A/N : Yahooo! Ketemu lagi sama saya~ :3
Oke, langsung saja. Yang pertama Wei dulu yah... Jadi, yang OC-nya milih Wu/Shu/Jin yang sabar okay?
Hai, ikimasu yo~!
Disclaimer : I own nothing. I own my OC only! So that means Dynasty Warriors belongs to KOEI-sama!
Warning : Kebanyakan OOC :V
-Wei-
.
Xiahou Dun : "Sepupu!"
Cao Cao : "Panggil aku komandan..."
Xiahou Dun : "Ah, maafkan saya. Kami telah menangkap tersangka tersebut!"
Cao Cao : "Haah? Siapa? Padahal aku belum kasih perintah..."
Xiahou Dun : "Sepupu... Jangan bilang kau lupa..."
Cao Cao : "Oh yeah... Aku lupa. Bawa dia kemari!"
Xiahou Dun : "Baik!" *ngacir*
1,2,3,4,5,6,7,8,9 ... detik kemudian...
Xiahou Dun : "Ini dia... Saya sudah mengikatnya dengan rantai." *bawa Dian Wei si Supahuman!* (TA DA DA DA DAAAH!)
Dian Wei : "I AM DA MAN!" *lepasin rantai*
Wang Yi : "Hei! Kau mengotori ruangan Cao Cao-sama! Dan juga padahal hari ini aku piket!"
Cao Cao : *sweatdrop*
Xiahou Dun : "Ya... Kamu DA MAN! Kamu hebat amat bisa lepasin rantai." *kagum + tepuk tangan*
Wang Yi : *ikutan tepuk tangan sambil nangis gaje*
Cao Cao : "Kamu kenapa ikutan tepuk tangan sih..." *sweatdrop*
Xiahou Dun : "Jadi, apa yang harus kita lakukan dengan DA MAN ini?"
Wang Yi : "Ke tong sampah? Bagaimana?"
Cao Cao : "Dasar lu... Udah jelas bawa dia ke penjara! Mana mungkin ke tong sampah!" *muncul simbol perempatan merah di dahi*
Dian Wei : "OOOH! Kau orang yang baik sekali!"
Cao Cao : NGGAK NGGAK NGGAK!
Cao Cao : "Bawa dia ke penjara! NAWWW!"
Xiahou Dun : "Baik!" *panik*
Cao Cao : "Wang Yi, bersihkan ruanganku!"
Wang Yi : "Apa?! Tapi saya bukan petugas kebersihan!"
Cao Cao : "Bukannya kamu piket hari ini? Kamu sendiri yang bilang..."
Wang Yi : "..."
Cao Cao, Xiahou Dun meninggalkan ruangan untuk membawa DA MAN tersebut ke penjara.
.Dipenjara.
Xiahou Dun : "Masuk ke penjara!" *mengunci penjara*
Dian Wei : "Kenapa gue harus disini hah?!" *dobrak penjara*
Xiahou Dun : "OOOH! YOU ARE DA MAN! Kau berhasil menghancurkan penjara!" *thumb's up*
Cao Cao : *facepalm*
-Sirkus-
Cai Wenji : "Anak manis... anak manis..." *ngelus bulu harimau*
Harimau : "RAWWR!" *jilat Cai Wenji*
Jia Xu : "Eww... Menjijikkan... Cai Wenji, bawa harimau itu. Acaranya mau dimulai!"
Cai Wenji : "Saya mengerti~"
.
Di acara festival sirkus di (beeeep)
Jia Xu : *ambil tali* "Ayo, harimau masuk ke cincin besar ini!"
Harimaunya pun berlari dan memasuki cincin yang dibakar dengan api. Tapi harimaunya gak mau berhenti dan menerobos pintu keluar tenda sirkus.
Jia Xu : "WUOOOOI! Kembali!"
Cai Wenji : "...Harimauku..."
Author : "UUUU! Apaan ini! Mengecewakan!" *lempar tomat*
Dan para penonton pun ikit melempar tomat dan mengenai Jia Xu saja.
Jia Xu : "Kenapa cuma gue yang kena tomat..."
Harimaunya kembali dan berlari ke arah Jia Xu.
Harimau : "RAAAWWWR!"
Jia Xu : "Sialan, ini gara-gara lo, tau gak?! Gyaaa!"
Harimaunya meloncat ke arah Jia Xu dan menjilat Jia Xu yang terkena tomat.
Jia Xu : "TIDAAAAAAAAAAAK! MEN-JI-JIK-KAAAAAAAAN!"
Cai Wenji : "Harimau-san juga suka dengan Mas Jia Xu ya..."
Jia Xu : "Gak perlu pake -san!"
.
Zhang He : "Yuhuuu! Eike ini si badut! TA DAAA!"
Author Scarlet n Blossom : "UDAH TAU!" *lempar tomat*
Zhang He : "Aw! Jahat amat sih cyin! Acaranya baru dimulai kena lempar tomat. Ampun iiih!"
Author Scarlet n Blossom : "Menjijikkan..."
Zhang He : "Aiih! Kompak amat deh! Hebat!"
Author Scarlet : "Iikara! Cepetan mulai!"
Zhang He : "Oke cyin! E~hem! Hari ini eike mau duduk juga! Gak adil cuma penonton yang duduk. Eike ambil kursi dulu..." *pergi cari kursi*
Penonton : "..."
Beberapa menit kemudian.
Penonton 1 : "Hei, okama itu lama amat sih?"
Penonton 2 : "Nyari kursi aja lama!"
Penonton 3 : "Cabut aja yuk!"
Dengan begitu, para penonton pergi keluar meninggalkan tenda sirkus. Dan para author juga ikutan keluar.
Zhang He : "Haaai, para penonton yang saya-... Lha... Pergi semua... Hiks..."
-Rumah Sakit Wei-
Cao Pi : "Mi Yan... Ambilkan suntik..."
Mi Yan : "Oke..." *ambil suntik raksasa*
Cao Pi : "BUKAN YANG INI! Suntik kecil aja!"
Mi Yan : "Bilang dong dasar..." *ambil suntik kecil dan mengasihnya ke Cao Pi*
Cao Pi : "Oke..." *suntik pasien*
Pasien : "GYAAAAAAAA!"
Zhen Ji : "Diam!" *pukul pala Pasien pake seruling*
Pasien : *pingsan*
Cao Pi : "BAGUS ZHEN! Dengan begini aku bisa menyuntik pasien ini lagi dengan mudah!" *thumb's up*
Mi Yan : *sweatdrop* "Kasian pasiennya... Tunggu dulu, 'kan udah disuntik pasiennya. Kenapa suntik lagi?
Cao Pi : "..."
Zhen Ji : "..."
Mi Yan : "... Kok diem?"
Cao Pi : "Soalnya ... orang tua pasien ini pengen pasien ini disuntik-suntik."
Zhen Ji : "Darah... Aku mau liat darah..."
Mi Yan : *tepuk jidat* "Lu mau bunuh pasien atau nyembuhin pasien sih? Mana ada orang tuanya minta anaknya disuntik-suntik sebegitu banyaknya?!"
Zhen Ji : "Bunuh..."
Mi Yan : "Mbak Zhen! Itu tindakan kriminal! Polisi!"
Cao Pi : "GYAAA! Jangan panggil bapak gue!"
Mi Yan : "Oke, kalau gitu Cao Pi. Tanya orang tua pasien ini. Mau diapakan pasiennya."
Cao Pi : "OGAH."
Mi Yan : "KENAPA?!"
Cao Pi : "Males..."
Mi Yan : *tepuk jidat* Kalau gitu bagaimana dengan Nona Zhen-... KYAAAAAAA! JANGAN!
Zhen Ji : *siapin suntik raksasa* "Hoeh?"
Pasien : *bangun, lalu langsung shock liat suntik raksasa* "EMAAAAAAK!" *kabur*
Zhen Ji : "Hei, tunggu dulu. Biar saya suntik pasien-san dulu!"
Mi Yan : "Habis sudah pekerjaanku menjadi perawat..." *duduk di pojokan*
Cao Pi : "Ini gara-gara lo, Mi Yan..."
Mi Yan : "HAAAAH?!"
Cao Pi : "APAA?!"
Mi Yan : "APAA?!"
Zhen Ji : "Berisik!" *ambil seruling*
Cao Pi + Mi Yan pun tepar.
Pang De : "Ukh, markasnya kuat sekali. TEMBAK! TEMBAK! TEMBAK!" *teken tombol tembak*
Penduduk Desa : "Gyaaaa! Ada pilot gilaaaa! Dia nembak rumah gue!"
DUAAARRRRR
BINGO! Rumah penduduk tersebut terbakar!
Pang De : "Mwahahaha! Akhirnya gue berhasil menghancurkan markasnya!"
Penduduk Desa : "TWIDAAAAAK!"
Zhang Liao : *muncul tiba-tiba* "Tidak perlu khawatirr! Saya akan mengejarnya!" *naek motor milik Valentine Rosa, PLAKK*
Penduduk Desa : "LHA?! Pake motor?! Tunggu dulu... motor ini-...!"
Zhang Liao : "Ukh, dia cepat sekali. Aku tidak bisa mengejar pesawatnya!"
Penduduk Desa : "Ini motor mainan! LU POLISI BENERAN ATAU CUMA SEKEDAR MAIN SIH?!" *falcon punch!*
Zhang Liao : *pingsan*
Penduduk Desa : "POLISI TIDAK BERGUNA! TOLONG! SIALAN! TOLONG!"
Cao Ren : *muncul tiba-tiba* "Tidak perlu khawatir! Aku penyelamat-... UGH!"
Penduduk Desa : "Udahan bacotnya!" *falcon punch!*
Cao Ren : *pingsan*
Penduduk Desa : "PENYELAMAT TIDAK BERGUNA! TOLONG! SIALAN! TOLONG!"
Xu Huang : *muncul tiba-tiba* "Gawat! Rumah Anda terbakar! Akan saya padam si Ayam Jago!"
Penduduk Desa : "BUKAN AYAM GOBLOK! Cepetan padamin apinya!"
Xu Huang : "Saya mengerti!" *ambil ember berisi air*
Penduduk Desa : "TIDAK BERGUNA! Mana mobil pemadam kebakaran lu?!"
Xu Hang : "Ketinggalan..."
Penduduk Desa : "NANTI KEPALA LO YANG KETINGGALAN!" *falcon punch!*
Xu Huang : *pingsan*
Penduduk Desa : "GAAAAAH! SEMUANYA TIDAK BERGUNA! HABIS SUDAH RUMAH GUE!"
Xiahou Yuan : "Oooh! Rumah terbakar! Bisa jadi penemuan baruku! Sungguh pemandangan yang sangat indah!"
Penduduk Desa : "INDAH MY ASS!" *falcon punch!*
Xiahou Yuan : *pingsan*
Penduduk Desa : "... Sialan. Rumah gue jadi abu semua... SIALAN! TIDAK BERGUNA!" *tampar Xu Huang*
Xu Huang : "UGH!"
Penduduk Desa : "Tidak berguna! Lu masih BEGINNER banyak lagak pula!" *tampar Cao Ren*
Cao Ren : "UGH!"
Penduduk Desa : "POLISI PALSU!" *tampar Zhang Liao*
Zhang Liao : "UGH!"
Penduduk Desa : "LU JUGA BODOH!" *tampar Xiahou Yuan*
Xiahou Yuan : "UGH!"
Penduduk Desa : "LU JUGA!" *tampar author*
Author Blossom : "SAKIT! Gue gak masuk hitungan!" *tampar penduduk desa*
Penduduk Desa : "UGH!" *pingsan*
Author Blossom : "AARGH! Kalau begitu...!" *ambil bazooka* Vanishment this world! *Rikka Takanashi mode on*
Dan.. pelurunya mengenai pesawat milik Pang De dan! DUAAAARRRR! Yep, pesawatnya meledak!
Author Blossom : "Hmph... Aku menang!"
Author Scarlet : "BODOH!" *jitak kepala Blossom*
Author Blossom : "AW!"
-Kafe-
Mei Xujie : "..."
Chou Yi : "Gak ada pelanggan..."
Mei Xujie : "Sepi amat..."
Guo Jia : "Kalau tidak ada pelanggan, main billiard saja yuk."
Mei Xujie : "Ogah..."
Chou Yi : "Ho~? Billiard huh? Terdengar menyenangkan. Dan liat saja nanti. Gue bakalan menang!"
Guo Jia : "Kita lihat saja. Ini pasti menyenangkan!"
Mei Xujie : "Mulai lagi deh... Ini kafe atau tempat main billiard sih?" *geleng kepala*
Karena gak ada kerjaan Xujie memerhatikan Guo Jia dan Chou Yi main billiard. Dan seorang pelanggan tiba.
Mei Xujie : "Oh, udah ada pelanggan tuh..."
Guo Jia : "Bagus! Bolanya masuk!"
Mei Xujie : "Hei, Chou Yi. Biarin aja Guo Jia main sendiri. Udah ada pelanggan tuh."
Chou Yi : "Berisik deh lu!"
Mei Xujie : *sigh* "Bodoh amat..."
Mei Xujie mendekati si pelanggan.
Mei Xujie : "Selamat datang di-... Uh, apa nama kafe ini ya?"
Pelanggan : "Ini kafe ya? Kenapa ada yang main billiard?"
Mei Xujie : "Eh, ini kafe..."
Pelanggan : "Jangan bohong mbak. Ini tempat main billiard!"
Mei Xujie : "Ha?"
Pelanggan : "Huh, kalau kafe, kafe aja. Tempat main billiard, tempat main billiard aja. Dasar..."
Pelanggan pun pergi. Mei Xujie pun speechless, dia berjalan ke dapur dan mengambil pisau.
JLEBB. Pisau nya mengenai meja billiard dan terbelah dua.
Guo Jia + Chou Yi : "Hiiii!" *kaget tingkat dewa*
Mei Xujie : *letakin kaki kanan ke meja billiard, kayak preman nih cewek.. -_-* "Kalian yang gak ada niat buat kerja, pulang aja ke kampung kalian sana. Dasar serangga sialan..." *deathglare*
Chou Yi : "Oooh!"
Guo Jia : *blush*
Mei Xujie : "Kenapa muka kalian malah memerah sih?"
Guo Jia : "Ah, maaf. Nona Mei Xujie. Tolong letakkan kaki nona kebawah. P-pakaian dalam nona terlihat..."
Mei Xujie : "..." *turunin kaki pelan2, patahin jari2 tulang* "Kau... melihat pakaian dalamku... Dasar cabul..."
Guo Jia : *GLEEKK* "S-saya tidak sengaja..."
Mei Xujie : "Tidak sopan! Bodoh! Goblok! Mati sana!" *memukul Guo Jia secara beruntun sambil nangis*
Guo Jia : "SAKIT! Hentikan nona!"
Chou Yi : "... Pakaian dalam wanita... Itu adalah... surga bagiku!" *CLING!*
Guo Jia : "Surga?!"
Mei Xujie : "MATI KAU DASAR CABUUUULLLL!" *lempar pisau*
Chou Yi : "GYAAAAAAA!"
.
Mei Xujie : *duduk di pojokan* "...pantsu... pa... pantsu..."
Guo Jia : *sweatdrop*
Mei Xujie : "Haha... Tidak akan ada orang yang bakalan menikahiku..."
Chou Yi : "Surga..."
Mei Xujie : "BERISIK LU!" *tampar Chou Yi*
Chou Yi : "UGH!" *pingsan*
Author Scarlet : TENG TENG! Pemenangnya adalah Mei Xujie! Kau kalah Chou Yi.
Chou Yi : "BERISIK LU! Gue masih hidup!
Xu Zhu : "Lauk itu makananku! Nasi itu hebat! Apapun cocok buat ramen, udon, okonomiyaki-"
Author Scarlet : "Woi! Makanan buat gue gimana?!"
Xu Zhu : "Oke~ I'm coming~" *lari ke meja makan Author Scarlet dan meletakkan makanannya ke mejanya*
Author Scarlet : "Akhirnya, omelette kesukaanku. Selamat makan!"
Xu Zhu : Om nom nom nom nom nom...*makan omelette punya Author Scarlet*
Author Scarlet : "...omeletteku..."
Xu Zhu : "Fuaaah, enak banget! UGH!"
Author Scarlet : "BUAT LAGI OMELETTE NYA!" *falcon kick!*
Xu Zhu : UGH! *pingsan*
Author Scarlet : "Jiah, pingsan..."
Yue Jin : "Mas Detektif!" *dobrak pintu*
Li Dian : "Alamakjang! Pintu rumah gue, kenapa lo hancurin sih?! Lagi-lagi gue harus memperbaikinya! Habis sudah waktu istirahatku..."
Lee Xia : "Sabar, Mas Detektif..."
Yue Jin : "Itu gak penting!"
Li Dian : "WHAT."
Yue Jin : "Yang penting sekarang, saya ada permintaan!"
Li Dian : "Apaan? Gue sedang males nih..."
Lee Xia : "Mas Detektif...! Jangan malas! Terus buat apa Mas jadi Detektif?" *jitak kepala Li Dian*
Li Dian : "Jangan tanya ama gue. Tanya sama KOEI!"
Yue Jin : "Udah! Udah! Dengerin curhat saya dulu dong!"
Lee Xia : "Curhat... Pfft..."
Li Dian : "Oke, gue denger nih." *pasang telinga kucing*
Yue Jin : "BUAT APAAN TUH?!"
Li Dian : "Buat dengerin uneg-uneg lo..."
Lee Xia : *facepalm*
Yue Jin : "Terserah deh. Ehem... Yang pengen saya katakan adalah. Saya adalah pemain rugby. Tapi, seharian ini saya merasa dibuntuti. Apa Mas Detektif bisa cari tau siapa orangnya?"
Li Dian : "Gak perlu dicari..."
Lee Xia : "Mas Detektif jangan malas dong! Kita harus cari tau!"
Li Dian : "Makanya gue bilang gak perlu dicari! Soalnya orang yang men-stalker lo itu penggemar beratnya Mas Yue Jin!"
Yue Jin : "Haah? Penggemar berat?"
Lee Xia : "Ya, penggemar..."
Li Dian : "Nah, jawabannya udah gue jawab. Sekarang lu boleh keluar."
Yue Jin : "O-oke..."
Yue Jin meninggalkan ruangan Detektif Li Dian.
Lee Xia : "Mas Detektif, apa bener yang membuntuti mas Yue Jin itu penggemarnya?"
Li Dian : "Ho? Itu mah, gue cuma asal tebak..."
Lee Xia : "Ekh..."
A/N : Etto... Ini pertama kalinya saya buat fic genre Parody dan Humor. Kalau gak lucu atau gak suka. Maaf ya. See ya guys next chapter!
