OUR PRINCE

.

Author by:

Mrs. Evil aka Avery Cho

Length : Series

Cast :

HanChul

Choi Siwon

Tan (Song) Qian F(x) aka Victoria as Hangeng's mother

And other cast

Pairing : HanChul, SiChul, SiBum, pokoknya lengkap deh!

Disclaimer : Semua cast disini milik Tuhan dan diri mereka sendiri. Tapi fanfic ini dan Kyunnie oppa murni milik Evil!

A/N : Plot fic ini sendiri Evil ambil dari DraKor fenomenal berjudul 'Princess Hours (Goong Palace)' masalah ending? Suka suka saya dong! #digampar

Warning : BOY X BOY / BL (BOYS LOVE) SHONEN AI / YAOI / gaje, romance gagal, commedy garing dan pastinya TYPO menjadi bumbu penyedap rasa dalam ff diluar nalar ini #-_-

Summary : Kim Heechul seorang namja cantik bangsawan penerus Kim Corporation tiba tiba harus terlibat dalam sebuah pernikahan dadakan bersama seorang putra mahkota namun disaat yang sama ia telah terjerat dalam pesona dari seorang Tan Hangeng, sang pangeran pendamping.

Mianhae karena gak bisa apdet cepet! Bahkan chapter ini aja Evil kerjain ogah ogahan (mian) soalnya lagi kena WB TT_TT dan Evil apdetx bebarengan ama fic yang laen! Omoo… jadwal akhir akhir Ini padat banget, tapi karena (lagi lagi) keinget utang ff, akhirnya Evil paksakanlah mengetik fic nista ini, yohohoho….

And then, please just call me Evil-san, Mizu-chan, or ONIK! (Soalnya kata Kkamjjongin oppa dan Hyunseung B2ST nama Onik itu unik dan terdengar lucu waktu di fansign mereka *^_^*) . The author or thor called is too good(?) for me, I'm newbie here.. ngerasa belom pantes buat Evil dipanggil gitu…

PLEASE, IF YOU DON'T LIKE MY PAIR JUST CLICK [X] TO CLOSE. DON'T BASH MY PAIR, bash saja saya karena saya laah trouble makernya! Yohohoho...

NO COPAS NO PLAGIAT!

NGE-FLAME SIH BOLEH BOLEH AJA ^_^

Me-review itu hak kalian masing-masing

DON'T LIKE DON'T READ

So,.

HAPPY READING *^_^*

.

.

_Haruko Mizukiyoshie Present_

.

.

'ini bukan acting seonsang.. aku benar benar menangis.. menangis untuk seseorang yang tengah bersanding dengan seorang namja cantik yang tengah diarak berkeliling Seoul dengan kereta.. aku menangis untuk sang Pangeran' batin Kibum miris seraya memejamkan kedua iris kelamnya, mengusap kasar airmata yang terus keluar dari pelupuk matanya.

"Sial.. kenapa airmata ini tak mau berhenti mengalir sih!"

.

.

.

Chapter 4

.

.

Heechul melirik sebal namja tampan disampingnya. Selama mereka diarak berkeliling Seoul, Siwon terus saja tersenyum dan melambaikan tangannya. Pikirannya melayang pada beberapa saat yang lalu, kala Hangeng memberikan senyuman beserta kalimat penyemangat untuknya.

Heechul tersenyum

Hanya memikirkan wajahnya saja membuat jantung Heechul berdebar debar tak karuan. Ha-ah.. tak sadarkah kau Kim? Saat ini sang Putra Mahkota tengah terpaku disimu karena efek senyuman tulus yang baru saja kau tampilkan. Ckckck.. kau benar-benar mempesona, bahkan tanpa kau sadari wajahnya tengah memerah.

.

"Heh.. benar benar tidak terduga.." Yesung terkekeh menatap raut wajah Heechul yang tengah berada diatas kereta kuda, tersenyum sendiri tanpa mengabaikan lambaian tangan masyarakat Seoul yang memenuhi bahu jalan. "Kupikir saat ia berkata tentang menikah di usia muda hanya karena rasa keingintahuannya yang tinggi.."

"Aku juga hyung.." Eunhyuk mengusap pelipisnya, terhimpit diantara ratusan orang yang ingin melihat sang Putra Mahkota dan istrinya membuatnya sesak dan kepanasan. "Dan yang paling mengejutkan, dia malah menikahi Putra Mahkota"

Seorang namja cantik dengan kacamata ber-frame putih terkekeh, ia menarik pergelangan kedua hoobae-nya ke arah sebuah café. Memilih duduk dibagian pojok, ia mulai mengeluarkan sebuah kamera digital dengan branded terkenal.

"Hyung mengambil gambarnya?" Namja cantik itu mengangguk pelan lalu mulai melepaskan kacamata yang sedari tadi dikenakannya.

"Ne.. ku pikir tidak ada salahnya, lagipula kan kamera ini miliknya." Ujarnya lalu mulai mengeluarkan sebuah sapu tangan berwarna putih, membersihkan permukaan lensa kamera dengan kualitas gambar yang tinggi.

Seorang waiters datang membawa daftar menu, setelah memilih pesanan ketiga remaja itu tenggelam dalam dunianya masing masing. Meresapi keheningan yang tercipta, hingga sang waiters kembali dan membawakan pesanan ketiganya.

.

.

"N hἀo, mᾱmᾱ (halo ibu)" (A/N : percakapan Hangeng dengan ummanya menggunakan bahasa Mandarin)

"NῘ hἀo, baby.." Hangeng tersenyum mendengar suara lembut penuh kasih yang amat dirindukannya, tangannya dengan cekatan memindahkan iphone S5 miliknya kedalam saku kemeja biru dongker yang ia kenakan. Tangannya meraih sebuah headset Bluetooth dan mulai memasang alat itu ditelinganya, sementara ia kembali melanjutkan aktifitasnya –menyetrika rok seragam Heechul.

"Ada apa mᾱmᾱ?"

"Han, mᾱmᾱ sudah melihat beritanya pagi tadi, tapi kenapa mᾱmᾱ tidak melihatmu qĩn'ai?"

"Bukankah akan sangat sulit mencari jarum yang terjatuh diantara lautan luas?"

Suara diseberang telefon itu terkekeh, ia berdehem sebentar sebelum mulai berbicara.

"Besok mᾱmᾱ sudah akan meninggalkan China baby.. " Hangeng tersenyum cerah mendengar penuturan ibunya, iya meraih sebuah note book dan mencatat jadwal penerbangan ibunya agar tidak lupa.

"Benarkah mᾱmᾱ?"

"Shì, baby.. bersabarlah sebentar lagi Han, kita tunjukkan pada mereka yang telah membuang kita bahwa kita masih hidup dan baik-baik saja. Kau akan mendapatkan tempatmu kembali Han, jangan khawatir mᾱmᾱ akan mengatasi semuanya. Wõ xìängniἀn nӓ.. (aku merindukanmu)"

"Aku juga merindukanmu mᾱmᾱ" ucap Hangeng yang sedari tadi hanya diam sambil menutup telefonnya.

_OUR PRINCE_

Putra Mahkota hidup dibagian timur istana yang terbagi dua, aslinya hanya ada bangunan Sa Yang Dang. Namun telah direnovasi dan bangunan Sa Yang Dang hanya menjadi tempat belajar Putra Mahkota, dan bangunan bergaya eropa yang terbagi menjadi dua itu sekarang menjadi tempat tinggal Putra Mahkota.

Kedua bangunan bergaya eropa itu sendiri terpisah oleh sebuah taman yang cukup luas dimana ditengahnya terdapat air mancur (tempat bertemunya Siwon dan Heechul di istana pada chapter 2). Bangunan satu ditempati oleh Putra Mahkota (Siwon), dan bagian lainnya ditempati oleh Putri Mahkota (Heechul) setelah upacara Tong Ne (malam pertama) selesai.

.

.

Heechul menahan nafas melihat hidangan dihadapannya, oh ayolah.. demi apapun, riasan dikepalanya ini sungguh sangat berat dan ia masih harus melakukan perjamuan makan malam?!

"Bukankah seharusnya kami melakukan upacara Tong ne?" Siwon bertanya dengan nada dingin, membuat Heechul mendengus sebal disisinya.

"Joseonghamnida Yang Mulia, karena usia Putra Mahkota dan Bigung-Mama (permaisuri –putri mahkota) masihlah 17 tahun, dan masih bersekolah. Maka upacara Tong ne diganti dengan jamuan makan malam.."

"Memang kenapa? Apa karena hanya aku berusia 17 tahun dan mereka menganggapku polos begitu?" wajah dayang itu memerah mendengar penuturan Siwon, ia hanya menunduk. Berusaha mempertahankan wajah tanpa ekspresinya, ia pun mulai mundur dan duduk diluar ruangan tempat jamuan makan malam diadakan.

"Yakk! Berhentilah berbicara seperti itu kuda jelek!" Siwon melotot, hey! Heechul baru saja siang tadi resmi menjadi istrinya dan bahkan ia tak memanggilnya dengan sopan? Ingatkan dia bahwa mereka sedang berada di istana!

"Apa maksudmu dengan kuda jelek eoh? Lagipula siapa yang ingin menyentuhmu!"

"Hekk! Tidak usah berkilah, aku tau kau tertarik pada tubuh seksiku ini kan? Haha! Bahkan tubuh rampingku lebih indah dari namja pendekmu itu!"

"Siapa yang kau sebut pendek eoh?!"

"Kim Kibum, of course!"

"YAAAK!"

Siwon menjambak rambut Heechul, membuatnya kehilangan keseimbangan dan mulai terguling. Tak mau tinggal diam, Heechul dengan nekat meremas 'adik kecil' Siwon seolah tengah memeras pakaian yang basah.

"AAARGGHTTTT….!"

Para dayang terkesiap melihat pertengkaran kedua pasangan baru itu, beberapa dayang menahan Siwon dan sebagian lagi membawa paksa Heechul keluar dari ruangan perjamuan makan.

"DASAR CHOI BRENGSEKK! BASTARD HORSE!" umpat Heechul lantang sebelum dirinya benar benar menghilang dari pandangan Siwon.

.

.

Kibum menatap sendu layar besar dihadapannya, berbeda dengan dua pria berkebangsaan Amerika yang menyambut antusias berita yang tengah ditampilkan –apalagi kalau bukan berita pernikahan Putra Mahkota Korea Selatan?

"Bagaimana Bummy-ah.. kau mau tidak menandatangani kontrak ini? Bukankah ini adalah impianmu, menjadi actor terkenal adalah tujuan hidupmu bukan?" Kibum menatap Choi Sooyoung, ia benar.. menjadi actor adalah impian Kibum sejak dulu, ia bahkan berusaha mendapatkan beasiswa untuk bersekolah di Shappire Blue of Art High School dengan mengambil jurusan Seni Peran.

Sekarang.. saat impiannya sudah di depan mata, haruskah ia meninggalkan Korea dan memulai karier-nya di negeri Adidaya tersebut?

Setelah pagi tadi ia mengikuti audisi, rupanya para juri (yang kebetulan terdapat seorang produser) tertarik dengan acting Kibum. Jadilah saat ini mereka tengah berkumpul di lobby hotel yang ditinggali Kibum dan Sooyoung ssaenim selama Di Amerika untuk membicarakan perihal kontrak, Choi Sooyoung? Jangan ditanya lagi ekspresinya, yeoja berusia 27 tahun itu berbinar-binar sedari tadi mengetahui anak didiknya telah mendapatkan apresiasi atas kemampuannya.

Kibum menggeleng pelan, "Mianhamnida seonsaengnim, aku.. aku tidak bisa menandatangani kontrak ini.." Ia berlari, meninggalkan tempat itu, menutup kencang pintu kamarnya ia mulai menumpahkan air matanya.

Ponsel Kibum bordering, membuat iris kelamnya sedikit terbuka saat menyadari Sooyoung lah si penelpon.

"Kibum-ah apa yang-"

"Mianhae seonsang, sampaikan permohonan maaf ku pada Mr. Thomson dan Mr. Anthony. Untuk saaat ini aku masih memiliki urusan penting di Korea, kuharap mereka dapat mengerti."

Terdengar helaan nafas berat dari seberang telefon, sebelum si yeoja bermarga Choi mengakhiri panggilannya.

_OUR PRINCE_

"Ya-yang Mulia.."

"Yang Mulia…"

Seorang dayang berwajah imut yang pada chapter sebelumnya kita kenal dengan nama Sully mendesah pasrah, sejak setengah jam yang lalu ia terus memanggil seorang namja yang tengah asyik bergelung dibawah selimut. Berusaha membangunkannya sepelan dan selembut mungkin, namun nyatanya usahanya sia-sia karena Heechul tidak bangun-bangun juga.

"Coba saja tepuk punggungnya Sully-ah.."

"Nandwaeyo eonnie-ah! Aku takut Bigung-mama akan marah padaku!"

"Minggir.."

Suara dingin, tegas, nan mengintimidasi itu membuat Sully dan Taeyeon –yeoja satu lagi menyingkir dari sisi kanan bed berukuran queen size tersebut.

"Ke-kepala dayang Amber…" Taeyeon berujar takut-takut melihat wajah dingin sang kepala dayang atau pada umumnya diluar istana disebut kepala pelayan.

"Yang Mulia Bigung-mama, waktunya anda bangun. jika Yang Mulia tidak segera bangun maka tanpa mengurangi rasa hormat saya terhadap Yang Mulia, saya tidak akan tanggung-tanggung dan menyiram Yang Mulia dengan seember air.." Taeyeon dan Sully menelan gugup saliva-nya. Alasan Amber menjadi seorang kepala dayang istana diusia muda adalah karena ketegasan dan kedisiplinannya, maka mereka sangat tahu bahwa ia tak pernah bermain-main dengan ucapannya.

Tubuh dibalik selimut itu mengumpat kecil, memunculkan seulas senyum tipis, sangat tipis hingga nyaris tak terlihat di bibir Amber. Perlahan ia mulai bangkit dan mengusap kedua matanya, lucu.

"Ishh.. dasar pengganggu!" gerutu Heechul singkat sebelum memasuki kamar mandi, dia harus sekolah tentu saja. Tidak usah disuruh dua kali, karena ia paling tidak suka ditegur.

.

.

"Mulai sekarang, penjaga Siwon akan ditambahkan. Dari 4 orang menjadi 13 orang, akan tetapi mereka hanya akan mengawal dari luar sekolah. Kuharap Putri Mahkota merasa nyaman dengan pengawalan yang kuberi-"

"Nah.. selamat menikmati hari pertamamu menjadi Putri Mahkota Chullie-ah,," ucap Sang ratu –BoA sembari mengedipkan sebelah matanya penuh arti pada Heechul. Ia bahkan mengabaikan pandangan kesal sang Raja –Kangta yang ucapannya terpotong oleh kalimat sang Ratu.

.

.

"KYAAAAA….!"

"PUTRA MAHKOTA…..!"

" SIWON OPPAAA!"

Teriakan demi teriakan membahana terdengar memenuhi pekarangan Shappire Blue of Art High School, seperti hari hari biasanya kedatangan Siwon disambut teriakan teriakan histeris dan pekikan yeoja beserta namja berstatus uke yang tergabung dalam komunitas fansclubnya –Siwonest FC. Dan dengan sangat lihai para pengawal istana menjalankan tugasnya dengan baik, menjaga Siwon dan Heechul masuk ke dalam sekolah.

"E-eeh..?" Heechul terkesiap saat tiba dikelasnya. Seorang namja tampan yang tak lain dan tak bukan siapa lagi kalau bukan Hangeng, mengembalikan rok seragam milik Heechul. Namun bukan hal itu yang membuat pemeran utama kita terkesiap, tetapi penampilan Hangeng yang memakai seragam yang sama dengannya.

"Ke-kenapa k-kau ada d-disini?" Heechul mengutuk mulutnya yang tak bisa berbicara dengan tenang, sementara Hangeng hanya tersenyum melihat tingkah Heechul yang amat lucu –menurutnya.

"Wae' princess? Aku memang pindah dari China ke sini untuk melanjutkan sekolah." Ia mengacak surai kelam Heechul, menimbulkan semburat kemerahan di pipi tirus nya.

"HYUUUNGGG!" Seorang namja bertubuh kurus bak myeolchi menubruk tubuh Heechul tanpa ampun saat sang namja cantik baru melangkahkan sebelah kakinya kedalam kelas, mendekapnya seolah Heechul adalah balon udara yang akan terbang jika dilepaskan.

"U-uughh… heh myeolchi! Menyingkir dari tubuhku! Kau fikir tubuh kurusmu tidak berat eoh?" Eunhyuk terkikik geli, ia bangkit dari tubuh ramping Heechul sembari menepuk bajunya yang terkena debu.

"Dia hanya merindukanmu Heechul-ah.. Tapi selamat untuk pernikahanmu ne?" ujar Leeteuk sembari menepuk pelan bahu sang hoobae, lalu menarik lengannya –membantunya untuk bangkit.

"Che, pernikahan apanya!" Heechul mencibir, ia menarik Hangeng yang sedari tadi hanya berdiam diri menuju bangkunya. Langkahnya terhenti saat menyadari satu hal, "Hyung.. dimana Yesungie? Daritadi aku tidak melihatnya.." Tanya Heechul singkat, tanpa melepaskan genggaman dari tangan Hangeng –menimbulkan pandangan aneh dari Leeteuk.

"Entahlah.. tadi dia hanya bilang akan datang pada jam ke tujuh, mungkin pergi berkencan dengan Wookie?"

"Ckck.. tak kusangka namja berkepala besar itu bisa membolos juga meski tidak bersamaku.."

"Dulu kan dia memang tidak pernah membolos hyung.." ujar Eunhyuk, tangannya meraih sebuah kamera digital. Melemparnya pada Heechul tanpa aba-aba. "Bukannya Yesung hyung jadi sering bolos karena bergaul dengan hyung ne?"

"YAKK! KAU FIKIR KAMERA KU ITU BARANG MURAHAN?! Brengsek kau Lee Hyukjae! Untung saja reflek ku bagus! Awas saja kalau kameraku lecet! Ah ya.. bukannya biasanya kau yang paling rajin mengajak Sungie untuk membolos? -_-"

"Whatever" ucap Eunhyuk sembari ber-roleeyes ria.

.

.

"Aishh.. senpai pelit sekali!" Siwon hanya tersenyum tipis pada Kyuhyun. Eh.. tunggu! Kyuhyun? Ya.. Kyuhyun, kalian masih ingat Kyuhyun di chapter 2 dan 3 kan? Iya.. adiknya Heechul. Kyuhyun mengambil jurusan seni-vocal dan kebetulan mengenal Donghae saat pertama kali masuk kedalam sekolah elite ini, Donghae yang secara harfiah merupakan sahabat Siwon –dan teman sekelasnya yang mengambil jurusan Seni Peran pun mengenalkannya pada sang kakak ipar sendiri.

Postur tegap Kyuhyun dan wajah tampannya tentu saja dengan mudah dapat masuk dalam lingkaran charming a la Putra Mahkota. Apalagi mendapati fakta ia merupakan keturunan bangsawan dengan gelar baru –kerabat kerajaan.

"Sudahlah Kyuhyun-ah.." Donghae terkikik geli melihat ekspresi lucu sang hoobae, namun langkah ketiganya terhenti saat seorang namja imut berpipi chubby menghampiri mereka. Donghae memberi kode pada Kyuhyun untuk pergi bersamanya, meski sempat tak setuju akhirnya ia beranjak dari koridor yang mulai sepi tersebut.

"Watashi wa rikai" ucapnya sebelum pergi.

"Annyeong hyung.."

Hening.. siwon hanya menatap datar kehadiran Kibum, sebuah gejolak didadanya seolah mendorong namja tampan itu untuk mendekap erat tubuh Kibum. Namun sebuah keyakinan dari fakta bahwa ia adalah seorang namja yang telah menikah meredam segala ego dan hasratnya.

"Kim Kibum memang seorang namja bodoh yang tidak bisa mengetahui apa yang diinginkan hati nuraninya sendiri, ia hanya tahu berakting seumur hidupnya. Saat semua peserta berakting dengan segala kebohongan yang mereka buat, aku malah berakting dengan hatiku.. memanggil namamu saat membayangkan kau akan pergi dariku.." setetes liquid bening meluncur bebas dari iris kelam Kibum, namun sang namja berpipi chubby tidak berusaha untuk menghapusnya.

"Aku membuang hatiku saat memutuskan untuk berakting seumur hidupku, kau.. akan menyesal jika menungguku. Kau akan menyesal seumur hidup karena menunggu seorang Kim Kibum, tapi semua itu takkan terjadi.. Karena saat ini semuanya telah berakhir, kuharap hyung masih ingin mengenal seorang Kim Kibum.."

Siwon masih diam, sebuah rasa sesak memenuhi dadanya saat melihat namja yang dicintainya tengah terisak. Namun sekali lagi, sebuah keyakinan menahan hasratnya untuk mendekap erat namja berambut sehitam arang dihadapannya.

"Hyung.. tidak perlu khawatir.. aku tidak akan mencampuri hidupmu.. Seorang Kim Kibum yang harusnya berakting diatas panggung cukup duduk dibangku penonton, menyaksikan seluruh jalannya pertunjukan hingga pada akhirnya menjadi satu-satunya orang yang bertepuk tangan bahagia pada akhir pertunjukan yang menyakitkan"

Siwon beranjak, meninggalkan tubuh ringkih Kibum yang telah ambruk. Ia tidak mampu bertahan lebih dari ini, Kibum membuatnya tak dapat menahan diri lebih lama lagi untuk tidak mendekapnya. Kibum menjadikan dinding koridor sebagai penopang tubuhnya, tubuhnya benar-benar lemas. Ia bahkan mengabaikan liquid bening yang semakin banyak meluncur dari iris kelamnya.

.

.

"Gege!" Hangeng tersentak saat mendengar suara yang familiar, senyumnya terkembang saat melihat tubuh ramping Heechul berlari kearahnya.

"Kenapa memanggilku begitu hmm?"

"Aniya, hanya saja aku suka memanggilmu seperti itu. Kau dari China kan?" Hangeng mengangguk. "Han-gege.. bukankah itu terdengar bagus?"

"Nee.. sangat bagus jika kau yang mengucapkannya Princess.." ucap Hangeng sambil mengacak surai kelam Heechul.

"Eung.. Princess.."

"Ne?" Heechul menatap Hangeng saat panggilan 'manis' itu menyapu indera pendengarnya.

"Siang ini apa kau ada waktu?" Hangeng menatap penuh harap pada Heechul, sementara yang ditatap hanya mengetukkan jari telunjuknya ke permukaan bibir kissable plum itu. Pose berpikir yang amat menggemaskan.

"Aku rasa hanya beberapa –ah lupakan. Memang ada apa Ge?" Hangeng menggeleng.

"Siang ini aku akan ke Airport untuk menjemput seseorang yang sangat special, mau menemaniku?"

Heechul nampak termenung sesaat, pada akhirnya ia mengangguk.

"Lalu aku menunggu Gege dimana?"

"Hmm.." Hangeng tampak berpikir, mencari tempat yang cocok untuk..

"Kurasa kau cukup menungguku di halte bus dekat sini, tiga belokan dari gerbang sekolah. Di depan toko Why_Style, kau tahu kan?"

"Arraseo.. Gege cukup mengirimiku e-mail" ucapnya –Heechul lalu mulai mengeluarkan sebuah note kecil dari sakunya, merobek selembar setelah menuliskan sesuatu.

"Baiklah.. akan kukabari jika aku sudah berangkat dari apartemenku".

"Ne.. Gege-ah aku akan me-"

"HEY.. CHOI HEECHUL!" Han-Chul berbalik saat mendengar teriakan Siwon. Heechul hanya mendecih sebal saat kalimatnya harus terpotong teriakan anarkis Siwon. Heechul berpamitan pada Hangeng sambil tersenyum manis dan melangkah masuk kedalam mobil, sementara Siwon menatap datar kearah Hangeng sebelum mengikuti langkah Heechul memasuki mobil.

Ia –Hangeng hanya termenung sendirian saat mobil yang ditumpangi Siwon dan Heechul melaluinya bersama mobil para pengawal kerajaan. Ia tersenyum pedih sebelum sebuah kalimat meluncur dari bibirnya.

"Itu adalah tempatku. Apa kau tahu? Sebenarnya itu adalah tempatku"

Jauh diatas atap gedung sekolah, seorang namja berpipi chubby memandang sedih kepergian Siwon dan Heechul. Liquid bening kembali meluncur indah dari iris kelamnya.

.

.

Heechul memandang keluar kaca jendela saat ponselnya tiba-tiba berdering, sementara Siwon yang asyik mendengarkan music dari earphone nya nampak tak terusik sama sekali.

Namja beriris black pearl itu tersenyum cerah, tangannya dengan cepat melepaskan sebelah earphone yang dikenakan Siwon.

"Apa?!" Siwon berujar marah. Sungguh.. tingkah Kibum siang tadi disekolah sangat mengusik dirinya, ia terus terngiang bayangan saat Kibum menangis dihadapannya. Pikirannya saat ini sedang kacau dan awas saja jika namja androgini berstatus istrinya ini mulai memicu keributan.

"Turunkan aku disini"

"Untuk apa?"

"Aku punya urusan!"

"Urusan ap-"

"Bukan urusanmu" Heechul membuang muka, halte bus yang dimaksud Hangeng tadi kurang lebih hanya berjarak 100 meter didepannya.

"Kau itu sekarang Putri Mahkota ingat? Kau tidak bisa bertingkah semaumu lagi! Segala perilakumu akan menjadi soro-"

"Aku tidak peduli!"

"Kau harus!"

"BERHENTI MENCAMPURI URUSANKU CHOI SIWON!" Wajah Heechul telah berubah memerah marah, tak ubahnya seperti raut wajah Siwon yang telah mengeras. Rahang keduanya bergemeletuk menahan amarah, kedua tangan namja itu terkepal –siap melayangkan bogem mentanhnya. Ingat kalau Heechul masih seorang namja bukan?

"BAGAIMANA BISA AKU TIDAK MENGURUSIMU SEMENTARA KAU ADALAH ISTR-"

"AKU BUKAN ISTRIMU! AKU KIM HEECHUL! DAN TIDAK AKAN PERNAH MENJADI CHOI HEECHUL!"

"APA MAKSUD-"

"Sekarang.." Heechul menggeram marah. "Turunkan aku ATAU AKU AKAN LOMPAT DARI MOBIL INI!"

"FINE! HENTIKAN MOBILNYA!" Kedua pengawal yang berada di kursi pengemudi –dan sampingnya akhirnya dapat mendesah lega setelah menjadi saksi bisu pertengkaran tuannya.

CKIIITTT

Limousine berwarna hitam-metalik itu mengerem mendadak saat Siwon mengucapkan titahnya. Dan tanpa buang waktu lagi Heechul langsung berlari keluar dari mobil mewah itu, berjalan cepat menuju sebuah toko dengan branded terkenal. Why_Style.

Siwon tak perduli lagi mengenai fakta bahwa sang Putri Mahkota tengah berada ditengah kota Seoul tanpa penjagaan dari seorang pengawal pun, ia terlalu pusing mengahadapi masalah yang datang secara bertubi-tubi. Belum juga sehari berlalu setelah pernikahan paksanya, ia sudah harus dihadapkan pada prahara Kibum.

Tak tahukah kau Putra mahkota? Keputusanmu melepas Heechul seorang diri ditengah hiruk pikuk kota Seoul akan menimbulkan sebuah bencana yang akan menambah masalahmu jika tak segera diatasi. Berdo'a saja semoga Heechul tak tertangkap oleh lensa kamera wartawan yang haus akan berita kehidupanmu..

.

TBC

.

Hyaaaaaa! Annyeong chingudeul! Ohayou minna-san! Jeongmal mianhae buat apdet yang bener benner amat sangat TELAT! Mian juga kalo chapter ini ASLI GARING BANGET! Sejujurnya Evil ngerjain ini ditengah kegalauan terserang WB. Penyakit wajib yang menyerang author.. mian banget ne kalo garing? Tapi Evil gak terkesan ngedongeng kan? *lirik atas* #tepok jiidat garuk tembok#

Finally… habis hiatus berhibernasi (ampe' berbulan-bulan gegara lupa waktu -_-) anggep aja nih FF sama kayak suasana hati Evil *amburadul /pundung dipojokan/

,

Dan yang kemaren udah review… domo arigatou gozaimasu minna-san! Jeongmal kamsahamnida chingudeul!

Lizzy Park : Haha.. emang sih chingu *nengok atas* beberapa scene Evil ambil dari Goong Palace :p apakah chingu menunggu kelanjutan fic ini? #muka penuh harap#

Summerchu : HANCHUL GAK BAKAL PISAH! , #jambakKuda eh? Chin gu suka kiss scene nya HanChul? O.o #watados tenang chingu, Evil bakal memperjuangkan hubungan HanChul! #tangan mengepal keatas# FIGHTING!

Qhia503 : Arrasseo noona ._. #bow

Hatakehanahungry : HANAAAAAAAAAAA…! #hug Han-gege emang MESUM! , #ditoyor oke ssip! (meski presentasinya udah lewat banyak bulan xD #lol) Alhamdulillah presentasinya lancar gak sampe' 30 menit, dapat nilai terbaik pula! SUKSES BERKAT CHINGUUU! #kiss&hug gomaptaaa #bow

Psykkh : fansx PSY samchon ne? ._. #watados kamu SiBum shipper? KYAAAA! Kebetulan ada project ff baru main pair SiBum *^_^* #promosi yapp! Dukung HanChul forever! Kenapa Please Don't chingu? O.o mirip MV'a yang please don't emang? O.o

: Miris? Apa genre fic ini masuk kategori angst? Padahal Evil udah berusaha masukin unsure humor QAQ

Siwonbias : Hahaha… seSUJU chingu! DELETE SICHUL, SUPPORT HANCHUL-SIBUM! #semangat45 HanChul emang H.O.T dahh! xD #LOL

Hani107 : Kyaaa… harusnya Evil yang terima kasih chinguyaa udah mau me-review fanfic nista ini xD yapp… this is a new chapter *sok English*

YunieNie : ntar makin kesini makin dibanyakin deh HanChul moment nya :D gomawoooo~

Pokoknya jengmal gomawoyo buat yang kemaren menyempatkan diri meluangkan waktu untuk merivew karya Evil ini, review kalian benar2 berharga buat Evil karena setidaknya Evil bisa tau bagaimana tanggapan kalian terhadap karya karya Evil…

Akhir kata..

YunJae's Aegya

'

'

Kyuhyun's selir! xD #LOL (istrix Kyu si Umin)

'

'

Evil aka Avery Cho

'

'

Mind to Review please?

And thanks to all my silent readers! ^_^