Author Note: sorry took so long to update, menunggu giliran nih~ banyak sekali waiting list story yang menumpuk~ (sweet drop)

Rate M : Rate M karena unsur tidak baik, seperti tidak menghormati orang tua, kekerasan n semacamnya yang tidak baik dan tidak pantas DICONTOH! Unsur Yaoi-nya sangat super minim, mohon maaf bagi yg penggemar berat Yaoi seperti diriku ini… TT_TT

To a reviewer name Acchan Lawliet : uh, makasih atas reviewnya n maaf harus mengecewakan, tapi unsur Yaoi disini sangatlah minim, jadi jangan terlalu berharap. Aku tidak pandai membuatnya, masih harus banyak belajar soal Yaoi…
To a reviewer name Meyra Uzumaki: Makasih atas kritiknya.

Troublesome Family

Chapter 1

Hubunganku dengan orang tua kandungku sangatlah buruk. Orang tua kandungku sangat sering mabuk-mabukan dikala malam tiba, mereka bahkan rela berhutang kesana kemari hanya untuk membeli sebotol minuman keras. Mereka bahkan berniat menjualku ketika mereka tidak mempunyai uang untuk membeli minuman keras, tetapi sebelum mereka berhasil menjualku, aku memutuskan untuk kabur dari rumah bukan hanya karena aku tidak ingin dijual keorang asing, karena aku juga sudah muak dengan orang tuaku sendiri.

Setelah kabur dari rumah, aku lalu hidup di jalanan yang kotor dan dingin itu. Hidup di jalanan sudah menjadi santapanku sehari-harinya karena aku sudahsering tinggal di jalanan ketimbang tinggal di rumahku. Di rumah, orang tua kandungku selalu memukulku dan menyiksaku setiap harinya. Mempunyai luka memar di setiap bagian tubuhku merupakan hal yang sangatlah wajar saat itu.

Di jalanan kotor dan dingin itu, aku bertemu dengan bermacam-macam orang yang selalu bersikap dingin dan jahat padaku. Mulai dari preman yang selalu bersikap kasar setiap kali aku bertemu dengan preman itu. Orang yang suka mabuk-mabukan di jalanan yang sama seperti orang tuaku, mereka bersikap sangatlah kasar dan mereka juga pemarah ketika mereka sedang mabuk. Aku juga pernah bertemu dengan polisi yang selalu hendak menangkapku karena aku pernah melakukan tindak kejahatan seperti mencuri, tetapi aku berhasil lolos dari polisi itu…

Aku mendengar suara mobil melintas pergi dari halaman mansion ini ketika aku sedang melamun. Aku segera bangun dari tempat tidurku dan berjalan keluar dari kamarku menuju kearah dapur. Dari arah dapur, terdengar suara ayah dan Kadaj sedang mengobrol…

"Jadi ini targetku selanjutnya?" Tanya Kadaj kepada ayah.

"Ya, dan kalian hanya mempunyai waktu sampai minggu depan. Semakin cepat selesai, semakin cepat juga kau mendapatkan bayaran…" Kata ayah menjelaskan.

Lalu aku masuk kedalam dapur dan menatap kearah Kadaj dan Ayah.

"Target baru?" tanyaku.

"Ya…" jawab ayah sambil mengeluarkan sesuatu dari sakunya, lalu dia melempar kearahku dan juga kearah Kadaj. "..Itu wajah target kita. Dia tingga di Hollow Bastion dan seorang pengusaha sukses, klien kita adalah saingannya dan dia mengingankan kematiannya secepatnya, semakin cepat, maka besar bayarannya. Nama pria ini Wolfrain dan untuk info lebih lanjutnya, kalian cari sendiri…" katanya mengakhiri penjelasan.

Lalu ayah berjalan pergi meninggalkan ruang makan dan menuju kearah ruang kerjanya.

Setelah ayah pergi, aku menatap kearah foto yang dia berikan. "…"

"Man, ini pasti akan membosankan…" Kata Kadaj sambil berjalan pergi meninggalkan ruang makan. Dia berjalan kearah ruang tamu dan kembali menonton televisi sekali lagi…

"…" Aku masih terdiam sejenak melihat meja makan yang masih kotor karena piring-piring kotor itu.

Foto yang tadi ayah berikan langsung aku masukkan kedalam sakuku dan dengan cekatan, aku membersihkan seluruh piring-piring kotor dari meja makan. Selesai mencuci piring-piring kotor itu dan membersihkan meja makan, aku mendekati Kadaj yang berada di sofa dan sedang menonton televisi.

Aku lalu duduk disebelahnya dan menatapnya. "apakah kau mempunyai waktu luang, Kadaj?" tanyaku.

"…untuk tiga hari ini, aku tidak mempunyai kerjaan." Jawabnya sambil menonton televisi.

"Apakah kau ingin mencari informasi lebih lanjutnya sekarang?" tanyaku.

"Tidak…" jawabnya dengan dingin. "misi kali ini sangatlah mudah dan aku baru akan mencari informasinya besok." Katanya menjelaskan.

"Tapi, kata ayah, semakin cepat misi ini selesai semakin besar bayarannya. Lagipula kita tidak tau apakah dia berbahaya ataukah tidak…" kataku sambil menghela napas. "…dia seorang pengusaha sukses dan pastinya dia mempunyai pengawal pribadi untuk melindunginya dari bahaya…" kataku sambil menatapnya.

Kadaj lalu menatapku dengan senyum sinis. "Kurasa ini adalah tugas pertamamu ditingkat C, selamat berjuang." Katanya dengan senyum sinis dan dia langsung kembali menonton televisi .

"Hah? Apa maksudmu dengan selamat berjuang?" Tanyaku dengan heran.

"Kau akan tau setelah kau melakukan misi kali ini…" katanya sambil menonton televisi.

Kadaj tidak melanjukan penjelasannya dan aku hanya terdiam bingung sambil menatapnya. Maka aku ikut-ikutan menonton televisi saja karena aku sudah tidak memiliki pekerjaan lagi…

Sebenarnya keluarga ini memang terlihat sangatlah normal jika kalian mencoba bertanya pada orang-orang sekitar sini. Ayah adalah seorang pengusaha sukses, Riku adalah seorang jenius yang selalu mendapat penghargaan atas karya-karyanya, Kadaj adalah seorang model yang cukup terkenal di kalangan remaja, semua cewek disekolahku memujanya karena dia memanglah tampan. Masih ada kedua saudaranya yang lain yang juga sukses dibidang masing-masing dan kami memanglah terlihat seperti keluarga normal yang kaya raya. Tapi jangan hanya karena aku menjelaskan sisi terangnya mereka dan membuat kalian lupa bahwa kami ini hendak membunuh seseorang. Ya, kami ini pembunuh bayaran yang professional dan banyak orang yang selalu menggunakan jasa kami untuk kepentingan pribadi mereka.

Sebagian besar klien kami adalah orang-orang yang kaya dan kebanyakan yang menggunakan jasa kami ini ingin membunuh saingan mereka supaya keuntungan mereka tidak berkurang akibat dari saingan mereka. Setiap kali ada tawaran yang datang, ayah selalu memberikan category setiap tawaran yang diterimanya. Jika ada satu misi yang diberikan category E, itu berarti misi itu gampang dan sebagian besar misi bercategory E selalu diberikan padaku dan bayaran yang ayah berikan padaku cukup besar, yaitu lima puluh persen dari bayaran yang ayah terima. Untuk misi category D sampai A yang paling sulit, biasanya jika aku mendapatkannya, aku tidak akan melakukannya sendiri karena aku masih belum terlalu ahli seperti Kadaj dan Riku. Jadi jika mendapatkan misi diatas E, maka salah satu dari keluarga ini atau beberapa orang dari keluarga ini akan membantuku dalam melaksanakan misi ini.

Sebenarnya aku kurang suka membunuh, tetapi jika aku tidak membunuh, kurasa aku tidak akan bisa hidup seperti sekarang. Ya, membunuh atau dibunuh, itulah yang terjadi saat aku pertama kali membunuh seseorang yang sedang mabuk. Waktu itu, orang mabuk itu hendak membunuhku karena aku berusaha mencuri dompet yang berada didalam sakunya. Akupun mencoba melawan sekuat tenaga tetapi karena waktu itu aku masih terlalu kecil dan lemah, aku tidak terlalu banyak melawan. Aku yang lemah dan tidak berdaya ini dengan tidak sengaja mengambil beling botol pecah yang kebetulan berada di dekatku dan menusukkan beling kaca itu pada orang yang mabuk itu hingga dia tewas.

Setelah melihat dia tewas tubuhku langsung gemetaran karena ketakutan, tetapi itu hanyaberlangsung sebentar saja. Setelah melihat uang yang sangat banyak di dompetnya, aku mulai berpikir, bahwa ini adalah nasibnya untuk mati ditanganku karena aku membunuh untuk bertahan hidup. Ya, aku membunuh untuk menyambung hidupku didunia yang kejam dan dingin ini.

Tampa perasaan ragu maupun bersalah, aku mengambil dompet itu dan meninggalkan orang mabuk yang tewas ditanganku itu. Semenjak itu aku mulai membunuh dan membunuh dengan alasan menyambung hidup, jika tidak membunuh, maka kau akan dibunuh dan itulah prinsipku.

Sore berganti malam, tampa terasa waktu berlalu dengan cepat. Aku terlalu asik menonton televisi sehingga tidak menyadari waktu berlalu dengan cepat. Aku menoleh kearah Kadaj, dia terlihat tertidur di sampingku tampa suara…

'Kapan dia tertidur?' pikirku dengan bingung.

Aku langsung berjalan kearah kamarnya Kadaj dan mengambilkan sebuah selimut. Aku kembali ke arah ruang tamu dan menyelimutinya dengan selimut yang kuambil tadi. Televisi itu aku matikan agar dia tidak terbangun oleh suara televisi. Aku lalu menatap kearah jam setelah mematikan televisi.

'Sudah setengah lima sora, mereka berdua akan pulang sebentar lagi…' pikirku sambil menatap jam.

Aku menuju kearah dapur dan memasak sesuatu untuk makan malam…

Tigapuluh menit berlalu dan aku hampir selesai memasak. Aku lalu mendengar suara motor yang melaju kencang dan menuju kemari ketika aku hampir selesai memasak dan tinggal menyajikan makanan yang kumasak itu. Tiba-tiba aku mendengar suara benturan pintu yang sangat keras dan itu cukup membuatku terkejut dan nyaris membuat makanan yang kupengang terlepas dari genggamanku.

Dari arah dapur, aku mengintip kearah pintu masuk mansion ini dan melihat terdapat dua orang pemuda yang berada didepan pintu masuk. Seorang pemuda berambut silver panjang dan seorangnya lagi yang juga berambut silver, tetapi rambutnya pendek berjalan masuk sambil menutup pintu mansion, hanya saja kali ini dengan pelan sehingga tidak menimbulkan bunyi berisik dan mengangetkan.

Kedua pemuda itu berjalan masuk kearah sofa dimana Kadaj sedang duduk dan dia(Kadaj) masih terlihat tertidur meski tadi suara benturan pintu sangatlah kencang, tetapi dia tidak bergeming dan terbangun sama sekali…

Salah seorang pemuda berambut silver pendek menuju kearah dapur, di mana aku berada dan seorangnya lagi duduk di samping Kadaj yang tertidur dan menyalakan televisi. Pemuda yang menuju kearahku (Dapur) itu lalu mendekati lemari es dan membuka lemari es.

"Hey Loz…" Kataku menyapa pemuda itu.

"Yo…" katanya sambil mengambil beberapa minuman kaleng dan membawanya kearah ruang tamu.

Pemuda yang membawa minuman itu adalah Loz, dia adalah salah satu dari saudara angkatku dan juga pemuda berambut silver panjang itu yang sedang duduk di samping Kadaj, pemuda yang berada di samping Kadaj itu bernama Yazoo…

Setelah selesai menyiapkan piring-piring dan peralatan makan lainnya di meja makan, aku lalu berjalan kearah ruang kerja ayah dan sebelum memasuki ruangannya, aku mengetuk pintu ruangan itu. Aku mengetuk pintu ruangan itu beberapa kali dan beberapa detik kemudian aku mendengar ayah menyuruhku untuk masuk.

"Masuk…" Kata ayah dari dalam dengan nada memerintah.

Kubuka pintu itu dengan perlahan dan masuk. "Sudah waktunya makan malam ayah…" kataku memberitaukannya.

"Ya…" kata ayah yang langsung menghentikan pekerjaannya.

Kami berdua langsung menuju ruang makan, tetapi aku berhenti di ruang tamu sebentar sebelum memasuki ruang makan.

"Mari makan…" Ajakku kepada mereka semua yang berada diruang tamu.

Yazoo dan Loz bersama-sama kearah ruang makan. Sedangkan Kadaj, dia masih tertidur dengan lelap diatas sofa. Aku lalu mendekatinya dan mencoba membangunkannya…

"Kadaj…" kataku memanggilnya dan menyentuh bahunya. "…hey…" aku mengguncang tubuhnya dengan pelan…

"…hm…?" Kadaj menyahut panggilanku, tetapi matanya masih tertutup.

"Kau ingin ikut makan atau tidak? Tanyaku padanya.

Matanya tiba-tiba terbuka dan itu membuatku kaget karena wajahku dengan wajahnya berada dalam jarak yang cukup dekat. Aku segera menjauh dengan reflex dan nyaris terjatuh, mukaku sedikit memerah dan jantung sedikit berdebar-debar lebih kencang dari biasanya…

Kadaj menguap setelah aku menjauhinya dan dia bangun dari sofa setelah menguap. Kami berdua berjalan menuju kearah ruang makan dan kami makan bersama…

Piring-piring kotor bertumpuk setelah kami semua makan, aku segera membereskan piring-piring kotor itu dari meja makan dan membawanya ketempat cuci. Selagi mencuci, aku mendengar pembicaraan Kadaj dan Yazoo diruang makan. Mereka berdua sedang membicarakan misi yang baru saja ayah berikan hari ini. Kadaj meminta tolong sesuatu pada Yazoo, dia meminta tolong pada Yazoo agar mencari lokasi tempat tinggal dan kerja target kami yang berada di Hallow Bastion…

"Aku akan mencarinya besok…" kata Yazoo yang menerima permintaannya. "…kau ingin ikut menyelidikinya kesana Kadaj?" Tanyanya.

"Kurasa aku lewat. Aku akan mencari informasinya dari sini saja…" kata Kadaj menolak ajakannya.

Selesai mencuci piring-piring kotor ini, aku lalu berjalan mendekati mereka berdua.

"Neh, Yazoo, bolehkah aku yang ikut denganmu?" tanyaku.

"Sure…" jawab Yazoo sambil menatapku. "…besok, aku akan menjemputmu setelah jam sekolahmu berakhir. Pastikan kau membawa baju ganti agar kita tidak perlu bolak-balik untuk mengambil baju gantimu, menyelinap dengan baju seragam sekolah hanya akan membahayakan kita jika ada yang mengenali baju seragammu. Musuh akan dengan mudah menyelidiki tentang keberadaan kita meski hanya melalui seragam sekolah yang kau kenakan…" katanya memberitakukanku dan aku hanya mengangguk.

Yazoo dan Kadaj berjalan meninggalkan ruang makan secara bersamaan, mereka berdua menuju kamar masing-masing. Sedangkan ayah dan Loz, keduanya sudah pergi meninggalkan ruang makan sejak selesai makan. Sepertinya Kadaj ingin menonton televisi di kamarnya, Yazoo ingin tidur lebih awal karena dia sudah tiga hari ini tidak pulang sejak kemarin karena ada tugas, begitu pula Loz, dia menjalankan tugas bersama-sama dengan Yazoo. Sedangkan ayah, dia pasti kembali bekerja di ruang kerjanya lagi hingga larut malam. Aku pernah beberapa kali melihatnya bekerja hingga larut malam, ayah tidak terlihat lelah sedikitpun meski bekerja hingga larut… (A/n: wajar saja, diakan monster.)

Aku lalu menonton televisi sambil menunggu kepulangan Riku, aku menonton flim kesukaanku hingga sudah sangat larut malam…

To Be Continued…

Author Note: Any review? Kritikan soal susunan kata-kataku? Soalnya saya merasa ada yg janggal dengan susunan kata-katanya. Jika ada, tolong diberitaukan lewat review atau PM(Private Massage). Belakangan ini saya pingin kritik yang membangun, seperti, terjadi kesalahan susunan kata n diberitau lewat review...