" Miya where do you go with that weird clothes!" Ka chris menarik kerah baju belakang kamiya.

Kacamata hitam tapi baju serba oranye juga teropong yang dikalungkan di lehernya. Ka chris benar benar tidak habis pikir kenapa cewek yang satu ini benar benar ga kayak cewek pada umumnya.

" Onii san let me go...let me go...can't hold it back anymore (nyahahaha jadi nyanyi let it go xD) i'm in a hurry now..." berontak miya.

"i'll let you go if you change your clothes first." Ujar Ka Chris mencubit hidung miya.

" kyaa onii san you forgot to close your zipper pants!" teriak kamiya.

Ka chris melepaskan tanganya dari kamiya dan hendak menutup resleting celananya. Ternyata ia tertipu lagi oleh anak bosnya itu. Dan kamiya pun berhasil kabur dari genggaman ka chris.

"Oh my...that little idiot is really troublesome." Keluh ka chris.

.

.

.

Lapangan basket di SMA Kaijou ramai dikunjungi, meskipun hari ini libur. Karena disini akan dilaksanakan pertandingan persahabatan antara grup basket SMA Kaijou dengan Seirin.

" kise kuun...ganbatte ~ ~ "teriak fans fans kise yang mendominasi kursi penonton.

" Haah...kise tolong suruh fans fans mu itu diam...mereka benar benar menggangu." desah Kasamatsu, kapten tim basket Kaijou.

" Biarkan saja mereka...wanita adalah suporter terbaik." Sanggah moriyama berbunga bunga melihat banyak penonton cewe disana.

Anggota basket Seirin pun masuk ke lapangan.

Lelaki berpostur tinggi dan berambut merah menyala menyeringai melihat muka kise (kyaaaa kagamii w)/). Ia benar benar seperti harimau yang siap menangkap mangsanya bagaimanapun caranya seperti namanya "Taiga (tiger)".

" Gomen minna, pelatih menyuruhku untuk tidak main dalam pertandingan ronde pertama ini," seru kise " Tetapi dengan serangan kejutan mungkin pelatih akan memasukkanku menjadi pemain." lanjut kise sambil berbisik.

" Sial...mereka meremehkan tim kita...bahkan kita hanya bermain di sepertiga lapangan saja...benar benar menyebalkan." Geram Izuki senpai.

" Heh...benar benar menyenangkan." Seringai kagami.

Kamiya berlari sekuat tenaga menuju auditorium lapangan basket. Sesampainya disana pertandingan sudah dimulai. Matanya terbelalak melihat sosok yang dikenalnya bermain disana. Air matanya pun menetes melihat lelaki yang ingin ia temui di Jepang ada disana. Lelaki itu melakukan lay up dan merusak ring basket.

"pfffft...dia masih seperti dulu." Tawa miya. Ia berlari menuju bangku pemain tetapi kali ini yang ditujunya bukan bangku pemain Kaijou tetapi Seirin.

" Pelatih biar aku yang bayar ganti rugi ring yang rusak itu, dan biarkan mereka bermain di lapangan sungguhan!" seru miya sambil membungkukkan badannya.

" lho cewek aneh itu kenapa disini." Batin kise.

Akhirnya pelatih pun setuju dan membereskan lapangan sehingga mereka bisa bermain di satu lapangan penuh.

"Tigeeer.." teriak miya ." Waaa you're getting so big and really tall now tiger."

"Y-you...lil idiot miya right?!" seru kagami.

" Unn i am...but may be i'm not lil idiot again but a big idiot now." Seru miya sambil memperlihatkan kalung yang sama dengan kagami kepadanya.

Dibalik kagami terlihat lelaki berambut biru langit yang dulu ditemui kamiya.

"Aaah candy boy...kita bertemu lagi." Seru miya sambil mengusap usap kepala kuroko.

"Terima kasih untuk permennya waktu itu." Kata kuroko membungkuk dan tanpa ekspresi.

"Ehem maaf mengganggu reuni kalian...tapi pertandingan akan dimulai kembali sekarang!" tegas riko.

Pertandingan pun dimulai kembali. Dan kali ini kise dimasukkan menjadi pemain.

"Gomenasai...kamu manajer klub seirin ya...maaf saya telah mengganggu." Ujar miya membungkukkan badannya kembali.

"Ara saya pelatih mereka...saya juga minta maaf karena memotong pembicaraan kalian." Ujar Riko.

Mata kamiya mendadak berbinar ia pun memegang kedua tangan riko lalu berkata " Kereeen...cewek semanis kamu jadi pelatih basket."

"Aaah masa...begitukah menurutmu...makasih makasih." Riko salah tingkah dan jadi kepedean xD.

"Oh ya, kamu kenal dengan kagami kun?" tanya riko.

"Dia itu sahabat kecilku saat di Amerika, emm mungkin sudah sekitar 3 tahun aku tidak bertemu dengannya." Ucap kamiya sambil memperhatikan permainan basket kagami.

Riko memperhatikan wajah miya sesaat. Terlihat mata miya yang sembab juga senyum manis yang ia sunggingkan saat melihat permainan kagami.

"Gadis ini benar benar menganggap kagami sangat berharga, kenapa cewek semanis ini bisa bersahabat dengan monster." Batin riko."Ngomong ngomong kenapa pakaian cewek ini norak banget."batinnya lagi.

~To be continued~


*Guling Guling di kasur* *Gigit gigit bantal* *Nyiumin boneka dekil*

skip...abaikan si author yang lagi stress ini

mind to RnR ?