Chapter 7
Happy Reading~
Di tunggu reviewnya ya^^
Lay sedang d tangani oleh tim medis di dalam ruang UGD beberapa perawat nampak keluar masuk dari ruangan itu dengan berbagai alat yang mereka bawa. Suho, Kris, Chanyeol dan Kai menunggu di depan ruangan dengan pintu kaca tersebut. Mereka semua nampak sangat khawatir dengan keadaan Lay di dalam terutama suho yang sedari tadi terus menundukkan kepalanya sambil berdo'a berharap semuanya akan baik-baik saja.
2 jam sudah berlalu dan masih belum ada tanda-tanda dokter yang akan keluar untuk memberi tahu keadaan Lay saat ini dan itu membuat para namja yang menungguinya tambah khawatir. Kris menatap lurus kedepan dengan tatapan kosong ia merasa bersalah, jika saja Lay tidak menyelamatkannya mungkin yeoja manis itu akan baik-baik saja karena dia lah yang seharusya terluka.
Dia juga nampak kebingungan, bukankah lay hanya mengalami luka karena kejatuhan lampu gantung? Kecelakaan itu memang tidak bisa di anggap sepele apalagi lampu gantungnya bisa dibilang cukup besar tapi kenapa ia sampai harus di bawa ke UGD jika kris yang mengalami kecelakaan tadi mungkin ia hanya perlu sedikit di obati dan diberi perban untuk menutupi lukanya. Ini terlalu berlebihan menurutnya, atau ada sesuatu yang tidak beres dan ia tidak mengetahui hal itu ?
Sehun, Jongdae, Baekhyun, Kyungsoo, Luhan, Minseok dan Tao baru saja tiba di rumah sakit mereka langsung berlari ke ruang UGD sesaat setelah menerima informasi dari resepsionis. Luhan, Minseok dan Tao berjalan paling depan mereka adalah orang-orang terdekat Lay jadi wajar saja jika mereka sangat mengkhawatirkan yeoja itu.
"Chanyeol bagaimana keadaan Lay Jiejie? Dia baik-baik saja kan?" tanya Luhan panik saat melihat chanyeol yang tengah duduk di depan ruangan itu.
Chanyeol menggelengkan kepalanya ia memang belum tahu karena belum ada dokter yang keluar untu memberikan penjelasan "kita belum tahu Lu, Lay Noona masih ditangani dokter di dalam" jawabnya dengan nada lesu
"Lay Jebal" Minseok kembali menangis saat mendengar jawaban chanyeol dia benar-benar khawatir dengan keadaan sahabatnya. Jongdae yang merasa kekasihnya dalam keadaan yang tidak baik pun mencoba menenangkannya dengan memeluk yeoja mungil itu.
30 menit berlalu dan barulah tim dokter yang sedari tadi menangani Lay keluar dari ruang UGD tersebut. Kyungsoo segera menghampiri ayahnya saat ia melihat Kyuhyun juga ternyata ikut menangani sunbaenya tersebut.
"appa bagaimana keadaan Lay eonni?" tanya nya langsung
"keadaannya cukup buruk, temanmu kehabisan banyak darah tim dokter sudah berusaha menutup lukanya agar darahnya tidak keluar lagi jadi berdo'a lah semoga semuanya baik-baik saja" jelas Kyuhyun "ah ya apa disini ada kerabat atau keluarganya?" tanyanya
"saya dokter" ucap Suho dan tao bersamaan
"saya adiknya" jelas Tao
"saya.. sayaaa.." suho tidak melanjutan ucapannya ia bingung sendiri harus menjawab apa, ia kan bukan keluarga lay
"Arraseo ikutlah dengan ku anak muda" ujar kyuhyun sambil tersenyum ia pikir suho adalah kekasih lay karena ia melihat wajah suho adalah yang paling khawatir saat ini.
"pasien akan di pindahkan keruangan icu, dia masih kritis dan belum bisa di tengok. Jika kalian ingin menengoknya datanglah besok. Semoga saja keadaanya cepat kembali pulih" ucap kyuhyun lalu berjalan menuju ruangannya diikuti oleh Tao dan Suho.
.
.
.
Minseok dan Kris sedang berada di cafe dekat rumah sakit tempat Lay di rawat. Kris meminta yang lain pulang duluan dan ia mengajak Minseok ke cafe ini untuk menjelaskan sesuatu. Minseok pikir ini adalah waktu yang tepat, sudah saatnya Kris mengetahui semuanya. Jongdae awalnya menolak dan meminta ikut ke cafe karena ia takut jika minseoknya akan di rebut oleh kris tapi setelah mendengar omelan panjang dan sedikit ancaman dari minseok ia pun mengalah dan pulang bersama yang lainnya.
"jadi?" tanya Kris sesaat setelah pesanan mereka datang
"apa yang ingin kau ketahui tentang Lay? Aku akan menjawab semuanya dengan jujur"
"kenapa ia sampai harus dilarikan ke UGD ? aku tahu lukanya memang cukup parah tapi haruskah sampai masuk UGD? Apa itu tidak terlalu berlebihan? Aku rasa ada sesuatu yang tidak beres dengan Lay dan kalian mencoba menutupinya dari ku" Kris pun mengeluarkan semua pertanyaan yang sedari tadi terus berputar-putar di kepalanya.
"Lay di diagnosa menderita 2 penyakit darah yang mengerikan yaitu Bleed Disoeder dan Hemofilia. Lay memiliki jenis darah yang sangat langka dia tidak bisa sembarangan menerima tranfusi darah dari orang lain. Lay tidak boleh sedikitpun terluka karena jika ia sampai terluka maka darah dari tubuhnya akan terus-terusan mengucur keluar"
Tubuh Kris langsung menegang setelah mendengar penjelasan yang cukup panjang dari minseok. Ia tidak ingin mempercayainya tapi lihatlah wajah minseok sangat serius dan matanya pun sampai berkaca-kaca saat menjelaskan tentang penyakit Lay barusan.
"kenapa kalian menutupinya dariku?" tanya Kris dengan nada dingin
"lay yang meminta dia tidak mau membuatmu khawatir"
"jadi selama ini hanya aku yang tidak mengetahui penyakitnya? Bodoh sekali" desis kris sambil mengatai dirinya sendiri yang sama sekali tidak peka dengan penyakit yeoja yang ia cintai. Tunggu.. yeoja yang ia cintai?
"tidak, yang mengetahui tentang penyakit Lay hanya orangtuanya, Aku, Suho, Chanyeol, Kai dan Luhan. Tadinya kami juga ingin memberi tahu jongdae tapi kau tahu sendiri lah mulut anak itu terkadang tidak bisa di kontrol"
"tao juga tidak mengetahuinya?" minseok menggeleng, Tao memang tidak mengetahui apa-apa tentang penyakit Lay.
Kris menundukkan kepalanya ia benar-benar merasa bersalah. Ini semua karenanya andai saja Lay tidak menolongnya maka semua ini tidak akan terjadi dan yeoja cantik itu pasti masih bisa tersenyum manis sambil menunjukkan dimple nya pada orang-orang.
"apa kau juga mau tahu kenapa waktu itu Lay meninggalkanmu ke China dan tidak memberimu kabar?" Kris kembali mendongkakkan kepalanya ia menatap minseok intens lalu menganggukan kepalanya dengan lemas.
"waktu itu lay pergi ke china untuk menjalani operasi amandel yang ada di tenggorokkannya. Ia tidak mau operasi di korea karena takut kau mengetahuinya. Kita semua tahu jika Lay sangat suka bernyanyi dan ia sering bilang padaku jika kau juga selalu memintanya untuk menyanyikan lagu untukmu. Lay khawatir jika amandelnya akan membesar lalu memblokir faringnya dan dengan demikian bisa mencegahnya bernyanyi untukmu..." Kris mendengarkannya dengan seksama ia mulai menyesal ternyata Lay pergi ke china bukan untuk meninggalkannya dan ia sangat terharu dengan alasan Lay untuk mengoperasi amandelnya agar yeoja itu tetap bisa bernyanyi untuknya
"...dia pergi kerumah sakit di china bersama ayahnya. Dan mereka menemukan jika lay memiliki masalah dengan pembekuan darah, para dokter disana pun menyarankannya agar lay menghindari prosedur bedah. Tapi ia keras kepala dan tetap memaksa dokter untuk memotong amandelnya..."
"dan dokter itu benar lay mengalami pendarahan pasca operasi besar, ia terus muntah darah dan sampai akhirnya pingsan. Ia kritis selama beberapa hari ayahnya benar-benar panik saat itu ia langsung menelponku dan menceritakan semuanya. Ia bilang Lay akan tetap tinggal di china selama beberapa bulan untuk masa pemulihan selama masa pemulihan ia tidak diijinkan untuk memakai handphone oleh ayahnya. Lay benar-benar harus istirahat total saat itu. maka dari itu ia tidak bisa menghubungimu selama beberapa bulan..."
Kris kembali menunduk jadi waktu itu Lay melewati masa sulitnya selama beberapa bulan sendirian? Kris benar-benar merasa jahat saat lay berjuang sendiri melawan sakitnya dan ia malah menuduh yeoja itu macam-macam dibelakangnya.
"setelah 3 bulan dia kembali ke Korea. Ia bilang ia sempat di rampok saat keluar dari bandara jadi ia tidak bisa menghubungi siapapun karena handphonenya tertinggal di tas yang sudah dibawa oleh perampok. Ia memutuskan berkunjung kerumahku karena rumahku memang yang paling dekat dengan bandara ia menceritakan semuanya awalnya aku juga marah padanya karena tidak pernah memberi kabar dan membuatku khawatir tapi aku langsung mengerti saat mengetahui semua ceritanya. Ia berniat membuat kejutan untukmu ia sengaja tidak memberi tahumu jika ia sudah kembali ke Korea ia meminta suho untuk menemaninya memberi hadiah untukmu karena ia tahu kau bersahabat baik dengan Suho jadi Suho pasti tau apa yang sedang kau butuhkan dan inginkan..."
"tapi saat Lay ingin memberikan hadiah itu untukmu kau malah menolaknya, kau malah mencaci makinya dan menuduhnya berselingkuh dengan suho dibelakangmu, kau-"
"cukup minseok" ucap kris tiba-tiba ia merasa sangat menyesal. Ya ini adalah penyesalan terbesar dalam hidupnya.
Namja tinggi itu menelungkupkan kepalanya di meja cafe ia nampak sangat tepukul setelah mendengar semua yang sebenarnya terjadi. Chanyeol benar ia memang terlalu kekanakkan. Ia tidak pernah mau mendengar penjelasan orang lain jika menrutnya orang itu salah, berarti orang itu memang salah.
"tunggu kris ini baru setengahnya kau tidak tahu kan penderitaan apalagi yang Lay dapatkan setelah kau meninggalkannya" Minseok benar-benar belum puas ia ingin Kris benar-benar menyesali perbuatannya. Minseok tidak membenci Kris ia hanya ingin Kris menyadari semua kesalahannya dia juga teman dekat Kris jadi ia juga ingin yang terbaik untuk semua sahabatnya. Ia tidak mau masalah ini kembali berlarut-larut ia ingin semuanya cepat selesai dan keadaan kembali membaik seperti dulu lagi.
"ada lagi?" tanya Kris lirih
"banyak" jawab Minseok "kau pikir lay akan baik-baik saja saat baru saja 2 minggu kau meninggalkannya dengan alasan tidak jelas kau sudah menggandeng yeoja lain yang tak lain adalah adik nya sendiri, sebenarnya kau simpan dimana otakmu tuan Park?" bentaknya dia benar-benar kesal pada kris karena kelakuannya yang satu ini.
"sungguh awalnya aku sama sekali tidak tahu jika Tao itu adik tiri Lay. Yang aku tahu kan Lay itu anak satu-satunya"
"belum cukup sampai disitu, setelah mencampakan Lay kau juga berulah dengan memusuhi Suho. Kau ini tidak tahu malu atau bagaimana ? bisa-bisa nya kau menuduh sahabatmu sendiri berselingkuh dengan kekasihmu tanpa ada bukti seharusnya kau banyak berterima kasih padanya" minseok semakin emosi mengingat hubungan persahabatan mereka sedikit merenggang karena kris yang tiba-tiba menjauhi Suho.
"Suho memang menyukai Lay bahkan ia menyukai Lay sebelum kalian berpacaran" ucapan Minseok barusan membuat Kris kembali mendongkakkan kepalanya
"jinjja?" minseok mengangguk yakin. Minseok merupakan yang tertua di antara mereka dan dia hampir mengetahui semua yang terjadi pada sahabat-sahabatnya itu.
"Suho tidak hanya menyukai Lay, ia sangat mencintainya. Dia mencintai Lay dengan tulus ia akan melakukan apapun untuk Lay asalkan ia bahagia termasuk saat Lay menerimamu menjadi kekasihnya"
Kris termenung mendengarnya jadi selama ini Suho memendam perasaannya terhadap Lay? Padahal saat KrAy masih pacaran Kris sering menceritakan berbagai kisah cintanya pada Suho tetapi Suho selalu menanggapinya dengan positif Suho bahkan terlihat sangat mendukung hubungan mereka dulu.
"bahkan meski cintanya tidak terbalas ia tetap memberikan segenap perasaannya pada Lay. saat kau mencampakan Lay, Suho datang untuk menghiburnya, menjadi pelindungnya dia bukannya mau memanfaatkan keadaan tapi ia hanya merasa itulah yang harus ia lakukan pada Lay hingga suatu saat Suho memberanikan diri untuk mennyatakan perasaannya terhadap Lay dan kau tahu apa jawaban Lay ?" Kris menggeleng "Lay menolaknya"
"MWO? jangan bercanda minseok aku tahu mereka semakin dekat akhir-akhir ini jika lay sudah menolak suho bukankah seharusnya hubungan mereka merenggang ?"
"Aku sudah bilangkan Suho mencintai Lay dengan tulus dan cinta tulus itu tidak akan menuntut orang yang ia cintai untuk menjadi miliknya, melihat Lay bahagia saja sudah lebih dari cukup untuk Suho"
"ah ya aku harus memberi tahumu alasan kenapa Lay menolak Suho. Waktu itu Lay bilang 'aku belum bisa menerima namja lain karena aku belum putus dengan Kris'" minseok menirukan gaya bicara Lay dan ucapannya barusan berhasil membuat Kris membelalakan matanya.
"benarkah ia berkata seperti itu?" minseok mengangguk untuk menjawab pertanyaan kris
"lay bilang baik kau atapun dia belum ada yang melontarkan kata putus jadi selama ini ia masih menganggap jika kalian belum benar-benar putus"
"bunuh saja aku minseok, aku benar-benar merasa menjadi orang paling jahat di dunia" kris mengacak rambutnya frustasi. chanyeol benar dia pasti akan menyesal seumur hidupnya.
"aku memang ingin membunuhmu dari dulu jika saja lay dan chanyeol tidak melarangku"
.
.
.
Seminggu sudah lay di rawat di rumah sakit, ia sudah sadar dari kemarin sore dan teman-temannya selalu pun menjaga dan menengoknya secara bergiliran tapi tidak dengan suho, dia stay setiap hari disana dia hanya akan pergi untuk kuliah saja.
Kris nampak berjalan menyusuri koridor Rumah sakit menuju kamar inap Lay, saat tiba di depan ruangan itu ia langsung membuka pintunya tanpa mengetuknya terlebih dahulu dan ia langsung di suguhi pemandangan manis karena di ruangan itu ada suho dan lay yang tengah asik berbincang sambil sesekali tertawa bahagia.
"ah hay Kris" sapa Lay ramah saat ia menyadari kris hanya terdiam di depan pintu ruang inapnya.
Suho yang mendengarnya pun langsung beranjak dari tempat duduknya dan ikut menyapa kris seperti apa yang dilakukan Lay. Kris sedikit tersenyum mendengar sapan ramah mereka, ia kembali merasa bersalah karena telah berlaku tidak baik pada kedua orang ini.
"bagaimana keadaanmu Lay?" tanya kris
"keadaanku sudah cukup membaik, besok juga sudah boleh pulang" jawab Lay lengkap dengan senyuman dan dimple manisnya
"syukurlah, ngg bisakah aku bicara berdua denganmu?" tanyanya sedikit canggung, ini adalah kali pertamanya ia menjenguk Lay kerena selama beberapa hari kebelakang ia sama sekali tidak berani menunjukkan batang hidungnya di depan Lay maupun Suho.
Suho pun mengerti, kris telah memintanya keluar secara halus. "Mungkin kris akan membicarakan hal yang penting dengan lay" pikirnya
"ah baiklah kalau begitu aku akan mengurus administrasi dan kepulanganmu dulu ya Lay" ucapnya sambil tersenyum lalu keluar dari ruangan Lay setelah sedikit membungkukan kepalanya ke arah kris.
"aku minta maaf Lay" ucap Kris to the point, dia sudah mendudukan dirinya dengan nyaman di atas kursi samping ranjang Lay yang tadi di duduki oleh suho.
"kau tidak perlu meminta maaf, itu hanya kecelakaan" jawab Lay yang tidak pernah menghilangkan senyuman di wajahnya membuat Kris terus merasa bersalah.
"bukan hanya karna hal itu saja Lay, aku ingin meminta maaf untuk semuanya"
"eh?"
"aku sudah mengetahui semuanya dari minseok, aku benar-benar menyesal Lay aku mohon maafkan aku" Kris tiba-tiba menundukkan kepalanya sambil menggenggam tangan Lay dengan erat.
"tau tentang ap-?"
"aku tahu semuanya tentang kenapa kau dulu meninggalkanku dan tidak memberiku kabar, tentang penyakitmu, perasaanmu, tentang Suho, semuanya Lay. Minseok sudah mengatakan semuanya padaku. Chanyeol benar aku memang kekanakkan karena aku tidak pernah mau mendengarkan penjelasanmu dulu dan terlalu gegabah dengan apa yang aku lakukan sehingga kau tersakiti. Aku menyesal Lay aku sangat menyesal, jebal maafkan aku"
Kris menenggelamkan kepalanya diatas tangan kanan lay yang ia genggam dan Lay bisa merasakan tangan kanannya mulai basah, Kris menangis dan Lay sangat terkejut dengan itu.
"K-kris" Lay benar-benar terkejut, ia mengangkat tangan kirinya yang terbebas lalu mengelus rambut pirang itu dengan lembut
"kau tidak seharusnya meminta maaf seperti ini Kris, itu bukan sepenuhnya kesalahanmu. Aku juga salah, jadi aku juga minta maaf"
"tidak lay hiks kau tidak boleh meminta maaf padaku kau tidak salah apapun hiks aku saja yang kekanakkan, maafkan aku jebal"
Lay tersenyum mendengarnya "aku bahkan sudah memaafkanmu sebelum kau menyadari semuanya Kris" kris mengangkat kepalanya dan memandang Lay dengan tatapan sendu
"kenapa kau bisa memaafkanku semudah itu? tidak kah kau membenci ku sedikitpun? Aku sudah terlalu sering menyakitimu Lay, setidaknya berilah aku hukuman untuk menebus kesalahanku agar aku tidak dihantui penyesalan" ucap Kris yang terdengar bodoh. Bukankah harusnya ia senang karena bisa mendapatkan maaf dengan mudah ?
"apa sulitnya memberi maaf? Tuhan saja Maha Pemaaf, masa aku tidak hehe" ucap Lay dengan nada polosnya, membuat benteng pertahanan Kris yang selama ini ia buat untuk menepis perasaannya pada gadis ini runtuh seketika.
Kris memang masih mencintai Lay namun ia terlalu gengsi untuk mengakuinya pada orang lain sehingga ia memutuskan untuk mengencani Tao yang merupakan juniornya di kampus untuk menepis pemikiran orang-orang tentang perasaannya pada Lay, jahat memang apalagi mengetahui fakta jika Tao adalah adik tiri Lay sendiri.
Air mata kembali turun dari mata Kris tanpa bisa di tahan, dia kembali menyesali perlakuannya yang dengan tega meninggalkan malaikat secantik dan sebaik ini karena ke egoisannya.
"Aku mencintaimu Lay" tiga kata yang tiba-tiba keluar dari mulutnya itu berhasil membuat Lay membelalakan mata sayunya apalagi saat ia melihat keyakinan di mata tajam itu
"k-kris"
"aku mencintaimu, masih sangat mencintaimu. Kembalilah padaku Lay aku akan menjagamu aku janji. Aku tidak akan meninggalkanmu lagi apapun yang terjadi" ucap kris sungguh-sungguh.
Lay terdiam sejenak, ia benar-benar tidak menyangka jika Kris akan mengatakan hal seperti ini. Oh ayolah bukankah kris itu kekasih Tao? Adiknya sendiri.
Lay menghela nafasnya lalu menggeleng pelan "jangan seperti ini Kris" ucapnya sambil melepaskan genggaman tangan Kris di tangan kanannya.
"Wae? Apa kau membenciku?"
"ani, aku tidak pernah berkata seperti itu"
"lalu kenapa ? aku mencintaimu Lay, sangat. Tidakkah kau mencintai ku juga? Saat itu minseok bilang jika kau selalu menolak pernyataan cinta Suho dengan alasan jika kita belum benar-benar berpisah jadi apa salahnya jika kita kembali bersama dan memulai semuanya dari awal ?" Kris benar-benar bodoh, apa ia lupa jika ia sedang memiliki kekasih? Dan dengan percaya dirinya ia mengajak Lay untuk kembali bersama. Cinta memang membuatnya gila dan bodoh.
"aku memang selalu menolak suho dengan alasan seperti itu, tapi bukan berarti aku masih mencintaimu Kris" dia memelankan suaranya di akhir kalimat sedikit tidak enak juga dengan Kris. "aku hanya ingin status kita jelas dulu bukankah memang benar jika di antara kita belum ada yang mengatakan putus? Maka dari itu... aku ingin kita putus sekarang Kris, maaf"
JLEB
Malang sekali nasib Kris hari ini, baru saja ia ingin merajut kembali kisah cintanya dengan yeoja yang ia cintai tapi gadis itu malah meminta untuk benar-benar mengakhiri hubungan mereka. lagi pula salahnya sendiri yang terlalu percaya diri atau mungkin lebih tepatnya tidak tahu diri ^^v.
"a-ah arraseo, aku mengerti kau tidak mungkin mau kembali padaku aku memang tidak pantas untukmu Lay kau terlalu baik untuk namja brengsek sepertiku, aku tidak pantas untuk di cintai" ujarnya sambil tersenyum miris
"jangan begitu, kau pantas di cintai Kris tapi bukan olehku karena aku sudah mencintai namja lain"
"Suho?"
Lay tersenyum mendengar nama itu "aku tidak memiliki alasan untuk tidak mencintainya, dia adalah guardian angelku. Orang yang selalu menyayangi dan menjagaku apapun keadaanku" jawabnya yakin
"kalian sudah berpacaran?"
"belum, bukankah aku bilang aku mau kita benar-benar putus dulu" Kris kembali menunjukkan senyuman mirisnya, "Suho memang lebih pantas mendapat cinta Lay"
Dan setelah itu ruang inap Lay terasa hening selama beberapa saat, mereka sama-sama bingung untuk membahas apalagi.
"ah ya Kris boleh aku meminta sesuatu padamu?" tanya Lay memecah keheningan di antara mereka
"katakanlah" jawab Kris lembut
"tolong jaga Tao, cintailah ia setulus hati seperti ia mencintaimu. Dia benar-benar mencintaimu Kris, dia sering bercerita tentangmu padaku. Jangan mengecewakannya, kau tahu meskipun Tao itu adik tiriku tapi aku sangat menyayanginya. Aku tidak mau melihat adik kesayanganku sedih"
Kris terdiam mendengar ucapan Lay. Ia baru ingat tentang Tao, kekasihnya oh ayolah Kris Park kemana otak pintarmu itu eoh? dia baru menyadari kebodohannya yang tadi dengan penuh percaya diri meminta Lay kembali bersamanya, mana mau lay kembali padanya yang notabene adalah kekasih dari adik kesayangannya sendiri. Benar-benar memalukan.
"ah iya Lay, aku akan berusaha untuk terus menjaga dan... mencintainya" ucapnya kemudian meskipun terdengar sedikit ragu "ya sebaiknya aku belajar untuk lebih mencintai Tao"batinnya
Lay tersenyum mendengarnya "aku harap kau tidak mengecewakannya, dia masih terlalu polos untuk disakiti" ucapnya sedikit bercanda dan itu berhasil membuat Kris kembali tersenyum.
"haaaaah baiklah meskipun aku tidak bisa kembali padamu tapi setidaknya aku sudah merasa sedikit lega karena sudah menyatakan semua yang aku pendam selama ini, aku akan memberi tahu suho jika kita sudah putus agar dia cepat-cepat meresmikan hubungan kalian" Kris tersenyum tulus saat mengucapkan kalimatnya, dia akan belajar merelakan Lay untuk Suho setidaknya ia sadar diri jika Suho memang lebih baik dari pada dia untuk bersanding dengan Lay.
"kau tidak usah repot-repot memberi tahuku Kris, aku sudah mendengar semuanya" suara itu pun berhasil membuat Lay dan Kris terkaget.
"Suho, sejak kapan kau ada disana?" tanya Lay lengkap dengan senyum manisnya, yang dulu selalu ia tunjukkan untuk Kris "ya Tuhan senyuman itu... aishh sadar lah Kris kau harus tahu diri sudah syukur Lay tidak membencimu, jadi berhentilah berharap" batin namja tinggi itu.
"sejak Kris memintamu kembali padanya" ucapnya santai
"Mwo? kau mendengar semuanya?" Kris sedikit kaget, oh mati lah dia. Dia benar-benar malu sekarang
Suho tidak memperdulikan ucapan Kris karena ia rasa wajah cantik seorang yeoja yang masih terduduk di atas ranjang rumah sakit itu lebih menarik. Mereka saling menatap satu sama lain dengan pandangan lembut dan penuh kasih sayang seolah menyalurkan perasaan cinta masing-masing lewat pancaran mata keduanya.
"baiklah-baiklah aku akan pergi, dan Suho cepatlah resmikan hubungan kalian atau aku akan merebutnya darimu" ujar Kris sambil berdiri dan merapikan penampilannya.
"jangan harap Kris Park, aku tidak akan membiarkanmu merebutnya dariku" jawab suho yakin meskipun dengan nada sedikit bercanda membuat pipi lay sedikit merona mendengarnya.
Kris berjalan ke arah suho lalu menepuk pundaknya pelan "jaga dia dengan baik, aku percayakan ia padamu"
"apa aku pernah tidak menjaganya dengan baik? Dan terima kasih atas kepercayaanmu itu Kris, aku tidak akan mengecewakanmu" mereka saling melempar senyum lalu Kris pun pergi dari ruangan itu.
Jujur saja hatinya memang sakit saat harus menerima kenyataan jika mungkin sebentar lagi Lay akan menjadi milik Suho, tapi ia akan berusaha untuk merelakannya karena Suho memang lebih baik darinya untuk Lay jadi setidaknya Lay akan baik-baik saja jika bersama Suho. Dan ia juga tidak ingin mengulangi kesalahan dengan kembali mengecewakan orang yang mencintainya ia akan belajar untuk lebih mencintai Tao, kekasihnya. Kekasih yang sangat mencintainya.
.
.
.
Luhan baru saja tiba di rumah Jongdae bersama Jongin. Namja tan itu bilang jika ia memiliki misi rahasia bersama mereka untuk Chanyeol. Awalnya Luhan dan Jongdae memang ogah-ogahan karena ia pikir misi rahasia yang dimaksud Jongin itu pasti hanya sebuah misi tidak penting dan tidak jelas seperti kehidupan yang memiliki ide nya saja -,- tapi Jongin terus memaksa mereka dan sekarang disini lah mereka berada, di ruang tv kediaman Kim Donghae –Ayah Jongdae-.
"sekarang cepat katakan apa misi rahasiamu itu Kim Jongin awas saja jika tidak jelas aku akan menendangmu sampai exo planet" ancam Luhan, dia masih sebal karena Jongin sudah mengganggu waktu liburnya.
"sabarlah sedikit Lulu aku mau menonton ini dulu, lihat seru sekali kekeke" Jongdae memutar kepalanya malas menanggapi ulah sepupunya ini
"CEPAT KATAKAN ATAU AKU AKAN PULANG SEKARANG JUGA" pekik Luhan, dia benar-benar sudah kesal.
"oke oke, kau ini tidak sabaran sekali" Jongin pun mengalihkan pandangannya dari tv ke dua orang yang duduk di samping kiri dan kanannya.
"jadi begini, aku ingin membantu chanyeol mendapatkan cintanya" ucapnya sok misterius
"cintanya? Baekhyun?" tanya jongdae dengan kerutan di keningnya, ia mulai tertarik dengan perkataan jongin
"tunggu, baekhyun? Byun Baekhyun?" tanya Luhan dan kedua Kim itu pun mengangguk "ada hubungan apa chanyeol dengan baekhyun? Kenapa aku tidak tahu apa-apa"
"apa chanyeol tidak pernah bercerita padamu?" heran Jongin "Chanyeol itu sempat cinta mati pada Baekhyun, ah mungkin masih" tebaknya
"yaa hanya saja Baekhyun selalu menolak cinta Park Chanyeol yang malang itu kekeke" tambah Jongdae
"Ya Tuhan sungguh aku tidak pernah mengetahui apa-apa, awas saja kau Park Chanyeol berani sekali dia tidak menceritakan hal sepenting ini padaku" kesal Luhan
"tapi kalian tenang saja aku sudah tahu alasan mengapa Baekhyun selalu menolaknya" ujar Jongin sedikit menyombongkan diri
"Apa? Apa?" tanya Jongdae dan Luhan penasaran.
"Jadi begini..." Jongin pun menceritakan semua alasan kenapa dulu Baekhyun selalu menolak Chanyeol dan bagaimana perasaan baekhyun yang sebenarnya pada chanyeol (Baca Chapter 6^^)
"waaaaah ternyata begitu" Jongdae mengangguk-anggukan kepalanya mengerti
"aigooo aku merasa bersalah disini, Baekhyun pasti salah paham padaku" ujar Luhan
"tidak, aku juga sudah menjelaskan semuanya dan dia mengerti jadi kau tenang saja Lu. Sekarang tugas kita adalah menyusun rencana untuk menyatukan mereka, otte?"
"okeeey, aku punya ide bagaimana jika begini" ucap Luhan lalu menyampaikan semua idenya itu pada kedua sahabatnya yang tampan.
.
.
.
Suho terus memandangi wajah cantik Lay sambil tersenyum penuh arti dari semenjak kris pergi dari sana, mungkin 10 menit yang lalu. Lay merasa sedikit risih juga di pandangi seperti itu dia bingung sendiri, apa yang terjadi pada suho? Apa kepalanya terbentur?
"kau cantik Lay" ucap Suho tiba-tiba
"eh?"
"apa tadi kau bilang pada Kris jika kau mencintaiku?" tanya namja dengan senyum malaikat itu dengan nada menggoda
"aku tidak pernah berkata seperti itu" jawab Lay sambil mengangkat bahunya cuek membuat suho langsung mempout kan mulutnya
"lalu kenapa kau menolak Kris eoh? bukankah itu berarti kau mencintaiku" Suho merajuk dan Lay benar-benar gemas melihatnya
"kau tahu ? sekarang kau terlihat bodoh Suho" kekeh Lay sambil mengelus lembut pipi putih mulus milik namja yang duduk di samping ranjangnya
"aku bodoh karenamu"
"kau gila"
"aku gila karenamu"
"jinjja? Memang apa yang telah aku lakukan hingga membuatmu bodoh dan gila?"
"kau telah membuatku sangat mencintaimu dan mengambil separuh hidupku"
"berlebihan"
"aku serius Zhang Yixing"
"..."
"Mari kita resmikan hubungan kita seperti apa yang Kris bilang, aku tidak mau dia merebutmu" Suho berkata dengan sungguh-sungguh sambil menggenggam kedua tangan Lay.
Lay hanya membalasnya dengan tersenyum lembut "aku mohon jangan tolak aku lagi Lay" rengek Suho
"hahaha wajahmu benar-benar lucu Kim Joonmyun" Lay malah menertawakannya membuat Suho merenggut kesal
"serius lah sedikit Lay"
"haha mian mian, oke kali ini aku akan serius. Dengar kan aku Kim Joonmyun bukankah tadi kau bilang sendiri jika kau sudah mendengar semuanya? Aku rasa tidak ada yang perlu aku jelaskan lagi, kau tahu aku tidak memiliki alasan untuk tidak mencintaimu juga" Lay tersenyum lembut saat mengatakan kalimat terakhirnya.
"arraseo, Aku mencintaimu Lay, dan katakanlah jika kau mencintaiku juga"
"Shireo"
"YAAAK"
"nyanyikan aku satu lagu dulu baru aku akan mengatakannya, bukankah kau ketua club vocal? Dan aku akan mengajakmu menari jika aku sudah pulih"
"dengan senang hati" Suho tersenyum lembut lalu sedikit berdehem bersiap untuk menyanyikan sebuah lagu untuk pujaan hatinya.
Neomu babo gatdaneun geol nado jal ara
Neo bakke moreuge doen ireon naega natseoreo
Jigeum naeditneun cheot georeumeul
Ttara girl, please come closer
Naui cheongugin geudaeman barabol su itge
Maen cheoeum ne kkum, ne mal, geu nunmulboda jinhan
Tto cheongugui nektaboda dalkomhaetdeon
Yes, you are my baby baby baby, baby baby baby
Gaseum gipsugi ppajyeosseo
Neomani jeonburangeol, cheongugirangeol
Baby baby baby, baby baby baby
Yaksokhae geudaedo naman bomyeo
Naman saranghae
(Aku tahu, betapa bodohnya diriku
Hanya terpaku padamu, aku tidak terbiasa dengan semua hal ini
Saat aku mengambil langkah pertama,
Mendekat dan ikutilah aku
Sehingga hanya aku yang bisa melihatmu, surga duniaku
Semua berawal dari impianmu, kata – katamu yang bahkan lebih berharga dari air matamu
Melampaui manisnya nektar di surga
Karena kau lah, baby baby baby, baby baby baby
Aku telah jatuh kedalam hati terdalammuu
Kau segalanya bagiku, surga duniaku
Baby baby baby, baby baby baby
Berjanjilah, kau hanya akan melihatku
Hanya mencintaiku seorang)
(potongan lagu Baby-EXO K)
"saranghae Zhang Yixing"
"nado saranghae Kim Joonmyun"
TBC
Yaaaay akhirnya seneng juga bisa posting, maaf ya agaklama postingnya seminggu kemaren laptop author sakit dia gabisa dipake apa-apa jadi maaf baru bisa update sekarang *Bow*
Dan seperti yang Author bilang di chapter sebelumnya kalau chanpter ini bakal banyak ceritain tentang hubungan Kris-Lay-Suho buat yang pecinta SuLay semoga suka sama cerita di atas ya^^ maaf kalau kurang memuaskan dan buat pecinta Chanbaek tunggu chapter depan ya, buat pecinta Kaisoo, Hunhan, Chenmin sama Taoris juga yang sabar ya, nanti mereka bakal di ceritain juga kok^^
Akhir kata Autho ucapkan makasih banyak buat reader yang udah review. Review kalian itu salah satu pemicu semangat author buat lanjutin ff ini di tunggu review selanjutnya yaaa, buat yang belum review juga silakan kalian bebas mau review kapanpun kalian mau, ngga review juga gapapa sih hehe author udah cukup seneng dengan banyaknya viewers meskipun reviewnya ga sebanyak viewersnya yang penting banyak yang udah baca FF ini dan author udah cukup seneng dengan itu^^
Sampai jumpa di chanper depaaaan~
Annyeong^^
