Sekedar info nih...fanfic ini alurnya ngikutin kejadian kejadian yang emang terjadi di anime/manga kurobas :3


Pertandingan menegangkan antara Kaijou dan Seirin pun berakhir dengan Seirin sebagai pemenangnya. Kuroko sampai harus mendapat luka di kepalanya karena pertandingan sengit tersebut.

Kise spontan meneteskan air matanya, karena baru kali ini ia dikalahkan.

"BUK" kasamatsu senpai memukul keras kepala kise.

"Oi bodoh...gausah nangis, ini kan cuma pertandingan persahabatan saja!" tegas sang kapten

" Ryouta kun...pertandingan tidak akan menyenangkan sebelum kamu merasakan kalah, karena kalah kita jadi lebih bersemangat kan!" seru kamiya tiba tiba menepuk bahu kise sambil tersenyum lebar, dan ini pertama kalinya kise melihat gadis itu tersenyum padanya.

" Ryouta kise...kita bertemu lagi nanti di turnamen, pertandingan hari ini benar benar pertandingan pertama yang paling menyenangkan di jepang!" seru kagami yang berdiri tepat di belakang kamiya.

" Saat hari itu tiba, akulah yang akan menang!" seru kise dengan percaya diri sambil berjalan pergi meninggalkan lapangan.

.

.

.

" kyaaaa yokattaaa~ ~akhirnya kita menang!" teriak riko.

" Yaaay aku juga ikut senang!" seru kamiya tiba tiba.

"Eeeeh?!" semua anak Seirin kaget.

" Lil idiot, why are you here? You're kaijou students right." Ujar kagami mencubit pipi kamiya.

" Becos i wanna go co de paty wit yu all." Jawab miya yang pipinya masih dalam cubitan kagami.

Kagami menghela napas. " okay up to you, afterall you saved me to pay the broken ring." Pasrah kagami.

" Yattaa~~" girang kamiya.

" Emm...ngomong ngomong soal party, memang kita masih punya uang ya?" tanya riko.

Semuanya mengeluarkan uang dan ternyata setelah disatukan uang mereka hanya mampu untuk membeli sebungkus roti ( haduh watir pisun ). Tetapi beberapa detik kemudian ada container yang lewat bertuliskan " STEAK GRATIS". Sontak mata riko berbinar. Dan mereka pun memutuskan untuk makan disana.

" Silahkan steaknya." Kata pelayan memberikan steak empat tumpuk.

" A-apa mana mungkin kita bisa makan sebanyak ini!" seru junpei dengan mata terbelalak.

" Kalian harus menghabiskan steak ini, kalau tidak kita harus membayar." Bentak riko mengeluarkan tatapan iblis kesurupannya xD.

Kamiya dan kagami sudah memakan steak duluan dengan tenang.

" lho, kamiya kamu gausah makan steak itu nanti kamu gemuk!" larang riko.

" ga apa apa malahan bagus kalo gemuk" ucap miya sambil masih mengunyah steak dimulutnya.

" Gadis ini mau makan sebanyak apapun ga pernah gendut." Ucap kagami yang sudah menghabiskan steaknya.

" aaah kalau saja aku bisa seperti miya." Desah riko yang bahkan sudah bertambah 3 kilogram bulan ini karena terlalu banyak makan cake.

Selesai makan steak, yang sebetulnya banyak dihabiskan sama kagami xD. Mereka pun keluar dari restaurant.

" lho, mana kuroko?" tanya junpei.

" Haaah, anak itu benar benar merepotkan, semuanya berpencar cari dia!" perintah riko.

.

.

.

-Kagami berdua dengan kamiya mencari kuroko-

" Lil idiot, kenapa kamu datang ke jepang?" tanya kagami tiba tiba.

" Emm, tentu saja karena aku ingin bertemu kalian." Jawab miya tersenyum lebar.

" Maafkan aku ya.." ucap kagami mengusap lembut kepala miya.

Kamiya pun terbengong heran dan memperlihatkan wajah bloonnya seperti biasa. " Maaf untuk apa?" tanya miya.

" Karena waktu itu aku meninggalkanmu ke jepang hanya untuk bertemu tatsuya." Jawab kagami sambil menatap ke atas.

" ga masalah kok, kalau aku jadi kamu pasti aku juga ngelakuin hal yang sama, lagipula sekarang kan aku bisa ketemu kamu lagi... taiga." Ucap miya tersenyum kembali tapi kali ini ia meneteskan air matanya.

Di pinggir jalan terlihat beberapa anak bermain basket di lapangan basket di dekat taman.

" wohoo street basketball...i wanna join." Girang miya langsung masuk ke lapangan basket itu.

Di seberang lapangan terlihat kise sedang mengobrol dengan kuroko, kagami pun menghampiri mereka.

" Apa yang kau lakukan disini kuroko, riko senpai mencarimu tuh!" seru kagami memotong pembicaraan mereka.

" Kagami kun kamu mendengar pembicaraan kami?" tanya kuroko datar.

" Sedik_OII PERGI KALIAN.. INI LAPANGAN KITA, BODOH!" jawaban kagami pun terpotong oleh teriakan dari lapangan basket. Segerombolan laki laki memukul salah satu anak yang sedang bermain.

Spontan kamiya menarik kerah baju lelaki sombong itu, " Ini lapangan umum, jadi jangan sok berkuasa disini!" geram kamiya.

" Woow gadis manis ini boleh juga, mau bermain denga#slap." Kagami menangkis tangan lelaki yang hendak menyentuh kamiya itu dan menarik kamiya ke sisinya.

" Ayo kita bertanding tiga lawan lima, dan yang menang boleh memakai lapangan ini sesuka hati, bagaimana?' tawar kise.

" Empat lawan lima." Tambah kamiya yang masih geram dengan kelakuan orang orang sombong itu.

" Hahahaha dua lelaki besar dan dua gadis manis, baiklah ayo kita bertanding." Ucap lelaki itu angkuh.

" Maaf tapi saya laki laki." Sanggah kuroko datar.

.

.

.

Pertandingan itu pun dimenangkan oleh tim miya. Bahkan dengan skor yang terlampau sangat jauh 100 – 6. Dan yang lebih mengejutkannya kamiya yang telah mencetak setengah dari skor yang telah mereka dapat.

" Nyahahahahaha hari ini menyenangkan sekali, aku bahkan berhasil menampar mereka satu persatu." Bangga miya.

" Oii lil idiot, tadi itu kamu dalam bahaya kan?! Ga nyadar hah..,gimana kalo tadi kamu celaka!" bentak kagami.

" Emm habisnya aku tau pasti tiger sama yang lain ngebantu aku . " jawab miya tersenyum santai.

Kagami pun terdiam.

" Sudah ya, aku pulang, bye." Seru kise. Tiba tiba kamiya memegang lengan kise. " Aku ikut!" katanya.

" lho, kamu ga -." Kagami pun berhenti berbicara " dia kan memang anak kaijou" Batin kagami." Bye, sampai ketemu lagi.' Lanjut kagami kemudian.

" Bye bye tiger, candy boy." Seru miya melambaikan tangannya.

Kise dan kamiya pun berjalan pergi. Kise benar benar bingung kenapa kamiya ikut dengannya. Langit sore itu menyinari wajah kamiya yang masih tersenyum manis. Wajah kise mendadak panas dan ia jadi salah tingkah karena kamiya masih memegangi lengannya.

" Hei senyum palsu, terima kasih untuk hari ini yaa'" ucap kamiya tersenyum semakin lebar. Tubuh kise seperti tersetrum dan jantungnya berdetak kencang.

" Ma-makasih untuk apa ?" tanyanya.

" Kalau bukan kamu yang mengusulkan untuk melakukan pertandingan dengan Seirin, mungkin aku takkan bertemu dengan tiger dan candy boy." Jawab miya cengengesan.

" Oi gausah cengengesan gitu cewe aneh, aku ngelakuin itu bukan untuk kamu." Kise mencubit pipi kamiya yang seharian ini jadi tumbal cubitan tangan tangan cowok. Wajah kise masih merona, baru kali ini ada gadis yang bisa membuat dia jatuh hati.

~ bersambung~


waduh udah mulai ke romance author jadi bingung...dapet ga ya romance nya..maafkan author kalo kurang ngena ..

ditunggu reviewnya~