Chapter 6
Happy Reading~
Di tunggu reviewnya ya^^
Sudah beberapa hari kebelakang Jongin sering berkunjung ke rumah kyungsoo untuk mengantar ataupun menjemput eommanya yang memang sedang hobi pergi kesana maklum lah Yuri baru saja bertemu sahabat lamanya, Sooyoung. Tidak jarang juga jongin ikut mampir ke rumah itu dan berbincang bersama Kyungsoo dan setiap ia pergi kesana maka Sehun juga pasti ada disana. Dia mulai heran apa sehun juga tinggal disana ? kenapa bocah itu selalu ada disana dan selalu ada dimanapun kyungsoo berada.
"jonginnie kajja kita pulang, eomma lupa jika eomma juga ada urusan dengan jessica" ucap Yuri membuat Kyungsoo, Jongin dan Sehun yang sedang berada di ruang TV menolehkan kepala kearahnya
"ne eomma, kyunggie sehun-ah aku permisi pulang dulu annyeong" setelah memberi salam jongin langsung berjalan ke arah eommanya dan juga berpamitan pada sooyoung
"kyungsoo-ya sehun-ah kami pulang dulu ya annyeong" ucap yuri sambil melamaikan angannya ke arah HunSoo
"ne ahjumma jongin-ah hati-hati" kyungsoo membalas lambaian tangan Yuri begitupun sehun walau ia tidak bicara sepatah katapun
Setelah yuri dan jongin pulang, sooyoung langsung menuju kamarnya untuk mengambil jaket dan kunci mobil "sayang eomma ada urusan sebentar dengan taeng ahjumma, kau jaga rumah ya? Dan sehun tolong jaga kyunggie"
"siap eomma/ahjumma" Sooyoung pun melambaikan tangannya lalu segera pergi meninggalkan anaknya dan sehun di rumah
"sehun tidak terasa ya acara seni itu akan di mulai 1 minggu lagi aku sudah tidak sabar" ucap kyungsoo senang sambil memeluk boneka pororo nya
"ne, kenapa kau tidak sabar? Apa kau tidak sabar untuk perform bersama jongin?" tanya sehun mencoba untuk menggoda kyungsoo
"hmm mungkin" tapi bukan ini jawaban yang ia harapkan
"ah ya aku lihat akhir-akhir ini kau cukup dekat dengan Luhan, apa kau menyukainya? Aku pikir Luhan adalah yeoja yang sangat cantik dia juga baik dan ramah pada setiap orang" goda kyungsoo "tapi kenapa kau tidak pernah cerita padaku eoh? kau jahat sehunnie" dan sekarang yeoja bermata bulat itu malah mempoutkan mulutnya yang terlihat sangat lucu
"aniyo kau ada-ada saja kyungsoo. Bukankah Yixing Noona menyuruh kita untuk lebih dekat dengan couple kita masing-masing? Aku hanya menjalankan tugasnya dan lagi... kau juga terlihat sangat dekat dengan jongin"
"jinjjayo?" Sehun menganggukan kepalanya untuk menjawab pertanyaan kyungsoo
"entahlah aku rasa... jongin adalah namja yang cukup baik, dia sangat baik padaku dan aku juga merasa nyaman saat bersamanya" entah mengapa rahang sehun langsung mengeras saat mendengar ucapan kyungsoo barusan
"kyungsoo..." ucap sehun menggantung membuat kyungsoo menatapnya untuk menunggu sehun melanjutkan ucapannya "apa kau menyukai jongin?"
Kyungsoo menghembuskan nafas panjang sebelum menjawab pertanyaan sehun, dia sedikit tersenyum lalu "entahlah aku belum terlalu yakin tapi aku selalu senang jika dia ada di dekatku jadi sepertinya untuk saat ini aku rasa aku mulai menyukainya" inilah kyungsoo dia selalu terbuka tentang hal apapun pada sehun, sahabatnya.
Dan mulai saat itu tidak ada lagi percakapan yang keluar dari mulut kyungsoo dan sehun.
***
kediaman keluarga Park
Hari ini Chanyeol, Luhan, Jongin dan Jongdae tengah bersantai bersama di halaman belakang kediaman keluarga Park yang cukup luas. Chanyeol dan Luhan nampak malas mendengarkan celotehan jongdae yang sedari tadi terus membicarakan 'minseok noona' kesayangannya sedangkan jongin entahlah hari ini dia nampak asik sendiri dengan dunianya
"sudahlah jongdae aku bosan mendengar ceritamu yang itu lagi itu lagi" gerutu chanyeol di ikuti anggukan lucu dari luhan
"apanya yang itulagi itulagi ? aku rasa aku belum pernah menceritakan hal yang barusan" bela jongdae
"ya belum pernah untuk yang ke 1827kalinya" ejek Luhan sambil terkekeh bersama chanyeol
"kau berlebihan sekali Xi Luhan" dengus jongdae yang langsung mengalihkan pandangannya dari ChanLu
"hahaha lihat BabyLu ada yang marah kekeke"
"diam kau tiang listrik"
"terserah aku kotak tv"
"tiang listrik"
"kotak tv"
"tia-"
"YA" pekik Luhan tiba-tiba "sudah diam, lihat tidak sadarkah kalian jika sedari tadi uri jonginnie melamun terus?" tanya Luhan
"ah benar juga" sahut chanyeol
"Kira-kira apa yang sedang si kkamjong itu pikirkan?" tanya jongdae
"entahlah mungkin ia dicampakan oleh salah satu yeojachingunya" jawab chanyeol
"ah itu tidak mungkin dobi pabo, yang ada kai lah yang mencampakan mereka" ujar luhan sambil menjitak kepala chanyeol membuat namja tinggi itu sedikit meringis
"ya Kai ada apa denganmu?" tanya jongdae sambil menggoyangkan bahu kai membuat namja berkulit tan itu tersadar dari lamunannya
"eh? aku? aku kenapa?" jongin malah balik bertanya dengan tampang polosnya yang sangat menggoda untuk di pukul menurut jongdae
"ya pabo kenapa kau malah balik bertanya"
"engg aku hanya sedang memikirkan sesuatu" jawabnya jujur
"memikirkan apa? Jangan berpikiran kotor kai ini masih sore" Luhan yang mendengarnya langsung memukul kepala jongdae dengan gulungan majalah yang sedang ia baca tadi
"jaga bicaramu kim jongdae"
"kekeke mianhae aku hanya bercanda Lu"
"bukan itu, aku hanya sedang bingung. Apa aku boleh bertanya sesuatu pada kalian?" ketiga orang yang ada di depannya pun hanya menganggukan kepala mereka
"ngg.." kai nampak ragu dengan pertanyaan yang sudah ada di pikirannya tapi pada akhirnya ia memutuskan untuk mengutaraannya saja "ngg bisakah kalian jelaskan apa itu cinta ?"
Hening...
Chanyeol luhan dan jongdae nampak terpaku di tempatnya masing-masing hingga akhirnya
"fftttHAHAHAHAHHA" tawa chanyeol pun pecah dan tidak lama kemudian disusul oleh tawa luhan dan jongdae
"HHAHAHAH KAI AHAHA KAU AHAHHAAA" luhan bahkan tidak bisa melanjutkan kalimatnya
"HAHAHAHAHHAHA" sedangkan jongdae sama sekali tidak bisa bicara dan ia terus tertawa sambil memegangi perutnya
"YAAAA" pekik jongin yang berhasil menghentikan tawa ketiga sahabatnya
"kai aigooo pfhhhht" Luhan berusaha menghentikan tawanya "apa kau tidak salah bicara? Kenapa kau baru bertanya 'apa itu cinta' padahal kau sudah mulai pacaran saat kita masih duduk di sekolah menengah pertama?"
"kim jongin sedang bercanda" sahut chanyeol
"itu adalah lawakan terlucu yang pernah kau buat kai kkkk" sambung jongdae
"ck percuma saja aku bertanya pada kalian, sudahlah lebih baik aku pergi dari sini dan bertanya pada orang yang bisa diajak lebih serius" kai langsung beranjak dari tempat duduknya lalu pergi begitu saja meninggalkan ketiga temannya yang kembali terpaku di tempat masing-masing
"apa barusan ia serius bertanya?" Luhan pun mulai memecah keheningan
"sepertinya iya, tapi mana bisa... ah sudahlah" Chanyeol mulai bingung sendiri dengan apa yang harus ia katakan
"padahal ia sudah menjadi playboy sejak kelas 2 SMP dan setauku sekarang ia sedang menjalani hubungan dengan 2 yeoja kalau tidak salah namanya Yon Sohee dari kelas accounting dan Krystal dari kelas sastra inggris. Dan sekarang ia baru bertanya apa itu cinta. Aigoooo~ Kim Jongin daebak" ucap Jongdae yang masih tidak percaya
"dia benar-benar parah"
.
.
Sepasang sejoli nampak tengah menikmati makan malam mereka di sebuat resto yang cukup mewah dengan nuansa yang sangat romantis. Sang yeoja terlihat sangat bersemangat saat menceritakan kejadian-kejadian menarik yang ia alami hari ini pada sang namjachingu tapi sang namja malah terlihat asik sendiri dengan dunianya membuat yeojanya kesal.
"ge" panggil Tao, yeoja bermata panda yang tengah kencan dengan namjachingunya Kris Park
"Ge" tao sedikit meninggikan suaranya saat ia tidak mendapat sahutan dari Kris
"KRIS GE" Kris nampak kaget dengan panggillan tao yang cukup keras membuat ia tersadar dari lamunannya
"apa dari tadi gege tidak mendengarkanku?" tao mulai merajuk karena sikap kris hari ini
"eh? ani baby aku mendengarkanmu, ayo lanjutkan lagi ceritanya" ucap Kris sambil memberikan senyuman lembutnya yang jarang sekali ia tunjukan pada orang lain
"aniyo, aku tahu dari tadi gege tidak mendengarkanku" tao mempoutkan mulutnya lalu melipat tangannya di depan dada
"aku mendengarkanmu sayang, ayolah jangan marah seperti itu" bujuk Kris
"BOHONG"
Kris POV
"BOHONG" pekik tao membuat kami menjadi pusat perhatian di resto ini
'dia' tidak pernah keanak-kanakan seperti ini
"Tao-ie tenanglah kau lihat ? semua orang memperhatikan kita" aku coba untuk membujuknya kembali tapi apa...
"MEMANGNYA KENAPA JIKA MEREKA MEMPERHATIKAN KITA? GEGE MALU ? AKU TIDAK AKAN SEPERTI INI JIKA GEGE TIDAK MENGACUHKANKU" pekiknya LAGI
'dia' tidak pernah membentakku
"mianhae aku tidak bermaksud mengacuhkanmu aku sedang memikirkan sesuatu tao-ie mengertilah"
"Kenapa aku harus mengerti keadaan gege, sedangkan gege tidak mengerti keadaanku?"
'dia' selalu mengerti keadaanku dan 'dia' selalu memaafkanku
"sudahlah kita pulang saja" aku menarik tangannya untuk pergi dari restourant ini tapi ia langsung menepis tanganku
"aku tidak mau"
'dia' tidak pernah keras kepala
"JADI APA MAUMU HUANG ZI TAO?" aku sudah kehabisan kesabaran, kenapa ia suka sekali memancing emosiku?
Aku dan Tao memang selalu terlihat romantis dan 'baik-baik saja' di depan orang-orang yang kami kenal tapi nyatanya? Ya beginilah keadaan hubungan kami yang sebenarnya kami sama-sama keras kepala, sama-sama mudah terpancing emosi seperti api dengan api. Maka dari itu yang aku butuhkan untuk menjadi pasanganku itu sosok lembut dan bisa memahami sikap emosionalku sosok seperti air yang bisa memadamkan api sepertiku. Ya sosok lembut yang selalu bisa merendam amarahku dan tidak suka memancing emosiku, seperti 'dia' yaaa 'dia' yeoja yang seharusnya aku benci karena telah meninggalkanku.
"Gege membentakku?" tanyanya setelah beberapa saat terdiam, mungkin ia kaget dengan bentakankku
"mianhae tao, aku... aku hanya..." entahlah aku bingung harus berbicara apa
"hiks" aigooo mulai lagi, ya dia menangis lagi. Selalu seperti ini dan aku tidak suka jika hal seperti ini terjadi, dia mudah sekali menangis bahkan aku hanya membentaknya. Oke aku tahu itu tidak wajar tapi bukankah tadi ia yang mulai duluan membentakku?
Tao nampak menghapus airmata di wajahnya dengan kasar, ia langsung berdiri dan menyambar tas nya lalu pergi meninggalkan ku disini, tadinya aku berniat untuk mengejarnya tapi percuma saja dia sedang emosi, biarkanlah ia menenangkan dirinya sendiri dulu.
Aku memutuskan untuk keluar dari restauran ini, sepertinya aku juga harus menenangkan pikiranku.
Author POV
"ya kkamjong-ah sebenarnya apa alasanmu mengajakku kesini?" tanya yeoja cantik berambut coklat pada namja yang sedari tadi hanya diam di sampingnya. Mereka sedang terduduk di salah satu bangku yang ada di taman kota
"baekkie" lirih namja yang di kenal sebagai Jongin, Kim jongin
"hm" sahut Baekhyun sambil melirik sahabatnya
Baekhyun adalah tempat curahan hati seorang Kim Jongin begitupun sebaliknya meskipun mereka juga memiliki teman-teman dekat lain seperti jongin yang sangat bersahabat dengan chanyeol, jongdae dan luhan lalu baekhyun yang juga bersahabat dengan kyungsoo dan sehun. baru kali ini jongin ingin membicarakan tentang 'perasaan' pada baekhyun karena selama ini ia hanya menceritakan kehidupannya saja baik itu tentang teman-teman maupun keluarganya. Begitu pula dengan baekhyun, yeoja manis ini belum berani membagi cerita tentang perasaannya pada siapapun termasuk jongin.
"sebenarnya aku ingin bertanya sesuatu padamu" ucap Jongin yang terdengar cukup serius
"tanyakanlah"
"tapi kau harus berjanji tidak akan menertawakanku" jongin tidak mau kejadian tadi sore saat di rumah chanyeol terulang kembali
"neeeeeeeeeee" jawa baekhyun dengan nada malas
"yaksok?"
"yaksok kim jongin, kkamjong cepat katakan apa yang mau kau tanyakan"
"nggg apa itu cinta?"
"..." hening baekhyun tidak mengeluarkan suaranya sedikitpun. Ia hanya memandang jongin dengan tatapan tidak percaya.
"oke sepertinya aku harus mencari orang yang lebih tepat lagi" jongin segera beranjak dari bangku taman itu berniat pergi meninggalkan baekhyun tapi yeoja itu segera menahannya
"yaaak mau kemana kau? aku kan belum menjawabnya"
"kau mau menjawabnya? Kau tidak menertawakanku?"
"ani, aku rasa wajar namja playboy sepertimu menanyakan hal ini karena aku yakin dari sekian ratus mantan yeojachingumu atau bahkan yeojachingumu yang sekarang kau tidak pernah menggunakan hatimu saat memiliki hubungan dengan mereka, benarkan?"
Jongin mengangguk
"Cinta adalah sesuatu yang murni, putih, tulus dan suci yang akan timbul tanpa adanya paksaan. Suatu perasaan terdalam manusia yang membuatnya rela berkorban apa saja demi kebahagiaan orang yang dicintanya. cinta adalah sebuah perasaan yang diberikan oleh Tuhan pada sepasang manusia untuk saling memenuhi, mengasihi, mengerti, memiliki dan lainnya" jelas baekhyun panjang lebar
"aku tidak mengerti byunbaek" ucap jongin setelah beberapa menit ia hanya terdiam.
Baekhyun berdecak kesal dan memutar bola matanya malas dengan ke'telmi'an sahabatnya itu
"bisakah kau memberiku sedikit contoh? Hmm seperti rasanya jatuh cinta, mungkin" ucap jongin buru-buru
"nggg" baekhyun mengetuk-ngetuk dagunya dengan jari telunjuk lentiknya membuat pose seperti orang yang sedang berpikir "bagaimana jika aku beritahu beberapa ciri orang yang sedang jatuh cinta, jadi jika kau merasa demikian maka kau memang sedang jatuh cinta" jongin mengangguk antusias setelah mendengar usulan baekhyun
JONGIN POV
"oke yang pertama kau merasa ada sesuatu yang berbeda dalam diri seseorang yang menarik untuk di telusuri dan kau selalu ingin mengetahui apapun yang berhubungan dengan 'dia' " ucap baekhyun
Aku selalu merasa penasaran dan selalu ingin tahu lebih tentang kyungsoo karena menurutku ia memang yeoja yang menarik, apa mungkin? Ah sabar jongin ini baru poin pertama
"oke lanjut" ucapku antusias
"yang kedua, saat kau bertemu atau bertatap muka dengannya kau selalu merasa gugup, salah tingkah dan terkadang juga jaim. Jantung mu terasa berdekat lebih kencang dari biasanya saat ia ada di dekatmu dan wajahmu juga bisa memerah seperti kepiting rebus bahkan ketika kau hanya membayangkan wajahnya saja"
Aku langsung memegang pipiku yang terasa memanas, apa wajahku memerah aigoo Kyungsoo~
"kau akan melakukan apapun untuk mendapatkan perhatiannya, kau selalu memikirannya setiap saat, melamun dan menghayal tentangnya, kau tidak akan suka saat melihatnya dekat dengan namja lain..."
Eh ? kenapa baekhyun menghentikan ucapannya. Kulirik yeoja yang duduk disebelahku ini dan aku langsung kaget saat melihatnya tengah tersipu malu entah karena apa
"YA baekkie kenapa mukamu juga memerah, kau sedang membayangkan chanyeol ya?" Dia mengangguk malu membuatku membelalakan mata, hey sejak kapan baekhyun sejujur ini tentang perasaannya pada chanyeol
BAEKHYUN POV
Eh? Ya Tuhan apa yang baru saja ku lakukan? Bodoh baekhyun bodoh
"ANIYAAA" pekikku sambil menggeleng cepat, jongin nampak terkejut dengan pekikkanku
"kau kenapa?"
"Jongin lupakan yang barusan" dia mengerjit tanda bingung
"apa yang harus aku lupakan? Tentang kejujuranmu barusan?" dia mulai menunjukkan senyuman menyebalkannya, aku tendang baru tahu rasa kau kkamjong
"yayaya lupakan yang barusan kau salah paham, bukan itu maksudku" aku mulai mengelak Oh Tuhan mati aku jika jongin tahu yang sebenarnya tapi sepertinya dia sudah tahu aaaaaaahhhh ottokhae ?
"jadi apa maksudmu sebenarnya? " dia menaikan satu alisnya sambil kembali tersenyum menyebalkan ke arahku
"Akuu... aku.. aku tidak sedang memikirkan raksasa itu kau tahu... aku..."
"aku apa?"
Sudah tamatlah mukaku semakin memanas saja dan dapat ku pastikan playboy cap kakap ini pasti sangat menikmatinya
"hahahha sudahlah baekkie kau tidak bisa mengelak lagi, aku tahu kau juga menyukai chanyeol kan? Kenapa kau tidak mau jujur eoh?"
Aku mendelik ke arahnya dia sangat menyebalkan, aigoo kenapa aku bisa bersahabat dengan orang seperti ini
"jadi?"
"jadi apa? Kau bilang aku sudah tidak bisa mengelak lagi kan? Dan yaa terserah apa katamu saja Kim Jongin"
"kekeke kau ini lucu sekali baekkie, jika kau menyukai chanyeol kenapa dulu kau selalu menolaknya?" haruskah aku jujur pada namja hitam ini(?) ah sudah terlanjur basah ini kenapa tidak aku ceritakan saja lagi pula jongin juga sudah mau berbagi tentang perasaannya padaku
"oke kali ini aku akan jujur padamu, ngg sebenarnya dulu aku merasa tidak pantas dengan chanyeol ya kau tahu dia... dia adalah idola di kampus mantannya saja Park Jiyeon yang sekarang sudah menjadi aktris terkenal mana pantas aku berdampingan dengannya? Selain itu aku juga merasa ia tidak serius menyukaiku, kau tahu sendiri kan dia orang yang sulit sekali untuk serius dan buktinya? Dia bahkan tidak menunjukkan tanda-tanda jika ia menyukaiku lagi apalagi setelah adanya Luhan, jika ia benar-benar menyukaiku dia tidak akan semudah itu berpaling pada yeoja lain" haaaah akhirnya aku bisa mengungkapkan semuanya, entah mengapa sekarang aku merasa lega.
Jongin terdiam beberapa saat setelah aku mengatakan isi hatiku selama ini
"kau salah menilai seorang Park Chanyeol, baekkie" ucapnya tiba-tiba membuatku mengerutan kening. Apa maksudnya ?
"chanyeol memang orang yang suka bercanda dan jarang sekali serius tapi kau harus tahu dia adalah orang yang sangat serius untuk masalah perasaan. Dia namja yang baik, tidak brengsek sepertiku dia hanya akan mencintai satu wanita dan akan selalu menjaganya dengan baik dia juga selalu memperlakukan wanita dengan baik"
Apa aku harus percaya pada namja ini? Tidak, tidak semudah ini, kau harus ingat byun baekhyun, jongin adalah sahabat chanyeol juga bisa saja kan mereka bersekongkol(?)
"Dia tidak akan sembarangan memilih yeoja. mantan kekasihnya saja hanya satu, Park Jiyeon. Dia tidak sepertiku, aku hanya melihat yeoja dari segi fisik lalu aku jadikan kekasih. Chanyeol sangat pemilih, dia menilai seorang yeoja bukan hanya dari fisiknya tapi juga kepribadian, sikap, dan hati"
"lalu jika ia benar-benar menyukaiku, kenapa ia menyerah? Kenapa ia berhenti untuk mengejarku? Dan kenapa ia mudah sekali berpaling pada Luhan, bukankah itu karena Luhan lebih cantik dariku? kau bisa menjelaskan semuanya?" tuntutku, aku masih belum bisa mempercayai semua ucapan jongin
YA kenapa ia malah tertawa, apa ada yang lucu dari pertanyaanku barusan?
"kkk kau salah sangka baekhyun, apa maksudmu dengan chanyeol yang berpaling pada Luhan?" tawanya membuatku mendengus kesal
"baik akan ku ceritakan semuanya agar kau tak salah paham" aku semakin tertarik dengan cerita jongin aku pun mendengarkannya dengan seksama
"Luhan dan Chanyeol sudah saling kenal sejak mereka bayi, orang tua mereka bersahabat baik. Aku dan jongdae bertemu dengan mereka saat kami masuk sekolah menengah pertama dan sejak itu pula kami berempat bersahabat dengan baik. Chanyeol memang sangat menyayangi Luhan begitu pun sebaliknya tapi perasaan sayang itu hanya sebatas rasa sayang sebagai adik-kakak. Bahkan dulu ketika akan kencan dengan Jiyeon pun Chanyeol sering mengajak Luhan. Saat lulus sekolah menengah atas Luhan pindah ke china dengan keluarganya untuk melanjutkan kuliah disana, sedangkan aku, chanyeol dan jongdae memutuskan untuk memilih universitas yang sama. Dan entah mengapa tiba-tiba Luhan memberi kabar jika ia akan kembali ke Korea dan berkuliah bersama kami. dia memang turunan China-Korea tapi ia lebih betah tinggal disini" jelas kai panjang lebar
"jadi hubungan chanyeol dan luhan itu?" tanyaku karena jujur saja aku masih kebingungan
"sama seperti hubungan sehun dan kyungsoo, mungkin di luar sana banyak yang mengira mereka berpacaran tapi sebenarnya tidak, mereka hanya terbiasa bersama sejak kecil" entah mengapa aku merasa 'sedikit' lega mendengar penjelasan kai ini
"tapi luhan pernah berkata padaku jika sebentar lagi eomma chanyeol akan menjadi eommanya juga, bukankah itu artinya suatu saat nanti mereka akan menjadi 'keluarga' " ah aku jadi teringat lagi dengan percakapanku dengan luhan beberapa minggu yang lalu saat luhan menceritakan pertengkarannya dengan chanyeol karena mereka merebutkan eomma chanyeol
"hahaha memang benar, tapi bukan chanyeol dan luhan yang akan menikah, yang akan menikah itu Yura Noona dan Henry Hyung, Nonnanya chanyeol dan Oppanya Luhan"
"JINJJAYO?" tanyaku aigooo kenapa aku senang sekali mendengarnya .
"ne baekhyunie, tenang saja kau masih punya kesempatan untuk menjadi nyonya Park keke, aku akan membantu kalian" entah mengapa wajahku terasa memanas menengar ucapan kai barusan
"hah terserahmu saja, sudah ayo kita pulang"
"yaak enak saja kau langsung pulang, aku kan belum selesai"
"apa lagi Kim Jongin -_-"
"hmm, apa menurutmu aku cocok dengan kyungsoo?" tanyanya nampak sedikit malu-malu
"demi Tuhan aku tidak akan rela membiarkan kyungsoo bersamamu jika kau masih bersikap sok playboy seperti sekarang, kau tahu itu sangat menyebalkan Kai. Kyungsoo adalah yeoja baik-baik dan dia tidak pantas untuk disakiti apa lagi oleh playboy sepertimu"
"aku serius padanya baek, dan aku mencintainya"
"jangan bawa-bawa kata cinta jika kelakuanmu masih seperti itu"
"aku akan memutuskan hubunganku dengan Krystal dan Sohee sekarang juga, aku benar-benar serius tentang perasaanku padanya. Ya karena aku mencintai Do Kyungsoo" ucap Kai dengan penekanan di akhir kalimatnya, aku rasa ia memang serius dengan ucapannya barusan, tapi entahlah kita lihat saja nanti apa dia akan konsisten dengan ucapannya
.
.
.
Author POV
Chanyeol baru saja keluar dari dalam kamarnya dia merasa bosan ini adalah hari minggu dan Luhan tidak ada di rumah yeoja itu bilang ia sedang berkunjung ke rumah Kyungsoo bersama Sehun jadi dia berinisiatif untuk mencari kesenangan untuk sekedar mengusir rasa bosannya itu, tadinya ia ingin pergi ke rumah jongin atau jongdae namun saat ia berjalan melewati ruang tv yang berada tepat di depan kamar kris dia melihat hyung satu-satunya itu tengah duduk di sofa depan tv dan sibuk memperhatikan laptop yang ada di pangkuannya. Dan rencananya untuk pergi kerumah temannya pun hilang begitu saja ia rasa mengganggu hyungnya akan lebih efektif dan efisien untuk mengusir rasa bosannya(?).
"sedang mengenang masa lalu eoh?" godanya sesaat setelah ia melihat tampilan yang ada dilayar laptop yang sedang di perhatikan kris
Kris langsung terperanjat kaget dan reflek menutup laptopnya dia takut chanyeol melihat apa yang sedang ia lihat tapi sayang adik kesayangannya itu sudah melihatnya. Tadi Kris sedang membuka sebuah folder yang isinya adalah foto-foto dirinya sendiri dengan seorang yeoja cantik dengan dimple di pipi sebelah kanannya. Chanyeol sudah pasti tahu bahkan sudah sangat hafal dengan yeoja itu, ya siapa lagi jika bukan Zhang Yixing a.k.a Lay yang dulu adalah kekasih kebanggaan hyungnya.
"apa aku bilang, kau pasti menyesal kan hyung. Belum tahu alasan Lay Noona waktu itu pergi saja sudah membuatmu menyesal seperti ini apalagi kalau kau sudah tahu alasannya" ujar chanyeol membuat kris memandangnya dengan intens
"apa maksudmu? Apa ada hal yang tidak aku tahu tapi kau tahu dan itu berhubungan dengan Lay?" chanyeol menganggukan kepalanya yakin "katakan padaku"
"aku sudah berjanji pada Lay Noona untuk menjaga rahasianya"
"kalau begitu beri aku clue"
chanyeol menggeleng "kenapa kau tidak tanya langsung pada Lay Noona?"
"kau takut? Malu? Gengsi? Hah?" desak chanyeol pada hyungnya karena Kris tidak menjawab pertaanyaan nya "cih bisa-bisa nya kau bersikap so cool di depan orang lain padahal sifat aslimu itu sangat kekanakkan" Jika sudah seperti ini berarti Park Chanyeol benar-benar serius.
"APA MAKSUDMU PARK CHANYEOL?!" Kris kehilangan kesabarannya, menurutnya chanyeol benar-benar menyebalkan saat ini
"aku bukan sehari dua hari mengenalmu hyung, aku tahu kau masih mencintainya tapi kau terlalu gengsi untuk mengakuinya kan ? dan dengan teganya kau menjadikan Tao pelampiasanmu, tamengmu, agar orang-orang berpikir kau sudah tidak mencintai Lay Noona lagi, begitu? Hah kau kira aku bisa kau bodohi seperti orang lain" chanyeol tak kalah emosi dari kris dia benar-benar tidak habis pikir dengan hyungnya ini.
Mungkin orang-orang memandang chanyeol hanyalah seorang dongsaeng kurang ajar yang hanya bisa mengganggu/mengusik ketenangan hyungnya tapi sebenarnya ia sangat mengerti dan menyayangi hyungnya ini sama seperti ia menyayangi Noonanya yang ada di china. Dia juga sosok namja yang sangat menghargai wanita dia paling tidak suka melihat yeoja manapun tersakiti karena menurutnya seorang yeoja itu seharusnya dilindungi bukan disakiti.
Kris kembali terdiam di depan chanyeol. Ia memikirkan kata-kata yang baru saja keluar dari mulut adiknya. Semua kalimat itu tidak semuanya salah atau mungkin memang benar begitu. kris baru sadar ternyata selama ini chanyeol memperhatikannya dan sangat mengerti dirinya, dan dia memang tidak bisa berbohong pada dongsaeng satu-satunya ini.
"lalu apa yang harus aku lakukan chan?" tanyanya kemudian
"bicaralah. Bicarakan semuanya secara baik-baik bersama Lay Noona dan sepertinya kau juga harus meminta maaf pada suho hyung"
"kenapa aku harus meminta maaf pada suho juga?"
"cari tahu saja sendiri. Cepat bicarakan dulu semuanya dengan Lay Noona. sebelum semuanya terlambat atau kau akan menyesal seumur hidupmu" setelah mengucapkan kalimat tersebut chanyeol langsung beranjak meninggalkan kris sendiri yang masih memikirkan ucapannya. Chanyeol sepertinya akan pergi ke rumah Jongdae karena ia masih merasa bosan. Ternyata pilihanya tadi salah Kris sedang tidak asik di jahili, tetapi setidaknya ia merasa sedikit tenang karena ia sudah menyampaikan unek-uneknya selama ini tentang hubungan hyungnya dengan Lay meski ia tidak bisa mengatakan apa yang sebenarnya terjadi mengingat ia sudah berjanji pada Lay untuk tidak membocorkan rahasianya pada siapapun.
.
.
Hari ini adalah acara gladi resik untuk acara seni yang akan di adakan esok hari. Semua peserta acara tengah berlatih secara bergantian dengan sungguh-sungguh di atas panggung. Key Seongsaengnim duduk di tengah-tengah bangku penonton untuk mengontrol kegiatan para mahasiswanya. Kelompok EXO baru saja menyelesaikan penampilan mereka dan key nampak tersenyum puas melihatnya.
Kyungsoo tengah berbincang bersama Baekhyun, Luhan dan Tao sambil membereskan perlengkapan mereka. Kai nampak menghampiri mereka ah tidak lebih tepatnya menghampiri kyungsoo yang sudah selesai dengan barang-barangnya.
"ayo kita pulang kyung" ucapnya setelah sampai di depan kyungsoo
Tugas yang Lay berikan sebulan yang lalu nampaknya sudah menjadi kebiasaan mereka. mereka jadi terbiasa pulang bersama, kyungsoo sudah tidak lagi selalu pulang bersama Sehun karena Jongin selalu lebih dulu menjemput ataupun mengantarkannya. Sehun juga jadi cukup dekat dengan Luhan bahkan ia sudah bisa berbagi tentang berbagai hal dengan yeoja cantik itu. Begitupun dengan Chanyeol dia juga jadi 'kembali' terbiasa bersama Baekhyun.
Jongin tidak langsung mengantarkan Kyungsoo ke rumahnya ia mengajak yeoja bermata bulat itu kesebuah cafe terdekat. Mereka nampak berbincang dengan asik kedekatan antara Jongin dan Kyungsoo memang berkembang sangat pesat di banding dengan couple lainnya.
"kyung apa kita masih bisa seperti ini setelah acara besok selesai?" tanya Jongin tiba-tiba membuat kyungsoo mengerutkan keningnya
"kenapa kau bertanya seperti itu? tentu saja bisa kita kan teman" Jongin mengembangkan senyumnya setelah mendengar ucapan kyungsoo
"oh ya apa kau tidak merasa risih denganku? orang-orang kan menilaiku sebagai playboy yang yaaa kau tahu sendiri lah"
Kyungsoo sedikit tersenyum mendengar ucapannya Jongin "apa ada yang salah jika aku berteman dengan seorang playboy? Playboy juga kan manusia kekeke"
"hahaha iya juga, playboy juga kan manusia ya. Dan bukankah semua manusia itu berhak jatuh cinta?"
Pertanyaan jongin yang lebih tepat disebut pernyataan itu kembali membuat kening kyungsoo berkerut "tentu saja, apalagi kau playboy bukankah itu berarti kau lebih sering merasakan jatuh cinta?" tanya kyungsoo dengan wajah polosnya
"kau salah kyung, kau bisa bilang aku brengsek tapi jujur saja aku tidak pernah serius dengan mantan-mantan pacarku aku bahkan tidak pernah mencintai mereka. dan playboy brengsek ini baru saja merasakan apa itu jatuh cinta sebulan yang lalu" kyungsoo membulatkan matanya lucu dia benar-benar kaget dengan ungkapan kai barusan. Mana bisa ia ? ahh sudahlah
"dan kau tahu siapa yeoja yang bisa membuat playboy brengsek ini jatuh cinta?" tanya jongin dan kyungsoo hanya menggelengkan kepalanya
"seorang yeoja cantik, yang baik hati, pintar dan polos. Bahkan baekhyun bilang ia tidak pernah rela jika aku jatuh cinta padanya, karena menurut baekhyun aku tidak pantas untuknya, dia terlalu baik untukku maka dari itu aku berusaha untuk lebih baik, dan membuktikan pada siapapun jika aku memang pantas untuknya karena aku benar-benar serius dengannya, aku mencintainya. Aku mencintaimu Do Kyungsoo"
Entah apa yang terjadi pada Jongin hari ini, setiap kalimat yang keluar dari mulutnya pasti membuat kyungsoo terkaget. Apa lagi kalimat terakhirnya dan ia sama sekali tidak terlihat sedang bercanda. Ia benar-benar serius dengan ucapannya
"k-kai a-aku.."
"tidak kyung, aku tidak memintamu untuk menjawab pernyataanku barusan. jujur saja sebenarnya aku belum siap menerima kalimat penolakanmu jadi... biarkan aku memperbaiki diri dulu sampai aku merasa pantas berada di sampingmu" ucap jongin di sertai senyuman tulus yang terpancar di wajahnya yang tampan membuat kyungsoo tidak bisa untuk tidak membalas senyuman itu.
.
.
.
Acara Seni pun mulai di selenggarakan aula utama SM University disulap sedemikian rupa menjadi sangat megah. Chanbaek, Kaisoo dan Hunhan baru saja naik ke atas panggung dan bersiap untuk menampilkan aksi panggung mereka. latihan yang mereka jalani selama kurang lebih 2 bulan ini memang tidak sia-sia karena mereka bisa menampilkan yang terbaik dan membuat para penonton terpukau. Setiap couple nampak begitu menikmati aksi panggungnya. merekapun nampak serasi satu sama lainnya.
Penampilan ketiga couple itu pun selesai disertai tepuk tangan penonton yang meriah dan sekarang adalah saatnya untuk penampilan terakhir dari kelompok mereka yaitu duet antara Kris dan Lay yang merupakan permintaan langsung dari sang rektor.
Respon para penonton terhadap penampilan dari kedua sejoli ini pun tidak kalah meriah mereka sangat menikmati tiap alunan musik yang diciptakan dari sebuah piano besar yang dimainkan Lay ditambah suara lembut Lay yang mengalun indah dan suara berat Kris yang memberikan kesan keren membuat para yeoja berteriak histeris.
Akhirnya tugas kelompok Kris dkk pun selesai sekarang mereka tengah berkumpul di belakang panggung sambil sedikit mengevaluasi penampilan mereka barusan dan acara pun masih terus berlanjut dengan penampilan beberapa kelompok lainnya.
Kris tidak menyadari jika diatas nya ada lampu gantung yang sudah usang dan jarang dipakai nampak akan putus dalam hitungan detik. tidak ada yang menyadari hal itu selain Lay yang sedang berbincang dengan Suho. Yeoja berdimple itu langsung berlari kearah kris lalu mendorong namja tinggi itu membuat semua orang yang ada disitu termasuk kris yang sekarang tergeletak di lantai terkaget melihatnya
"apa yang ka-"
PRANGGG
"AAAARGGGHH" ucapan kris tadi terputus oleh suara lampu yang pecah dan pekikkan Lay yang kesakitan
"LAY" Suho langsung berlari kearah lay dan ia bisa melihat dengan jelas kaki indah lay terluka dan mengeluarkan banyak darah.
Suho nampak sangat panik melihat wajah kesakitan lay dan darah yang terus keluar dari betis kanan yeoja itu ia segera membuka kemeja yang ia pakai lalu membelitkannya di betis lay yang terluka guna mengurangi banyaknya darah yang keluar.
"Jongin cepat siapkan mobil kita bawa lay kerumah sakit" ucapnya panik sambil berusaha mengangkat tubuh Lay yang kini nampak begitu lemas. Jongin pun mengangguk patuh atas perintah hyung nya.
"chanyeol-ah kau bantu suho ya. Aku akan menelpon Appa untuk segera menyiapkan ruangan untuk Lay" ujar minseok kebetulan sekali ayahnya –sungmin- adalah seorang dokter. Chanyeol pun mengangguk patuh lalu segera menyusul suho dan jongin.
"aku ikut, sehun dan jondae kalian jaga anggota yeoja yang lain ya ? setelah acara selesai kalian baru boleh menyusul kita ke rumah sakit" ujar kris yang langsung berdiri dan ikut menyusul mereka setelah melihat anggukan sehun.
Minseok terlihat frustasi dengan handphonenya sudah beberapa kali ia mencoba untuk menelpon sang ayah tapi telponnya sama sekali tidak di angkat. "aish jinjja, apakah Appa sedang menangani pasien yang sedang di operasi ya?" dia mendengus dan mencoba kembali menelpon appanya
"eonni biar aku telpon appa ku saja ya? Siapa tau appaku sedang tidak sibuk" usul kyungsoo yang langsung di angguki oleh minseok
"yeobseo? Ada apa sayang?" sapa Kyuhyun –Appa kyungsoo- saat menerima telpon dari anak semata wayangnya
"Appa temanku baru saja terluka, apakah Appa bisa menyediakan satu ruangan dan tim dokter untuknya ? dia sedang dibawa oleh teman-temanku yang lain, temanku yang terluka namanya Zhang Yixing dia di antar oleh 4 namja dan salah satunya adalah Kai. Appa mengenalnya kan ?" ucap kyungsoo panjang lebar.
"kai anak yuri itu?" tanya kyuhyun mengingat Kai memang sudah sering berkunjung ke rumahnya bersama Yuri sahabat istrinya
"ne"
"Oke, serahkan pada Appa. Kyungie Hospital selalu memberikan pelayanan terbaik pada siapapun" ujar kyuhyun sedikit bercanda
"ne, gomawo Appa"
"Chenmaneyo Chagi-yaa"
PIP
Kyungsoo baru menyadari jika Tao, Minseok dan Luhan sedang menangis. Baekhyun berusaha untuk menenangkan tao, minseok menangis dipelukan jongdae sedangkan sehun nampak sedang menenangkan luhan dengan cara mengelus lembut punggung yeoja bermata indah itu dan entah kenapa kyungsoo tiba-tiba tersenyum lembut saat melihat kedekatan HunHan.
"kalian semua tenang ya Appaku akan menanganinya kita berdo'a yang terbaik saja. kita harus menunggu acara ini selesai seperti apa yang dikatakan kris Oppa setelah itu kita ke rumah sakit bersama ne?" ujar kyungsoo disertai anggukan dari yang lainnya.
TBC
Haaaaaayyyyyyy makasih ya buat yang udah review di chapter-chapter sebelumnya, makasihhhh banyaaaak^^
Oh ya kemaren ada reader yang bingung sama hubungan Chanyeol sama Luhan, itu udah ada jawabannya di atas yaa :D dan di chapter ini juga kalian bisa tahu gimana perasaan Kai ke Kyungsoo dan alasan kenapa Baekhyun dulu suka banget nolak Chanyeol. Buat yang suka Taoris maaf ya aku bikin mereka berantem dulu hehe dan mungkin untuk chapter depan bakal banyak ceritain tentang hubungan Kris-Lay-Suho yang sebenernya. Oh ya btw gimana Kaisoonya ?^^ kekeke
Sekali lagi makasih banyak buat reader yang udah review. Review kalian itu salah satu pemicu semangat author buat lanjutin ff ini J di tunggu review selanjutnya yaaa, buat yang belum review juga silakan kalian bebas mau review kapanpun kalian mau, ngga review juga gapapa sih hehe author udah cukup seneng dengan banyaknya viewers meskipun reviewnya ga sebanyak viewersnya yang penting banyak yang udah baca FF ini dan author udah cukup seneng dengan itu^^
Sampai jumpa di chanper depaaaan^^
