Kim's Brother
Cast : Kim Jongin
Oh Sehun (gender switch)
Do Kyungsoo (gender switch)
Kim Jonghun, Kim Jongmin (as children)
Genre : Drama, Family
Oneshoot
...
:: Maaf kalo ada typo(s) karena ini ga di edit ulang.
Happy reading!
.
.
.
"Appa, cepat bangun! Ayo ke Lotte World! Lotte world! Lotte world!" kedua anak kembar itu menaiki ranjang orang tuanya. Mereka masih bersikeras membangunkan sang appa yang terkenal dengan julukan 'tukang tidur' itu. Jongin mengernyitkan dahinya saat suara-suara bising itu mengganggu telinganya. Tak hanya itu, tangan-tangan kecil itu pun memukul wajah sang appa dengan bantal dan guling yang selalu tergeletak malas disana.
Ini hari Minggu, si kembar tidak masuk sekolah. Begitupun appa-nya, ia tidak perlu bangun pagi karena memang ini hari libur. Sehun sudah bangun sejak jam 5 tadi, layaknya seorang ibu rumah tangga, ia harus mengurus segala urusan dapur sebelum membangunkan kedua buah hatinya. Jengkel dengan suaminya yang tidak bisa dibangunkan itu, Sehun menyuruh kedua anaknya untuk membangunkan Jongin dan mengajaknya bermain ke Lotte World. Dengan begitu, kedua anaknya menurut dan ia bisa tenang memasak sarapan untuk suaminya dan juga si kembar.
Dengan berdecak kesal, Jongin bangkit dan mendudukkan dirinya diatas ranjang. Mata sipitnya yang terlihat tidak mau membuka itu menatap kedua anaknya yang juga tengah duduk dan menatapnya dengan polos.
"Kenapa kalian mengganggu tidur appa? Itu tidak baik." Jongin mengelus surai dua bocah tampan itu.
Jonghun menarik lengan Jongin, "Appa tidak bekerja, jadi ayo ke Lotte world!"
"Iya! Lotte world!" tambah Jongmin membuat Jongin kembali mendecak kesal.
"Baiklah, baik. Kita ke Lotte world hari ini. Tapi appa harus mandi dulu."
Dan terdengar teriakan kemenangan dari kedua bocah itu. Jongin tersenyum, meskipun terkadang mereka menyebalkan. Tapi mereka juga bagian dari semangatnya.
.
.
.
"Jonghun-ah, jangan lupa pakai sabuk pengamanmu." Ujar Jongin sambil menoleh ke belakang, tempat dimana kedua anaknya duduk manis di dalam mobil itu.
"Tenang appa, umma sudah memakaikannya." Jawabnya disertai senyuman. Jongmin terlihat asyik dengan robot ultraman ditangannya.
Sehun tersenyum melihat kedua buah hatinya. Mereka terlihat begitu senang karena permintaan mereka hari ini terkabul. Sudah lama mereka tidak pergi bersama-sama.
Dan mobil pun melaju, membelah jalanan Seoul yang terlihat ramai pagi itu. Jonghun masih terlihat berseri sejak tadi. Berbeda dengan Jongmin, ia terlihat mengantuk dan berakhir dengan ibu jari kecilnya yang ia hisap sambil tidur. Sungguh menggemaskan.
"Kenapa melamun?" Jongin mengelus pipi kiri Sehun, membuat wanita itu sedikit terkejut.
Sehun tersenyum dan menatap Jongin yang masih sibuk dengan kemudinya, "Aku tidak melamun. Hanya sedikit mengantuk."
"Tidurlah, Jongmin sedang bermain di alam mimpinya sekarang." Ujar Jongin sedikit terkekeh saat melihat pantulan Jongmin dari cermin di atas kepalanya.
Sehun menoleh kebelakang, ia tersenyum sebelum kemudian kembali dalam posisinya, "Ayah dan anak sama-sama tukang tidur."
Wanita berkulit pucat itu hanya terkekeh melihat ekspresi Jongin yang seakan tidak terima dengan kalimat 'tukang tidur' meskipun itu memang benar adanya.
.
.
.
"Sayang, kita sudah sampai. Bangunlah." Sehun mengelus pipi Jongmin membuat anak itu menggeliat dan membuka matanya.
"Cepatlah, umma! Aku ingin naik kereta ulat!" teriak Jonghun yang sedari tadi bergerak tidak karuan digendongan sang ayah.
Sehun mempercepat gerakan tangannya untuk melepas sabuk pengaman di tubuh Jongmin. Lalu ia menggendong bocah itu memasuki pintu Lotte world, diikuti Jongin dan Jonghun.
Setelah membeli tiket masuk, Jonghun segera menarik sang appa untuk menaiki kereta ulat yang sedari tadi ia ucapkan dengan suara nyaringnya. Mau tak mau, Jongin pun harus menaiki wahana anak kecil itu demi sang buah hati. Ia tak mau terjadi hal-hal yang tidak diinginkan pada Jonghun.
Sedangkan Sehun, ia mengajak Jongmin untuk menangkap ikan di kolam kecil yang tentunya khusus anak-anak seusia mereka. Jongmin tidak terlalu suka memaksa, ia akan menikmati apa yang ia lakukan sekarang. Berbeda sekali dengan Jonghun.
"Wah~ ikannya sudah banyak." Ujar Sehun saat melihat mangkuk yang sudah terisi dengan beberapa ikan hasil tangkapannya dengan Jongmin.
"Satu... dua... tiga... empat... ada empat ikan, umma!" Jongmin tersenyum senang setelah menghitung ikan di mangkuknya. Dan sehun pun mengangguk seraya mengelus surai hitam Jongmin, ia bangga karena anaknya yang satu ini sudah pintar menghitung. Mengingat usianya baru menginjak 3 tahun.
"Kau mau menangkapnya lagi?"
Jongmin mengangguk mantap, matanya masih menelusuri ikan-ikan yang berlarian di kolam sana, "Iya umma, aku akan menangkap 10 ikan!"
.
.
.
.
Hari sudah sore, Jonghun dan juga Jongmin terlihat kelelahan setelah menaiki beberapa wahana di Lotte world. Sehun dan Jongin memutuskan untuk pulang sebelum matahari tenggelam. Bahkan Jongmin sudah tertidur digendongan umma-nya. Jongin berjalan mendahului Sehun keluar dari pintu gerbang taman bermain itu sambil menggendong Jonghun, langkahnya terhenti ketika melirik kepanikan Sehun dibelakangnya.
"Ada apa?"
"Jaket Jongmin sepertinya tertinggal di dalam, aku akan mengambilnya dulu. Kau tunggu saja di mobil." Sehun pun kembali memasuki pintu gerbang dan berjalan ke tempat penitipan barang. Ia menghela napas lega, karena jaket Jongmin tenyata masih disana. Dengan senyuman yang tak lepas dari bibirnya, ia menutupi tubuh kecil Jongmin dengan jaketnya. Angin yang berhembus sedari tadi membuat kulit Jongmin menjadi dingin. Ia pun mempercepat langkahnya keluar dari tempat itu.
Senyum yang sempat terpatri di bibir tipis itu menghilang. Langkahnya terhenti saat kedua matanya menangkap sosok Jongin tengah berbincang dengan seorang wanita yang sangat ia kenali.
"Kyungsoo?" bisik Sehun sebelum kemudian kembali melangkahkan kakinya menghampiri Jongin.
"Oh, annyeong Sehun-ah." Sapa wanita bermata bulat itu begitu ramah saat Sehun berdiri disamping Jongin yang masih menggendong Jonghun.
Sehun hanya tersenyum tipis sambil menganggukan kepalanya, berhubung akan sangat sulit jika ia membungkuk karena ada Jongmin yang tertidur pulas.
"Jadi, anakmu kembar, Jongin-ah? Wah, sepertinya kalian sangat bahagia." Senyuman Kyungsoo masih saja tercetak jelas.
Jongin menatap Sehun yang terlihat canggung, ia tahu kalau Sehun tidak terlalu menyukai Kyungsoo. Mungkin kalau Kyungsoo bukanlah mantan kekasihnya, Sehun tidak akan seperti itu.
"Ne, aku masuk dulu." Sehun menanggukan kepalanya lagi sebelum memasuki mobil dan menidurkan Jongmin di jok belakang.
"Berapa usia mereka?" tanya Kyungsoo sambil mengelus punggung Jonghun. Anak itu juga mulai tertidur.
Jongin tersenyum, "3 tahun."
"Mereka tampan sepertimu." Satu pujian yang membuat senyuman Jongin bertambah.
Melihat itu, Sehun membuka kaca jendela mobilnya lalu berteriak, "Bisakah kita pulang sekarang?"
Jongin yang mendengar nada tidak suka dari istrinya langsung mengakhiri percakapannya dengan Kyungsoo sebelum kemudian memasuki mobil.
.
.
"Kenapa kau duduk dibelakang?" Jongin menoleh, ia baru sadar kalau sedari tadi Sehun tidak ada disampingnya.
"Aku hanya ingin duduk dengan anak-anakku." Jawab Sehun dingin. Ia masih mengelus surai Jonghun yang tertidur dipangkuannya.
Jongin tahu itu bukan alasan sebenarnya. Sehun pasti sedang kesal setelah melihat Kyungsoo tadi.
"Kau marah?"
"Tidak. Cepat jalankan mobilnya, aku lelah."
.
.
.
Jongin terus mengekori Sehun setelah sampai dikediamannya. Sehun masih berdiam diri, mengacuhkan beberapa pertanyaan yang dilempar Jongin. Sampai akhirnya Jongin menyerah –ikut diam-hanya memperhatikan gerak-gerik sang istri.
"Tidurlah, kau pasti lelah." Jongin tertegun dari lamunannya mendengar kalimat pertama Sehun. Ia tengah mencuci beberapa gelas.
"Bagaimana aku bisa tidur jika kau seperti ini padaku. Kau tidak mau memaafkanku?" tanya Jongin sedikit frustasi.
"Maaf? Untuk apa?"
"Aku tahu kau tidak menyukai Kyungsoo. Tapi tadi kami hanya mengobrol biasa, kami kebetulan bertemu karena dia juga sedang berlibur dengan anaknya."
Dan penjelasan Jongin itu pun membuat Sehun menghentikan aktifitasnya. Ia tidak mengerti dengan kalimat 'berlibur dengan anaknya' apa Kyungsoo sudah menikah?
Sehun berbalik setelah mencuci tangannya. Ia menatap Jongin penuh tanya.
"Kyungsoo sudah menikah dengan rekan kerjanya di Jepang." Ujar Jongin diakhiri senyuman.
"Kau tidak bercanda?"
Jongin terkekeh sebelum kemudian menghampiri Sehun dan menahan tubuh ramping itu dengan kedua tangannya yang ia letakkan di wastafel tepat di belakang tubuh Sehun.
"Jika itu lelucon, kau akan apa?" Jongin menyeringai, namun tak lama karena perutnya mendapat sebuah cubitan, "Akh! Itu sakit, Sehuna!"
"Itulah yang akan kulakukan jika kau membuat lelucon yang tidak lucu sama sekali!" Sehun kesal. Jongin tidak bisa membedakan kapan ia harus bercanda.
Jongin menarik tubuh Sehun kedalam pelukannya, "Aku minta maaf."
Sehun tak menjawab, ia hanya membalas pelukan suaminya. Karena ia tahu suaminya tidak salah. Ia hanya terlalu cemburu dengan Kyungsoo.
"Jadi... kau cemburu rupanya?" goda Jongin setelah melepas pelukannya dan menatap Sehun nakal.
Pipi putih itu memerah, akhirnya ia ketahuan juga kalau ia memang sedang dilanda rasa cemburu. Namun Sehun segera memukul dada bidang itu dan pergi menuju kamarnya setelah mengatakan, "Ti-tidak, aku tidak cemburu!"
Jongin hanya terkekeh ditempatnya. Sehun-nya memang selalu seperti itu jika sedang cemburu. Tapi itulah salah satu alasan mengapa ia mencintainya.
"Oh ya, Sehuna. Tadi Jonghun bilang padaku ingin memiliki adik bayi!" teriak Jongin sambil menaiki tangga menuju kamarnya.
Sehun mendengarnya. Pipinya makin memerah, tapi ia juga sedikit kesal. Anak mereka masih kecil, bagaimana mungkin harus menambah satu lagi? Dasar Jongin!
"AKU TIDAK MAU!"
.
.
.
END
.
.
Tadinya saya gamau bikin sequelnya, tapi karena permintaan para readers, akhirnya saya buatkan satu sequel. Ya, cuma satu sequel. Jangan harap ada kelanjutannya lagi hahaha.
Makasih banget buat yang udah baca dan reviewnya. Meskipun dikit, tapi saya senang karena ada juga yang mau baca ff ini. Lol. Maaf gabisa sebutin satu2 yang udah review ff saya. Yang penting saya baca dan saya sayang kalian muah(?)
Ohorat
