Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Akhirnya update juga. Hahahahahahaha#ditimpuk. Mohon maaf bila terlalu pendek. Memang jatahnya segitu. Dan terima kasih atas semua pujian dari semua readers. Selamat membaca!

Welcome to The Family

Naruto n' chara lain ©Masashi senpai

This fic ©me

Genre : bingung? Kasih tau dong? #Puppy eyes no jutsu

Warning :Abal,gaje,typo OOC team Seven dll

Pagi yang cerah mendera Desa Konoha. Tak luput juga di sebuah komplek rumah tua di luar Konoha. Tempat yang selama ini dianggap tak berpenghuni, sekarang tengah dihuni oleh satu-satunya keluarga di komplek tersebut. Yup! Itu adalah keluarga Fugaku. Satu-satunya keluarga yang selamat dalam malam tragedi Uchiha. Uchiha Mikoto, istri Fugaku, terlihat sedang menyiapkan sarapan untuk keluarganya. Uchiha Sasuke, putra bungsu mereka, sedang duduk tenang dengan tangan menutupi mulut dan hidungnya. Lalu dimana si sulung Uchiha? Jawabannya adalah sedang dalam misi terakhirnya, yaitu mengintai organisasi terlarang. Akatsuki. Tapi, kenapa di dalam rumah tersebut terdapat 5 orang? Jawabannya adalah….

Flashback

Knock…knock…knock…

" Permisi." Kata seorang bocah blonde atau kita sebut saja dia Naruto setelah mengetuk pintu di sebuah rumah. Di sampingnya juga terdapat seorang gadis bersurai merah muda atau kita sebut saja Sakura. Pintu tersebut pun terbuka, menampakkan seorang wanita setengah baya dengan wajah sedikit pucat.

" oh, temannya Sasuke-kun ya. Silakan masuk. Mari sarapan bersama kami." Sambut wanita tersebut atau kita panggil saja Mikoto.

" tentu, oba-san." Jawab kedua anak di depannya. Mereka pun masuk dan menemukan sepasang ayah-anak yang memiliki kesamaan. Sama-sama berwajah tembok #plak. Tapi keduanya tak menghiraukannya, karena sudah biasa. Keduanya pun duduk di kursi yang masih kosong.

Flashback end

" Itadakimasu!" seru mereka bersama. Dengan seruan tersebut, dimulailah acara mereka dengan keheningan. Selang beberapa saat, akhirnya Mikoto mengawali pembicaraan.

" ngomong-ngomong, ini misi pertama kalian, ya?" Tanya Mikoto.

" kalau aku tidak. Ttebayou. Ini misi keduaku, bibi. Tapi kalau si teme, mungkin ini misi pertamanya." Jawab Naruto antusias.

" benarkah? Jadi apa misi pertamamu Naruto-kun?" Tanya Mikoto lagi.

" itu, aku diberi misi oleh Hokage-jiji untuk memancing seorang guru pembimbing yang ingin mencuri gulungan. ttebayou" Jawab Naruto semangat.

" heh, misi itu diberikan Hokage-sama kepadamu karena kau orang ter-dobe di akademi. Karena kaulah yang paling cocok memancingnya." Tanggap Sasuke sinis.

" hei, aku tidak bodoh, Teme. Aku bahkan lebih kuat darimu. Ttebayou." Balas Naruto sengit.

" kalau begitu, buktikan kalau kau lebih hebat dariku, DO-BE." Balas Sasuke seraya menekankan kata terakhirnya.

" oke! Kapan kau membuka aliran chakramu?" balas Naruto.

" heh, aku membukanya saat aku masih usia 5 tahun." Ucap Sasuke PD.

" ha! Ternyata lebih dulu aku. Ttebayou. Aku membukanya saat aku berusia 3 tahun. Ttebayou." Ucap Naruto bangga.

" aku tak percaya." Ucap Sasuke ketus.

" eh, itu benar, ttebayou. Saat itu…"

Flasback

Seorang bocah blonde sedang berlari sambil tertawa. Di belakangnya terdapat puluhan penduduk yang terlihat marah. Yup! Bocah blonde yang bernama Uzumaki Naruto itu berulah lagi. Ia mencoret-coret rumah penduduk dengan cat berwarna merah. Ia terus berlari sambil membawa kaleng catnya. Tak jarang pula ia berbelok ke gang-gang untuk mengecoh para penduduk. Tapi itu tak berlangsung lama. Penduduk yang mengejarnya semakin dekat. Tapi Naruto tak kehabisan akal. Ia melempar kaleng catnya ke belakang. Alhasil, beberapa penduduk yang mengejarnya terkena tumpahan cat. Sedangklan Naruto semakin tertawa kencang. Ia pun semakin mempercepat laju kakinya.

" ingat! Namaku Uzumaki Naruto. Sang master of prank Konoha. Hahahahaha." Teriak Naruto kencang semakin menaikkan emosi para penduduk. Namun, emosi mereka tampaknya harus dipendam, karena objek kekesalan mereka menghilang setelah berbelok di perempatan jalan.

" Huh, anak sialan itu. Apa tak ada hal lain yang dilakukannya selain mengganggu orang lain?!" umpat salah seorang penduduk.

" lebih baik kita laporkan saja dia ke Hokage-sama." Usul salah seorang penduduk.

" ayo." Jawb yang lainnya menyetujui. Tanpa diketahui oleh mereka, orang yang mereka maksud mendengarkan perkataan mereka sambil terkekeh.

' Hokage-jiji tak akan memarahiku. Dia kan menyayangiku.' Batin Naruto.

Tak lama kemudian dari sebuah dinding kayu keluar seorang anak, tak lain dan tak bukan Uzumaki Naruto. Sang pembuat onar Desa Konoha. Ia melakukannya hanya semata-mata mendapat perhatian. Karena ia hanya dianggap bocah rubah oleh penduduk. Dan dengan ulahnya inilah, ia di kenal oleh para penduduk sebagai. Uzumaki Naruto, si Bocah Pembuat Onar Konoha. Yah~ walaupun itu juga gelar yang buruk, namun itu lebih baik daripada dipanggil monster.

Setelah keluar dari persembunyiannya, Naruto memutuskan untuk berjalan ke pinggiran desa. Perhatiannya tertuju pada sebuah rumah tua. Ia pun menghampirinya. Di rumah itu terdapat gantungan bertuliskan kediaman Namikaze Minato. Hal itu menimbulkan rasa gembira pada Naruto. Pasalnya, selama ini rumah hokage keempat tersebut tak terdeteksi oleh siapapun. Dan kali ini, ia adalah orang yang pertama kali menemukannya. Ia pun membuka pintunya yang ternyata tak terkunci.

Terlihat olehnya sebuah ruang tamu yang penuh debu karena tak terawat. Namun perhatiaanya tertuju pada sebuah kamar. Ia pun membuka pintu kamar tersebut yang ternyata tak terkunci juga. Pandangannya tertuju pada sebuah foto kecil di sebuah nakas di kamar tersebut. Terlihat olehnya gambar sepasang suami istri yang menimbulkan rasa aneh di hatinya. Perasaan rindu yang sangat dalam. Tapi ia mengenyahkan pikirannya karena perhatiannya kali ini tertuju pada sebuah lemari besar di kamar tersebut. Ia pun membukanya. Ia menemukan sebuah jubah putih dengan aksen jilatan api merah di bawahnya. Ia pun berasumsi kalau jubah itu milik Namikaze Minato. Ia hendak mengambilnya sebelum perhatiannya teralihkan oleh sebuah laci di lemari tersebut. Dia membukanya dan menemukan puluhan gulungan tersimpan di laci tersebut. Dia mengambil salah satu gulungan dari laci tersebut. Tepatnya yang paling mudah dijangkau olehnya.

" Fuu..ton..Repp…pusho..sugoi! aku akan mencobanya. Ttebayou!" Seru Naruto kencang setelah mengeja nama gulungan tersebut. Dia membuka gulungan tersebut.

" perta…ma-tama, bentuk segel macan." Naruto pun mengikuti instruksi dari gulungan tersebut.

" lalu berkon…sen..trasi..lah…. rasakan..se…buah…ali…ran….dari….pe..erut…mu…menu…ju…mulutmu. yosh! Kelihatannya mudah." Seru Naruto girang. Ia berkonsentrasi dan benar. Sebuah aliran yang tak diketahuinya mengalir dari perutnya. Tapi anehnya, aliran tersebut bukan menuju mulutnya, melainkan menuju ke seluruh tubuhnya dan membuat panas tubuhnya.

" AAARRRGGGHHH." Sebuah teriakan kesakitan keluar dari mulutnya. Cepat-cepat ia melepas handseal-nya. Dan rasa sakit yang mendera tubuhnya berhenti bertambah tapi bukan hilang. Akhirnya ia memutuskan untuk pulang karena merasa kesadarannya berada diambang batas.

Terlihat, seorang anak berjalan tertatih-tatih menuju gerbang. Dua orang penjaga gerbang yang melihatnya pun mengernyit heran. Karena tak biasanya anak tersebut terlihat seperti itu. Biasanya anak itu berlari sambil tertawa keras dengan diikuti puluhan warga di belakangnya. BUGH. Mereka dikejutkan oleh jatuhnya anak yang membuat mereka heran.

" Kotetsu! Cepat tolong dia. Ada yang aneh dengannya." Perintah pria yang memakai ikat kepala sebagai penutup rambut. Sementara temannya yang diperintah hanya menurut saja. Ia melompat tepat di depan anak yang dimaksud. Ia memegang dahi anak yang tak lain dan tak bukan adalah Naruto.

" tubuhnya panas sekali! Izumo, kau lapor ke Hokage-sama bahwa Uzumaki Naruto jatuh sakit! Sementara aku akan membawanya ke rumah sakit." Ucap Kotetsu seraya memerintah. Izumo hanya mengangguk dan melakukan sunshin ke kantor hokage. Pun halnya Kotetsu. Ia juga melakukan sunshin namun ke rumah sakit.

Flashback end

" sudah kukira kalau itu gara-gara ke-dobe-anmu." Ucap Sasuke sinis setelah mendengar Naruto bercerita.

" tapi tetap saja, aku yang lebih dulu. Ttebayou." Tanggap Naruto sengit.

" ya, tapi tanpa sengaja. Sedangkan aku membukanya dengan sengaja. Jadi aku lebih terlatih daripada kau, Dobe." Balas Sasuke masih dengan sinis.

" tapi…"

" sudah! Ayo kita berangkat. Jangan sampai Kaka-sensei menunggu kita." Ucap Sakura menengahi sebelum adu mulut terjadi kembali. Mereka berdua pun saling membuang muka seraya berdiri.

" Ittekimasu!" seru mereka bersamaan.

" itterasshai." Ucap Mikoto. Sedangkan Fugaku hanya diam melihat kepergian tiga orang yang telah membuat kediamannya menjadi ramai.

" hei, mana mungkin Kaka-sensei menunggu kita. Paling kita yang bakal menunggunya." Ucap Naruto menyindir Kakashi

" menurutmu, apa misi mereka?" Tanya Mikoto.

" mudah sekali menebaknya. Menangkap kucing milik istri Daimyou, mencabut rumput milik penduduk, menjaga anjing milik ANBU dan sebagainya." Jawab Fugaku.

" hahaha.. kau masih ingat ternyata. Kuharap mereka betah dengan semua misi itu." Tanggap Mikoto sambil tertawa. Mereka berdua pun masuk kembali ke kediaman mereka.

Di tempat lain

"I..ini…tidak mungkin." Ucap Sakura tergagap.

" a..ku..setuju. ttebayou." Ucap Naruto menyetujui.

" hei, kenapa kalian? Seperti melihat hantu saja." Ucap orang yang dipandangi oleh mereka berdua. Kakashi.

" ini keajaiban. Seorang Kaka-sensei datang tepat waktu. Dunia akan kiamat." Ucap Naruto masih shock.

" daripada kalian memikirkannya, lebih baik kita ke gedung hokage untuk menerima misi." Ucap Kakashi jengah karena ketepatan waktunya datang.

Di Gedung Hokage

" baiklah… misi pertama untuk tim 7 adalah menangkap Tora. kucing milik istri daimyou. Cirri-cirinya memiliki pita di telinga kirinya." Ucap Hiruzen.

" baik. Hokage-sama." Jawab tim 7 serempak.

xxxx

" dimana posisinya sekarang?" ucap Kakashi di alat komunikasi jarak jauh.

" lima meter dari kami." Jawab Sakura melalui alat komunikasi juga.

" baiklah. Bersiap. 1…2…3 LOMPAT!" teriak Kakashi dari alat komunikasinya. Mereka berempat pun melompat ke arah sebuah kucing. Hap. Dan kucing itu pun tertangkap oleh Naruto.

" baiklah.. kita cek dulu. Pita di telinga kiri?" Tanya Kakashi.

" ada. Ini pasti kucing milik istri daimyou." Jawab Sasuke.

" aku agak ragu dengan ini." Ucap Sakura.

Sementara Naruto kewalahan menangani kucing yang berontak, Sasuke, Kakashi dan Sakura sibuk berdiskusi mengenai kebenaran kucing tersebut. Alhasil, Naruto mendapat sambutan lembut di wajahnya.

" hei, cepatlah tentukan apakah ini yang asli. Ttebayou." Ucap Naruto masih berusaha menenangkan kucing tersebut.

" baiklah… kita putuskan untuk membawa kucing ini." Ucap Kakashi.

Gedung Hokage

" TOORAA! Kemana saja kau ini. Aku sangat mengkhawatirkanmu." Teriak seorang wanita bertubuh gempal seraya memeluk kucingnya erat. Sementara si kucing berusaha berontak namun dengan keadaannya ini, semua itu sia-sia.

' pantas saja dia kabur.' batin tiga orang anak sweetdroop.

" misi untuk tim 7 menangkap kucing milik istri daimyou selesai. Misi selanjutnya adalah"

Di Sebuah Pekarangan Rumah

" huh~ kenapa misiku malah mencabut rumput liar, ttebayou?" keluh Naruto.

" jangan banyak mengeluh. Cepat bantu kami dan kita akan dapat misi lagi. Siapa tahu misi berikutnya lebih bagus." Kata Sasuke.

" baiklah… aku sangat bersemangat kali ini. Hyaa…" teriak Naruto seraya mencabuti rerumputan dengan brutal.

" hehehe…akhirnya selesai juga." Ucap Naruto sumringah.

" hei, kau! Apa yang kau lakukan?!" ucap seorang wanita paruh baya dengan tampang marah.

" ah, kebetulan bibi. Aku sudah mencabut semua rumput liar di sini." Ucap Naruto percaya diri.

" itu bukan rumput liar. Itu tanaman hias yang kutanam bodoh!" ucap wanita itu geram.

" APAA?!"

" dasar bodoh."

" benar-benar dobe."

XXXX

Terlihat seorang bocah blonde sedang kesusahan mengontrol seekor anjing. Kenapa kesusahan? Karena yang dikendalikannya sekarang adalah seekor anjing dengan ukuran tubuh yang besar yang sedang mengikuti arah terbangnya sebuah kupu-kupu.

" hei, berhenti. Anjing baik." Ucap Naruto berusaha mendiamkan anjing yang di jaganya. Namun, bukannya berhenti, anjing itu terus berjalan mengikuti kupu-kupu di depannya hingga mendekati pagar kawat dengan tegangan listrik.

" hei, hei. Jangan kesitu! Hei! Hei! Hei! AAARRRGGGHHH" dan sebuah teriakan pilu menandai bahwa Naruto tersengat listrik.

" dasar bodoh."

" benar-benar dobe."

Gedung Hokage

" misi selanjutnya untuk tim 7 adalah mengawal seorang anak pergi ke pasar dan membantunya mencabut ubi." Kata Hiruzen dari meja pemberian misi.

" ahhhhh. Sudah cukup. Aku bosan dengan misi seperti ini. Aku ingin misi rank B, ttebayou." ucap Naruto frustasi.

" tapi kau hanya seorang gennin. Dan gennin hanya menjalankan misi tingkat D dan tingkat C, Naruto." Kata Kakashi menasihati.

" kalau begitu berikan aku misi tingkat C, ttebayou." Ucap Naruto lagi.

" kalau begitu, ini. Ada misi tingkat C untuk kalian. Mengawal seorang pembuat jembatan sampai ke desanya dan menjaganya hingga jembatan selesai dari bandit. Tazuna-san, silakan masuk." Ucap Hiruzen seraya memanggil klien tim 7. Seorang pria tua masuk ke ruangan tersebut dengan memegang sebotol sake dan mabuk tentunya.

" apa mereka ninjanya? Mereka tak lebih dari anak-anak cengeng. Yang kuning itu lebih mirip orang bodoh dari yang paling bodoh, yang hitam seperti brutu berjalan bagiku, dan yang pink itu lebih mirip tante-tante kurang kerjaan, dan yang putih itu seperti orang-orangan sawah di tanah pertanian.(Hatake Kakashi)" ejek Tazuna. Dan hal itu membuat emosi punggawa tim 7 memuncak, tapi lain dengan Kakashi.

" hei, bagaimana bisa kau tahu namaku?"

Gerbang Konoha

" kenapa muridmu sangat lama sekali?" Tanya Tazuna pada Kakashi. Pasalnya, ia sudah menunggu satu jam di gerbang Konoha.

" entahlah. Mungkin mereka punya acara sendiri." Ucap Kakashi sekenanya sambil terus membaca buku keramatnya.

" itu mereka." Kata Tazuna sambil menunjuk tiga orang anak yang sedang berlari.

" baiklah… aku harus memperoleh alasan bagus untuk keterlambatan kali ini." Ucap Kakashi mengintimidasi seraya menutup buku keramatnya.

" ano, kami tadi di jalan bertemu wanita tua yang ingin menyeberang jalan. Karena kami anak baik, kami membantunya. Setelah itu kami melanjutkan perjalanan kami kembali. Namun seekor kucing hitam berada di tengah jalan. Untuk menghindari sial, kami memilih jalan memutar. Dan kami sempat tersesat di jalan yang bernama kehidupan." Ucap Sakura.

" aku suka alasan kalian. Itu baru muridku. Ayo berangkat." Ucap Kakashi. Sementara Tazuna sweetdroop melihat 'keunikan' ninja pengawalnya. Dan petualangan yang sebenarnya untuk tim 7 baru saja dimulai. Akankah tali persahabatan mereka bertahan, atau malah goyah.

Akhirnya selesai juga. Setelah perjuangan mengentaskan kemalasan saya mengetik chapter ini. Terima kasih untuk yang mau melonggarkan waktunya membaca fic gaje saya. Dan juga me-review kekurangan fic saya. Saya mohon maaf jika ada salah kata dan terlalu pendek. Wassalamu'alaikum Wr. Wb.