Pairing : KaiSoo/KaiDo
Genre : Gatau nanti tentuin sendiri aja ._.
Rate : T
Main Cast : Kai dan Kyungsoo
Tapi seiring berjalannya FF ini, pemain lain bakalan banyak berkeliaran~~
WARNING! Newbie, GS Typo. Kalo gaksuka disarankan klik CLOSE segera :)
.
.
.
Because You're Just For Me
by : Ernas
.
.
.
Setelah selesai mengurusi urusannya dengan Baekhyun, Sehun dengan cepat melajukan motornya ke pusat kota. Dimana gedung gedung pencakar langit ada disana.
Sehun memarkirkan motornya di depan sebuah perusahaan ternama dan cukup berpengaruh di Korea Selatan. Membuka helmetnya dengan kasar lalu masuk dan menghampiri meja receptionist.
"Dimana ruangan Jongin?" Tanya Sehun tanpa basa-basi.
"Eh? Apakah sebelumnya sudah membuat janji dengan Sajangnim?" Tanya yeoja receptionist itu. Sehun hanya berdecak malas.
"Aku bertanya bodoh! Mengapa kau malah balik bertanya?! Cepat beritahu aku dimana ruangan Jongin!" Bentak Sehun.
Merasa dalam bahaya, dua orang security datang dan menanyakan tentang apa yang terjadi.
"Aku hanya bertanya dimana ruangan Jongin. Dan kalian hanya bertugas untuk menjawab." Ujar Sehun sedikit emosi.
"Tapi anda belum membuat janji sebelumnya. Sajangnim tidak bis—"
"Cepat beritahu aku atau aku akan menghancurkan gedung ini!" Bentak Sehun lagi. Dan akibat bentakkannya ini, Sehun di tarik paksa oleh security untuk keluar.
"Lepaskan aku!" Sehun mencoba mengelak. Namun kekuatannya masih tidak sebanding dengan dua security yang menariknya ini.
"Didalam ranselku ini ada bom! Aku bisa menyalakannya sekarang jika kalian tidak mau melepaskan aku!" Ancam Sehun dan berhasil! Dua security ini melepaskan Sehun.
Tidak. Di dalam ransel Sehun tidak ada apapun kecuali buku musiknya yang ia bawa tadi saat kuliah. Ini hanya cara agar ia bisa lepas dari dua security bodoh -menurut Sehun-.
"Sekarang beritahu aku dimana ruangan Jongin atau aku akan benar-benar menghancurkan gedung ini." Ucap Sehun dingin dan tajam.
"N-ne. R-ruangan Jongin Sajangnim ada di lantai 5. Belok ke kanan setelah keluar dari lift dan anda akan mendapati ruangannya, Tuan." Jawab sang receptionist yang sudah bergetar karena ketakutan.
Akibat teriakan Sehun tadi, banyak karyawan yang datang untuk melihat apa yang sedang terjadi. Sehun tidak perduli dengan itu. Ia hanya melangkahkan kakinya ke ruangan Jongin yang telah diberitahu oleh yeoja tadi.
Sehun melangkah dengan diikuti ole dua security dan beberapa karyawan yang penasaran. Sesampainya di lantai 5 gedung itu, Sehun langsung mengarahkan dirinya keruangan Jongin. Dan bingo! Tanpa susah payah, Sehun menemukannya dengan mudah. Sehun berdecak meremehkan saat melihat nama 'Kim Jongin' yang ada di depan pintu.
Tanpa aba-aba Sehun memutar knop pintu itu tanpa mengetuk terlebih dahulu. Betapa kagetnya Sehun dengan apa yang dilihatnya sekarang. Begitu juga dengan dua orang security dan karyawan yang mengikutinya tadi.
"YAK KIM JONG IN!"
[Chapter 14]
Merasa namanya dipanggil, Jongin dengan cepat melepaskan tautan bibirnya dengan seorang yeoja. Dan menganga hebat saat melihat sudah ada sahabat serta karyawannya didepan ruangannya sendiri. Dan Jongin yakin bahwa mereka melihat adegan panas tadi.
Ah apa sudah dijelaskan kalau Jongin sedang melakukan adegan panas dengan seorang yeoja? Sepertinya tak usah dijelaskan bagaimana. Cukup dengan Sehun dan beberapa karyawan melihat kondisi seorang yeoja dengan kondisi hampir naked. Kancing kemejanya sudah telepas menampilkan dua gundukan besar di dadanya yang dilapisi bra hitam. Belum lagi, ada berkas keunguan di leher sang yeoja yang diyakini adalah maha karya dari Jongin. Meskipun kondisi Jongin masih menggunakan lengkap pakaiannya dengan rapih, tapi tetap saja bukankah ini menjijikan?
"Cih, tak punya malu eoh melakukan hal itu di kantor ayahmu? Bagaimana jika Tuan Kim mengetahui sikapmu ini Kai?" Decih Sehun. Sungguh Sehun benar-benar jijik dengan pemandangan yang ada sekarang. Belum lagi beberapa karyawan yang berbisik nama 'Lee Soojung'. Yaps. Lee Soojung adalah yeoja itu. Yeoja yang masih terkulai lemah di sofa ruangan Jongin.
"Kalian semua bubar sekarang sebelum aku memecat kalian! Dan jika ada yang berani memberitahu ini kepada appaku akan ku bunuh kalian!" Tegas Jongin cepat. Tanpa basa-basi seluruh karyawan berlarian -buru-buru-menyelamatkan-diri-sebelum-dipecat. Begitulah pikiran mereka. Mereka masih membutuhkan uang untuk kehidupannya.
Sehun lagi-lagi berdecih. "Kebiasaanmu barumu eoh? Hanya bisa mengancam." Cicit Sehun sambil menyelonong masuk kedalam ruangan Jongin. Dan dibiarkan oleh Jongin.
"Ada masalah apa kau datang, Hun-ah?" Tanya Jongin tanpa basa-basi sambil menutup pintu ruangannya.
"Aigoo.. Kai-ya. Ini yeojachingu barumu? Bahkan tak jauh beda dengan seorang yeoja murahan yang ada di club." Cibir Sehun. "Dan yang pasti dia tidak jauh lebih baik dari Kyungsoo noona. Bagaimana bisa kau lebih memilih yeoja seperti ini daripada Kyungsoo noona eoh?!" Lanjutnya.
Merasa dibanding-bandingkan Soojung bangun dari posisinya dan mengancingkan kemejanya. Setelah itu menampar pipi mulus Sehun dengan tangannya.
PLAAAK!
"Kau… kau orang asing! Nuguseyo huh?! Siapa kau sampai berani-beraninya membanding-bandingkan diriku dengan yeoja murahan dan noonamu itu?! Kau tahu apa tentangku eoh?!" Bentak Soojung tak terima. Bukannya takut, Sehun malah tertawa sangat keras.
"BUAHAHAHAHAHAHAHAHAHAH." Tawa Sehun menggema seisi ruangan. Bahkan Sehun sudah dalam posisi berjongkok karena perutnya mulai sakit karena tertawa.
"YAK! Kenapa malah tertawa eoh?! Apanya yang lucu?!" Tanya Soojung penasaran. Bukan hanya Soojung, Jongin juga sebenarnya penasaran. Tapi Jongin terlalu bingung harus berbuat apa dan bagaimana. Perkataan Sehun tadi benar. Tapi entahlah, akalnya seperti sedang tidak bersahabat dengan hatinya sendiri.
Perlahan Sehun mulai berdiri dan menstabilkan nafasnya. "Hhhhh…. Oke, masih bertanya mengapa aku tertawa? Sungguh itu sangat lucu. Hmpppttt.." Sehun mencoba untuk menahan tawanya. Setalah mulai stabil lagi, Sehun mengambil ponselnya di saku belakangan celananya. Mencari foto sosok yeoja mungil nan cantik.
"Ini. Lihat ini? Cantik bukan? Ini Kyungsoo noona. Seseorang yang sangat mencintai namja brengsek yang menjadi presdir di perusahaan ini." Ucap Sehun sambil menunjukan foto yeoja mungil yang terpampang diponselnya. Setelah cukup lama membiarkan Soojung memperhatikan foto itu, Sehun menarik ponselnya lagi dan menaruhnya di saku belakangnya (lagi).
"Mereka dulu adalah sepasang kekasih. Iya. Kyungsoo noona dan namja brengsek ini adalah sepasang kekasih. Mereka saling mencintai. Entah bagaimana Kyungsoo noona berhasil membuat aku dan Kai mempercayai arti kata 'cinta'. Dulu untuk kami cinta itu semu." Lanjut Sehun. Lalu berjalan duduk di kursi singgasana milik Jongin. Sang empunya hanya memperhatikan apa yang terjadi diruangannya ini. Tak berniat mengeluarkan suaranya sedikitpun.
"Meskipun mereka sering diterpa jutaan masalah, mereka tetap mempertahankan hubungannya. Mempertahankan janji yang sudah dibuat. Janji untuk tidak saling melepaskan. Tapi entah setan darimana, namja brengsek ini justru meminta mengakhiri hubungannya dengan Kyungsoo noona dan memilih yeoja sepertimu. Yang bisa dengan mudah direnggut harga dirinya dengan seorang Kim Jongin. Ah aku tahu Kai bisa dengan mudah meniduri seorang yeoja, tapi kau tahu Soojung-ah? Kai tidak pernah berani melakukan itu ke Kyungsoo noona. Kai takut. Skinship yang mereka lakukan hanya sebatas berpegangan tangan dan mencium kening. Hanya itu. Jadi bukankah Kyungsoo noona itu berharga untuk Kai?" Lanjut Sehun sambil memainkan kakinya.
Soojung diam seribu bahasa. Ia tertegun dengan pernyataan Sehun tadi. Begitu juga dengan Jongin. Ia sendiri baru sadar atas 'ketakutannya' saat ingin menyentuh Kyungsoo lebih dari itu. Dia baru sadar bahwa sebenarnya ia menghargai Kyungsoo. Sungguh, jika Sehun tidak mengatakan itu, Jongin berani sumpah bahwa ia tidak akan pernah menyadarinya. TIDAK AKAN PERNAH.
"Aku sudah menceritakan drama special hari ini. Jadi sebaiknya kau tahu diri Soojung-ah. Ah aku bukan tipe pembohong. Aku lebih memilih menjadi seorang pembual daripada menjadi seorang pembohong dan ingkar janji seperi Kai." Ucap Sehun telak. Ia berdiri dan merapikan bajunya yang terlipat dibelakang. Lalu berjalan menghampiri Kai.
"Aku membencimu, Kai… ah atau aku harus memanggilmu dengan sebutan Tuan Muda Jongin?" Ucap Sehun.
"Apa maksudmu Hun-ah?" Tanya Jongin tidak mengerti. Bukan! Bukan Jongin pura-pura tidak mengerti. Ia benar-benar tidak mengerti.
"Berhenti sok akrab denganku, Jongin-ssi. Aku muak. Jadi mulai sekarang berpura-puralah bahwa kita tak pernah saling dekat bahkan saling kenal. Arraseo?" Bukannya menjawab. Jongin malah menautkan alisnya. Ia semakin tidak mengerti sekarang.
"Ada apa denganmu, Sehunnie? Aku—"
BUAGH!
Satu tinju Sehun mengenai wajah tampan Jongin. Membuat ujung bibirnya sedikit mengeluarkan darah.
"SUDAH KU BILANG JANGAN BERTINDAK SOK AKRAB!" Teriak Sehun kesal.
"Tapi apa alasannya?!" Jawab Jongin dengan nada yang tidak kalah tinggi.
"Karena kau melukai Kyungsoo noona." Balas Sehun. "Kau membuatnya terus-terusan menangis. Kau membuatnya melupakan sisi cerianya. Kau membuatnya berubah. Kau membuatnya menjadi Kyungsoo yang dulu saat ia ditinggalkan oleh hyungmu. Dan karena kau telah mendustakan janjimu sendiri. Jika kau sahabatku, maka kau tahu kan betapa aku benci namja yang mendustakan ucapannya?" Lanjut Sehun. Tanpa menunggu jawaban dari Jongin, Sehun keluar dari ruangan itu. Tanpa Sehun ketahui, Jongin meneteskan airmatanya.
Setelah pertengkaran 'kecil'nya dangannya dengan Sehun, Jongin memutuskan untuk langsung pulang. Menenangkan diri dan hatinya yang dibuat semakin bingung dan bersalah atas perkataan Sehun tadi. Meninggalkan Soojung dengan sejumlah pertanyaan yang ada didalam pikiran yeoja itu.
.
.
.
.
.
Setelah memakirkan mobilnya dengan mulus di parkiran rumahnya, Jongin berjalan masuk dengan lemah. Pandangnnya kosong. Tak jarang sesekali ia meneteskan airmatanya. Dan saat sadar pipinya mulai basah, ia menghapus jejak airmatanya kasar dengan punggung tangannya.
"Aku pulang." Ucap Jongin lemah. Ia kembali meneruskan langkahnya menuju kamarnya sebelum sebuah suara menghentikan langkahnya.
"Jongin-ah.."
Jongin berhenti dan menoleh kearah tangga. Ia cukup kaget melihat seorang istri dari hyungnya turun dari tangga dengan mata yang cukup sembab menandakan ia habis menangis. Selain itu juga, yeoja ini jarang sekali memanggil Jongin kecuali dalam hal tertentu.
"Hm?" Jawab Jongin sekenanya. Belum sempat memutar otak tentang apa yang akan terjadi, Jongin dikagetkan lagi saat tiba-tiba yeoja itu berlari dari tangga dan memeluknya.
"Hikss.." Satu isakan lolos dari bibirnya. Ia menangis? Pikir Jongin dalam hati.
"Ada apa?" Tanya Jongin tanpa membalas pelukan yeoja itu. Ingat? Jongin benci melihat seorang yeoja menangis. Meskipun ia membenci istri hyungnya ini, bukan berarti ia akan diam saja saat melihat yeoja ini menangis. Ingat? Bahkan saat ia belum mengenal Kyungsoo pun ia dengan senang hati memberikan sapu tangannya saat tahu Kyungsoo sedang menangis.
"Apakah aku.. hikss.. sejahat itu? Hiks.. apakah aku.. hikss.. merusak kebahagiannya? Hiks.. apakah aku.. hiks.. hiks.. hikss.." Yeoja itu malah semakin terisak dalam pelukan Jongin sekarang.
"Tenangkanlah dirimu dulu, Baek. Aku akan menunggu sampai kau tenang. Lalu jelaskan padaku ada apa." Ucap Jongin dingin. Tapi masih ada sebersit rasa khawatir disana. Bahkan ia mau menunggu Baekhyun –yeoja itu- tenang dan membiarkan Baekhyun tetap memeluknya dan menangis didadanya meskipun Jongin tidak membalas pelukannya.
Setelah cukup tenang, Baekhyun melepaskan pelukannya. Dan mulai berjalan kearah sofa yang berada diruang tengah. Karena merasa masih punya otak, Jongin mengikuti kaka iparnya itu dan duduk di depan Baekhyun.
"Ada apa?" Tanya Jongin mengulangi ucapannya tadi.
"K-Kyungsoo..." Ucap Baekhyun lemah sambil menundukkan kepalanya.
DEG!
DEG!
DEG!
Jantung Jongin mulai berpacu dengan cepat saat mendengar ucapan Baekhyun. Ia marah. Emosinya meluap. Ia menggebrakan meja membuat Baekhyun merinding takut.
"Apa yang akan kau lakukan lagi huh?! Apa?!" Tanya Jongin marah. Tidak. Ia tidak ingin Kyungsoo-nya menderita lagi.
Tunggu!
Kyungsoo-nya?
Oh ayolah Jongin. Bahkan kau sudah tak punya hubungan apapun dengan Kyungsoo. Bagaimana bisa kau berfikiran bahwa Kyungsoo masih milikmu?
"Tidak Jongin. Aku tidak akan melakukan apa-apa lagi. Eum.. bisakah kau beritahu aku dimana alamat Kyungsoo tinggal?" Ucap Baekhyun gugup. Ia masih takut dengan gertakan Jongin tadi.
Jongin menarik nafasnya dalam. Mengatur emosinya yang meluap-meluap tadi. "Untuk apa?" Ucapnya saat emosinya mulai mereda.
"A-aku ingin meminta... maaf." Ucap Baekhyun ragu.
"Eh?!" Jongin kaget setengah mati. Ia tidak salah dengarkan tadi? Baekhyun bilang ia ingin meminta maaf dengan Kyungsoo?
"Aku... aku telah merusak kebahagiannya, Jongin-ah. Aku telah membuatnya menangis. Aku merusak hidupnya. Aku.. aku jahat, Jongin. Aku.. hiks.." Ucap Baekhyun lagi-lagi ia menangis.
"Ulljima. Siapa yang menyadarkanmu?" Tanya Jongin dingin. Tatapan tajamnya tak ia lepaskan dari kakak iparnya ini.
"Hiks.. tadi Sehun datang kesini. Ia yang menyadarkanku Jongin-ah. Hiks.. apakah kalian menderita selama ini Jongin-ah? Apakah aku benar-benar menyakitinya Jongin-ah? Hiks.."
Jongin berdiri dan menempatkan dirinya persis disebelah kaka iparnya itu. Jongin mengusap lembut punggung Baekhyun agar Baekhyun bisa lebih tenang.
Baekhyun sedikit kaget dengan sikap Jongin sekarang. Namun ia tidak terlalu memikirkannya. Jongin hanya kasian padamu Baekhyun. Pikir Baekhyun.
"Iya. Kau merusak kebahagiannya. Kau membuatnya terluka. Kau membuatnya tertekan. Dan aku senang kau sudah menyadarinya." Ucap Jongin tanpa berhenti mengelus punggung Baekhyun. "Tapi sudahlah. Aku yakin Kyungsoo telah memaafkanmu. Ia terlalu baik untuk menyimpan dendam." Lanjut Jongin.
"Bagaimana dengan hubungan kalian Jongin-ah?" Tanya Baekhyun sambil menoleh menatap Jongin.
Jongin memberhentikan pekerjaannya –mengelus punggung Baekhyun- lalu mengusap kasar wajahnya sambil mengerang putus asa.
"Gwenchana?" Tanya Baekhyun panik.
"Hm. Kami.. kami sudah berakhir. Aku sudah mempunyai kekasih yang baru." Jawab Jongin lirih. "Tapi aku sendiri masih sangat mencintai Kyungsoo, noona. Sangat. Aku masih sangat mencintai Kyungsoo. Dan.. aku juga baru sadar saat Sehun menyadarkanku tadi. Sehun datang ke kantorku tadi, noona." Lanjutnya. Baekhyun sempat hampir loncat kegirangan saat ia mendengar Jongin memanggilnya noona. Ini kali pertamanya Jongin memanggil dirinya noona.
"Bodoh. Kalau begitu putuskanlah hubunganmu dengan yeoja itu dan kembalilah ke Kyungsoo. Aku mendukungmu!" Ucap Baekhyun semangat.
"Semudah itukah, noona?" Tanya Jongin ragu. Apa mungkin semudah itu?
"Yap! Kau hanya perlu menjelaskan bahwa kau masih mencintai Kyungsoo kepada yeojachingu mu, lalu menjelaskan ke Kyungsoo betapa kau masih mencintainya. Jika Kyungsoo masih mencintaimu, maka ia akan menerimamu kembali. Setelah itu, meminta maaflah kepada Luhan dan Sehun. Aku akan membantumu untuk mengembalikan kepercayaan appa kedapanya. Aku akan usaha semampuku, Jongin-ah."
"Baiklah aku akan mencobanya." Ucap Jongin percaya diri. Sambil berdiri ia tersenyum menyakinkan dirinya bahwa semuanya akan baik-baik saja.
"Jongin-ah.." Lagi-lagi Baekhyun menghentikan langkahnya saat ia ingin masuk ke kamar. Bukan, bukan untuk menenangkan pikirannya, melainkan untuk tidur dan segera menyelesaikan semuanya besok. Jongin menoleh lalu tersenyum. Ia sendiri tidak mengerti mengapa ia harus tersenyum ke Baekhyun yang notabanenya adalah orang yang paling ia benci.
"Gomawo." Ucap Baekhyun sambil tersenyum tulus. Sangat tulus.
"Hm. Cheonma." Balas Jongin lagi.
"Jongin-ah.." panggil Baekhyun lagi. Untung Jongin belum melangkah lagi.
"Apa lagi?" Tanyanya lembut. Tidak. Ini bukan seperti Jongin yang dulu. Jongin yang selalu bersikap dingin dengan Baekhyun. Ada apa ini?
"Termakasih karena telah mau memanggilku noona." Ucap Baekhyun lagi.
"Bukankah memang seharusnya seperti itu? Terimakasih karena telah mendukungku untuk menyelesaikan masalah ini noona. Saranghae." Ucap Jongin sambil menunjukan senyum terbaiknya.
Baekhyun hanya terkekeh mendengar ucapan Jongin. Ini cukup aneh menurutnya. Tapi sungguh ini menyenangkan! Ia berjanji akan membantu Jongin mendapatkan Kyungsoo kembali bagaimanapun caranya.
.
.
.
.
Rupanya rencana Sehun berjalan dengan baik.
*Sehun pov*
Jadi kalian bingung dengan apa yang terjadi? Apa aku belum menjelaskannya? Benarkah aku belum menjelaskannya? Oke baiklah. Akan aku jelaskan sekarang.
Tadi saat di kantin kampus, aku sedang menunggu Kyungsoo noona keluar dari kelasnya. Dengan iseng, aku bertanya "Lu, apa yang terjadi dengan Kai dan Kyungsoo noona?"
Entah karena dewi Fortuna sedang bersamaku atau memang karena Luhan takut, setelah aku beri sedikit 'petuah' akhirnya perthanan Luhan untuk menyembunyikan apa yang terjadi antara dua orang itu runtuh. Luhan menceritakan apa yang terjadi dengan Kai dan Kyungsoo noona. Tentang bagaimana Baekhyun noona memperlakukan Kyungsoo noona, dan keputusan Kai yang mengakhiri hubungannya.
Aku kaget. Aku marah. Aku kesal. Sungguh! Manusia macam apa yang tega menyakiti Kyungsoo noona?! Hey! Tidakkah mereka sadar Kyungsoo noona itu terlampau baik untuk disebut manusia! Aku geram. Sangat! Tanpa babibu, setelah Luhan menyelesaikan ceritanya, aku mengambil ranselku untuk pergi kerumah keluarga Kim dan ke Perusahaan milik keluarga Kim itu.
Kira-kira apa yang kalian fikirkan? Kalian mengira aku akan menampar Baekhyun noona lalu? Atau membunuh kakak ipar dari sahabatku itu? Lalu aku membunuh sahabatku sendiri? Sungguh! Jika akal sehatku memang sudah konslet aku akan melakukannya. Tapi tidak. Sama sekali tidak. Akal sehatku masih bertenhger di otakku dan masih bisa berfungsi dengan baik.
Aku memang marah, sangat marah. Tapi aku akan menggunakan otakku untuk bertindak. Oh sekarang aku beruntung mempunyai otak jenius seperti ini. Selain karena menguntungkanku karena mendapatkan beasiswa di kampus ini, otakku ini selalu bisa bekerja dengan cepat merespon tentang apa-yang-harus-aku-lakukan- jika aku mendapat masalah. Seperti saat ini. Otakku menyuruhku agar aku datang ke kediaman keluarga Kim, dan memberi sedikit 'pelajaran' ke Baekhyun. Oh ya! Aku tidak tahu bagaimana caranya, tapi percayalah, aku bisa menebak tentang sikap seseorang hanya dengan memperhatikan raut wajahnya. Jadi, aku bisa tahu 'pelajaran' apa yang harus aku berikan ke Baekhyun noona. Dan karena keahlianku ini juga, aku bisa meluluhkan Luhan.
Aku datang kerumah sahabatku itu dengan memberi sedikit kerusuhan. Sehingga security yang biasanya dengan mudah mempersilahkan aku masuk, sekarang justru memaksaku keluar. Untunglah Baekhyun noona datang dengan cepat.
Pelajaran yang kuberikan kali ini ke Baekhyun noona adalah tentang 'bagaimana rasanya jika kau berada diposisi Kyungsoo noona'. Setelah aku berbicara padanya tanpa embel-embel noona, aku langsung pergi ke sebuah kantor dimana sahabatku sendiri yang menjadi presdirnya. Aku ingin memberi 'pelajaran' pada sahabatku itu. Aku tidak kaget saat dulu Kai bilang bahwa dia akan menjadi seorang presdir menggantikan appanya meskipun ia tidak berkuliah. Karena itu juga yang terjadi dengan Chanyeol hyung. Setelah sampai didepan perusahaan yang memiliki andil dalam ekonomi Korea Selatan. Aku masuk –lagi-lagi dengan kerusuhan- dan menyebabkan dua security memaksaku keluar. Dengan sedikit ancaman dan bilang bahwa aku membawa bom, akhirnya mereka melepaskanku dan memberitahu dimana ruangan Kai. Tidak! Aku sama sekali tidak membawa bom. Ingat? Aku dari kampus. Terlalu beresiko jika aku membawa bom ke kampus.
Sesampainya didepan ruangan sahabatku itu, aku membuka pintu tanpa mengetuk. Betapa kagetnya aku melihat bahwa Kai sedang asik mencumbu seorang yeoja. Bukan! Ini bukan Kai! Oh ayolah ada apa dengan dirimu Kai?!
Tapi aku bersyukur, justru dengan ini, materi pembelajaranku menjadi banyak. Kai mengusir semua karyawannya yang mengikutiku dengan mengancam. Kebiasaan baru anak itu adala mengancam? Kai menutup pintu dan membiarkan dirinya berdiam didekat pintu.
Aku memulai pembelajaranku. Syukurlah yeoja ini tidak ikut diusir oleh Kai. Sehingga, yeoja ini bisa menjadi objek pembelajaranku. Menjadikan ia bahan pembelajaranku ke Kai. Sungguh aku tidak tahu rasanya semenyenangkan ini! Selesainya aku memberi materi, aku memutuskan untuk pulang sebelum Kai menghentikan langkahku. Karena aku sedang malas untuk meladeninya, tanpa basa-basi aku meninju wajahnya. Dan saat melihat sudut bibirnya berdarah, aku merasa sangat bersalah. Tapi tidak bisa! Aku masih harus menyelasaikan ini. Aku masih harus berakting bahwa aku membenci sahabatku itu.
Aku memang sengaja merencanakan ini. Aku yakin betul seharusnya bukan begini. Tidak seharusnya semuanya seperti ini. Aki yakin, Baekhyun noona mempunyai alasan mengapa ia seperti ini. Aku yakin Baekhyun noona adalah sosok yang sangat lembut dan penyayang. Buktinya? Buktinya adalah saat Kai sakit dulu, ia rela merawat Kai dengan tulus meskipun Kai sangat membencinya. Aku yakin, Baekhyun noona seperti ini karena Baekhyun noona takut kehilangan Chanyeol hyung. Tapi apa ada alasan untuk Chanyeol hyung melepas Baekhyun noona? Tidak ada! Sekalipun ada, aku yakin Kyungsoo noona akan menolaknya.
Selain itu juga aku sangat yakin kalau Kai masih mencintai Kyungsoo noona. Hanya saja Kai pasti terlalu lelah dengan masalah yang menerpa hubungan mereka. Belum lagi Kai harus bertemu dengan yeoja murahan yang sungguh aku tak perduli siapapun namanya! Aku yakin Kai dalam posisi bimbang sekarang. Aku yakin! Sangat yakin. Hey! Aku ini kenal betul dengan Kai. Aku adalah satu-satunya orang yang mengerti betul tentang dirinya dibanding siapapun yang ada didunia ini. Jadi aku yakin, Kai pasti masih mencintai Kyungsoo noona. Dan aku berharap, setelah aku melakukan gertakan ini, baik Baekhyun noona atau Kai dapat sadar dengan sikapnya yang keterlaluan ke Kyungsoo noona.
*Sehun pov end*
*Author pov*
Kyungsoo mengerjapkan matanya imut. Membiasakan cahaya matahari masuk kedalam retina. Untunglah hari ini hari libur nasional. Jadi ia punya alasan sedikit untuk bermalas-malasan terlebih dahulu sebelum menyelesaikan tumpukan tugasnya.
Ia melangkahkan kaki kecilnya keluar kamarnya menuju dapur kesayangannya. Tangannya dengan terampil mencepol rambutnya yang sebelumnya disisir terlebih dahulu. "Morning, Lu." Sapa Kyungsoo saat melihat Luhan sedang asyik memotong-motong sayuran. Yang dipanggil hanya menoleh dan tersenyum.
"Sudah berapa kali aku bilang? Kau tidak usah menggantikan posisiku berada didapur ini. Arraseo? Duduklah biar aku yang membuat sarapan." Ujar Kyungsoo sambil mengambil alih semua pekerjaan Luhan.
"Tapi Kyung-"
"Tidak ada bantahan. Kau tahu kan aku tidak suka kalau pekerjaanku yang satu ini diambil alih?" Ucap Kyungsoo memotong Luhan. Luhan hanya bisa mendengus sebal dan membiarkan Kyungsoo mengambil alih pekerjaannya.
"Hari ini ada acara?" Tanya Luhan sambil menopang dagunya dengan kedua tangannya.
"Iya, Lu. Aku ingin datang ke Panti Asuhan tempat Sehun dan Jongin. Aku merindukan Krystal, Yixing ahjumma, dan... Jongin." Lirih Kyungsoo.
"Hmm baiklah. Tapi ingat jangan menangis arraseo?!"
"Siap kapten!" Seru Kyungsoo mengembalikan suasana.
Lain lagi ceritanya saat berada di kediaman keluarga Kim. Keluarga kecil itu sedang duduk manis sambil memakan sarapan mereka di meja makan. Tidak ada perbincangan serius. Hanya ada lelucon-lelucon kecil dari Chanyeol dan Baekhyun. Membuat Tuan Kim tak jarang tertawa. Sedangkan Jongin sendiri terkekeh. Well, ini pertama kalinya Jongin bisa terkekeh dari lelucon Baekhyun.
"Waaahhh lihat appa! Uri Kkamjong tertawa saat Baekhyun membuat lelucon tadi! Aigoo... ada apa denganmu?" Seru Chanyeol saat melihat adik tirinya itu tertawa. Ingat? Ini pertama kalinya Jongin tertawa karena lelucon Baekhyun.
"A-aniyo! Siapa yang tertawa?!" Sanggah Jongin cepat. Hey mau ditaruh dimana muka Jongin jika tahu bahwa ia tertawa hanya karena lelucon murahan?!
"Tak mau mengaku eoh?" Goda Chanyeol. Membuat Jongin semakin gengsi dan malu karenanya.
"Yak hyung!"
Tawa pun tak bisa dihindarkan. Tuan Kim bersyukur akhirnya Jongin mulai bisa menerima keberadaan Baekhyun. Setidaknya sebentar lagi tugas Tuan Kim selesai. Hanya tinggal mencarikan Jongin pasangan hidup dan selesai sudah tugasnya.
"Hmm Jongin-ah.." Panggil Baekhyun disela acara tertawa mereka.
"Wae noona?"
"Aigoo~~ Jadi Jongin si batu sudah mau mengakui istriku ini eoh? Sudah mau memanggilnya noona? Jadi kalian sudah memperbaiki hubungan kalian? Sejak kapan? Kenapa aku tidak diberitahu eoh?!" Ucap Chanyeol panjang lebar sambil mengerucutkan bibirnya imut. Tidak ini tidak imut. Ini menjijikan. Begitulah menurut Jongin.
"Hyung umurmu sudah 25 tahun. Ayolah, jangan bertindak memalukan seperti itu." Ucap Jongin malas.
"Ada apa noona?" Ulang Jongin.
"Kau ingat apa yang harus kau kerjakan hari ini kan?" Tanya Baekhyun yang dijawab dengan kerutan di dahi Jongin.
"Pergi ke kantor. Memangnya apa lagi yang harus aku kerjakan?" Jawab Jongin pasti.
"Aigoo... Bukan itu pabbo! Kyungsoo..." Ucap Baekhyun dengan nads sedikit ragu saat menyebut nama Kyungsoo.
"Ah ne! Astaga aku hampir lupa! Gomawo noona! Ah aku harus pergi sekarang!" Dengan terburu-buru Jongin meminum air di gelasnya dan berdiri lalu melesat pergi begitu saja.
"Yak! Jongin! Jongin! Kim Jongin!" Teriak Tuan Kim. Namun usahanya sia-sia. Jongin tak mengindahkan panggilan itu.
Sambil berjalan keluar rumahnya, ia berbisik sendiri.
Aku percaya padamu noona.
Kepergian tiba-tiba dari Jongin membuat sejumlah tanda tanya di kepala Chanyeol dan Tuan Kim.
"Ada apa dengan kalian Baekhyun-ah?" Tanya Tuan Kim sambil melangkahkan diri keruang tengah. Sepertinya, Tuan Kim ingin mengadakan pembicaraan serius dengan Baekhyun.
Tanpa menunggu lama, Baekhyun datang dan duduk di sofa bersebelahan dengan Chanyeol disana. Baekhyun menarik nafas panjang dan dalam sambil menutup matanya.
"Appa, Yeollie, ada yang ingin aku sampaikan. Tapi aku mohon. Jangan membenciku." Lirih Baekhyun. Sebenarnya ia sangat takut. Sangat takut. Tapi ia sudah berjanji dengan Jongin bukan?
"Sebenarnya selama ini.. Kyungsoo tak bersalah appa, Yeollie. Aku.. aku menuduhnya. Aku.. aku hikss.. hikss." Tak mampu menjelaskannya Baekhyun malah menutup wajahnya yang sudah basah oleh airmata dengan telapak tangannya.
"Aku tidak mengerti, Baekkie." Ucap Chanyeol pelan. Sungguh melihat istrinya menangis seperti membuat ulu hatinya sangat sakit.
"Aku.. aku yang menuduh Kyungsoo. Kyungsoo selalu melakukan hal-hal baik. Bahkan sangat baik. Ia tidak pernah melakukan apa yang aku bilang seperti tidak membantuku, mencuri perhiasan, dan bahkan ia tidak melukai tanganku. Aku yang melukai tanganku sendiri." Jelas Baekhyun. Kepalanya ia biarkan menunduk. Ia takut. Sangat takut.
"Kenapa kau melakukan itu Baekhyun-ah?" Tanya Tuan Kim dengan nada sangat kecewa.
"Aku.. aku melakukannya karena aku takut appa. Aku takut Kyungsoo merebut Chanyeol dariku. Belum lagi aku melihat Chanyeol bertengkar dengan Jongin hanya karena Kyungsoo. Aku takut appa. Aku takut kehilangan Chanyeol. Hanya itu." Jawab Baekhyun. Ia mulai memberanikan diri menatap mata Tuan Kim. Tergambar jelas di manik mata Baekhyun kejujuran. Karena memang itulah yang terjadi.
Merasa bahwa semua ini adalah karena sikapnya. Chanyeol mengerang putus asa. "Aaaaaaahhhhhhhh! Pabboya! Chanyeol pabboya!" Teriak Chanyeol sambil mengacak-acak rambutnya sendiri.
"Ada apa Chanyeol-ah?" Tanya Tuan Kim. Sungguh sebenarnya Tuan Kim sendiri bingung harus apa dan bagaimana. Semuanya terlalu rumit.
"Appa! Ini salahku! Ini semua karena aku! Ah andai saja aku tidak meluapkan kekesalanku pada Kyungsoo dan Jongin malam itu, semuanya pasti baik-baik saja sekarang! Tapi appa... aaahhhh!" Chanyeol berteriak lagi.
"Ini rencanaku dengan Jongin. Kemarin, Sehun datang dan menyadarkanku bahwa aku sudah benar-benar keterlaluan. Sehun menyuruhku merasakan bagaimana jika aku berada diposisi Kyungsoo. Dan aku tidak bisa membayangkannya jika itu benar terjadi padaku." Baekhyun menarik nafas sebentar sebelum melanjutkan penjelasannya. "Jongin buru-buru pergi karena ia juga harus menyelesaikan masalah ini. Ia akan datang ke kantor untuk menjelaskan semuanya dengan Lee Soojung, lalu datang menemui Kyungsoo dan bilang bahwa ia masih mencintai Kyungsoo." Lanjutnya.
Tuan Kim hanya bisa mendesah pasrah. Begitu juga dengan Chanyeol.
"Yeollie.. aku boleh bertanya?" Ucap Baekhyun sambil menatap manik mata suaminya itu.
"Ne. Apa?"
"Apa.. apa kau masih.. mencintai Kyungsoo?" Tanya Baekhyun membuat Chanyeol sedikit kaget karena pertanyaannya itu.
"Mengapa bertanya seperti itu eoh?! Pertanyaan bodoh macam apa itu?! Jika aku masih mencintai Kyungsoo, maka aku akan menolak perjodohan kita dulu! Kau tak juga mengerti huh?" Jawab Chanyeol sedikit kesal. Saat menyadari Baekhyun menunduk takut karena ia sedikit membentak tadi, Chanyeol langsung memeluk protektif istrinya itu.
"Mianhae.. aku hanya tidak suka kau bertanya seperti itu. Aku mencintaimu dan kau tahu itu. Untuk apa kau bertanya seperti itu hem?" Ucap Chanyeol tenang dan lembut. Kepala Baekhyun mendongak keatas menatap mata tajam Chanyeol.
"Jinjja?"
"Apa mataku ini terlihat sedang berbohong?"
Tidak! Chanyeol tidak sedang berbohong. Jika Chanyeol berbohong matanya pasti bergerak gusar berusaha agar tidak melihat lawan bicaranya. Tapi sekarang? Yang ada malah sebuah ketulusan yang terpancar dari mata tajamnya.
"Guerae. Malam nanti aku akan mengundang Kyungsoo untuk datang kecara makan malam kita. Aku harus meminta maaf kepadanya. Dan itu juga berlaku untukmu Baekhyun-ah, Chanyeol-ah." Ucap Tuan Kim final.
.
.
.
.
.
Jam sudah menunjukkan pukul 11 KST. Kyungsoo menenteng barang belanjaannya ceria sambil melangkah. Langkahnya mantap dan pasti. Ingat? Hari ini ia akan datang ke Panti Asuhan. Tempat dimana namja yang selalu ada diotaknya menyatakan perasaannya. Kyungsoo hanya bisa tersenyum miris mengingatnya.
"Tinggal menyebrang lalu belok ke gang itu, dan sampai!" Ucapnya bermonolog ria. Tidak, Kyungsoo tidak membawa mobilnya. Ia memilih menaiki bus dan berjalan kaki agar sampai di tempat tujuannya itu.
Namun saat hampir sampai di tepi jalan ketika menyebrang. Kyungsoo malah diam ditempat melihat apa yang ia lihat. Ia melihat orang yang paling ia cintai sedang mencium kening seorang yeoja. Meskipun sudah banyak mobil yang mengklakson dan menyuruh Kyungsoo minggir, Kyungsoo tak kunjung juga bergerak. Ia masih diam di tempatnya sampai akhirnya ia merasa tubuhnya terbanting cukup jauh dari tempatnya berdiri.
"KYUNGSOO ANDWAE!"
Sebuah truk menabraknya. Tidak, Kyungsoo tidak merasakan sakit. Sakit ditubuhnya ini yang sudah penuh darah masih belum sebanding dengan sakit dihatinya saat melihat Jongin –orang yang paling ia cintai- mencium kening seorang yeoja didepan matanya sendiri.
Orang-orang mulai berlarian berkumpul ke arah tubuh Kyungsoo yang penuh dengan darah baik di kepala ataupun di badannya. Dengan lemah Kyungsoo tersenyum saat melihat Jongin datang dan memeluknya. Tidak memperdulikan bajunya yang kini sudah penuh dengan darah Kyungsoo.
"Bertahanlah aku mohon, Soo. Bertahanlah. Saranghae. PALLI! TELEPON RUMAH SAKIT PABBO!" Teriak Jongin putus asa. Ia bahkan sudah menangis sekarang. Ia memeluk tubuh Kyungsoo sekali lagi. Lalu menaruh kepala Kyungsoo di pahanya.
"J-j-jong-in.." Titah Kyungsoo lemah.
"Ne chagi? Sabar ne. Ambulans akan datang. Sabar ne?" Ucap Jongin panik.
"S-sa-sarang-hae.." Dan tepat setelah itu Kyungsoo menutup matanya rapat.
"Yak Kyungsoo jangan bercanda. Ireona. Yak Kyungsoo-ya! DO KYUNGSOO! ANDWAE KYUNGSOO! SOO ANDWAE! IROENA! YAK DO KYUNGSOO! IREONA! KAU BERJANJI TIDAK MENINGGALKANKU SOO! SOO ANDWAE! NADO SOO NADO! NADO SARANGHAE JEONGMAL SARANGHAE! DO KYUNGSOOOOOOOOO!"
.
.
.
.
.
TBC
aku kembaaallliiii~~~~~~~~~~
ada yang kangen? ada yang rindu? ada yang nungguin?
oke gaada..
first of all. terima kasih untuk semua readernim karena telah menyempatkan waktu kalian untuk baca ff abal ini. dan termakasih untuk para reviewers karena telah menyediakan dua waktu untuk baca dan review ff ini. sekali lagi terimakasih. kalian berharga. /hug/bow/ aku harap kalian gak bosen-bosen buat tetep review meskipun cuma satu kata. REVIEW KALIAN ALASAN MENGAPA FF INI BERJALAN. dan buat para silent readers.. bukti penghargaan kalian kalo kalian suka sama ff ku ini adalah review. jangan malu untuk review yah. aku tunggu review kalian :)
second. terimakasih buat semua yang udah doain atas kelancaran UN aku. dan entah karena emang aku pinter #pdbgt atau emang karena doa kalian, UN ku lancar, makmur sejahtera. semuanya berjalan dengan sangat baik. sekali lagi terimakasih buat yang udah doain atas kelancaran UN ku. /hug/bow/
third. aku minta maaf kalo ff ini absurd, jelek, alur gajelas, atau apalah itu. tapi aku mohon dengan sangat! jangan ngebash atau flame aku. kalian tau? ini pertama kalinya aku buat ff. jadi aku menaruh harapan besar di ff ini. aku gasuka di bash. aku gasuka di flame. dan aku yakin kalian begitu. jadi kalo gaksuka di bash atau flame tolong hargai mereka. kalian tau gak betapa susahnya para penulis ff untuk dapetin idenya? penulis ff itu berbeda dengan penulis lainnya. *menurut aku* karena apa? karena penulis ff harus menyesuaikan karakter di ff mereka dan dikehidupan nyata *untuk sebagiann author yang gak OOC* sedangkan kalau penulis biasa? mereka bener-bener menggunakan imajinasi mereka atau keadaan nyata. ini sulit readers. sangat.
aku kaget bgt pas email masuk dan itu adalah sebuah bash dari salah satu readers aku. dan parahnya lagi. aku nangis grgr bash kamu itu. aku ini orangnya sensitif! sekali lagi aku ini orangnya sensitif! jadi aku mohon, jaga perasaan aku. kalo kalian gasuka lebih baik CLOSE TAB sekarang. gara-gara bash itu, aku hampir berniat menghapus ff ini.. untung gajadi.
fourth. buat yang merasa di keterangan ketiga tadi.. baikan yuk :D
fifth. KALIAN UDAH LIAT OVERDOSE KAN? OMONAAAAAAAAAAAAAAA! I'M SO DONE WITH EXO! gila ini gila! aku gak kuat. tolong. aku harus apa. aku harus gimana. tolong. akuu... aku butuh KAI SEKARANG!
gila yah EXO tuh. aku gak ngerti deh sama mereka. seterah mereka ajalah. aku kesel.
sixth. ini special nih. MASA AUTHOR FAV AKU NGEBACA FF INI. MASYA ALLAH! INI FF GAJE AUTHOR NIM. dulu KaiSoo Fujoshi SNH. sekarang LAB27. yaAllah maaf kalo aku mengecewakan kalian dengan ff ini /bow/
seventh. ini kepanjangan curhatnya yah?-_- oke aku sudahi. oh yah FYI, chap depan udah ending yah :)
Big Thanks to : Kaisoo Fujoshi SNH ; flowerdyo ; setyonight ; guest ; rinzkudo ; Kaisooship ; yesinta90 ; xo couple ; exo couple ; KaisooSAN ; Emiliakim ; Little Pororo ; zoldyk ; thyrhyeee ; acintialady ; xiaodult ; Lost Little Deer ; Al ; KyungRi08 ; KyuraCho ; kaisoohunlovers ; org ; dorekyungsoo93 ; luhanesu ; Ami KeyBum ; rahayuuni ; Kyungi Nadiana ; Guest ; 081919907600 ; Dkaixoyd ; LAB27 ; and all silent readers..
I'M STILL NEED YOUR SUPPORT. SO I'M NEED YOUR REVIEW FOR THIS FF. NO BASH! NO FLAME! IF YOU DON'T LIKE JUST CLOSE TAB NOW!
.
Ernass~~
