Yang chapter sebelumnya itu masih prolog...sekedar informasi x3
Disclaimer : Fujimaki Tadatoshi
Spoiler Kisenya sedikit OOC disini :3
Selamat membaca~
"I'm going onii san!"teriak kamiya yang sudah bersiap mengambil sepedanya.
Ka chris mengerutkan dahi melihat anak bosnya itu.
"You...clumsy girl, why you wear a trouser inside your school skirt?!
"Japan skirt is too short."desah miya."i dont want to be late in my first ceremony so bye bye niinii."miya melambaikan tangan sambil mengayuh sepedanya dengan kencang. Ka chris hanya bisa menggelengkan kepala melihat kelakuan aneh kamiya.
.
.
.
"Merepotkan sekali" kise menghela nafas panjang. Masih pagi pun ia sudah dikerumuni banyak cewe, belum lagi ia menjadi perwakilan siswa baru pada upacara pagi ini. Ia hanya bisa mengeluarkan senyum palsunya dan berakting seperti halnya di depan kamera. Seketika matanya tertuju kepada seorang gadis yang menarik perhatiannya. Gadis itu berambut coklat tua dengan rambut tergerai dan diikat sebelah seperti anak kecil. Ia memakai celana olahraga di dalam roknya dan masih bisa mengayuh sepeda dengan sangat percaya diri.
"Lihat gadis itu...norak sekali.." cibir salah seorang gadis yang ikut mengerumuni kise.
Kise menatap gadis yang mencibir tadi, ia mengenakan make up tebal dan parfum yang wanginya sangat menyengat hidung. "Cewe zaman sekarang benar benar mengesalkan" batin kise sambil masih menyunggingkan senyum palsunya.
Kamiya memarkirkan sepedahnya lalu memasuki aula tempat upacara berlangsung. Seorang guru sudah bersiaga di depan pintu aula sambil menyilangkan kedua lengannya. Tatapannya yang tajam siap menikam siapa saja siswa yang melanggar peraturan sekolah yang hendak memasuki aula. Menyadari hal itu kamiya memikirkan cara agar ia bisa selamat dari pantauan guru tersebut. "Aha cowo itu pasti bisa" batinnya. Ia menghampiri cowo berambut kuning yang berjalan dibelakangnya. Kise kebingungan melihat gadis bercelana olahraga itu mendekatinya. "Pasti dia juga ingin minta tanda tangan" desahnya dalam hati. Tiba tiba gadis itu bersembunyi di belakang tubuh kise.
"Mohon bantuaannya"bisik kamiya.
Kise benar benar kebingungan dengan kelakuan aneh gadis yang bersembunyi di belakangnya itu, ia pun mengerti ketika telunjuk gadis itu menunjuk ke arah guru yang sudah bersiaga di depan pintu aula.
"Pfffft tetap dibelakangku." Seru kise sambil menahan tawanya.
Kamiya pun berhasil memasuki aula dengan selamat.
"Hahahahahaha benar benar gadis aneh." Tawa kise meledak saat mereka berhasil masuk ke aula. Kamiya hanya memerhatikan lelaki itu dengan mimik bloonnya. Kamiya pun mengucapkan terima kasih setelah tawa cowo itu mereda.
"Kamu pemain basket kan, jangan lupa untuk melakukan stretching sebelum bermain...tangan kirimu terlalu kaku."seru kamiya tiba tiba.
Sontak kise membisu, "bagaimana ia bisa tau kalau aku pemain basket bahkan dia tau kelemahanku." Batinnya.
"Ah iya satu lagi, senyummu itu benar benar menyedihkan tidak seperti tawamu barusan, kalo kamu ga ingin tersenyum lebih baik gak usah tersenyum, dadah." Seru miya meninggalkan kise yang terheran heran melihat gadis yang bahkan ia tidak tau namanya sudah berani menceramahinya.
.
.
.
Sudah genap sebulan kise ikut dalam klub basket SMA Kaijou. Tetapi ia jarang mengikuti kegiatan klub malah sibuk dengan kegiatan modelingnya. Pagi pagi sekali kise sudah datang ke sekolah, ia berniat untuk berlatih basket sendiri juga menghindari gerombolan fans fans cewek yang akan mengerubuninya. Anehnya pagi itu gerbang lapangan basket sudah terbuka dan terdengar suara dribbling basket dari dalam. "Apa ada yang berlatih juga?" Bisiknya sambil menengok ke dalam. Seorang gadis berambut coklat dan bercelana olahraga sedang mendribble bola, ia berlari dan melakukan lay up dengan cantik. Kise pun menepuk tangannya dan menghampiri gadis itu.
" hei gadis aneh, kita bertemu lagi."sapanya.
.
.
Sunyi beberapa detik.
.
.
"hmmm siapa ya?" Jawab kamiya dengan wajah bloonnnya lagi.
Kise kaget baru kali ini ada gadis yang tidak mengenalinya, bahkan setelah ia menolongnya.
"Aku yang udah nolongin kamu waktu upacara penyambutan itu."seru kise.
"Ah aku ingat kamu si senyum palsu kan?"kamiya memiringkan kepalanya.
"Iya iya terserah kamu deh mau manggil aku senyum palsu kek alamat palsu kek (ayu tinting dong xD), mau coba main one on one denganku gadis aneh?"
"Bukan gadis aneh tapi kamiya."jawab miya yang sudah bersiap diposisinya.
"Pfft...Ok kamiya si senyum palsu ini panggil saja ryouta."timbal kise yang juga sudah bersiap di posisi defensenya.
Kamiya mendribble pelan sambil menatap lekat lekat lawannya. Kise mengeluarkan aura karismatiknya yang berkilauan (?) agar kamiya kehilangan konsentrasi. Kamiya pun melemparkan bola basket di tangannya. Bola itu melayang dan...
"Bruk"
"Ittaiiiii...kenapa kamu melemparkan bolanya ke mukaku, huh?! Teriak kise memegangi hidungnya yang terkena lemparan bola.
"Oops...maaf tanganku Refleks, mungkin bola ini tidak suka dengan mukamu yang tebar pesona itu." Seru miya memeletkan lidahnya.
Tak terima dengan perlakuan kamiya padanya, kise pun merebut bola basket dari tangan miya dan memulai melakukan penyerangan. Anehnya dalam sekejap bola itu kembali ke tangan miya dan dengan lincah ia melakukan lay up dan bola pun masuk ke dalam keranjang.
"Nyaaaaa aku menang~" teriak kamiya sambil melompat kegirangan.
Kise menyentil dahi kamiya pelan. "Jangan terlalu lebay, aku tadi cuma pemanasan kok, kalau aku yang menang nanti kamu nangis lagi." Kise terkekeh.
"Dasar cowo jaim...kalau kalah ya kalah...gausah berdalih gitu deh."sanggah kamiya memanyunkan bibirnya kesal.
Kriiiiiiiiiiing
"Ah, udah bel...aku harus cepet masuk."ujar kamiya berlari meninggalkan kise tanpa mengatakan apapun.
"Hei cewe aneh, nanti kita main lagi ya..."teriak kise. Tak ada jawaban dari kamiya dia benar benar terburu buru berlari ke kelas sebab ia tidak mau dihukum guru BP karena ia memakai celana olahraga lagi. Kise terdiam sejenak dan mengingat kembali permainan basket barusan, ia benar benar penasaran kenapa gadis itu bisa merebut bola darinya dengan mudah. "Gadis yang menarik." Batin kise.
