Master Chef Contest
Disclaimer:
Kuroko no Basket © Fujimaki Tadatoshi
Master Chef Indonesia © Master Chef Indonesia
Master Chef Contest © Akashitetsuya3
A/N 1: Kayaknya masa hiatus saya ditunda dulu hohoho /apa/.
Jadi, mumpung sekarang hari libur dan saya mendadak dapet mood buat ngetik,
Saya akhirnya melanjutkan fanfic ini. Ada yang nungguin? /ga /mimpilo
Enjoy the 3rd chapter….
Akashi: "Kontestan, silahkan masuk"
Peserta: *masuk*
Kise: "1…2…3… ale? Kurang satu ya, kayaknya?"
Sakurai: "Su-sumimasen! Murasakibara-san tidak ada disini. Sumimasen, sumimasen"
Akashi: "kemana perginya titan kelas 2 meter itu?"
Murasakibara: "ada yang memanggilku?"
All: *noleh* *Murasakibara nempel di dinding dengan tidak elitnya*
Kuroko: "apa dampak shoot dari Akashi-kun masih berlaku sampai membuatmu masih menempel disana?"
Murasakibara: "seratus untuk Chef Kuroko~. Jadi, ada apa memanggilku? Selama berhubungan dengan makanan, aku akan peduli"
Akashi: "Kami hanya mengecek kau tertiup debu sampai ke arah mana. Kau boleh diam disana"
Murasakibara: "Oke~"
Riko: *bisik Momoi*"Aku sempat kaget,lho! Kupikir itu patung lilin versi gepeng kepunyaan ketiga chef itu."
.
Kuroko: "setelah kami berdiskusi, ber-argumentasi, dan berdebat, akhirnya kami bisa menentukan siapa saja yang berhak maju ke tahap selanjutnya."
Kise: "Kami sudah memilah 10 peserta yang akan lolos."
Akashi: "untuk peserta yang lolos, jangan salah paham. Kami memilih kalian bukan karena masakan kalian sedap."
Peserta: *bisik bisik* "Chef Akashi Tsundere" *bisik bisik* "wah, chef Akashi mendadak tsundere tuh"
Kuroko: "dengarkan Akashi-kun selesai bicara. Kami memilih kalian bukan karena masakan kalian enak, tapi kami memilih kalian karena masakan kalian tergolong normal dibandingkan masakan peserta lain. Itu saja"
Akashi: "dan lagi, masakan kalian tidak lebih enak dari rasa air pencuci piring."
Haizaki: "memangnya kau pernah meminum air untuk pencuci piring?"
Kiyoshi: "apa mungkin chef salah makan atau minum, bukannya masakan kami tapi malah air pencuci piring?"
Akashi: "Kalian berdua tadi bilang apa?"
.
Kuroko: "Kita mulai dari Mibuchi-san dan Hayama-san."
Reo dan Hayama: *maju*
Akashi: "Kalian tau apa kesamaan diantara kalian?"
Reo: "sama-sama kece."
Hayama: "sama-sama jauh lebih tinggi dari chef Akashi."
Akashi: "kalian berdua sama-sama tidak lolos."
.
Kise: "selanjutnya, Aida-cchi dan Momo-cchi~"
Riko dan Momoi: *maju*
Akashi: "Aida dan Momoi. Aku benar-benar heran dengan kalian. Seharusnya semua wanita (kecuali Author) itu pandai memasak. Tapi justru masakan kalian yang paling buruk disini."
Riko dan Momoi: "karena cewek bisa masak udah terlalu menstrim~" *wink*
Kise: "Sayang sekali. Kalian berdua tidak lolos."
Momoi: "EHHHH? KENAPAAA? Bukankah biasanya di setiap kontes memasak itu peserta perempuan banyak yang lolos? Apalagi peserta perempuan hanya kami berduaaa…."
Akashi: "Karena peserta perempuan bisa lolos itu sudah terlalu menstrim!"
Riko: "Ini tidak adilll" *cari tape* *mau setel opening another*
"sebentar mana radioku?"
Kuroko: "sudah kuamankan."
.
Kuroko: "selanjutnya, Aomine-kun. Silahkan ke depan."
Aomine: "Eh? Hanya aku sendiri?"
Akashi: "Karena kalau kau dan Himuro-kun maju ke depan, kami khawatir kau akan merasa minder."
Aomine: "APA MAKSUDMU!?"
Kise: "tenang saja. Kami tidak bermaksud menghina wajahmu, kami hanya menghina warna kulitmu kok."
Aomine: "HAA!?"
Akashi: "Kau mau maju atau tidak?"
Aomine: "ch, Iya, iya!" *maju*
Kise: "Aominecchi. Meski kami sempat bingung dengan presentasi dari Ebi one on one blab la bla itu, tapi karena rasa masakanmu memuaskan, kami memutuskan untuk meloloskanmu ke tahap selanjutnya."
Aomine: "Benarkah? Hmph, sudah kuduga! Ore ni katteru no wa ore dake da!"
Kuroko: "Tapi Aomine-kun, diantara peserta yang lainnya yang akan lolos, masakanmu ada di peringkat terbawah."
.
Dan begitulah, pada saat peserta lain menghadap ke juri, ada saja yang mereka perdebatkan. Di satu sisi, setelah melewatkan perdebatan yang panjang dan mendengar beberapa lelucon garing, Izuki dan Tsucchida dinyatakan tidak lolos. Di sisi yang lain, setelah mendengar permintaan maaf berkali-kali dan setelah berusaha menenangkan salah satu chef yang cemburu, Sakurai, Himuro, Kagami, dan Furihata dinyatakan lolos seleksi.
.
Akashi: "selanjutnya, Mitobe."
Mitobe: *maju*
Kuroko: Mitobe-san, anda lolos."
Kise: "sebelumnya aku mau bertanya, apa kau tidak mau berbicara karena benar-benar ingin mengikuti Master Limbad?"
Mitobe: *manggil Kuroko*
Kuroko: *ke Mitobe*
Mitobe: *bisik Kuroko*
Kuroko: "katanya dia juga penggemar beran Beethoven."
Kise: "Lalu apa hubungannya Beethoven dengan Master Limbad?"
Mitobe: *bisik Kuroko*
Kuroko: "katanya jelas tidak ada. Wong kewarganegaraannya aja beda, masa hidupnya aja beda, masa' bisa behubungan?"
Kise: "HAAA?. Lalu, apa tidak repot kalau harus memanggil oranglain dan membisikkannya seperti kau berbicara dengan kami?"
Mitobe: *bisik Kuroko*
Kuroko: "Katanya biar greget."
Akashi: "siapa yang mengajarimu bahasa itu?"
.
Kise: "sekarang, Imayoshi-cchi."
Imayoshi: *maju*
Akashi: "Imayoshi, kamu lolos."
*hening*
*hening*
*hening*
Imayoshi: "….itu saja?"
Kuroko: "Iya, itu saja. Apa ada lagi?"
Imayoshi: "Kukira kau mau bertanya kek, menghina kek, mau ngomen kek, apalah."
Akashi: "Ho…. Jadi kau mau dihina, ya?"
Imayoshi: "Ti-tidak, kalau begitu aku permisi."
*inner* "Huh, percuma aku latihan, tadi!"
.
Kuroko: "Kiyoshi-san, silahkan."
Kiyoshi: *maju*
Kuroko: "Kiyoshi-san, masakan anda masih mentah. Benar-benar mentah. Bahkan tidak ada hiasan di atas piringmu."
Akashi: "Kamu itu kalau nyanyi ritme-nya berantakan, alat music nya juga gak karuan, kamu itu gabisa nyanyi!" *pake logat Anang*
Kiyoshi: "Lha saya emang gabisa nyanyi, makanya ikut kontes memasak" *muka polos*
Kise: "Kiyoshicchi, itu makna kiasan, lho!"
Kiyoshi: "memangnya antara Kiasan, memasak, sama menyanyi apa hubungannya, ya?" *muka polos*
Akashi: *sigh* "seandainya ada cewek yang berusaha deketin kamu, aku yakin kau benar-benar tidak peka."
.
Akashi: "Hyuuga."
Hyuuga: *maju*
Akashi: "siapa yang menyuruhmu maju? Aku hanya menyebut namamu."
Hyuuga: "Ma-maaf, chef." *kembali*
Akashi: "Hyuuga, maju."
Hyuuga: "Kau mau bermain-main denganku, ha?"
Akashi: "nah, kalau sekarang baru kau boleh maju."
Hyuuga: "Hmph!" *maju*
Kise: "Hyuugacchi, kau pasti kuliah di universitas jurusan kesenian, kan? Kan?"
Hyuuga: "…tidak, aku kuliah di jurusan kebahasaan."
Kise: "EEEHH? KOK GITU?"
Akashi: "Makanya, kalau gak tau, jangan sok tau. Lalu, hobimu pasti berhubungan dengan seni, kan?"
Hyuuga: "…tidak, hobiku bermain basket."
Kise: "Akashicchi salah, Huuuuu"
Kuroko: "Mata pelajaran favorit anda pasti sejarah jepang, kan?"
Hyuuga: "…kok tahu?"
Akashi: "tepat seperti dugaanku."
Kise: *pasang muka 'Alahhhh bo'ong lu!' ke Akashi"
Kuroko: "sebenarnya tadi itu kami penasaran bagaimana anda bisa mendesain masakan anda, sampai sebegitu detailnya anda membuat masakan dengan figure tokoh-tokoh sejarah pada zaman dahulu. Karena itu, kami nyatakan anda lolos seleksi."
Hyuuga: "ohhh…. Ya, terima kasih chef."
.
Kise: "Midorimacchi, giliranmu~"
Midorima: *maju*
Akashi: "Shintarou, masakanmu tidak layak menjadi menu makanan kami. Disamping presentasi-nya yang tidak sedap dipandang, rasa masakanmu juga terlalu asin."
Midorima: "karena Oha-Asa bilang kalau aku tidak mau kena sial, aku harus menaburkan setumpuk garam di masakanku nanodayo"
Akashi: "Shintarou, kau tidak lolos."
Midorima: "Hmph. Aku sudah tahu kalau aku tidak bisa lolos."
Akashi: "Aku juga tahu kalau kau tahu kalau kau tidak bisa lolos."
Midorima: "Tapi aku lebih dulu tahu kalau kau tahu kalau aku tahu kalau aku tidak lolos."
Akashi: "tidak. Sebelumnya aku sudah tahu kalau kau tahu kalau aku tahu kalau kau tahu kau tidak lolos."
Kise: "sudah ah, hentikan."
.
Kuroko: "Ogiwara-kun, sekarang giliranmu."
Ogiwara: "Okee~~" *maju* *didepan Akashi*
Akashi: "Apa lihat lihat? Kau kira aku pisang?"
Midorima: "Buh," *tahan ketawa*
Ogiwara: "Ma-maaf, chef." *langsung lirik Kuroko*
Akashi: "Apa lihat lihat dia? Kau kira dia tulang?"
Imayoshi: "P-phew"
Kuroko: "Akashi-kun. Itu keterlaluan!"
Akashi: "kenapa, Tetsuya? Aku hanya bertanya. Apa ada yang salah?"
Kuroko: "tapi aku benar-benar tidak suka dengan bunyi pertanyaamu."
Akashi: "Aku bertanya ke dia. Kenapa harus kau yang marah? Apa perasaanmu sudah berpaling ke dia?"
Kuroko: "Apa maksud Akashi-kun?"
Kise: "Sudah, sudah. Mou Akashicchi, jangan emosian terus. Aku jadi kebagian dialog sedikit, nih!" *tahan Akashi*
Kuroko: "Ogiwara-kun, kau lolos. Presentasi mu sempurna. Masakanmu benar-benar lezat. Kau lolos. Aku harap kita bisa bermain-main seperti dulu lagi. Merajut kenangan indah lagi." *Tepuk pundak Ogiwara*
Ogiwara: "Semoga saja, Kuroko." *senyum*
Kise: "Kurokocchi, tolong bermesraan-nya nanti saja. Aku sudah kewalahan nih"
Akashi: *mulai lapar* *mulai lapar*
.
Kise: "Terakhir, Haizakicchi dan Nijimuracchi."
NijiHai: *maju*
Kuroko: "Kalau kulihat, kalian berdua ini kepribadiannya sama tapi beda."
Kise: "Nijimuracchi, masakanmu benar-benar luar biasa. Warna nya benar-benar indah. Rasanya juga fantastis!"
Akashi: "berbeda dengan Haizaki, masakanmu tidak enak. Warnanya merusak mata. Benar-benar mirip seperti abu yang digunakan pelayanku untuk mencuci piring dirumahku. Karena itu kami putuskan, Nijimura lolos sedangkan kau tidak lolos."
Haizaki: "APA!? Aku tidak terima! Daritadi kau berbicara pasal cuci piring saja! Yang mencuci piring sebenarnya pelayanmu atau kau, ha? Sudah kubilang kan, kami akan selalu bersama! Kalau kau mau meloloskan, loloskan kami! Kalau kau tidak mau, jangan loloskan kami!"
Nijimura: "sebentar, aku tidak setuju. Tidak apa chef, biar aku saja yang lolos."
Haizaki: "Tapi Shuzo…"
Nijimura: "tidak apa, Shougo. Walaupun begitu aka nada benang merah yang menghubungkan kita." *peluk Haizaki*
Kise: *bisik Akashi* "Boleh aku putar lagu titanic?"
Akashi: "Hanya itu lagu barat yang kau tahu?"
.
.
.
Akashi: "sekarang sudah ada 10 peserta. Shouichi, Daiki, Ryou, Tatsuya, Rinnosuke, Taiga, Shuzo, Kouki, Junpei, dan Shigehiro."
10 peserta: "HAI'."
Kuroko: "jaga kesehatan kalian. Pertempuran baru akan dimulai"
Kise: "betul! Apalagi disini ada Akashicchi. Siap-siap kalian akan mendapat luka fisik maupun batin."
10 peserta: *bergidik*
Akashi: "sudah ada asrama yang menampung kalian. Minggu deoan, berkumpul lagi disini. Kalian boleh beristirahat."
10 Peserta: "terima kasih, chef!"
-TBC-
Preview next chapter
"Kita kedatangan tamu"
Kemudian saat tirai dibuka….
Aku terkejut….
"RIVAILLE!?"
"GAK NYAMBUNG WOY!"
DUARRR
Aku benar-benar panic.
"10… 9… 8…"
"TIME UP!
A/N2: Maaf mengecewakan u,u saya lanjutinnya maksa, takut readers nya udah nggak pensaran lagi. Chapter selanjutnya kemungkinan besar lanjutanya sehabis UN. Bagaimana menurut reader-tachi chapter ini? Memuaskan? Atau mengecewakan? Ditunggu apresiasi-nya melalui Review ^^
Danke,
Aris
P.S: yang punya line kalau berkenan ngobrol bareng yuk^^ ID-nya akashitetsuya3. Kalau message kalian tidak saya balas, berarti saya sedang tidak online^^
