OUR PRINCE
.
Author by:
Mrs. Evil aka Avery Cho
Cast :
HanChul
Choi Siwon
Tan (Song) Qian F(x) aka Victoria as Hangeng's mother
And other cast
Pairing : HanChul, SiChul, SiBum, pokoknya lengkap deh!
Disclaimer : Semua cast disini milik Tuhan dan diri mereka sendiri. Tapi fanfic ini dan Kyunnie oppa murni milik Evil!
A/N : Plot fic ini sendiri Evil ambil dari DraKor fenomenal berjudul 'Princess Hours (Goong Palace)' masalah ending? Suka suka saya dong! #digampar
Warning : BOY X BOY / BL (BOYS LOVE) SHONEN AI / YAOI / gaje, romance gagal, commedy garing dan pastinya TYPO menjadi bumbu penyedap rasa dalam ff diluar nalar ini #-_-
Mianhae karena gak bisa apdet cepet! Ada yang bias memberitahu berapa lama Evil membuat fic ini terbengkalai? O.o Omoo… jadwal akhir akhir Ini padat banget, tapi karena (lagi lagi) keinget utang ff, akhirnya Evil paksakanlah mengetik fic nista ini, yohohoho….
And then, please just call me Evil-san, Mizu-chan, or ONIK! (Soalnya kata Kkamjjongin oppa dan Hyunseung B2ST nama Onik itu unik dan terdengar lucu waktu di fansign mereka *^_^*).
PLEASE, IF YOU DON'T LIKE MY PAIR JUST CLICK [X] TO CLOSE. DON'T BASH MY PAIR...
NO COPAS NO PLAGIAT!
NGE-FLAME SIH BOLEH BOLEH AJA ^_^
Me-review itu hak kalian masing-masing
DON'T LIKE DON'T READ
So,.
HAPPY READING *^_^*
.
.
_Haruko Mizukiyoshie Present_
.
초 지키
.
Tak ada yang bicara, Ratu BoA menatap gelisah putra dan menantunya. Putra Mahkota dan Putri Mahkota telah tiba sejak sepuluh menit yang lalu dan Raja KangtA bahkan hanya menatap garang keduanya.
"Sebenarnya ada apa Yang Mulia memanggil kami ke-"
SRAKK
Heechul dan Siwon tersentak saat Raja membanting sebuah surat kabar tepat dihadapannya. Tak hanya sampai disitu, iris keduanya terbelalak saat menatap Headline yang dicetak dengan judul berhuruf besar dan foto yang memuat setengah halaman.
'PUTRI MAHKOTA TERLIHAT BERADA DI INCHEON AIRPORT BERSAMA SEORANG NAMJA DENGAN BERGANDENGAN MESRA'
"APA MAKSUD SEMUA INI!"
BRAKK
.
.
.
Chapter 6
.
.
Semua diam, semua tegang, tak ada yang mampu mengeluarkan sepatah katapun saat surat kabar itu menghantam permukaan meja. Bahkan sang ratu yang terbiasa mencairkan suasana juga menjadi kalut.
Selama berada disisi Yang Mulia Raja baru dua kali ia melihat Raja Kangta semarah ini, pertama saat mendiang Raja terdahulu memutuskan untuk menikahkan keduanya dan saat ini adalah kali kedua ia terlihat se-murka ini.
Raja memiliki pribadi yang bijak, tegas, dan tenang. Emosinya tidak mudah tersulut, ia juga bukan tipe orang yang temperamental. Namun kali ini sosok Raja yang dilihatnya benar-benar berbanding terbalik dengan sosok yang dicintainya selama ini.
"I-itu.."
"-Aku yang menyuruhnya datang ke airport untuk menjemputku" Ucapan Heechul terpotong oleh kalimat singkat nan dingin dari sosok cantik yang tiba-tiba muncul diruangan tersebut.
Terpaku
Amarah sang Raja seolah sirna saat wajah anggun itu menatapnya dingin tanpa ekspresi. Tatapan dingin itu dibalasnya dengan tatapan pengharapan, saat itulah iris black pearl Heechul menangkap sirat kesedihan dan kerinduan yang teramat dari obisidian sang Raja.
"Sekarang, jangan mengadili Putri Mahkota. Jika ada yang harus kau hakimi itu adalah aku" Yeoja yang tak lain adalah Qian aka Victoria itu melangkah anggun mendekati sosok Heechul yang terduduk disisi Siwon.
Ia menatap sinis sang Ratu yang memancarkan ekspresi keterkejutan yang amat sangat, menyeringai, Victoria menarik lengan Heechul yang mengikuti langkah anggun Victoria.
Siwon menggeram, tangannya mengepal hingga buku-buku jarinya memutih. Ia sangat menyayangi sang umma, dan melihat pancaran kesedihan tergambar jelas dalam sorot matanya membuat sang Putra Mahkota menatap sinis wajah appa-nya yang tampak merenung.
"Wae…" KangtA menatap putranya saat kata itu terucap. "Kenapa Yang Mulia membiarkan yeoja itu membawa Putri Mahkota?"
"Semua sudah jelas Siwon-ah, Putri yang meminta Permaisuri untuk menjemputnya.. Sekarang kau bisa pergi"
Siwon terkesiap, semudah itukah amarah sang Raja menghilang? Ada kecurigaan yang memenuhi pikirannya, namun ia belum bisa mengetahui secara jelas tapi yang pasti ia akan mencari tahu.
.
Heechul menatap ruangan disekelilingnya, ruangan yang didominasi warna ungu dengan corak bunga lavender dan edelweiss ini seolah menggambarkan pribadi sang pemilik yang senantiasa memancarkan aura keanggunan yang luar biasa.
"Maaf lama menunggu.."
"Ah… Nan gwaenchana Yang Mulia" Heechul membantu Victoria meraih nampan yang berisi dua cangkir keramik dan sebuah teko berwarna emas dengan motif lavender yang dibawa sang Putri.
Keduanya duduk bersimpuh di ruangan yang diketahui sebagai kamar dari ibu Hangeng, saling berhadapan dengan sebuah meja kecil diantaranya.
"Aku minta maaf.."
"Ye? U-Untuk apa? Anda tidak perlu meminta maaf, justru saya lah yang seharusnya berterima kasih" Heechul berucap gugup, ditatapnya paras anggun Victoria hyang tengah menyesap green tea yang dihidangkannya.
Victoria tersenyum. "Apa kau bahagia?"
Kening Heechul mengerut saat pertanyaan ambigu itu terdengar dari sang Putri. "Maksud anda?"
"Apa kau bahagia dapat hidup di istana?"
Sebuah rasa sesak menghujam dada Heechul, ia menunduk lesu. Beban berat seolah bertumpu di bahunya. Ia tersenyum miris.
"Entahlah aku…" Victoria menyentuh pundak Heechul. Irisnya menatap lembut manic black pearl sang Permaisuri.
"Ceritakan semuanya, secara perlahan.. Aku akan mendengarkan ceritamu, tidak apa luapkan saja semuanya.."
Saat Heechul memutuskan mencurahkan segala keluh kesahnya, Victoria menyeringai dalam diam.
'Jika mereka mengambil semuanya dariku maka aku tidak akan membiarkan mereka merebut apa yang seharusnya menjadi milik putra-ku'
.
"Sebenarnya ada apa dengan anda Yang Mulia.."
"Apa maksudmu" KangtA berucap tanpa berbalik, menatap halaman istana dimana Hangeng tengah bercengkerama dengan ibu asramanya dari balik kaca yang membingkai jendela kamarnya. Ia tersenyum tipis.
"Saya tahu anda memang tidak pernah mencintai saya, tapi tak bisakah anda mencintai Siwon, putra anda sendiri?"
"Jangan membuatku murka Ratu…"
Sang Ratu menatap pilu punggung sang Raja, ia sadar, sangat sadar posisinya sebagai apa. Selamanya ia akan tetap berada di belakang sang Raja, tidak akan pernah bisa meraih posisi disisinya.
Liquid bening memenuhi pelupuk matanya. "Saya tidak pernah menuntut anda untuk membalas kasih saya, tetapi kenapa anda tidak bisa mencintai putra anda sendiri?"
Suaranya serak, memancarkan kesedihan yang memenuhi ruang hatinya.
"Jadi maksudmu aku tidak pernah mencintai Siwon? Aku menuruti keinginannya untuk menyekolahkannya di sekolah umum dan bukan sekolah khusus kerajaan, jabatan Putra Mahkota untuknya, tidakkah semua itu melambangkan cintaku untuknya?!"
Suara Kangta yang meninggi menandakan sang Kepala Negeri Ginseng tersebut mulai tersulut emosi, namun seolah tak gentar sang Ratu malah mengajukan protesnya lebih lanjut.
"Percuma saja meski kau memberikan seluruh dunia pada Siwon jika tak sekalipun kau memberikan kasih sayangmu terhadapnya! Ia butuh kasih sayangmu Choi Kangta bukan harta dan tahta!"
Derai airmata telah menghiasi wajah sang Ratu, ia juga mulai tersulut emosi hingga panggilan informal meluncur deras dari bibirnya.
"Cukup BoA! Bukankah sejak awal sudah kutegaskan padamu? Semua ini hanya untuk mendiang Raja! Disamping semua itu aku membuang perasaanku! Dalam darah anak itu memang mengalir darahku, tapi dalam darahnya juga mengalir darah seseorang yang menghancurkan hidupku!"
BRAKK
Kangta meninggalkan kamar mereka dengan bantingan pintu yang menyentakkan Ratu dan beberapa dayang yang berada di luar ruangan.
Sesaat setelah sang Raja pergi, BoA hanya mampu terduduk. Isakan lirih mengalun perih dari bibirnya, ibu asrama Bong memasuki ruangan itu, menutup akses lalu mendekap tubuh ringkih sang Ratu.
.
.
Brukk
"Auch.."
Seorang namja berambut arang mengaduh saat seorang namja cantik menubruk tubuhnya, iris kelam itu menatap tangan yang terulur padanya.
Hup
"Kau baik-baik saja?"
"Y-Ye nan gwaen.." Kibum tersentak saat tahu namja yang menabraknya adalah Heechul, sang Putri Mahkota. "-chana..".
Ia membuang muka, hendak beranjak sebelum jemari Heechul mencengkeram pergelangan tangannya. Kibum meringis.
"Kau Kim Kibum dari kelas jurusan Acting kan?" Kibum menatap sinis paras cantik Heechul.
"Kalau iya kenapa eoh?"
"Kebetulan sekali, aku baru ingin mencarimu. Aku ingin bicara denganmu" Kibum menyentakkan tangannya, meski hasilnya nihil, cengkeraman Heechul membuat perih pergelangan tangannya.
Heechul menyeret tubuh Kibum, mengabaikan sang namja berpipi chubby yang meronta dibelakangnya.
"Y-Yak lepaskan!"
Siwon menatap bingung saat Heechul melintas di depan ruang kelasnya dengan menyeret Kibum, sejak kapan namja cantik itu dekat dengan Kibum?
Ia beranjak dari tempatnya, hendak mengikuti sosok dua namja mempesona itu sebelum sosok seorang namja mencegatnya.
"Kita harus bicara"
"Ani hyung, aku harus pergi"
"Tentang Putri Mahkota, Siwon-ah… Ini tentang Heechul"
Dan langkah Siwon langsung berbalik arah mengikuti langkah santai Hangeng yang pergi ke arah berlawanan dari dua namja cantik tadi.
.
Victoria mengusap lembut pigura yang menghiasi meja nakas di sisi bed berukuran Queen size nya. Ia tersenyum melihat sosok bocah berusia tujuh tahun Nampak tertawa dengan tatapan polos dari balik topi yang kebesaran untuk kepala kecilnya, topi itu bahkan menutupi sebagian wajahnya.
Iris sang yeoja beralih pada sosok namja disampingnya yang tersenyum hangat sembari memeluk tubuh kecil sang bocah, sosok Raja KangtA yang masih berusia 25 tahun. Senyuman hangat nan tulus yang nyaris tak pernah lagi ia saksikan sejak 10 tahun yang lalu.
"Ada apa denganmu… Apa kau benar masih mencintaiku?"
Ia tersenyum perih, menatap ponsel dalam genggamannya. Tiba-tiba percakapannya dengan Heechul beberapa hari yang lalu melintas dibenaknya.
'Aku tidak tahu Yang Mulia… Tapi hidup disini membuatku merasa seperti kucing yang terkurung dalam carry bag emas'.
'Kenapa?'
'Aku tidak bisa melangkah sesukaku, mereka membatasi segala gerak gerik ku'
'Lalu kenapa Yang Mulia memutuskan untuk masuk dalam keluarga kerajaan?'
'Semua hanya karena haraboejiku.. Beliau memintaku untuk menerima perjodohan yang telah ia janjikan dengan mendiang sahabatnya, Raja terdahulu..'
'Ah... Begitu rupanya, sepertinya Yang Mulia sangat menyayangi haraboeji Yang Mulia..'
Victoria tersenyum lembut, kembali menuangkan Green tea ke dalam cangkir keramik untuk Heechul yang disambut hangat sang Putri Mahkota.
'Sejak kecil aku lebih sering hidup sendiri dalam keluargaku, adikku satu-satunya pindah ke Jepang dan tinggal bersama halmeoniku. Sementara appa dan ummaku terlalu sibuk hingga lupa pada anak sulung mereka'
Heechul meraih cangkir keramik di meja dihadapannya, menyesap sedikit cairan berwarna hijau jernih yang memantulkan bayangan wajahnya dalam riak air pada cangkir tersebut.
'Haraboeji yang menetap di Amerika sering menemaniku, ia yang selalu melenyapkan kesepian yang kurasakan. Ia bahkan tinggal bersamaku di Korea, terkadang saat harus kembali ke New York ia akan mengajakku turut serta agar tak kesepian. Aku menghabiskan tiga tahun Kindergarten School ku di salah satu sekolah di Amerika'
'Sekarang biarkan aku bertanya padamu… Apa kau mencintai Hangeng?'
'Y-Ye?' Heechul tersentak mendengar lontaran pertanyaan dari Victoria yang menatapnya pasti tanpa sinar keraguan.
'Katakan dengan jujur Kim Heechul, apa kau mencintai putraku, Pangeran Hangeng?'
'I-Itu…'
Victoria tersenyum, men-dial sebuah nomor ponsel yang tertera di display ponselnya.
"Benar Han, jangan menyerah karena cintamu bukanlah cinta yang bertepuk sebelah tangan"
Ia mulai menempelkan benda persegi tersebut pada telinganya saat nada sambung mulai terdengar.
.
.
"Nah.. hh.. sekarang katakan, apa maksudmu menyeretku ke atap sekolah!"
Kibum bertanya tak sabar dengan nafas memburu, sementara dihadapannya sosok Heechul yang membelakanginya tengah merentangkan tangan –menyapa angin yang membelai lembut tubuh rampingnya.
Ia berbalik, berhenti menikmati sensasi menyenangkan yang menenangkan deru nafasnya.
"Baiklah aku akan to the point saja padamu, kau kekasih Choi Siwon kan?" Kibum tersentak, iris kelamnya menatap sosok Heechul yang ia akui memang Nampak mempesona.
"Maksudmu suamimu?" Nada mencibir yang mengesalkan itu membuat Heechul terusik.
"Terserah kau mau menyebutnya apa tapi.." Ia menyisipkan jemarinya dalam helaian surai kelamnya. Menyisirnya kebelakang dengan gaya seanggun Croissant.
"Katakan padaku, apa kau mencintainya?"
"Apa kau bodoh?"
"YAKK!" Oke kesabaran Heechul mulai habis sekarang, dan jawaban mengesalkan Kibum telah menyulut emosinya. Ia mendekati sosok Kibum, lalu menarik kerah seragamnya dengan kesal.
"Apa? Apa kau akan memukulku?" Kibum bertanya dengan datar, tatapannya dingin dan menusuk ke dalam iris black pearl sang Putri Mahkota.
"Che.." Heechul melepaskan begitu saja kerah baju Kibum, berbicara dengan emosi percuma saja jika menghadapi namja es ini.
Srak
Kibum menatap datar sebuah amplop yang dilemparkan Heechul tepat kehadapan Kibum, ujung sepatunya menyentuh lembaran berwarna coklat tersebut.
"Aku minta kau jangan munafik, jika kau masih mencintai Siwon ambil amplop itu". Heechul melangkah santai melewati sosok Kibum, tepat selangkah di belakang Kibum langkah Heechul terhenti.
"Aku bukan namja murahan yang perasaannya bisa kau beli dengan selembar cek-"
"Siapa bilang itu cek? Itu adalah tiket pesawat ke Vietnam. Besok pagi pukul tujuh pesawat itu akan lepas landas, kelas VVIP, kursi nomor 407, tiketnya ada dua, satu dikertas itu dan satunya lagi ada ditangan Siwon."
Terpaku, Kibum menatap ragu amplop dihadapannya.
"Kenapa kau berfikir aku akan mempercayaimu"
"Kenapa kau berfikir aku berbohong padamu"
Heechul menyeringai dibalik tubuh sang namja berpipi chubby. Melangkah lebih jauh hingga tangga untuk menuruni atap tepat dihadapannya. Ia berbalik, menatap punggung Kibum yang masih menunduk.
"Semua keputusan ada ditanganmu, aku tidak memaksamu. Segalanya kini ada dalam genggamanmu, ini keputusanmu. Kau akan kembali meraih Siwon yang telah melayang di atas kepalamu, atau kau akan membiarkannya terbang menjauh tanpa mau berusaha untuk meraihnya… itu adalah pilihanmu"
Dan setelah mengucapkan kalimat itu sepasang kaki jenjangnya mulai beranjak menuruni tangga, meninggalkan sang namja es dengan pilihannya.
Sepeninggal Heechul beban berat serasa mencengkeram pundaknya, ditatapnya amplop berwarna cokelat muda tersebut.
'Sekarang… Apa yang harus kulakukan..'
.
Siwon menatap sekelilingnya, danau buatan di belakang gedung sekolah ini memang jarang di datangi pada saat hari telah menjelang sore seperti saat ini.
"Jadi apa yang hendak kau bicarakan denganku, –mengenai Putri Mahkota" Siwon sengaja menekankan kata Putri Mahkota, nada possessive tersirat jelas dari kalimatnya barusan.
"Siwon-ah.. Apa kau masih menganggapku sebagai kakakmu?" Hangeng bertanya tanpa berbalik, memunggungi Siwon dan lebih memilih menatap hamparan bayangan langit yang terpantul di permukaan air danau diselingi riak air yang tercipta dari helaian daun alder yang berguguran.
Pandangan Siwon meredup, ingatannya kembali pada sepuluh tahun yang lalu. Saat Hangeng masih menjadi Putra Mahkota dan Siwon masih berstatus Pangeran pengganti, mereka selalu bermain bersama saling menjaga layaknya saudara.
"Kenapa kau bertanya seperti itu hyung, kau sudah tau jawabannya"
Hangeng terdengar menghela nafas. "Ingat hari di mana aku dan umma-ku memutuskan untuk kembali ke Negara kelahiran umma-ku?"
"Hyung.."
"Bukankah saat itu kau berjanji Siwon-ah.. Kau bilang kau berjanji akan memberikan apapun yang aku minta sekalipun itu adalah milikmu yang paling berharga, asalkan aku berjanji untuk tetap tinggal dan menetap di Korea, disisimu"
"Hyung jangan katakan.."
"Sekarang aku akan berjanji untuk tetap di Korea, tinggal disisimu asalkan..."
"Hyung, tidak.."
"Asalkan kau bisa memberikan Heechul, memberikan Permaisurimu untukku Siwon-ah.." Hangeng berbalik dengan raut wajah yang tenang, dan senyuman hangat yang menghiasi wajah oriental nya.
"TIDAK HYUNG!" Siwon berjalan cepat kearah Hangeng, menarik kerah namja yang setahun lebih tua darinya tersebut.
Sang Putra Mahkota menatap geram sang Pangeran dalam cengkeramannya, sementara yang ditatap memasang wajah setenang mungkin. Seolah tanpa beban, Hangeng tersenyum hangat.
"Jadi Siwon-ah maukah kau memberikan Kim Heechul padaku?"
Buagh
Kepalan tangan Siwon sukses menghantam pipi kiri Hangeng, tak sampai disana ia kembali meluncurkan bogem mentahnya tepat di pelipis Hangeng hingga namja berdarah Chinese itu tersungkur.
"Uhukk.." Hangeng memegangi dadanya saat terbatuk, membuang saliva yang telah bercampur dengan cairan merah pekat dari mulutnya.
Pipinya Nampak lebam dengan sudut bibirnya yang sobek, masih terduduk di tanah saat langkah Siwon kembali mendekatinya.
"Dengarkan aku, sampai kapanpun takkan kuserahkan Heechul pada siapapun termasuk dirimu! Kau tidak akan bisa merebutnya dariku hyung karena kau telah kalah sejak awal, kau kalah start olehku hyung! Bagaimanapun aku adalah suaminya!"
Siwon menyeringai sebelum membelakangi Hangeng, hendak beranjak saat ucapan Hangeng kembali terdengar olehnya.
"Kau fikir dengan statusmu itu kau bisa memiliki hatinya?" Hangeng tersenyum misterius.
"Mungkin saat ini tidak, tapi pasti akan.."
"Jangan terlalu berharap Siwon-ah… Aku bahkan telah merasakan bagaimana manisnya bibir ranum Permaisurimu" Ucap Hangeng tanpa ragu sembari menekankan kata terakhirnya. Ia menyeringai saat mendengar geraman Siwon, 'I got you my little brother' –batin Hangeng.
"BRENGSEK!"
Duagh
Tendangan Siwon telak mengenai perut Hangeng, membuat sang Pangeran terseret beberapa meter dan kembali tersungkur. Ia terbatuk, lebih parah dari sebelumnya, hingga cairan merah pekat yang dimuntahkannya memenuhi wajah dan merembes ke seragamnya.
Siwon melangkah pergi, meninggalkan Hangeng dengan wajah kusut dan berantakan.
"OMONA! HANNIE!" Siwon berbalik saat suara yang familiar baginya memekik kencang. Iris emerald sang Putra Mahkota menatap geram tubuh ramping Heechul yang berlari mendekati Hangeng.
Dengan lembut dan penuh kasih ia merangkul tubuh Hangeng, memapah sang Pangeran hingga keduanya berpapasan dengan sang Putra Mahkota yang masih terdiam.
Langkah Heechul terhenti, ia menatap sinis namja yang berstatus suaminya. "Aku tidak menyangka kau ternyata se-buruk ini, kau fikir kekerasan bisa menyelesaikan segalanya? Aku kecewa.. Freak!"
Iris emerald-nya melebar saat ucapan itu mengalun dari bibir kissable sang Permaisuri. Terlebih saat keduanya mulai beranjak, bisikan lirih Hangeng membuat Siwon terpaku.
"Ini baru di mulai nae dongsaeng.."
.
"Baiklah.. Sudah cukup, terimakasih Reporter Shin. Aku harap kau bisa membuat ledakan dengan hal ini.."
"…"
"Tidak… Seharusnya aku yang berterima kasih, apa kau lupa Dongwook adalah suamiku?"
"…"
"Ya.. Dia pasti akan sangat bahagia di sana, aku harap fireworks yang kau ciptakan akan menyinari negeri ini.."
"…"
"Hahaha… Baiklah, sampai jumpa besok"
Piip
Sepasang iris caramel menatap puas display ponselnya, smirk yang indah menghiasi paras anggunnya. Victoria melangkah pelan meninggalkan kamarnya, ia tersenyum saat menatap sebuah Lamborghini Reventon berwarna silver memasuki gerbang istana.
"Sedikit lagi Han… Ini semua baru dimulai, mὰmȃ akan mengembalikan apa yang seharusnya menjadi milikmu.."
.
.
.
TBC
_OUR PRINCE_
.
.
ANNYEONG READERSDEULLLL! EVIL COME BAAAAAACCCCKKKKK! #BOW Jeongmal mianhae… Meski Evil tau gak ada yang menantikan apdetan ini, tapi dengan pedenya Evil ngomong mian telat apdet buat yang masih setia(?) Yaudah bacotnya gak usah kebanyakan, Evil mo mohon restu dulu!
Mianhae Mungkin setelah chapter ini Evil bakal HIATUS selama beberapa bulan sampai selesai UAS, UAN, Ujian Kompetensi, Ujian Praktek, Ujian Produktif, de-el-el #bow Soalnya hyung Evil udah ngasih 'warning' kalo nanti segala gadget dan akses buat Evil buat bisa terhubung ke SocNet bakal DISITA! OH NOO~ Musim paceklik Evil akan dimulai.. TT,TT cumin bisa mohon bantu doa ya Readersdeul…
.
Now's time to Q & A :
Q : Endingnya HanChul apa SiChul?
A : Wadoh… kalo masalah ending masih disimpen hyakk xD
Q : Jangan bikin Kibum jahatin Heenim!
A : Em yang diatas Kibum termasuk jahatin Heenim gak? #watados :3
Q : Jadiin ini FF M-Preg ya?
A : Gak janji ya? Tapi ff ini udah terkonsep sih, endingnya juga udah gimanaaa getoohhh #alaykumat *dirajam massa*
Q : Banyakin HanChul momentnya!
A : Chapter ini keknya miskin HanChul moment chingu, soalnya udah nyampe ke tahap awal 'klimaks'nya bru dimulai ^_^
OK, Keknya segitu dulu deh ya! Mian untuk balasan review yang segitu-gitu aja X( soalnya Evil sedang dalam masa kritis sehabis nge-date ama WB hikseu…
Special Big Thanks To :
Volum48, Kim Rae Sun,Shin Shin Wu,
RaraRyanFujoshiSN,
, adindapranatha, YunieNie,
Qhia503, hatakehanahungry,
Marcia rena, Reita, loa, Hyuga Oshima,
Eun Blingbling, summerchu,
Lizzy sakurayuki, hani, siwonbias,
hungrybirds, cherry,
psykkh, hani107, gengpetals,
.
Lady ChulHee, heeli,
hani107,
.
And special to my new reader
.106 aka Kim HeeRa Elforever
Yang udah ngebela-belain buat review dari
chapter 1 sampai chapter 5 ^_^ Gomawo #bow
.
Gomawo buat yang udah menyempatkan diri meluangkan waktu untuk merivew karya Evil ini, review kalian benar2 berharga buat Evil karena setidaknya Evil bisa tau bagaimana tanggapan kalian terhadap karya karya Evil…
Akhir kata..
YunJae's Aegya
'
'
Kyuhyun's wife 3
'
'
Evil aka Avery Cho
'
'
Mind to Review please?
And thanks to all of my silent reader! ^_^
Follow me ONIK_BloodDevil (jika berminat ^_^)
