Yaoi adalah duniaku. Fangirling adalah hobiku. Fujoshi akut adalah diriku.

Sekian.

Kuroko no Basuke © Fujimaki Tadatoshi

This Fic © Shiori Kurotsu

Rate: T for safe

Genre: Humor, Romance, de el el

Warning! Gaje, OOC, Typos, bahasa nano-nano, Yaoi bertebaran di mana-mana, ga tau humor apa enggak. Tehee~

If you don't like it, it's okay you can click 'back' button. Okay? Because If you don't like don't read.

Kamis, 8 Agustus 20xx

Hari ini berjalan seperti biasa. Bangun pagi, sarapan, berangkat ke sekolah, dan yah, rutinitas-rutinitas membosankan yang diulang-ulang setiap harinya. Sampai pernah aku berfikir mungkin akan seru jika ada host club atau hal-hal yang berbau yaoi hardcore live di sekolah. Sepertinya aku terlalu banyak mengkhayal.

Tapi aku mempunyai firasat, kalau hari ini akan menjadi hari yang berbeda mengingat tiga hari yang lalu aku sudah resmi menjadi 'teman dekat' Momoi-san. Jadi akan banyak akses untuk melihat hints-hints yang tanpa sadar para GoM itu lalukan. Entah kenapa, angka tiga itu adalah angka kebeuntunganku. Jadi ku pikir, mungkin akan ada hal-hal baik yang terjadi hari ini.

Flashback~

Entah sejak kapan aku dan makhluk warna-warni itu sudah berada di dalam kamar milik Momoi-san. Aku tidak terlalu ingat perjalanan menuju sini karena aku terlalu bersemangat. Sepertinya aku mengingat beberapa detil tidak penting di sepanjang jalan tadi.

Perdebatan enggak penting Aomine-kun dan Kise-kun (aku menganggap ini sebagai hint sehingga aku tidak melupakannya), Murasakibara-kun yang merengek minta ke supermarket terdekat untuk beli cemilan yang katanya sudah habis (terlalu berisik. Jadi aku tidak bisa lupa), Midorima-kun yang ribut karena lucky itemnya menghilang (sebenarnya benda itu ada di dalam tanya sendiri. Mengingat ini akan selalu membuatku tertawa), dan Akashi-kun yang dengan kekuatan gunting saktinya berhasil mendiamkan makhluk-makluk nista tapi kece tersebut (dan berkatnya, telingaku aman sentosa. Terimakasih Akashi-kun, jasamu akan selalu kuingat)

Oke, cukup dengan semua keributan yang enggak penting itu.

"Nah, ini doujinnya, Ozuka-chan!" lamunanku buyar seketika saat suara Momoi-san memasuki indra pendengaranku. Ini dia yang dari tadi ku tunggu-tunggu~

Dalam beberapa menit (yang kata mereka sebenarnya sekitar satu atau dua jam. Walaupun aku meragukan kebenarannya) ke depan, hanya diisi oleh teriakan-teriakan histeris aku dan Momoi-san. Juga isak tangisku yang menyelinap di antara teriakan-teriakan histeris.

Sungguh, ceritanya sangat menyentuh.

Kuroko-kun yang ikut-ikut pun sepertinya tadi aku melihat ia menitikkan air mata. Oh, sungguh keajaiban sekali. Mungkin bisa disebut keajaiban dunia kesekian.

"Momoi-san, doujinnya boleh ku bawa pulang? Ingin ku scan dan ku share di situsku. Kasihan yang belum baca," tanyaku dengan setengah memohon. Aku ingin menyebarkannya karena aku tau betapa susahnya menemukan doujin ini!

"Boleh," uwa, aku tidak menyangka akan di- "tapi dengan syarat!" oh, oke. Harusnya aku mengetahui ini.

"Aku ingin melihat doujin-doujin koleksimu!" huh?

"Wah, sangat boleh itu mah! Ke rumahku saja sekalian. Nanti hari sabtu. Tapi Momoi-san juga harus membawa doujin koleksinya ke rumahku! Hehe.."

"Kenapa enggak lihat-lihat sekarang saja?"

"Kan nanti enggak puas liatnya~"

Dengan cepat aku dan Momoi-san akrab. Kelewat akrab malah.

Anak-anak GoM yang terlupakan melihat-lihat isi lemari buku milik Momoi-san. Yang tentu saja isinya doujin semua. 85% hardcore pula. Emang ya, isi lemarinya fujoshi...

Tapi enggak doujin doang sih isinya. Ada juga komik yaoi, atau komik shoujo yang cowoknya ganteng-ganteng. (Aku tau karena aku juga punya semua judul yang Momoi-san punya. Ehehe...)

Tapi entah karena apa, masing-masing dari mereka mengambil satu doujin yang covernya ada gambar mereka dengan pasangannya masing-masing. Heran, padahal mereka segitu malunya saat membaca doujinku yang mereka temukan. Tapi kenapa mereka malah sepertinya tambah penasaran?

Ada bibit-bibit fudanshi dan bibit-bibit menjanjikan yaoi nih.

Meski Kuroko-kun sudah menjadi fudanshi, tapi yang lain kan belum. Siapa tau nanti setelah mereka bisa menerima apa yang bernama yaoi, mereka akan mulai pacaran dengan sesamanya. Kan aku juga yang untung. Aku, Momoi-san, dan Kuroko-kun sih sebenernya (walau aku inginnya sih, Kuroko-kun juga ikutan). Dapet service gratis. Langsung pula.

Setelah selesai dengan lamunan enggak penting barusan, aku terkagum-kagum melihat pemandangan yang 'WOW' di depanku saat ini.

Raut wajah dan gestur anak-anak GoM kocak semua, serius. Ada yang numpahin makanan lah, ada yang sudah pingsan lah, ada yang harus ambil kacamata ganti lah, ada yang mimisan lah, ada yang berbinar-binar lah, ada juga yang sudah siap dengan guntingnya-berniat menghabisi doujin yang ada di tangannya tersebut.

-tunggu.

"AKASHI-KUN! JANGAN DIGUNTING DOUJINNYA! MEMANG KAU MAU GANTI?! NYARINYA ITU SUSAH TAU!" eh loh? Tadi aku dan Momoi-san teriak barengan ya? Wew, keren sekali.

Aku langsung menendang gunting itu jauh-jauh. Sejauh mungkin dari jangkauan tangan maupun kaki Akashi-kun. Kalau tidak ku lakukan ini, bisa gawat nanti.

Tapi emang dasar apes. Guntingnya merobek bungkus snack Murasakibara-kun lalu snacknya berhamburan di atas kepala Midorima-kun. Midorima yang marah karena kepala kotor tidak sengaja meninju Aomine-kun yang sedang mimisan di samping mayat Kise-kun yang sedang tidak sadarkan diri. Dan Aomine-kun ngamuk habis ketinju Midorima.

Dan jadilah hari ini ditutup dengan adegan yang sangat absurd. Terlalu banyak darah dan teriakan yang memekakkan telinga sehingga tidak patut untuk dilihat apa lagi dicontoh anak kecil.

Flashback end~

Drrt drrt

Aku merasakan ponselku bergetar. Ada email masuk. Kira-kira dari siapa ya?

From : Taiga ( gmail . co . jp)

To : Me (ozuka_kagemi gmail . com)

Minggu depan aku akan pindah ke SMA Teiko. Entah karena apa ayahku memutuskan untuk pindeh ke SMA itu. Ku dengar kau masuk SMA itu juga kan? Mohon bantuannya ya.

Ps: Masih suka yaoi kah? Sudah lama kan, kita tidak bertukar kabar?

-Taiga-

Yahoooo~! Taiga beneran mau pindah sekolah? Ke sekolahku? Yes! Aku seneng bangeeet! Dia itu temen chatku dari SD. Kerena dia itu tinggal lama di Amerika, aku dan dia bisa nyambung pake Bahasa Inggrisnya Amerika. Err... aku bingung.

Kita berdua pernah video call beberpa kali saat aku SMP. Tapi enggak pernah bisa lama karena biayanya mahal. Huft, perbedaan negara itu menyusahkan deh. Tapi sebentar lagi aku akan satu sekolah dengannya. Aku sangat senang! Soalnya kan dia udah kenal aku luar dalam. Ehehe...

Skip time~

Teng teng

Saatnya pulang~ Ah, saat pulang adalah saat yang paling menyenangkan! Hari ini aku pulang sendirian karena katanya dia ada reuni sama temen-temennya saat dia ada di SMP. Ah, aku jadi ingat Taiga-kun.

Aku berhenti di depan toko buku langgananku dan masuk ke dalam. Itu adalah toko buku paling lengkap yang pernah ku temui. Bukan lengkap dalam arti yang sebenarnya ya. Lengkap versiku itu, toko buku yang jual komik, novel dan doujin yaoi. Ah, tempat favorit keduaku setelah kamar.

Siapa tau saat ku lihat, sudah ada yang baru. Selain lengkap –dalam versiku-, toko ini sangat up to date mengenai 3 hal utama tersebut.

"Konnichiwa, Fuuin-chan. Hari ini aku mampir lihat-lihat ya..." aku menyapa anak pemilik sekaligus penjaga toko ini.

Asakura Fuuin namanya. Seorang anak SMA kelas satu sepertiku tapi kami beda sekolah. Jika satu sekolah, aku pasti tidak perlu ke toko. Kan pesan dan beli di sekolah bisa. Ehehe... Emang dasar aku mau cari gampangnya aja ya.

Aku menemukan toko ini saat sedang pergi mencari beberapa peralatan masak di hari pertamaku tiba di sini. Kebetulan aku sedang ingin mampir ke toko buku jika menemukan satu, dan toko buku pertama yang ku lihat itu ya, toko ini. Dengan segera aku akrab dengan Fuuin-chan yang ternyata juga adalah seorang fujoshi akut..

"Ah, konnichiwa Kagemi-chan. Silahkan dilihat-lihat. Oh iya, kemarin ada yang baru datang," balasnya ramah.

Tuh kan? Apa ku bilang. Toko ini up to date.

"Benarkah? Tapi apa nih yang baru datang?" tanyaku antusias sambil mendekat ke kasir.

Fuuin-chan merunduk dan terlihat seperti sedang mencari sesuatu. Beberapa saat kemudia, ia mengangkat kepalanya dan menyodorkan sebuah bungkusan berwarna coklat muda.

"Apa ini? Ku buka ya, siapa tau isinya doujin~ Loh, tapi kenapa ini bungkusnya belom di buka?"

Fuuin-chan terkekeh pelan. Memang ada yang lucu ya?

"Lihat labelnya deh, Kagemi-chan. Dan kau akan tau~"

Dengan segera, aku mencari-cari label yang dimaksud. Dan ku temukan di bagian belakang di pojok kanan bawah. Ugh, kecil sekali labelnya. Pantas saja tadi aku melewatkannya.

Aku membaca dengan seksama. Bacanya harus hati-hati, supaya tidak ada yang terlewat.

"KYAAA~! BENERAN DOUJIN NIH?! Tapi bukan AkaKuro ya... tunggu, ini... MuraHimu kan?! OH MY GOD! Aku udh lama banget enggak nemu ini pairing! Aku kejatuhan mangga mateng!" seruku girang sambil muter-muter toko enggak jelas.

Tadi saat aku masuk, aku lihat ada beberapa pelanggan yang ada di dalam toko, tapi masa bodo! Aku sedang seneng banget!

Setelah kelelahan, aku baru berhenti muter-muter. Kepalaku juga jadi pusing nih. Emang ya, ternyata nasehat ibuku itu kadang ada benernya.

Terlalu senang itu enggak baik buat kesehatan.

Tapi kadang nasehatnya cuma howaks doang. Enggak berdasar dan enggak masuk akal. Emang dasar emak-emak ya.

"Aku beli! Aku beli! Mumpung uang masih ada nih! Aku beliii!" seruku napsu sambil menyodorkan bungkusan itu ke Fuuin-chan. Aku juga mengeluarkan uang dari saku rok dengan tanganku yang bebas dan meletakkannya di atas meja kasir.

Fuuin-chan hanya tertawa ringan dan mengambil uang serta bungkusan yang berada tanganku. Dengan cekatan, ia me...apa sih bahasanya? Pokoknya intinya mencatat barcode yang tertera dengan sebuah alat yang aku enggak tau namanya.

Dan bonnya pun keluar. Tanda kepemilikan doujin itu sudah pindah sekarang! Sekarang doujin itu sudah resmi menjadi milikku! Huahahaha- uhuk. Oke, ketawa kebanyakan juga enggak baik.

"Jaa, Fuuin-chan! Aku mau pulang~!" setelah menerima plastik berisi doujin tersebut, aku langsung cabut pulang. Ingin cepat-cepat membacanya.

Sepanjang jalan, aku bersenandung kecil. Lagu yang ku senandungkan itu adalah salah satu lagu kesukaanku.

She is my Senior yang dinyanyikan Supercell.

Lagu yang akhir-akhir ini menarik perhatianku karena selain enak di dengar, suara vokalisnya juga unik dan liriknya keren. Koeda adalah nama si vokalis. Walaupun dia menggantikan vokalis lama, Nagi, suaranya enggak kalah enak.

Naiteru atashi MAMA ha sotto shitoitekureru~ (When I cry, my mom gives me space)
Amai amai KYANDI sotto oite shiranpuri shite~ (and leaves a sweet candy for me, pretending not to know)

Shoppai namida~ (Salty tears)
Karakkarana namida~ (Cold tears)
MAMA mo kitto shitterun- (I'm sure mom knows...)

"Aduh!" aku mengaduh pelan saat merasa bahwa barusan aku menabrak seseorang. Otomatis aku langsung membungkuk untuk minta maaf. Karena, bagaimana pun juga, kejadian barusan itu karena kelalaianku.

"Gomen nasai! Aku enggak bermaksud menabrakmu. Hontaou ni gomen nasai!" kataku sambil membungkukkan badan. Aku belum sempat melihat siapa yang ku tabrak karena tadi aku otomatis meminta maaf.

"Eh, enggak masalah kok. Sudah, jangan membungkuk terus," balasnya lembut.

Kok aku merasa pernah mendengar suaranya ya? Tapi di mana? Rasanya deja vu banget.

Aku mengangkat kepalaku dan terkejut saat melihat wajahnya.

"Tatsuya?!" aku refleks meneriakkan namanya. Dia adalah orang yang beberapa tahun lalu pernah tak sengaja ku temui di Bali saat aku liburan. Kejadiannya persis sama seperti saat ini.

Aku berjalan sambil melamun dan tanpa sengaja menabrak seseorang. Aku meminta maaf dan entah bagaimana ceritanya, selanjutnya kami mengobrol dengan akrab dan bahkan saling bertukar email. Sejak itu, kami sering bertukar email. Walaupun hanya untuk sekedar menanyakan kabar atau basa basi.

"Ah, Kagemi! Sudah lama tidak bertemu ya," ku lihat Tatsuya juga kaget saat melihat wajahku. Tapi nampaknya dia masih ingat.

"Um. Sudah 3 tahun, eh? Bagaimana kabarmu?" tanyaku basa basi.

"Baik. Bagaimana denganmu? Ngomong-ngomong, kenapa kamu ada di Jepang?" wajahnya terlihat lucu. Hihi, jadi ingat saat kita bertemu di Bali. Tapi waktu itu wajahnya masih imut imut. Sekarang dia udah jadi ganteng. Dan tinggi. Hahaha...

Sepertinya aku lupa memberitaunya kalau aku akan bersekolah di Jepang. Aduh, maaf ya...

"Baik kok. Ah, aku lupa memberitaumu ya... mulai kelas satu SMA, aku akan bersekolah di Jepang. Maaf, aku lupa. Tehee~" jawabku sambil minta maaf setengah bercanda.

"Oh, souka. Sekolah di mana?" tanyanya antusias. Sepertinya dia senang mengetahui aku bersekolah di negara yang sama dengannya. Walaupun belum tentu sekolahnya satu daerah denganku.

"SMA Teiko. Kalau kamu?"

"SMA Yosen. Walaupun enggak satu daerah, sepertinya cukup dekat."

Aku hanya ber'oh' ria.

"Ngomong-ngomong Tatsuya, kenapa kamu ada di sini?" tanyaku balik. Kan dia sendiri yang bilang kalau kita berdua bersekolah di daerah yang berbeda. Jangan bilang kalau dia tinggal di Tokyo?!

"Ah, aku hanya sedang jalan-jalan. Lagipula, malam ini Taiga akan datang ke Jepang. Aku ingin menjemputnya. Dan karena aku sedang senggang, ku pikir tidak buruk juga aku datang beberapa jam sebelumnya untuk berkeliling Tokyo. Berapa kalipun aku berkeliling, rasanya tidak pernah bosan. Kota ini terlalu besar dan selalu memiliki hal-hal yang menarik untuk di lihat. Ah, maaf. Kau tidak kenal orang ini tapi aku menceritakannya padamu," jelasnya panjang lebar. Sudah panjang lebar, dia minta maaf untuk hal yang enggak perlu lagi.

Tapi bodoh rasanya aku memikirkan hal yang aneh-aneh. Dan aku hanya bisa mengangguk membenarkan penjabarannya tenatng Tokyo karena aku menyukai kota ini!

Sepertinya dia belum tau kalau aku sudah kenal Taiga sejak aku duduk di bangku SD.

"Aku sudah mengenal Taiga lebih lama dibanding aku mengenalmu, tau. Nee Tatsuya, bolehkah aku ikut menjemputnya? Aku kengen padanya," pintaku dengan sebuah cengiran menghiasi wajahku.

"Kau kenal Taiga? Aku tidak menyangkanya. Boleh saja, tapi bagaimana dengan orang tuamu?" Tatsuya mangut-mangut sok mengerti. Tapi sepertinya dia beneran ngerti sih.

"Ah, orang tuaku sedang berlibur di Indonesia. Mungkin bulan depan baru bisa menengok ke sini. Lagipula, mereka berencana untuk tinggal di sana," terangku. Lebih tepatnya sih, mereka sedang berlibur di Pulau Belitung. Aku dan orang tuaku pernah sekali berlibur di sana. Tapi hanya 4 hari. Dan sepertinya mereka belum puas. Jadi, mereka memutuskan untuk sekali lagi berlibur di sana.

Sebenarnya siapa sih, yang sudah dewasa?

"Oh, kalau begitu, kita bertemu di depan sekolahmu saja, bagaimana?"

"Eeeeh... Kenapa di depan sekolahku?" tanyaku setengah protes. Walaupun aku enggak punya masalah kalau kita berdua bertemu di sana, tapi entah kenapa aku merasa aneh saja.

"Kan lebih mudah. Kau tau tempatnya, aku juga tau. Lebih mudah untuk bertemu kan?" jawabannya cukup logis ternyata.

"Oke deh. Jam berapa?"

"Coba ku lihat... Pesawat Taiga mendarat jam 7. Kalau begitu, kita bertemu jam 6. Takutnya kita terjebak macet. Dan jangan lupa gunakan jaket atau sweter. Angin malam tidak baik untuk tubuh," ternyata sifatnya tidak berubah sejak dulu. Saat di Bali, di ajuga mengkhawatirkan kesehatanku yang suka duduk sendirian di tepi panjai saat malam hari.

Dan dari yang ku dengar dari Taiga, sifatnya sangat cocok sebagai figur seorang kakak. (Taiga pernah menceritakan tentang Tatsuya beberapa bulan setelah pertemuanku dengan Tatsuya di Bali. Dan Taiga menganggapnya sebagai seorang kakak yang bisa diandalkan!)

"Sip, jangan khawatir. Aku pulang dulu ya, Tatsuya. Mata nee!" aku pamit sambil menyunggingkan senyum. Bukan senyum sih. Lebih tepatnya cengiran sambil melabaikan tangan.

"Jaa! Hati-hati di jalan!"

.

.

Nah, bagaimana kelanjutannya?

Apakah mereka berdua bisa menjemput Kagami dengan selamat?

Apakah Kagami bisa bersekolah di Teiko dengan aman dan tentram?

Bagaimana nasib GoM selanjutnya?

Tunggu di chapter berikutnya!

.

.

Balesan review:

Unknownwers : Iya bener banget XD Mereka emang pas abis bwt jujo-fudan XD soal typo.. makasih udh ngingetin/bungkuk2/ selain itu aku nemu banyak typo lainnya, orz. Padahal udha ku cek beberapa kali, orz. Pairing... Yaoi dong XD /dibuang/ Makasih udh review yaaa/peluk cium/ Ini chapter 2 nya udah apdet, semoga memuaskaaan...

Akira Yui: Aki-san /seenaknya manggil/ ini udh apdet ;3 semoga suka yaa... Etto... kalo itu sih... aku enggak buka request OC. Maaf ya... Soalnya nnti aku bingung sendiri, orz. Makasih udh review /peluk cium/

.

Fyuuuh, akhirnya chapter 2 selesai! /lap keringet/

Walaupun aku tau, kualitasnya enggak meningkat sedikitpun, aku bisa nyelesein ini dalam 2 hari! /bangga/ /dibuang/

Aku tau, aku tau! Mungkin aja masih ada typo(atau malah banyak) yang bertebaran di sini. Juga keOOCan chara. Dan Kegajean dan kealayan cerita, orz orz orz...

Hell yeah, aku nemu kurang kebih 10 typo. Kayaknya sih enggak pas 10. Kurang dari itu rasanya. Tapi kan...*sigh* udh di cek beberapa kali aja masih banyak typo. Emang dasar aku enggak teliti! Apa lagi ini yang enggak ku cek ulang. Lagi males soalnya /ditendang/

Tolong bagi yang melihat atau menemukan typo atau kesalahan-kesalahan lainnya bisa memberitaukan padaku lewat review^^ /ngarep/

Kritik dan saran, cacian dan makian juga flame(jangan sampe), kalau bisa pujian dan kata 'bagus'(ngarep) akan diterima dengan lapang hati.

Kalau 2 yang pertama dan 2 yang terakhir sih, aku terima dengan senang hati XD/dibuang/

Btw, She is my Senior itu lagu bwt tugas senbud. Di suruh nyanyiin lagi mancanegara asia selain indonesia. Aku dan temenku yang msh setia berkeliaran di fandom kuroshitsuji dan KHR kan otaku merangkap fujoshi yang menyukai jepang termasuk grup supercell(?) mengusulkan make lagu itu. Yang lain enggak protes sih, jadinya make tu lagu.

Awalnya aku enggak terlalu suka suaranya koeda. Aku lbh suka suaranya nagi. Tapi lama lama, aku malah jatuh cinta sama suaranya koeda XD

Ohiya, ohiya~ tadi aku sempet nntn kuroshitsuji s1 yg bagian ciel dipakein korset. Oh my god! Sumpah, imajinasi langsung meliar hbs nntn itu XD apa lagi ekspesinya ciel... /blush/ trs omongan ambiguny ciel n sebas.../blush/ APA LAGI DESAHAN ERONYA CIEEEEL! KYAAA~!/dibuang/

Oke, abaikan curcolan enggak penting dan kepanjangan di atas.

Akhir kata, beminat untuk meriview dan menunggu chapter 3 update?

~Shioro Kurotsu~