Haduh aku author apaan yah...di chapter 5 baru angkat biacara #digampar reader
maafkan author yang jarang berbicara ini yah -sujud sujud-
summary : Kamiya pindah ke Sma Seirin, apa yang akan terjadi selanjutnya...cekidot aja ya ~
Disclaimer : Fujimaki Tadatoshi
" Waaa telat...sepedah rusak, aku pake acara bangun kesiangan...Ka Chris juga gabisa nganter lagi!" kamiya menggerutu sambil berlari membawa sekantong taiyaki isi kacang merah kesukaannya.
Dari kejauhan terlihat seseorang sedang mengayuh sepedah plus gerobak yang dihuni makhluk berambut hijau dan berkacamata (langsung ketebak kan xD).
"STOP!" seru miya menghalangi sepedah itu tiba tiba, sampai sang pengemudi terbentur stang sepedahnya sendiri.
"Oiii gadis manis...apa yang kau lakukan...kalau mau mengajakku kencan nanti saja." Ujar takao mengusap usap kepalanya yang terbentur stang.
"Aku nebeng yaa...kayaknya sekolah kita searah deh." Miya memasang wajah memelasnya."Aku kasih taiyaki isi kacang merah ini untuk kalian deh." Lanjutnya.
"Maaf ya...kita sedang buru buru, iya kan midorima." Takao menengok ke arah sobatnya yang ternyata sudah terbujuk dan membiarkan miya duduk disampingnya. Takao menghela napas panjang dan tidak bisa berbuat apa apa lagi, ia pun mengayuh sepedahnya kembali dengan muatan yang lebih berat dari sebelumnya.
.
.
.
" Ohayou minna...pagi ini kita akan kedatangan murid baru...ibu harap kalian bisa berteman baik ya..."
" Sensei...mana murid barunya.." celetuk salah seorang siswa.
*BRAK*
Seorang gadis bercelana olahraga masuk dari jendela kelas. Di rambutnya terselip daun daun karena dia menaiki pohon agar bisa masuk ke kelasnya yang ada di lantai dua tanpa diketahui oleh satpam sekolah.
" ano sensei ohayou...gomenasai saya telat ya hehe." ucap Kamiya sambil cengengesan.
*GRATAK*
" Lil idiot...why are you here?!" teriak kagami yang kaget sampai menggertakan mejanya.
" Aaa tiger...from now on i'm going to be seirin student!" seru miya mengacungkan jempolnya.
" ehm...kamiya san kamu belum memperkenalkan dirimu kepada teman teman yang lain." Ucap sensei .
" ohayou minna...atashi wa kamiya yomotsuki desu...aku pindah ke seirin karena aku ingin satu sekolah dengan tiger...mohon bantuannya semua." Kamiya memperkenalkan dirinya dengan lantang.
Anak laki laki dikelas menyiuli kagami, " kagami...pacarmu manis sekali." Goda mereka.
" Bukan...dia bukan pacarku.." bantah kagami yang mukanya memerah seperti warna rambutnya. Kamiya hanya terkekeh melihat kagami digoda oleh teman temannya.
.
.
.
" Jangan ikuti aku!" tegas kagami menghentikkan kamiya yang sedaritadi mengikutinya bersama kuroko.
" kenapa? Kita kan fansmu tiger, iya kan candy boy." Ucap miya dengan wajah bloonnya tersenyum lebar. Kuroko hanya mengangguk dengan muka poker facenya.
" Hah?! Fans apaan...terus kuroko kenapa kamu ikut ikutan." Kagami mencubit pipi kamiya yang daritadi senyum senyum sendiri.
Kamiya tertawa lepas, entah sudah berapa lama kagami dengannya tidak bersama seperti ini. Mulai sekarang, aku akan selalu bersamamu kagami, batinnya.
Di depan gerbang sekolah terlihat gadis gadis berteriak histeris. Tetapi ada juga lelaki yang ikut ikutan teriak teriak (nah lho xD).
" Ada es krim gratis ya?" tanya kamiya yang ikut ikutan masuk ke gerombolan itu.
Ternyata seorang lelaki berambut kuning dan memakai seragam yang miya kenal sedang berdiri disana sambil menebarkan senyum palsunya di hadapan para gerombolan fansnya, Kise Ryouta. Mata kise dan kamiya pun bertemu. Senyum palsunya pun menghilang, ia langsung menarik kamiya ke dalam mobilnya.
" Waah penculikan nih !" seru kamiya yang tidak terima dirinya ditarik paksa masuk ke dalam mobil kise.
Kise pun memperhatikan kamiya dengan serius, " Kenapa kamu pindah sekolah? Apa ada yang mem-bully- mu di kelas? Kembalilah ke kaijou, aku akan meminta kepala sekolah untuk memindahkanmu ke kelasku!" tegas kise menatap mata kecoklatan kamiya lekat lekat.
" Aku ga di bully kok, malah mereka semua menangis saat aku pergi, aku jadi tak enak dengan mereka." Ucap miya.
" lalu kenapa kamu pindah?" tanya kise kembali.
" Karena di Seirin ada tiger." Jawab miya singkat sambil tersenyum lebar.
Sekejap ada yang terasa sakit di tubuh kise. Melihat senyum yang kamiya perlihatkan karena orang lain. Parasnya memang sangat berubah semenjak kamiya bertemu kagami. Kise pun terdiam, tak mampu melarang, membujuk kamiya untuk kembali ke kaijou pun sudah pasti kamiya akan menolaknya.
" Ryouta kun, berhenti disini." Ucapan kamiya membuyarkan lamunan kise." Aku traktir ramen, mau kan? Aku juga sudah mengajak tiger dan candy boy." Ucapnya mengedipkan sebelah mata. Tidak ada jawaban dari kise.
" Ah ya, sebelum masuk ke dalam _ " kamiya mengeluarkan barang barang anehnya dan memasangkannya di kepala kise. Topi ala pendaki gunung, kumis kumisan, tahi lalat buatan, juga kacamata hitam semuanya dipasangkan dikepala dan wajahnya.
"Nah_ penyamaran selesai, sekarang kamu ga usah khawatir dikerubunin fansmu lagi." Miya tersenyum lebar. Jantung kise berdegup kencang kembali, seperti saat ia dan kamiya pulang ber sama waktu itu. Kamiya memang tidak secantik model model yang aku kenal, tapi tidak pernah aku temui gadis yang mempunyai senyuman semanis dia, batinnya.
.
.
.
-Selesai makan di kedai ramen-
" yosh i'm full... ramen disini memang yang paling enak di jepang."
" Setuju...kapan kapan traktir aku lagi ya lil idiot." Ucap kagami tersenyum puas." Ngomong ngomong paman yang sedaritadi duduk disebelahmu itu siapa?"
" Tada_" kamiya melepaskan topi dan kacamata yang kise kenakan." Penyamarannya hebat kan."
" Yo kurokochii dan kagamichii." Sapanya.
" Oo ternyata kise...kebetulan sekali kita berempat sekarang, mau bermain street basketball sebelum pulang?" ajak kagami.
" Okay...kebetulan aku juga lagi butuh refreshing."
Kuroko mengangguk mengiyakan. Sedangkan kamiya sudah tidak usah ditebak, matanya sudah berbinar kedua tangannya refleks ingin memeluk kagami tetapi kagami buru buru menghindar.
" Tigeer, kamu selalu punya ide yang menyenangkan." Ucap kamiya yang gagal memeluk kagami.
Mereka pun melakukan suit jepang terlebih dahulu untuk menentukan timnya. Dan grupnya pun terpilih kuroko dengan kise sedangkan kagami dengan kamiya. Permainan pun berlangsung selama sejam dengan hasil seri.
" Hahahaha...menyenangkan sekali, kamiya walaupun kamu perempuan skill kamu lumayan juga." Ucap kise tertawa sambil terengah engah kecapean.
" Ano minna san...aku harus pulang duluan...gomenasai...jaa nee " ucap kuroko dengan muka poker facenya .
Kise pun bermaksud untuk mengajak kamiya pulang bersamanya tetapi seketika kagami menarik lengan kamiya yang masih terduduk.
" Kamu pulang bersamaku sekarang, kakakmu pasti khawatir." Ucapnya.
" Aaaa tapi aku masih mau maiiin." Jawab miya manja sambil memanggembungkan pipinya kayak ikan koi.
" Kamu itu perempuan lil idiot miya, pokoknya kita pulang sekarang." Kagami mencubiti kembali pipi kamiya." Yo kise sampai jumpa di turnamen nanti."
" jaa nee ryouta kun...thanks for today!" kamiya melambaikan tangan lalu berlari menghampiri kagami yang sudah berjalan duluan. Kise memperhatikan mereka sampai mereka tidak terlihat lagi, ia pun pulang.
Di perjalanan pulang kamiya cengengesan sendiri sambil mengayunkan tangannya ke depan dan ke belakang.
" Kamu bener bener ga berubah ya, idiot." Kagami mengusap kepala kamiya lembut sambil tertawa pelan.
Wajah kamiya mendadak menghangat, jantungnya berdetak kencang dan tubuhnya bergetar menahan tangis bahagianya karena tak pernah terbayangkan olehnya ia bisa bertemu dengan sahabat terbaiknya lagi setelah sekian lama. Seandainya waktu bisa berulang, akan aku ulang hari ini ribuan kali, batinnya.
Di kolom terakhir ini aku mau curhat sedikit...
Author mau minta bantuan sama yang suka nulis fanfic nya rapi bingits...ajarin author dong biar fic author lumayan rapi ( baru nyadar fic author berantakan :'( ) -guling guling di lantai-...yang berminat PM ya ;)
Ditunggu reviewnya juga~ :))
