Okay, disini Yumi mau kasih Quis buat Reader tercinta..
Cuma satu pertanyaan kog.. :3
"Menurut kalian, Aomine akan memilih Kagami atau Kise atau keduanya atau bahkan tidak sama sekali?"
Nah, buat yang jawabannya bener bakalan Yumi kasih hadiah niii…
Hadiahnya Fanfic KHUSUS! Khusus Yumi buatin buat yang menang dan…
Kalian bisa milih pairingkesukaan kalian dan sifat character kesukaan kalian!
"Yey!" *Gampar Author*
"Chuu~ ! Mr. Police, Daisuki desu!"
Aomine x KagamiAomine x Kise
Disclaimer : Kuroko no Basuke (黒子のバスケ), Tadatoshi Fujimaki
Genre : Romance, BL, Dan tentukan sendiri genre lainnya :D | Author malas | *Tabok Author*
Warning! Typo everywhere, Alur berantakan, EYD kacau..
Mengandung unsur BL, jadi buat yang ngga suka BL (Boys Love) Kick out aja deh!
Angin sore berhembus semakin kencang. Burung-burung mulai terbang ke sarang mereka masing-masing. Sinar mentari sore terpantul dengan indahnya dialiran sungai.
"Arigatou, Kuroko Onii-chan.." Kagami menyeka kedua matanya yang basah karna air mata.
"Kagami... Daijoubu desu ka?" Kuroko menatap Kagami dengan tatapan tak tega.
"Hmm, Daijoubu.." Kagami tersenyum.
Senyuman Kagami membuat hati setiap orang yang melihatnya menjadi sedih. Kedua matanya juga sebam karna ia menangis sedari tadi. Walau wajah itu tersenyum, tetap saja ia tampak kesakitan dalam hatinya.
"Apa kau benar-benar tak apa, Kagami-kun?" Kuroko membelai kepala Kagami.
Kagami hanya menunduk dan terdiam cukup lama. Ia merasa bahwa belum saatnya ia menceritakan apa yang terjadi tadi. Bahkan ia tak mau menceritakannya karna ia tak mau Kuroko Onii-chan membenci Kise. Namun, ia juga tak tau bagaimana ia aharus bersikap didepan Kise dan Aomine. Dibenaknya kini dipenuhi oleh bisikan-bisikan halus Kise tadi siang.
"Mi.. Kagami?" Kuroko mengguncang pelan bahu Kagami.
"Ah, Nee?" Kagami tersadar dari lamunannya.
"kenapa kau menangis?" Kuroko bertanya dengan wajah serius.
Kagami tak menjawab. Mereka berdua terdiam. Hanya hembusan angin yang seolah menyela permbicaraan mereka berdua.
"Apa ini semua ada hubungannya dengan Aomine?" Kuroko sedikit memberi tekanan pada akhir kalimatnya.
Kagami sangat terkejut. Entah kenapa air matanya seolah akan mengalir lagi. Ia tak tahan jika harus mendengar kata Aomine. Jika ia mendengar nama itu disebut ia akan mengingat semua omongan Kise, semua hal yang dikatakan Kise padanya...
Melihat ekspresi Kagami, Kuroko tau kalau semua yang terjadi berhubungan dengan Aomine. Kurokopun berbalik lalu berjalan menuju arah rumah Aomine.
"Eh? Kuroko Onii-chan? Kau mau kemana?" Kagami mengejar Kuroko.
"Tentu saja ke rumah Si Bodoh Ahomine! Kau pikir mau kemana lagi!" Kuroko kehilangan kendalinya.
Seakan Aomine telah berbuat jahat pada adiknya.
"Ta.. tapi..." Kagami menahan tangan Kuroko.
Apa daya,tenaga Kuroko lebih besar dari pada Kagami yang masih berumur 10 tahun. Mereka berduapun berjalan menuju rumah Ahomine *Gampar Author* | Aomine.. Maksudnya...|
"Aomine Onii-chan, Aku sudah membersihkan rumahmu. Lalu, apa kau lapar?" Kise mendekatkan wajahnya pada Aomine yang sedang tertidur.
"Hmm? nanti saja.." Aomine kembali tidur.
Aomine tampak sangat tak berdaya. Kaos putih tipis yang sedikit basah karna keringatnya, membuat otot-otot atletis Aomine terlihat jelas. Tangan kekar Aomine menutupi keduamatanya. Dengan mulutnya yang sedikit ternganga. Kise yang tadinya hanya duduk disebelah Aomine kini ia duduk diatas perut Aomine. Kedua mata Kise tampak berbinar-binar, air liurnya sudah sampai diujung bibirnya seakan akan menetes dengan sendirinya..
Kise mengangkat tangan Aomine, jadi ia bisa melihat jelas wajah Aomine.
"Aomine onii-chan.." ia berbisik pelan ditelinga Aomine.
Kedua tangan Kise memegangi pipi-pipi Aomine. Aomine hanya membuka-tutup kelopak matanya perlahan, hal tersebut malah membuat Kise semakin tidak tahan melihat Aomine.
"Aomine.. Onii-chan.." Perlahan tapi pasti, Kise meluncurkan sebuah ciuman tepat di bibir Aomine.
Ia melumat perlahan bibir Aomine. Aomine masih belum sepenuhnya sadar, ia mengeluarkan desahan kecil.
BRAAAKK! Kuroko membuka pintu Aomine dengan kasarnya. Ia membatu mendapati Kise tengah mencium Aomine.
"Kuroko Onii-chan, sudah kubi..." Kagami yang tadinya ingin menghentikan Kuroko kini juga ikut membatu.
Pakaian Kise setengah terbuka dan dia duduk tepat diatas AOMINE! | Kyaaa! Yumi juga mau! xD *Timpuk Author!* Maaf |
Aomine berkedip-kedip untuk beberapa saat sebelum akhirnya ia sadar. Ia terkejut mendapati Kise setengah telanjang duduk diatasnya, spontan ia mendorong Kise dari atasnya. Saat ia menoleh ke arah pintu, ia mendapati Kagami dan Kuroko sedang berdiri disana.
"Tet.. tetsu.. ini tak.." Belum sempat Aomine bicara, Kagami langsung berlari meninggalkan mereka semua dengan air mata mengalir dipipinya.
"Aomine-kun.. Kise-kun.. Aku pikir aku bisa percaya pada kalian. Ternyata aku salah." Kuroko menatap tajam mereka berdua lalu pergi meninggalkan mereka.
"Kise! Apa yang Kau lakukan?!" Aomine sedikit membentak Kise.
"Kenapa?" Suara Kise bergetar. Wajahnya memerah, entah karna marah atau karna apa.
"Kenapa Kagami boleh sedangkan aku tidak? Kenapa semua orang lebih memperhatikan Kagami bukan Aku?! Kenapa harus selalu Kagami! Kenapa?" Kise berlari dengan air mata terurai dipipinya.
Aomine akhirnya sendirian, Ia kembali berbaring sambil menutup kedua matanya.
"Geez! Apa-apaan ini! Aku sama sekali tak mengerti.." pikirnya.
trrr.. trrr. trrr.. Handphone Aomine bergetar. Ia tak mampu untuk bangun karna semua masalahnya kini bertambah. Ia mengangkat telepon dengan malasnya.
"Mosi-mosi?... Eh, Momoi? Nani? ... Ala.. Besok? tapi... Ah. baiklah... Iya aku mengerti. cha.." Aomine membuang handphonenya begitu saja.
"Aku masih belum mengerti. Dan kenapa Momoi bilang besok! Ahh! Aku harus menemui Tetsu! Aku harus minta ia menjelaskannya." Aomine bangun dari kasurnya lalu ia mengambil jaket.
"Aku harus tau semuanya." Aomine berjalan sambil memungut handphonennya lalu pergi mencari Kuroko.
Kuroko sibuk mencari Kagami. Ia tak tau lagi harus mencari kemana. Ia sudah mencari kesemua tempat yang sering didatangi Kagami. Tempat terakhir yang dikunjunginya adalah Lapangan basket tempat Kagami biasa bermain.
"Haah.. haah.. haah.. Kemana lagi aku harus mencarinya? Haah.. haah.." Nafas Kuroko tersengal.
"Oi! Tetsu!" Aomine berlari dari kejauhan.
"Haah.. haah.. haah.. Kau cepat sekali menghilang, Tetsu.." Aomine menggenggam tangan Tetsu.
"Untuk apa kau kemari, Aomine-kun?" Kuroko berusaha melepaskan tangannya.
Aku harus bicara denganmu! Dan kumohon kali ini beritau apa yang aku tak tau!" Aomine menatap tajam kedua mata Kuroko.
Kagami sedari tadi terbaring dikamarnya dan menutupi seluruh tubuhnya dengan menggunakan selimutnya. Ia meninggalkan kunci pintunya terpasang agar tak seorangpun bisa masuk kerumahnya. Ia menangis, sekali lagi ia menangis karna perbuatan Kise.
"Jadi... semua itu benar?" Pikir Kagami.
Dikepalanya tergiang kata-kata Kise..
"Semalam... kau mencium Aomine Onii-chan kan?" ia teringat senyuman Kise
"Harusnya kau tak melakukan itu, Bakagami..." Senyuman yang tampak sangat puas melihatnya seperti itu
"Karena... Aomine Onii-chan itu milikku. Dia hanya mencintaiku, karna dia milikku! Mungkin kau pikir ia menyukaimu, tapi sebenarnya ia hanya Kasihan padamu. Karna temanmu hanya Aku dan Kuroko Onii-chan. Kau bahkan tinggal sendirian. Jadi selama ini ia hanya mengasihanimu, Bakagami!" Satu persatu kata yang dibisikkan Kise kembali tergiang.
Kagami semakin tertelungkup, ia tak sanggup lagi mengingat semua itu. Seakania ingin semua ingatannya hilang saat ini juga!
Kise berlarian menaiki tangga rumahnya. Air matanya masih saja mengalir dari kedua matanya. Iamenutup pintu kamarnya dengan keras.
"Kise Kau baik-baik saja?!" Ibu Kise mengetuk pintu kamar Kise.
"Aku baik-baik saja, bu! Tinggalkan Aku!" Kise berteriak, ia berusaha menyeka air matanya, namun air matanya terus saja keluar.
Akhirnya Kise memeluk boneka Beruangnya dan menangis diatasnya. Ia teringat wajah Aomine tadi. Ia teringat semua hal yang membuatnya muak. Tatapan mata yang paling dibencinya.
"Kenapa kau menatapku seperti itu?!" Rintih Kise.
Ia menangis, menangis tanpa henti dikamarnya. Dikamarnya yang dibiarkan gelap.
"Jadi apa yang akan kau lakukan, Aomine-kun?" Kuroko menatap tajam Aomine.
"Hanya itu yang bisa kulakukan saat ini.." Aomine menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Apa kau yakin?" Kuroko menundukkan kepalanya, seakan amarahnya sudah mulai mereda.
"Yeah, Itu satu-satunya yang bisa kulakukan untuk mereka berdua.." Aomine menatap langit malam yang penuh bintang.
"Walau aku tak ingin melakukannya. Aku terlanjur menyanyangi mereka berdua, Tetsu.." batin Aomine.
Air mata Aomine menetes ditengah dinginnya malam yang mulai menusuk. Kuroko hanya terdiam, ia merasa sangat bersalah karna ia tak bisa menjaga apa yang sudah ada. Disisi lain Kagami dan Kise tengah menangis di kegelapan malam yang sunyi dan dingin di kamar mereka masing-masing.
To be Continue..
Maaf, Ceritanya sedikit Kacau.. (_ _*)
Yumi harap kalian Suka.. :3
Jangan lupa Review ya,,
Dan Soal Quis yang Yumi adain itu uda pasti kog Hadiahnya! xDD
Thanks for Reading! xDD
