Chapter 5

Happy Reading~

Di tunggu reviewnya ya^^

Minseok tengah memilih-milih makanan ringan yang telah tersusun rapi di rak-rak besar yang ada di sebuah pusat Supermarket yang cukup ramai. Tangannya bahkan sudah penuh dengan cemilan-cemlan itu. Di depannya ada eommanya yang juga tengah memasukkan beberapa makanan untuk persediaan di rumah.

"Aigoo sayang jangan masukkan semuanya kau bisa gemuk lagi nanti, pilih yang sehat-sehat saja" ujar Sunny –eomma minseok- yang terlihat kaget saat melihat anak kesayangannya memasukkan banyak sekali cemilan ke dalam trolli yang sedang ia dorong.

"tapi aku ingin semuanya eommaaa" rengeknya membuat Sunny hanya bisa menghela nafas

"yasudah terserah kau saja tapi jangan merengek pada eomma lagi jika berat badanmu naik"

"iya eomma tenang saja hehe" minseok mengangkat kedua jempolnya sambil tersenyum imut(?) pada eommanya

Mereka pun segera menuju kasir setelah merasa semua hal yang mereka butuhkan telah masuk ke dalam trolli. Setelah keluar dari supermarket mereka langsung di sambut oleh Hwang ahjussi yang bekerja sebagai supir keluarga mereka

"ahjussi bisa bawakan semua belanjaan ini ke mobil? Aku dan minseok mau jalan-jalan dulu ahjussi bisa tunggu kami di mobil" ucap Sunny sambil menyerahkan beberapa kantung belanjaan pada hwang ahjussi

"baiklah nyonya" ahjussi itu pun mengambil kantung belanjaan tersebut lalu segera pergi menuju tempat parkir detelah membungkukkan badannya pada sunny dan minseok.

Sunny dan minseok pun kembali melangkahkan kaki mereka menuju beberapa toko pakaian dan aksesoris yang ada di mall tersebut mereka memang berniat untuk berbelanja. Minseok nampak kembali sibuk memilih pakaian yang ada disana tapi kegiatannya itu sedikit terganggu dengan pekikan sang eomma

"YA JONGDAE-YAAA" pekik sunny sambil menggerakkan tangannya kearah namja tampan yang tengah asik dengan smartponenya "sayang lihatlah bukankah itu jongdae?" tanyanya dan minseok hanya mengangguk sambil tersenyum melihat sang namjachingu yang tengah berjalan ke arahnya dan sang eomma.

"annyeong ahjumma, minseok noona" sapa jongdae sambil sedikit membungkukkan badannya

"annyeong, kau sedang apa disini jongdae?" tanya minseok penuh selidik

"hahaha kau tidak perlu curiga seperti itu noona, aku sedang mengantar eomma belanja"

"kau kesini dengan eommamu?" sekarang sunny yang bertanya

"ne ahjumma, tunggu biar aku panggilkan dulu eomma tadi dia sedang membayar belanjaannya" namja itu pun kembali ke tempatnya tadi dan tak lama kemudian ia kembali dengan seorang yeoja cantik disampingnya

"Sunkyu-yaa" panggil yeoja itu membuat eomma minseok yang tengah menghitung belanjaannya langsung mendongkakan kepalanya

"aaah jess, apa kabar ? lama tidak bertemu" sahut sunny sambil memeluk eomma jongdae

"aku baik-baik saja sunny bagaimana dengan mu?" ucap jesicca sambil membalas pelukan sunny

"aku juga baik-baik saja, aigooo aku sangat merindukanmu"

"nado bogoshipoyooo~"

"eomma apa kalian sudah saling kenal?" tanya jongdae dan minseok bersamaan *cieee

"tentu saja sayang sunny adalah teman sekolah eomma dulu, sunny kenalkan ini jongdae anakku" ucap jesicca sambil tersenyum cerah

"aku sudah tau jess, dia bahkan hampir setiap hari ke rumahku haha"

"ah jinjja? Dan... ah tunggu apa ini 'minseok noona' kesayanganmu itu, yang sering kau ceritakan pada eomma eoh?" tanya jesicca lagi sambil menunjuk minseok yang tengah tertunduk dengan pipi memerah di samping sunny

"n-ne" jawab jongdae sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal dengan pipi yang tidak kalah merah dari minseok

"aigooo~, dan sunny apa nona manis ini anakmu?"

Sunny tersenyum sambil merangkul bahu minseok "ne, sepertinya kita akan menjadi besan jess" ucapan sunny tadi sukses membuat pipi jongdae dan minseok tambah memerah karena malu

"haha iyaa, ah ya sunny mau minum kopi bersamaku? Aku akan menelpon yuri untuk beregabung bersama kita"

"tentu saja"

"kalau begitu sayang kau bisa membawa noona kesayanganmu ini pergi kencan karena eomma mau meminjam eommanya kkk"

"ne, kau pergi dengan jongdae saja sayang eomma mau bernostalgia dulu dengan jesicca"

"baiklah kalau begitu kita pergi dulu, annyeong eomma, ahjumma" ucap ChenMin lalu pergi meninggalkan kedua yeoja itu

kini Sunny dan Jessica tengah duduk di salah satu cafe yang masih berada di dalam mall. Tadi jessica sempat menelpon Yuri untuk ikut bergabung bersama mereka dan tidak lama kemudian yeoja itu datang dan ikut bergabung bersama.

"bagaimana rasanya menjadi adik dan kaka ipar eoh? bukanah kalian sudah menjadi saudara sekarang kkk~" ucap sunny setelah mengesap cappucino pesananya

"tentu saja menyenangkan iya kan jess?" ucap Yuri sambil tersenyum cerah

"ne, setidaknya kami masih memiliki teman untuk kesalon bersama hahaha kau tahu anak-anak kami namja semua dan mereka tentu saja sulit sekali di ajak mengantar eommanya pergi kesalon atau ke supermarket. Tadi saja aku harus memaksa jongdae dulu agar mau mengantarku kesini"

"jinjjayo? Ah ya berapa anakmu Yul? Aku sudah lama tidak mendengar kabar tentangmu. Dan bagaimana kabar suami kalian?" tanya Sunny

"aku punya 2 anak namja, yang pertama Kim Joonmyun dia sedang kuliah semester akhir dan yang kedua namanya Kim Jongin dia masih kuliah tingkat 2, dan Minho baik-baik saja tapi akhir-akhir ini dia sangat sibuk di kantor" jelas Yuri

"ya donghae Oppa juga baik-baik saja, tapi dia tidak pernah sesibuk Minho yang pada dasarnya memang gila kerja haha" ucap jessica membuat yuri mendelikkan matanya "ah ya bagaimana dengan Sungmin Oppa?"

"suamiku juga baik-baik saja dia juga masih bekerja bersama kyuhyun Oppa di rumah sakitnya"

"aku dengar Kyungie Hospital itu milik Kyuhyun Oppa ya? Ah ya bagaimana dengan sooyoungie? Aku sudah lama sekali tidak tahu kabarnya" tanya Yuri penasaran

"ne, dia sudah sangat sukses sekarang dan kalian tahu? nama Kyungie Hospital itu diambil dari nama panggilan anak mereka hahaha penyakit lebay pasangan evil itu masih belum sembuh mereka juga menamai anak mereka dengan singkatan nama mereka sendiri kalau tidak salah nama anaknya itu Do Kyungsoo KYU untuk KYUhyun dan SOO untuk SOOyoung mereka hanya menambah huruf 'NG' di tengah nama itu kkk~ ah ya sooyoung juga baik-baik saja dia sekarang menjadi aktivis berbagai kegiatan sosial" jelas Sunny sambil sesekali tertawa mengingat kekonyolah hidup(?) pasangan kyuyoung itu

"aigooo dasar mereka ituu, Aku takut anak mereka juga evil seperti kedua orang tuanya" tanya jessica sambil ikut tertawa

"aniyo, kalian pasti kaget melihat anak mereka dia sangat cantik dan matanya bulat lucu sekali dia tidak evil seperti orang tuanya kyungsoo sangat polos dan lembut jauh berbeda dengan eomma dan appanya aku dulu sempat bertanya pada sooyoung apa kyungsoo benar-benar anak mereka dan dia langsung menjitak kepalaku -_-"

"haha tentu saja sooyoung menjitak kepalamu dasar kau ini" yuri pun ikut tertawa bersama jessica

"tapi suaranya benar-benar bagus seperti kyuhyun Oppa" lanjut sunny

"apa anak mereka sudah besar?" tanya jessica

"hmm kalau tidak salah ia juga sedang kuliah tingkat 2. Dan berarti umurnya tidak berbeda jauh dengan jongdae dan jongin bukankah begitu?" tanya sunny dan jessica dan yuri hanya menganggukan kepala mereka

"aku jadi merindukan mereka semua, taeyeon, tiffany, hyoyeon, yoona, sooyoung, seohyun, heechul eonni dan victoria eonnie. Sudah lama sekali kita tidak berkumpul bersama selama ini aku dan sica hanya tau tentang tiffany, heechul eoni dan victoria eonni saja benarkan jess" ucap yuri sambil mengocek minumannya dan jessica mengangguka kepalanya

"aku dengar heechul eonni dan victoria eonni sekarang tinggal di china ya?" tanya sunny

"ne victoria eonni pindah ke China bersama keluarga barunya" jawab Jessica

"keluarga baru?"

"kau tidak tahu sunny? Victoria eonni sudah bercerai sekitar 7 tahun yang lalu bersama nickhun Oppa dan ia menikah lagi dengan namja china yang sudah memiliki 1 anak kalau tidak salah namanya Zhoumi Huang sekitar 3 tahun yang lalu" Sunny hanya mengangguk-anggukan kepalanya mendengar penjelasan yuri

"hmm bagaimana dengan tiffany dan heechul eonni?"

"tiffany sekarang sudah punya 3 anak"

"mwo? hebat sekali Kuda(siwon) itu hahaha" canda sunny membuat yang lain juga ikut tertawa

"iya haha anak pertama mereka itu seorang yeoja namanya Park Yura dia sangat cantik sekarang ia sedang kuliah pasca sarjana di china, anak keduanya seorang namja dia sangat cool dan tampan aigoo kau bisa jatuh cinta setelah melihatnya kkk~"

"haha kau berlebihan sekali Kim Yuri, tapi aku setuju dengannya Kris benar-benar tampan dia juga sangat tinggi bahkan lebih tinggi dari appa nya" jessica ikut menyambung cerita yuri

"jinjja? Ah sepertinya aku tidak boleh berdiri di dekatnya kkk~"

"dan kau juga harus melihat maknae mereka wajahnya juga sangat tampan tapi sangat cute juga, dia juga sangat tinggi dia seperti bayi raksasa haha aku rasa tiffany memberi makan tiang pada anak-anaknya kkk~" Yuri pun kembali melanjutkan ceritanya tentang keluarga Park

"hahaha jinjja? Siapa nama bayi raksasa tiffany itu?"sahut sunny

"namanya Park Chanyeol, dia berteman dekat dengan Jongin dan Jongdae anak kami, mereka selalu satu sekolah sejak sekolah menengah pertama"

"ah ya bukankah kau tadi bertanya tentang heechul eonni?" Sunny menganggukan kepalanya mendengar pertanyaan jessica

"heechul eonni sekarang tinggal di china ia baru pindah kesana bersama hanggeng gege dan anak pertamanya 2 tahun yang lalu"

"hmm, bagaimana dengan keluarganya?"

"aku rasa hanggeng gege masih tidak berani membantah heechul eonni haha, mereka memiliki 2 anak yang pertama namanya Xi Henry dia tidak kalah tampan dari Dady nya, dan yang kedua namanya Xi Luhan kau tau dia sangat cantik matanya sangat indah seperti boneka dan wajahnya juga sangat lucu aigoo aku sangat ingin memiliki anak sepertinya" ucap jessica gemas sendiri membayangkan wajah Luhan yang sangat lucu menurutnya itu

"yaa sica benar, Lulu itu sangat lucu dia sekarang tinggal bersama keluarga Park dan chanyeol benar-benar memperlakukannya seperti boneka mereka berdua itu lucu sekali kkk~" sambung yuri sambil terkekeh mengingat tingkah konyol ChanLu "dan kau harus tahu jika Heechul eonni dan Tiffany juga akan menjadi besan" sambungnya

"waah jinjja? Haha aku dan sica juga akan menjadi besan iya kan jess?" ucap Sunny

"ne, Yul kau tahu ternyata 'minseok noona' yang sering di ceritakan jongdae padaku itu adalah anak Sunny haha"

"wah asik sekali"

"ne lalu siapa calon besanmu yul?" goda sunny

"entahlah setahuku joonmyun sudah lama dekat dengan Yixing anaknya khuntoria tapi setiap aku tanya tentang hubungan mereka ia selalu bilang jika yixing hanya sahabatnya, sedangkan jongin? Aigoo aku kadang pusing sendiri dengan anak itu yeojachingunya itu banyak sekali ckckck"

"hahahahaha" ucapan yuri pun berhasil membuat sunny dan jessica tertawa untuk kesekian kalinya

"ah ya bagaimana dengan Yoona, Taeyeon, Hyeoyeon dan Seohyun? Kau tahu tentang mereka Sunny?" tanya jessica

"Hyoyeon memiliki 1anak namanya Lee Taemin, dia pandai menari seperti eomma dan appanya sedangkan seohyun dia sekarang tinggal di Amerika bersama yonghwa usaha mereka semakin berkembang pesat disana sedangkan anak mereka masih berada di korea dan tinggal bersama orang tua seohyun nama anak mereka itu Choi Sulli" yuri dan jessica nampak serius mendengarkan cerita sunny

"kalau taeyeon dia sekarang sibuk membantu Jinki untuk mengurus restauran mereka kalian tahu 'Onew's Chicken' ? itu adalah restauran milik mereka" sambung sunny

"waaah jinki sepertinya memang sudah gila ayam kkk~ bagaimana dengan anak mereka?" tanya Yuri

"mereka memiliki 1 anak yeoja namanya Byun Baekhyun dia sangat imut dan cantik matanya sangat kecil seperti Jinki dan sepertinya wajah imutnya itu diturunkan oleh taeyeon aku yakin kalian pasti akan sangat gemas jika melihatnya"

"jinjja? sepertinya kapan-kapan kita harus mampir ke restauran mereka" ucap jessica antusias di sertai anggukan dari yuri

"apa yoona masih menjadi model? Tapi aku sudah jarang melihatnya di majalah" tanya yuri

"tidak, dia sudah beralih profesi menjadi seorang desainer dan pekerjaan nya ini semakin membuatnya sibuk aku juga kadang kasihan pada anak mereka kau tahu sendirikan jika Kibum juga masih sering sibuk dengan drama-drama dan acara tv lainnnya"

"lalu siapa yang mengurus anak mereka selama ini?"

"setahuku mereka mempekerjakan beberapa maid untuk mengurus keperluan anak mereka, dan kalian juga harus melihat seberapa tampannya Sehun dia sangaaat tampan. Kalian tahu sendiri kan betapa tampannya Kibun dan betapa cantiknya Yoona jadi tidak heran jika anak mereka benar-benar tampan seperti pangeran, sooyoung juga sangat menyukai anak mereka"

"waaah aku jadi penasaran dengan anak mereka" ucap jessica

"kau bisa melihatnya di rumah sooyoung kkk~"

"apa maksudmu sunny?" tanya Yuri sambil mengerutkan keningnya

"sehun lebih sering berada di rumah Kyuyoung dari pada di rumahnya sendiri dia sudah sangat dekat dengan mereka dan kyungsoo karena ketika kecil yoona sering menitipkan sehun di rumah kyuyoung" yuri dan jessica pun kembali menganggukan kepala mereka

"ah sepertinya kita harus mengadakan acara reuni, bukankah kita sudah lama sekali tidak berkumpul bersama seingatku setelah menikah kita jarang sekali bertemu bahkan anak-anak kita sekarang sudah besar" usul Yuri

"aku setuju, kita juga bisa membawa anak-anak kita ketika reuni nanti" sambung jessica

"oke kita bisa membicarakannya lagi nanti, aku akan mengajak sooyoung dan hyoyeon untuk mengatur acara ini karena aku pikir yang lainnya pasti sibuk dengan kegiatan mereka masing-masing"

.

.

Hari ini adalah hari Rabu dan itu artinya setelah jadwal kuliah selesai Luhan, Baekhyun dan Kyungsoo harus mengikuti latihan girlgrup dengan anggota EXO yeoja lainnya yaitu Yixing, Minseok dan Tao. sesuai dengan jadwal yang telah mereka dapat dari yixing 2 minggu yang lalu. Sedangkan anggota EXO namja juga ada jadwal latihan khusus, Suho dan Jongdae latihan vokal bersama sedangkan Kris, Chanyeol, Sehun dan Kai latihan rap dan dance .

Luhan, Baekhyun dan Kyungsoo baru saja memasuki ruangan latihan yang di dalamnya sudah ada Yixing dan Minseok yang tengah menunggu mereka.

"kemana Tao-ie?" tanya Yixing

Tapi sebelum ada yang menjawab tiba-tiba pintu ruangan itu kembali terbuka menampakkan seorang yeoja cantik bermata panda dengan nafas sedikit terengah

"mianhae aku terlambat tadi Kris ge memintaku untuk menemaninya makan dulu" ucapnya dengan nada menyesal

"tidak apa Tao-ie kita juga baru datang kok" sahut baekhyun sambil tersenyum manis menampakan eyesmilenya

"baiklah bisa kita mulai? Ayo kita pemanasan dulu" ujar minseok dan ke-6 yeoja itu pun memulai latihan mereka dengan sedikit pemanasan lalu langsung memutar musik dengan lagu yang akan mereka bawakan nanti yaitu 'I Got a Boy' dari SNSD.

2 jam berlalu dan mereka pun mulai nampak lelah terbukti dengan keringan yang mengalir deras di wajah dan tubuh mereka.

"aku rasa latihan kali ini kita cukup kan saja ya lagi pula kalian semua sudah hapal semua gerakannya" ucap Lay sambil membagikan minuman yang baru saja dia ambil di kulkas yang berada di pojok ruangan sedangkan anggota lain hanya menganggukan kepala mereka

Keenam yeoja itu pun mengistirahatkan tubuh mereka sambil berbincang membicarakan beberapa hal yang memang sering dibicarakan oleh para yeoja. Entah karena terlalu asik berbincang atau apa mereka pun tidak menyadari bahwa anggota grup namja sudah memasuki ruang latihan itu.

"sudah selesai latihannya hm?" tanya Kris sambil mendudukan dirinya di samping Tao

"gege ?" tao nampak sedikit kaget dengan kedatangan Kris "ah iya kita sudah selesai latihan" jawabnya sambil tersenyum membuat kris gemas dan langsung mencubit hidung manjungnya

"sejak kapan kalian disini?" tanya Luhan dengan kening berkerut

"tidak terlalu lama baby" jawab chanyeol yang juga ikut duduk disamping Luhan sambil merangkul pundak yeoja itu, baekhyun yang melihat itu pun langsung berdiri dan segera membereskan barang-barangnya

"kau mau kemana?" tanya Kai yang masih berdiri di dekat pintu

"eh? aku?" dia malah balik bertanya sambil menunjukk dirinya sendiri dengan wajah bingung membuat kai langsung menganggukkan kepalanya "aku mau pulang bukankah latihannya sudah selesai?"

"baekyun-ah sebenarnya aku mau meminta bantuanmu, bisakah kau mengambil kostum untuk kita tampil nanti? Aku sudah memesan dan melunasi semuanya kau tinggal mengambilnya saja di toko milik Shin ahjummaa" ucap Kris

"tapi ak-"

"tenang saja kau tidak akan sendiri, chanyeol akan mengantarmu" lanjut Kris sebelum baekhyun menyelesaikan ucapannya

"mwo? kenapa aku hyung?"

"yang tau tempatnya kan hanya kau dan aku, aku ada urusan lain" jawab kris enteng

"tapi kan masih ada luhan, kyungsoo, tao, sehun, kai, jongdae atau yang lainnya Sunbae" ujar baekhyun mencoba menolak tugas kris dengan halus

"mereka juga punya tugas masing-masing, Sehun dan Luhan akan pergi membeli peralatan yang belum lengkap untuk dekorasi panggung. Kalian tahu grup drama terlalu sibuk latihan jadi mereka menyerahkan semuanya padaku"

"MWO?" ucap Luhan dan Sehun bersamaan *ciee

"wae? Kalian tidak mau?"

"bukan seperti itu sunbae tapi... ah sudahlah terserah sunbae saja" ucap Sehun yang terdengar pasrah

"bagus, dan untuk yang lainnya kalian harus membantuku menyelesaikan proposal dan ijin-ijin yang bersangkutan dengan acara ini. Semua ini untuk kelancaran acara ini juga kan?" dan yang lain pun hanya bisa menganggukan kepalanya mendengar ucapan sang duizang

"oke tunggu apalagi, segera laksanaan tugas kalian"

Baekyeol side –

Baekhyun POV

Aku tidak habis pikir kenapa Kris Sunbae menyuruhku pergi bersama dongsaeng raksasanya ini, kenapa dia tidak menyuruh luhan saja yang pergi bersamanya biar aku yang pergi dengan sehun walau aku yakin jika aku pergi dengan sehun itu sama saja seperti pergi dengan patung.

Entah mengapa aku jadi merasa canggung pada chanyeol padahal dia terlihat biasa saja, masih sama seperti dulu chanyeol yang hiperaktif dan ceria. Dia masih sering mengajakku bicara meski aku hanya menjawabnya sesekali.

"aigo baekhyun-ah aku lupa lagi disebelah mana toko nya" ucapya sambil memegang keningnya seperti sedang berpikir dan mengingat-ingat letak toko itu.

"jangan bercanda park chanyeol" oh ayolah sudah hampir 1 jam kita berjalan mengelilingi mall yang bisa di bilang besar ini dan kakiku sudah sangat lelah

"ah itu dia" pekiknya kegirangan dan langsung menarik tanganku sambil berjalan ke arah sebuah toko pakaian yang lumayan besar

Ya Tuhan kenapa jantungku jadi berdebar seperti ini? Ini semua pasti karena chanyeol terus mengenggam tanganku sampai kita tiba di depan toko ini, aku mohon park chanyeol berhentilah memberiku harapan, bagaimana bisa aku melupakannya jika aku selalu terjebak berdua dengannya seperti ini.

"ah chanyeol-ah kau mau mengambil baju pesanan hyung mu ya?" tanya seorang ahjumma yang sepertinya pemilik toko ini

"ne ahjumma, apa bajunya sudah selesai dibuat?"

"sudah, tunggu ya biar aku siapkan dulu semuanya" jawab ahjumma itu ramah dan chanyeol pun hanya menganggukan kepalanya sambil tersenyum manis, ah ani tersenyum biasa saja -_-

"baekhyun-ah kau mau melihat-lihat baju lain? Siapa tau ada yang cocok untukmu" ucapnya masih dengan senyuman yang bertengger di mulutnya(?)

"ani, aku sedang tidak mood berbelanja"

"Baekkie kemarilah" pekiknya sambil menggerakkan tangannya agar aku menghampirinya aku pun berjalan dengan malas ke arahnya

"lihatlah apa sweater ini bagus?" tanya chanyeol sambil menunjukkan sebuah sweater kearahku

Aku pun hanya menganggukan kepala untuk menjawab pertanyaannya sejujurnya aku sangat ingin sweater ini, bukankah sweater ini memang bagus? Modelnya sederhana tidak terlalu berlebihan dan aku menyukainya, hmm sangat menyukainya. Ternyata seleranya juga hampir sama denganku

"kau suka?" tanya chanyeol, dan entah untuk keberapa kalinya aku hanya menganggukan kepalaku untuk menjawab pertanyaannya

"baiklah aku akan membelinya, aghassi apa ada warna lain juga selain yang ini?" ucapnya pada seorang penjaga toko yang kebetulan sedang berdiri di dekat kami

"ada, sweater itu aku dua warna yang satu lagi warna merah" jawab penjaga toko itu dengan nada ramah

"bisa ambilkan yang warna merah itu untukku?" ucapnya tak kalah ramah

"tentu saja, tunggu sebentar ya^^" chanyeol pun menganggukan kepalanya sambil terseyum, aish kenapa dia selalu tersenyum -_-

Tidak lama kemudian penjaga toko itu pun kembali menghampiri kami, ah ani lebih tepatnya menghampiri chanyeol "ini yang warna merahnya aghassi" ucapnya sambil menyodorkan sweater tersebut

"ah yang ini juga bagus kalau begitu aku ambil keduanya saja"

"baiklah untuk pembayarannya silahkan ke kasir^^"

"oke" chanyeol pun membawa dua sweater tadi dan langsung berjalan ke arah kasir yang ternyata sedang di jaga oleh ahjumma tadi dan aku hanya bisa mengikutinya dari belakang

"ini pesanan hyungmu chanyeol-ah semuanya sudah kubungkus dengan rapi" ucap ahjumma itu

"ne gamsahamnida ahjumma, dan ini aku juga mau membeli sweater ini" ucap chanyeol sambil menyerahkan belanjaannya

"Apa sweater ini untukmu dan Luhan? Tapi sepertinya sweater ini tidak akan muat untukmu dan Ah ya siapa dia? Biasanya kau kesini dengan Luhan" ucap ahjumma itu sambil memperhatikanku, sepertinya dia sudah sangat dekat dengan chanyeol dan luhan.

"ah ya kenalkan ini baekhyun, teman kuliahku dan Luhan. Ahjumma cepat hitung semuanya aku sedang buru-buru" desak chanyeol membuat ahjumma itu tersenyum dan langung menghitung semuanya "semuanya jadi 250ribu won, pesanan hyungmu sudah ia bayar semua"

"oke ini uangnya, terima kasih ahjumma annyeong" chanyeol sedikit membungkukkan badannya dan segera pergi dari toko ini dan kembali mengenggam tanganku agar ikut pergi dengannya

- Hunhan side –

Author POV

Luhan dan Sehun sudah selesai berbelanja semua peralatan yang telah kris catat sebelumnya. Sehun membawa semua belanjaan mereka sebenarnya Luhan sudah menawarkan diri untuk membantunya tapi Sehun menolaknya dengan alasan 'seorang yeoja tidak pantas membawa barang berat' ya karena pesanan kris tadi memang tidak sedikit dan lumayan berat.

"Sehun apa kau lelah ? bagaimana jika kita membeli minuman dulu ah lihat itu ada penjual bubble tea apa kau mau?" tanya Luhan sambil menunjuk penjual bubble tea yang berada tidak jauh dari arah mereka sehun hanya menganggukan kepalanya lalu berjalan mendahului Luhan menuju penjual bubble tea itu

"Ahjussi Bubble tea nya 2 ya" ucap sehun dengan semangat membuat penjual bubble tea itu tersenyum dan langsung mengangkat jempolnya

"kau suka bubble tea?" tanya Luhan dan sehun menganggukan kepalanya lagi tapi dia terlihat lebih antusias (?)

"ini bubble-mu Sehun, tumben kau membeli dua" ucap ahjussi itu dan Sehun langsung menerimanya dengan senang hati lalu memberikan beberapa lembar uang pada ahjussi itu

"yang satu lagi untuk temanku, gamsahamnida ahjussi"

"ne cheonmaneyo sehunnie"

Luhan dan Sehun pun mencari tempat duduk untuk beristirahat sambil menikmati bubble tea tadi di sebuah taman kota yang tidak terlalu ramai.

"sehun-ah sepertinya ahjussi tadi sangat mengenalmu dia juga tahu namamu" ucap Luhan sambil melihat ke arah sehun yang tengah menikmati bubble tea-nya

"aku dan kyungsoo sering membeli bubble tea disana dan ahjussi itu juga sudah mengenal kami tapi sebenarnya kyungsoo tidak terlalu menyukai bubble tea jadi biasanya aku hanya membeli 1 saja" ah ini adalah kalimat terpanjang sehun yang Luhan dengar hari ini

"jinjja? Padahal kan bubble tea itu sangat enak aku sangat menyukainya aku juga sering membelinya bersama teman-temanku saat di china"

"jeongmalyo? Berarti kapan-kapan kita bisa beli bubble tea bersama lagi? Kyungsoo biasanya jarang mau menemaniku membeli bubble tea"

"o?" Luhan nampak kaget dan malah membulatkan mulutnya yang terlihat sangat lucu membuat sehun terkekeh melihatnya dan sekarang Luhan malah menunjukkan ekspresi terkesimanya membuatnya tambah lucu menurut sehun

"s-sehun?"

"wae? Apa aku salah bicara? Kekeke Luhan ekspresimu lucu sekali" ucap sehun yang masih terkekeh melihat ekspresi Luhan

"Sehun kau tampan sekali saat tertawa seperti itu" ucap Luhan entah sadar atau tidak karena wajahnya masih berbinar yang nampak sangat polos sambil masih memperhatikan wajah sehun ini memang kali pertamanya ia melihat sehun tertawa seperti ini dari jarak dekat, sehun menghentikan tawanya dan entah mengapa ia merasa wajahnya mulai memanas

"hmmm Luhan sepertinya langit sudah mulai gelap sebaiknya kita pulang saja, kajja" Sehun pun langsung bangkit dari bangku taman itu dan berjalan menuju mobilnya, kebetulan hari ini sehun membawa mobil bukan motor kesayangannnya

Luhan masih terpaku di bangku taman itu dan wajahnya pun mulai memanas saat menyadari apa yang baru saja ia lakukan 'aigooo Luhan pabo apa yang kau lakukan, sehun pasti berpikiran yang tidak-tidak' batinnya, ia memukul kepalanya beberapa kali dan langsung beranjak mengikuti sehun

"YA SEHUNIE TUNGGU AKUUU"

.

.

.

Setelah baekyeol dan hunhan pergi meninggalkan ruang latihan kris membagi tugas pada yang lainnya Jongin, Kyungsoo, Joonmyun dan Tao bertugas untuk membantu mendekorasi panggung bersama anggota club seni lainnya sedangkan Minseok dan Jongdae bertugas untuk membereskan semua surat-surat ataupun laporan lainnya yang bersangkutan dengan acara nanti.

Jadi di tempat latihan ini hanya ada Kris dan Lay, mereka berencana untuk latihan untuk penampilan duet mereka lay sudah duduk di depan sebuah piano yang cukup besar dan entah mengapa dari tadi dia terus menundukan kepalanya.

"bisa kita mulai?" tanya Kris, Lay hanya mengangguk dan mulai memainkan jemari lentiknya di atas piano yang langsung menghasilan alunan musik yang indah.

Ini adalah kali pertamanya mereka latihan hanya berdua saja dan entah mengapa perasaan keduanya sama-sama gugup. Setelah beberapa lama memainkan pianonya lay mulai menyanyikan beberapa bait awal dari lagu tersebut dengan suara lembutnya di iringi suara berat Kris yang menambah kesan 'keren' dari penampilan mereka. kris juga menunjukkan bakat rap nya pada lagu ini.

Setelah menghabiskan waktu 40 menit mereka pun berhenti. Lay menghela nafas panjang kemudian berdiri dan segera membereskan barang-barangnya.

"kau pulang bersama siapa ? ini sudah sore" suara berat kris itu berhasil mengagetkan Lay yang tengah asik sendiri dengan isi tasnya

Lay mendongkakan kepalanya untuk menatap Kris yang berdiri tepat di depannya "nggg, ak-aku akan pulang bersama Suho" jawabnya sedikit gugup lalu kembali menyibukan diri dengan membereskan barang-barangnya.

Kris tersenyum meremehkan saat mendengar jawaban dari Lay "kalau begitu cepat bereskan barangmu, kita ke aula bersama bukankah Suho ada disana? Aku juga akan kesana untuk menjemput Tao"

Lay nampak menghentikan kegiatannya beberapa saat ketika mendengar Kris mengucapkan nama Tao, yang notabene adalah adik tirinya "k-kau duluan saja kris aku masih ada urusan, biar nanti aku ke sana sendiri"

Kris mengangkat bahunya dan tidak lama kemudian ia pun pergi meninggalkan Lay sendiri di ruang latihan. Setelah Kris tidak ada lagi di ruangan ini tubuh Lay tiba-tiba merosot sehingga membuatnya terduduk di lantai ruang latihan lengkap dengan pandangan kosong dan senyuman miris terukir di mulutnya. Dan tanpa ia sadari air matanya jatuh begitu saja dan mulai membasahi pipi mulusnya ia menangis dalam diam dengan senyuman miris yang masih tergambar jelas di wajah cantiknya.

Lay sama sekali tidak menghiraukan suara orang membuka pintu ruangan itu sehingga ia tidak tahu siapa orang yang baru saja masuk kedalam ruang latihan.

GREP

Yeoja berdimple itu merasakan ada seseorang yang memeluk tubuhnya tapi pandangannya masih lurus kedepan karena tanpa ia lihatpun ia sudah sangat hapal siapa yang memberinya pelukan hangat seperti ini, dia adalah Kim Joonmyun namja yang selalu ada disisinya bagaimanapun keadaannya.

"uljima Yixing-ah, uljima" bisik Joonmyun sambil terus memeluk Lay dari belakang

"aku jahat sekali joonmyun" lirih Lay

"aniyooo, siapa yang bilang kau jahat hm?" suho melepaskan pelukannya lalu menghapus airmata Lay dengan jempolnya

"aku merasa aku sangat jahat karena aku selalu sedih saat melihat kebahagiaan adikku sendiri"

"dengarkan aku yixing" ucap Suho sambil menakup wajah lay dengan tangannya "andai saja Tao mengetahui hal yang sebenarnya aku yakin dia juga akan merasa bersalah karena telah membuat sedih jiejie-nya"

"Ani, Tao tidak boleh mengetahui apapun tentang masa laluku aku tidak mau melihat ia kehilangan kebahagiaannya" ucap lay sambil terisak "dan aku yakin kau masih bisa menjaga semuanya kan?" Suho menghela nafas berat kemudian memaksakan diri untuk tersenyum lalu menganggukan kepalanya

"sudah sekarang kita pulang ne?" Suho pun membantu Lay berdiri dan memberesan barang-barangnya

"ah ya mana kyungsoo ? bukanah hari ini dia akan mulai tutor denganmu?" tanya Lay saat mereka sedang berjalan menuju tempat parkir mobil Suho

"aku sudah menyuruhnya untuk duluan bersama Kai, aku tahu kau pasti tidak mau kan jika hoobae mu melihat keadaanmu yang seperti sekarang?" canda Suho sambil mengacak rambut Lay membuat yeoja itu mempoutan mulutnya

Suho membukakan pintu mobilnya untuk Lay agar yeoja itu segera masuk lalu ia pun mengitari mobilnya dan langsung ikut masuk ke dalam mobil juga.

"Joonmyunie" panggil Lay membuat Suho menatap ke arahnya sebelum ia menginjak gas "gomawo" lirih yeoja itu, Suho tersenyum lembut mendengarnya

"tapi tugasku hari ini belum selesai nona manis, ucapkan kata itu saat kita sudah sampai di rumahmu" balasnya sambil kembali mengacak rambut Lay dan langsung melajukan mobilnya menuju kediaman keluarga Zhang.

.

.

.

yeoja bermata bulat itu tengah menatap takjub pemandangan sore kota seoul di balik kaca mobil yang ada di sebelah kanannya. Dia nampak sangat menikmati kegiatannya itu sehingga ia tidak menyadari jika namja yang sedang mengemudi di sampingnya itu sesekali tersenyum saat melihatnya.

"Kyungsoo-ya kita sudah sampai" ucap namja berkulit tan itu membuat kyungsoo menoleh kan kepalanya lalu mengangguk imut(?)

"kau mau aku membukakan pintu mobil itu untukmu?" tanya namja itu lagi saat kyungsoo tidak kunjung keluar dari mobil

"ah aniyo, aku hanya menunggumu keluar duluan bagaimana jika kau berbohong dan saat aku turun dari mobil kau malah kabur meninggalkanku disini" ucap kyungsoo dengan wajah polosnya

"hahaha itu tidak mungkin kyungie kau ada-ada saja, kajja" akhirnya Jongin pun keluar mobil duluan dan kyungsoo segera mengikutinya

Mereka berdua pun masuk kedalam rumah keluarga Kim yang cukup besar. Yuri –ibu jongin dan joonmyun- yang kebetulan sedang berada di ruang tamu bersama tiffany yang memang sedang bertamu kesana langsung melihat ke arah mereka.

"Annyeong eomma, ahjumma" sapa jongin pada ibunya dan tiffany

"ah annyeong jongin-ah mana hyungmu dan..."

"joonmyun hyung mengantarkan pujaan hatinya dulu, dan ini.. dia kyungsoo hoobae joonmyun hyung dia mau belajar bersama hyung" jawab jongin sebelum sang ibu menyelesaikan pertanyaannya

"annyeong ahjumma Do Kyungsoo imnida" sapa kyungsoo sambil membungkukkan badannya

"ah chankamman"ucap Yuri sampil mencoba mengingat sesuatu, 'do kyungsoo? Sepertinya aku pernah mendengar nama ini do kyungsoo yeoja cantik, bermata bulat, sangat polos dan lembut'

"AIGOO apa kau anak Do Kyuhyun dan Choi ah maksudku Do Sooyoung?"pekik yuri saat ia berhasil mengingat percakapannya dengan sunny dan jesicca beberapa hari yang lalu. Kyungsoo yang merasa kaget degan pertanyaan Yuri malah membulatkan matanya lucu membuat ketiga orang yang ada disana gemas melihatnya termasuk jongin dan entah mengapa jantungnya terasa berdetak lebih cepat saat melihat wajah polos dan lucu milik do kyungsoo itu

"e-eh kenapa ahjumma tau nama orangtuaku?"

"jadi benar? Kyaaaa kyungsoo aku ingin bertemu orangtuamu" ucap yuri yang langsung berdiri dan memeluk kyungsoo membuat kyungsoo semakin kaget dengan kelakuan eomma jongin ini

"haha yuri kau membuatnya takut" ucap tiffany sambil tertawa

"aku pulaaang" ucap seorang namja yang baru memasuki rumah ini "ah kyungsoo kau sudah sampai? Kalau begitu kajja kita mulai belajarnya" lanjut namja itu yang biasa di panggil joonmyun/suho

"joonmyunie apa kau tidak lihat kyungsoo sedang ada urusan dengan eomma?"

"eh eomma? Memangnya ada apa? Apa kalian saling kenal?"

"aniyo tapi.. ah sudahlah biar nanti saja sudah sana kalian belajar saja dulu" joonmyun pun menganggukan kepalanya lalu mengajak kyungsoo untuk mengikutinya menuju ruang tengah yang akan mereka gunakan untuk belajar bersama

1 jam sudah berlalu dan kyungsoo masih asik dengan buku-buku tebalnya bersama joonmyun, sesekali nampak kerutan di keningnya saat ia merasa bingung atau tidak mengerti dan terkadang ia pun memekik kegirangan saat ia dapat memahami beberapa pelajarang yang dulu ia anggap sulit dan joonmyun yang duduk di sebelahnya terus mengajarinya dengan sabar dan sesekali ikut tertawa bersama kyungsoo saat ada hal konyol di sekitar mereka.

Karena terlalu asik berdua mereka sampai mengabaikan seseorang yang sedari tadi duduk di atas sofa yang tepat berada di sebelah kanan kyungsoo –SuDo duduknya lesehan- yang selalu memperhatikan mereka sejak tadi ah bukan 'mereka' karena sepertinya ia hanya memperhatikan kyungsoo. Senyumannya selalu mengembang tiap kali melihat ekspresi kyungsoo yang menurutnya sangat lucu dan ia juga mulai bingung dengan detakan jatungnya yang selalu berdetak lebih kencang tiap kali melihat wajah cantik nan polos itu.

"Oppa ini sudah malam sebaiknya kita lanjutkan besok saja aku takut eomma mengkhawatirkanku" ucap kyungsoo sambil menutup buku tebalnya

"ah ne lebih baik kita lanjutkan besok saja, ayo aku bantu bereskan buku-bukumu"

Setelah selesai membereskan barang-barangnya kyungsoo langsung berdiri berniat untuk pamitan pada keluarga Kim

"Kyungsoo mau kemana?" tanya Yuri sepertinya Tiffany sudah pulang jadi ia berniat untuk bergabung bersama anak-anaknya

"aku mau pulang dulu ahjumma ini sudah malam lagi pula eomma sudah mengirimku pesan singkat tadi dan menyuruhku segera pulang"

"ah ne boleh aku minta no ponsel eomma-mu ? lalu bisakah kau sampaikan salamku pada orang tuamu? Bilang saja ada salam dari Kim Yuri dan Kim Minho, aku adalah teman sekolah eommamu dulu, kami tidak pernah bertemu lagi setelah kami menikah" jelas Yuri dengan senyuman menghiasi wajah cantiknya

"tentu saja ahjumma akan aku sampaikan pada eomma dan appa, ah ya ini no ponsel eommaku" kyungsoo pun menyebutkan beberapa angka yang merupakan no ponsel eommanya

"ne gamsahamnida kyungsoo-ya ah ternyata sunny benar kau memang cantik dan lucu, jongin-ah tidak kah kau tertarik padanya?" pertanyaan yuri barusan berhasil membuat pipi kedua anak itu memerah, kyungsoo karena di puji sedangkan jongin entah karena apa.

"sudahlah eomma jangan menggodanya, kajja kyungsoo aku akan mengantarmu pulang tidak baik jika yeoja pulang malam sendirian" ucap joonmyun lalu berjalan menuju kamarnya berniat untuk mengambil kunci mobil

"biar aku saja yang mengantarnya hyung" ucap jongin tiba-tiba dan entah mengapa Yuri langsung tersenyum dan menganggukkan kepalanya

"ne, biar jongin saja yang mengantar kyungsoo kau istirahat saja sayang" joonmyun sedikit kaget mendengar ucapan eommanya tapi pada akhirnya ia hanya mengangkat bahunya

"baiklah jongin cepat antarkan kyungsoo ke rumahnya ini sudah malam dan kau harus mengingat jalan menuju rumahnya karena besok eomma ingin memintamu mengantar eomma kesana"

"ne" jawab jongin singkat dan langsung membawa kunci mobilnya yang tergeletak begitu saja di atas meja

"kalau begitu aku pamit pulang dulu ahjumma, joonmyun Oppa" ucap kyungsoo sambil membungkukkan badannya

"ne hati-hati kyungsoo" balas mereka

"ya harusnya kalian mengatakan itu padaku, aku yang menyetir mobilnya jadi keselamatan kyungsoo ada di tanganku" omel jongin

"sudah jangan banyak bicara sayang, cepat antarkan kyungsoo" ucap yuri

Jongin hanya mendengus kesal lalu berjalan menuju garasi rumahnya sedangkan kyungsoo hanya mengikutinya dari belakang

TBC

Yaaaay chapter ini lebih panjang dari chapter-chapter sebelumnya hehe^^

Author mau jujur nih sebenernya ff ini udah lumayan lama nangkring di laptop cuman author baru kepikiran buat di posting ff ini kemaren-kemaren jadi maaf kalau couple yang jadi orang tua mereka masih couple SuGen fav nya author soalnya ff ini udah ada sebelum ada berita tentang para member snsd yang udah punya pacar jadi maaf ya sekali lagi kalau ada yg ga suka sama couple orang tuanya hehe

Oh ya makasih banyak buat yang udah review di chapter-chapter sebelumnya, jangan lupa buat review lagi. Dan yang belum sempet review author tunggu ya^^

Buat yang nunggu moment-moment Chanbaek, Kaisoo, Hunhan dan yang lainnya yang sabar ya ini baru permulaan tunggu chapter selanjutnya tenang aja mereka pasti bersatu kok^^