OUR PRINCE
.
Author by:
Mrs. Evil aka Avery Cho
Cast :
HanChul
Choi Siwon
Tan (Song) Qian F(x) aka Victoria as Hangeng's mother
And other cast
Pairing : HanChul, SiChul, SiBum, pokoknya lengkap deh!
Disclaimer : Semua cast disini milik Tuhan dan diri mereka sendiri. Tapi fanfic ini dan Kyunnie oppa murni milik Evil!
A/N : Plot fic ini sendiri Evil ambil dari DraKor fenomenal berjudul 'Princess Hours (Goong Palace)' masalah ending? Suka suka saya dong! #digampar
Warning : BOY X BOY / BL (BOYS LOVE) SHONEN AI / YAOI / gaje, romance gagal, commedy garing dan pastinya TYPO menjadi bumbu penyedap rasa dalam ff diluar nalar ini #-_-
Summary : Kim Heechul seorang namja cantik bangsawan penerus Kim Corporation tiba tiba harus terlibat dalam sebuah pernikahan dadakan bersama seorang putra mahkota namun disaat yang bersamaan ia telah terjerat dalam pesona dari seorang Tan Hangeng sang pangeran pendamping.
Mianhae karena gak bisa apdet cepet! Ada yang bias memberitahu berapa lama Evil membuat fic ini terbengkalai? O.o Omoo… jadwal akhir akhir Ini padat banget, tapi karena (lagi lagi) keinget utang ff, akhirnya Evil paksakanlah mengetik fic nista ini, yohohoho….
And then, please just call me Evil-san, Mizu-chan, or ONIK! (Soalnya kata Kkamjjongin oppa dan Hyunseung B2ST nama Onik itu unik dan terdengar lucu waktu di fansign mereka *^_^*).
PLEASE, IF YOU DON'T LIKE MY PAIR JUST CLICK [X] TO CLOSE. DON'T BASH MY PAIR...
NO COPAS NO PLAGIAT!
NGE-FLAME SIH BOLEH BOLEH AJA ^_^
Me-review itu hak kalian masing-masing J
DON'T LIKE DON'T READ
So,.
HAPPY READING *^_^*
.
.
_Haruko Mizukiyoshie Present_
.
.
Siwon tak perduli lagi mengenai fakta bahwa sang Putri Mahkota tengah berada ditengah kota Seoul tanpa penjagaan dari seorang pengawal pun, ia terlalu pusing mengahadapi masalah yang datang secara bertubi-tubi. Belum juga sehari berlalu setelah pernikahan paksanya, ia sudah harus dihadapkan pada prahara Kibum.
.
.
.
Chapter 5
.
.
Heechul berlari memasuki toko pakaian diseberang halte dengan tergesa. Seorang pegawai toko menyambut kehadirannya dengan mengulum senyuman manis, dan tentu saja hanya diabaikan olehnya.
"Uuh… kuharap kuda jelek itu tidak berubah pikiran dan menyeretku per-"
"P-pu-putri Mmm-mahkota?"
Degg
Tubuh Heechul menegang saat mendengar seseorang melafalkan namanya. Ia berbalik, menatap horror seorang yeoja berseragam Cassie High School yang juga Nampak shock menyadari kehadiran sang namja paling dicari ke 2 di Korea Selatan.
"Apa yang- eummfthhmphhttt…." Ucapan gadis itu terpotong saat Heechul mendekap mulutnya erat, menariknya kebagian deretan mantel mewah yang cukup sepi pengunjung.
"Sssttt..! jangan berisik!" Yeoja bertubuh mungil dengan rambut pendek –blonde itu meneguk salivanya saat melihat death glare yang dilayangkan Heechul.
"Siapa namamu?"
"Joneun Lee Sunkyu imnida, Yang Mulia bisa memanggilku Sunny.." cicit sang yeoja imut.
"Baiklah.. Sunny-sshi aku harap kau cukup cerdas untuk tidak bertindak anarkis dengan menarik perhatian pengunjung lain, ah.. begini saja! Aku akan memberimu hadiah berupa tanda tangan Siwon dan barang miliknya jika kau tidak berisik, aku tahu kau salah satu fans nya bukan?" Sunny menggeleng imut menanggapi ocehan panjang Heechul.
"Lalu apa?! Aku sedang terburu buru, kumohon katakan sesuatu sebagai jaminan bahwa kau tidak akan memberitahu siapapun perihal kejadian ini.." Heechul memasang tampang memelasnya, ia hanya bisa berharap semoga gadis ini tidak minta hal yang aneh-aneh.
"Oppa.."
"Eoh?" Heechul mengernyit saat yeoja itu malah menggelayut manja dilengannya.
"Aku fansmu Yang Mulia.. aku fans oppa!" dan manic black pearl sang namja melotot –shock.
"ya-yah.. Lalu apa maumu?"
Sunny mengeluarkan sebuah ponsel flip berwarna pinky caramel. Cashing acrylic ponsel mewah itu nampak berkilau, menimbulkan efek 'bling bling' yang memikat mata.
"Ayo berfoto denganku! Aku janji tidak akan membocorkan pada siapapun nee?" Pinta Sunny memelas sembari mengatupkan kedua tangannya, mata bulat indah sang yeoja melancarkan puppy eyes yang membuat Heechul iba juga. Akhirnya ia merangkul tubuh mungil Sunny dan mulai tersenyum saat sang yeoja mulai membidik paras keduanya.
"Kimchi!"
Pekik keduanya kala sinar blitz kamera ponsel Sunny menyapa penglihatan mereka. Heechul dan Sunny melihat hasil selca mereka, 'tidak buruk' pikir keduanya kompak.
Sunny membungkuk hormat pada Heechul sebelum beranjak pergi, ia bahkan sempat mengucapkan terimakasih dan memberikan nomor ponselnya pada Heechul. Dihubungi atau tidak, itu urusan belakangan bukan?
.
Heechul meraih sebuah black sunglasses, sepasang sport –white shoes, sebuah t-shirt Armani Exchange baby blue berbahan 100% original cotton high kuality, black cardigan berbahan denim, skinny jeans black dark, dan sebuah ransel casual kualitas tinggi.
Ia membawa seluruh barang belanjaannya(?) ke bagian kasir dengan bantuan seorang yeoja. Dan setelah membayar seluruhnya dengan black card limited edition*-nyaia kembali masuk keruang ganti.
Mengganti seragam sekolahnya dengan satu setel pakaian yang baru saja ia beli, setelah selesai seluruh pakaiannya ia masukkan kedalam ransel hitam yang baru dibelinya –beserta tas sekolahnya.
.
.
Drrt
"Yoboseyo?"
"…"
"Ne, aku sudah menunggu Gege daritadi.."
"…"
"Arraseo.."
Heechul tersenyum simpul. Penampilan sederhananya yang terkesan modis tidak menarik perhatian penghuni lain halte tersebut. Sesekali ia melirik arloji Rolex yang tersampir indah di pergelangan tangannya.
Tin Tiiinnnn
Namja beriris black pearl mengangkat wajahnya saat sebuah klakson mobil menarik perhatian beberapa pejalan kaki disekitarnya. Nampak sebuah White Lamborghini S5 terparkir dihadapannya.
Ia tersenyum kala pintu disisi kanan mobil limited edition itu terbuka, menampilkan sesosok tubuh atletis berbalut hoodie tanpa lengan berwarna putih dengan shirt (yang juga tanpa lengan) berwarna biru dongker.
"Siap membelah ibu kota, My Princess?" Dan Heechul langsung tersenyum manis saat Hangeng dengan gentle membuka pintu kursi penumpang untuknya.
Ia bahkan tak dapat menyembunyikan rona kemerahan di pipinya saat Hangeng memasangkan seatbelt untuknya.
Sepersekian detik berikutnya, mobil mewah dengan jumlah produksi terbatas itu melesat membelah jalanan kota Seoul yang padat akan kendaraan yang berlalu-lalang.
.
.
Awkward, suasana di dalam mobil mewah itu terasa begitu canggung. Tidak ada yang membuka suara. Hangeng yang focus dengan kemudinya, dan Heechul yang sibuk dengan dunianya sendiri.
"Itu.." Hangeng melirik namja disampingnya, memberi sedikit respon atas ucapannya. "Sebenarnya kita mau kemana Ge?" Heechul bertanya takut-takut. Entah kenapa jika dihadapan namja ini, segala kebringasannya lenyap tak berbekas -_-
"Incheon… Incheon airport.."jawabHangeng seadanya. Heechul terpekur, airport? Tapi untuk apa? 'Apa dia ingin menjemput seseorang?'
"Aku ingin menjemput seseorang yang sangat special untukku…"
Degg
Sebuah perasaan aneh menyesakkan dada Heechul. Ucapan Hangeng yang seolah menjawab pertanyaannya terasa menyakitkan saat tertangkap pendengarannya.
'Kekasih nya kah..?'
Heechul tak berani bertanya lagi, takut jawaban dari Hangeng akan semakin menyakiti hatinya. Ia lebih memilih mengalihkan pandangannya ke luar jendela, menatap jalanan kota Seoul yang cukup padat.
.
.
Iris black pearl Heechul sedikit berbinar saat menatap Incheon airport. 'Sudah berapa lama aku tidak berlibur ke luar negeri? Astaga… Tiba-tiba memori kejadian beberapa hari terakhir terngiang dibenaknya, ia menunduk lesu.
'Aku lupa… Sekarang aku kan putrid mahkota, takkan bisa sebebas dulu bagiku untuk pergi berlibur…'
"Hey.. Maaf membuatmu lama menunggu…"
Heechul menatap namja yang menepuk pundaknya, tatapannya beralih pada sebuket bunga Dandellion dalam genggaman Hangeng.
Pasti yeoja.
Hati Heechul semakin perih saat melihat binar kebahagiaan memancar jelas dari wajahnya, ia tersenyum tipis.
Hangeng dan Heechul berjalan dengan jemari yang saling bertautan, menuju Arrival Area penerbangan asal China ke Incheon. Tanpa mereka sadari, seseorang tengah membidikkan lensa camera nya –mengikuti setiap langkah kedua namja tersebut.
.
"Penerbangan asal China akan tiba dalam lima menit lagi, diharapkan kepada calon penumpang agar segera check in bagi yang akan menuju ke Shanghai."
Suara dari resepsionis bandara membuat Heechul dan Hangeng bergegas. Memasuki area kedatangan, mereka memilih duduk disalah satu kursi tunggu.
Heechul terus terdiam tanpa mau membuka suara, membuat Hangeng sedikit bingung atas perubahan sikap Heechul.
"Apa kau baik-baik saja?"
"I-Iye?" Heechul terlonjak, sedikit gelagapan saat wajah Hangeng terasa dekat dengan wajahnya.
"Ani, daritadi ka uterus berdiam diri. Apa kau kurang sehat?"
"N-Nan gwaenchana.. A-Aku baik-baik sa-"
"Tan Hangeng!"
Heechul dan Hangeng sontak berbalik saat sebuah suara menyerukan nama Hangeng. Dari kejauhan seorang yeoja yang tak terlihat memasuki kepala tiga dari wajahnya berjalan mendekat, tersenyum manis dengan rambut blonde yang tergerai indah.
Peluk.
Heechul hanya bisa diam saat Hangeng secara reflek membawa tubuh yeoja tersebut kedalam dekapan hangatnya, mengecup sayang keningnya sebelum kembali mendekap erat tubuhnya.
"Ekhem.."
Heechul berdehem, bukan tanpa sengaja. Ia berusaha menetralkan pekikan kesakitan yang menyesakkan dadanya. Hangeng melirik Heechul, seolah baru tersadar ia tak sendirian.
"Ah… Mian, aku lupa.. Princess… Kenalkan, ini Tan Qian, eomma ku yang baru tiba dari China.."
"Ya, aku bisa mengerti jika kau lupa, wajar bagi sepasang kekasih yang- tunggu! E-Eomma mu?" Heechul cengo saat Hangeng hanya tersenyum simpul seraya menyerahkan buket bunganya pada Victoria –Qian ummanya.
"Ne… Dan anda pasti Putri mahkota Kim Heechul bukan? Sebuah kehormatan karena anda menjemput saya"
Heechul tak bergeming, masih berusaha membuktikan ucapan Hangeng. Eomma? Apa dia bercanda?! Daripada hubungan ibu dan anak mereka lebih pantas disebut pasangan kekasih! Victoria bahkan terlihat masih seperti berumur dua puluh tiga tahun!
Mustahil sekali mempercayai wanita ini telah berusia tiga puluh lima tahun dengan kulit wajah yang kencang, tubuh yang molek, dan paras yang anggun. Apalagi dengan seorang putra yang berusia 18 tahun! Astaga…
"Bagaimana kalau kita langsung saja? Aku takut semakin lama disini orang-orang akan menyadari kehadiran putri mahkota.." Suara Hangeng membuyarkan lamunan Heechul.
Akhirnya Hangeng membawa kedua orang yang dikasihinya di kedua sisi tubuhnya, meninggalkan Incheon airport untuk menujutujuan selanjutnya… Istana.
.
_Our Prince_
.
"Wanita itu kembali.."
"Aku bisa apa ibu asrama Bong?"
"Tapi Yang Mulia.. Mengabaikan aturan dan membuat kedua pangeran tinggal dalam satu istana yang sama, tidakkah itu sangat melewati batas Yang Mulia?"
Ratu BoA menghela nafas lelah. Perasaan sakit yang telah terkubur sepuluh tahun yang lalu kembali bergemuruh dalam dadanya, ia hanya mampu tersenyum perih.
"Setidaknya dengan membiarkannya tinggal di istana, kuharap dapat menghapus dosaku dua puluh tahun yang lalu pada mereka.. Menjadi sekat antara dua insan yang merajut kasih, dan merenggut kebahagiaannya."
"Hajiman Yang Mulia… Itu bukan salah anda, semua ini murni karena peraturan dari para tetua. Dan mereka tidak berhak menimpakan segala kesalahan pada anda.. Lagipula kejadian sepuluh tahun yang lalu juga bukan salah anda, itu hanya sebuah kecelakaan".
Keduanya terdiam. Ibu asrama Bong tahu, ini saat baginya untuk pergi. Ia undur diri setelah pamit, menjadi orang kepercayaan Ratu membuatnya hampir mengerti Ratu melebihi dirinya sendiri.
.
.
"Maaf merepotkan Yang Mulia.."
"Aniya… Tidak perlu minta maaf kok, lagipula aku senang bisa pergi bersama Han-gege… Kalau begitu aku pamit ke kamarku, sampai jumpa.."
Heechul melangkah riang meninggalkan Hangeng dan ibunya. Sementara sang ibu tak melepaskan tatapannya sedikitpun dari tubuh Heechul.
"Kau mencintainya Hannie?"
"Ne, eomma… Waegure? Apa eomma akan melarangku?"
"Ani, kejar dia sampai kau mendapatkannya.." Victoria tersenyum misterius, sementara Hangeng berjalan disisinya yang mulai beranjak meninggalkan paavilliun istana.
"Baguslah.. Karena aku tidak akan pernah melepaskannya sekalipun eluruh dunia menentangku.."
"Bagus Han, kau memang putraku.."
.
"Dari mana saja kau?"
Heechul medelik, menatap namja bertubuh atletis yang duduk dengan angkuh di sofa putih di sisi bed heechul.
"Apa pedulimu? Urusi saja urusanmu!"
"Tidak bisakah sekali saja kau berbicara dengan hormat padaku? Aku ini suamimu! Aku tekankan, SUAMIMU!"
Heechul menggeram, tak suka saat nada posessive terucap dari bibir joker Siwon. "Aku tidak pernah menganggapmu sebagai suamiku brengsek!"
"Lalu apa? Pergi bersama pria lain dan menurutinya dengan manis sementara kau menentang dan berbicara dengan membentak suamimu sendiri?"
"Kalau iya kenapa? Memang kau mau apa?"
Heechul menyeingai saat melihat wajah Siwon yang merah padam akibat emosi yang tertahan. "Sebaiknya kau kelur dari kamarku, aku ingin istirahat dan kehadiranmu hanya akn memperburuk suasana hatiku"
Brakk
Siwon membanting pintu kamar Heechul dengan keras hingga engselnya berderit ringsek, ia terseyum puas seraya menuju kearah bathroom, berendam sebelum tidur tidak buruk kan?
.
_Our Prince_
.
"Ada apa sepagi ini, dihari libur kalian membangunkanku?" Heechul bertanya dengan nada malas saat ketiga pelayan pribadinya telaah hadir di ruangan bercat kuning gading tersebut.
"Joseonghamnida Yang Mulia… Tetapi Yang Mulia Raja memerintahkan anda dan Putra Mahkota untuk segera menuju ke pavilliun Raja sekarang".
Amber menunduk hormat sebelum membantu Heechul membenahi dirinya. Sementara Taeyeon menyiapkan air mandinya, Sully merapihkan tempat tidur Heechul dan Amber memilih pakaian untuk sang Putri Mahkota.
.
Diam
Tak ada yang bicara, Ratu BoA menatap gelisah putra dan menantunya. Putra Mahkota dan Putri Mahkota telah tiba sejak sepuluh menit yang lalu dan Raja KangtA bahkan hanya menatap garang keduanya.
"Sebenarnya ada apa Yang Mulia memanggil kami ke-"
SRAKK
Heechul dan Siwon tersentak saat Raja membanting sebuah surat kabar tepat dihadapannya. Tak hanya sampai disitu, iris keduanya terbelalak saat menatap Headline yang dicetak dengan judul berhuruf besar dan foto yang memuat setengah halaman.
'PUTRI MAHKOTA TERLIHAT BERADA DI INCHEON AIRPORT BERSAMA SEORANG NAMJA DENGAN BERGANDENGAN MESRA'
"APA MAKSUD SEMUA INI!"
BRAKK
.
.
.
TBC
_OUR PRINCE_
.
.
Evil gak tau harus ngomong apa lagi atas updetan yang sangat amat ngaret ini! Baiklah.. karena waktu yang terbatas kita bales review secara universal ok?
Q : Jangan bikin Heechul dapet masalah
A : Waduh.. Ini juga baru mo mulai masalahnya :D doain aja ne.. Heechul kan kuat :p
Q : Malam pertamanya gak ada? Trus apa ini M-Preg?
A : Seperti yang sudah dijaelaskan, of course not. Malam pertama (Tong Ne) emang gak ada soalnya Evil gak mau Heechul disentuh orang lain #peace dan untuk M-Preg.. Mungkin akan Evil pertimbangkan?
Big Thanks To :
Volum48, Kim Rae Sun,Shin Shin Wu,
RaraRyanFujoshiSN,
, adindapranatha, YunieNie,
Qhia503, hatakehanahungry,
Marcia rena, Reita, loa, Hyuga Oshima,
Eun Blingbling, summerchu,
Lizzy sakurayuki, hani, siwonbias,
hungrybirds, cherry,
psykkh, hani107, gengpetals,
.
Gomawo buat yang udah menyempatkan diri meluangkan waktu untuk merivew karya Evil ini, review kalian benar2 berharga buat Evil karena setidaknya Evil bisa tau bagaimana tanggapan kalian terhadap karya karya Evil…
Akhir kata..
YunJae's Aegya
'
'
Kyuhyun's wife 3
'
'
Evil aka Avery Cho
'
'
Mind to Review please?
And thanks to all of my silent reader! ^_^
Follow me ONIK_BloodDevil (jika berminat ^_^)
