Yo minna! Akhirnya bisa juga update nih fic. Maaf kelamaan, soalnya saya sedang melaksanakan UAS. Jadi gak bisa update. Oke! Saatnya balas review.
AN Nara : makasih pujiannya. nih dah lanjut. Trims udah review.
Yuuki Chen : oke nih dah lanjut. Akan saya usahakan. Trims udah review.
: jawabannya ada disini. Tapi gak mungkinkan Hinata jadi FG gadungan. Secara dia pendiam bin pemalu bin kalem. Nih udah dilanjut. Trims udah review.
Ayon R. Marvel : trims pujiannya. Nih dah lanjut. Trims udah review.
Alfinamikazeuzumaki : maaf sebelumnya. Saya tak bisa mengabulkan permintaan anda. Saya sudah punya scene tersendiri dan tidak menjadikan Naruto seorang jounin pendamping. Tapi mulai chapter ini Naruto tak akan menyembunyikan kekuatannya. Trims udah review.
Bala-san dewa hikikomori : maaf, saya tak bisa memenuhi permintaan anda. Saya harus berjuang melawan UAS dan musuh terbesar saya. Kemalasan. Sekali lagi gomen. Saya sangat telat update. Kalo skiptime, saya sengaja lakukan karena tangan saya sudah tekor untuk mengetik lagi. trims udah review.
Namikaze Sholkhan : gomen ne. saya tak bisa menepati permintaan anda. Sama seperti tadi alasannya. Untuk chapter depan, saya akan mengusahakannya. Trims udah review.
Alvaro d diarra : trims pujiannya. Pertanyaan anda akan terjawab di chap ini. Trims udah review.
Uchiha. Izami : trims pujiannya. Sepertinya saya harus banyak meminta maaf atas keleletan saya. Alasan keterlambatan saya seperti tadi. Jadi gomen ne. salah stu pairnya yang saya rencanakan memang naruhina. Jadi mungkin drama percintaan mereka lebih banyak tersaji dari pair yang lain. Oke..trims udah review.
Arif303y : chapter depan pertanyaan anda akan terjawab. Kalo chapter ini saya akan membahas survival training tim 7. Chap depan, mungkin saya akan menerangkan flashback kehidupan Sakura. Trims udah review.
Monkey D nico : nih dah lanjut. Panggil saya iruhamu saja ato iru ato hamu saja. Karena saya menganggap hikari itu marga saya. Jadi supaya lebih akrab. Tapi kalo mau manggil hikari boleh kok. Trims udah review.
deEsQuare : oke..nih dah lanjut. Maaf soal itu. saya akan obati rasa penasaran dengan updatenya fic ini. Trims udah review. Hehehehe.
Mitsuka sakurai : trims reviewnya. Sama seperti tadi, jati diri Sakura akan saya perlihatkan chap depan. Jadi bersabarlah menunggu. Kalo itu, saya ingin buat berbeda dari yang lain. Oke trims udah review.
Nervous : trims pujiannya. Nih dah lanjut. Trims udah review.
Guest : maaf atas keterlambatan saya. Alasannya sama seperti tadi. Jadi sekali lagi gomen. trims udah review.
Guest : kalau saya diminta pendapat soal review lanjut ato pendek dan sebagainya. Saya lebih menghargai itu daripada flame. Tapi sya juga tidak menolak flame. Karena tolak ukur keberhasilan saya adalah hasil review. Dan jika hasil reviewnya banyak, semangat saya akan membuncah untuk cepat meng-update nih fic. Dan saya terima saran anda. Trims udah review.
Kurama. n. kitsune : oke..nih dah lanjut. Trims udah review.
Oke selamat membaca!
Welcome To The Family
Naruto n' chara lain© Masashi senpai
This fic© me
Genre : adventure kali.(ditabok) friendship mungkin….(dijitak)
Warning : abal, gaje, typo membudidaya, OOC Team Seven dll
Sebelumnya
" tak kusangka kau mengetahui penyamaranku, Uchiha."
" aku bahkan sudah berlatih berhari-hari untuk melakukannya."
Chapter 3
" kalian tak menyadari bahwa penyamaran kalian tak mempan terhadap dua orang di akademi ini. Pertama yang jelas aku. Dan kedua adalah…. Rusa pemalas kita." Ucap Sasuke dingin.
" Oh! Rusa Nara itu juga tau penyamaranku ya." Ucap Sakura dengan nada terkejut yang dibuat-buat.
" jangan bicara dengan nada itu, Haruno! Aku mual mendengarnya." Ucap Sasuke sarkastik.
" baiklah. TUAN MUDA UCHIHA." Ucap sakura dengan penekanan pada kalimat terakhirnya.
" Tch" Sasuke berdecak. " sudah jelaskan apa maksudmu melakukan ini, Haruno!" ucap Sasuke memerintah.
" hei! Bukankah Uzumaki-san juga melakukannya. Kenapa cuma aku saja?" tanya Sakura dengan nada tak terima yang dibuat-buat( lagi?).
" sudahlah jelaskan saja." Perintah Sasuke lagi.
" baiklah… TUAN MUDA UCHIHA." Ucap Sakura. Kemudian ia menghirup nafas dalam dan mengeluarkannya. Naruto yang juga penasaran mendekat.
" aku melakukannya karena"
POOFT
Ucapan sakura terpotong oleh kepulan asap yang tiba-tiba datang. Sakura yang perkataannya terpotong malah menyeringai. Setelah asap menghilang, tampak seorang pria bermasker dan memasang hitai ate miring menutupi mata kirinya.
Hening.
KRIK…KRIK…KRIK…
" ada apa, sensei?" tanya Sakura dengan penyamarannya.
" eee… tak ada yang mengeluh aku terlambat?" tanya pria masker itu balik.
"…." Tak ada jawaban.
" Hah~ baiklah…. Temui aku di atap!" perintah Kakashi dengan menghela nafas.
POOFT. Ia menghilang lagi.
Atap Akademi
Seorang pria jangkung bermasker sedang duduk sambil membaca buku oranye. Selang beberapa menit, tiga orang anak berjalan ke arahnya. Pria yang bernama Kakashi tersebut pun menutup bukunya.
" baiklah… materi pada hari ini hanya perkenalan. Sebutkan nama kalian, apa yang kalian sukai dan tidak kalian sukai, cita-cita kalian di masa depan." Ucap Kakashi.
" ehm.. sensei. Aku rasa sensei perkenalkan dirimu dulu. Hitung-hitung menebus kesalahanmu yang datang terlambat." Ucap Naruto menginterupsi Kakashi.
" bukankah kalian tidak keberatan jika aku terlambat. Kalian tadi diam tak memprotesku." Ucap Kakashi membela diri.
" diam tak berarti tak peduli." Ucap Sasuke dingin. Kakashi sweetdroop mendengar penuturan muridnya.
" baiklah…baiklah….. Namaku Hatake Kakashi. Hal yang kusukai kalian belum boleh mengetahuinya. Hal yang tak kusukai…ehm kalian belum cukup umur. Cita-cita itu rahasia. Menikah…..mungkin." Ucap Kakashi mengalah. Sementara itu ketiga muridnya hanya sweetdroop. ' mana ada wanita yang mau dengan oran aneh sepertimu.' Batin mereka bertiga.
" oke! Karena aku sudah berkenalan, maka saatnya giliran kalian. Mulai dari kau pirang!" perintah Kakashi.
" Yosh… namaku Uzumaki Naruto. Kesukaanku adalah ramen dan berlatih. Yang tak kusukai adalah orang yang telat dan tak tau diri. Cita-citaku adalah menjadi Hokage." Ucap Naruto mantap, tapi dibuat-buat. Kakashi yang merasa dimasukkan ke kelompok yang tak disukai Naruto sweetdroop.
" selanjutnya kau, Pinky!" perintah Kakashi pada Sakura.
" namaku Haruno Sakura. Hal yang kusukai adalah…(melirik sasuke) hihihi..hal yang tak kusukai adalah sama seperti Naruto no Baka. Cita-citaku adalah…(melirik sasuke lagi) hihihih…" ucap Sakura sambil terkikik. Kakashi yang merasa mendapat protes dari muridnya kembali sweetdroop.
" selanjutnya kau, Brutu!" perintah Kakashi.
" Tch. Namaku Uchiha Sasuke. Hal yang kusukai sensei terlalu dewasa untuk tahu. Hal yang tak kusukai ada banyak. Diantaranya pemalas tak tahu diri dan orang yang bersandiwara. Cita-citaku lebih rahasia dari cita-cita sensei." Ucap Sasuke dingin. Kakashi yang diprotes lagi akhirnya pundung di pojokan. Sementara muridnya hanya sweetdroop kembali. Kemudian kakashi bangkit dan mengamati muridnya.
' coba kulihat, seorang idiot imitasi, pendendam yang tak jelas, dan FG gadungan. Hokage benar-benar ingin menyiksaku.' Batin Kakashi nelangsa.
" baiklah…. Pertemuan kali ini cukup. Besok kumpul di Training Ground 7 pukul 8. Kalian akan melaksanakan Survival Training." Ucap Kakashi dengan nada yang dingin.
" hei, aku bosan dengan kegiatan seperti itu. membosankan." Seru Naruto menolak. Sakura menunjukkan ekspresi ketidaksetujuannya. Sedangkan Sasuke hanya diam, namun juga sedikit memperlihatkan . ' sudah kuduga.' Batin Kakashi.
" ini bukan Survival Training biasa. Karena yang menjadi musuh kalian adalah aku. Dan sekedar informasi saja. Dari sekian banyak muridku hanya 65% kemungkinan kalian untuk tidak lulus. Dan kusarankan kalian tidak makan. Aku khawatir kalian akan memuntahkan makanan kalian. Dan ingat! Jangan sampai telat. Atau aku akan menghukum kalian." Jelas Kakashi dengan suara menyeramkan. Namun ketiga muridnya hanya diam dan menyeringai dalam hati.
" baiklah… sampai jumpa!" seru Kakashi kepada muridnya. Ia menghilang menggunakan sunshin. Setelah kepergiannya, Sakura tiba-tiba tubuhnya hancur menjadi tanah dan tertiup angin. Sasuke yang melihatnya hanya mendecih. Ia kemudian menggunakan sunshin apinya. Sementara Naruto, ia hanya berjalan santai ke apartemennya. Ia tak menghiraukan tatapan benci dari penduduk desa.
09:00 AM Training Ground 7
" sensei sialan! Katanya jam delapan. Tapi mana dia sekarang?!" teriak Naruto frustasi.
" diamlah, dobe! Kau tidak lihat aku mau tidur. Daripada kau teriak tak jelas, lebih baik kau tidur saja!" ucap Sasuke sedikit membentak. Sasuke saat ini benar-benar frustasi. Tak pernah ia bayangkan akan menemui guru tukang telat macam Kakashi. Sementara itu, Sakura tak bereaksi apa-apa dengan perdebatan kedua teman setimnya ini. Ia duduk di rerumputan sambil menelungkupkan wajahnya ke kedua lututnya. Naruto yang sedikit curiga dengan tingkah Sakura mendekatinya. Ia menyentuh bahu Sakura. Namun tiba-tiba tubuh itu limbung dan tengkurap di tanah. Naruto dan Sasuke sweetdroop.
" DASAR GADIS BRENGSEK!" teriak Naruto dan Sasuke kompak. Mendengar kegaduhan di sekitarnya kelopak mata Sakura perlahan terbuka.
" apa sensei sudah datang?" tanya Sakura dengan tampang watados. Ia menatap kedua rekannya dengan tatapan sayu khas orang bangun tidur.
" tidak yang datang adalah shinigami yang akan mencabut nyawa satu-satunya gadis di sini." Ucap Sasuke kesal. Baru kali ini Sasuke perasaan kesal yang meletup-letup.
" kau ini, teman sedang susah menunggu guru yang datang, eh kau malah enak-enakan tidur." Sindir Naruto.
" gomen..gomen… aku bosan menunggu sensei. Lalu aku juga terlalu kenyang sarapan." Ucap Sakura meminta maaf.
" kau sarapan?! Kau tidak mendengarkan kata sensei kemarin, heh?!" ucap Naruto kesal. Pasalnya ia tak sarapan pagi tadi karena mengikuti perkataan senseinya.
" aku dengar kok." Balas Sakura.
" tapi kenapa kau langgar?" tanya Sasuke mulai angkat bicara.
" hei..hei… sensei bilang, aku sarankan kalian untuk tidak sarapan, bukan aku perintahkan kalian untuk tidak sarapan." Balas Sakura. Ia sedikit kesal dengan tingkah rekannya ini. Namun saat ia akan memarahi rekannya, ia melongo. Pasalnya rekannya sekarang sedang membenturkan kepalanya ke tanah.
"hei, ada apa ini?" tanya Sakura heran.
" bodohnya aku. Bodoh. Bodoh. Bodoh." Terdengar kicauan(?) indah dari mulut Sasuke.
" dasar Baka. Baka. Baka. Baka. Baka. Baka." Kali ini Naruto yang berkicau(?)
" hei tenanglah! Kalian lapar?" ujar Sakura menenangkan seraya bertanya. Yang ditanya hanya menganggukkan kepala.
" ini. Makan itu. hitung-hitung ganjal perut. Aku hanya membuatnya dua buah. Tak lebih." Ucap Sakura sembari melemparkan dua buah onigiri ke arah Naruto dan Sasuke. Naruto dan Sasuke langsung melahapnya seperti orang yang tidak makan 3 hari 3 malam.
" sudahlah, aku mau tidur lagi." ucap Sakura. Kemudian ia berbaring di rerumputan tadi.
" aku juga mau tidur." Ucap Sasuke.
" aku juga." sahut Naruto. Akhirnya mereka bertiga tidur dengan posisi berjejer menghadap tiga buah batang kayu yang berdiri.
Sementara itu, Asuma yang lewat di Training Ground 7 bergumam setelah melihat murid temannya yang terlantar.
" kasihan. Pasti mereka murid Kakashi." Lalu melenggang pergi.
10:00 AM Training Ground 7
Seorang pria berambut perak dan bermasker memasuki Training Ground 7. Betapa terkejutnya ia ketika menemukan muridnya terkapar di rerumputan. Ia kemudian membangunkan muridnya.
" hei bangun!" terdengar erangan dari tiga muridnya. Perlahan kelopak mata mereka. Ketika telah membuka sempurna.
BUAGH
Tiga pukulan telak mengenai kepala Kakashi. Kakashi pun terkapar di tanah dengan tiga tonjolan hasil karya muridnya.
" itu balasan telah menelantarkan kami." Ucap ketiga murid Kakashi kompak.
Kemudian
" maaf aku telat. Tadi di jalan aku bertemu nenek yang ingin menyebrang jalan, karena aku ninja yang baik, maka aku menolongnya. Kemudian aku melanjutkan perjalananku eh malah ketemu kucing hitam di jalan. Karena menghindari sial, aku memilih berputar. Tau-taunya malah nyasar di jalan yang bernama kehidupan." Ucap Kakashi sambil mengusap benjolan di kepalanya.
" itu adalah alasan paling tidak masuk akal dari alasan tak masuk akal yang paling tak masuk akal." Ujar Sakura mengomentari. Naruto dan Sasuke hanya mengangguk menyetujui perkataan Sakura.
" baiklah… aku janji tak akan telat lagi. sekarang kita akan memulai Survival Training." Ucap kakashi seraya memasang jam weker di batang pohon yang tengah dari tiga batang pohon yang tegak berjajar .
" waktunya sudah kuatur sampai waktu makan siang. Tugas kalian adalah mengambil kedua lonceng ini dariku atau paling tidak satu lonceng ini sebelum jam itu bordering." Jelas Kakashi sembari menunjuk lonceng yang ada di tangannya dan jam yang diletakkannya tadi.
" kalian bebas menggunakan cara apapun untuk mendapatkannya. Kalian boleh menggunakan shuriken, kunai, ataupun jutsu yang mematikan untuk menyerangku. Dan sebaiknya keluarkan keinginan membunuh kalian." Lanjutnya.
" sensei, apa tidak apa-apa melawan kami bertiga. Aku takut kau terbunuh." Ujar Sakura dengan nada cemas.
" tidak apa-apa, aku mendapat gelar jounin bukan karena kebetulan. Ada usaha dan jerih payah mendapatkannya." Ujar Kakashi tenang. Tanpa disadarinya, ketiga muridnya menyeringai. Kemudian Kakashi menggantungkan kedua loncengnya di pinggangnya.
" baiklah…." Ucap Kakashi menggantung. Tiba-tiba ia menghilang dan muncul di belakang Naruto dan mengacungkan kunai yang dipegan Naruto ke leher Naruto.
" padahal aku belum memulainya tapi kau sudah mau melancarkan serangan. Kalian_" perkataan Kakashi terpotong karena ada yang telah mengacungkan kunai di lehernya dan Naruto menghilang dari kunciannya
" yah sensei. kukira akan sulit. Ternyata hanya sampai disini saja." Ucap Naruto meremehkan.
" itu gerakan yang bagus, Naruto." Puji Kakashi.
" terima kasih telah memujiku. Namun aku akan mengakhiri ini." Ucap Naruto tenang dan hendak mengambil lonceng di pinggang Kakashi. Namun_
" sayang sekali. Permainan ini baru dimulai."
POOFT
Kakashi menghilang dari hadapan Naruto. Naruto berdecak sebal. Kemudian ia mencari Kakashi menggunakan sunshin angin. Dan hanya daun bertebangan yang menempati tempatnya tadi.
" aku harus pergi." Ucap Sasuke dingin seperti biasanya. Kemudian ia menghilang dengan api yang seperti menelan tubuhnya.
" sial." hanya umpatan yang diutarakan Sakura. Kemudian ia menghilang dengan sunshin batu.
Di tepi sungai
Terlihat pria bermasker sedang membaca buku bersampul oranye dengan tenang. Beberapa saat, ia menutup bukunya dan memasukkannya ke kantong senjatanya. Tiba-tiba dua buah kunai melesat ke arahnya. Namun ia tak bergeming. Ketika kunai tersebut hamper mengenainya, kunai tersebut berhenti. Lebih tepatnya terhenti oleh tangan pria bermasker tadi. Tapi tiba-tiba ada sepuluh shuriken yang mengarah padanya. Ia tetap tak bergeming. Namun betapa terkejutnya ia ketika mendengar seruan_
" Shuriken kage bunshin no jutsu." Shuriken yang tadinya hanya sepuluh kini berubah menjadi puluhan shuriken. Tak ingin menjadi santapan empuk shuriken tersebut, pria bermasker yang kita kenal sebagai Kakashi merapal segel.
" Doton : Doryuuheki!" serunya. Muncul dinding dari tanah yang melindunginya. Namun tiba-tiba sebuah suara terdengar di belakangnya.
" Katon : Goukakyou no jutsu!" sebuah bola api raksasa mengarah padanya. Anehnya, Kakashi tetap diam. Ia hanya menatap datar bola api tersebut. Kontan saja, bola api tersebut memabakar Kakashi. Hal ini membuat heran Sakura yang mengamatinya. Tak hanya Sakura, Sasuke dan Naruto jug a menaruh curiga. Dan benar saja. Setelah Sasuke menghentikan jutsunya, yang terlihat hanyalah sebuah dahan yang hangus terbakar. ' kawarimi no jutsu.' Batin ketiganya kompak. (ceileh… bisa kompak juga tha. #di tending)
Sakura masih memperhatikan area petarungan murid dan guru tersebut. Ia sama sekali tak menemukan keberadaan senseinya.
" mencariku nona." Ucap suara di belakang Sakura. Reflek, Sakura mengayunkan sebuah kunai ke arah belakang. Namun sayangnya berhasil ditahan oleh Kakashi. Sakura mengayunkan sebelah tangannya beserta kunai yang tidak di tahan oleh Kakashi. kakashi hanya melompat menghindari serangan Sakura. Sakura merapal beberapa segel. Kemudian berseru.
" Doton : Sora no heisa(elemen tanah : tombak langit.)" muncul puluhan tombak dari tanah di atas Kakashi. kemudian tombak-tombak tersebut meluncur ke arah Kakashi. Kakashi pun menghindarinya dengan sedikit kewalahan. Namun ia akhirnya selamat sentosa(?)
" kalian benar-benar menggunakan keinginan membunuh kalian. Baiklah…aku akan serius sekarang." Ucap Kakashi.
" kalian. Keluarlah!" ucap Kakashi entah pada siapa. Tapi dari balik semak-semak yang terpisah, muncul dua bocah berbeda warna rambut.
" aku ketahuan." Ucap Naruto dengan nada dingin. Sasuke hanya diam saja. Namun Sasuke segera melesat ke arah Kakashi. ia mencoba meukul kepala Kakashi. namun berhasil ditahan oleh Kakashi. Ia mencoba menendang perut Kakashi namun masih berhasil ditahan Kakashi. tak hilang akal, ia memutar tubuhnya dengan keras hingga pegangan Kakashi pada salah satu tangan dan kakinya terlepas dan melompat ke samping. Ia melempar sebuah kunai tanpa melihat Kakashi namun bidikannya akurat mengarah ke kepala Kakashi. Kakashi hanya sedikit menunduk untuk menghindari serangan Sasuke. Namun ia dikejutkan dengan kehadiran Naruto yang telah mengayunkan kunainya ke dada Kakashi. kakashi tak dapat mengelak, akhirnya ia tertusuk kunai Naruto. Namun_
POOFT
Tubuhnya berubah menjadi sebilah kayu. Dan ternyata ia berada pada sebuah dahan pohon mengamati muridnya yang berdecak sebal. ' kerja sama yang bagus. Tapi kenapa malah terlihat seperti saling memanfaatkan? ' batin Kakashi bertanya-tanya.
" Kakashi sensei?" sebuah suara mengagetkannya. Tepat setelah suara tersebut, pohon tempat Kakashi bersembunyi tumbang. ' untung saja. Bisa remuk tulangku jika terkena.' Batin Kakashi yang berdiri di sebuah sungai. Ia kemudian merapal sejumlah segel. Kemudian berseru
" suiton : suiryuudan no jutsu!" seekor naga air melesat ke arah Sasuke dan Naruto berada. Sasuke tak tinggal diam. Ia merapal sejumlah segel dan berseru.
" Katon : Goryuuka no jutsu!" seekor naga api keluar dari mulutnya menuju naga air Kakashi. naruto tak mau kalah. Ia juga merapal segel.
" Fuuton : Daitopa!" sebuah tekanan angina tinggi mengarah ke naga api dan air Kakashi. tekanan angin tersebut memperbesar ukuran naga api Sasuke ketika mengenainya. Dan setelah beberapa saat, naga air dan naga api berbenturan. Asap sedikit mengepul karena tabarakan tersebut. Namun karena kalah ukuran, naga air Kakashi menguap dan hilang tetapi naga api Sasuke tetap meluncur ke arah Kakashi walaupun ukurannya mengecil. Kakashi dengan mudah menghindar dari serangan naga api tersebut dengan melompat ke daratan. Ia disambut dengan tendangan Naruto. Namun ia berhasil menangkap kaki tersebut dan memutarkan tubuhnya satu kali dan melemparkan Naruto ke arah Sasuke yang sedang berlari. Sasuke melompat menghindari tubuh Naruto dan menendang dada Naruto untuk dijadikan pijakan Sasuke untuk memepercepat lompatannya. Sementara Naruto, ia berhasil mendarat dengan mulus sambil memegangi dadanya yang dijadikan pijakan Sasuke. Sasuke mengarahkan kunainya ke perut Kakashi. namun Kakashi berhasil menghindar dengan bergeser ke kiri. Namun tanpa diduga, tangan Sasuke berusaha menggapai lonceng yang ada pada pinggang Kakashi. tetapi dengan refleknya yang terlatih selama ini, Kakashi berhasil menyelamatkan(?) loncengya. Baru sedikit bernafas lega, ia dikejutkan oleh kemunculan Sakura dari dalam tanah. Sakura berusaha merebut lonceng Kakashi namun berkat reflek yang brilian dari Kakashi, usaha Sakura gagal. Sakura yang masih berada di udara ditendang oleh Kakashi di bagian perut hingga terpental beberapa meter namun berhasil mendarat dengan mulus. Belum sempat bernafas lega, sebuah kunai melesat ke arah Kakashi. Kakashi menghindarinya dengan bergeser sedikit ke kanan. Namun tanpa diduga, kunai tersebut malah memutuskan tali yang mengikat lonceng Kakashi. sementara Naruto berusaha menggapai hasil karyanya. Menyadarinya, Kakashi menggenggam tangan Naruto dengan tangan kanan sedangkan tangan kirinya menangkap loncengnya yang terlepas dan hamper diraih Sasuke. Ia kemudian melempar Naruto ke arah sungai dan dengan cepat menyambung tali dan mengikatnya lagi di pinggangnya.
Dan sekarang tampak Kakashi di kepung oleh keberadaan muridnya. Naruto di sebelah kirinya. Sasuke di sebelah kanannya dan Sakura di depannya. Ketiga muridnya mengambil sebuah kunai masing-masing dan bersiap melemparkannya. Sebelum melempar, Sakura menambahkan chakra pada kunainya. Naruto melakukan hal yang sama, namun chakra yang diberikan adalah chakra angin. Pun halnya dengan Sasuke. Ia juga menambahkan chakra tetapi chakra api yang ditambahkannya. Kemudian secara kompak mereka melempar kunai mereka. Kunai tersebut dengan cepat mengarah ke Kakashi. kakashi diam memerhatikan laju ketiga kunai tersebut. Kemudian setelah beberapa meter darinya, ia melompat ke belakang. Dan hasilnya.
BLAR
Ledakan terjadi setelah ketiga kunai tadi saling bertabrakan. Sebuah kawah sedalam 10 cm terbentuk akibat ledakan itu. Naruto, Sakura dan Sasuke mendecih kesal. Kemudian mereka bertiga merapal segel secara bersamaan dan selesai secara bersamaan. Mereka kemudian berseru.
" Katon : goryuuka no jutsu!(elemen api : jurus naga api)"
" Doton : Dansu gurando!(elemen tanah : tarian tanah)"
" futon : Kaze no burasuto!( elemen angina : ledakan angin)"
Seekor naga api mengarah ke Kakashi dari serong kanannya. Sebuah jutsu angina tak terlihat melesat dari serong kirinya. Dan gumpalan tanah yang bergerak cepat dari depannya. Kakashi terbelalak. Ia belum sempat menyiapkan keadaan segenting ini. Namun terlintas kejadian saat tiga kunai mengarah padanya. Ia kemudian melompat sekitar sepuluh meter dari tempatnya semula. Dan akhirnya ketiga jutsu mengerikan tadi saling bertubrukan. Ledakan pun tak terelakkan. Debu pun beterbangan karenanya. Sejenak kawasan tersebut tersamarkan.
KKKKKKKRRRRRRRIIIIIIINNNNNNGGGGGGGG
Suara nyaring jam weker menandai berakhirnya waktu yang telah ditentukan. Ketiga bocah tersebut terduduk lemas.
" wah… waktunya telah habis. Sayang sekali kalian tak dapat melaksanakan tugas kalian." Ucap Kakashi tenang. Sementara muridnya masih tertunduk lesu.
" sebenarnya survival training ini ditujukan untuk membentuk teamwork kalian. Namun yang terjadi kalian hanya saling memanfaatkan. Awalnya aku mengira kalian sudah bekerja sama saat kalian menyerangku bergantian. Namun aku sedikit curiga karena sebuah keganjilan. Pandangan kalian semua tertuju pada lonceng ini." Jelas Kakashi seraya menggoyangkan loncengnya.
" jika kalian saling bekerja sama, seharusnya pandangan kalian tidak tertuju pada satu hal saja. Misalnya kau Sasuke, pandanganmu ke arahku, sedangkan Naruto, kau memandangi loncengku. Dan kau Sakura, kau memerhatikan pergerakan rekanmu. Namun kalian tidak. Kalian hanya saling memanfaatkan untuk mencapai tujuan kalian walau dengan cara picik seperti Sasuke. Menggunakan teman sendiri sebagai tumpuan. Sangat picik. Sadarlah! Kalian ini satu tim. Seharusnya kalian bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama. Bukannya saling memanfaatkan." Jelas Kakashi panjang lebar. Sementara muridnya semakin menunduk. Hanya satu perasaan yang mereka rasakan. Rasa bersalah. Rasa bersalah karena mengabaikan aspek penting dalam pasukan kelompok. Yaitu kerja sama. Mereka malu. Malu pada diri mereka sendiri. Malu karena terbutakan oleh ambisi menguasai sendiri. Kini mereka pasrah jika akan dikembalikan ke akademi.
" tapi aku memebrikan kalian kesempatan kedua. Kalian akan melawanku lagi setelah jam 2 hingga matahari terbenam." Lanjut Kakashi sedikit menarik perhatian muridnya.
" benarkah? Apa sensei tidak bercanda?" tanya ketiga muridnya tak percaya.
" ya benar. Tapi ada syaratnya…" ucap Kakashi menggantung.
" apa sensei?" tanya ketiga muridnya kompak.
" kalian tidak boleh memakan makanan sedikitpun." Ucap Kakashi yang sontak membuat lusuh muridnya.
" itu jika kalian mau, tapi kalau tidak mungkin ucapkan selamat datang pada akademi ninja." Perkataan Kakashi barusan membangkitkan tekad muridnya. Dalam hati mereka berkata.
' aku tak sudi bertarung dengan pelajaran yang membosankan di akademi.' Yah.. mungkin pikiran ini sedikit kekanak-kanakan. Mereka memang anak-anak ya( author ditabok). Melihat adanya tekad di mata muridnya. Kakashi segera melenggang pergi.
" persiapkan diri kalian baik-baik." Ujarnya sebelum menghilang dengan sunshin. Setelah kepergian Kakashi, tiga bocah yang ada di area tersebut menundukkan wajahnya lagi. jujur, mereka kelaparan. Sangat. Saking laparnya hingga tak menyadari sepasang mata lavender memandangi mereka dengan perasaan iba. Kemudian sosok itu melangkah mendekat. Ia kemudian berjongkok pada seorang bocah pirang jabrik.
" makanlah, Naruto-kun. Kau butuh tenaga untuk melawan Kakashi sensei." Ucap gadis bernama Hinata itu mengejutkan si pirang.
" Hinata? Sejak kapan kau berada disini?" tanya Naruto penasaran. Mendengar suara rekannya, Sasuke dan Sakura menoleh ke Naruto. Keduanya serasa mengenal gadis yang dipanggil oleh Naruto.
" itu tidak penting. Sekarang makanlah bersama temanmu. Walaupun tak mengenyangkan, setidaknya kalian punya sedikit tenaga." Ucap Hinata seraya menyerahkan bentonya kepada Naruto. Naruto pun menerima bento tersebut dengan perasaan bahagia. Keberadaan Hinata bagaikan malaikat penolong baginya. Ia kemudian menyuruh rekannya untuk berkumpul dan memakan pemberian Hinata dengan isyarat tubuh. Sasuke yang berharga diri tinggi pun ikut makan. Rasa laparnya telah mengalahkan ke-gengsi-annya. Mereka dengan cepat menghabiskan bento pemberian tersebut.
" arigatou, Hinata." Ucap mereka bertiga. Hinata hanya tersenyum menanggapi ucapan terima kasih dari tim 7. Mereka pun akhirnya bersenda gurau dengan riang. Sepasang mata, errr sebuah mata mungkin sedang mengamati empat orang di tempat bekas pertempuran dengan senyuman mengembang walaupun tak terlihat. ' hanya sedikit pemastian saja.' Batinnya. Kemudian sosok tersebut menghilang.
" Naruto, bunuh rekanmu atau gadis ini kubunuh." Ucap sebuah suara yang menodongkan kunai di leher Hinata.
" Kakashi sensei?" ucap bocah disana tak percaya. Pasalnya, orang yang menodongkan kunai ke leher heiress Hyuuga itu adalah sosok yang sangat dikenal mereka.
" apa maksudnya ini sensei? Kami tak mengerti." Ujar tim 7 bingung.
" cepat pilih! Bunuh rekanmu atau riwayat gadis ini tamat." Ucap Kakashi mengintimidasi. Hinata tak tinggal diam, ia mencoba melakukan kaiten. Namun perkataan Kakashi menggagalkannya.
" e..e.. jangan macam-macam Hyuuga-san. Aku pernah mengalahkan seorang Hyuuga sebelumnya."
" .." Naruto masih diam karena bingung harus memilih yang mana.
" cepat! aku tak pernah main-main dengan perkataanku." Ucap Kakashi mengejutkan Naruto. Perlahan kunai tersebut menggores kulit leher sang heiress Hyuuga. Darah sedikit mengucur dari sana. Naruto menggeram marah. Ia sekarang dilanda dilemma. Antara memilih teman pertamanya atau rekan setimnya.
" Naruto-kun. Selamatkan rekanmu! Aku rela mati untuk kalian. Cepat!" ucap Hinata.
" jangan! Bunuhlah aku! Aku tadi telah memanfaatkanmu. Selamtkan Sakura dan Hinata!" ucap Sasuke.
" jangan! Bunuh aku saja. Aku tak punya siapa-siapa lagi. aku juga tak punya keluarga. Jadi dia tak perlu khawatir akan dituntut(?)" ucap Sakura. Perkataan tawanan Kakashi ini semakin membingungkan Naruto.
" cepat! aku benar-benar serius dengan ucapanku." Perkataan Kakashi semakin menyudutkan Naruto. Ditambah luka di leher Hinata yang semakin melebar dan mengeluarkan banyak darah. Terdengar rintihan kesakitan dari sang heiress. Sebuah ide atau pikiran mengejutkan terlintas di kepalanya.
" turunkan kunaimu! Bebaskan rekanku. Aku yang akan membunuh diriku sendiri. Kau punya banyak keuntungan jika aku mati. Pertama, kau tidak akan menghadapi ratusan Hyuga yang marah. Kedua, kau tak akan di hukum mati oleh tetua karena membunuh salah satu Uchiha terakhir. Ketiga, kau akan dianggap pahlawan karena telah membunuh seorang monster sepertiku." Ujar Naruto putus asa. Kakashi hanya sedikit melonggarkan todongan kunainya.
" teman-teman, sayonara." Ucap Naruto lirih.
" NARUTOO!" teriak ketiga bocah pilu.
KREEK
" apa ini? Ranting? Sebenarnya apa yang terjadi?" racau Naruto. Sementara itu Kakashi memasang senyum yang tertutup maskernya.
" selamat! Kalian lulus." Ucapnya dengan mata yang berbentuk n.
" apa maksudnya ini, sensei?" tanya ketiga muridnya.
" sebenarnya aku tadi memerhatikan gerak-gerik kalian dari tadi. Dari kedatangan gadis Hyuga ini sampai kalian bersenda gurau. Kebesaran nama seorang shinobi bukan diukur dari sebesar apa kekuatannya. Tapi dari cara dia mati. Shinobi yang mati karena melindungi sesuatu yang berhaarga baginya, lebih baik dari shinobi yang mati dalam peperangan. Dan.. shinobi yang melanggar peraturan di anggap sampah. Namun shinobi yang meninggalkan temannya di kala kesusahan itu lebih buruk dari sampah. Oh ya! Tadi aku hanya melakukan genjutsu pada kalian. Luka pada gadis Hyuga itu hanyalah ilusi." Ucap Kakashi sebelum menghilang.
" jadi…. Bisakah kita mengulanginya dari awal?" tanya Naruto ragu.
" tentu ini kan se tim. Harusnya kalian menjaga keutuhan tim kalian." Jawab Hinata. Suara dari orang yang tidak ditanya tersebut pun membuat tim 7 tersentak. Kemudian mereka tersenyum.
" baiklah….Namaku adalah Uzumaki Naruto. Kesukaanku adalah ramen dan berkumpul bersama temanku. Impianku masih tetap. Menjadi hokage terhebat dari hokage sebelumnya." Ucap Naruto lantang.
" dasar baka! Memulai dari awal itu bukan berarti mengulang dari awal yaitu perkenalan." Protes Sakura. Sejenak keheningan melanda empat bocah tersebut. Kemudian gelak tawa menggema di tempat empat bocah tadi. Beberapa saat kemudian pertanyaan Sasuke menginterupsi.
" oh ya! Kenapa kau menjadi FG gadungan Sakura?" sontak pertanyaan Sasuke membuat suasana hening.
" sebenarnya….." jawab Sakura ragu.
" sebenarnya?" beo ketiga bocah yang mendengarkan.
TBC
Cuplikan chapter berikutnya
" sebenarnya aku melakukannya untuk menghibur diri."
Cukup. Kira-kira itu cuplikannya. Maaf kalau banyak typo. Tunggu chapter berikutnya. Oh ya! Saya juga menerima request cerita. Kalau ingin saya buatkan, PM saya bisa.
Wassalamu'alaikum
Review please!
