Disclaimer : The genius is always Mister Kubo Tite, I own nothing.
WARNING : NO YAOI, weird story, OOC, bad humor (?), gaje, lebay bahkan mungkin alay LOL, horor (?) yang berani silakan baca.
Cerita ini hanya fiktif belaka, bagi pihak yang merasa terdzolimi mohon maaf karena tidak ada unsur kesengajaan.
Bleach edisi [Masih] Dunia Lain
Previously on Bleach edisi [Masih] Dunia Lain: Urahara Kisuke mulai menyukai satu acara mistis yang ditanyangkan oleh sebuah stasiun televisi swasta sampai dirinya menjadi maniak acara tersebut. Namun karena banyak alasan yang membuatnya tidak bisa mendaftarkan diri menjadi peserta, maka ia memutuskan untuk membuat acara [Masih] Dunia Lainnya sendiri dengan disukseskan oleh beberapa temannya.
Tidak berselang waktu lama, kru acara membawa seorang manusia yang jalannya sempoyongan karena matanya ditutup. Rupanya orang tersebut adalah peserta pertama yang akan melakukan uji nyali.
Bio Peserta pertama:
Nama : Keigo Asano
Usia : 17
Pekerjaan : Pelajar SMA
Tanpa diduga, belum juga uji nyali dimulai, peserta pertama tersebut langsung didiskualifikasi karena saat membuka penutup matanya dirinya malah langsung pingsan sehabis melihat sang host menatap murka si peserta. Entah ada hubungan terlarang eh dendam apa yang terjadi di antara sang host dan sang peserta. Ikkaku sendiri disini memancarkan aura jahat yang bahkan mengalahkan seluruh aura mistis di area itu, mungkin sedikit lupa akan kehadiran kapten divisi 1, karena dirinya masih sangat marah pada sang pelaksana acara yaitu Urahara Kisuke. Ikkaku mengumpat dan menyumpah, sedang saat itu juga Kisuke yang berada di ruang evakuasi langsung merasa merinding saat mendengar umpatan Ikkaku di layar monitor.
Kemudian peserta kedua dibawa ke area itu, dengan sama-sama memakai tutup mata.
Bio peserta kedua :
Nama : Mizuiro Kojima
Usia : 17
Pekerjaan : Pelajar SMA
Mizuiro menyanggupi semua syarat uji nyali dan berakhir dengan sebuah lilin kecil, sendirian dalam kesunyian malam. 2 menit terlewat sampai akhirnya dia merasa bosan. Mizuiro mengorek kantong celananya, mencari ponselnya eh sepertinya dia lupa kalau ponselnya telah disita sebelum acara dimulai. Lalu pemuda bertumbuh pendek dan keceng tersebut melihat pergelangan tangannya, yang juga ternyata sudah disita, dan sontak menjerit, "AAAAAAARGH! Aku lupa!" pemuda itu panik dan langsung melambai-lambaikan lengannya, "Kamera! Mana kamera!" sambil melihat dan berpose di depan kamera, ia meneruskan "Host-san jam berapa ini? Aku menyerah! Aku lupa aku ada janji." Itulah kata-kata terakhir yang mengantarkan peserta kedua dalam kegagalan.
Kemudian peserta ketiga datang, kali ini seorang gadis kecil berambut pendek.
Bio peserta ketiga :
Nama : Kurosaki Yuzu
Usia : 13
Pekerjaan : Pelajar SMP
Saat penutup matanya dibuka Yuzu agak memegap dan tubuhnya bergetar saat melihat Ikkaku dengan kepala pelontosnya, dipikirnya ia sedang melihat sosok tuyul yang tinggi badannya bahkan jauh melebihi tubuh mungilnya. Tapi sesaat kemudian gadis cilik itu berkata bahwa dirinya siap menjalani uji nyali. Maka gadis itu pun diberi lilin yang sebelumnya dicampakkan oleh Mizuiro. Beberapa waktu berlalu dan Yuzu memanggil nama ibunya tiga kali sambil memutari lilinnya, yakin bahwa sang ibu yang telah tiada akan selalu melindunginya. Untuk pertama kalinya Yuzu menjerit karena ia pikir ia mendengar suara hantu padahal suara itu hanya suara seekor nyamuk, Yuzu pun mendesah lega. Tapi sayang sekali, teriakan Yuzu tadi membuat tiga orang yang tidak diduga-duga langsung menerobos masuk lokasi tersebut. Kurosaki Isshin, Kurosaki Karin dan Jinta Hanakari adalah tiga tersangka yang membuat Yuzu diponis gagal sekaligus membuat Yuzu menangis karena sebal.
Pada akhirnya belum sampai 10 menit, peserta keempat sudah harus dipanggil ke lokasi.
Bio peserta keempat :
Nama : Chizuru Honshō
Usia : 13
Pekerjaan : Pelajar SMP
Chizuru bisa dibilang sebagai peserta paling lama yang bisa bertahan karena catatan waktunya saat ini adalah sudah 13 menit. Dengan bangga dia menyombongkan diri sebagai seorang lesbian yang tak pantang menyerah, dan berjanji bahwa dia akan berhasil menyelesaikan tantangan ini sebagai bukti cintanya pada Orihime Inoue. *Orihime langsung merasa merinding saat namanya disebut oleh sang lesbian* Namun belum juga 10 detik kemudian, terdengar suara rintihan seorang wanita, "Hi~hi~hi~", nampaknya mbak Kun mulai menampakan dirinya. Alhasil Chizuru langsung merasa seluruh bulu di tubuhnya berdiri, namun saat ia menoleh ternyata penampakan tersebut adalah satu hantu wanita berdada besar memakai baju putih minim, menampakan diri dengan pose seksi dan menampilkan tubuh aduhainya, bukannya takut sama penampakan itu Chizuru malah langsung nosebleed dan girang tidak karuan. Sontak para pemirsa mempertanyakan kesetiaan Chizuru pada Orihime yang ia banggakan sebelumnya *Orihime malang, mendingan juga sama Ulquiorra* Akhirnya Chizuru pun dinyatakan gugur karena ia malah berlari mengejar hantu itu sampai keluar dari area dan membuat sang hantu malang lari kocar-kacir.
Karena empat peserta telah gugur maka kesempatan untuk beruji nyali diberikan kepada peserta kelima yang merupakan peserta terakhir, yaitu seorang gadis tomboy pecinta karate.
Bio peserta kelima :
Nama : Tatsuki Arisawa
Usia : 17
Pekerjaan : Pelajar SMA
Bukti keberanian Tatsuki yang pertama adalah dirinya tidak syok saat pertama kali melihat wajah garang dan kepala botak sang host, dan peserta pertama yang berani mengolok host tersebut terang-terangan. Tatsuki malah menepuk-nepuk kepala pelontos itu dan berkata bahwa lampu taman seharusnya tidak berada disini. Malangnya Ikkaku, mengapa hanya dia yang selalu diperlakukan seperti itu *iyalah, siapa lagi yang gundul watir selain situ* Akhirnya Tatsuki minta maaf dan mencoba mengibur, "Masih mending kau diminta jadi host disini, daripada jadi host Hitam Putih, bisa-bisa kau disulap jadi ulat sama Om Deddy." Kata Tatsuki sambil nyengir. Akhirnya uji nyali dimulai, setelah sang host berhasil menahan diri untuk tidak membunuh Tatsuki saat itu juga.
Tatsuki melalui malam dalam kesendirian tanpa ada gangguan yang berarti. Setelah 15 menit, sesuatu terjadi. Sebuah bayangan putih berbentuk buntalan perlahan-lahan muncul dari kegelapan. Tatsuki mengernyitkan dahi karena syok, melihat benda di depannya sekarang sedang melompat-lompat ganjil. Diterangi cahaya lilin yang remang-remang itu, Tatsuki menyipitkan mata, sampai dia sudah tidak bisa lagi membedakan antara dunia nyata atau khayalannya karena sekarang Mister K itu jadi terlihat seperti sebuah sand bag yang mengundang untuk ditinju. Akhirnya saat makhluk itu mendekat, dengan cepat Tatsuki mempraktekan gerakan boxingnya, tangannya mengepal dan meninju makhluk didepannya sampai makhluk itu terlempar berguling-guling menggelinding ke pojokan. Tanpa diduga, Mister K itu memperagakan gerakan meringkuk seperti kesakitan sampai akhirnya pergi meninggalkan tempat itu sambil loncat-loncat. Tatsuki yang merupakan maniak boxing tak bisa tinggal diam begitu saja saat sand bag unik yang bisa lompat-lompat sendiri itu kabur, jadi dia mengejarnya sampai lupa kalau dia sedang melakukan uji nyali. Dan akhirnya peserta kelima ini pun kembali didiskualifikasi.
Saat itu juga orang-orang yang berada di ruang monitor melongo. Orang pertama yang berkomentar adalah Yoruichi, "Adudududuh.." sambil nyengir. Sedangkan Kisuke hanya bengong dalam takjub sebelum akhirnya menghela napas dan berkata, "Hhh ternyata manusia tidak bisa diremahkan.." lalu ia bergumam kecewa, "Yaahh, meskipun sangat disayangkan padahal aku ingin sekali melihat peserta yang menjerit ketakutan.."
Sementara saat itu Kapten Yamamoto hanya mengeluarkan bunyi dengkuran, jreng jreng ternyata beliau sedang ketiduran. Diantara empat orang yang berada disana, yang bungkam dalam diam paling lama adalah si pemilik kepala pelontos, yang kepalanya sedang menunduk hanya memperlihatkan gundulnya saja. Jika diperhatikan lebih dalam, ternyata guratan urat berbentuk empat siku telah muncul di kening pelontos Ikkaku. Dan saat perlahan ia mendongakan kepalanya, aura jahat terpancar dari matanya saat ia kembali menatap ruangan kosong dan gelap dalam layar monitor. Sambil menggeram, Ikkaku menggebrak meja komputer di depannya dan berteriak, "APA-APAAN INI HAAAAH?! LALU UNTUK APA AKU SAMPAI HARUS MEMAMERKAN KETAMPANANKU UNTUK ACARA BODOH INI?!"
Tak puas dengan hanya membentak, ngomel dan menggerutu, Ikkaku bersiap-siap mengeluarkan Zanpakutōnya, Hōzukimaru. Bersamaan dengan itu, saking kuatnya Ikkaku menggebrak meja sampai-sampai seluruh isinya tumpah ruah menyebabkan berbagai part komputer jatuh dan beterbangan. Malangnya, tanpa disadari oleh ketiga orang disana, sebuah mouse yang sebelumnya berada di meja di depan Kapten Yamamoto meloncat dan mendarat keras tepat di kepala botak keriputnya.
Maka tepat pada saat Ikkaku mulai menghunuskan pedang dan menggeram, "Manusia-manusia itu, BIAR KUPERLIHATKAN RASA TAKUT YANG SEBENARNYA PADA MEREKA!" Sebuah reiatsu dengan kekuatan dahsyat muncul di belakangnya. Saking besarnya reiatsu itu membuat para kru dan penonton yang berkumpul di tempat kejadian perkara pingsan semuanya kecuali mereka yang memiliki energi spiritual tinggi.
Merasa ada sesuatu yang tidak beres akan terjadi, Kisuke dan Yoruichi dengan keahlian shunponya segera pergi menjauhi tempat itu. Ikkaku yang malah bengong melompong merasakan kekuatan besar itu, harus merasakan tatapan amukan dari sang kapten yang masih setengah tertidur. Rupanya kakek tua tersebut merasa kesal karena masa-masa tuanya yang nyaman terganggu dan karena masih linglung bangun tidur maka sang kakek salah melihat Ikkaku sebagai penampakan hantu bola pachinko maka dengan geram ia mengarahkan Zanpakutōnya ke arah pemuda botak tersebut.
Karenanya saat sedetik kemudian Ikkaku merasakan bahwa nyawanya sedang terancam dan tak mungkin dirinya melawan Kapten Yamamoto one on one, maka ia pun segera lari kucar-kacir menuju arah rumah sakit. Sampai akhirnya beberapa detik kemudian terdengar suara ledakan besar, "DUAAAAAR!" yang mengiringi kehancuran seluruh bangunan rumah sakit tua tersebut. Merasa satu masalah telah beres, Kapten Yamaoto kembali duduk di kurisnya dan melanjutkan tidur nyamannya.
Kisuke menyaksikan kejadian itu dengan mulut menganga sempurna, Yoruichi menyeringai lebih lebar, sedang seluruh penonton masih sunyi senyap karena mereka masih pingsan. Setelah menelan kenyataan yang terjadi, dengan sangat menyesal Kisuke mendesah, "Sayang sekali banyak makhluk dan jiwa tersesat yang harus menjadi tuna wisma karena kejadian ini." Lalu sambil mengeratkan pegangan pada topinya, ia pun berlalu pergi...
Pada akhirnya tidak ada yang tau apa yang terjadi pada jiwa berkepala pelontos malang yang nasibnya selalu dirundung kemalangan itu, dan acara perdana [Masih] Dunia Lain (Live) di Karakura town yang diselenggarakan oleh Urahara Kisuke, yang berhostkan Ikkaku Madarame pun berakhir dengan gagal total.
TAMAT
Thanks for reading :) Bersedia review?
