Ia mendongak saat merasakan jiwanya seolah tertarik kedepan, menatap sosok kegelapan yang berdiri angkuh dihadapannya.
"S-Siapa kau..?"
Suaranya lirih, bergetar penuh ketakutan. Sosok gadis remaja berambut panjang sehitam arang dengan seragam sekolah dan seluruh tubuh yang berlumuran darah menatap kosong tubuh ringkih dihadapannya.
Darah mengucur deras dari hidung sang gadis, semakin deras, semakin deras hingga pupilnya memutih menatap lurus iris manusia dihadapannya.
Tatapannya mengancam dengan sisipan pesan kematian yang segera menjemput. Kepalanya bergerak turun, lehernya memanjang seolah terbuat dari karet.
Kepala dengan leher yang memanjang tersebut mendekat, berjarak sepersekian centi dari tubuh ringkih yang menggigil dengan getaran ketakutan dan penyesalan yang teramat.
Aura mencekam menekan segala inderanya, tepat saat sang gadis membuka lebar mulutnya, mulut lebar tanpa lidah yang tertarik hingga wajahnya mengkerut seolah terbuat dari karet dan ditarik paksa. Raambutnya memanjang membentuk ribuan jarum yang memanjang keseluruh ruangan, siap mencabik apapun yang terjangkau olehnya.
Menyisakan rintihan ketakutan akan ancaman besar yang menyiksa jiwanya dalam ketakutan tak berdasar yang siap menjemputnya ke neraka.
PRAANGGG
.
_READING CLUB_
.
Author by:
Mrs. Evil aka Avery Cho
.
Cast :
Wu Yi Fan (Kris)
Huang Zi Tao
Kim Jaejoong
Jung Yunho
And other cast nyusul
Pair : KrisTao
Disclaimer : semua cast disini milik Tuhan dan diri mereka sendiri. Except Kyuhyunnnie is MINE! And always belong to me!
Genre : Romance, Horror, Mystery
Warning : YAOI! Boy x Boy/ BL (Boys Love) /Shonen Ai, gaje, dan pastinya TYPO menjadi bumbu penyedap rasa dalam ff diluar nalar ini.
Summary : Wu Yi Fan dan Huang Zi Tao menemukan sebuah buku aneh di perpustakaan sekolahnya yang sudah tidak dipakai selama sepuluh tahun. Ternyata buku itu adalah buku yang sudah dikutuk. Siapa saja yang membacanya akan mati, termasuk salah satu guru disekolah mereka. Polisi mengira kejadian ini murni bunuh diri, tapi ternyata bukan… setelah kejadian itu Yi Fan akhirnya menceritakan kejadian buruk yang menimpa keluarganya ketika dia masih kecil pada Tao.
A/N : Fanfic ini merupakan REMAKE dari sebuah Manhwa dengan judul sama bergenre Horror karya Jo Joo-Hee dan Seo Yun-Young. Bagi yang penasaran silahkan mencari di toko buku terdekat -_- Bye! #pulang Ah! Dan mianhae buat kesalahan di chapter lalu, Evil salah ngetiknya EXO K, padahal Tao-ie kan EXO M -_-
Note : Yang di BOLD adalah flashback, sengaja Evil gak make kata 'flashback' sebagai keterangan soalnya noona Evil si Qhia503 megang remote sebagai pentungan kalo Evil make kata flashback -_- katanya sih ngerusak feel ceritanya, YESUNGdahlah mari kita melangkah(?)
And then, please just call me Evil-san, Mizu-chan, or ONIK! (Soalnya kata Kkamjjongin oppa dan Hyunseung B2ST nama Onik itu unik dan terdengar lucu waktu di fansign mereka *^_^*) .
IF YOU DON'T LIKE MY PAIR JUST CLICK [X] TO CLOSE. PLEASE, DON'T BASH MY PAIR!
NO COPAS NO PLAGIAT!
NGE-FLAME SIH BOLEH BOLEH AJA ^_^
Me-review itu hak kalian masing-masing
DON'T LIKE DON'T READ
So,.
HAPPY READING *^_^*
.
.
_Haruko Mizukiyoshie Present_
.
초 지키
.
Chapter 3
,
,
PRAANGGG
Beberapa siswa yang berada di halaman sekolah –hendak pulang kerumahnya terlonjak saat mendengar suara pecahan kaca memekakkan telinga. Seluruh pasang mata hanya terpusat pada satu arah.
Ruang perpustakaan.
"Itu perpustakaan kan?" Seorsng siswa berujar ragu saat sebuah jendela ruangan yang pecah Nampak oleh pandangannya.
Tao menajamkan penglihatannya saat sosok tubuh mungil yang tak asing baginya hadir sebagai figure yang membuatnya tak percaya.
"I-Itu… Sunkyu seonsangnim?"
Tubuh ringkih itu menggapai bingkai jendela. Melangkah pasti hingga yang didapati pandangannya hanyalah kehampaan udara.
Darah segar masih mengucur deras dari saluran pernafasannya. Tubuh itu bergetar ketakutan, namun seakan tak gentar mengundurkan langkahnya dari bingkai jendela yang sewaktu-waktu dapat menjadi gerbang kematiannya.
Alis Kris bertaut saat sosok sang seonsangnim masih tak bergerak seinchipun, sebuah pemikiran melintas sengit dalam benaknya.
"Apa yang akan dia lakukan?!"
Tao mencengkeram lengan Kris erat saat bayangan buruk melintas dibenaknya.
Dan keterkejutan tak tertahan lagi saat tubuh mungil itu melangkah pasti menyambut kedatangan sang Joseung Saja (Korea : malaikat kematian).
"DIA LOMPAT!"
"KYAAAAAA"
BRAKK
Menyahuti setiap teriakan yang menyerukan dirinya dengan sebuah melodi kematian kala tubuh manusia itu beradu bersama dentuman bumi yang menyambut dingin dirinya.
Sayup-sayup dalam perjalanan menjemput kematian, suara-suara panic yang berputar di sekitar tubuhnya yang telah mati rasa seolah menjadi pengiring kematiannya.
"TELPON 119!"
"ASTAGA SUNNY-SSAEM!"
Dalam kesakitan yang memenuhi setiap inchi dari tubuhnya, seluruh dunia terasa gelap. Tak ada apapun selain rasa sakit yang menghujam tubuhnya yang telah mati rasa.
Dan dalam puncak kesakitan itu, suara lirih yang bergetar terbawa hembusan angin.
"Jaahh-ngaanh… Jangan bawa haah akhuuuhh…"
Saat yang dia harapkan Joseung Saja segera membawanya dari segala kesakitan ini, sosok itu kembali muncul.
Langit berubah menjadi semerah darah, awan putih berputar membentuk spiral jingga yang mengusik akal sehat.
Diatas sekumpulan siswa yang menatap dirinya, sosok itu melayang pasti, menghujam retijnanya dengan pupil memutih menebar ancaman.
Seolah menunggu, sosok siswi dengan seragam berlumuran darah itu masih menatapnya penuh ancaman, membuat sang manusia hanya mampu menikmati detik-detik menuju kematiannya yang semakin mencekam.
Suara hati yang meronta memenuhi sesak dadanya, mendapati satu fakta mengerikan yang mengitari pelupuk matanya 'Murid itu.. Tak punya lidah!'
.
Tubuhku terbang menjadi debu
Dan jiwaku
hanya tinggal seperti pedang
yang mengukir tulisan
di batu nisan
.
Siang itu suasana Seoul's Culture and Art High School tampak lebih ramai dibanding biasanya, dengan kehadiran belasan pria berseragam yang dikenali sebagai polisi.
Seorang pria berseragam menyemprotkan garis pada sekitar jasad gadis muda yang baru saja tewas akibat melompat dari lantai tiga gedung sekolah tersebut dengan cairan khusus.
Disisi lain, beberapa rekannya yang berseragam sama sedang memasang police line. Disudut lain, petugas dengan seragam bertuliskan Goa Hag Su Sa (Korea : Ahli Investigasi) mengambil beberapa gambar mayat dan TKP, setelah itu rekan berseragam sama dengannya mulai membereskan jasad wanita itu kedalam kantung mayat.
Suara sirine menggema di halaman sekolah menengah atas tersebut. Beberapa siswa dan staf pengajar juga masih berada disekitar TKP, tidak bisa lebih dekat dengan lokasi mayat karena police line yang telah membentang.
Disisi lain. Sebuah ruangan di lantai empat yang salah satu kacanya telah pecah, sesosok namja bertubuh atletis menatap tajam sisi jendela yang telah kehilangan kacanya tersebut dengan iris musangnya.
.
Seorang namja berjalan angkuh menyusuri koridor yang masih dipenuhi siswa. Saat sepasang kaki jenjang telah membawanya kesisi tangga di lantai dua, irisnya bertemu pandang dengan sosok paruh baya yang dahulu telah berjasa membimbingnya menimba ilmu.
Namja paruh baya dengan setelan rapih dan kacamata baca itu menatap sang namja ragu. "Kau.. Lulusan sekolah ini kan?"
Ia hanya tersenyum.
.
Disinilah ia sekarang. Menatap ruangan dihadapannya, diamati police line yang telah membentang di depan pintu ruangan tersebut.
Masuk
Langkah kaki jenjangnya yang beradu mulus dengan marmer ruangan tersebut tidak menimbulkan suara sedikitpun. Ia menyeringai saat mendapati sesosok tubuh tegap yang sedang bertumpu pada bingkai jendela.
Sepasang tangan itu terjulur kedepan, bersamaan dengan tubuhnya yang berlari secepat angin, menubruk sosok yang sewaktu-waktu dapat terjatuh itu. "Detektif Jung…!"
"Ada apa?"
"AAARGHHHT!" Namja itu berubah panic saat sosok detektif Jung malah berpaling, dan membuat tubuhnya tergantung diketinggian tepat ditepi jendela tersebut.
"HYAAAA…. TOLOOONG….! TANGKAP AKU!"
Beberapa siswa yang berada di lingkungan sekolah menatap sumber suara Yang mengejutkan mereka. Disana sesosok namja Nampak panic karena tergantung diketinggian lantai empat gedung sekolah bertaraf International tersebut.
"Sepertinya ada orang yang mau jatuh lagi" Seorang siswa berujar santai dengan memasang pocer face.
.
.
"Seonsangnim itu mati bunuh diri 'kan? Kupikir tidak mungkin dia segila itu dan melompat dari ketinggian seperti itu! Hah… Hampir saja aku mati!"
Namja itu berujar kesal dengan nafas ngos-ngosan. Irisnya menatap kesal namja atletis dihadapannya.
"Kau seharusnya menunggu di ruang otopsi, 'kan? Lalu kenapa kau kesini Jae?" Ucap namja itu –Jung Yunho acuh.
Namja dihadapannya –Jae atau Kim Jaejoong bangkit dengan kesal, ditepuknya beberapa bagian blazer-nya yang berdebu.
Sebagai seorang ahli bedah kepolisian, penampilan Jaejoong benar-benar jauh dari kata petugas kepolisian. Gayanya terkesan modis dan eye catching.
Lihat saja rambut almond-nya yang lurus dan terkesan lembut dengan warna bak daun maple di musim semi.
Tubuh rampingnya dibalut kemeja abu-abu berlengan panjang yang dimasukkan dengan mini belt silver dipinggang rampingnya sebagai pemanis. Sebuah scarf putih bergaris-garis biru menghiasi kerah kemejanya, menjuntai indah dibagian depan kemeja tersebut.
Dibagian luarnya, tubuh itu dibalut blazer se-siku berwarna biru dongker sepanjang setengah paha yang keseluruhan kancingnya dibiarkan terbuka.
Kaki jenjangnya dibalut long soft denim, dan sebuah black boots berkilau dengan brand yang tak terkira, Armani Exchange.
Wajah Jaejoong mengkerut. "Hanya mengunjungi sekolah lama, apa salahnya sih!"
Yunho mencibir dibelakang sana, sedikit menghela nafas menghadapi tingkah kekanakan rekan kerjanya. Ia berjalan pelan, mendekati bingkai jendela tempat terenggutnya nyawa seorang wanita muda beberapa saat yang lalu.
"Jadi… Bagaimana menurutmu?"
Iris musangnya menatap lurus garis bekas jasad yang beberapa saat lalu telah dibubuhkan tim investigasi di TKP.
"Bisa saja ia terjatuh ke tengah kerumunan siswa karena terpeleset, atau mungkin ada yang mendorongnya sampai terjatuh? Segala kemungkinan bisa saja terjadi jika melihat suasana TKP yang seperti ini".
Jaejoong bersandar pada sisi jendela kaca lain di ruangan tersebut, ikut mengamati suasana di bawah sana yang mulai dapat terkendali.
"Banyak saksi yang mengatakan korban jatuh sendiri.."
"Jadi ini murni bunuh diri?" Iris doe itu menatap iris musang Yunho penuh tuntutan, hingga suara seorang petugas yang dipercayakan berjaga di depan ruangan perpustakaan itu menyapa keduanya.
"Detektif Jung.. Kedua murid yang bertanggungjawab menjaga perpustakaan telah tiba.."
Disana, dari balik pintu bercat cokelat itu sosok dua orang namja jangkung muncul dengan pandangan yang keruh.
"Kalian yang bernama Huang Zi Tao dan Wu Yi Fan? Aku ingin-"
"-Apa akhir-akhir ini terjadi hal-hal yang aneh di tempat ini? Atau sebuah firasat yang membuat kalian takut atau membuat tempat ini terasa menyeramkan?"
Jaejoong melangkah pasti mendekati tubuh keduanya yang hanya terdiam sedari tadi.
"Katakan saja… Kalian tahu sesuatu, 'kan? Apa yang menyebabkan guru kalian meninggal?"
Tap
Langkahnya terhenti tepat dihadapan keduanya, menatap tajam tanpa sinar keraguan. Telunjuknya bermain di depan bibir cherry dengan tubuh yang mendekat dan berjinjit, berusaha lebih dekat dengan tubuh jangkung keduanya.
"Apa aku harus menebak? Perpustakaan ini…" Suaranya lirih, sangat lirih hingga nyaris menyerupai sebuah bisikan, mengirimkan friksi keterkejutan yang tak terduga oleh keduanya saat kata itu meluncur dari bibir semerah cherry pemuda dihadapan mereka.
"Berhantu"
Deg
"Hmmft… Bwahahahaha…. Lucunya! Kyaaa! Hahaha… Maaf, maaf!" Jaejoong terus tertawa hingga Yunho memutuskan mengangkat tubuh rampingnya dan menyingkirkan sang rekan dari dua remaja dihadapannya.
Tao dan Kris hanya terdiam menatap kedua namja dewasa yang tampak sedikit konyol itu, setidaknya rasa lega memenuhi dada mereka saat namja cantik yang sedikit mengundang curiga itu menyingkir dari hadapan mereka.
.
.
"Kenapa kau membiarkan mereka pergi?! Kurasa mereka mengetahui sesuatu, aku yakin akan hal itu! Saat aku mengatakan perpustakaan itu berhantu bukankah mereka Nampak terkejut? –Lagipula acting ku cukup bagus" Jaejoong mencibir, menatap kesal sang partner yang lebih memilih menatap hamparan langit.
"Apa yang kau maksud dengan cerita hantumu itu, apa kau fikir investigasi itu main-main!" Yunho berbalik, menatap datar sosok namja fashionable yang tidak pernah terlihat serius saat bertugas seperti saat ini.
"Kau pasti berfikir aku sedang bercanda, 'kan? Ini adalah firasat tahu! –Meski kuakui aku memang senang bercanda, tapi aku akan memberitahumu kisah yang sebenarnya"
Iris musang Detektif Choi melirik Jaejoong saat nada suaranya berubah serius. "Disini memang berhantu"
Sepasang kaki jenjang Jaejoong membawanya duduk disebuah meja baca perpustakaan. "Dulu, sewaktu masih bersekolah di sini ada rumor yang menyebar dikalangan siswa. Seseorang mengaku pernah melihat sosok hantu di perpustakaan". Yunho melangkah pelan, mulai menaruh perhatian pada kisah yang diceritakan sang rekan kerja.
"Saat perpustakaan akan tutup, selalu ada seorang siswa yang tidak pergi, bahkan setelah murid lainnya pergi. Dipanggil berkali-kalipun murid itu tak akan beranjak sama sekali, bahkan saat seseorang menghampirinya-"
"Sudah cukup, bukankah sudah kubilang sudah cukup.." Yunho hendak berbalik saat Jaejoong kembali membuka suara.
"Sebenarnya dulu sekali, ada seorang murid yang bunuh diri disini. Dia juga merupakan murid yang bertanggungjawab menjaga perpustakaan". Dengan kalimat dingin itu, Jaejoong terus menatap satu titik diruangan tersebut.
Sudut perpustakaan, pandangannya bertumpu pada kursi dan meja tunggal yang berada disisi jendela yang tak tertutupi tirai. Cahaya senja seolah memberi focus pada kursi single tersebut, berusaha menekankan bahwa beberapa tahun silam sebuah kejadian telah terjadi disana.
"Tepat di tempat itu.." Telunjuknya membuat Yunho mengikuti arah pandang Jaejoong pada tempat yang dimaksud. "Dia bunuh diri dengan tenang.."
Jaejoong terus menatap bangku itu, dalam pandangannya sosok siswi berseragam khas SMU yang berlumuran darah tengah terduduk dengan tenang disana. Ia tidak sedetikpun mengalihkan pandangannya dari sosok gadis yang terlihat kesepian itu.
"Aku bertanya-tanya kenapa.." Tersirat jelas nada kesedihan dalam kalimat ambigu yang dilontarkan Jaejoong, dan hal itu membuat Yunho menyadari satu hal.
"Apa dia temanmu?"
Jaejoong tersenyum manis, menampilkan senyum yang merekah dari belahan cherry ranumnya .
.
.
Senja telah berada diujung lembayung saat sosok dua namja berseragam berjalan beriringan. Jemari keduanya bertaut, seolah saling menguatkan atas kejadian yang terjadi hari ini.
"Kenapa..? seharusnya Gege tidak membawa buku itu" Pertanyaan sang namja panda membuat Kris menghentikan langkahnya.
"Mian, tapi aku masih membutuhkan buku ini Tao.." Jemari tirusnya mengusap lembut pipi chubby Tao, menyapa gurat kekhawatiran yang terlukis jelas di wajahnya.
Peluk
Tao mendekap erat tubuh namja blonde dihadapannya, membuahkaan keterkejutan atas sikapnya yang tiba-tiba. "Katakan padaku, kenapa Gege sangat terobsesi dengan buku ini..?"
Kris menatap langit senja yang kian menyembunyikan cahayanya, menerawang jauh mencoba membuka kembali lembaran hitam dalam masa lalunya yang kelam.
.
"Yifan, sepertinya hyungmu mendapatkan buku baru yang menarik"
Mata polo situ mengerjap, saat wanita cantik berambut blonde sepertinya membisikkan kalimat itu padanya.
"Benalkah umma?"
"Ne… Makanya kita jangan ganggu hyungmu arra?"
Buku yang dibelinya hari itu, merubah hidup kami selamanya.
.
Apa kau bicara tentang keabadian?
"ya"
ternyata kehidupan manusia sangat singkat,
tidak lebih berharga dibandingkan
dengan debu di jalanan.
Jika kau memiliki tenaga untuk
menghancurkan jam pasir kehidupanmu ini,
dan jika kau memberikan nyawamu padaku,
aku akan berikanmu ganjaran setimpal.
Aku akan memberimu kekuatan yang tidak
terhingga.
Kekuatan yang tidak akan habis
selamanya,
yaitu keabadian.
.
.
TBC
.
.
JEONGMAL KAMSAHAMNIDA atas segala perhatiannya, buat yang udah bersedia ngerespon FF ini, buat yang rela nunggu (kalo ada) pokoknya Evil baca semua repiuu cumin waktu yang singkat membuat evil gak bisa bales atu-atu mianhae! #bow
Mianhae Mungkin setelah chapter ini Evil bakal HIATUS selama beberapa bulan sampai selesai UAS, UAN, Ujian Kompetensi, Ujian Praktek, Ujian Produktif, de-el-el #bow Soalnya hyung Evil udah ngasih 'warning' kalo nanti segala gadget dan akses buat Evil buat bisa terhubung ke SocNet bakal DISITA! OH NOO~ Musim paceklik Evil akan dimulai.. TT,TT cumin bisa mohon bantu doa ya Readersdeul…
.
Big Thanks To :
KimJajang, ressijewell
Qhia503, youngwoonrici
Huang Mir, 1603
EnchanterPanda, Aswshn
Ema Kinoshita
.
Gomawo buat yang udah menyempatkan diri meluangkan waktu untuk merivew karya Evil ini, review kalian benar2 berharga buat Evil karena setidaknya Evil bisa tau bagaimana tanggapan kalian terhadap karya karya Evil…
Akhir kata..
YunJae's Aegya
'
'
Kyuhyun's wife 3
'
'
Evil aka Avery Cho
'
'
Mind to Review please?
And thanks to all of my silent reader! ^_^
Follow me ONIK_BloodDevil (jika berminat ^_^)
