Author : lee taisoo

Cast : broken!kaisoo, kaihan

Genre : angst/hurt, family

Rate : T

Desclaimer : kaisoo bukan punya saya, cerita ini punya saya

Warning : YAOI/BL, OOC, cerita pasaran, typo(s), alur berantakan, alur kecepetan, tidak sesuai EYD, gak suka gak usah baca

ooo

my lifefor your happiness

"Aku mohon... Jangan lakukan itu..." Ucap Kris ge memohon. Kuhela nafasku kasar. Kubalikkan bedanku menghadap Kris ge.

"Ini keputusanku Kris ge.." Ucapku lembut tapi tegas.

"Tapi‒"

"Tolong hargai keputusanku, ge." Kupotong ucapan Kris ge. Kukecup sekilas pipi tirus Kris gege.

"Percayalah padaku." Lanjutku, lalu memeluk tubuh kokoh yang selalu ada disaat aku lemah. Dan malam ini aku tidur ditemani Kris ge di sampingku. Aku senang, Kris ge masih mau peduli padaku. Tapi itu sudah terlambat.

kyungsoo pov end

Pagi telah datang. Burung-burung berkicau dengan riangnya, membagi kebahagian kepada siapaun yang mendengar kicauannya. Tapi tidak untuk langit. Warna gelap menggantung menghiasi langit.

Seorang namja mungil baru saja terbangun dari tidur nyenyaknya. Sejenak merenggangkan ototnya. Ia berniat mendudukkan tubuhnya, tetapi sakit kepala luar biasa menyerangnya, disusul sakit pada bagian perut dan rasa ingin muntah. Ia meringis kesakitan, menahan rasa sakit yang semakin bergejolak. Ia menggapai-gapai udara, mencari sebuah tombol. Setelah menemukan, ia segera menekannya dan tak berapa lama beberapa perawat, dan seorang dokter datang. Mereka menyuntikkan obat penghilang rasa sakit dan obat penenang. Perlahan rasa sakit hilang, dan matanya mulai terasa berat, tak berapa lama ia kembali tertidur.

Dokter Wu tersenyum miris melihat keadaan dongsaeng kesayangannya. "Gwenchana, Kyung." Ucapnya lalu beranjak meninggalkan ruangan.

kai pov

Kupandangi wajah Luhan hyung yang semakin hari semakin tirus. Tapi hari ini wajahnya tak seperti biasanya. Hari ini Luhan hyung tampak bahagia, tak seperti biasanya. Yang meskipun ia tersenyum, banyak kesedihan di dalamnya.

"Kai~" panggil Luhan hyung menyadarkan lamunanku.

"Waeyo, hyung?"

"Ani, aku hanya sangat bahagia." Jawab Luhan hyung dengan wajah dan senyumnya yang cerah. Aku ikut tersenyum, kuelus rambut Luhan hyung.

Sebentar lagi Luhan hyung akan dipindahkan ke ruang operasi. Kulihat ia tampak gugup. Kuraih tanggannya, kugenggam untuk menenangkannya. Ia tampak lebih tenang. Seulas senyum manis tampak di wajahnya.

kai pov end

Dua orang namja sedang berada di salah satu ruang inap Seoul International Hospital. Satu namja mungil dengan wajah cantik, namja lainnya bertubuh tinggi dan berwajah tampan.

"Gege, gomawo." ucap namja cantik sambil berbaring lemah di ranjang rumah sakit.

"Untuk?" timpal namja tampan, Kris.

"Untuk segalanya selama ini." Kyungsoo -namja manis- tersenyum tulus.

"Nado, Kyung~" Kris mengelus rambut Kyungsoo lembut. Ia tersenyum miris saat menemukan helaian-helaian rambut Kyungsoo di jarinya.

"Apa kau siap?" lanjut Kris yang hanya dibalas anggkan kecil oleh Kyungsoo.

"Apa kau gugup?" tanya kris lagi, kali ini dijawab dengan gelengan ragu dari Kyungsoo. Setelah itu hening tercipta diantara keduanya.

"Gege, nanti jangan lupa makan, jangan lupa istirahat. Jangan terlalu fokus bekerja, pikirkan juga masa depanmu. Aku lihat, perawat Tao seperti menaruh hati padamu." goda Kyungsoo dan sedikit berbisik pada kalimat terakhir, setelah hening melanda keduanya. Kris sedikit merona mendengar kalimat terakhir dari ucapan Kyungsoo.

Empat orang perawat masuk kedalam ruang inap. Salah satu dari mereka mengangguk penuh arti kepada Kris.

"Sudah waktunya." ucap Kris pada Kyungsoo, setelah sebelumnya membalas anggukan salah satu perawat tersebut. Kyungsoo tersenyum. Kemudian keempat perawat tersebut mulai mendorong ranjang Kyungsoo didampingi Kris yang berada di samping, menggenggam tangan mungil Kyungsoo, menuju ruang operasi.

"Mianhae, aku tidak bisa menemanimu. Aku ada operasi setelah ini." ucap Kris dengan menyesal saat tiba di ruang operasi. Ia masih terus menggenggam tangan Kyungsoo, seperti menyalurkan kekuatan.

"Gwenchana, ge." balas Kyungsoo.

"Kalau begitu aku pergi dulu. Hwaiting!" ucap Kris menyemangati, saat ia melihat dokter Suho-salah satu teman dekatnya- memasuki ruang operasi. Kris melepaskan genggaman tangannya, lalu mengecup kening Kyungsoo lembut.

"Aku menyayangi gege." ucap Kyungsoo untuk yang terakhir.

"Nado Kyung. Gege juga menyayangimu." balas Kris lalu meninggalkan ruangan. Akhirnya, air mata yang sejak tadi Kris tahan menetes dari kedua matanya yang tajam saat keluar dari ruang operasi. Ia menyandarkan punggungnya di dinding disamping pintu ruang operasi. Lalu ia memutuskan kembali ke ruangannya. Ia berpapasan dengan beberapa perawat yang mendorong ranjang menuju ruang operasi.

Dibelakangnya lima orang mengiringinya. Kris mengenali tiga diantaranya. Mereka adalah Kai, Baekhyun, dan Chanyeol. Pasti yang sedang berbaring itu adalah Luhan. Nampak wajah bahagia dari semuanya. Kris menatap nanar rombongan tersebut.

"Kau benar-benar malaikat, Kyung~" guman Kris sebelum melanjutkan langkahnya menuju ruangannya.

kyungsoo pov

"Sudah waktunya." ucap Kris gege kepadaku. Aku tersenyum. Kemudian empat perawat yang datang segera mendorong ranjangku menuju ruang operasi. Disampingku Kris ge menggenggam tanganku. Hangat. Itu yang selalu aku rasakan saat berada di dekat Kris ge.

Kupandangi langit-langit koridor rumah sakit yang aku lewati. Putih. Apa tempat umma dan appa tinggal juga seputih ini? pikirku. Aku sangat merindukan mereka.

Memori masa laluku terputar seperti sebuah film dalam otakku, mengiringi perjalananku. Mulai dari ulang tahun pertamaku yang dirayakan bersama umma dan appa. Perkenalan pertama dengan Jongin, tetangga baru. Hadiah sepeda pada saat aku berumur tujuh tahun. Merayakan ulang tahunku dan Jongin, yang kebetulan berdekatan. Saat aku dan kedua orang tuaku menghabiskan waktu seharian bermain di taman bermain. Perpisahan dengan Jongin setelah perayaan ulang tahun kami berdua. Berkenalan dengan Kris ge pada umur delapan tahun dan Kris ge sebelas tahun, saat itu keluarga Kris ge menghuni rumah lama Jongin. Memasuki sekolah menengah pertama. Saat hari kelulusanku. Saat sebuah kecelakaan pesawat yang merenggut nyawa kedua orang tuaku. Berkenalan dengan Baekhyun, dan akhirnya menjadi sahabat. Dan yang lainnya.

"Mianhae, aku tidak bisa menemanimu. Aku ada operasi setelah ini." ucap Kris ge saat kami sampai di dalam ruang operasi.

"Gwenchana, ge." balasku.

"Kalau begitu gege pergi dulu." ucap Kris ge, saat dokter Suho masuk ke dalam ruangan. Kris ge melepaskan genggaman pada tanganku. Kemudian ia mengecup keningku dengan lembut.

"Aku menyayangi gege." ucapku.

"Nado Kyung, gege juga menyayangimu." balas Kris gege setelah melepas kecupannya. Kulihat matanya berkaca-kaca, kemudian ia meninggalkan ruangan, setelah sebelumnya menepuk pundak dokter Suho.

Dokter Suho mulai bersiap-siap. Ia dibantu oleh dokter Zhang Yixing, dan beberapa perawat. Lampu ruangan mulai dimatikan, dan lampu besar yang tepat berada diatas meja operasi dinyalakan.

Dokter Suho menyuntikkan obat bius pada tubuhku. Suara Kai mengiringiku menuju alam bawah sadarku.

'Klong sayang Pololo'

'Kyungie ayo kita pelgi ke taman.'

'Mianhae Kyungie, Jonginnie halus pelgi.'

'Sampai ketemu lagi Kyungie.'

'Siapa kau?'

'Aku bukan Jongin yang kau maksud.'

'Menjauh dariku.'

'Jangan ganggu aku! Menyingkir dari hadapanku.'

'KENAPA KAU TIDAK MATI SAJA?!'

'Pergilah! Aku tidak mau melihatmu lagi.'

"Jongin." Setetes air mata jatuh, sebelum aku mulai menutup mata, tidak sadarkan diri.

kyungsoo pov end

.

.

.

TBC

Uhh... update nih walaupun tetep pendek. Aku berusaha manjangin, tapi masih tetep gagal /nangis di pojokan/. Niatnya tadi mau ngelanjutin, eh gegara nonton videonya EXO jadi batal niat awal. Ini juga enggak aku edit. Masalahnya males buat ngedit -_- hehehe /pemalas/

Wuahh.. aku seneng banget. Ternyata banyak yang suka cerita ini /sombong/. Padahal awalnya aku gak yakin bakal ada yang baca. Ai lof yu so mach.

Sekali lagi, terima kasih buat para reader yang udah mau menuangkan reviewnya. Jujur, review kalian ngebuat aku senyum-senyum sendiri akhir-akhir ini. Gomawo semuanyahhh... Tapi aku minta maaf, gabisa bales lagi T.T Mianhae :'(

Thanks to: ChangChang, opikyung0113, PandaPandaTaoris, Domi12, loveHEENJABUJA, Kaisooship, .16, anonymous-sshi, wahyuthetun, hunhanhardcore, Guest, ryanryu.

Apakah aku boleh meminta review? Kkkkk~