OUR PRINCE
.
Author by:
Mrs. Evil aka Avery Cho
Length : Series
Cast :
Kim Heechul SuJu
Tan Hangeng as Prince
Choi Siwon as Putra Mahkota
Tan (Song) Qian F(x) aka Victoria as Hangeng's mother
And other cast
Pairing : HanChul, SiChul, SiBum, pokoknya lengkap deh!
Disclaimer : Semua cast disini milik Tuhan dan diri mereka sendiri. Terkecuali Kyunnie oppa yang akan dan always belong to me!
A/N : Plot fic ini sendiri Evil ambil dari DraKor fenomenal berjudul 'Princess Hours' masalah ending? Suka suka saya dong! #digampar
PLEASE, IF YOU DON'T LIKE MY PAIR JUST CLICK [X] TO CLOSE. DON'T BASH MY PAIR, bash saja saya karena saya laah trouble makernya! Yohohoho...
Rated : T for this chap *nyengir setan bareng Kyu*
Genre : Romance, Drama, Commedy(?), Family, Friendship
Warning : BOY X BOY / BL (BOYS LOVE) SHONEN AI / YAOI / gaje, romance gagal, commedy garing dan pastinya TYPO menjadi bumbu penyedap rasa dalam ff diluar nalar ini #-_-
Summary : Kim Heechul seorang namja cantik bangsawan penerus Kim Corporation tiba tiba harus terlibat dalam sebuah pernikahan dadakan bersama seorang putra mahkota namun disaat yang bersamaan ia telah terjerat dalam pesona dari seorang Tan Hangeng sang pangeran pendamping.
GYAAAAAA... mimpi apa gue semalam?! #spechless huweee... terharu banget baca review dari readersdeul! Ah iya, sekedar note panggilnya jangan author, thor, atau apaan ya! Panggilnya Evil aja, atau enggak unnie, nuuna, asal jangan thor thor #lol
Aniway, mianhae jika kurang 'gress' #amatir
OK, HAPPY READING *^_^*
_OUR PRINCE_
.
.
"Kakek sudah menjodohkanmu dengan cucu sahabat kakek, namja tampan nyaris sempurna yang akan kau nikahi minggu depan" sontak ucapan tersebut membuat iris Black Pearl Heechul melebar seolah hendak loncat dari singgasananya.
"IGE MWOYA?!"
_OUR PRINCE_
Chapter 2
.
.
Heechul merengut sebal, berkat 'sedikit' paksaan dari kakek dan eommanya akhirnya saat ini ia tengah berada dalam perjalanan menuju Istana. Iris black pearl-nya melirik sebal sang supir –Shin ahjusshi, pria separuh baya yang menjemputnya dan 'katanya' merupakan orang kepercayaan istana.
Sesuai dengan keinginan sang haraboeji, hari ini Heechul datang ke istana untuk memenuhi panggilan sang Ratu guna memberikan 'kesan baik' sebelum acara pernikahannya yang dilaksanakan senin depan. Tubuh ramping Heechul dibalut T-shirt se-siku berwarna soft pink dengan hoodie tanpa lengan berwarna putih, membuatnya terlihat bersinar dalam Limousine eksotis keluaran terbaru berjenis GM Cadillac Escalade EXT. Sedang untuk bottom sendiri Heechul lebih memilih black denim dengan sepatu sport Tomkins white-blue, gayanya yang modis terkesan santai namun disaat yang bersamaan dapat menonjolkan sisi keindahan tubuh seorang Tuan Sulung Kim.
_OUR PRINCE_
Heechul nampak gugup, ia meremas ujung t-shirt yang dikenakannya. Matanya menatap kesana kemari, sekedar memuji perabotan yang ada meski tentu tak berbeda jauh dengan keadaan di mansionnya.
"uuh.. apa yang harus kukatakan saat bertemu dengan yang mulia Ratu? Aku bahkan tidak pernah mempelajari dialek Bahasa Kerajaan sebelumnya!" Heechul benar benar frustasi, ia tidak tahu cara berbicara secara formal. Pada dasarnya Heechul memang tidak pernah berbicara secara formal, dibesarkan dalam keluarga bangsawan tentu saja membuat Heechul mau tidak mau menjadi orang yang memiliki jiwa 'egois' dan berkuasa.
Seorang dayang istana masuk kedalam ruangan yang bisa dianggap sebagai lobby(?) atau ruang tamu, dengan membawa sebuah nampan berisi sebuah teko dan dua gelas cangkir keramik.
"Yang mulia Ratu sedang bersiap, harap Tuan dapat menunggu. Dan ini adalah teh Krisan, teh ini bagus untuk merelaksasikan otot dan otak. Silahkan dinikmati" ujar sang dayang formal sembari menuangkan teh untuk Heechul, sebelum meletakkan cangkir bermotif sakura tersebut dihadapannya.
"silahkan dinikmati, saya mohon diri.." ujar sang pelayan sembari menunduk patuh dengan berjalan mundur –masih menunduk menjauhi sang Tuan Muda, sementara Heechul? Ia hanya terpaku menatap tubuh sang dayang yang hilang dibalik gipsum pembatas ruang.
Heechul menatap teh Krisan dihadapannya, sebelum akhirnya meneguk teh tradisional itu perlahan. Namun dasarnya Heechul ceroboh, ia malah menumpahkan teh itu ke hoodie nya membuat bercak samar Nampak kontras dengan warna putih hoodie itu. "Aissh… apa lagi ini!" ia membersihkan hoodie nya dengan tergesa, membuat tangannya tanpa sengaja menampik cangkir keramik dimeja dan..
Prakk
Heechul menatap horror pecahan keramik dibawahnya, menutup mulut dengan kedua tangannya secara spontan "omoo.. bagaimana ini!"
"Penasehat istana memasuki paviliun tamu" suara –teriakan lebih tepatnya dari pengawal istana yang menjaga aula tamu membuat Heechul tersentak, merasa was-was akan kehadiran seseorang yang diyakininya sebagai sosok angkuh beruban yang berperawakan tegas. Dengan tergesa ia mendorong pecahan keramik dibawahnya ke bawah meja hingga tertutup oleh kain pengalas meja, ia mendesah lega sebelum suara gesekan pintu mengalihkan pandangannya. Perkiraan Heechul sebeumnya mengenai sosok penasehat istana ternyata justru berbanding terbalik dengan apa yang terlihat oleh kedua iris black pearl-nya, karena yang terlihat didepan matanya adalah sosok seorang namja cantik dengan senyum malaikat dan bibir semerah cherry nya.
"Annyeonghasimnikka Tuan muda Kim... saya adalah Kim Jaejoong, penasehat istana. Sebelum bertemu dengan yang mulia Ratu, saya akan mengajarkan kepada Tuan muda mengenai peraturan dan tata krama saat berbicara dengan yang mulia Ratu" ucap Jaejoong formal setelah membungkuk hormat pada Heechul.
"Pertama.. pada saat yang mulia Ratu memasuki aula tamu, diharapkan agar Tuan Muda berdiri dan menunduk hormat setelah itu anda harus mempersilahkan yang mulia Ratu untuk duduk. Saat yang mulia Ratu duduk, anda harus menunduk sekali lagi sebelum duduk..." Jaejoong memberi jeda sesaat sebelum melanjutkan ucapannya.
"Kedua.. Tuan Muda sangat tidak diharapkan untuk menatap langsung ke mata yang mulia Ratu, ketiga.. sebelum berbicara anda harus meminta izin dengan berkata 'maaf' sebelumnya.. keempat.. dilarang memotong ucapan yang mulia Ratu.." ia nampak menarik nafas perlahan, pemuda berusia 25 tahun itu tersenyum manis, sangat manis malah.. saking manisnya author ampe kena diabetes! #lol
"Ðan yang terakhir, Tuan Muda harus berbicara dengan bahasa formal!" ucapan Jaejoong diakhiri dengan membungkuk hormat, sebelum meninggakan aula tamu dengan cara yang sama seperti dayang sebelumnya.
"Damn, aku benar-benar gugup sekarang!" maki Heechul sembari meneguk teh Krisannya asal, menatap ujung hoodie nya yang telah ter'infeksi' cairan panas penenang pikiran tadi.
Drrt
Drrt
Ponsel Heechul bergetar membuat sang pemuda cantik melirik sekilas iphone nya, meraihnya dengan tergesa sebelum membaca pesan dari SooMan –haraboejinya.
'If the Queen comes, don't be , don't be too awkward .. try to break the ice, the queen is not the type of person that she was quite relaxed conservative."
Heechul tersenyum, setidaknya ucapan kakeknya membuatnya sedikit tenang.
"Yang Mulia Ratu memasuki Aula Tamu Istana..." tubuh Heechul kembali menegang, ia menundukkan kepalanya dan segera berdiri. Menanti sang Ratu datang, ia mencoba menetralkan detak jantungnya.. omoo rasanya saat ini ia seperti sport jantung! Jika saja ancaman kakeknya hanya berupa penarikan mobil Pagani Zonda Clinque Roadster nya, ia akan menolak mentah-mentah perjodohan gila ini. Namun Heechul bisa apa jika Mrs. Kim ternyata malah mengincar Bugatti Veyron Super Sport kesayangannya yang akan berakhir ditempat sampah jika ia menolak. Bagaimanapun, mobil seharga $2.400.000 dengan kecepatan 60 mil per 2,5 detik itu adalah seluruh hidupnya, poor Heechul.
Seperti kata Jaejoong tadi, Heechul menunduk mempersilahkan yang mulia Ratu untuk duduk sebelum dirinya.
"Siapa namamu wahai anak muda?" (A/N : ebuset Ratu kok ngomongnya kayak mbah mbah penunggu pohon? #jlebb)
"Kim Heechul yang mulia..." jawab Heechul santun –gugup lebih tepatnya.
"ah.. Hachul.. nama yang bagus.."
"Heechul yang mulia," koreksi Heechul –agak ketus namun tetap formal.
"Baik, baik, Haechul.. " jawab lagi sang Ratu dengan masih salah namun percaya diri.
"Yang mulia, namaku Heechul, Kim Heechul… L" Heechul mengeja namanya dengan agak nyelekit, sembari melirik sebal sang Ratu.
"oke, kupanggil kau Chull, Chull, Chullie saja! Aku Choi BoA, ah aku rasa kau hanya perlu memanggilku Ratu bukan?" BoA terkikik geli dengan tampang tidak berdosanya, sedangkan Heechul hanya merindinding kikuk.
"Ahm... baiklah.." Ratu berdehem, berusaha mengembalikan wibawanya yang entah lenyap kemana. "Sebenarnya alasan utama aku memanggilmu kemari adalah untuk mempertanyakan perihal alasanmu, Tuan Muda Kim untuk menerima perjodohan ini.."
"Ehmm.. ituu.." Heechul nampak gugup, ia ragu ingin menjawab apa. Lidahnya benar-benar kelu dihadapan sang ratu. Mana mungkin ia terang-terangan berkata bahwa alasannya menerima perjodohan ini murni untuk menyelamatkan mobilnya? Oh no, ia tidak mau dijadikan sup oleh Mrs. Kim tentunya.
"Aku harap bukan perihal uang.. berita terakhir yang aku dengar minggu kemarin Kim Corporation berhasil membuka cabang perusahaan di London, tempat dimana para pengusaha bersaing mmenemukan tambang berliannya masing-masing. Tapi… Kau tahu, sebenarnya akhir-akhir ini aku mendengar berita perihal permasalahan keuangan di Kim corporation". Heechul menggeram, jiwa arogannya muncul. Ia tidak suka diremehkan, dan ucapan yang mulia Ratu barusan membuat rasa gugup Heechul menguap.
"Cih.. kau fikir aku serendah itu?" Heechul bangkit dari kursinya, dan dengan tidak sopannya ia menatap langsung kedua iris bening sang Ratu yang menatapnya.. kagum?
"Jika bukan karena ancaman eomma gilaku yang akan membuang Bugatti Veyron ku, aku tidak sudi menyerahkan masa mudaku pada istana ini! Lagipula, aku ini pria normal. Jika ingin mencarikan putra mu yang memiliki kelainan itu pasangan, cari pria yang sama bodohnya dengan dia! Dasar pangeran bodoh, Istana bodoh, kakek bodoh, ibu bodoh!" dan usai membentak plus mengumpat sang Ratu, Heechul melangkahkan kakinya menjauhi paviliun istana sembari menyadari seluruh tata krama yang baru saja ia langgar.. bahkan sekarang Heechul tidak perduli jika seseorang yang amat dikenalnya tengah menatapnya, dengan duduk ditepi kolam air mancur sembari melipat kedua tangannya –arogan.
"Hey namja maniak"
Twitch
Sebuah kedutan tercetak samar di dahi Heechul, ia tahu suara ini.. suara yang membuatnya ingin muntah saat mengingat adegan dimana sang Putra Mahkota mencium kekasihnya, demi seluruh mobil mewah yang ada di dunia! Bahkan hingga detik ini Heechul masih straight!
"oi.. oi.. manusia berkelamin ganda!"merasa diabaikan, sang pangeran makin gencar mengatai namja yang baru saja keluar dari paviliun tamu, mengindahkan fakta bahwa Shin ahjusshi dan beberapa pengawal dengan setia berada disisinya.
Pletakk
"YAKK!" Siwon merengut saat Heechul dengan tidak be-peri-kesepatuan melemparkan sebelah sepatunya, dan naasnya lagi tepat mengenai kepala Siwon. Siwon bangkit dengan gusar, menghadang jalan sang namja cantik.
"Apa maumu eoh kuda gay?"
"YAKK!"
"APA?! Jangan berteriak diwajahku pabbo! Nafasmu bau!" Siwon sweetdrop nampaknya setelah ini ia harus sikat gigi lima kali sehari xD #lol .
"Dengarkan aku.." Siwon mengubah ekspresi wajahnya, agak serius namun tetap di cap 'menyebalkan'oleh Heechul. "Aku ini seorang pangeran-"
"-aku tau" potong Heechul kejer membuat sebuah kedutan terpatri manis di pelipis sang pangeran, ia mendesah pelan 'menghadapi namja ini memang harus ekstra sabar' batin Siwon nelangsa.
"Jangan memotongnya! Dengar baik-baik.. aku tau kau tak menginginkan pernikahan ini, oke aku juga sama. Tetapi sebagai seorang pangeran aku tidak bisa egois, yang harus kau ingat adalah.. aku menyetujui pernikahan ini karena ini demi istana dan Negara, rakyat adalah prioritas utama ku. Jadi, jika kau bisa bersikap baik aku juga akan baik padamu."
"Kenapa tidak mengajak kekasihmu saja? Jika ingin menikah, bukankah lebih baik dengan oang yang kita cintai? Kenapa kau tidak-"
"dengar Kim Heechul.." Heechul menggeram tertahan, menatap jengah sang pangeran yang sedang menahan emosinya –sama. "justru karena aku mencintainya maka aku takingin menariknya masuk kedalam penjara ini, kau tahu aku tidak ingin orang yang ku cintai terkekang dalam istana dengan seluruh peraturan yang akan mengikatnya".Heechul speechless, black pearl-nya menatap obisidian emerald Siwon.
"Jadi, kau mengorbankanku untuk kekasihmu? Dengar ya! Aku tidak mau dan tidak sudi menjadi tumbal dari kisah cinta kalian! jangan mengorbankan orang lain seenakmu! Aku juga ingin menikahi orang yang kucintai, dan dia haruslah seorang YEOJA!" Heechul meeninggalkan Siwon dengan gusar, ucapan sang pangeran benar-benar menjatuhkan harga dirinya.
"KALAU BEGITU COBALAH UNTUK MENCINTAIKU!" teriakan Siwon membuat Heechul berhenti secara spontan, ia berbalik menatap jengah Siwon yang memasang 'watados' nya. "Kau tahu, sebenarnya kau cukup cantik untuk ukuran-"
"TIDAK AKAN PERNAH KUDA JELEK!" dan bantingan pintu mobil adalah hal terakhir yang didengar Siwon dari perbuatan namja itu, seiring dengan mobil istana yang mulai menghilang meninggalkan pekarangan istana dengan Siwon yang tersenyum –tidak menyeringai.
.
.
"Hyung-ah..." Leeteuk berbalik, menatap sang dongsaeng yang Nampak 'menyelami' pemandangan diluar jendela kelasnya. "Apakah.. hyung pernah berfikir untuk menikah diusia muda?" Heechul berbalik, menatap sendu orbs sang hyung 'tercinta'.
"Aku.. tidak tau kenapa kau tiba-tiba bertanya, tetapi.. menurutku, sebuah pernikahan merupakan hal yang sacral dan harus dilakukan sekali seumur hidup. Jika dari pendapatku sendiri, aku ingin menikahi orang yang kucintai.."
"Sebuah pernikahan harus dilandasi oleh perasaan suka sama suka hyung" Heechul mendelik, menatap Yesung yang langsung mencampuri percakapan Heechul-Leeteuk. "Umur orang Korea rata-rata berusia hingga 60-70 tahun.. jika kau memutuskan untuk menikah diusia 17 tahun sekarang ini, berarti kau akan membuang 23 tahun yang kau punya untuk menemukan orang yang benar-benar kau cintai.. cinta sejatimu.." Heechul terperangah mendengar ucapan Yesung, tak menyangka jika namja berkepala besar itu dapat mengatakan hal yang sangat bijak.
"Tapi.. bagaimana jika yang akan kunikahi adalah seorang namja?"
"Pernah dengar istilah love is blind hyung?" Heechul mengangguk –mengiyakan pertanyaan Eunhyuk yang entah sejak kapan menjadi pendengar debat pendapat dadakan ini. "Cinta bisa datang kapan saja tanpa seorang pun dapat mencegahnya, kau tahu bahkan meskipun ia bergender sama denganmu. Cinta tak pernah salah dalama memilih, karena cinta selalu member apa yang terbaik untukmu. Bahkan kekasihkupun seorang namja hyung" Heechul speechless, dan agak 'ngeri' mengingat sahabatnya ternyata juga memiliki orientasi seksual yang menyimpang.
"Baiklah.. " Heechul tersenyum sumringah 'aku harus menolak pernikahan ini, aku harus menikahi yeoja yang ku cintai!' batin Heechul pasti, sembari mengepalkan tangannya dan melangkahkan kakinya, meninggalkan kelas yang riuh Karena jam kosong.
"Mau kemana hyung?!" teriak Eunhyuk agak kencang, sedangkan Heechul hanya tersenyum jahil.
"BERSENANG-SENANG!" teriaknya tak kalah kencang sembari mengeluarkan benda berwarna almond –wig dari ranselnya.
"BAGI UNTUKKU NEE!" dan teriakan Eunhyuk hanya dijawab anggukan samar dari tubuh Hechul yang mulai hengkang diujung koridor.
.
.
Seorang namja Nampak tersenyum menatap bangunan megah dihadapannya, 'jadi ini sekolah baruku' batinnya kagum sembari melangkahkan kakinya memasuki pekaranganShappire Blue of Art Senior High School. Namja berwajah Chinese itu Nampak kagum dengan taman dan bangunan sekolah barunya, meski sejam yang lalu ia baru tiba dari China namun ia tidak langsung menuju rumahnya. Membiarkan para pngawal membawa barang-barangnya kerumah baru, ia lebih memilih untuk menemui sang sepupu disekolah yang juga akan menjadi sekolahnya, sekalian mengenali sekolah baru tak ada salahnya kan? Namja itu terus berjalan tanpa menghiraukan tatapan kagum para yeoja, dan pekikan pekikan kecil yang menghiasi pekarangan Shappire Blue SHS.
Sang namja berwajah oriental mulai menapaki koridor, menatap papan stenless yang terpasang didinding koridor berisi keterangan dan denah sekolah. "Hmm.. aula latihan dance ya? Boleh juga, kurasa ini juga masih jam belajar.. aku yakin 'dia' juga masih belum keluar.
.
.
"KIM HEECHUUULLLLL! KYAAAAAAA!"
Brak
Krakk
Pletakk
Heechul berlari sekuat tenaga sambil tertawa terbahak-bahak, tubuh rampingnya terus berlari hingga menjauhi ruang ganti wanita di gedung olahraga. Bagaimanapun, para gadis anggota cheerleaders itu tidak mungkin menyaingi kecepatan berlarinya. Ia berhenti saat menatap papan bertuliskan 'dance room' membuka tergesa pintu yang tidak terkunci, sembari mengunci pintu ruangan itu –dari dalam. Ia mengabaikan orang lain yang berada dalam ruangan penuh cermin itu, membuka rok yang dikenakannya membuat sang namja melotot kaget.
"Tenang saja, aku ini pria kok!" ucap Heechul tanpa melihat wajah sang namja yang memerah sempurna, sedang Heechul dengan hanya memakai underwear merogoh isi tasnya sebelum mengambil sebuah celana training yang selalu dibawanya.
"Ja-jadi, ada apa sebenarnya?" Heechul menghentikan aktifitasnya –memakai celana yang masih dibawah lutut (A/N : dalam artian celananya masih nyangkut gitu, jadi Heechul oppa masih half-naked xD #lol) entah mengapa suara bass sang namja membuat hatinya berdesir, perlahan dengan masih membungkuk ia membalik badannya menatap sang namja berwajah oriental yang tersenyum kikuk.
Srett
Heechul menjatuhkan celananhya spontan saat menatap sang namja, ia terpaku pada obisidian bening itu. Jantungnya berdebar tak karuan tanpa perduli bahwa saat ini ia masih tidak menggunakan bawahan –selain underwear, ia menatap penampilan sangnamja mulai dari ujung kaki hingga ujung rambut namun yang ditatap juga tak bergeming. Namja yang bertubuh proporsional itu menenakan jeans dengan dipadu sebuah shirt tanpa lengan yang menampakkan bisep kekarnya, sedang rambutnya berwarna pirang –semi coklat. Matanya yang sipit namun memiliki sorot yang hangat dan wajah oriental-Chinese membuat sang namja Nampak tampan dan mengagumkan bak seorang pangeran.
Namja itu melangkahkan kakinya mendekati Heechul, ia membungkuk meraih ujung celana training Heechul lalu mulai menariknya perlahan meski agak kikuk. Heechul yang sebelumnya merunduk juga mulai berdiri mengikuti pergerakan sang namja, hingga celananya telah terpasang sempurna. Sang namja menarik kemeja Heechul hingga keluar dari celananya, merapihkan sedikit blazer yang agak kusut itu sembari menetralkan detak jantungnya saat tanpa sengaja menyentuh kulit selembut salju Heechul –tadi saat memakaikannya celana.
Ia tersenyum sembari menyodorkan tangan kanannya dihadapan Heechul yang masih terpaku oleh pesona sang namja.
"Tan Hangeng" ucap sang namja dengan senyuman manisnya, yang membuat Heechul semakin terkesima hingga tanpa sadar mengabaikan tangan Hangeng. "Namamu?" Heechul tersentak, dengan debaran jantung yang menggila ia meraih tangan sang pangeran –menurutnya.
"He-Heechul.. Joneun Kim Heechul imnida.." sahut Heechul terbata, ia bahkan semakin berdebar saat merasakan kehangatan sentuhan Hangeng meski hanya salaman.
Hangeng tersenyum, terpesona oleh iris black pearl dihadapannya. Jantungnya jadi berdebar saat merasakan sentuhan lembut Heechul. "nama yang indah, seindah iris pemiliknya" ucap Hangeng agak klimis namun mampu membuat Heechul tersipu, gemuruh kini makin gencar menyerang jantungnya. Omoo… Heechul benar-benar jatuh dalam pesonanya.
"KIM HEECHUUULLL!"
'shit! Im seonsangnim!' batin Heechul yang dengan agak tidak rela melepas tautan tangannya dengan Hangeng. ia mendekati pintu aula, melihat suasana diluar melalui lubang kunci. Heechul meraih tasnya dengan tergesa, tanpa sadar meninggalkan rok nya dengan Hangeng yang menatapnya bingung.
"Emm.. terimakasih atas bantuanmu, ku-kuharap kita bisa bertemu lagi!" ucap Heechul cepat sebelum berlari meninggalkan Hangeng dengan gemuruh dan rasa hangat yang menjalari dadanya. Hangeng tersenyum, memungut senggok kain yang teridentifikasi sebagai sebuah rok seragam berwarna blue shapire. Ia menendus(?) rok itu sembari tersenyum 'aroma tubuhnya' batin Hangeng girang, sebelum memasukkan rok itu kedalam ranselnya.
.
.
"ANNYEONGGG…."
Puluhan pelayan menyambut kedatangan Heechu dengan berbaris rapih dikiri-kanannya.
"Okaeri Aniki.." sahutan seorang namja bersuara bass membuat Heechul tersentak, ditatapnya rambut brunette yang menyembul dari single sofa dihadapannya. Tanpa melihat pemiliknya pun heechul sudah tahu siapa namja itu, dan tanpa aba-aba iapun berlari sembari menubruk tubuh jangkung sang namja dan dengan seenaknya duduk dipangkuannya.
"Otouto!" ucap Heechul girang sembari memeluk sayang sang namja.
"Yakk! Baka aniki! Kau ini sudah bukan anak kecil tahu! Apa setelah dari Jepang aku berubah drajat menjadi kakakmu?" Heechul menjitak sayang kepala namdongsaeng kesayangannya, lalu mencium gemas pipi namja tampan itu.
"Dasar bocah setan pabbo! Kyuhyun pabbo!" Heechul menangis sembari menyandarkan kepalanya dibahu Kyuhyun, sedangkan Kyuhyun hanya tersenyum sembari mengelus punggung hyung nya. "Kau, kau fikir aku tidak rindu jika berpisah denganmu selama 3 tahun? Kufikir kau jatuh cinta pada gadis Jepang dan meninggalkanku sendiri di Korea selamanya!"
"Hmm.. nado bogoshippoyo hyung…"
"Dongsaeng pabbo.. hiks.. siapa bilang aku merindukanmu!" Heechul merengut manja, membuat Kyuhyun bingung sebenarnya siapa yang kakak disini?
"Aniki.."
"Hmm..?" Heechul masih bersandar dipangkuan Kyuhyun, menyamankan posisinya dalam dekapan hangat sang namdongsaeng.
"Kau tahu alasanku kembali?"
"Ani, memang apa?"
"Aku akan pindah, karena kata tou-san dan kaa-san rumah ini akan kosong.."
"Geuraesseo?" mata Heechul berbinar, dapat bertemu dengan Kyuhyun setelah 3 tahun berpisah benar-benar anugrah untuknya. Dan sekarang ia bilang akan tinggal? Tuhan benar-benar sedang baik padanya.
"Hai' aniki.."
"Hajiman, apa maksudmu dengan kosong? Bukannya rumah ini memang kosong dari dulu?"
"bukankah minggu depan aniki akan menikah? Aniki akan pindah ke istana kan?" mata Heechul melotot dengan tidak elitnya, lalu menatap garang wajah Kyuhyun.
"SHIREO! AKU AKAN MENOLAKNYA!"
"MWO?!" Heechul berbalik, tersentak saat mendapati sang haraboeji bersama Shin ahjusshi sedang menatap nanar Putra Sulung Kim.
.
.
._.TBC._.
.
Huwee … terharu ama 15 reviewers pertama! Now it's time to answer review!
.
Summerchu : Saya suka hanchul! Saya suka sichul! Saya sudah review!
Lanjut ne!*puppy eyes* *bow
Evil : Saya Suka KYUHYUN! #ditimpuk
ini udah lanjut, gomawo buat review
Eun Blingbling : bagus ri... kata-katanya pada lucu dan kocak banget... tapi kalo boleh saran untuk note author atau perumpamaannya kayak "bak tahanan nakal yang akan kabur jika dilepaskan" itu agak dikurangi... karna yang baca jadi ilang fokus ama inti ceritanya.. soalnya eun ada baca FF yang sumpah! banyak banget bagian itunya... malah bikin eun bosen bacanya dan gak nerusin lagi... tapi untuk FF ini masih dalam batas normal kok! cuma agak dikurangi aja... hehe... cuma saran loh ya! tapi overall bagus kok! lucu! hahaa... kirain yang ditabrak chulli itu hangeng! ternyata siwon toohh,,, hobby nya chullie oke gilaaa! setelah resmi jadi uke! yang diintip bukan lagi gadis-gadis sexy tapi cowo-cowo sexy hahahahaha...
Evil : gomawo buat sarannya Eun, ini udah berusaha buat di bagusin lagi.. hahaha.. tapi Heechul nyatanya tetep ngaku straight looh! gomawo.. tetep review nee?
Hyuga Oshima : Lanjutttt. Bagus kooookkk.
Evil : nee.. ini udah lanjut, gomawo ^_^
loa : tbc
Evil : gomawo, ini udah lanjut
Reita : Waaaaaa Lanjut lanjuuut. Brarti ntar chullie jga suka 5 hannie ya? Trus siwonnya suka gag 5 chulie? Endingna chulie 5 siapa?
Evil : nee ini udah lanjut, suka? Suka gak yaa? Nih di chap ini udah kejawab kan? Ending? Udah baca warning kan? Endingnya suka-suka Evil dong! #digampar
Gomawo udah review ^_^
marcia rena : nyaaahhh... ini endingnya hanchul kan? please hancul ya! becuz they are my parents!
n yunjae adalah mertuaq!
Evil : HanChul bukan yaaa? *sok mikir* #buaghh
Kamu mantunya YunJae? Aku anaknya YunJae xD #lol gomawo for review
hatakehanahungry : gyaaaaaa, ini sih harus lanjut laaaah, keren gini, waduuuuuh, jgn bikin persis kayak dramanya yah, jgn bikin cul sama bum berantem. . . smoga pairingnya sibum n hanchul. . . gyaaaaaaa, heechullie jadi mesum, huwaaaaaa bakal ada pairing lain gak? uuuuuuh, suka deh kalau baca heechul yg dimanja2, heeheheh cool, lanjtkan FIGHTING
evil : GYAAAA ini udah lanjuut! Tenang.. saya kan cumin ambil plot nya, ehh dikit bocoran, disini Chullie ama Mbum temenan kok. Adaa KyuMin jelas ada.. nee ini udah lanjutt.. gomawo udah review..
Qhia503 : Yo saengi Udah ya? yg pntng gw review xD #kbur
Evil : gomawo eon, udah ngeramein :D
YunieNie : Sipp HanChul... Gak sabar Nunggu Hangeng Muncul. Thanks Yach Up Date Kilat Please...
Evil : nee.. ini Gege udah nongol, update nih.. gomawo for review..
adindapranatha : lanjut
evil : ini.. udah lanjut, gomawo
: aku ngga mau tau pokoknya hrus update cepet ok?
Evil : gak janji looh, tappi nii udah update
ryanfujoshiSN : Lanjut... Pokonya.. Next part kudu harus wajib.. *Maksa.. Lucu bgt supah kocak bgt.. Chullie seneng ngintip..xD Waa... Sichul..HanChull.. Next..next
Evil : nee ini udah lanjut.. masa' sih? Selucu aku? –kedip kedip- *digampar bakiak* gomawo udah review..
Shin Zi Tao : uwwwaaa keren gokil sumpah . . . _ akhirnya ada yg post ff hanchul couple favoriteku okedeh cepet dilanjut ne :)
Evil : ce'iyus? Aku juga suka HANCHUULL! *lompat gaje* ini duah lanjut, gomawo..
Kim Rae Sun : Hyaaaa.. Han belum ada.. Kalo ini akhirnya official couple Rae Sun bakalan baca review teruuuus :D di tunggu chapter selanjutnyaaa.. :D Fighting!
Evil : hyaaa.. ini Han gege udah nongol! Review teruss donggg… ini udah lanjut gomawo
Volum48 : aku udah review kan ya kak? jd bingung mau ngeriview apa lagi hehe intinya semangat kakakkkkk
Evil : Vo saeng! Review kamu yang paling aku tunggu! Saran kamu sebelumnya udah dikantongin gomawo!
Gomawo buat semua readers, mian kalo ada kesalahan penulisan nama.. KELANJUTAN ff ini bergantung pada anda readersdeul, jadi mohon bantuannya nee?
Gomawo juga buat semua silent readers… setidaknya tandanya masih ada yang mau baca fanfic aku :D
Akhir kata…
YunJae's Aegya
'
'
Kyuhyun's Concubine
'
'
Ry aka Avery Cho
'
'
Mind to Review please?
