti pada protes 'kan kalau ni fanfic endingnya kayak gini? Hehe, oke. Author gak mau kasih spoiler tentang chapter depan. Yang jelas silahkan review chapter ini, dan silahkan tebak apa yang sudah terjadi pada Lucy!
Oh iya, author juga bikin fanfic tentang Edo NaLu, jadi kalau pembaca berkenan, dibaca ya! Habisnya, author khawatir kalau gak ada yang baca karena pair Edo NaLu itu jarang ada di Fandom Fairy Tail indo, jadi takutnya gak terlihat oleh pembaca. Judulnya I'm Not Jealous! Dibaca dan di review ya ^^
Oke, segitu aja.. Selamat berjumpa di Chapter depan!
Salam manis,
Minako-chan Namikaze
