Author Note: Thanks for you visit and your review guys! ^^
enjoy the story and don't forget to review~
Troublesome Family
Chapter 4
Setelah selesai memasak, makan bersama dan mencuci piring dan juga darah di dinding dan lantai, aku berlari mengelilingi mansion yang besar ini selama tigapuluh menit lebih, bukan karena sedang olahraga malam, tetapi karena mengejar sky yang keluar dari pintu belakang dan masuk dari pintu depan dan keluar lagi dari pintu belakang untuk menghindariku yang berusaha menangkapnya.
Aku lalu berhenti sejenak di dekat sofa di mana Kadaj sedang menonton televise karena kahabisan oksigen akibat berlari terus-menerus sambil meneriaki sky sehingga membuat nafasku tidak teratur. Sudah tiga kali aku mengelilingi mansion ini selama tigapuluh menit lebih dan aku merasa hampir pingsan karena nyaris kehabisan oksigen.
"Skyyyyyyy…" kataku dengan nafas yang terputus-putus. "…jangan lari terus…" kataku sambil menatap anjing berwarna silver itu yang sedang mengibas-ngibaskan ekornya sambil menjulurkan lidahnya keluar.
Sky sedang bersembunyidi bawah meja kayu mahoni yang setinggi satu meter. Di atas meja itu terdapat bunga segar yang selalu kupajang agar ruangan ini terasa hidup, tetapi bunga itu tidak pernah bertahan lebih dari satu hari karena saat ini sudah layu karena di gigit oleh sky hingga bunga segar itu rontok. Anjing manis itu menatapku dengan wajah polosnya seakan-akan dia tidak bersalah sama sekali. Tetapi terkadang aku kesal ketika dia menjulurkan lidahnya itu, seakan-akan dia sedang mengejekku karena tidak berhasil menangkapnya.
"Sky!" kataku yang sudah tidak terlalu lelah lagi dan siap mengejarnya lagi.
Sky langsung berlari ke pintu belakang ketika melihatku sudah hendak mengejarnya lagi. Tetapi ketika aku ingin mengejarnya, tanganku tertahan sesuatu dan membuat langkahku terhenti.
"Kenapa?" tanyaku saat menyadari bahwa Kadaj memegangi tanganku.
Dia hanya terdiam dan langsung menarikku ke sisinya. Aku terjatuh di atas pangkuannya dan bibirnya tiba-tiba berada di bibirku. Dia melumatkan bibirku dan memasukkan lidahnya kedalam mulutku tanpa peringatan sedikitpun…
"Hm…" Desahku ketika dia menjelajahi mulutku.
Selama lidahnya menjelajahi mulutku, tangannya menyelip masuk kedalam bajuku dan menyentuh kulitku yang basah akibat berkeringat setelah berlari mengejar sky yang tidak mau di tangkap. Aku mendesah lagi dan dia berhenti menciumku karena kami berdua kehabisan oksigen yang di butuhkan oleh tubuh kami. Setelah memasukkan oksigen sebanyak-banyaknya ke dalam paru-paru kami, dia lalu menciumku lagi dan aku mendesahkan namanya.
Kadaj adalah seorang gay, begitu pula saudaranya yang lain karena di rumah ini tidak seorangpun yang mempunyai figur ibu, karena semua yang tinggal di sini adalah lelaki. Kata Riku, ibu mereka meninggal ketika dia melahirkannya.
Ayah adalah seorang bisexual dan kurasa itu juga penyebab Riku dan seluruh saudaranya menjadi gay. Gara-gara seluruh keluarga ini gay, kurasa itu yang menyebabkanku menjadi seorang gay juga semenjak aku tinggal di sebab itu, tidak pernah ada satupun pembantu perempuan maupun pembantu lelaki yang dapat bekerja lebih dari satu bulan karena semuanya gay, begitu kata Riku.
Selama semenit penuh aku menikmati setiap detik ciuman kami ini. Tetapi kalian semua jangan mengira-ngira yang tidak-tidak dulu, karena meski aku ini gay, aku belum pernah sekalipun melakukan sex, dan jika ada yang coba-coba, aku akan menyerang mereka dan membuat banyak luka lebam di sekujur tubuh mereka.
Aku paling sering berciuman dengan Riku, dia itu cukup pervert karena senang sekali meraba kulitku ketika kami berciuman. Well, aku memang tidak terlalu keberatan ketika d ia meraba kulitku, karena aku sendiri menikmatinya setiap kali tubuh atau tangannya menyentuh kulitku.
Ah, mari kita lihat daftar ciumanku kepada setiap keluarga ini. Pertama, Riku adalah orang yang paling sering menciumku. Kurasa ciuman kami sudah menembus angka limapuluh semenjak aku tinggal di sini. Ciuman pertamaku di rebut olehnya tanpa seizinku dan sebagai hadiah(atau hukuman) karena telah memciumku, maka aku menghadiahkannya sebuah tinjuan yang melayang tepat di mata kiri dan kanannya. Aku senang hadiahku itu dapat bertahan hingga seminggu lebih. (A/n: XD)
Ciuman pertamaku dan Riku bermula ketika dia pulang tengah malam dalam keadaan mabuk setelah temannya mengajaknya minum-minum untuk merayakan ulang tahunnya. Kebetulan saat itu aku menunggunya hingga pulang karena cemas dia tidak memberi kabar sedikitpun padaku bahwa dia akan pulang larut malam. Ketika dia pulang, dia langsung terjatuh ke lantai begitu memasuki mansion ini dan akupun langsung panic melihatnya terjatuh ke lantai. Kucoba memapahnya hingga memasuki kamarnya. Kubaringkan dia secara perlahan dan saat dia berbaring, tiba-tiba dia tersadar dan menarikku mendekat hingga bibir kami bertemu…
Yang kedua, Kadaj adalah orang kedua yang cukup sering menciumku ketika dia berada di rumah. Kurasa ciuman kami sudah sebanyak duapuluh kali. Ciuman pertamaku dengannya ketika kami berdua sedang menonton televise bersama. Aku ketiduran selama beberapa menit di sampingnya ketika menonton televise karena mengantuk. Ketika aku bangun, aku menyadari bahwa seseorang memegangi bahuku dengan lembut dan bibirku terasa hangat dan basah. Aku membuka mataku secara perlahan dan melihatnya menciumku. Awalnya aku sangat terkejut melihatnya menciumku, tetapi akhirnya aku membiarkannya menciumku tanpa melawan sedikitpun…
Yang ketiga adalah yazoo, kurasa aku dan dia hanya pernah berciuman sekitar lima kali kalau aku tidak salah ingat. Dia termasuk orang yang aneh bagiku, kalau sedang tertarik, baru mau melakukannya. Jika sedang malas, maka apapun yang sedang dia lakukan akan dia tinggal. Ciuman pertamaku dengannya berawal ketika aku dan dia mempunyai misi bersama sewaktu aku masih pemula. Kami berdua merasa bosan ketika menunggu target kami keluar dari tempat perlindungannya. Di tengah kebosanan kami, dia tiba-tiba memegangku dan meraba setiap bagian tubuhku hingga bagian alat kelaminkupun dia sentuh. Tangannya berhenti di alat kelaminku dan memainkannya meski dia tidak memasukkan tangannya ke dalam celanaku, tetapi itu membuatku mendesah agak terlalu keras dan dia segera menciumku ketika mulutku terbuka lebar ketika mendesah. Untungnya waktu itu target kami keluar beberapa menit setelah kami berciuman, sehingga dia berhenti mencium dan meraba tubuhku..
Yang kelima adalah Loz, dia adalah orang jarang kutemui dan juga menciumku, kurasa kami baru pernah berciuman sebanyak dua kali saja. Dari samua anggota keluarga ini, dia adalah orang yang paling banyak menerima misi dari tingkat rendah hingga super sulit. Dalam sehari dia dapat mengerjakan dua hingga tiga misi sekaligus yang terkadang harus segera di tuntaskan dalam duapuluh empat jam. Maka dari itu dia sangatlah jarang terlihat berada di mansion ini. Dia merupakan orang yang selalu bekerja keras sama seperti ayah. Ciuman pertamaku dengannya berawal ketika aku ingin membantu sedikit untuk meringankan pekerjaannya yang menumpuk, dia terlihat sangat stress. Aku mencoba menghiburnya, meski hasilnya dia tidak terhibur sedikitpun, tetapi dia sangat menghargai perhatianku. Dia lalu menciumku dengan lembut dan kubiarkan dia menciumku karena kurasa itu membuat stressnya sedikit berkurang…
Yang terakhir adalah Sephiroth, atau yang kalian kenal sebagai ayahku. Dia hanya pernah menciumku sekali dan kurasa itu juga karena kesalahanku. Ciuman pertamaku dengan Sephiroth ketika aku memasuki kamarnya tanpa izin hanya untuk merapikan kamarnya, kulihat Sephiroth hanya mengenakan sebuah handuk saja yang menutupi bagian bawahnya. Dalam sekejap, mukaku memerah dan aku mencoba bergegas keluar, tetapi keburu menutup pintu kamar ini ketika aku mencoba keluar dan dia menatapiku dengan senyum sinis. Aku hanya dapat terdiam dengan muka memerah padam dan jantung berdebar-debar dengan kencang seakan-akan ingin meledak saat itu juga. Dia lalu memegangi leherku dan membuatku merinding, diarahkan kepalaku ke atas melalui tangannya yang memegangi leherku dan dia memberiku ciuman dalam yang sangat passion( atau menggairahkan bukan?)…
Aku lalu berhenti mencium Kadaj karena aku betul-betul membutuhkan oksigen yang di butuhkan oleh tubuhku ini atau aku akan pingsan. Kadaj tersenyum sinis ketika aku menghisap oksigen secepat mungkin ketika kami berhenti berciuman.
"Napasmu terlalu pendek~"Kata Kadaj dengan nada mengejek.
"Ma… maaf saja jika napasku ini pendek…" kataku sambil menarik napas dalam-dalam. "…neh, Kadaj, bisakah kita menyelesaikan misi kita besok? Aku ingin mengambil misi lain…" Jelasku.
Karena aku masih di bilang pemula meski sudah tinggal dan melakukan banyak misi selama dua tahun sejak aku kemari, aku hanya di izinkan mendapatkan satu hingga dua misi dalam satu minggu. Sedangkan Riku dan Kadaj, mereka dapat mengambil lima hingga enam misi dalam seminggu. Yang paling extream tentu saja Loz. Dia pernah mengambil duapuluh lebih misi dalam seminggu, dia merupakan orang yang paling banyak menerima misi. Sedangkan ayah, beliau hanya melakukan misi sebanyak lima misi seminggu, tidak pernah lebih karena beliaulah yang selalu mengatur keuangan dan misi-misi yang penting dan tidak terlalu penting. Beliau juga memiliki sebuah bisnis yang telah sukses dan itu juga menyita cukup banyak waktu yang di miliki beliau.
"Hm, besok pagi aku ada sesi pemotretan hingga sore hari…" Katanya sambil menatapku.
"huh? Tapi kau bilang bahwa tiga hari kedepan tidak akan ada pekerjaan…" kataku dengan heran.
"Tadi siang ada pemberitauan darurat, ada perubahan rencana jadwal pemotretanku. Kurasa besok malam baru bisa melaksanakan misinya…" Jelasnya.
"Besok malam ya…" kataku sambil menatapnya. 'Pulang setelah selesai melaksanakan misi, apakah besok paginya aku bisa bangun ya?' pikirku dengan cemas.
"Aku harus segera tidur…" Kata Kadaj sambil berjalan meninggalkan sofa. "Man, besok harus bangun pagi-pagi karena harus pergi ke studio, menyebalkan…" Keluhnya sambil menuju kamarnya dengan nada kesal.
Ketika Kadaj berjalan menuju kamarnya, dia berpapasan dengan Loz yang hendak keluar. Dia mengenakan pakaian serba hitam dan ketat dengan ikat pinggang khusus yang dapat menyimpan beberapa gun dan pelurunya. Lengan baju kedua tangannya dilipatan hingga ke bahunya. Dilengan kirinya terdapat jubah yang terlipat dua, jubah itu sama seperti jubah yang kubakar hari ini…
"Kapan kau akan pulang lagi?" tanyaku padanya sebelum dia berjalan keluar.
"Mungkin beberapa minggu lagi…" katanya sambil memeriksa senjatanya dan mengenakan jubahnya. Dia berhenti di depan pintu sejenak dan menatapku. "…pastikan hpmu selalu menyala, karena beberapa hari lagi aku akan meneleponmu untuk melakukan misi bersamaku." Katanya mengingatkan dan langsung keluar dari mansion setelah mengatakannya.
"Kay…" kataku sambil senyum kecil setelah dia berjalan keluar.
Lalu aku mendengar suara gong-gongan tepat di belakangku. Aku menoleh dan melihat sky tepat di belakangku, dengan cepat aku langsung menangkap anjing yang merepotkan itu.
"Akhirnya kau tertangkap juga!" kataku dengan bangga karena berhasil menangkap anjing yang larinya super gesit ini. "Kau akan mendapatkan hukuman sky karena kau telah mengotori lantai mansion ini dengan jejak darah!" kataku sambil menggendong anjing silver itu dengan erat.
Aku lalu membawanya masuk kedalam kandangnya dan segera mengunci kandangnya setelah memberi makanan dan air untuk anjing malang yang kuhukum ini.
'Wew, satu masalah selesai…' pikirku lega. 'saatnya mengerjakan tugas sekolah…' pikirku sambil menghela napas. 'Roxas marah tidak ya jika akumeneleponnya malam-malam begini hanya karena meminta bantuannya untuk mengerjakan tugas sekolah?' pikirku cemas.
Akupun berjalan menuju kamarku dan meraih hpku yang berada di atas ranjang. Aku berbaring dan menekan nomor Roxas dan menghubunginya…
Nada RBT favoritenya, simple and clean terdengar indah di telingaku karena aku juga menyukai lagu ini, setelah lagu hikari yang sama-sama dinyanyikan oleh Utada HIkaru.
Hold me. Whatever lies beyond this morning, is a little later on…
"Hello?" jawabnya.
"hey Roxas, maaf mengganggumu malam-malam begini…" kataku setengah tertawa. "…bisakah kau membantuku mengerjakan tugas-tugas sekolah?" tanyaku.
"…" Roxas terdiam sejenak dan aku dapat mendengar bahwa dia menghela napas. "Dasar. Siapkan pulpen dan catatan, karena aku akan menjelaskan panjang kali lebar khusus untukmu." Katanya sambil mengeluh.
"Thanks…" kataku sambil tersenyum.
To Be Continued…
Author Note: -Yawn- ngantuk banget, akhirnya chapter 4 selesai di ketik juga… review?
