Author Note: I miss Yaoi SO MUCH! Lol! Time for revenge! Wkwkwkwkwkwk! -nuts-
Disclaimed! I DON'T OWN Kingdom Hearts and Square Enix. But I own this story! Hehehehehe...
Troublesome Family
Chapter 17
"Kadaj, apakah kau tahu tentang organization Reaper Crown?" Tanya Leon, lalu dia terdiam beberapa menit. "Begitu..." Leon terdiam kembali. "Ya, tato itulah yang membuatku mencurigai bahwa pembunuh itu adalah anggota Reaper Crown," katanya.
Reaper Crown, rasanya aku belum pernah mendengarnya. Sebuah organization ya? Jika kupikir-pikir, selama ini aku tidak pernah menanyakan tentang organization pembunuh pada Riku, Dad juga tidak pernah memberitahukanku, mungkin karena aku terlalu sibuk belajar dan bekerja, sehingga Dad tidak ingin menambah kesibukanku?
Aku menghela napas. Sudah cukup lama aku menjadi seorang pembunuh, dan masih banyak hal yang tidak kuketahui...
"...yeah, aku pernah berurusan dengan salah satu anggota Reaper Crown, ketika mendapatkan tugas membunuh seorang pengusaha," kata Leon dan dia terdiam mendengar balasan Kadaj. "Ya, mereka melindungi pengusaha itu..."
Hum, diskusi keduanya lama juga...
"...Mungkin juga," kata Leon sambil mengubah posisi duduknya, meletakkan salah satu tangannya di belakang sofa. "Okay," katanya sambil memutus panggilan, lalu menatapku. "Sora, sementara kita tidak bisa keluar. Aku akan memesan junk food, kau ingin apa?"
"Apa saja," jawabku.
Dia mengembalikan HPku dan meraih HPnya yang diletakkannya di meja. Aku kembali focus pada tv, lagi iklan. Aku memutuskan untuk ke dapur, mengambil segelas air.
Leon terlihat memasuki dapur juga, dan membuka lemari esnya yang rata-rata penuh dengan minuman kaleng. Dia mengambil sekaleng kopi, lalu menatapku.
"Want some?" Tanya menawarkan sekaleng susu.
Aku mengambilnya, rasanya dingin sekali...
Kami kembali ke sofa dan berita telah dimulai, tetapi memberitakan lokasi yang lain, bukan di sini...
"Sorry, Sora," kata Leon tiba-tiba.
"Huh?" Aku heran mendengarnya minta maaf. "Mengapa kau minta maaf, Leon?"
"Karena kau masih belum sembuh total, dan aku membuatmu menghadapi masalah yang kuhadapi," jawabnya.
Aku terdiam. Lukaku memang masih terasa sakit, tapi sudah tidak sesakit beberapa hari yang lalu. Lagipula, seharusnya mulai hari ini aku sudah dapat bekerja kembali, tapi kuyakin Riku, Kadaj, Yazoo, Loz, dan Dad tidak akan mengizinkanku sebelum sembuh total, soalnya aku ceroboh.
"Tidak apa-apa," balasku sambil menggelengkan kepalaku. "Sesungguhnya lukaku sudah pulih, meski tidak seratus persen sembuh, tapi aku sudah dapat melakukan misi hari ini. Tapi Dad pasti tidak mengizinkan," jelasku sambil menghela napas.
Leon terlihat tersenyum, lalu mendekapku. Aku blushing saat didekapnya...
"Karena mereka sayang padamu, sama sepertiku," jelasnya.
Aku tersenyum mendengarnya. Aku juga sayang mereka...
"Untuk beberapa ke depan, aku akan tinggal di kota lain, ini adalah malam terakhir aku di sini," kata Leon ketika kami tengah mandi bersama.
Kata Leon, dulu aku dan dia sering mandi bersama. Sayangnya, aku tidak ingat sama sekali...
"Berapa lama?" Tanyaku sedih.
"Mungkin sebulan atau lebih, tergantung kondisi. Jika organization Reaper Crown berhenti memburuku, maka aku akan kembali," jawabnya sambil menggosok kepalaku dengan sampoo, aku membelakanginya. Aroma sampoonya sungguh enak.
"Hum, jika kau tidak bisa kemari dalam beberapa bulan, bolehkah aku yang mengunjungimu?" Tanyaku sambil menatapnya.
"Tentu," jawabnya sambil mengangguk.
Leon lalu menggosok badanku setelah membilas rambutku, itu membuatku sedikit merinding. Aku selalu merinding jika bagian sensitifku disentuh...
Aku sedikit mendesah ketika dia mengosok sedikit kebawah, mendekati... penisku.
Aku terkejut ketika dia menyentuhnya. "Le-Leon..." Aku mendesah sambil memejamkan mataku.
Leon hanya terdiam, masih memegang penisku dan meremasnya. Aku memegang lengannya, sedikit gemetaran dan lemas. Kurasakan hembusan napasnya di leherku, dia mencium leherku...
"Aaah..." Aku mendesah pelan sambil memejamkan mata, mencoba relex.
Jantung berdetak kencang, tubuhku memanas karena merasakan tubuh Leon yang panas. Dia meraba dadaku, menyentuh kedua putingku secara bergantian...
Aku lalu menatapnya dan menciumnya, dia membalas ciumanku dan mendekapku lebih erat.
Setelah merasa puas berciuman, kami mengakhirinya dan segera menyelesaikan mandi yang tertunda.
Selesai mandi, kami langsung menuju kamar. Aku berbaring di samping Leon, tidur berdekatan dengannya agar hangat. Tubuhku mengigil setelah mandi, padahal tadi saat berciuman, rasanya panas sekali. Tapi begitu selesai, rasanya dingin sekali...
"Kau hangat," kataku sambil memegang tubuhnya.
Leon hanya tersenyum, membelai rambutku yang lembab karena basah. Aku terlelap dalam belaiannya, rasanya, dulu sekali, aku pernah dibelai seperti ini...
Mungkinkah ini ingatanku yang samar-samar? Dalam memori aku tidak mengingatnya, tapi tubuh ini lebih mengingatnya, jauh di lubuk hatiku...
To Be Continued...
Author Note: selesai QAQ *akhirnya bisa hiatus dengan tenang! Rest in peace!* okay, abis ini hiatus 2 minggu! -mingkin?- tidur lelap~ main game~ huaaaaa! Aku rindu Kingdom Hearts re:coded! TTATT
Review~
