Chapter 8

Happy Reading~

Di tunggu reviewnya ya^^

"Yak Kim Jongin kau mau membawaku kemana ? aku sudah lelah dan ingin segera pulang" protes Baekhyun saat Jongin memaksanya untuk ke taman belakang kampus sesaat setelah Baekhyun menyelesaikan kuliahnya.

"diam dan lihat saja nanti baek, aku ingin menunjukkan sesuatu untukmu" jawab Jongin dengan nada santai sambil terus menyeret baekhyun agar mengikutinya.

Dan disinilah mereka sekarang, bersembunyi di belakang pohon yang letaknya tidak terlalu jauh dari sebuah bangku taman yang tengah diduduki oleh satu orang namja dan satu orang yeoja yang sudah sangat mereka kenal, Park Chanyeol dan Xi Luhan.

"apa maksudmu membawa ku kesini? kau mau aku melihat kedekatan mereka?" tuduh baekhyun membuat jongin terkekeh mendengarnya

"wae? Cemburu eoh?"goda jongin

"tidak" bantah yeoja itu namun dari nada bicaranya saja jongin sudah tahu jika yeoja itu memang sedang cemburu

"sudah jangan mengelak, kau tahu kau tidak bisa menyembunyikannya lagi dariku sekarang diam dan dengarkan mereka baik-baik"

Baekhyun menatap jongin dengan malas namun ia menurut juga untuk mendengarkan percakapan antara Luhan dan Chanyeol karena sebenarnya ia juga ingin tahu apa yang akan ChanLu bicarakan di tempat yang sesepi ini. Untung saja pohon ini cukup besar sehingga bisa menyembunyikan tubuh baekhyun yang mungil sedangkan jongin hanya berdiri di belakang baekhyun dan posisi duduk chanyeol yang membelakangi mereka juga bisa menjadi keuntungan untuk KaiBaek karena chanyeol tidak akan bisa melihat mereka kecuali ia menolehkan kepalanya ke belakang.

"kau tega sekali padaku dobi" Luhan nampak tengah merajuk dengan wajah kesalnya sedangkan chanyeol tengah memasang wajah menyesalnya

"kau tau dari siapa Lu?"

"itu tidak penting" jawab Luhan dengan nada ketus "sekarang jelaskan padaku kenapa kau menyembunyikan semuanya dariku? Kau sudah tidak menganggapku orang terdekatmu lagi eoh? atau kau sudah tidak percaya padaku lagi? jahat sekali" ya kira-kira beginilah jika yeoja sedang merajuk

"mian mian, aku tidak bermaksud seperti itu BabyLu aku hanya..."

"hanya apa?" luhan semakin kesal saat chanyeol hanya menggantungkan kalimatnya.

Bukan hanya Luhan yang kesal tapi Baekhyun juga, dia benar-benar penasaran dengan apa yang sedang ChanLu bicarakan.

"aku takut kau menertawakanku" jawab chanyeol pelan

"mwo?" Luhan bukannya tidak mendengar bahkan baekhyun dan jongin yang tengah mengupingpun bisa mendengar ucapan chanyeol barusan mengingat disini suasananya sedang sangat sepi dan suara bass chanyeol yang lumayan keras. Yeoja itu hanya tidak habis pikir dengan jawaban chanyeol barusan

"aku tahu yang memberitahu mu itu pasti jongin atau jongdae dan mereka pasti sudah menceritakan semuanya kan? Mereka pasti menceritakan jika aku sudah lama menyukai baekhyun hanya saja baekhyun selalu menolakku iya itu semua memang benar, aku hanya takut kau menertawakanku karena yaa kau tahu sendiri lah aku adalah tipe namja yang tidak pernah di tolak yeoja... kecuali baekhyun" chanyeol mengakhiri kalimatnya dengan lirih

"pabo"

"eh?"

"mana mungkin aku menertawakanmu channie, oh ayolah.. bahkan jika kau bicara padaku dari awal aku mungkin bisa membantumu kau tahu aku sudah menganggapmu seperti saudaraku sendiri kita sudah bersama sejak kecil aku tidak mungkin tega menertawakanmu disaat kau dalam keadaan seperti itu"

"maaf" lirih chanyeol, terdengar nada penyesalan didalamnya

"maaf maaf ini bukan waktunya kau meminta maaf padaku, sekarang kau harus memikirkan bagaimana kelanjutan ceritamu dengan baekhyun, apa kau masih menyukainya?"

"tidak"

Jongin langsung menatap khawatir pada tubuh baekhyun yang berada didepannya tiba-tiba menegang, dia juga tidak menyangka jika chanyeol akan menjawab seperti itu. begitu pula dengan Luhan yeoja itu langsung menatap tidak percaya pada chanyeol.

"YAAK mana bisa kau melupakan perasa-"

"aku sudah tidak menyukainya Luhan, aku..."

"AKU APA?" Luhan mulai naik darah, dia semakin kesal karena Chanyeol selalu menggantungkan kalimatnya.

Tubuh baekhyun yang tersembunyi di balik pohonpun semakin menegang, dia merasa sakit hati saat mendengar dengan telinganya sendiri jika chanyeol sudah tidak menyukainya lagi

'mungkin ini yang dirasakan chanyeol saat aku sering menolaknya dulu' batin Baekhyun sedangkan Jongin hanya mengelus bahu sempit baekhyun mencoba untuk menenangkan teman dekatnya itu.

"jawab aku Park Chanyeol, beri aku alasan kenapa kau tidak menyukainya lagi?" geram Luhan saat chanyeol tidak meneruskan kalimatnya.

"aku... aku memang sudah tidak menyukainya karena... karena sekarang aku mencintainya Lu" chanyeol menundukkan kepalanya saat mengatakan kalimat terakhir dan Luhan bisa melihat wajah tampan sahabat kecilnya itu yang mulai memerah.

Jongin juga ikut tersenyum saat mendengar jawaban chanyeol barusan ia pun menggoda baekhyun dengan mencolek-colek bahu yang tadi sempat ia elus dan baekhyun langsung menepisnya dengan wajah yang juga memerah seperti chanyeol.

"aigoooo,uri chanyeollie jatuh cinta lagi eoh?" goda Luhan membuat wajah tampan chanyeol semakin merona

"tapi ini berbeda Lu" ucap chanyeol membuat Luhan menatapnya bingung

"perasaan ini berbeda dengan apa yang aku rasakan pada Jiyeon dulu, aku memang mencintainya kau bahkan sangat mengetahui hal itu tapi didalam perasaanku itu ada sebuah obsesi juga yang membuatku akan melakukan apapun untuk memilikinya, tapi tidak dengan perasaanku pada baekhyun..." Luhan mulai tertarik dengan cerita chanyeol sehingga yeoja ini benar-benar mendengarkannya dengan seksama begitu juga dengan dua orang yang sampai saat ini masih bersembunyi di balik pohon

"awalnya aku juga melakukan hal yang sama aku memiliki obsesi besar untuk mendapatkan Baekhyun. aku juga sudah melakukan berbagai cara agar baekhyun bisa membalas perasaan suka ku atau minimal ia bisa memangdangku sebagai seorang namja yang serius menyukainya. Tapi apa? Baekhyun selalu mengabaikanku dia bahkan sering menolak mentah-mentah apapun yang aku berikan padanya, termasuk perasaanku"

"... baekhyun dan jiyeon itu berbeda, baekhyun bukan tipe yeoja yang mudah luluh dengan hal-hal romantis yang aku lakukan padanya dia benar-benar berbeda dan sulit untuk di tebak. Dia bahkan malah terlihat terganggu dengan apa yang aku lakukan atau mungkin dia memang terganggu dan tidak menyukai keberaaanku"

"...maka dari itu aku mulai menjauhinya secara perlahan aku berusaha untuk menghilangkan perasaanku padanya karena aku sadar baekhyun itu terlalu sulit untuk ku gapai, dia sama sekali tidak menyukaiku. Tapi itu sungguh sulit Lu aku terlanjur jatuh terlalu dalam pada pesonanya maka dari itu aku belajar dari Suho Hyung untuk mencintai seseorang secara tulus tanpa memaksanya untuk menjadi milik kita, aku akan melakukan apapun agar ia bahagia meski aku harus pergi dari kehidupannya sekalipun aku akan melakukannya, demi kebahagiaan Baekhyun"

"... aku juga rela jika suatu saat baekhyun harus bersama orang lain aku tidak akan mengganggu hubungan mereka selama namja itu bisa membahagiakan baekhyun aku akan ikut bahagia sama seperti apa yang dilakukan Suho hyung pada Lay noona dulu, tapi aku akan menjadi yang pertama kali memberikan bahuku padanya jika ia sedih dan butuh sandaran tapi aku tidak berharap itu terjadi, aku tidak mau melihat baekhyun sedih karena aku mencintainya, sangat mencintainya"

"hiks" chanyeol otomatis berdiri dan menoleh ke belakang ia tentu sangat kaget saat mendengar sebuah isakan yang berasal dari belakangnya. Dan kekagetannya bertambah beberapa kali lipat saat mengetahui suara isakan itu berasal dari mulut mungil yeoja yang ia cintai. Baekhyun memang sudah keluar dari persembunyiannya

"b-baek sejak kapan kau disini?" tanya chanyeol yang jelas terlihat jika ia sedang salah tingkah. Chanyeol juga bisa melihat Jongin yang sedang tersenyum di belakang baekhyun.

"baiklah aku rasa tugas kita sudah selesai jongin, ayo kita pergi dari sini biarkan mereka berdua saja yang menentukan cerita mereka selanjutnya" ucap Luhan ceria membuat chanyeol menatap heran ke arahnya.

"sudahlah kau bereskan dulu saja urusanmu dan kau harus banyak berterima kasih pada kita jika nanti endingnya baik" ujar jongin sambil menepuk bahu chanyeol lalu pergi begitu saja bersama Luhan meninggalkan chanbaek di taman belakang kampus

Chanyeol kembali menatap Baekhyun yang entah sejak kapan sudah berada di hadapannya, dia sedikit bingung dengan apa yang harus ia lakukan.

"Baek-"

GREP

Tanpa chanyeol sangka baekhyun langsung memeluknya dengan sangat erat dan menumpahkan semua tangisannya didada bidang milik chanyeol membuat kemeja yang ia pakai menjadi basah. Tangan kekar milik chanyeol pun terangkat perlahan lalu mulai membalas pelukan baekhyun sambil mengelus punggung baekhyun untuk sekedar menenangkannya.

Baekhyun terus mengeratkan pelukannya pada chanyeol membuat namja itu mulai bingung dengan apa yang sebenarnya terjadi pada baekhyun.

"baek, ayo kita duduk dulu dan coba untuk tenangkan pikiranmu"

Chanyeol pun melepaskan pelukannya lalu menuntun baekhyun ke bangku taman yang tadi ia duduki dengan Luhan. Chanyeol nampak mencari sesuatu di dalam tas kuliahnya dan tidak lama kemudian ia langsung menyodorkan botol minuman miliknya pada baekhyun.

"minumlah" ucapnya, baekhyun pun menerima lalu meminumnya dan setelah itu tidak ada percakapan lagi di antara mereka, hanya ada chanyeol yang terus memandang khawatir pada baekhyun dan baekhyun yang berusaha meredakan isakkannya.

5 menit berlalu dan akhirya baekhyun menghela nafas panjang lalu menolehkan kepalanya kearah chanyeol sambil tersenyum manis sehingga sekarang chanyeol bisa melihat dengan jelas wajah yeoja yang sangat imut dengan pipi dan hidung mungilnya yang sedikit merah, mungkin efek menangis.

Chanyeol menahan nafasnya selama beberapa detik saat melihat pemandangan indah di depannya, dia berusaha keras untuk menahan perasaannya sendiri untuk tidak menarik gadis itu kedalam pelukkannya.

Tapi apa yang terjadi? Baekhyun malah mendekatkan tubuhnya pada chanyeol secara perlahan lalu kembali memeluk tubuh atletis itu lagi membuat chanyeol semakin bingung dengan apa yang sebenarnya terjadi pada yeoja ini. Baekhyun menyandarkan dagunya di bahu chanyeol dan menyamankan posisinya disana, sangat nyaman sehingga ia memejamkan matanya sambil terus tersenyum manis tanpa chanyeol bisa melihatnya dan yang bisa chanyeol lakukan hanya membalas pelukan baekhyun.

"chanyeol-ah" baekhyun pu mulai mengeluarkan suaranya

"hm?"

"saranghae"

"m-mwo? baek k-kau.." chanyeol tidak melanjutkan ucapannya saat baekhyun mulai melepas pelukan mereka sambil terus memberikan senyum manisnya untuk chanyeol.

"saranghae" ulang baekhyun

"apa aku sedang bermimpi ? atau aku salah dengar? Baek k-kau.."

"Aku mencintaimu, sangat mencintaimu Park Chanyeol"

Tanpa pikir panjang chanyeol langsung menerjang tubuh baekhyun, memeluknya dengan sangat erat seolah ia takut baekhyun akan pergi jika ia melonggarkan pelukannya sedikit saja. Dan baekhyun sama sekali tidak marah ia malah tersenyum senang saat ini.

"siapun tolong tampar aku agar aku yakin jika semua ini bukanlah mimpi, jebal"

Baekhyun melepaskan pelukan mereka dan langsung mengecup pipi kanan chanyeol dengan lembut lalu melepaskannya lagi dengan wajah yang sangat merona.

"jika kau bisa merasakannya berarti kau tidak sedang bermimpi. Aku tidak rela melihatmu di tampar orang jadi biar aku saja yang meyakinkanmu jika ini semua bukanlah mimpi" ucapnya sambil tertunduk, ia juga sedikit kaget dengan apa yang ia lakukan barusan.

Chanyeol masih terpaku dengan wajah kagetnya, ia jelas bisa merasakan kecupan baekhyun barusan dan berarti ini bukan mimpi tapi salah satu mimpinya telah terwujud hari ini.

"m-maaf jika aku lancang" cicit baekhyun yang masih menundukkan kepalanya saat ia tidak mendapatkan respon apa-apa dari chanyeol

"a-ani b-baek aku hanya.. aku hanya tidak percaya semua ini akan terjadi" chanyeol pun memberanikan diri untuk mengangkat dagu baekhyun sehingga yeoja itu bisa melihat kearahnya lagi.

"lihat mataku, apa kau bisa melihat cinta disana? Apa kau bisa melihat seberapa besar rasa cintaku padamu? Apa kau melihat kebohongan atau ketidak tulusan disana? Aku mencintaimu Byun Baekhyun, sangat mencintaimu"

Baekhyun kembali menunjukkan senyuman manis nya untuk chanyeol hari ini membuat chanyeol membalas senyumannya juga.

"aku tahu bahkan aku sudah mendengar semua percakapanmu dengan Luhan dari awal"

"benarkah? Aku rasa mereka telah merencanakan semuanya dan jongin benar aku harus banyak berterima kasih pada mereka setelah ini"

"aku pikir kau juga ikut andil didalamnya"

"tidak, sungguh. Aku saja kaget saat tadi pagi luhan tiba-tiba marah padaku lalu memintaku menemuinya disini setelah selesai kuliah"

"jinjja? Aku juga tadi langsung diseret kesini oleh jongin setelah selesai kuliah"

"hahaha ada-ada saja mereka itu,, ...ngg jadi apa aku boleh tau kenapa kau selalu menolakku dulu? Apa dulu kau memang tidak menyukaiku? Tapi kenapa sekarang tiba-tiba kau-"

"aku akan menjawabnya nanti setelah kau mentraktirku es kris strawberry, kau harus bertanggung jawab channie, kau sudah membuatku menangis" baekhyun mulai merajuk dan menampilkan wajah imutnya yang sukses membuat chanyeol gemas.

"memangnya apa yang aku lakukan sehingga membuatmu menangis hm?" tanya Chanyeol sambil merapikan poni baekhyun yang terlihat sedikit acak-acakan membuat baekhyun sangat nyaman disampingnya

"karena kau sudah membuatku menyesal, ayolaah channie aku sedang ingin es krim" rengek baekhyun sambil menarik-narik lengan kanan chanyeol agar segera berdiri karena ia pun sudah berdiri setelah chanyeol selesai merapikan poninya

"baiklah-baiklah apapun untuk Baekhyun-ku" chanyeol pun berdiri dan langsung merangkul bahu baekhyun membuat yeoja imut itu merona parah.

.

.

.

Jongin, Kyungsoo, Luhan dan Sehun sedang duduk di kantin kampus. sebenarnya tadi Kyungsoo dan Sehun juga ikut mengintip percakapan Chanlu karena mereka juga diberitahu tentang hal ini mengingat jika HunSoo juga adalah sahabat baekhyun jadi mereka juga mau HunSoo menyaksikan kebahagiaan sahabatnya. Jongdae juga tadinya akan ikut namun ia sedang ada urusan mendadak dengan orangtuanya. Entahlah akhir-akhir ini jongdae selalu (sok) sibuk.

Dan lagi KaiLu tadi tidak benar-benar pergi mereka bergabung dengan HunSoo yang mengintip di balik tembok terdekat meski jaraknya tidak sedekat pohon tadi namun mereka masih bisa melihat dengan jelas adegan ChanBaek tadi sampai pasangan baru itu memutuskan untuk pergi dari sana.

"ayo kita pulang Kyung, eomma pasti sudah menunggu" ajak Jongin setelah menghabiskan minumannya

"eomma? Yuri Ajumma?Memangnya kalian akan kemana?" Tanya Luhan

"eomma mengajak Kyungsoo makan malam dirumahku" jawab Jongin dengan senyum sumringah "Luhan kau pulang dengan Sehun ya? Maaf aku tidak bisa mengantarmu"

"iya biar aku yang mengantar Luhan pulang" jawab sehun

"baiklah kalau begitu aku dan jongin duluan ya, annyeong Sehunnie, Luhannie" pamit Kyungsoo

"ne hati-hati kyungie, jongie" sahut Luhan

Jongin dan Kyungsoo pun pergi meninggalkan mereka berdua. Luhan bukan orang bodoh dia bisa melihat dengan jelas pandangan Sehun yang tidak pernah lepas dari dua sejoli yang terlihat semakin dekat akhir-akhir ini.

"wae?" tanya Luhan membuat sehun menoleh ke arahnya

"ani, aku hanya khawatir pada kyungsoo. Aku tidak mau melihat ia terluka"

"aku mengerti maksudmu, Jongin memang playboy yang brengsek tapi itu dulu percayalah padaku sehun. Jongin sudah berubah jadi jauh lebih baik dari sebelumnya aku bisa melihatnya dengan jelas. Dan itu semua ia lakukan demi kyungsoo. Agar orang lain bisa melihatnya pantas untuk berada disamping kyungsoo, dia benar-benar serius tentang perasaannya pada kyungsoo"

"mungkin kau benar, tapi aku tetap belum bisa merelakan kyungsoo bersamanya"

Luhan langsung tertegun mendengar ucapan Sehun apa mungkin sehun menyukai kyungsoo juga?

"ah sudahlah, kajja aku antar kau pulang" sehun berdiri dan luhan langsung mengikutinya mereka pun berjalan beriringan menuju tempat parkir.

Selama di perjalanan Luhan hanya diam, tidak seperti biasa. Biasanya ia selalu mengoceh tentang apa yang ia lalui hari ini atau membicarakan tingkah-tingkah konyol tentang teman-teman ataupun sahabatnya. Dan sehun sedikit tidak nyaman dengan keadaan seperti ini, ia sebenarnya ingin bertanya tentang apa yang mengganggu pikiran gadis cantik di sampingnya ini tapi ia tidak mau mengganggu privasi orang, dia hanya akan menunggu hingga luhan yang menceritakan semuanya sendiri padanya seperti biasa. Tapi dari apa yang dilalui mereka bersama hari ini –mengintip chanbaek- sehun pun mengambil kesimpulan sendiri "mungkin Luhan merasa kehilangan Chanyeol karena Chanyeol sekarang sudah menjadi milik Baekhyun"

Dan kau tau apa yang sebenarnya mengganggu pikiran yeoja cantik ini sehun-ssi? orang yang mengganggu pikiran Luhan itu bukan Chanyeol tapi kau, Oh Sehun.

Kebersamaan mereka selama beberapa bulan terakhir ini jelas saja bisa berdampak pada perasaan mereka, terutama Luhan. Dia sudah terlanjur tenggelam dalam pesona Oh Sehun. Ya Luhan memang menyukai sehun, entah sejak kapan meskipun Luhan juga belum terlalu yakin dengan perasaanya. Tapi yang jelas perasaan itu selalu tumbuh setiap harinya tanpa bisa di cegah tapi ia tidak berani mengatakannya pada siapapun apalagi pada sehun ia cukup tahu diri jika selama ini sehun sama sekali tidak menunjukkan sikap jika ia memiliki perasaan lebih dari sekedar teman pada Luhan. Dan lagi, heechul –eommanya- pasti akan langsung menendangnya jika ia tahu anak gadis kesayangannya menyatakan cinta duluan pada seorang namja lalu di tolak, oh jangan sampai itu terjadi.

Luhan juga sebenarnya sedikit bingung dengan perasaan Sehun pada Kyungsoo. Apa Sehun benar menyukai Kyungsoo? Mengingat betapa Over Protektif nya Oh Sehun pada sahabat kecilnya itu, bahkan Chanyeol saja tidak se-overprotektif itu padanya. Hal itu tentu saja sangat mengganggu pikiran Luhan yang notabene memiliki perasaan lebih pada Sehun apalagi selama kedekatan mereka selama ini Sehun selalu saja membicarakan Kyungsoo. Setiap hari yang Luhan dengar dari mulut tipis itu hanya nama kyungsoo, kyungsoo, dan kyungsoo bahkan namja albino itu tidak pernah sekalipun membicarakan orangtuanya pada Luhan "mungkin isi otak Sehun memang Kyungsoo semua, dan aku tidak akan bisa menggantinya sampai kapanpun" batin Luhan

Drrrt drrrt

Luhan merogoh isi tasnya karena ia merasa handphonenya bergetar menandakan ada panggilan masuk dan setelah ia melihat nama "Beloved Mom" di layar handphonenya ia langsung menerima panggilan masuk itu dengan semangat

"MOMY" pekiknya riang membuat Sehun sedikit tersentak mendengarnya namun ia kembali memfokuskan diri untuk kembali mengemudikan mobilnya.

"hay honey bagaimana kabarmu dan keluarga Park?"

"kami baik-baik saja, bagaimana kabar kalian disana?"

"kami juga baik-baik saja"

"ah baguslah"

"Honey besok momy, dady, henry dan yura akan berkunjung ke Korea untuk mengurus pernikahan Henry dan Yura kau bisa menjemput kita di Bandara jam 3 sore"

"waaaah jinjja ? yayaya aku akan menjemput kalian besok, aku sangat senang mendengarnya Mom"

"oke, kalau begitu momy tutup dulu telponnya ya momy harus membereskan beberapa barang untuk dibawa besok"

"oke Mom, aku tidak sabar untuk bertemu dengan kalian besok, aku sangat merindukan kalian"

"We miss you too honey, kau baik-baiklah disana jangan lupa makan dan istirahat jaga kesehatanmu awas saja jika saat kita bertemu besok kau terlihat lebih buruk dari terakhir kali aku melihatmu, aku akan menyeretmu untuk kembali ke cina saat itu juga, arraseo?"

"yes Mom" jawab Luhan sambil terkekeh mendengar ocehan momy-nya yang sangat cerewet

"bagus, bye honey I Love You"

"I Love you too"

Luhan pun kembali memasukkan handphonenya kedalam tas setelah sambungan telpon itu berakhir. wajahnya juga terlihat lebih ceria dari sebelumnya.

"ibumu?" tanya Sehun

"ne, besok keluargaku akan kesini untuk mengurus pernikahan Henry-ge dan Yura eonni besok aku akan menjemput mereka jam 3 sore di bandara, aigo aku lupa" Luhan menepuk jidatnya ketika ia baru mengingat sesuatu

"wae?"

"aku lupa besok kan kita ada latihan club seni, Kris Oppa, Chanyeol, dan Jongin pasti tidak bisa mengantarkanku, apalagi jongdae cih anak itu benar-benar sok sibuk akhir-akhir ini, hufft bagai-"

"aku bisa mengantarmu besok ke Bandara" sela Sehun membuat Luhan langsung menolehkan kepalanya ke arah namja albino itu

"eng? Bukankah kau juga ada latihan sama seperti jongin?"

"aku bisa meminta ijin untuk tidak ikut latihan sehari saja pada Lay noona, lagi pula aku tidak pernah membolos sebelumnya kau juga bisa meminta ijin pada Suho Hyung mereka pasti memakluminya"

"ah tidak usah sehunie aku bisa kebandara naik taxi"

"benarkah? Kau tahu keluargamu pasti membawa barang banyak, akan sangat merepotkan jika kalian naik taxi"

"..." Luhan tidak menjawabnya membuat sehun tersenyum tipis

"jja, kita sudah sampai nona Xi masuk dan istirahatlah besok kita jemput keluargamu di bandara" Luhan memandang Sehun lama lalu ia menunjukkan senyum cantiknya pada namja yang sering mengganggu pikirannya akhir-akhir ini

"Gomawo Sehunnie" dan sehun hanya membalasnya dengan menganggukkan kepala dan senyuman tipis.

Luhan segera keluar dari dalam mobil Sehun. Dan setelah itu mobil sehun langsung melaju menjauhi kediaman keluarga Park dengan kecepatan sedang. Luhan tidak langsung masuk kedalam rumah, ia mematung beberapa saat disana sedikit menundukan kepala dan menghela nafas panjang "aku mohon sehun, jika kau tidak memiliki perasaan lebih padaku jangan bersikap seolah kau memberiku harapan untuk bisa bersama denganmu" batinnya lalu segera masuk kedalam rumah keluarga Park.

.

.

.

Jongin mengajak Kyungsoo untuk memasuki rumahnya. Ini memang bukan pertama kalinya Kyungsoo berkunjung kesini, ia sudah sering kesini namun dulu ia kesini untuk belajar dengan sunbae-nya, Suho. Sedangkan sekarang ia berkunjung kesini karena Jongin yang membawanya dengan alasan sang eomma –Yuri- mengundang Kyungsoo untuk makan malam bersama.

Jongin berjalan menuju dapur bersama kyungsoo yang hanya mengikutinya dari belakang. mereka bisa melihat disana ada 2 orang yeoja cantik sedang berkutat dengan peralatan dapur. Ya disana ada Yuri dan Lay yang sedang memasak bersama, mereka terlihat sudah sangat akrab.

"annyeong eomma, noona" sapa Jongin membuat kedua yeoja itu menoleh

"ah annyeong Jongie" sahut Yuri sedangkan Lay hanya membalas sapaan Jongin dengan senyumannya "waah kau benar-benar membawa Kyungsoo kesini, kemari sayang" Yuri melambaikan tangannya kearah Kyungsoo mengajak yeoja mungil itu mendekat ke arahnya dan Kyungsoo pun menurut saja membuat Jongin tersenyum melihatnya.

"kau suka memasak? Aku dengar dari eommamu kau sangat pintar memasak" ucap Yuri

"ne ajumma, aku sangat suka memasak" jawab Kyungsoo antusias

"ah kalau begitu, kajja kau bisa ikut memasak bersama kami. iya kan Lay?"

"iya eomma" Lay memang sudah memanggil orang tua Suho dengan sebutan 'Eomma dan Appa' juga.

"waaah bolehkah?" tanya Kyungsoo dengan matanya yang berbinar

"tentu saja sayang, kajja" Yuri pun menarik Kyungsoo untuk semakin masuk ke area dapur dan mereka mulai kembali aktivitas memasak dengan Kyungsoo yang sudah bergabung di dalamnya.

"Suho Hyung kemana eomma?" tanya Jongin yang merasa tidak dihiraukan disana. Ia tahu jika yeoja-yeoja itu sudah berkumpul di dapur mereka tidak akan bisa diganggu jadi lebih baik ia mencari sang kakak saja

"Suho sedang ke supermarket untuk membeli buah-buahan bersama Appa, kau mandi dan ganti baju dulu saja sebentar lagi juga mereka pulang" jawab sang eomma tanpa mengalihkan perhatiannya dari sup yang sedang ia masak.

Jongin hanya menghela nafasnya lalu menuruti apa yang eommanya katakan untuk segera mandi dan berganti pakaian.

20 menit berlalu, Jongin sudah terlihat lebih segar ia juga sudah mengganti pakaian kuliahnya dengan pakaian yang terlihat lebih santai. Dia menghampiri hyung dan appanya yang tengah duduk di depan televisi lalu mendudukkan dirinya di samping sang appa.

"apa mereka belum selesai?" tanya Jongin sambil memperhatikan tiga yeoja yang sedang sibuk memindahkan beberapa mangkuk dan tempat makan lainnya dari dapur ke meja makan yang sudah mulai terisi.

"mungkin sebentar lagi" jawab Minho "apa dia kekasihmu?"

"appa bertanya padaku?" tanya Jongin sambil menunjuk dirinya sendiri karena sang Appa bertanya tanpa mengalihkan matanya dari majalah yang sedang ia baca.

"tentu saja mana mungkin appa bertanya pada Joonmyun, Appa kan sudah tahu jika kekasihnya itu Lay" Minho menutup majalahnya lalu menatap anak bungsu nya itu dengan intens

"dia bukan kekasihku" jawab Jongin pelan

"belum" Suho ikut menimpali sambil tersenyum

"Appa dengar Kyungsoo itu anak dari Kyuhyun Hyung dan Sooyoung Noona, Appa harap kau tidak membuat Appa malu di depan mereka dengan tingkah Playboymu"

"Appa tenang saja, uri Jonginie sudah bukan playboy lagi dia sudah berubah menjadi namja yang lebih baik. Aku yakin dia juga akan menjaga Kyungsoo dengan baik, iyakan Jongie?" ucap Suho sedikit menggoda dongsaengnya itu

"ne, aku akan menjaganya dengan baik. Aku tidak akan mengecewakan kalian" ucap Jongin penuh keyakinan

"lalu kapan kau akan meresmikan hubungan kalian? Kau mau dia di rebut oleh oranglain karena kau terlalu lama seperti apa yang terjadi pada Hyung mu dulu eoh?" tanya Minho

"YAK kenapa Appa membawa-bawa masa laluku, itu hanya masa lalu lagi pula pada akhirnya Lay jadi milikku juga" Minho pun hanya tertawa karena telah berhasil menyindir anak sulungnya

"tetap saja kau bodoh karena terlalu mengulur waktu sehingga Lay lebih tertarik pada Kris yang lebih gencar mendekatinya" tapi nampak nya Minho masih belum puas menggoda anak sulungnya "kau pikir appa tidak tahu jika senyumanmu di depan Lay dan Kris dulu itu palsu semua eoh? cih so kuat"

"APPA HENTIKAN" Suho kesal juga karena terus di goda oleh appanya sendiri

"hahaha sudah-sudah kajja kita ke ruang makan eomma sudah memanggil" Minho pun berdiri diikuti kedua anaknya yang tampan lalu merangkul kedua jagoannya untuk berjalan menuju ruang makan karena istrinya sudah memanggil mereka dan bilang jika makanannya sudah siap.

Suasana ruang makan kediaman keluarga Kim terasa hening karena mereka sedang sibuk memakan berbagai hidangan yang sudah tersaji di meja makan. Minho memang membuat peraturan tidak boleh ada yang bicara keculai sangat mendesak selama makan di rumahnya. Mereka semua benar-benar menikmati semua hidangannya, benar-benar enak. Tentu saja meskiupun Yuri tidak terlalu pintar memasak tapi jangan lupakan dua orang yeoja yang sangat pintar memasak yang telah membantunya tadi.

Tidak perlu menghabiskan waktu lama untuk menghabiskan semua hidangan ini. Mereka telah selesai makan dan sekarang adalah saatnya bersantai mereka berkumpul di ruang keluarga tentu saja setelah Yuri, Kyungsoo dan Lay membereskan semua peralatan dapur yang tadi mereka pakai.

"kita beruntung sekali yeobo, kedua calon menantu kita sangat pintar memasak aku yakin Joonie dan Jongie akan makan masakan enak setiap hari setelah mereka menikah nanti" ucap Yuri pada Minho membuat Lay dan Kyungsoo merona karena yuri menyebut mereka calon menantunya.

"itu masih terlalu jauh eomma, aku dan jongin harus lulus kuliah dulu lalu bekerja" jawab suho sambil memakan apel yang sudah dipotong-potong kecil oleh Lay yang duduk di sampingnya

"kami tahu, eomma dan appa hanya berharap jika Lay dan Kyungsoo lah yang akan menjadi menantu kami suatu saat nanti, iya kan yeobo?" Yuri mengangguk antusias

"ne, Lay dan Kyungsoo itu sangat cantik dan baik hati kalian juga pintar memasak eomma yakin kedua jagoan eomma akan hidup bahagia bersama yeoja seperti kalian"

"sudahlah eomma-appa kalian membuat Kyungsoo dan Lay Noona malu" ujar Jongin saat melihat wajah kedua gadis itu merona hebat.

"haha kalian tidak usah malu begitu, apa yang dibicarakan eomma tadi benar. Suho mungkin sudah aman karena Lay sudah jadi miliknya sedangkan kau jongin? Cepat resmikan hubungan kalian jika kau tidak ingin kyungsoo di ambil orang. Kau pikir hanya kau saja yang menyukai yeoja secantik dan sebaik Kyungsoo eoh?" ucapan Minho tadi langsung membuat Jongin bungkam "Appa hanya tidak mau kau bernasib sama seperti hyungmu dulu yang hanya bisa so tegar di depan orang lain"

"appa jangan mulai lagi" ucap Suho malas sedangkan Minho malah menertawakannya.

"eommamu sudah mengirim pesan? kajja aku antar pulang" ucap Jongin saat melihat Kyungsoo menatap khawatir pada ponselnya yeoja itu pun hanya menganggukan kepala untuk memberikan jawaban.

Jongin dan Kyungsoo pun pamit pada Minyul dan Sulay.

"hati-hati sayang" sahut Yuri

"Jongin appa serius dengan ucapan appa tadi, pikirkanlah baik-baik" ucap Minho yang hanya di tanggapi gumaman oleh Jongin.

.

.

.

"kyung, aku minta maaf jika kau merasa terganggu dengan sikap keluargaku yang selalu menggodamu" ucap Jongin saat mereka baru masuk kedalam mobilnya.

"gwenchana, aku malah senang Suho Oppa,Yuri ajumma dan Minho ahjussi sangat baik dan lucu aku juga sangat senang karena disana juga ada Lay eonni" jawab Kyungsoo membuat Jongin tersenyum mendengarnya.

Jongin pun mulai melajukan mobilnya meninggalkan kediaman keluarga Kim yang cukup megah. Selama diperjalanan tidak terdengar lagi percakapan diantara mereka Kyungsoo juga sedikit bingung karena Jongin tiba-tiba jadi pendiam seperti ini.

"Jonginie ada apa?" tanya Kyungsoo

"eh? tidak apa-apa kyung" elak jongin tapi kyungsoo tahu jongin pasti sedang menyembunyikan sesuatu darinya

"kau tidak mau menceritakannya padaku?"

"bukan, bukan seperti itu aku.." Jongin menggantungkan kalimatnya "ah baiklah, aku sebenarnya sedang memikirkan ucapan Appa" diapun akhirnya menyerah saat melihat wajah kecewa kyungsoo tadi.

"ucapan yang mana?" tanya Kyungsoo sambil memiringkan kepalanya, imut sekali. Dia mengerjit bingung saat jongin tiba-tiba menepikan mobilnya di bahu jalan yang tidak terlalu ramai.

"ucapan appa yang terus menyindir suho hyung tadi, jujur saja itu sedikit mengganggu pikiranku Appa benar bukan hanya aku saja yang menyukaimu, mungkin diluaran sana banyak namja yang mengincarmu juga dan tidak sedikit diantara mereka yang lebih baik dariku" ucap Jongin lirih

"Kyung"

"ne?"

"apa aku boleh meminta sesuatu darimu?"

"katakanlah"

"mau kah kau menungguku sebentar lagi? Aku... Aku hanya masih merasa belum pantas berada di sampingmu tapi aku akan terus berusaha untuk melakukan yang terbaik untukmu, untuk kita"

"...aku tahu ini terdengar egois tapi jujur saja aku sebenarnya takut kehilanganmu. Tapi jika suatu saat memang benar ada namja lain yang mendekatimu dan ia lebih baik dariku dan bisa membahagiakanmu, aku akan merelakanmu Kyung, asal kau bahagia" Jongin menundukkan kepalanya

"sebenarnya apa yang membuatmu selalu merasa tidak pantas untukku Jongin?" Kyungsoo pun mulai mengeluarkan pertanyaan yang selama ini ia pendam pada Jongin

"kau terlalu indah untuk namja brengsek sepertiku Kyung, orang-orang pasti akan berpikiran seperti itu"

"kau sudah dengar sendirikan teman-temanmu bahkan hyung mu sendiri sudah sering bilang jika kau sudah menjadi lebih baik dari sebelumnya, aku juga berpikir seperti itu. lalu kenapa kau masih saja memusingkan pemikiran orang lain yang belum tentu mengenalmu dengan baik seperti mereka? apa orang lain akan ikut senang saat kau senang atau ikut bersedih saat kau sedih? Mereka belum tentu peduli, lalu kenapa kau harus memperdulikan omong kosong mereka?"

Jongin tertegun mendengar ocehan Kyungsoo barusan ditambah nada bicara kyungsoo yang tidak terdengar seperti biasanya karena nada bicara Kyungsoo barusan seperti orang yang sedang... marah?

"Kyung, maaf ak-"

"sudahlah aku sedang tidak ingin membicarakan hal ini, maaf jika nada bicaraku tadi meninggi. Aku ingin pulang Jongin" jongin hanya bisa menghela nafasnya lalu menganggukan kepala dan kembali melajukan mobilnya menuju kediaman keluarga Do.

Suasana dalam mobil kembali hening, Kyungsoo nampak dalam mood yang kurang baik yeoja cantik itu memalingkan wajahnya ke arah jendela menatap jalanan kota seoul yang masih cukup ramai malam ini. Jongin meliriknya sesekali karena ia juga harus fokus pada jalanan di depannya.

Wajar saja jika Kyungsoo kesal. Sudah beberapa minggu setelah Jongin mengungkapkan perasaannya tanpa memberikan Kyungsoo kesempatan untuk menjawab karena namja itu terlalu pesimis Jongin memang menepati janjinya untuk berubah menjadi namja yang lebih baik, dan memperlakukan kyungsoo dengan baik juga.

Hampir setiap hari Jongin mengungkapkan seberapa besar perasaanya pada Kyungsoo tapi namja tan itu sama sekali tidak pernah memberinya kesempatan untuk menjawab, Jongin terlalu pesimis dia takut Kyungsoo menolaknya. Tapi apakah Jongin terlalu bodoh untuk mengerti perasaan kyungsoo juga? Bukankah dengan sikap Kyungsoo yang dengan senang hati menerima dan merespon semua kebaikan yang ia berikan dan bersedia menunggu Jongin sampai namja itu merasa pantas untuknya itu berarti Kyungsoo memiliki perasaan yang sama padanya?

Ya mungkin jongin memang tidak peka, seharusnya ia memberi kesempatan pada kyungsoo untuk membalas pernyataan cintnya. Setidaknya agar Kyungsoo bisa mengatakan "aku mencintaimu juga" kalimat yang selama ini tertahan di tenggorokan Kyungsoo karena Jongin tidak pernah memberinya kesempatan untuk mengatakan kalimat itu.

.

.

.

Baekhyun, Kyungsoo dan Luhan baru saja menyelesaikan kuliah terakhir mereka hari ini. Jam baru menunjukkan pukul 2 siang dan mereka masih punya waktu 1 jam lagi sebelum jadwal latihan vokal di club seni jadi mereka memutuskan untuk bersantai dulu di kantin.

Seorang namja tampan dengan kulit nya yang nyaris seperti orang albino berjalan menuju meja ketiga yeoja cantik itu dan dia langsung mendudukan dirinya di samping Kyungsoo karena memang kursi di depan kyungsoo sudah diisi oleh Luhan dan Baekhyun.

"kuliahmu sudah selesai Sehunnie?" tanya Kyungsoo

"ne" jawab Sehun sambil tersenyum seperti biasa pada Kyungsoo lalu mengacak rambut belakang sahabat kecilnya itu membuat Kyungsoo juga membalas senyumannya. Mereka terlihat sangat manis sekali, namun sangat mengganggu dimata Luhan.

Mereka kembali tenggelam dengan percakapan khas wanita sementara sehun hanya memainkan smartphone-nya. Luhan mulai gelisah di tempat duduknya ia sesekali melirik jam tangan peach yang melingkar di lengan kirinya dan sekarang jam sudah menunjukkan pukul 14.12 bukankah kemarin Sehun menawarkan diri untuk mengantar Luhan ke Bandara tapi kenapa dia malah nampak cuek saja sekarang "apa aku pergi sendiri saja ya? mungkin dia lupa"

Luhan pun nampak membereskan tas dan penampilannya lalu beranjak dari tempat duduk untuk bersiap pergi membuat baekhunsoo mendongkak kearahnya.

"kau sudah siap? Kalau begitu ayo kita pergi" tanya sehun sambil ikut berdiri membuat baeksoo memandang heran kearah mereka

"eh? aku kira kau lupa" ucap Luhan kikuk sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal

"aku tidak mungkin lupa, tadi aku kira kau masih ingin berbincang dengan mereka makanya aku menunggumu" jelas Sehun

"memangnya kalian akan pergi kemana?" tanya Baekhyun

"ke bandara, baek" jawab Luhan

"mwo? mau apa kalian ke bandara?" kepo sekali Byun Baekhyun ini

"berkebun" jawab sehun asal lalu segera menuntun luhan untuk pergi dari sana

"YAK DASAR ALBINO SIALAN" pekik baekhyun sedangkan Sehun cuek saja dan terus berjalan beriringan bersama Luhan meninggalkan kantin kampus yang masih lumayan ramai

"cih bisa-bisanya kau tahan bersahabat dengan namja kutub utara yang menyebalkan itu kyung" gerutu baekhyun sedangkan kyungsoo hanya tertawa mendengarnya

"hahaha mereka ke bandara untuk menjemput keluarga Luhan yang baru tiba dari cina baek" ucap Kyungsoo, ia jelas tahu karena Sehun pasti akan mengatakan semua kegiatan yang akan ia lakukan padanya.

"aku sudah tidak ingin tahu" kesal baekhyun, sedangkan Kyungsoo hanya mengangkat bahunya

"baekkie apa menurutmu sehun dan luhan itu terlihat cocok?" tanya Kyungsoo

"tidak"

"Ya wae? Sehun itu tampan, luhan juga cantik aku rasa mereka sangat cocok wajah mereka juga lumayan mirip"

"ya memang benar, aku hanya sedang kesal saja pada si albino itu jadi aku menjawab tidak"

"ish kau ini" kyungsoo hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya melihat kelakuan sahabat dekatnya itu.

"bagaimana dengan aku dan chanyeol? Apa kita terlihat cocok?" baekhyun tiba-tiba kembali bersemangat padahal barusan ia baru saja marah-marah

"iya kalian juga sangat cocok" Baekhyun langsung berbinar mendengar jawaban Kyungsoo "Chanyeol namja tinggi dan kau yeoja pendek" lanjut Kyungsoo dengan ekspresi (sok) polos

"YA apa kau tidak punya kaca di rumah nona Do, kau bahkan lebih pendek dariku" Baekhyun kembali naik darah

"hahaha aku hanya bercanda baek, tapi aku serius tentang kau dan chanyeol yang terlihat cocok, kalian sangat serasi"

"ah jinjja?" Baekhyun kembali berseri

"neeeee" jawab kyungsoo gemas sendiri dengan kelakuan sahabatnya yang bisa berubah mood hanya dalam waktu beberapa detik. "sudahlah lebih baik sekarang kita pergi ke ruang latihan" ajaknya sambil beranjak dari kursi

"kajja" sahut baekhyun semangat lalu mereka berjalan beriringan menuju ruangan latihan vokal dengan baekhyun yang menggandeng tangan Kyungsoo.

.

.

.

Sepasang sejoli yang baru saja meresmikan hubungan mereka beberapa minggu lalu ini tengah berjalan beriringan di koridor yang menuju gedung seni sambil berbincang dan sesekali nampak tertawa bersama, terlihat sangat bahagia. Mereka adalah SuLay Couple yang tengah menjadi pembicaraan hangat di kampus karena banyak orang yang senang dengan berita hubungan mereka saat ini.

"Lay Jie" panggil seorang yeoja lucu dengan mata pandanya dari arah belakang mereka membuat Lay dan Suho menghentikan langkah dan berbalik kearahnya

"ah Tao-ie" Lay melambaikan tangannya saat melihat Tao berlari kearahnya dan jangan lupakan Kris yang mengikutinya dari belakang

Tao langsung memeluk Lay dengan erat, dia memang sangat merindukan jiejie-nya ini.

"Jiejie aku sangat merindukanmu, apa kau sudah benar-benar pulih?" tanya Tao setelah melepaskan pelukannya

"sudah, kau bisa lihat sendirikan aku sudah sangat sehat sekarang" jawab Lay lengkap dengan senyuman manisnya

"haha iya, ah ya aku ikut senang mendengar kabar tentang hubungan kalian, kalian sangat serasi. Iya kan Ge?"

"eh? n-ne" jawab Kris yang sedikit kaget dengan pertanyaan Tao yang tiba-tiba itu sedangkan Lay hanya tersenyum mendengarnya

"terima kasih Tao, kalian juga sangat serasi dan semakin mesra saja" ucap Suho bermaksud untuk sedikit menggoda Tao dan dia berhasil karena sekarang mereka bisa melihat wajah Tao yang memerah

"haha kau lucu sekali Tao-ie" Lay mencubit pipi Tao gemas

"ah ya bagaimana jika nanti malam kita berempat pergi makan malam bersama ke restaurant China yang waktu itu, hitung-hitung sebagai perayaan atas hubungan Lay Jiejie dan Suho Oppa, kalian mau kan?" ajak Tao dengan mata berbinar

"Double date?" tanya Suho hati-hati sambil melirik ke arah Kris, dia sebenarnya ingin menjaga perasan Kris juga siapa tau namja tinggi nan tampan itu masih belum bisa merelakan Lay sepenuhnya

"ne, aku rasa itu ide yang bagus chagi" jawab Kris cepat sambil merangkul bahu Tao saat ia menyadari arti tatapan Suho.

"bagaimana Lay?" Suho pun meminta persetujuan Lay dan Lay hanya menganggukan kepalanya sambil tersenyum untuk memberikan jawaban.

"yeaaay, kalau begitu ayo kita ke gedung seni bersama" pekik tao kegirangan ia pun menggandeng lengan Jiejie-nya dan langsung berjalan menuju gedung seni tempat mereka latihan. Sedangkan suho dan kris hanya mengikuti kedua yeoja china itu dari belakang.

"kau menjaganya dengan baik, dia terlihat bahagia" ucap Kris tanpa menatap Suho.

Suho mendongkakan kepalanya kearah Kris yang sedang berjalan disampingnya lalu tersenyum pada namja tinggi itu "tentu, aku akan selalu menjaganya dengan baik dan membuatnya terus bahagia" ucapnya penuh keyakinan.

.

.

.

"Jongdae sebenarnya kau mau membawaku kemana? Sebentar lagi kita ada latihan pabo Lay pasti sudah mencariku" protes Minseok yang kini tengah di seret Jongdae menuju tempat parkir

"Noona tenang saja, aku sudah meminta ijin pada Lay noona untuk meminjammu hari ini"

Minseok langsung mencubit pinggang Jongdae dengan keras "AWW yayaya kenapa mencubitku, aish noona ini sakit sekali" ringis Jongdae sambil mengelus bekas cubitan Minseok di pinggangnya

"kau ini bicara sembarangan, memangnya kau pikir aku ini barang eoh main pinjam saja" omel minseok sedangkan jongdae hanya nyengir -_-

"hehe mian mian. Tapi setelah ini aku yakin Noona pasti akan semakin mencintaiku, noona tinggal turuti saja semua yang aku katakan"

"kau pikir aku bonekamu?"

"kau kekasihku noona, ah tidak kau itu calon istriku kekeke"

"ish jinjja"

Mereka pun masuk kedalam mobil jongdae dan namja bersuara emas itu langsung melajukan mobilnya meninggalkan area kampus mereka.

Ternyata jongdae membawa Minseok ke sebuah salon ternama dan langsung meminta petugas salon untuk mendandaninya secantik mungkin meski tanpa berdandanpun minseok sudah terlihat cantik. Jongdae juga sudah menyiapkan sebuah gaun berwarna putih selutut yang sangat cantik dan pasti akan pas untuk minseok.

Jongdae mendudukan badannya di sebuah sofa yang tersedia di salon tersebut sambil memainkan game di smartphonenya. Dia juga sudah terlihat lebih rapi dari sebelumnya dengan kemeja dan celana yang nampak serasi dengan gaun yang akan dipakai minseok nanti, rambutnya pun sudah di tata rapi oleh petugas salon sehingga dia terlihat semakin tampan.

"jongdae sebenarnya apa yang akan kau lakukan?" tanya Minseok yang baru selesai di dandani ia juga sudah mengganti pakaian nya dengan gaun yang telah disediakan jongdae.

"Noona kau sudah sele.." Jongdae mendongkakan kepalanya untuk melihat minseok "OMO" pekiknya dan langsung berdiri menghampiri minseok

"w-wae?" tanya Minseok bingung. Apa dia terlihat aneh?

"aigooo kekasihku cantik sekali, terima kasih Tuhan" ucap Jongdae sambil memeluk kekasihnya erat membuat wajah minseok memerah karena malu

"ish kau ini berlebihan sekali" gerutu minseok tapi ia senang juga di sebut cantik oleh jongdae.

"hehe yasudah kajja kita pergi tuan putri" Jongdoe menyodorkan(?) tangannya untuk di gandeng oleh minseok dan minseok hanya menurutinya saja.

Merekapun keluar dari salon setelah jongdae membayar semuanya. Sekarang mereka sudah berada di mobil jongdae. Namja itu kembali melajukan mobilnya kesuatu tempat yang tidak minseok ketahui karena sekarang mata minseok telah ia tutup dengan kain. Awalnya minseok memang protes tapi setelah mendengar jongdae yang terus merengek dan memohon akhirnya ia pun menurutinya.

"jja, kita sampai noona tunggu biar aku bantu turun dari mobil" jongdae keluar dari mobilnya lalu seperti apa yang ia katakan ia membantu kekasihnya itu turun dari mobil lalu menuntunnya masuk kedalam sebuah restauran mewah karena sampai saat ini mata minseok masih tertutup oleh kain.

Jongdae menuntun kekasihnya itu menuju ke halaman belakang restauran yang sudah ia setting sedemikian rupa.

"nah kita sampai sekarang biar aku buka dulu penutup matanya tapi noona baru bisa membuka mata setelah aku menghitung satu sampai tiga, arraseo?"

"ne" jawab minseok malas

Jongdae hanya tersenyum lalu membuka penutup mata itu dengan perlahan. "hana.. dul.. set, bukalah matamu sayang" bisiknya di telinga minseok

Minseok sedikit tersenyum lalu membuka matanya secara perlahan dan ia langsung membelalakan matanya saat menyadari apa yang ada di depannya sekarang. sebuah taman bunga mawar cantik dan di tengah-tengah taman itu ada rankaian lilin cantik yang membentuk sebuah kalimat "HAPPY 3rd ANNIVERSARY" sangat indah.

Minseok masih terpaku di tempatnya sambil memandang lilin-lilin dan bunga-bunga mawar cantik yang ada dihadapannya, dia sangat menyukai semua ini.

"kau suka?" tanya Jongdae sambil tersenyum manis memandang kekasihnya yang cantik.

"aku sangat menyukainya Jongdae, terima kasih. Aku mencintaimu" Minseok langsung memeluk Jongdae erat, dia sangat bahagia malam ini. Dia kira jongdae melupakan hari jadi mereka yang ketiga ini karena dari pagi tadi jongdae bertingkah biasa saja seperti memang tidak ada yang spesial di tanggal 26 ini.

"aku masih punya hadiah untukmu" ucap Jongdae setelah minseok melepaskan pelukannya.

Minseok tahu jika Jongdae tidak memanggilnya 'Noona' maka dia sedang sangat serius. Jongdae mengeluarkan sebuah kotak kecil dari belakang punggungnya lalu membuka kotak kecil itu dan mengarahkannya pada Minseok. Minseok kembali terkejut saat melihat sepasang cincin yang sangat indah di dalam kotak itu.

"J-jongdae-ya.."

"Lee Minseok, menikahlah denganku" ucapnya lembut namun sarat akan keyakinan.

Yeoja cantik itu kembali terpaku di tempatnya. Jongdae benar-benar membuatnya jantungan hari ini.

"aku tahu ini terlalu cepat, aku tidak akan menikahimu di waktu dekat ini karena kita masih kuliah dan akupun masih belum terlalu mapan tapi aku janji aku akan menikahimu suatu saat nanti asal kau mau setia menungguku sampai saatnya tepat. Sekarang aku hanya ingin mengikatmu sebagai tanda jika aku benar-benar serius menjalani hubungan denganmu. Jadi, Lee Minseok maukah kau menungguku sampai nanti waktunya tiba?"

"Tunggu... apa Jongdae baru saja melamarku? Ya Tuhaaaan" batin Minseok

"terima terima terima" kedua sejoli itu membalikan badan mereka saat mendengar suara di belakang mereka dan minseok kembali terkejut saat kini ia bisa melihat orang tuanya dan orangtua jongdae disana.

"k-kau yang mengajak mereka?" tanyanya dan jongdae hanya memberikan senyumnya sebagai jawaban

"ayo terima jongdae sayang, eomma dan appa sangat setuju dengan hubungan kalian" ucap Sunny –ibu minseok- sedangkan Sungmin –Ayah Minseok- hanya menganggukan kepalanya sambil tersenyum

Minseok tersenyum senang dan kembali mengarahkan pandangannya pada jongdae yang kini sedang menunggu jawabannya.

"aku mencintaimu Kim Jongdae, aku tidak memiliki alasan untuk menolakmu" jawabnya yakin

Jongdae memekik senang lalu memeluk kekasihnya dengan erat "kau tahu aku lebih mencintaimu" ucapnya sambil mengeratkan pelukan mereka.

"sudah-sudah jangan bermesraan terus ayo cepat kesini kita makan malam bersama Appa sudah lapar" ucap Donghae –Ayah Jongdae- membuat jongdae dan minseok melepaskan pelukan mereka.

"lihatlah kelakuan suamimu eomma, dia benar-benar mengganggu" cibir Jongdae. Ia pun menuntun minseok menuju kedua orang tua mereka

"hahaha, tapi Appa bangga padamu nak. Ternyata anak Appa sudah dewasa kau juga sangat gentle seperti Appa" ucap Donghae sambil menepuk-nepuk bahu jongdae yang sudah duduk disampingnya.

"tentu saja" balas jongdae percaya diri

"sudah-sudah sekarang ayo kita makan" ucap Jessica –Ibu Jongdae- dan mereka pun makan bersama dengan suasana yang bahagia.

Minseok terus menatap cincin yang kini melingkar di jari manis tangan kirinya sambil terus tersenyum. Mereka sudah selesai makan dan sekarang para orangtua itu tengah asik berbincang.

"kau menyukainya?" tanya Jongdae yang ikut tersenyum melihat kekasihnya yang nampak sangat bahagia

"sangat, aku sangat menyukainya. Terima kasih jongdae aku sangat mencintaimu"

"aku juga sangat mencintaimu, minnie" ucap Jongdae lalu mencium kening minseok cukup lama

"YAAK berani sekali kau menciumnya didepan orang tuanya" omel donghae membuat jongdae langsung menjauhkan wajahnya dari minseok yang sekarang sudah memerah parah.

"ish dasar pengganggu" cibir jongdae membuat yang lain tertawa.

Kelakuan Donghae memang sama saja dengan adiknya Kim Minho, mereka senang sekali menggoda anaknya sendiri.

TBC

Aaaahh akhirnya selesai juga chapter ini, ini kepanjangan ga? Aku takut kalian bosen bacanya hehe

Oh ya di chapter ini aku mau adil buat ceritain semua couple meskipun Taoris masih dikit banget atau bahkan ga ada, tapi tenang aja di chapter depan mereka pasti ada^^ Sulay juga cuman sepintas soalnya mereka udah di chapter kemaren hehe.

Gimana chanbaek sama chenminnya? Semoga ga mengecewakan ya. Kaisoo sama Hunhan masih belum bersatu kayanya cerita cinta mereka bakal lebih panjang dibanding yang lain jadi harap sabar ya^^ makanya aku lurusin(?) dulu hubungan couple yg lain biar nanti bisa lebih fokus ke konflik kaisoo sama hunhan maaf kalau alurnya kelamaan tapi mereka pasti bersatu kok aku udah siapin cerita buat mereka di chapter depan meskipun belum di tulis hehe

Aku usahain update tiap hari senin malem ya soalnya aku kuliah selasa-jum'at jadi baru bisa nyempetin nulis cerita hari sabtu-senin itupun kalau lagi ga ada kegiatan lain. Tapi di usahain konsisten deh ;)

Makasih banyak sebanyak-banyaknya buat yang udah review, semoga ceritanya ga mengecewakan maaf banget kalau masih jauh dari harapan kalian *bow oh ya aku juga mau coba bales review yang masuk hihi

selurpee : makasih udah review^^ hunhannya udah ada dikit di atas yang sabar ya, tunggu di chapter depan ;) . ini udah dilanjut ya

dorekyungsoo93 : makasih udah review^^ kaisoo juga ada dikit di atas hehe maaf kalau ga sesuai harapan, tunggu chapter depan author janji kaisoo bersatu disana hihi

Dhea485 : makasih udah review^^ iya author juga agak ngiri sama lay haha chanbaeknya udah bersatu tuh malah paling atas author bikinnya hehe semoga ga mengecewakan :D ini udah di lanjut ya

DJ 100 : makasih udah review^^ nanti pasti bakal ada kok Kai vs Sehun kalau sehun vs channie juga kayanya ada tapi ga janji lagian kalau ada juga masalahnya bukan rebutan cewe *eh kekeke . iya yixing emang punya penyakit itu tapi sebenernya penyakit Hemofilia itu banyak di derita oleh laki-laki dan jarang banget cewe yg menderita penyakit ini kecuali ada turunan dari apaaa gitu lupa^^v cuman buat kelancaran jalan cerita ya author pake aja nama penyakitnya hehe.

Dandeliona96 : makasih udah review^^ haha syukur deh kalau terkabul :D maaf ya Taoris nya baru dikit banget di usahain chapter selanjutnya Kris kelepek-kelepek deh, do'ain aja keke~

kyungie22 : makasih udah review^^iya chapter kemaren di peruntukan untuk Sulay moment sama meluruskan konflik Kris-Lay-Suho hehe kaisoo jadian? ngg... tunggu chap depan ya hehe author juga udah ga sabar :D

wanny : makasih udah review^^ author juga seneng sulay jadian *yeheeet^^ chanbaek udah jadian tuhhh, kaisoo sama hunhan jalan cerita mereka masih panjang keke tapi kayanya bentar lagi mereka bakal nyusul sulay sama chanbaek juga. diusahain chapter selanjutnya ya Kris klepek-klepek deh ;)

prince yehet : makasih udah review^^ makasih-makasih udah suka sama chap kemarin. Di chap ini udah ada chanbaek yg bersatu yg lainnya nyusul ya :p ini udah di lanjut, salam yeheeeet^^

guest : makasih udah review^^ yaaa namanya juga cinta bisa bikin org jadi buta dan gila *elaaah haha ini udah di lanjut yaa, semoga suka

ruixi : makasih udah review^^ ini udah di lanjut, semoga suka ya

guest : makasih udah review^^ ini udah di lanjut, semoga suka ya

hatakehanahungry : makasih udah review^^ boleh dong, boleeeh banget :D makasih udah suka, dan buat hanchul tenang aja mereka akan muncul di chap depan entah itu buat memepermudah atau malah mempersulit hubungan hunhan kekeke~ jadiannya bisa aja mulus, tapi kesananya liat aja nanti hahaha tunggu aja ya^^ ini udah update, semoga suka

devrina : makasih udah review^^ ini udah lanjut, semoga suka ya

maaf kalau ada nama yang salah tulis hehe, makasih banyak buat kalian ditunggu rewiew selanjutnya ya yang belum sempet review juga ditunggu banget, makasih juga buat yang udah follow atau favoritin cerita ini makasihhhh. Annyeong^^