Falling in love with you, is the best thing i ever did.

Even if you didn't believe in love

I will show you, what is love

Jongin terus mengendarai motornya tanpa mengucapkan apapun. Kyungsoo pun hanya diam duduk di belakang. Sesaat ada perasaan aneh menyergap hati Kyungsoo. Ia memandang punggung Jongin dalam diam. Aneh. Ia ingin terus berlindung di belakang punggung ini. Ia ingin terus berada dalam dekapan namja berkulit tan ini. Dua hari. Waktunya tinggal dua hari lagi. Seperti akan ada yang hilang dari hati kecil Kyungsoo. Bolehkah Kyungsoo meminta Jongin tetap bertahan bersamanya. Tapi untuk apa? Kalau hati Kyungsoo masih membeku untuk satu orang.

Jongin menghentikan motornya di suatu tempat. Ia membantu Kyungsoo turun dan membukakan helm Kyungsoo.

"Kita dimana?" tanya Kyungsoo bingung. Tempat di sekitarnya sangat gelap. Lebih tepatnya gelap gulita. Jongin hanya tersenyum manis lalu menggandeng tangan Kyungsoo masuk dalam kegelapan. Langkah Kyungsoo tiba-tiba berhenti. Ia benar-benar takut.

"Jongin-ah," panggilnya pelan,

"Kau percaya padaku kan?" tanya Jongin balik,

Kyungsoo pun mengangguk pelan. Jongin tersenyum lagi. Kali ini ia tidak hanya menggandeng tangan Kyungsoo. Ia merangkul pinggang Kyungsoo erat. Berusaha menenangkan namja mungil itu.

"Kita sudah sampai Kyungsoo-ya," ucap Jongin pelan.

Kyungsoo membuka matanya, ia melihat ke sekelilingnya yang masih gelap gulita. Jongin mendudukkannya di sebuah kursi. Lalu menepukkan tangannya dua kali. Tiba-tiba seluruh tempat yang gelap itu berubah menjadi terang. Lampu warna-warni dimana-mana. Di belakang tempat Kyungsoo duduk terdapat air mancur yang menyala warna-warni. Sebuah lagu mengalun dengan manisnya. Kyungsoo yang masih belum bisa menahan keterkejutannya dikejutkan dengan hal lain.

Jongin menari dengan indah mengikuti alunan lagu untuknya. Saat itu juga Kyungsoo sadar. Ia jatuh ke dalam pesona seorang Jongin. Matanya tidak lepas dari Jongin. Jongin pun begitu. Tepat ketika lagu itu selesai diputar. Suara kembang api bersautan di belakang punggung Jongin. Menghiasi langit malam.

'Saranghaeyo Do Kyungsoo'

Kyungsoo menutupi mulutnyaa dengan tangan kanannya kaget. Indah sekali. Kyungsoo tidak tahu kalau Jongin bisa melakukan ini semua. Jongin tersenyum puas melihat Kyungsoo. Ia berjalan ke arah Kyungsoo, dan memeluknya dari belakang. Kyungsoo tersentak kaget, ketika lengan kekar Jongin melingkar di pinggangnya.

"Saranghaeyo, Do Kyungsoo"

*Bagi yang gatau maksud tamannya kaya gimana, bisa diliat di Taxi's Show SHINee, part terakhir waktu perhentian terakhir mereka*

OoooooooooooO

Kyungsoo masuk kelas lebih ceria daripada biasanya. Entah kenapa ia merasa menemukan semangat lain untuk masuk sekolah.

Kyungsoo duduk di tempatnya seperti biasa. Jongin masuk ke kelas dan menghampirinya.

"Pagi!" ucap Kyungsoo semangat, Jongin terkekeh pelan.

"Semangat sekali!" jawab Jongin, Kyungsoo tersenyum manis. Tapi seketika senyum itu berubah. Ketika ia melihat Baekhyun masuk ke kelas dengan wajah murung dan mata bengkak seperti habis menangis.

"Baek, kau kenapa?" tanya Kyungsoo khawatir,

"Aku dan Chanyeol, sudah berakhir," jawabnya singkat, lalu memeluk Kyungsoo erat. Terdengar isakan-isakan kecil dari mulut Baekhyun.

Kyungsoo hanya menepuk-nepuk punggung Baekhyun pelan dengan tatapan kosong, pikirannya berkecamuk saat ini.

Kenapa? Kenapa Chanyeol-ah? Kenapa ketika hatiku sudah mau menerima Jongin?

Kyungsoo menoleh ke arah Jongin sejenak. Wajah Jongin pun terlihat pucat tapi ia tetap tersenyum. Aneh. Kyungsoo tidak ingin kehilangan Jongin juga. Egois. Kyungsoo merasa dirinya sangat egois. Ia masih belum bisa melupakan Chanyeol, tapi hatinya juga ingin memeluk Jongin. Tidakkah ia egois?

Flashback

"Kyungsoo-ya!" terdengar suara bass yang memanggil Kyungsoo, Kyungsoo menoleh. Dilihatnya namja tinggi dengan senyum konyolnya sedang membawa susu stroberi dan roti di tangannya. Kyungsoo tersenyum melihatnya.

"ini, aku tahu kau pasti melewatkan makan siang lagi," ucapnya,

"Gomawo!" ucap Kyungsoo senang, ia memandang namja itu sekali lagi. Lalu tertawa kecil.

"kenapa kau tertawa?" tanya namja itu,

"Chanyeol-ah! Itu..." lalu tertawa lagi, namja tinggi yang dipanggil Chanyeol itu mendelik kesal.

"Ya! Do Kyungsoo! Kau..." ucapannya terhenti ketika dirasanya tangan mungil Kyungsoo mengusap ujung bibirnya.

"Ini, ada bekas kimchi di bibirmu, kau terlihat lucu sekali ta..." ucapan Kyungsoo terhenti juga, tangan Chanyeol memegang tangan Kyungsoo yang mengelusnya tadi.

"Eh... Chanyeol-a,"

Chu

Kedua pipi chubby itu memerah sukses setelah dengan lembut Chanyeol mencium pipinya. Chanyeol tersenyum puas. Untung saja tidak ada orang saat itu. Kalau saja mereka lihat Kyungsoo si namja dingin ini meleleh di hadapan seorang Park Chanyeol, habislah dia.

OooooooO

Tok tok tok

"Kyungsooooooo!" teriakan nyaring itu memenuhi seantero rumah, Kyungsoo langsung melompat dari tempat tidur dan membuka pintu dengan malas. Dilihatnya namja mungil dengan susu stroberi di tangannya.

"Kau ini..." ucapnya datar, namja itu terkekeh sebentar. Kyungsoo masuk ke kamarnya dan naik ke atas ranjang. Baekhyun mengikutinya setelah menutup pintu.

"Kau pasti habis tidur lagi!" tebak Baekhyun, Kyungsoo mengangguk mengiyakan.

"Aku lihat kau dekat sekali dengan Chanyeol belakangan ini," ucap Baekhyun tiba-tiba, Kyungsoo mengangguk lagi,

"Kalau begitu..."

OooooooooO

"Kyung!" suara bass itu memanggil, tapi namja yang dipanggil tidak menoleh, hanya diam saja sambil meneruskan langkahnya.

"Kyung!" langkah Kyungsoo terhenti ketika sebuah tangan menahan pundaknya,

"Kyung!" akhirnya Kyungsoo menoleh, memandang namja tinggi yang memanggilnya sejak tadi.

"Ada apa Chanyeol-ah?" tanyanya lagi

"Aku memanggilmu dari tadi, kenapa kau menghiraukanku?" tanyanya balik,

"Aku tidak mendengar kau memanggil, mian," jawab Kyungsoo lagi, Chanyeol menatap Kyungsoo, ia tahu Kyungsoo berbohong. Chanyeol menarik tangan Kyungsoo lalu membawanya ke taman belakang.

"Chanyeol-ah, ada apa sih?" tanya Kyungsoo lagi,

"Kyungsoo, kau aneh sekali belakangan ini, ada apa?" tanya Chanyeol balik

Kyungsoo diam saja, ia hanya menundukkan kepalanya, tidak berani menatap mata Chanyeol.

"Kyungsoo... aku ingin bertanya padamu... apa kau... menyukaiku?" tanya Chanyeol lagi, Kyungsoo mendongak menatap mata Chanyeol sekali lagi, ia hanya terdiam. Tidak menjawab.

"Kyung..."

"Tidak," jawab Kyungsoo singkat,

"Kyung?"

"Aku tidak menyukaimu, aku hanya... mengagumimu, aku harap... kita kembali berteman seperti biasa," jawab Kyungsoo lalu pergi dari situ. Tepat saat ia membalikkan badanya meninggalkan Chanyeol, setitik airmata jatuh di pipi mulus itu. Kyungsoo menangis, hatinya sesak.

Masih bisakah ia bilang cinta yang mengkhianatinya? Padahal ia jelas tahu ia sendiri yang mengkhianati hatinya. Bolehkah ia bilang cintanya yang meninggalkannya. Padahal ia jelas tahu ia sendiri yang melepaskan cintanya.

"Aku menyukai Chanyeol, Kyungsoo-ya,"

Kata-kata Baekhyun masih terus terngiang di telinganya. Ia menekan dadanya yang terasa sesak.

"Kau tidak menyukainya kan? Karena aku menyukainya,"

Cinta yang mengkhianatinya.

Rasa sayangnya pada Baekhyun dan Chanyeol yang mengkhianatinya. Ia tidak ingin mengecewakan Baekhyun, sahabat terbaiknya. Rasa itu yang mengkhianatinya. Ia sendiri yang mengkhianati hati kecilnya.

OooooooooooooooooO

Sejak saat itu Baekhyun dan Chanyeol semakin dekat. Kyungsoo bahagia ketika Baekhyun bahagia. Ia sudah tidak bisa merasakan cinta. Hatinya sudah beku. hatinya sudah dibawa dibekukan oleh senyum manis Chanyeol yang tidak lagi untuknya. Karena ia sadar, kalau Chanyeol memang mencintainya, Chanyeol tidak akan berpaling. Ia hanya berharap Chanyeol benar-benar mencintai Baekhyun.

OoooooooooooooooO

End of Flashback

Kyungsoo berjalan ke luar kelas dan berpapasan dengan Chanyeol.

"Chanyeol, kita butuh bicara," ucap Kyungsoo pada Chanyeol lalu berbalik melangkah ke luar gedung,

Chanyeol hanya diam mengikuti langkah Kyungsoo. Mereka sampai di taman belakang sekolah.

"Kenapa kau memutuskan Baekhyun?" tanya Kyungsoo to the point,

"Kau tahu alasannya Kyung," jawab Chanyeol

"Tapi..."

"Aku bosan," sela Chanyeol

"Inilah yang kutakutkan," ucap Kyungsoo lagi

"Apa maksudmu?" tanya Chanyeol

"kau bilang kau bosan dengan Baekhyun? Lalu bagaimana kalau Baekhyun itu aku? Kau juga pasti akan bosan denganku. Karena kau hanya menggunakan logikamu, kau tidak mencintai dengan hatimu," ucap Kyungsoo ketus

"Kyung! Aku...masih mencintaimu" jawab Chanyeol

Kyungsoo tidak terkejut, ia sudah tahu akan begini.

"Tidak, kamu tidak boleh mencintaiku Chanyeol-ah, cobalah mencintai dengan hatimu, dan kau akan menemukan Cinta Baekhyun untukmu, aku sudah tidak bisa lagi mencintaimu," jawab Kyungsoo, Chanyeol menatap mata Kyungsoo dalam.

"kau benar-benar sudah tidak mencintaiku?" tanya Chanyeol,

Kyungsoo menatap balik mata Chanyeol. Ia tahu ini adalah kesempatan terakhirnya untuk memilih. Kyungsoo memantapkan hatinya lagi, memutuskan siapa yang ingin ia pertahankan.

"Aku... aku... aku tidak mencintaimu Chanyeol-ah... aku mencintai Jongin, maafkan aku," jawab Kyungsoo lagi

Mereka terdiam, hanya saling bertatapan, berusaha meyakinkan perasaan mereka masing-masing, sampai tak lama sebuah seruan menyadarkan mereka.

"Kyungsoo!" panggil suara itu,

Kyungsoo dan Chanyeol menoleh bersamaan, mereka melihat Sehun berlari ke arah.

Mata Sehun seperti hampir menangis, dengan panik Kyungsoo menghampirinya.

"Ada apa Sehun-ah?" tanya Kyungsoo lag

"Jongin... Jongin... dia... pingsan, dia ada di rumah sakit sekarang!" jawab Sehun,

Jongin! Sekarang hanya nama itu yang memenuhi kepala Kyungsoo. Ia ingat wajah Jongin pagi ini sangatt memucat. Atau lebih tepatnya semakin memucat.

"Sebenarnya apa yang terjadi Sehun-ah?" tanya Kyungsoo lagi

"Lemah sekali kekasihmu itu, Kyung. Hanya pingsan saja masuk rumah sakit," sela Chanyeol, Sehun menatap Chanyeol geram, ia menarik kerah Chanyeol dan hampir saja menghajarnya kalau saja Kyungsoo tidak melerai. Luhan langsung berlari ke arah mereka ketika melihat Sehun hampir saja bertengkar dengan Chanyeol.

"Sehun! Sudahlah! Dia tidak tahu apa-apa tentang Jongin, biarkan saja," ucap Luhan,

Kyungsoo semakin bingung.

"Sebenarnya ada apa? Kenapa hanya pingsan saja, Jongin sampai dibawa ke rumah sakit?" tanya Kyungsoo lagi. Luhan menatap ke arah Sehun meminta persetujuan.

"Sebenarnya Jongin... mengidap kanker otak stadium akhir, Kyungsoo-ya," ucap Sehun.

Deg

Deg

Dada Kyungsoo sesak, ia lupa caranya bernapas. Kanker otak? Kenapa Jongin tidak pernah memberitahunya.

"ia hanya punya waktu dua minggu, dimulai dari hari ia menantangmu," jelas Sehun lagi,

"Aku sudah melarangnya, aku sudah memintanya untuk ikut terapi, tapi dia tidak mendengarkanku," ucap Sehun lagi sambil terisak, ia merasa gagal sebagai seorang sahabat.

Kyungsoo tidak mendengar apa-apa lagi. Ia menarik Sehun, memaksanya untuk membawanya ke rumah sakit.

OoooooooooooooooO

Kyungsoo menatap wajah pucat itu datar. Ia menyentuh pipi tirus itu. Tanpa ia sadari Jongin terlihat sangat kurus dan pucat. Jongin masih belum sadarkan diri dan kondisinya semakin menurun. Dokter bilang kondisinya sempat naik kemarin dan Jongin memohon agar ia dapat mengikuti lomba dance terakhir bersama Sehun, maka itu dokternya mengijinkan. Tidak ada yang tahu keadaan Jongin selain Sehun, Luhan dan keluarganya .

"Jongin-ah," Kyungsoo memanggil Jongin pelan, berharap ia bangun dan memeluk Kyungsoo seperti kemarin. Sudah hampir satu hari penuh Jongin tidak sadarkan diri.

"Jonginie," Kyungsoo memanggilnya lagi lebih lembut, lama-lama panggilan itu berubah menjadi isakan. Hati es Kyungsoo mencair, kluar menjadi airmata. Airmata yang ia berikan untuk Jongin. Ia tidak ingin Jongin pergi, mengapa penyesalan selalu datang terlambat. Ia ingin sekali mendekap Jongin saat ini. Memintanya untuk tetap berada di sisinya.

Kyungsoo menggenggam tangan Jongin erat, berusaha untuk tidak menyakitinya. Kyungsoo menangis dalam diam, berharap Jongin bisa merasakan kehadirannya.

"kyung... soo..."

Kyungsoo mendongak, memegang pipi pucat it lembut

"Aku disini, Jongin-ah, aku disini," jawab Kyungsoo

Jongin tersenyum tipis, ia menyentuh pipi putih Kyungsoo lembut. Kyungsoo memegangi tangan Jongin yang menyentuh pipinya, lalu menutup matanya, merasakan sentuhan lembut Jongin.

"Kyungsoo... jangan menangis," ucap Jongin pelan, Kyungsoo membuka matanya, mengangguk, lalu menghapus airmata yang masih membekas di pipinya.

"kita masih punya satu hari... aku masih punya hadiah untukmu," ucap Jongin lagi,

Kyungsoo mengangguk lagi menurut. Jongin mendudukkan dirinya, dan Kyungsoo membantunya.

Jongin meminta Kyungsoo untuk memanggil Sehun.

"Sehun-ah, aku ingin keluar," ucap Jongin begitu Sehun masuk ke kamar rawatnya,

Kyungsoo menatap Jongin, hendak menahannya.

"Aku mohon Sehun-ah, ini permintaan terakhirku," ucap Jongin lagi,

Sehun hanya menatap ke arah Jongin lama, lalu berjalan ke Jongin dan memeluk sahabatnya itu lama.

"Kau ini apa-apaan sih Sehun, aku tidak apa-apa kok," ucap Kai sambil tersenyum, tapi wajahnya terlihat pucat sekali. Sehun pun mengangguk. Ia keluar dari ruangan barangkali bicara dengan dokter yang merawat Jongin.

"Jongin, aku..."

"Ssst..." ucap Jongin sambil menutup mulut Kyungsoo dengan jari telunjuknya, lalu tersenyum. Kyungsoo pun akhirnya diam dan menurut.

OooooooooooooooooO

Kyungsoo menoleh ke arah Jongin. Jongin tersenyum. Tampan sekali. Kenapa Kyungsoo baru sadar sekarang. Merasa diperhatikan Jongin menoleh ke arah Kyungsoo, lalu tersenyum. Kyungsoo membalas senyuman Jongin. Mereka berjalan di jalan setapak, entah kenapa hari ini sangat cerah. Langit seakan mengikuti suasana hati Jongin yang sedang begitu bahagia sekarang. Jongin mengeratkan genggaman tangannya dan Kyungsoo. Ia menggandeng Kyungsoo sampai ke sebuah taman kecil. Mereka duduk disitu, Jongin meminta Kyungsoo untuk menutup matanya, Kyungsoo pun menurut.

"apa ini?" Kyungsoo sontak membuka matanya ketika dirasanya sebuah benda melingkar di lehernya. Ia menatap Jongin yang tersenyum.

"Itu hadiah terakhir darimu, menandakan bahwa kau percaya cinta itu ada, kau percaya kan sekarang?" tanya Jongin lagi,

Kyungsoo memandang kedua bola mata Jongin lalu mengangguk.

"Gomawo Jongin-ah, saranghae... " ucap Kyungsoo,

Jongin tersenyum menatap Kyungsoo.

"Na do... saranghae," lalu mencium bibir Kyungsoo lembut, mereka berciuman lembut, hanya kecupan manis, merasakan cinta satu sama lain. Jongin melepaskan tautan bibir mereka lalu memandang Kyungsoo.

"Maafkan aku Kyungsoo-ya, aku yang terlah mencairkan hatimu, dan aku tak mau ia membeku lagi. Maaf aku tak bisa lebih lama menunggu dan menjagamu. Maaf," ucap Jongin,

Kyungsoo mengangguk berusaha menahan kesedihannya. Ia tidak ingin Jongin melihat airmatanya.

"kyung..." panggil Jongin,

"Hm..."

"aku lelah Kyung..."

"Tidurlah," jawab Kyungsoo dengan berat hati, ia tahu, Jongin bisa saja tidur tanpa pernah terbangun lagi.

Jongin meletakkan kepalanya di atas paha Kyungsoo, lalu memandang Kyungsoo yang sedang membelai rambutnya.

"kyung..." panggilnya lagi

"Hm..."

"Saranghae... Gomawo... Mianhae..." ucapnya

"Nado saranghae, Kim Jongin..." jawab Kyungsoo,

"Kyung..."

"Hm..."

"bolehkah aku minta kau bernyanyi?" pinta Jongin

Kyungsoo mengangguk

Lalu mulai bernyanyi sambil membelai rambut Jongin lembut

Smile brightly, don't worry about me
I'm smiling like this right now
I won't be able to forget,
I'll be the only one who remembers us
I won't forget you
so you can smile

Smile brightly, I'm just thankful
Because I have memories with you
I can hide them and take
them out when I'm alone
It will strengthen me
when I miss you

Only with my heart,
I steal you
Only with my heart,
I will hug you
That's enough for me so
don't hurt because of me
Just locking eyes with you
makes me shed tears

When time passes and our love
grows There will be times when
I resent you so it's a relief Because
I will remember you being
affectionate and the days when you
hugged me So it's good

Only with my heart,
I steal you
Only with my heart,
I will hug you
That's enough for me so
don't hurt because of me
Just locking eyes with you
makes me shed tears

If we run into each other
like fate, please pass me
by like you don't know me
Even though my heart will
cry like it has
been torn into two
So I can see you for a short
moment while you pass by

Only with my heart,
I will want you
Only with my heart,
I will kiss you
Don't be sorry,
this is my life
Whether you love me or
feel sorry, I feel the same way

Only with My Heart-Lena Park

Jongin tersenyum, menatap mata Kyungsoo yang mulai berkaca sekali lagi. Tak lama ia pun menutup matanya. Tertidur, dan tidak pernah terbangun lagi.

OooooooooooooooooooooooooooooooO

Beberapa tahun kemudian...

"KYUNGSOOOOOOO!"

Namja mungil yang dipanggil Kyungsoo itu menoleh lalu tersenyum memandang sahabatnya. Baekhyun memeluk namja mungil itu erat, melepaskan rindunya.

"Sudahlah Baek, kita baru tidak bertemu dua bulan," ucap Kyungsoo datar

"Kau benar-benar tidak merindukanku ya!" kesal Baekhyun,

"kau ini," balas Kyungsoo sambil terkekeh,

"Annyeong, Kyungsoo-ya," sapa seorang namja tinggi yang menarik koper mengikuti Baekhyun dari belakang.

"Annyeong Chanyeol-ah!" sapanya balik.

"Jadi... bagaimana bulan madu kalian?" tanya Kyungsoo memecah keheningan setelah mereka masuk ke mobil.

Chanyeol tersenyum kecil, dibalas 'Ohhh' mengerti dari Kyungsoo. Baekhyun memandang kedua namja itu bergantian.

"AH! Sudahlah jangan dibahas, aku mau pulang!" kesal Baekhyun lalu membuat tawa kedua namja itu pecah.

Ya benar...

Chanyeol berusaha mencintai dengan hatinya, ia menemukan cinta Baekhyun. Mereka menikah setelah keduanya menyelesaikan studinya.

OoooooooooooooooooooooooooO

"Biar aku saja yang ambil pesanannya," ucap Kyungsoo

Sehun dan Luhan mengangguk. Hari ini Sehun dan Luhan pulang dari Cina, setelah Sehun melamar Luhan ke Cina. Mereka akhirnya menikah juga. Mereka meminta Kyungsoo untuk membantu mengurus acara pernikahan mereka.

Kyungsoo sendiri sekarang sudah punya Event Organizer yang cukup terkenal di Korea. Tapi... ia masih belum menautkan hatinya pada siapapun.

"Terimakasih," jawab Kyungsoo pada pelayang yang memberikan pesanannya. Karena tidak hati-hati, Kyungsoo menabrak orang di belakangnya dan hampir saja terjatuh. Tapi dengan cepat sepasang tangan kekar menangkap tubuh Kyungsoo.

Kyungsoo yang kaget buru-buru membalik untuk meminta maaf. Tapi keterkejutannya ternyata tidak sampai disitu.

"Kau!" kaget Kyungsoo,

Namja itu membantu Kyungsoo berdiri tegak lalu pergi begitu saja, meninggalkan Kyungsoo yang masih terpaku di tempatnya.

"Kyung..." yang dipanggil tidak bergeming,

"Kyungsoo!" serunya lebih keras,

"ne?" Kyungsoo tersadar dari lamunannya,

"Kau ini kenapa? sini biar kubantu," ucap Luhan lagi,

"Eoh..." jawab Kyungsoo masih tidak percaya dengan penglihatannya, ia tidak mungkin salah mengenalinya.

"Kyungsoo... kau kenapa? seperti habis melihat hantu saja," ujar Sehun lalu menyeruput bubble tea nya,

"Sehun, pelan-pelan nanti kau tersedak," ucap Luhan,

Kyungsoo hanya mengangguk-angguk menjawab pernyataan Sehun tanpa ekspresi

"Huk huk.." sehun terbatuk tersedak bubble teanya,

"Tuh, kan sudah kubilang pelan-pelan," ucap Luhan lalu mengambil tissue dan membersihkan baju Sehun yang terkena minuman,

"Bukan, itu... Kyungsoo melihat hantu katanya," ucap Sehun lalu menunjuk ke arah Kyungsoo,

"Kyungsoo, kau benar-benar melihat hantu?" tanya Luhan balik

"Sepertinya begitu... atau aku salah lihat," jawab Kyungsoo lalu menatap Sehun dan Luhan bergantian,

"Mungkin saja, memangnya kau melihat apa?" tanya Sehun lalu menyeruput bubble teanya lagi,

"Jongin!"

"Uhuk uhuk!" Sehun tersedak lagi.

OoooooooooooooooooooooooooooooooO

Kyungsoo mondar mandir di ruangannya. kakinya tidak bisa diam begitu pula hatinya.

ia sangat yakin itu Jongin, tapi tidak mungkin Jongin hidup kembali.

Kyungsoo menggeleng-gelengkan kepalanya berkali-kali sampai seseorang menyentuh pundaknya.

"Eoh! Tao-ya, kau mengagetkanku saja," kaget Kyungsoo sambil mengelus-ngelus dadanya,

"Kau saja yang melamun terus, aku sudah mengetuk pintu berkali-kali," jawabnya kesal,

"Oyah? Mian kalau begitu, memangnya ada apa?" tanya Kyungsoo

"itu, ada yang mau bergabung dengan kita, ia seorang dancer, kurasa kau bisa bicara dengannya dulu," jelas Tao,

Kyungsoo mengangguk mengerti, lalu berjalan ke arah mejanya mengambil beberapa berkas. sambil masih berkonsentrasi pada berkas-berkasnya, Kyungsoo mendengar suara pintu terbuka,

"Silahkan masuk," Kyungsoo bisa mendengar suara Tao yang mempersilahkan masuk dan suara pintu ditutup,

"Annyeonghaseyo,"

Kegiatan Kyungsoo terhenti, ia mendongak ke arah asal suara. saat itu juga Kyungsoo terpaku di tempatnya, ia hanya menatap namja di hadapannya dengan tatapan tidak percaya.

Namja itu memandang Kyungsoo bingung,

"Annyeonghaseyo..." namja itu menyapa Kyungsoo sekali lagi, tapi Kyungsoo masih dalam posisi yang sama,

Bingung dengan tingkah laku Kyungsoo akhirnya namja itu memutuskan untuk memperkenalkan diri,

"Annyeonghaseyo... Kai imnida..."

OoooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooO

Completed! Finally!

Cerita ini sudah berubah dua kali...

ga semuanya cerita asli... cuman cerita aslinya sedikit saya rubah... cowoknya ga mati kok, sekarang masih ada di samping saya...

another happy ending for Kaisoo

Reviewnya ternyata ga sampe 10 T.T

saya harap Reviewnya bisa lebih banyak dibanding chapter sebelumnya, di chapter ini...

kalau iyahhh saya mungkin aja kasih bonussss wkakakakka

Ngegantung yah... Mian *bow*

Senengnya ngasih cerita ngegantung aja wkaakakka

Read and Review Plisss

Enjoy the story! .

Reply for your review

Noname

Ternyata baru kusadari~ memang jarang sih Kai yang galau... kali ini saya bikin Kyungsoo yang memilih wkakaka
Read n Review! Enjoy the story yaaa

Sayhund

Hahahhaha... sebenernya cinta yang mengalah, Kyungsoo mengalah demi sahabatnya
Read n Review! Enjoy the story yaaaa

Kaisooship

Aku merasa melihat nama kamu terusssssss... Gomawo *bow*
AKu juga terharu *lirik Jongin*
Read n Review ! Enjoy the story yaaaa

yoow ara

Iya nih... tapi gapapa... karena mereka Kyung menyadari keberadaan Jongin hehehehheehe
Semoga makin suka sama Kaisoo moment di chap ini yaaaaRead n Review ! Enjoy the story yaaaaa

Luhaan Gege

Ya... begitulaaaaaaa... udah baca kan... konfliknya emang rada ribet, saya aja bingung -.-
Read n Review ! Enjoy the story!

uffiejung

Ya... Jongin sebenernya udah feeling gitu deh.. untung Jongin sabar abis wkakakkaRead n Review ! Enjoy the story yaaa!

Sekali lagi

Don't forget to read n review yaaaaa...

Review kalian sangat berarti buat sayaaaa...

Gomawo *bow*