Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Saya awali salam diawal menindak lanjuti saran dari saudara saya, Monkey D nico. Terimakasih atas sarannya. Karena semua reviewer login, saya balas lewat PM. Oke. Lanjut ke cerita.

Welcome To The Family

Naruto n' chara lain© Masashi senpai

This fic© me

Genre : adventure kali.(ditabok) friendship mungkin….(dijitak)

Warning : abal, gaje, typo membudidaya, OOC Team Seven dll

"Sebenarnya aku melakukan itu untuk menghibur diri." Ucap Sakura.

" untuk apa kau melakukannya?" tanya Naruto.

" ck. Itu pertanyaan Sasuke, Naruto." Ucap Sakura sedikit sebal karena ditanyai pertanyaan yang sama.

" bukan begitu. Maksudku, kenapa kau menghibur diri?" tanya Naruto. Sakura menunduk. Matanya mulai berkaca-kaca. Perlahan, kristal bening menghiasi mata emerald Sakura. Melihat itu Naruto gelagapan.

" S..SS..Sakura-chan, aku salah bicara, ya? Kalau iya, gomen." Maaf Naruto.

" tidak, aku hanya teringat orangtuaku." Ucap Sakura. Kini Naruto yang pundung. Oh! Jangan lupakan bahwa Naruto tak mempunyai orangtua. -Atau setidaknya mengetahui siapa orangtuanya-

Suasana jadi hening. Terdengar isakan dari Sakura walaupun kecil. Sementara Naruto hanya duduk memeluk lutut dengan muka ditekuk. Hinata. Ia hanya tertawa kikuk.

" hei, apakah kita akan bersedih ria bergantian." Perkataan Sasuke menginterupsi kegiatan mereka.

" kita boleh kehilangan seseorang. Tapi jangan sampai kita kehilangan harapan karenya." Ucap Sasuke. Mendengar itu, Sakura dan Naruto mendongak. Mereka menatap Sasuke dengan pandangan yang sulit diartikan.

" apa?" tanya Sasuke ketus.

" tidak. Hanya saja, kau bukan seperti Sasuke yang kukenal." Ucap Sakura.

" urusai." Dengus Sasuke. Semua tertawa mendengar dengusan Sasuke. Kali ini Sasuke OOC.

" sudahlah. Ceritakan apa yang terjadi dengan orangtuamu, hingga kau menangis mengingat mereka?" ucap Sasuke yang jengah ditertawakan. Sakura terdiam. Ia menarik nafas dalam. Dan mengeluarkannya dengan cepat.

" peristiwa itu terjadi ketika…"

" yo minna!"

" KAKA-SENSEI!" teriak Naruto, Sasuke dan Hinata tak terima diinterupsi oleh Kakashi.

" gomen, gomen. Aku tak bermaksud membantu suasana." Ucap Kakashi watados.

" membantu katamu?! Kau itu merusak suasana tahu!" teriak Naruto.

" maaf, maaf. Aku hanya mau memberitahu bahwa besok kita akan melaksanakan misi pertama kita. Jadi kalian harus ke gedung Hokage jam 7." Ucap Kakashi.

" huh, paling kau juga telat." Sungut Naruto.

" oke, oke. Aku janji tak akan telat. Jika aku telat, aku akan menuruti apa kata kalian. Baiklah… jaa!" ucap Kakashi seraya menghilang menggunakan shunsin.

" Kakashi itu seperti jelangkung saja. Datang tak dijemput pulang tak diantar." Ucap Naruto masih sebal.

" baiklah Sakura. Lanjutkan!" lanjut Naruto.

" jadi, peristiwa itu terjadi ketika aku masih berumur 5 tahun." Ucap Sakura memulai ceritanya.

WTF

Seorang gadis bersurai kapas sedang berjalan anggun menyusuri lorong-lorong mansion. Kaki kecilnya melangkah dengan pasti ke sebuah ruangan. Sesampainya di depan ruangan itu, ia mengetuk pintu gesernya.

" Masuk!" terdengar suara dari dalam. Gadis itu kemudian menggeser pintu tersebut. Ia kemudian masuk secara perlahan.

" ternyata kau Sakura. Kau sudah menyiapkan barang-barangmu, nak?" ucap seorang pria berambut serupa dengan si gadis, namun lebih kusam.

" kita mau kemana, tousan?" tanya gadis yang dipanggil Sakura.

" kita akan ke Nami no Kuni. Tousan ada klien disana. Dan akan tinggal disana cukup lama. Jadi Tousan mengajakmu dan Kaasanmu." Jelas pria yang dipanggil ayah tadi.

" o… baiklah, aku akan segera menyiapkan barangku." Ucap Sakura. Ia kemudian keluar dan berjalan dengan cepat ke kamarnya. Ia langsung menyiapkan barang-barangnya.

WTF

" kau sudah siap, nak?" tanya seorang wanita berambut pirang pada seorang gadis yang berada disampingnya.

" aku sudah siap Kaasan." Jawab si gadis. Kereta yang mengangkut merekapun berangkat. Kereta itu ditarik dengan dua ekor kuda. Tentu saja hal itu membuat kereta tersebut melaju kencang. Perjalanan Konoha dengan Nami no Kuni jika ditempuh dengan berjalan kaki sekitar tiga jam. Sedangkan jika ditempuh dengan kereta kuda hanya memerlukan waktu sekitar satu jam. Kereta itu melaju selama 30 menit. Sekarang kereta itu sudah sampai di perbatasan Hi no Kuni. Si kusir tetap memacu kudanya dengan kecepatan sedang. Sementara di dalam, Sakura tengah terlelap dalam pelukan ibunya.

" anata, memangnya siapa klien yang akan kau temui?" tanya Mebuki. Istri Kizashi.

" klienku bernama Gatou. Dia pengusaha pasar gelap yang terkenal." Jawab Kizashi.

" apa?! Jangan bilang kau tertarik dengan bisnis yang seperti itu, anata!" ucap Mebuki syok.

" hahaha… tidak kok, Tsume. Aku hanya mengadakan sebuah perjanjian dengannya. Aku membeli perusahaan pelayarannya. Kudengar ia memasang tarif mahal pada pelayarannya. Akhirnya rakyat Nami no Kuni mengalami kemiskinan. Aku ingin membebaskan rakyat Nami no Kuni. Jadinya aku membeli pelayaran itu dengan harga tinggi. Setelah itu aku akan menyerahkan perusahaan itu pada rakyat Nami no Kuni." Jelas Kizashi.

" oh.. aku kira apa. Kasihan juga rakyat Nami no Kuni. Sengsara akibat tindakan Gatou." Tanggap Mebuki.

" hahaha… maka dari itu aku membeli perusahaan itu." Ucap Kizashi. Setelah itu tak ada pembicaraan yang terjadi lagi. Hanya deru nafas Sakura yang teratur yang terdengar. 15 menit kemudian, kereta tersebut sampai di sebuah laut. Laut tersebut adalah sungai yang menjadi penghubung Nami no Kuni dengan dunia luar. Mebuki kemudian membangunkan Sakura.

" ngh…" terdengar lenguhan kecil dari bibir mungil itu. Perlahan, iris emeraldnya tampak. Mata itu masih mengerjap=ngerjap menyesuaikan cahaya di sekitarnya.

" sudah sampai, Kaasan?" tanya Sakura.

" belum, kita masih berada di dermaga. Kita akan menyebrang. Jadi bangun!" ucap Mebuki lembut. Sakura kemudian menyenderkan tubuhnya di tubuh ibunya. Ia kemudian bertanya.

" kita sudah menempuh perjalanan berapa lama?"

" baru 45 menit. 15 menit lagi sampai." Jawab sang ibu.

Hening kembali. Keluraga Haruno masih fokus dengan apa yang mereka pikirkan. Tanpa disadarinya, Sakura merasakan sebuah firasat buruk. Namun ia mengenyahkan firasat itu. Namun tak berhasil. Ia kemudian memilih tidur untuk mengenyahkan pikiran itu.

WTF

" Haruno-san! Selamat datang! Bagaimana perjalananmu tadi?" tanya seorang pria dengan tubuh mini aka. Gatou sekedar basa-basi.

" ah… kau tak perlu menyambutku dengan semeriah ini. Perjalananku menyenangkan." Ucap Kizashi.

" senang mendengarnya. Jadi bagaimana? Apakah jadi menyetujui perjanjian ini?" Tanya Gatou.

" ah.. bagaiman kita bicarakan di rapat saja Gatou-san." Ucap Kizashi.

" baiklah kalau begitu." Ucap Gatou.

Di ruang rapat

" tolong tanda tangani surat ini, Kizashi-san!" ucap Gatou seraya menyerahkan sebuah map.

" tentu." Balas Kizashi. Kizashi pun menorehkan tintanya pada surat yang terdapat pada map terebut.

" senang berbisnis dengan anda, Kizashi-san." Ucap Gatou sambil mengulurkan tangannya.

" saya juga, Gatou-san." Ucap Kizashi menyambut uluran tangan Gatou. Dalah hati Gatou menyeringai.

' dasar bodoh. Aku tak mungkin menyerahkan investasi mahal ini padamu. Malam nanti, akan kupastikan kau tinggal kenangan.' Batinnya.

" baiklah.. saya undur diri dulu, gatou-san." Pamit Kizashi.

" silakan…silakan…" ucap Gatou.

' dan bersiaplah menemui ajalmu.' Imbuhnya dalam hati.

WTF

" tadaima."seru sorang pria berrambut merah muda yang terlihat kusam aka. Kizashi.

" okaeri. Bagaimana hasilnya?" sambut sekaligus tanya Mebuki.

" hasilnya baik, Gatou menerima perjanjiannya." Jawab Kizashi seraya duduk di sofa.

" baguslah kalau begitu." Tanggap Mebuki ikut duduk di sofa.

" dimana Sakura?" Tanya Kizashi.

" dia ada di kamar." Jawab Mebuki.

" menurutmu, apakah kita daftarkan saja dia di akademi ninja?" Tanya Kizashi.

" mungkin kita perlu memasukkannya. Kau kan juga punya aliran chakra namun lemah, aku juga sama sepertimu, mungkin sakura punya aliran chakra yang kuat." Jawab Mebuki.

" bias jadi. Tapi untuk jaga-jaga, apakah serum itu telah jadi?" Tanya Kizashi.

" serum? Serum itu ya. Sudah. Tunggu sebentar." Ucap Mebuki seraya beranjak dari sofa. Setelah beberapa saat, ia kembali dengan membawa sebuah botol kecil.

" kita berikan saat usianya 10 tahun. Simpan baik-baik." Ucap Kizashi.

WTF

Malam hari pun tiba. Disebuah penginapan terlihat tiga orang sedang menyantap makan malam.

" Sakura, Tousan dan Kaasan akan mendaftarkanmu ke akademi setelah pulang ke rumah." Ucap Kizashi.

" benarkah? Asyiik! Terimakasih Tousan, kaasan." Ucap Sakura girang seraya mencium pipi kedua orang tuanya.

" hahahaha… tak perlu seheboh itu Sakura. Oh ya, lusa kita pulang. Jadi kemasi sebagian barang-barangmu!" perintah Kizashi.

" lho, bukannya kita akan tinggal lama di sini?" Tanya Sakura.

" tidak. Urusan tousan sudah selesai. Jadi kita harus cepat pulang." Ucap Kizashi.

" yah… tousan…." Rengek Sakura.

" jangan begitu saying. Kita lihat positinya saja, jika kita cepat pulang, maka kau juga akan cepat masuk ke akademi." Ucap Mebuki menasehati.

" oh iya..ya… kalau begitu besok saja tousan kita pulang." Ucap Sakura semangat.

" hahahaha…. Kau semangat sekali Sakura jika membicarakan akademi. Apa akademi itu sangat menarik?" Tanya Kizashi.

" tentu saja, di sana aku bisa punya teman banyak, belajar jurus hebat hingga aku kuat. Setelah aku kuat, aku akan melindungi Tousan dan Kaasan." Ucap Sakura semangat. Kizashi dan Mebuki sedikit tersentak saat Sakura mengatakan akan melindungi mereka, tapi kemudian mereka tersenyum.

" tentu, Sakura. Kaasan yakin itu." Ucap Mebuki. Dan makan malam itu ditutup oleh canda tawa keluarga itu.

WTF

Waktu menunjukkan tengah malam. Dalam sebuah kamar terlihat seseorang yang masih belum tertidur. Mereka adalah Kizashi dan Mebuki.

" kenapa kau belum tidur, Anata?" Tanya sosok yang berbaring disamping seorang pria yang belum tertidur tadi.

" entahlah, Tsume. Aku sedikit gelisah. Aku sudah mengirimkan suratku pada Hokage-sama. Tapi kenapa perasaanku malah tidak enak?" jawab Kizashi.

" sudahlah… sebaiknya kau tidur. Perjalanan besok masih panjang. Kau harus banyak istirahat." Kata Mebuki menasehati.

" baiklah, Tsume." Ucap Kizashi. Kizashi pun membaringkan tubuhnya di sebelah Mebuki. Baru akan memejamkan matanya, ia diganggu dengan suara gaduh.

" suara apa itu?" ucap Mebuki.

" tunggu dulu, bukankah itu suara pedang beradu. Apa terjadi pertarungan diluar sana?" Tanya Kizashi entah pada siapa.

" entahlah. Coba kita lihat." Ucap Mebuki seraya berdiri dari ranjang diikuti oleh Kizashi. Mereka membuka pintu perlahan. Kemudian berjalan mengendap-ngendap melewati kamar Sakura. Takut membangunkan Sakura. Mereka akhirnya sampai di ruang tengah. Alangkah terkejutnya mereka ketika mendapati pengawal mereka sedang bertarung dengan sekelompok orang tak dikenal.

" kita diserang. Cepat bawa Sakura keluar. Aku akan mencoba menahan mereka!" perintah Kizashi.

" tapi Anata…"

" tak ada tapi-tapian. Sudah menjadi tugas seorang ayah melindungi keluarganya." Sela Kizashi. Mebuki terdiam. Pelupuk matanya sudah penuh dengan airmata.

" berjanjilah untuk kembali bersama kami!" ucap Mebuki seraya berlari ke kamar Sakura.

" entahlah, Mebuki. Aku tak yakin dengan itu. Hyaaa." Ucap Kizashi seraya memegang sebuah katana. Kizashi pernah belajar kendo, jadi jangan heran jika ia dapat menggunakan katana. Satu-persatu musuh ia tebas. Namun jumlah musuh terlalu banyak untuk dilawan. Apalagi pengawalnya tinggal sedikit.

" Kazemaru! Cepat susul Mebuki dan Sakura. Bawa mereka kembali ke konoha!" perintah Kizashi kepada seorang pengawal kepercayaannya.

" tapi bagaimana dengan anda, Kizashi-sama?" Tanya Kazemaru.

" tak apa-apa. Tinggalkan saja aku disini." Ucap Kizashi. Hening. Kazemaru tak menyahut.

" tunggu apa lagi?! Cepat laksana-" ucapan Kizashi terputus ketika sebuah tombak menembus perutnya.

" Kizashi-sama!" teriak Kazemaru yang masih sibuk bertarung dengan musuh.

" cc..cepat!…laksanakan…permintaan…terakhirku… sampaikan…ma..maafku..pada… Mebuki." Ucap Kizashi sebelum menghembuskan nafas terakhir.

" Kizashi-sama!"teriak Kazemaru. Ia kemudian menebas musuh yang ada di depannya dengan cepat. Ia kemudian berlari keluar seraya menebas siapapun yang menghalangi jalannya. Ia akhirnya berhasil. Ia kemudian berlari menyusul Mebuki.

Sementara itu

" Kaasan, aku capek." Rengek seorang gadis bersurai merah muda.

" sebentar lagi, Sayang. Tahan sebentar." Ucap seorang wanita di sebelah gadis itu. Akhirnya gadis itu menurut. Ia kemudian berlari kembali.

" Mebuki-sama!" teriak seseorang dari kejauhan. Mendengar namanya dipanggil, Mebuki berhenti. Orang yang memanggilnya perlahan tamapak dan semakin mendekat.

" maaf, saya tak bias melindungi Kizashi-sama. Ia meminta maaf pada anda. Cepat kita ke pelabuhan!" ucap Kizashi.

" Ananta!" ucap Mebuki lirih. Sakura yang mendengar nama ayahnya disebut bertanya.

" ada apa dengan ayah? Kenapa tak bersamamu, Kazemaru-san?"

" sudahlah Sakura. Kita harus cepat." Ucap Mebuki dengan berlinang airmata. Menyadari keadaan yang kurang mendukungnya, Sakura menurut. Namun langkah kecilnya tak mampu mengimbangi dua orang lainnya. Mengambil inisiatif, Kazemaru menggendong Sakura. Mereka akhirnya sampai di pelabuhan.

" cepat naik!" perintah Kazemaru. Kazemaru melihat-lihat keadaan disekitarnya. Dari kejauhan tampak sekelompok orang yang diidentifikasikannya musuh.

" cepat jalankan perahunya!" perintah Kazemaru pada seorang pengemudi perahu yang ia tumpangi. Dengan cepat, pengemudi yang disuruh menjalankan perahunya. Namun musuh sudah mendekat. Musuh itu juga menaiki sebuah perahu yang entah dari mana. Dengan cepat, perahu itu menyusul perahu yang ditumpangi oleh seorang dari mereka melemparkan sebuah tombak ke arah Mebuki. Mebuki yang tak sadar hanya diam saja. Ketika tombak itu akan menyentuh tubuhnya,seseorang menangkis pedang itu. Dan orang itu adalah kazemaru.

" anda tak apa, Mebuki-sama?" Tanya Kazemaru.

" aku tak apa,Kazemaru." Jawab Mebuki.

" mereka payah, jika ingin menyerang, seharusnya target mereka adalah…." Ucapnya menggantung. Ia kemudian melemparka tombak yang tadi di tangkisnya ke bagian samping perahu musuh. Kontan, tombak itu melubangi perahu tersebut. Perlahan perahu itu tenggelam. Mebuki dan Kazemaru sedikit bernafas lega,namun sebuah serangan terakhir dilancarkan musuh. Dan target mereka adalah…. Sakura. Mebuki dan Kazemaru yang tak siap terkejut. Dengan reflek mereka menjadikan tubuh mereka tameng bagi Sakura.

Jleeb

Sebuah tombak menembus keduanya dari belakang. Di depan mereka, Sakura memandang dengan ketakutan yang kentara. Tak jauh beda, pengemudi perahu juga melihat kejadian itu syok.

" Kaasan! Kazemaru-san!" teriaknya.

" kaasan tak apa-apa, sayang. Ini adalah pesan terakhir kaasan. Jadilah anak baik. Tetaplah hidup. Banggakan Kaasan dan tousan. Maaf, seharusnya kau tak melihat ini. Tapi kaasan punya hadiah untukmu." Ucap Mebuki seraya mengeluarkan sebuah botol kecil. Ia kemudian meminumkan isi botol tersebut pada Sakura.

" maaf, kaasan tak bias melihatmu tumbuh." Lanjutnya.

" tuan, apapun yang terjadi, bawa anak ini ke alamat ini. Disana ada sebuah kereta kuda. Kemudian berikan ini pada kusirnya. Terimakasih." Ucap Kazemaru seraya menyerahkan selembar kertas. Pengemudi perahu itu menerimanya dengan pandangan terharu.

" sayonara, Sakura/ Sakura-san." Ucap Mebuki dan Kazemaru bersamaan. Mereka akhirnya meninggal. Si pengemudi dengan perlahan mencabut tombak yang menancap pada tubuh kedua orang di depannya dengan satu tangan.

" semoga kami-sama memberkati kalian." Ucapnya mendoakan.

Perjalananpun dilanjutkan, namun selama perjalanan, Sakura tak berbicara sepatah katapun. Ia masih syok akan peristiwa yang dialaminya. Bahkan sampai di konoha, ia tetap diam.

WTF

" jadi seperti itu ceritanya." Ucap Sakura.

" aku turut berduka cita, Sakura. Aku tak menyangka kau mengalami kejadian itu saat masih sangat belia." Ucap Naruto.

" aku sangat ingin melupakan kejadian itu, namun saying, aku tak bias melupakannya. Apalagi kejadian itu saat aku berulang tahun." Ucap Sakura dengan nada sedih.

" kami akan mencoba membantumu melupakannya. Sebagai rasa terimakasihku pada kalian. Teman pertamaku. Aku akan me,beritahu sebuah rahasia kepada kalian. Ayo ikut aku!" perintah sasuke kepada teman barunya. Naruto, Hinata dan Sakura menurut saja dan mengikuti Sasuke. Mereka sedikit heran ketika Sasuke membawa mereka ke sebuah rumah sakit. Mereka berjalan menyusuri lorong-lorong rumah sakit hingga sampai di sebuah ruangan yang terisolasi dari yang lain. Sasuke membuka pintu itu perlahan. Ia kemudian masuk dan menyuruh yang lain masuk.

Di dalam terlihat dua orang berebeda jenis sedang terbaring lemah di sebuah ranjang dengan peralatan kesehatan yang tertempel di tubuh mereka.

" siapa mereka?" Tanya Hinata.

" mereka orangtuaku." Jawab Sasuke. Naruto sedikit terkejut menerima informasi yang baru didapatnya.

" jadi, informasi tentang klan Uchiha yang tinggal seorang saja salah." Ucap Naruto. Hinata dan Sakura yang tak tahu apa-apa memandang Naruto bingung.

" saat umurku 7 tahun, aku mendengar orang-orang membicarakan tentang pembantaian klan Uchiha." Ucap Naruto seakan menjawab sebuah pertanyaan.

" ternyata informasi yang mengataka bahwa klan Uchiha tinggal seorang saja salah." Lanjutnya.

" aku yang menyebarkan informasi itu. Aku tak ingin ada yang menyakiti orangtuaku saat mereka dalam keadaan lemah. Aku merasa tetua disini berniat memusnahkan klan Uchiha." Ucap Sasuke.

" tragis sekali. Jadi, orangtuamu sudah kritis selama bertahun-tahun." Ucp Sakura tak percaya.

" aku juga berfikiran sama. Tapi aku berharap mereka akan sadar dengan cepat." Ucap Sasuke sendu. Tanpa disadari oleh keempat anak itu, jari-jari kedua orang yang dibicarakan bergerak-gerak. Perlahan, 2 pasang onix dari dua orang berbeda jenis terlihat.

" Sas….ke.." ucap mereka bersamaan namun masih tergagap. Mendengar suara asing, keepat bocah itu terkejut. Secara serempak, mereka melihat ke sumber suara.

" Sasuke! Orangtuamu sadar!" teriak Naruto girang. Sasuke kemudian membantu ibunya duduk, sedangkan Naruto membantu ayah Sasuke duduk.

TBC

Akhirnya selesai juga chapter ini. Saya sempat terkena moodswing dalam menulis chapter ini. Jadi… orangtua Sasuke sadar. Jadi di cerita ini, klan Uchiha tinggal empat. Sasuke, Fugaku, Mikoto, Itachi. Ditambah cecunguk Obito( digampar). Oke sekian chapter ini.

Dan ini cuplikan chapter selanjutnya.

" kira-kira misi pertama mereka apa, anata?"

" entahlah. Mungkin menangkap hewan peliharaan."

" ini baru namanya misi!"

Sekian. Terimakasih.

Wassalamu'alaikum wr. Wb.