Pairing : KaiSoo/KaiDo
Genre : Gatau nanti tentuin sendiri aja ._.
Rate : T
Main Cast : Kai dan Kyungsoo
Tapi seiring berjalannya FF ini, pemain lain bakalan banyak berkeliaran~~
WARNING! Newbie, GS Typo. Kalo gaksuka disarankan klik CLOSE segera :)
.
.
.
Because You're Just For Me
by : Ernas
.
.
.
*Kyungsoo pov*
"Do Kyungsoo. Nama ku Do Kyungsoo. Kau bisa panggil aku Kyungsoo. Alasan agar kau tetap disini dan tidak meninggalkanku? Karena kau bilang kau benci melihat aku menangis. Dan aku benci untuk terus menerus menangis. Kau tahu? Aku suka pelukanmu. Pelukanmu hangat. Mirip dengan seseorang yang telah meninggalkanku beberapa tahun silam. Dan kau tahu alasan aku selalu menangis dan mendatangi halte usang ini? Karena aku merindukannya. Tapi, saat kau datang dan merusak semua kenangan yang ada dihalte ini, sekarang yang aku inginkan hanyalah melupakan orang itu. Jadi alasan kau untuk tetap disisiku adalah agar kau bisa membuatku berhenti menangis lagi.. hiks.. jeball.. hiks.. aku hanya yakin kau bisa membantuku.. hiks.."
Entahlah. Semuanya keluar begitu saja saat aku melihat dia akan meninggalkanku lagi.
Ku hapus airmataku kasar. Tidak! Aku tidak ingin menangis lagi! Kai tidak suka melihat ku menangis lagi! Tidak akan!
"Jongin. Panggil aku Jongin. Aku tidak suka dipanggil Kai. Geurae. Tarrawa. Palli." Katanya memberikan tangannya. Mengajakku mengikutinya.
"Ke-ke-kemana?" Kataku. Sial aku masih gugup sehabis menangis tadi. Entah sudah berapa kali aku menangis malam ini. Hhh~~ aku benar-benar yeoja yang lemah.
"Kesana." Katanya sambil menunjuk satu mobil yang aku yakin itu adalah mobilnya.
"Kita pulang. Aku akan mengantarmu pulang. Kau lelah bukan semalaman ini hanya menangis? Kau butuh istirahat." Lanjutnya.
Haruskah aku bersyukur karena telah bertemu dengannya?
[Chapter 4]
"Aish lama sekali kau Kkamjong! Darimana saja kau?! Kajja masuk! Aku benar-benar muak dan butuh hiburan sekarang!" Kata seseorang yang aku sendiri tidak tahu siapa namanya.
Dan tunggu! Ini… club malam.
Iya, aku memilih mengikuti Kai dengan alasan. Pertama, agar aku tidak pulang sendirian. Kedua, agar dia… tetap bersamaku. Sekarang aku dan Kai berada tepat didepan sebuah club dimana ada seorang namja tinggi dan cara bicaranya yang cadel yang aku yakin ini adalah teman Kai.
Aku tidak mengerti maksud perkataan namja tinggi itu. Siapa kkamjong? Dan apa maksudnya muak dan hiburan? Haruskah dia mencari kesenangan dalam sebuah club malam? Aishhh! Otakku benar-benar memikirkan banyak pertanyaan sekarang.
Kulihat Kai hanya diam ditempatnya sambil sesekali menoleh kebelakang tepatnya ke arah diriku. Hhhh~ ntahlah aku tidak mengerti. Aku hanya ingin pulang sekarang.
"Sehunnie mian. Aku tidak bisa ikut denganmu masuk dan mengantarmu pulang. Yeoja ini lebih membutuhkan diriku sekarang. Ini… gunakanlah untuk bersenang-senang dan pulang." Kata Kai sambil memberikan namja tinggi itu beberapa lembar uang.
Semudah itukah dia mengeluarkan uang?
Perjalanan kami -aku dan Kai- terasa sangat canggung. Tidak ada yang berani memulai percakapan terlebih dahulu. Baiklah. Aku yang akan menanyakan apa yang ingin aku tanyakan saat di depan club tadi.
"Hei."
"Hei."
Eh? Kami biacara secara bersamaan?
"Baiklah kau duluan "
Lagi? Kami bicara secara bersamaan lagi?
Aku menatap manik matanya lekat. Seolah memberi pertanyaan 'siapa yang akan memulai duluan?' Aku harap dia mengerti maksudku.
"Ladies first."
Syukurlah dia mengerti maksudku.
"Kau sering pergi ketempat itu? Kau suka club malam? Kau suka dengan sentuhan perempuan-perempuan jalang seperti mereka? Apa yang kau cari? Kebahagiaan? Kepuasan? Kesenangan? Dan—"
"Tak bisakah kau menanyakan semua itu satu per satu?"
Aku menunduk. Baiklah aku salah sekarang. Menyerbu dirinya banyak pertanyaan saat dia sedang menyetir.
"Jawablah." Kataku menandakan berakhirnya pertanyaanku.
"Guerae. Hhhhhhhhh~~" Katanya dan diakhiri sebuah pembuangan nafas yang panjang.
"Apakah sesulit itu? Jika kau merasa keberatan menceritakan alasanmu kepadaku, kau bisa tidak menjawabnya. Maaf lancang menanyakan hal pribadimu seperti ini."
"Tidak. Hanya saja aku benci dengan semua ini." Jawabnya.
Kai memutuskan memberhentikan mobilnya dipinggir warung kecil.
Apa yang akan kau lakukan?hhh~~
"Turun. Dibelakang warung kecil ini ada ayunan yang selalu ku singgahi. Jika kau selalu menyinggahi halte usang itu, maka aku selalu menyinggahi tempat ini. Kajja." Katanya sambil membuka seatbelt nya.
Aku hanya mengikuti semua kemauannya. Eh ralat, perintahnya. Ku lepaskan seatbelt ku, lalu membuka knop mobil dan keluar.
Tidak terlalu banyak orang yang ada didalam warung kecil ini. Mungkin karena sudah larut malam. Jadi orang-orang lebih memilih tidur daripada harus keluyuran seperti yang aku dan Kai lakukan sekarang.
Aku mengkuti jejak langkah namja tan ini persis dibelakangnya. Menuju sebuah taman kecil dan… ini sangat indah.
Taman ini tidak terlalu besar. Ukurannya mungkin sama dengan luas kamarku. Hanya ada dua lampu taman di pojoknya dan satu ayunan tua di tengah. Disebelahnya terdapat meja kecil dan sebuah vas bunga.
Taman ini diberi pagar dan gembok. Jadi hanya orang-orang tertentu bisa datang kesini. Kai mempunyai kunci gembok itu. How lucky he is. Pagar taman ini tidak terlalu tinggi tapi tidak juga terlalu rendah.
Pagar taman dihiasi bunga-bunga yang membuat taman ini semakin terlihat indah. Taman ini tidak ada dinding penyekat sedikitpun. Kau hanya butuh berjalan beberapa langkah dari warung kecil dan sampailah ke taman ini.
"Masuklah, duduk diayunan itu. Aku ingin memesan minuman di warung dulu." Kata Kai setelah membuka kunci gemboknya.
Aku mengangguk pelan dan masuk menuju ayunan tua itu. Ku perhatikan semua keadaan disekelilingku. Aku tidak percaya. Kai bisa menemukan tempat manis ini. Bertahun-tahun aku tinggal di Seoul. Tapi baru hari ini aku menemukan taman kecil yang tak kalah jauh indahnya dari taman kota. Dan aku menemukannya dengan Kai.
Kai datang dengan membawa dua gelas minuman. Kai lalu menaruh gelas itu di meja dan duduk didepanku.
"Kau suka?"
"Sangat. Ini sangat indah, Kai. Darimana kau tahu tempat ini?"
"Sejak aku lahir."
DEG!
Kata-kata Kai sukses membuatku diam ditempat dan menatap manik matanya lekat.
"Apa maksudmu?" Tanya ku perlahan.
"Kau ingin tahu mengapa aku suka dengan club malam? Aku akan ceritakan semuanya disini."
-Flashback On-
*Author pov*
"Welcome home Kai!" Teriak beberapa orang saat Kai mulai masuk kedalam rumahnya.
Rumahnya sangat ramai sekarang. Ada keluarga besar dirumah ini menyambut kedatangan Kai.
Kai hanya menunduk malu. Keluarga baru benar-benar menunggu kedatangannya.
"Nah Jongin, mulai sekarang marga mu adalah Kim. Kau sudah mempunyai marga sekarang. Ibu panti bilang, kau tidak punya marga sebelumnya bukan? Mulai sekarang juga panggil aku Eomma. Dan panggil namja yang ada disebelah kirimu Appa. Arra?" Kata seorang yeoja meyuruh Kai memanggilnya eomma.
Kai hanya menggangguk pelan. Kai terlalu senang dengan semua ini. Sampai-sampai Kai ingin menangis. Kai hanya bersyukur ribuan kali kepada Tuhan karena telah mempertemukannya dengan keluarga yang sebenarnya. Memberitahu kepada Kai arti kehangatan dan kenyaman dalam dekapan orang tua.
"Appa, Eomma. Apa aku tetap boleh menari dijalanan seperti yang selalu aku lakukan bersama Sehun?" Tanya Kai sambil bergantian menatap kedua orang tua angkatnya itu.
"Aniya.. Appa dan Eomma telah mendaftarkan kalian kesebuah lembaga menari di kota ini. Kau dan Sehun bisa melatih bakat tari kalian disana." Jawab Eomma baru Kai lembut.
Kai hanya tersenyum. Sangat manis. Bahkan sekarang Kai telah meneteskan airmata.
"Eh… eh.. Kai wae? Apa yang membuat mu menangis chagi?" Tanya sang eomma.
"Aniya eomma.. Aku hanya senang. Aku senang sekali. Aku berasa terlahir kembali dengan sebuah keluarga yang lengkap dan mencintaiku. Ghamsahamnida eomma. Terimakasih telah menanggkatku menjadi anakmu. Aku tidak akan mengecewakanmu. Aku berjanji." Jelas Kai.
"Annyeong! Aku pul… Appa dan eomma benar-benar mengangkat anak ini?"
"Ne chagi."
"Nah Jongin, ini adalah hyungmu. Kim Chanyeol. Namanya Kim Chanyeol. Dia berbeda 2 tahun denganmu. Jadi umurnya sekarang adalah 12 thn." Jelas Appa.
"Annyeonghaseyo hyung. Nan Jongin Imnida. Eh… Nan Kim Jongin Imnida. Aku belum terbiasa menggunakan marga kita hyung. Hehehe"
-2thn kemudian-
"ANDWAAAAAEEEEE! EOMMA." Teriak Kai histeris saat melihat kondisi eommanya sedang dalam keadaan kritis.
"Chanyeollie.. berjanjilah pada eomma. Kau akan selalu menjaga dan menyayangi Kai seperti kau menjaga dan menyayangiku." Ucap eomma pelan. Sangat pelan.
"Ne eomma."
"Kau akan tersiksa Chanyeollie jika tidak ikhlas melakukan janjimu ini."
"Arraseo. Aku akan melakukannya untukmu eomma."
"Annyeong."
Kata terkahir dari bibir lembut eomma.
*Author pov end*
-Flashback Off-
*Kyungsoo pov*
"Dan sejak eomma meninggal, aku benar-benar berasa mati. Bahkan sampai sekarang. Tidak ada lagi orang yang menyemangatiku untuk melalui hari-hariku. Aku terpuruk. Aku jatuh dilubang yang sangat dalam untuk kedua kalinya. Dan setiap kali aku berusaha untuk naik aku selalu jatuh kembali."
"Sejak saat itu juga Appa memutuskan menghancurkan rumah dan menyisakan kamar eomma. Dan inilah kamarnya. Kamar eomma kami jadikan taman seperti ini. Karena eomma sangat senang dengan taman."
"Sejak saat itu juga, Appa yang notabane nya tidak terlalu dekat denganku menyuruhku melanjutkan Junior High School ku di luar negeri. Aku terpisah dari Appa dan hyungku selama 4 tahun. Aku kembali kesini karena Chanyeol hyung harus menikah. Dan tidak mungkin appa tinggal dirumah sendiri. Jadi aku pulang."
"Sejak saat itu juga, Chanyeol hyung mencoba mengakrabkan diri denganku. Aku tidak terlalu dekat dengannya sejak awal. Aku sangat menyayangi Chanyeol hyung meskipun terkadang ia sering mengabaikanku. Setidaknya, hyung selalu mencoba menjagaku dan menepati janjinya pada eomma untuk melindungiku. Aku sangat menyayanginya meskipun aku selalu membantah semua perkataannya."
"Aku selalu pergi ke club malam sejak aku duduk di bangku Senior High School. Kebiasan pelajar luar negeri adalah meminum alkohol agar merasa jauh lebih tenang. Berulang kali Chanyeol hyung menelponku hanya untuk tidak membiarkan ku datang ke club. Tapi aku tidak bisa. Setiap kali aku ke club, aku selalu merasa puas dan tenang. Walaupun itu hanya untuk sebentar dan semu. "
"Aku datang ke club hanya untuk meminum wine. Aku tidak membiarkan satu perempuan pun menyentuhku. Mungkin seluruh dunia tahu siapa aku. Aku adalah Kim Jongin. Sang pemain wanita. Tapi tidak ada satu wanita pun yang pernah aku tiduri." Akhir Kai setelah menyelesaikan semau biografi hidupnya.
Aku hanya diam ditempat ku. Mencerna semua kata demi kata yang Kai lanturkan. Dan aku…mencoba setenang mungkin.
Jadi, Kai adalah adik mantan namjachingu ku? Kai tidak boleh mengetahui siapa aku. Kai tidak boleh tahu bahwa aku selalu menangis karena hyung kesayangannya. Tidak!
"Yak! Kyungsoo-ya! Kau mendengarkanku? Mengapa hanya diam saja?!" Kata Kai yang membuyarkan lamunanku.
"Eh..eh.. Ne. Aku mendengarkanmu Kai. Eh mian. Maksudku, Jongin."
"Hhh~ sudahlah. Sekarang kau sudah tau siapa aku bukan? Kuharap kau pandai menjaga rahasia oranglain. Hanya ada 3 orang yang mengetahui siapa aku sebenarnya. Orang itu adalah keluarga Kim, Sehun, dan... KAU. Jadi jagalah kepercayaanku kalau kau tidak mau mati karena membongkar semua identitasku." Kata Kai yang diakhiri death glare yang cukup membuat tubuhku merinding.
Aku hanya menganggukan kepalaku. Oh haruskah aku mati kalau aku keceplosan menceritakan hal ini pada Luhan?
Kai akhirnya bangun dari tempatnya dan berjalan ke luar taman. Mungkin kita akan pulang... Batinku menerka-nerka apa yang dia lakukan. Tanpa perintah, aku juga mengikuti dirinya. Bangun dari tempatku dan...
Drrrtt...Drrrttt..
"Hhhhhhh~ dasar anak ceroboh! Bagaimana ia bisa lupa kalau ponselnya masih terletak disini?! Hhhh~"
Kuambil ponsel milik Kai yang masih bertengger manis di ayunan tua ini.
DEG!
Krystal Baby Calling...
"Krystal? Si-si-siapa di-di-dia?"
*Kyungsoo pov end*
.
.
.
.
TBC
