Pairing : KaiSoo/KaiDo

Genre : Gatau nanti tentuin sendiri aja ._.

Rate : T

Main Cast : Kai dan Kyungsoo

Tapi seiring berjalannya FF ini, pemain lain bakalan banyak berkeliaran~~

WARNING! Newbie, GS Typo. Kalo gaksuka disarankan klik CLOSE segera :)

.

.

.

Because You're Just For Me

by : Ernas

.

.

GREEEBB!

Tiba-tiba saja namja ini menarikku dan membiarkan aku menangis dalam peluknya. Aku tak berusaha melepaskan. Karena jujur, aku butuh sebuah pelukan sekarang. Ku eratkan pelukanku. Ku gigit bibir bagian bawahku agar aku tak terisak lebih kencang lagi.

"Jangan gigit bibirmu. Nanti bibir kecil itu akan terluka" tuturnya lembut.

Dengan cepat ku lepaskan pelukanku. Aku berlari secepat mungkin. Berusaha tak menangis lagi. Ku hapus kasar airmataku. Dari kejauhan ku dengar ia berteriak.

"Hey! Kita belum berkenalan! Siapa namamu?! Aku hanya bercanda atas pernyataanku tadi! Hey! Kembalilah! Hey!"


[Chapter 3]

"Ah! Apa yang kau tunggu kkamjong?! Palli! Kajja masuk! Gadis-gadis sudah menunngu kedatanganmu! " Sehun -dengan lidahnya yang setengah- mencoba menceramahiku.

"Tunggu Sehun. Lihat yeoja itu. Kau ingat? Yeoja yang kita kerjai saat pernikahan hyung minggu lalu. Sedang apa dia di halte usang itu lagi?"

"Ah apa peduliku dengan yeoja pendek itu? Yang aku pedulikan sekarang kapan kau masuk dan menemani ku untuk meniduri wanita atau sekedar meminum wine. Ayolah." Rengek bocah albino itu.

Aku tak peduli rengekan itu. Yang aku pedulikan sekarang apa yang yeoja itu lakukan di halte usang itu lagi? Aku memang sedang di club. Tapi baru sampai depan, aku melihat sosoknya lagi. Club ini memang dekat dengan halte usang yang minggu lalu menjadi saksi bisu saat aku mengerjainya dan terlihat seperti namja brengsek.

Apa yang kau lakukan? Apa kau sedang bersedih lagi. Sungguh.. aku datang ke club ini untuk menenangkan fikiranku dari bayanganmu. Tapi kenapa kau muncul lagi disaat seperti ini? Siapa yang membuat bersedih? Tuhan.. bahkan aku belum mengenalmu. Aku tak tahu siapa namamu. Tapi mengapa rasa khawatirku sangat kuat terhadapmu. Jangan menangis. Jeball….

*Jongin pov end*.

*Kyungsoo pov*

Aku berada di halte ini lagi. Hahahaha ternyata aku cukup pengecut untuk menepati janjiku sendiri tak datang ke tempat ini lagi. Aku rasa aku adalah makhluk yang paling bodoh dari semua makhluk yang ada didunia ini. Ah biarlah! Aku merindukan giant ku. Aku benar-benar merindu-

"Hai.."

Kannya.
Seseorang menyapaku? Apakah itu Chanyeol? Sial! Jantungku rasanya ingin copot sekarang. Aku benar-benar tidak tahu siapa yg menyapaku. Hanya aku dan Chanyeol yang mengetahui tempat ini.
Ah tidak ada satu orang lagi…

"Masih ingat dengan ku?"

Tanya seseorang -yang menyapaku- dan aku mengutuk jantungku yang tiba-tiba saja berhenti saat melihat dirinya (lagi).

"Apa yang sedang kau lakukan? Ini sudah larut malam."

"…."

"Hei! Gwenchana?"

"…."

"Apa aku mengganggu mu? Apa kau masih marah dengan ku karena sikap jailku pada malam itu? Aish! Jawablah! Jangan membuat ku jauh lebih putus asa lagi karena mu! Berhentilah menangis, pabbo! Aku benci melihat kristal itu jatuh dari mata indahmu! Ku mohon, berhenti melakukan ini. Ini sangat menyiksa ku. Jeball…"

DEG!

Apa katanya tadi? Apa aku tak salah dengar?

"Apa yang kau katakan tadi? Apa maksudmu? Apa maksud putus asa mu? Siapa yang menyiksamu?" Tanyaku perlahan. Takut-takut aku salah mendengar.

"Haruskah aku ulangi semuanya?"

"…"

"Guerae. Aku tidak suka melihatmu menangis. Aku tidak suka melihat kau sendirian dan terpuruk seperti ini. Aku tidak suka kau mengacuhkanku. Aku tidak suka kau terus berada difikiranku dan membuat aku tidak bisa melupakanmu. Aku tidak suka kau selalu merusak ketenanganku karena bayanganmu yang sedang menangis selalu berada dibenakku. Aku tidak—"

GREBBB

Tanpa aba-aba aku langsung memeluknya. Entah apa yang terjadi dengan diriku. Aku ingin memeluknya. Memeluk namja tan ini selalu membuatku tenang.
Kurasakan tangan kekarnya sudah melingkar ditubuhku. Membuat diriku jauh lebih hangat. Aku suka dekapannya. Ini seperti dekapan Chanyeol. Hanya saja lebih hangat dan nyaman.

"Sudah ku bilang jangan menangis." Tuturnya lembut.

Ku gigit bibir bagian bawahku agar tidak menghasilkan isakan (lagi). Aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan. Aku senang namja tan ini berada disisiku. Memberi diriku kehangatan dan kenyamanan setelah bertahun-tahun aku lupa akan hal itu. Tapi aku juga benci dengan dirinya. Namja tan ini benar-benar hanya mengingatkanku tentang Chanyeol. Wangi parfumnya yang sama, stylenya, rentetan gigi putihnya, cara bicaranya, semuanya. Bahkan namja tan ini adalah orang kedua yang aku akui pelukannya memberikanku kehangatan dan kenyaman selain pelukan Chanyeol.

CHU~

Ku bulatkan mataku yang memang pada dasarnya sudah bulat. Kurasakan sebuah benda kenyal berada dibibirku. Melumat bibir bawahku lembut. Aku hanya diam ditempatku. Bingung harus melakukan apa. Aku… menyukai ciumannya. Ini manis.

"Maaf lancang menciummu. Aku sudah pernah bilangkan jangan menggigit bibir mu? Nanti bibir itu terluka. Daripada harus bibirmu yang terluka, lebih baik bibir ku yang terluka. Atau kau mau menggigit tanganku?

"…"

"Aish. Kau sudah tau kalau aku tidak suka kau acuhkan bukan? Hahhhh. Guerae. Aku pergi. Annyeong."

"Kai…" Kataku saat namja tan itu melangkahkan kaki pertamanya untuk meninggalkanku.

Tidak ada jawaban. Kai hanya diam ditempatnya tanpa menoleh kearahku sedikitpun.

Ku tarik nafasku dalam-dalam. Berusaha mengeluarkan kata-kata yang sedang tersangkut ditenggorokanku.

"Gomapta." Kataku. Hei! Bukan itu yang ingin ku sampaikan!

Lagi. Dia melangkahan langkah keduanya untuk benar-benar meninggalkanku.

"Kai!" Kataku.

Dan lagi. Dia hanya diam ditempat saat aku memanggilnya lagi. Dan lagi. Dia tidak menoleh kearahku sedikitpun.

"Jangan.." Kataku. Aish! Ada apa ini. Aku tidak pernah segugup ini saat harus bicara dengan seseorang. Bahkan dengan Chanyeol pun tidak pernah.

Tapi lihat! Karena ucapanku yang gugup itu, Kai menoleh kearahku.
Kurutuk semua tubuhku yang tiba-tiba saja membeku dan tidak bisa bergerak sama sekali saat aku melihat dia berbalik dan menatap manik mataku tajam.

"Mwo? Apanya yang jangan?" Tanyanya.

"Jangan pergi. Jangan tinggalkan aku sendiri. Jangan biarkan aku menangis lagi. Kumohon. Jangan." Kataku.

Tanpa aku sadari airmataku sudah terjun bebas dipipiku. Aku benar-benar takut kehilangan sosoknya.
Aku tidak ingin ditinggalkan olehnya. Aku tidak ingin menangis lagi. Dan hanya Kai lah yang benci melihatku menangis. Dan aku percaya, Kai akan melakukan apapun agar aku tidak menangis lagi. Bukankah tadi dia bilang dia benci melihatku menangis?

*Kyungsoo pov end*

*Jongin pov*

" Jangan pergi. Jangan tinggalkan aku sendiri. Jangan biarkan aku menangis lagi. Kumohon. Jangan." Katanya.

Kulihat cara bicaranya yang sangat gugup. Dan oh Tuhan.. dia menangis lagi.

"Kau bukan termasuk orang bodoh bukan? Jadi kau mengerti apa kata-kata ku tadi hmm? Aku bilang aku benci melihat kristal itu keluar dari matamu! Jadi berhentilah menangis! "

"Hiks.. hiks.. hiks…"

Eh? Apa kata-kataku tadi salah? Mengapa dia malah semakin terisak. Oh Tuhan.. hentikan semua ini. Jeball.

"Mian, aku tidak bermaksud membentakmu." Kataku sambil mengelus kedua pipinya yang sudah penuh airmatanya.

"Kau mau memaafkanku?" Lanjutku.

Jarak diantara kami semakin dekat. Ku dekatkan wajahku ke wajahnya yang sangat cantik.
Ku perhatikan hasil karya cipataan Tuhan yang sangat sempurna ini. Alis matanya yang tebal, matanya yang bulat sempurna, hidungnya yang lucu, pipinya yang chubby, dan bibirnya yang membuatku benar-benar terus ingin menciumnya.
Kulihat ia sudah mulai menutup matanya. Haahh. Dia paham apa maksudku.

"Aniya. Bukalah matamu." Kataku lagi.

Tidak! Aku tidak ingin menciumnya. Aku takut aku lepas kendali dan malah membuat dia semakin frustasi.

Dia menatap manik mataku tajam. Seolah-olah dia benar-benar tidak ingin aku tinggalkan.

"Bagaimana caranya agar aku tidak meninggalkanmu saat aku sama sekali tidak mengenalmu?" Tanyaku. Singkat namun aku yakin cukup membuat dia terperangkap dalam pertanyaanku.

Tidak ada jawaban.

"Haaaahhhh." Ku tarik nafasku kasar sambil mengacak-ngacak rambutku. Dia benar-benar membuatku frustasi.

"Apa ada alasan untukku agar aku tidak meninggalkanmu saat kau selalu saja melakukan hal yang selalu ku benci?"

Masih tak ada jawaban.

"AAAAHHHH!" Teriakku menadakan keputus asaanku.

"Guerae. Kau masih tetap seperti ini. Aku pergi dulu. Hhhh~~ membuang waktuku saja." Kataku sambil membalikkan tubuhku. Sungguh aku benar-benar ingin ke club sekarang. Aku tak perduli. Aku tidak akan menoleh lagi meskipun yeoja ini memanngil namaku sampai ratusan kali.

"Do Kyungsoo. Nama ku Do Kyungsoo. Kau bisa panggil aku Kyungsoo. Alasan agar kau tetap disini dan tidak meninggalkanku? Karena kau bilang kau benci melihat aku menangis. Dan aku benci untuk terus menerus menangis. Kau tahu? Aku suka pelukanmu. Pelukanmu hangat. Mirip dengan seseorang yang telah meninggalkanku beberapa tahun silam. Dan kau tahu alasan aku selalu menangis dan mendatangi halte usang ini? Karena aku merindukannya. Tapi, saat kau datang dan merusak semua kenangan yang ada dihalte ini, sekarang yang aku inginkan hanyalah melupakan orang itu. Jadi alasan kau untuk tetap disisiku adalah agar kau bisa membuatku berhenti menangis lagi.. hiks.. jeball.. hiks.. aku hanya yakin kau bisa membantuku.. hiks.."

DEG!

Aish jantung sialan! Kenapa harus berdegub sangat kencang seperti ini? Dan hey! Kenapa semua tubuhku kaku? Ada apa denganku?! Aku tidak pernah merasakan ini sebelumnya? Apa aku terkena penyakit jantung?!

*Jongin pov end*

*Kyungsoo pov*

"Do Kyungsoo. Nama ku Do Kyungsoo. Kau bisa panggil aku Kyungsoo. Alasan agar kau tetap disini dan tidak meninggalkanku? Karena kau bilang kau benci melihat aku menangis. Dan aku benci untuk terus menerus menangis. Kau tahu? Aku suka pelukanmu. Pelukanmu hangat. Mirip dengan seseorang yang telah meninggalkanku beberapa tahun silam. Dan kau tahu alasan aku selalu menangis dan mendatangi halte usang ini? Karena aku merindukannya. Tapi, saat kau datang dan merusak semua kenangan yang ada dihalte ini, sekarang yang aku inginkan hanyalah melupakan orang itu. Jadi alasan kau untuk tetap disisiku adalah agar kau bisa membuatku berhenti menangis lagi.. hiks.. jeball.. hiks.. aku hanya yakin kau bisa membantuku.. hiks.."

Entahlah. Semuanya keluar begitu saja saat aku melihat dia akan meninggalkanku lagi.
Ku hapus airmataku kasar. Tidak! Aku tidak ingin menangis lagi! Kai tidak suka melihat ku menangis lagi! Tidak akan!

"Jongin. Panggil aku Jongin. Aku tidak suka dipanggil Kai. Geurae. Tarrawa. Palli." Katanya memberikan tangannya. Mengajakku mengikutinya.

"Ke-ke-kemana?" Kataku. Sial aku masih gugup sehabis menangis tadi. Entah sudah berapa kali aku menangis malam ini. Hhh~~ aku benar-benar yeoja yang lemah.

"Kesana." Katanya sambil menunjuk satu mobil yang aku yakin itu adalah mobilnya.

"Kita pulang. Aku akan mengantarmu pulang. Kau lelah bukan semalaman ini hanya menangis? Kau butuh istirahat." Lanjutnya.

Haruskah aku bersyukur karena telah bertemu dengannya?

.

.

.

.

TBC


HAAAAAAAAAAI!

Huaa akhirnya bisa ngepost ini juga..~~ maaf yah aku gabisa fast update :(

semua tugas-tugas dan ujian ku mengganggu untuk fast update dan juga laptop tiba-tiba aja ngambek dan gabisa dipake sama sekali.

dan sepertinya juga buat chapter depan aku gabisa fast update lagi. :(*aku curhat*

well makasih buat yang udah review^^ *ciumin kalian sampe mampus*

younlaycious88 : HAAII ^^ makasih yah atas complimentnyaa. maaf aku gabisa fast update :(

HitsuKiro16 : HAAII! ^^ makasih atas review dan koreksinyaa ^^ aku lupa banget buat ngoreksi -_- maaf yah gabisa fast update :(

Review again? :)