Author Note: Updateeeeeeeeeeeeeee! Maaf lama yah~ ehehehe
enjoy the story! I hope you like it! ^^

Troublesome Family

Chapter 6

Ketika hari sudah mendekati tengah malam, aku masih sibuk menyiapkan senjata-senjataku yang akan kugunakan malam ini. Kadaj mengatakan, bahwa tempat tinggal target kami itu berada di Hollow Bastion. Target kami tinggal di sebuah mansion yang sangat mewah seharga tiga miliar! Wow, bahkan mansion ini kalah dengan mansion milik target kami itu!

Luar mansion milik target kami mungkin ada sekitar seribu meter lebih, begitu penjelasan Kadaj. Mansion itu memiliki lima lantai dan kamar tidur target kami berada di lantai tiga. Kadaj menjelaskan, bahwa penjagaan di sana sangat ketat, tapi hanya di halaman luar saja. Begitu memasuki Mansion itu, penjagaan di dalam mansion itu sangatlah longgar, sehingga kami tidak akan mengalami kesulitan untuk mencapai lantai tiga…

Ketika masih dalam proses memilih-milah senjata, Kadaj tiba-tiba memasuki ruanganku dengan selembar kertas yang dilipat beberapa bagian. Dibentangkannya kertas yang lebar sekitar dua meter kali satu meter itu di atas meja belajarku. Aku segera mendekatinya karena dia hendak menjelaskan sesuatu padaku yang lambat ini…

"Sora, ingat ini baik-baik…" Katanya sambil menatapku dengan expresi datar. "…seluruh rumah mewah ini di kelilingi oleh tembok yang tinggi dengan aliran listrik yang sangat kuat. Kita akan menyelinap masuk dari arah selatan, dekat hutan yang berada di dekat mansion itu dan sebelah kiri gerbang masuk mansion. Penjagaan di sekitar sana sedikit lebih longgar karena berada dekat hutan…" Katanya sambil menunjuk denah mansion itu, dia menunjuk ke daerah yang di jelaskannya. "…lalu…" lanjutnya sambil menunjuk kearah yang lain. "…di sini, di siu terdapat sebuah pintu masuk untuk masuk mansion itu. Ruangan itu adalah ruang dapur bagian selatan dan di dekat ruangan itu, sekitar dua meteran, terdapat tangga menuju lantai dua dan di ruangan sekitar tangga terdapat penjaga juga. Kurasa, karena ruangan di sekitar tangga itu luas, kemungkinan kita bertemu dengan penjaga di ruangan itu sangatlah kecil. Penjaga di ruangan itu memerlu duapuluh menit jika memeriksa setiap tempat di ruangan itu…"Jelasnya panjang kali lebar.

"Ugh…" Keluhku yang mulai sulit mencerna penjelasannya yang panjang.

"Lalu…" Lanjutnya. "… jarak antara tangga lantai dua dan tiga tidak terlalu jauh, hanya sekitar satu meter, sehingga tidak akan mengalami masalah. Tetapi masalah sebenarnya adalah ketika kita menaiki tangga lantai tiga, tepat di samping tangga lantai tiga tangga yang menuju kebawah, lantai dua, ada beberapa penjaga, menurut informasi, ada sekitar tiga orang…" Jelasnya.

Well, terkadang aku heran sendiri, darimana Kadaj dan yang lainnya mendapatkan informasi seperti ini yah? Aku memang tidak pernah bertanya pada mereka karena terkadang aku suka lupa bertanya. Mana lagi aku tidak bisa bertanya disaat seperti ini karena aku bisa lupa penjelasan Kadaj…

"…yang berada disekitar tangga lantai tiga…" Lanjutnya. "…dua orang lagi berjaga di sekitar kamar target kita. Kita harus menembaki tiga penjaga tadi dari bawah tangga secepat mungkin atau mereka akan memanggil bantuan dan membuat kita kerepotan. Setelah itu, barulah kita menuju kamar target kita yang di jaga oleh dua penjaga…" Katanya sambil menunjut kearah denah tempat target kami berada. "….setelah membunuh target kita, kita akan mencoba keluar tanpa ketahuan sedikitpun. Selesai…" katanya mengakhiri penjelasan.

Kepalaku terasa berasap, aku merasa jadi benda rusak karena tidak dapat mencerna dengan baik setiap penjelasannya…

Loading…

Loading 10%...

Loading 30%...

Loading 50%...

Loading 70%...

Loading 90%...

Loading 100%...

Completed Saved!

"Sudah mengerti?" Tanya Kadaj sambil tersenyum sinis.

"Ya!" Jawabku sambil tersenyum meski dengan kepala yang masih berasap. Memang proses save penjelasan Kadaj mengalami sedikit kendala dan memakan waktu cukup lama untuk mengingatnya dengan baik di otakku yang lambat ini. "Lalu, apakah kita pergi sekarang?" Tanyaku.

"Sisa waktumu lima menit…" Katanya memberitahu dengna senyum sinis sambil meninggalkan kamarku.

"Hah!" kataku terkejut bukan main mendengarnya karena aku masih belum selesai memilih-milah senjata.

Aku langsung membongkar seluruh lemari senjataku hingga berantakan dan berserakkan dimana-mana. Dari tadi , aku mencari kotak yang berisi peluru dan baru kutemukan kotak itu terselip antara sniper gun dan otomatic gunku. Aku mengambil jubah berbahan dasar karet yang panjang yang terletak di atas ranjangku bersama beberapa jenis jubah panjang lainnya dan langsung berjalan keluar, meninggalkan kamarku yang super berantakan akibat aku membongkar seluruh lemari senjataku karena panic Kadaj bilang sudah mau berangkat.

Lalu aku kembali masuk lagi ke kamarku karena aku melupakan sesuatu yang penting, yaitu sarung tangan karet. Untungnya di lemariku, aku selalu menyiapkan satu tempat khusus sarung tangan sehingga aku tidak perlu membongkar lemari bajuku, sama seperti ketika aku membongkar lemari senjataku. Akupun kembali berjalan keluar dari kamarku…

Saat ini aku mengenakan baju hitam serba ketat dan celana hitam ketat sepanjang lututku. Kukenakan sarung tangan karet dan jubah ketika berjalan menuju ruang tamu, dimana Kadaj menungguku di sana. Sebelum menyapa Kadaj, aku memeriksa baik-baik senjataku apakah terbawa ataukah tidak. Dua buah silent gun tergantung di ikat pinggang khusus yang dapat menyimpan senjata di pinggang layaknya koboi. Lalu kotak peluru silent gun juga tergantung di samping silent gunku yang berada di sebelah kiri. Setelah selesai memeriksa, akupun mendekati Kadaj…

"Sudah siap?" tanyanya ketika aku mendekatinya dan aku mengangguk. "Let's go then~" Katana sambil tersenyum sinis.

Maka kami berdua menuju berjalan keluar dari mansion, aku terus mengikuti Kadaj dari belakang hingga kami berada di halaman mansion, tempat dimana dia memarkirkan motornya di gazebo(saung) dengan atap tanaman merambat. Dikeluarkannya motor itu dan di nyalakan mesin motor itu…

"Ah…"Kata Kadaj tiba-tiba sebelum aku menaiki motornya, kurasa dia teringat sesuatu yang penting. "…here…" Katanya sambil memberikanku sesuatu.

"Masker?" kataku dengan heran.

"Ini hanya untuk berjaga-jaga jika seandainya misi kita gagal. Aku akan menembakkan gas tidur keseluruh mansion tempat target kita itu sehingga memudahkan proses untuk melarikan diri…" Jelasnya. "…jika ada penjaga yang memasuki mansion itu, maka dia akan langsung tertidur jika menghirup gas tidur ini dalam tigapuluh detik…" Lanjutnya. "…masker ini…" katanya sambil menggenggam masker miliknya. "…akan melindungi kita selama tigapuluh menit dan jika lebih dari itu, maka effect dari gas tidur itu akan mulai bekerja pada kita. Jadi kita harus mengusahakan untuk keluar secepat mungkin…" Jelasnya ketika aku menaiki motor sambil mendengarkan penjelasannya.

Selesai menjelaskan, Kadaj langsung melajukan motornya mendadak dan membuatku terkejut karena posisiku masih belum benar. Terkadang aku sangat heran, satu keluarga ini, kecuali aku, suka sekali melajukan kendaraan mereka dengan kecepatan tinggi. Apakah mereka tidak khawatir akan terjadi kecelakaan? Memang sih selama aku tinggal di sini, aku tidak pernah melihat mereka kecelakaan akibat melajukan kendaraan mereka terlalu cepat. Tetapi aku hanya pernah melihat kalau ada yang pulang dengan luka tembak atau luka sayatan saja, tapi itu juga sangat jarang…

Pernah sekali, aku melihat Loz dan Kadaj pulang dalam keadaan terluka parah, yang terluka paling parah adalah Loz. Dia terkena tembakkan di perut kirinya. Waktu itu kadaj menjelaskan mengapa mereka sampai terluka, waktu itu Loz kelelahan akibat banyaknya perkerjaan yang dia kerjakan, makanya dia jadi lengah. Terkejut karena Loz terluka, Kadaj-pun segera menolongnya dan melarikan diri. Kadaj segera melakukan pertolongan pertama setelah mereka berdua melarikan diri, baru pulang ke mansion…

Loz diperintahkan ayah untuk istirahat selama beberapa hari supaya lukanya sembuh total. Tapi akibat Loz tidak bisa menerima perkerjaan dalam jumlah banyak seperti biasa karena kondisinya tidak memungkinkan dia untuk bekerja, pekerjaanpun jadi menumpuk luar biasa! Syukurnya, kami sekeluarga tidak perlu panic dan harus lembur karena pekerjaan yang menumpuk. Pembunuh selain kami mau membantu kami menyelesaikan pekerjaan yang kami terima.

Sebenarnya, keluarga ini mempunyai banyak pembunuh yang telah terlatih, mereka sama sepertiku, dipungut dan dibesarkan oleh keluarga ini, tetapi mereka memilih tinggal berpisah dengan keluarga ini karena penghasilan mereka sudah cukup untuk menghidupi mereka dan mereka pastinya ingin tinggal di rumah milik mereka sendiri. Tetapi mereka tetap harus mengikuti perintah ayah karena mereka mendapatkan pekerjaan juga dari ayah…

Sebenarnya ayah juga mengizinkanku untuk pindah dan memiliki rumah sendiri jika aku mau, asalkan aku masih bekerja di bawah perintahnya. Tapi aku lebih memilih tinggal di mansion saja, karena jika aku pindah, aku khawatir, siapa yang akan mengurus rumah yang selalu berantakan ini? Meskipun mereka sekeluga ini terkadang merepotkan, tapi aku sayang pada mereka karena mereka adalah keluarga yang kuakui sebagai keluargaku, tidak seperti orang tua kandungku, aku tidak mengakui mereka…

Laju motor tiba-tiba berhenti dan aku menabrak punggung Kadaj ketika motor ini mendadak berhenti. Dia mengeluh kesakitan akibat benturanku dan aku segera meminta maaf karena aku melamun dan tidak sadar bahwa kita sudah sampai. Aku turun dari motor perlahan sambil memegangi lengan Kadaj. Setelah turun, kulihat Kadaj menatapi tanganku yang memegang lengannya…

"Maaf…" Kataku yang langsung melepaskan genggamanku.

"…" Kadaj tidak mengatakan apa-apa dan langsung turun dari motornya.

Aku menatap sekelilingku dan menyadari bahwa saat ini kami berada di tengah hutan. Cahaya bulan terlihat memasuki hutan yang gelap ini dari sela-sela dedaunan di pohon-pohon, sehingga hutan yang gelap ini tidak terasa terlalu gelap, malahan sebaliknya, hutan ini jadi terlihat indah…

"mari pergi…" Kata Kadaj yang berjalan pergi meninggalkanku dan motornya.

"Huh?" kataku di tengah lamunan melihat keindahan sinar bulan yang menembus melalui sela-sela dedaunan. "Ah! Tunggu!" Kataku kaget melihat Kadaj pergi meninggalkanku dan aku segera mengejarnya.

Kami berjalan di dalam hutan ini selama tigapuluh menit lebih di hutan ini hingga menemukan sebuah pagar tembok setinggi empat meter. Dengan gesit, Kadaj berlari menuju pagar tembok itu, dia melompat kearah pagar tembok itu. Dari arah pagar tembok itu, dia melompat lagi kearah pohon tinggi yang kebetulan berada di dekat pagar tembok itu. Dalam sekejap dia memanjat pohon yang tingginya sekitar tiga meter hanya dengan bantuan lompatan memantul dari pagar tembok itu dengan mudah. Dari pohon itu, Kadaj kembali melompat kearah pagar tembok itu, dia memegang ujung pagar tembok itu…

Jantungku berdetak kencang melihat tangannya menyentuh pagar tembok itu, soalnya kalau tidak salah ingat, Kadaj bilang bahwa pagar tembok itu dialiri listril di ujung pagar itu…

Tapi Kadaj terlihat baik-baik saja, kurasa karena aku lupa bahwa dia mengenakan sarung tangan karet, makanya dia baik-baik saja. Diapun memanjat tembok itu…

'Wew, untung kadaj pakai sepatu karet…' pikirku dengan lega melihatnya berdiri di atas pagar tembok yang di aliri listrik tanpa mengalami masalah.

Kadaj lalu melepaskan jubahnya, di turunkan jubahnya kebawah sebagai pengganti tali supaya aku dapat menaiki pagar tembok itu tanpa bersusah payah. Kupengang dengan erat jubahnya dan dia segera menarikku keatas. Tubuhku terasa melayang di udara ketika terlempar keatas. Kadaj langsung menangkap tubuhku yang masih melayang itu dan memanggulku di bahunya. Lalu dia melompat turun dari pagar tembok, memasuki halaman mansion…

"um, Kadaj…" Kataku ketika dia menurunkanku dari bahunya. "…kau tidak perlu memanggulku, lain kali. Aku bisa turun sendiri…" Kataku memberitahu.

"Jika kau menginjak pagar tembok itu, maka kau akan langsung pingsan. Kau menggunakan sepatu yang salah…" Katanya memberitahuku.

Aku lalu menatap kearah sepatuku, dia benar, aku salah memakai sepatu karena terlalu tergesa-gesa…

"Siapa di sana!" teriak seseorang dan pastinya yang berteriak itu bukanlah aku ataupun Kadaj.

Kadaj segera menarik tanganku dan membawaku berlari untuk bersembunyi di balik pohon. Ternyata orang yang berteriak itu adalah salah satu penjaga yang berjaga di halaman ini. Dia terlihat memeriksa dengan teliti setiap tempat, bahkan pohon tempat kami sembunyipun di kelilingi olehnya. Sayang dia tidak menemukan kami berdua karena kami telah berada di atas pohon. Dia memang sempat menyorotkan senter penerang keatas pohon, tetapi sosok kami tidak terlihat karena tertutup dedaunan dan juga karena jubah kami yang gelap pasti membuatnya mengira kami adalah bayangan pohon juga…

"Kurasa hanya perasaanku saja melihat seseorang…" kata penjaga itu sambil menghela napas.

Setelah penjaga tadi pergi, kami berdua melompat turun tanpa menimbulkan suara sedikitpun…

"Mari bergegas masuk…" Kata Kadaj sambil berjalan mendekati pintu mansion yang paling dekat dengan kami.

Aku mengangguk dan berjalan mengikutinya dari belakang…

TBC…

Author Note: review? Jangan paksakan review jika memang tidak bisa, tapi reviewlah jika kalian mau review/komentar/kritik cerita ini…
thanks for the visit! ^^