..
..
..
..
[Chapter 3] – The Incident Part.2
Setelah kejadian penusukan Kyungsoo di bar malam itu, Chanyeol benar-benar tak bisa tinggal diam dengan apa yang hampir saja membunuh Kyungsoo.
Chanyeol mempercepat larinya, berusaha agar tak terlalu membuat jarak dengan pria berambut hitam pekat didepannya. Ia tak melakukan apapun dengan Kyungsoo, hanya saja ia harus memberi pelajaran kepada orang yang hampir saja membuat Kyungsoo-nya mati.
Setelah berusaha menahan kesabarannya, Chanyeol menghentikan pergerakan pria itu dengan menghadangnya. Chanyeol menggeram marah hingga hembusan nafasnya terdengar mengerikan, alih-alih merasa takut, pria didepannya hanya memasang glare yang membuat Chanyeol seakan ingin menonjok wajah manisnya.
"Apa yang anda inginkan tuan Park? Apa ada sesuatu yang salah hingga anda menghentikan saya?"Tanya pria didepannya dengan nada mengejek dan wajah yang memuakkan. Chanyeol membuang muka dan menahan nafasnya.
"Aku hanya ingin membalaskan apa yang hampir kau perbuat kepada Kyungsoo malam ini"
Pria didepan Chanyeol terkekeh. "Maaf saja tuan Park, pada awalnya bukan aku yang mau membunuh kekasihmu –ah, dia belum tahu tentangmu, maaf oke? Aku hanya ingin melenyapkan vampir brengsek yang menjadi kekasih adiknya"
Chanyeol membuang ludah tepat setelah kalimat yang tak rasional ditelinganya diucapkan pria didepannya. "Apa yang kau maksud dengan Luhan? Kenapa?"
"Kau tak perlu tahu alasannya. Hanya saja, kalau tahu alasannya, aku tak jamin kau masih ingin melanjutkan hidupmu"
"Apa yang kau maksudkan?"tanya Chanyeol dan dahinya berkerut. Pria didepannya tertawa kecil yang terdengar mengejek. "Kau memang bodoh Park. Bahkan kau tak tahu kalau Lu–"
"Lee Taemin! Apa yang kau lakukan disini hah!"
Sebuah suara meningkahi angin memutuskan perdebatan kecil antara Chanyeol dan Taemin. Seorang pria tegap dengan rambut hitam kecoklatan dengan sebuah jubah berwarna hitam.
"Choi Minho!"
XXXXXXX
Langit hitam menjadi background terindah dari kastil itu. Disekitarnya terdapat banyak pohon lebat yang terlihat sama menyeramkannya dengan kastil yang berada ditengah-tengah hutan itu.
Tak ada suara apapun, bahkan suara anginpun dapat terdengar.
"Apa yang kau lakukan bodoh?!"
Teriak seseorang dari dalam kastil itu.
Taemin dan Minho sedang berdiri disebuah ruangan luas dengan pencahayaan minim dan tak banyak perabotan disana-sini. "Minho-Hyung! Aku akan membalaskan dendammu!"
Minho menggertakkan giginya. Tangannya mengepal kuat hingga buku-buku jarinya memutih. Tangan kekarnya terangkat untuk memberi Taemin sebuah tamparan keras dipipi.
"Minho! Apa yang kau lakukan?!"teriak seorang wanita memasuki ruangan itu. Rambut hitam panjangnya tergerai begitu indah dipunggungnya, dengan anak rambut yang ada didahinya.
"Brengsek kau!"teriak Minho sambil meninggalkan ruangan itu setelah sebelumnya memberi Taemin sebuah tatapan menusuk.
Tubuh Taemin merosot. Kedua tangannya digunakan untuk menutupi wajahnya dan isakannya mulai menggema diruangan itu.
Krystal berjalan mendekat, dan membawa Taemin kesebuah pelukan hangat. "Sabarlah sayang, kakak mengerti perasaanmu"
XXXXXXXX
Udara sejuk dengan pelan menerpa wajah Kyungsoo dan terasa seperti pijatan lembut yang dapat menentramkan hatinya.
Kyungsoo menutup matanya, dan menghirup dalam-dalam udara sejuk yang terasa begitu hangat dilubuk hatinya.
Sepasang lengan mengelilingi pinggangnya, dan Kyungsoo membuka matanya. Sebuah wajah familiar berada dibahunya dan menutup matanya. Entah dorongan darimana, Kyungsoo tersenyum lembut dan mengecup pelan pipi kanan pria itu.
Mata pria itu terbuka dan bertatapan dengan mata coklat lembut Kyungsoo. Kyungsoo mengerutkan dahinya saat dia menyadari bahwa wajah pria itu terlihat seperti
–Chanyeol.
Kyungsoo membuka matanya, sebuah selimut tebal membungkus tubuhnya, dan ia masih bisa merasakan nyeri yang nyata diperut bawahnya.
Ia ingin pipis. Tapi, setelah membuka mulutnya tak ada sepatah katapun yang keluar melainkan udara kosong.
Kyungsoo merasakan kalau mulutnya benar-benar terasa pahit karena ia tak bicara selama ia masih merasa sakit. Kalau tidak, bisa dipastikan Kyungsoo akan menangis dan berteriak karena tak kuat menahan rasa sakitnya.
Setelah Lay datang dan menyembuhkan lukanya, ia merasa sedikit lebih baik. Sedikit, yah. Karena pria berlesung pipi itu hanya menyembuhkan lukanya agar cepat mengering.
"Ba-baekhyun"
Entah kekuatanbatin atau apa, beberapa detik kemudian, Baekhyun datang dengan keringat bercucuran dan nafas yang terengah-engah. "Baekhyun?"
Baekhyun masih terengah-engah dengan tangan kanannya yang terangkat. Memberi isyarat kalau ia baik-baik saja.
Menit berikutnya, Baekhyun duduk disamping ranjang Kyungsoo dan menggenggam tangan mungil pria-nya. "Kau memanggilku?"
Kyungsoo mengulum senyum kecil dan mengangguk. "Nah, sayang. Aku sudah ada disini, sekarang katakan apa yang kau inginkan?"
"Aku ingin pipis Baekhyun"
XXXXXXXXX
Chanyeol mendaratkan kaki-kaki panjangnya disebuah dahan pohon besar yang ada didekat rumah Kyungsoo.
Mata coklatnya menatap lesu pria mungil yang tengah terbaring diranjangnya karena luka menguak diperut bawahnya. Jika saja Chanyeol bisa bertindak lebih cepat. Jika saja Chanyeol bisa duduk disana dan memberi Kyungsoo sedikit kekuatan. Jika saja Chanyeol bisa mengecup Kyungsoo dan menyembuhkannya. Jika saja….
Mata Chanyeol menajam saat matanya menatap seorang pria memasuki kamar Kyungsoo. Rambutnya keemasan dengan memakai pakaian serba hitam. Luhan.
Chanyeol berpindah dengan pelan kedahan pohon yang lebih dekat karena ia tahu Luhan bisa mendengar gerakannya walau pelan. Tapi Chanyeol yakin, kalau Luhan tak akan menyadari keberadaannya.
Mata Chanyeol membulat saat melihat kelakuan Luhan terhadap Kyungsoo. Dan Chanyeol tak tahu sejak kapan taring dan kukunya mulai menajam.
XXXXXXXX
Luhan memutar kenop pintu kamar Kyungsoo. Mata rusanya menatap lesu sosok Kyungsoo yang terbaring lemah diranjang hanya untuk menyelamatkannya.
Aksi Kyungsoo adalah satu-satunya aksi heroik yang dibenci Luhan. Sangat dibencinya. Karena itu melukainya. Itu melukai Kyungsoo.
Luhan duduk ditepian ranjang Kyungsoo. Menggenggam tangan mungil Kyungsoo yang terasa begitu pas dengan tangan besarnya. Ia mengecup tangan Kyungsoo lalu melepaskan tautan tangannya.
Tangannya beralih pada luka menguak yang ada diperut bawah Kyungsoo setelah ia menyingkap pelan selimutnya dan tangannya bergerak
–menyembuhkannya.
XXXXXXXX
Esok paginya, Kyungsoo bangun tanpa rasa nyeri yang menjalari perut bawahnya. Ia merabanya dan tak menemukan lagi luka menguak yang tertutupi perban lusuh diperutnya.
Kyungsoo membuka matanya lebar-lebar. Beranjak dari kasur, menyingkap kausnya dan melihat lukanya. Sembuh tanpa bekas.
Kyungsoo tersenyum lebar lalu tertawa keras hingga Sehun dan Baekhyun yang berjaga dibawah berlari keatas dan menghela nafas lega. "Kyungsoo, kau membuatku cemas"
Kyungsoo masih terbahak. "Lihatlah sayang. Lukaku sembuh, tanpa bekas"kata Kyungsoo dan Baekhyun sontak melihat tempat dimana luka menguak Kyungsoo berada dulu. Bersih dan lembut.
"Bagaimana bisa?"
Kyungsoo tak menjawab alih-alih masih mengelus perutnya yang menimbulkan kedua pria dikamar itu menelan ludahnya kasar.
XXXXXXXX
Malam itu, Chanyeol mencegat Luhan ditempat pertemuan vampir yang ada dikawasan East Solut.
Luhan memberi Chanyeol sebuah tatapan menusuk dan tak terima karena pria tinggi itu secara sepihak menghentikan langkahnya. "Apa yang kau lakukan pada Kyungsoo?"
Luhan mengangkat sebelah bibirnya dan membuat sebuah desisan yang terdengar menyeramkan. "Memang apa yang aku lakukan dengannya Chanyeol?"
Chanyeol mengalihkan pandangannya dan menggeram kecil. "Aku melihatmu. Kemarin malam"
Alih-alih merasa takut. Luhan hanya memasang wajah menantangnya dan hendak memberi Chanyeol sebuah bogem mentah dan Chanyeol menghadang tangannya. "Apa yang sebenarnya yang kau laku–kau menyukai Kyungsoo?"
Luhan terkekeh sambil mengelus dagunya. "Well, aku bisa dibilang menyukainya sejak aku pertama melihatnya Chanyeol. Jika kau ingin tahu"
Sebuah pedang perak seperti menghunus dada Chanyeol dengan pelan dan itu terasa begitu sakit dan perih secara bersamaan. Chanyeol benar-benar tertohok dengan ucapan Luhan. Ia sudah menduga kalau itu yang terjadi tentang Luhan dan Kyungsoo.
"Lalu kenapa kau mendekati Sehun?"
XXXXXXXX
Baekhyun menyetir mobilnya dengan pelan. Mobil tua yang ia dapatkan dari Kris saat dia berhasil membunuh seorang werehunter –manusia pemburu were-.
Baekhyun masih berpikir tentang luka Kyungsoo. Lay datang tiga hari yang lalu dan terakhir perban Kyungsoo diganti luka menguak itu bahkan masih sedikit basah.
Kepalanya terasa seperti berputar-putar dan berhenti pada satu jawaban.
–Vampir.
XXXXXXXXX
Baekhyun duduk disebuah kursi hitam yang ada diruang kerja Kris. Pria berambut keemasan itu masih pergi entah kemana dengan mobilnya yang tertinggal dihalaman belakang.
Seorang pria berambut hitam kecoklatan dengan ikat kepala putih dikeningnya datang kedalam. "Suho?!"
Pria itu membalikkan badannya dan memberi Baekhyun sebuah tepukan dibahu. "Apa yang kau lakukan disini Baek? Kris sedang mengurus urusannya dengan prianya"
Baekhyun terkekeh. "Apa dia akan lama? Aku menghabiskan waktu perjalanan empatpuluh lima menit dari rumahku"
Suho meraih sebuah buku notes kecil yang ia simpan disaku belakangnya. "Aku tak tahu. Yang pasti, ia akan memuaskan panda kecilnya yang ia tinggal selama tiga bulan"kata Suho sambil mencoret sesuatu dinotesnya. "Apa kau bilang panda? Panda?!"
Suho menutup lubang telinganya. "Jangan histeris Baekhyun"kata Suho . Baekhyun membulatkan matanya, "Bagaimana aku bisa tenang kalau ternyata adikku sudah dibobol"
XXXXXXXX
Kyungsoo duduk diatap rumahnya sore ini. Sinar matahari sore terasa hangat saat jatuh dikulitnya. Telinganya tertutup earphone yang memutar lagu klasik favoritnya.
Tangannya mencoret-coret kertas sketch kosong yang dipangkunya. Dan terhenti saat ia melihat sebuah mobil bak terbuka masuk dihalaman belakang rumahnya.
Bahkan ini belum malam. Tapi bagaimana bisa Luhan keluar saat petang hari?
Kyungsoo segera berlari dan membuka pintu rumahnya untuk Luhan dan selanjutnya memanggil Sehun yang ternyata tak ada. "Hai Luhan-Hyung"sapa Kyungsoo yang dihadiahi Luhan sebuah senyuman tulus hingga matanya berkerut.
"Sayangnya Sehun tak ada"
Luhan duduk disofa Kyungsoo. "Dia kemana Kyungsoo?"tanya Luhan sambil mencomot sebuah makaron dimeja. "Aku tak tahu. Hei, kau tahu lukaku sudah sembuh"
Luhan memasang wajah terkejutnya dan itu hanya tipu muslihatnya. "Benarkah? Siapa yang menyembuhkannya?"tanya Luhan.
Kyungsoo menyingkap kausnya dan memperlihatkan perutnya pada Luhan. "Lihatlah, sembuh tanpa bekas"kata Kyungsoo.
Tangan Luhan terulur untuk mengelus permukaan kulit perut rata Kyungsoo dan menyimpannya diingatan jangka panjangnya. "Bagaimana bisa?"tanyanya lagi.
"Aku tak tahu. Tapi aku yakin kalau malam itu ada seseorang yang masuk kedalam kamarku dan menyembuhkan lukaku"
XXXXXX
Esok harinya.
Baekhyun menyetir mobilnya kearah bar milik Kris dengan lagu pop yang berputar lewat radio. Baekhyun tak bisa menunggu terlalu lama kemarin, karena pikirannya terbelah antara Kyungsoo dan Tao.
Luka Kyungsoo yang sembuh tiba-tiba dan fakta kalau kemarin Kris memperkosa adiknya.
Baekhyun mendorong pintu ruang kerja Kris dan menemukan pria berambut keemasan itu duduk diatas kursi putar menghadap langit dari jendela besarnya.
"Kris"
Kris memutar kursinya dan tersenyum kecil tanda menyapa pada Baekhyun. "Baek kau datang. Aku dengar kau kemarin datang mencariku"
Baekhyun duduk dikursi empuk yang ada didepan meja kerja Kris yang terisi tumpukan kertas-kertas tagihan dan notes-notes. "Aku tak tahu kau adalah kekasih Tao dan fakta mengatakan kalau kau sudah berhasil membobolnya"
Kris terkekeh dan beranjak dari kursinya lalu duduk dikursi yang lain. "Maafkan aku tentang adikmu oke? Aku benar-benar tak bisa menahan ini. Tapi Baekhyun, fakta menyenangkan lainnya adalah aku mencintaimu adikmu tulus"
Baekhyun mendengus kasar dan Kris tertawa pelan. "Bagaimana mungkin kau bahkan tidak memberi tahuku tentang hubunganmu dengan panda kecilku"kata Baekhyun sambil menalipat tangannya didada. "Maafkan aku Baekhyun. Hanya saja, tolong jaga Kyungsoo dengan baik"
XXXXXXXXX
Sehun berjalan sendiri melewati hutan dekat rumahnya petang ini. Tangannya semakin mengeratkan jaketnya dan syal yang dipakainya.
Rambut pirangnya bergerak tak teratur karena tertiup angin. Sehun terus berjalan hingga seorang pria tegap berdiri didepannya dan menghentikan langkahnya.
"Siapa kau?"tanya Sehun. Ia merasa takut sekarang hingga ia ingin menangis dan berteriak, tapi teriakannya hanya berhasil berhenti ditenggorokannya hanya menghasilkan udara kosong saat Sehun mencobanya.
"Kau tak perlu tahu siapa aku Do Sehun. Yang pasti, aku adalah seseorang yang akan menjalin kehidupan panjang bersamamu"
Sehun masih bisa mendengar suara bass pria itu hingga akhirnya ia jatuh pingsan karena sesuatu yang menghantam tengkuknya dengan keras.
Seorang pria datang. Membawa Sehun digendongannya dan menggendongnya pulang.
Kerumah Kyungsoo.
XXXXXXXXX
Kyungsoo tengah berkutat didapur pribadinya. Luhan sedang duduk diruang tengah dan Kyungsoo tak menyukai kenyataan kalau ini sudah malam dan Sehun belum tiba dirumah.
Suara ketukan pintu membuat Kyungsoo menoleh dari kompornya keruang tamu. "Luhan-Hyung. Tolong buka pintunya"teriak Kyungsoo sambil mencicipi supnya.
"Ne baiklah –Ya Tuhan Sehun, apa yang terjadi padanya?!"teriak Luhan dan Kyungsoo segera berlari ke ruang tamu dan menemukan seorang pria membawa Sehun digendongannya.
"Chanyeol"
Ada sebuah perasaan tak rela dan nyeri didada Kyungsoo saat melihat Sehun berada dalam gendongan Chanyeol. "Kyungsoo. Aku menemukannya didekat hutan petang ini"
"Bawa dia masuk"kata Kyungsoo tanpa gairah. Mood-nya pergi entah kemana. "Kyungsoo. Kau memasak ya?"
"Ya Tuhan Misoku"
Kyungsoo berlari terbirit-birit sambil mematikan kompornya karena sup miso-nya hampir saja gosong. Kyungsoo menghela nafas lalu berjalan lagi ke ruang tamu.
Sehun berbaring diranjang tak sadarkan diri, dengan Chanyeol dan Luhan. Kyungsoo berpikir, mungkin saja Chanyeol menyukai Sehun. Tapi dalam hatinya juga berbisik. Semoga Tidak.
XXXXXXXX
Malam itu, entah kenapa Baekhyun bergelagat aneh yang membuat Kyungsoo bergidiki ngeri. "Kyungsoo…"
Kyungsoo yang ada diatas ranjangnya membuka matanya pelan dan menemukan Baekhyun diambang pintu dengan gelagat aneh seperti orang kerasukan.
Baekhyun berjalan pelan kearah Kyungsoo dengan mata coklatnya yang menatap Kyungsoo penuh nafsu dan gairah. Kyungsoo berpikir mungkin saja Baekhyun sedang tak enak badan dan secara tiba-tiba Baekhyun menjatuhkan tubuhnya diatas Kyungsoo, ia menatap Kyungsoo pelan dan matanya menjadi sayu.
"Kyungsoo"Baekhyun berbisik sambil mengelus pipi bulat Kyungsoo. "Baekhyun, apa yang terjadi padamu?"tanya Kyungsoo. Baekhyun menariknya kedalam sebuah pelukan dan menciumnya tepat dibibir. Kyungsoo bisa merasakan kalau Baekhyun sedang mabuk sekarang. "Baekhyun kau mabuk sayang, apa yang terjadi padamu?"
Baekhyun tak menjawab alih-alih sedang menciumi leher Kyungsoo. Dan –"Akhhh"erang Kyungsoo- memberi sebuah kissmark disana. "Ahh… Baekh ahh~"erangan Kyungsoo membuat Baekhyun semakin gencar menjilat dan memberi kissmark dileher Kyungsoo dan memenuhinya. "Kyungsoo, bolehkah?"
..
..
..
..
..
"Baek ahh~ jangan menggodaku, cepat masuk ahh~"
Dengan sekali dorongan kuat Baekhyun memasukkan penisnya dan memenuhi lubang Kyungsoo yang menimbulkan lenguhan keras dari Kyungsoo. "Bergeraklah"
Sekali tarikan Baekhyun kemudian mendorong kuat-kuat masuk penisnya hingga menimbulkan suara kulit yang bersinggungan menggema dikamar Kyungsoo. Masa bodoh dengan Sehun yang sekarang ada dikamar sebelah.
XXXXXXXXX
Esoknya, Kyungsoo bangun dengan pantatnya yang terasa sangat nyeri. Ia mendudukkan tubuhnya dan memandang kekasihnya yang sedang tidur disampingnya. Matanya, hidungnya, pipinya, dan bibirnya. Ya Tuhan Kyungsoo menyukai semua bagian dari Baekhyun. Semuanya.
Singkatnya, Baekhyun bangun dan menggendong Kyungsoo masuk kedalam tub dan menggendongnya lagi keluar kamar mandi. Ia juga memakaikan baju Kyungsoo dan menggendong Kyungsoo kebawah untuk sarapan.
Luhan dan Sehun ada dibawah sedang sarapan. Mereka mungkin tak terlalu peka untuk menyadari perubahan wajah Luhan saat melihat Baekhyun menggendong Kyungsoo bridal dari lantai atas. "Pagi Hyung"Sehun berkata dengan makanan yang penuh dimulutnya.
Baekhyun mendudukkan Kyungsoo disampingnya dan mengambilkan prianya sarapan.
Ditengah sarapan entah kenapa Kyungsoo terus saja menarik-narik baju Baekhyun. "Sayang, ada apa? Katakan, jangan membuatku khawatir"kata Baekhyun sambil menatap Kyungsoo cemas. Kyungsoo memasang puppy eyes terbaiknya. "Perih, sayang. Sungguh ini begitu panas dan nyeri"
Sehun dan Luhan memandang Kyungsoo saat pria mungil bermata bulat itu mengatakan perkataannya secara blak-blakkan. Baekhyun menghela nafas dan mengelus rambut Kyungsoo. "Jadi, apa yang kau inginkan? Mau ku oles salep?"tanyanya dan Kyungsoo menggeleng. "Kau akan memasukkannya lagi nanti"
Baekhyun menghela nafas dan memandang kearah Sehun. "Bagaimana dengan Sehun?"tanya Baekhyun. Kyungsoo lagi-lagi menggeleng. Dan akhirnya pandangan Baekhyun berhenti dibangku Luhan. Pria bermata rusa itu menatapnya dengan sisa makanan dipiringnya. "Bagaimana dengan Luhan, sayang?"tanya Baekhyun lagi dan Kyungsoo akhirnya mengangguk.
Luhan membulatkan matanya dan menatap Sehun cemas. "Apa tidak apa-apa Sehun-ah?"tanya Luhan dan Sehun menggeleng. "Tidak apa-apa Hyung. Kalau itu Kyungsoo Hyung, aku bisa memahaminya"jawabnya enteng.
Dengan berat hati, Baekhyun harus menyerahkan seorang seme lain untuk mengolesi salep dibagian paling disukainya dari Kyungsoo. Terbersit sebuah rasa tak terima dan akhirnya Baekhyun harus mengalah untuk Kyungsoo kali ini. Ya, kali ini saja.
XXXXXXXX
Tak ada yang pernah tahu apa yang ada dihati manusia.
Kecuali sang pencipta dan dirinya sendiri.
Hal ini pun terjadi pada anak adam itu
Tak mengerti dengan apa yang mereka rasakan.
Hanya memendamnya tanpa berniat akan mengatakannya.
Karena mereka akan mendapatkan kehidupan bersama yang lebih baik setelah itu.
Dan pada akhirnya. Definisi terbaik dari cinta adalah menunggu dan berkorban.
To be continue…
Chap 3 is up.
How about it?
Saya mau ngucapin banyak-banyak terimakasih sama semua yang foll fav ff ini
Mind to review?
Channie10
