HEY! SMART BOY! I LOVE YOU!

.

.

.

Pair : My Yeoppo Umma Kim Jaejoong and Jung Yunho

Rating : T to M

Genre : Romance, Comedy ½ kilo

Disclaimer : Kim Jaejoong and Jung Yunho Not Mine, but always pray they belong together.

Chara : TVXQ, JYJ from TVXQ, Go Ahra, Super Junior, Ailee, dll

Warning : YAOI, thypos beterbangan.

Present…

"Kim Jaejoong…"

Brakkkkk

Kim Jaejoong menatap kaget melihat seikat besar bunga mawar putih dan boneka Hello Kitty sebesar setengah tubuhnya tiba-tiba berada di mejanya akibat ulah dua orang siswa.

"Kim Jaejoongie, jadilah istriku!"

"Andwe, Jaejoongie harus menjadi suamiku, Heechul ssi!"

Namja cantik bekulit pucat itu menatap tidak suka pada yeoja disebelahnya, "Mana bisa begitu Ailee ssi! Aku sudah lebih dulu menetapkan bahwa Jaejoongie sebagai istriku!"

"No no no! Aku dan Jaejoongie sudah di jodohkan sejak kami dalam kandungan." Yeoja mungil bernama Ailee itu menatap sengit namja yang bahkan ia akui lebih cantik darinya tersebut.

"Dasar yeoja babo! Apa peduli ku eoh? Suka tidak suka Jaejoongie akan tetap menikah denganku dan melahirkan anak-anakku!"

"Maldo andwe! Memangnya Jaejoongie mau denganmu eoh? Lagi pula mau seperti apa anak kalian nanti? Sadarlah Heechul ssi, kau dan Jaejoongie itu sama-sama cantik bahkan lebih cantik dari pada aku…." Yeoja itu buru-buru membekap mulutnya seakan merutuki dirinya sendiri

Heechul menyeringai, "Baguslah jika kau menyadarinya, lihatlah semua orang saja sudah tau bahwa kau kalah cantik dengan Jaejoongie. Apa kau tidak pernah berkaca eoh? Lalu bagaimana bisa, ada suami yang bisa lebih cantik dari istrinya. Tadi kau tanya apa? Bagaimana anakku dan Jaejoongie nanti? Tentu saja anak kami akan sangat-sangat cantik." Ujarnya dengan seringai penuh kemenangan.

Tak sadarkah jika kau itu juga termasuk namja cantik Heechul ssi?

Bukanya mendengarkan kata-kata pedas Heechul, Ailee terlihat sibuk menatap penuh minat pada Jaejoong yang terlihat shock, "Jaejoongie nae chagiya, nae sarang, would you marry me? Aku berjanji akan menjadi istri yang baik. Menunggumu pulang kerja, memasakkan makanan kesukaanmu, dan….."

Belum sempat yeoja mungil itu meneruskan kata-katanya Heechul sudah lebih dulu menoyor kepala si yeoja.

"Dasar yeoja babo! Ck di mana - mana yang melamar itu adalah namja bukan yeoja apalagi yeoja aneh sepertimu. Dan sejak kapan kau bisa memasak? Terakhir kau memasak bukannya malah membuat kucing peliharaanmu di operasi eoh? Jangan hiraukan dia Jaejoongie baby, lebih baik kau fokuskan saja pikiranmu untuk masa depan kita dan anak-anak nanti."

"Yak namja babo…"

.

.

.

Dan begitulah pada akhirnya, Ailee dan Heechul tetap terus beradu argument tentang siapa yang pantas menjadi calon pendamping nae Jae.. uppss uri Jaejoongie. Dan ternyata yang menatap penuh minat adalah Ailee. Yeoja tersebut sudah sejak balita sangat terobsesi untuk menjadikan Jaejoong sebagai suaminya. Bahkan sejak 16 tahun yang lalu Ailee selalu mengikuti kemanapun Jaejoong pergi. Selalu keluar masuk salon agar terlihat lebih cantik dari Jaejoong. Yang bahkan kita tau bahwa uri Jaejoongie itu adalah barbie tercantik Korea. #Aniss ngutip dari kata-kata Yoori eonnie.

Dan ternyata tatapan aura membunuh itu berasal dari Heechul karena ia sangat tidak suka Yunho membentak Jaejoong. Sama halnya dengan Ailee, sejak balita Heechul sudah sangat terobsesi dengan Jaejoong. Bedanya, sejak 16 tahun lalu dimanapun dan kapanpun namja berkulit pucat ini akan selalu mendeklarasikan bahwa Jaejoong adalah calon istrinya. #Aku tidak mengerti mengapa ada uke yang terobsesi dengan uke #abaikan. Mengapa mereka berdua bisa mengenal Jaejoong sejak balita? Itu karena rumah Jaejoong yang tepat berada di tengah-tengah antara rumah Heechul dan Ailee.

Selalu begitu, di manapun dan kemanapun Jaejoong pergi, mereka berdua akan setia mengikuti Jaejoong. Sedangkan Jaejoong yang cenderung berpikiran polos tidak pernah menanggapi maksud tertentu Heechul dan Ailee. Namja cantik ini hanya beranggapan bahwa mereka hanya ingin menjaganya seperti halnya Hyung dan Noona yang menjaga dongsaengnya. Toh mereka juga perhatian dan sering memanjakan Jaejoong dengan membelikannya boneka-boneka Hello kitty dan ice cream bahkan sampai membayari semua belanjaannya ketika ia berbelanja dengan Junsu. Itu polos atau matre ne eomma? -_- #abaikan.

.

.

.

"Sudahlah hyung.. noona..! apa kalian tidak malu eoh? Selalu bertengkar di kelasku. Cepat lah kembali kekelas kalian saja!" akhirnya Jaejoong angkat bicara juga.

"Tidak bisa Jaejoongie baby, sebelum kau memilih antara aku dan yeoja bling-bling ini. Augghhh. Apa yang kau lakukan? Kau ingin membuatku bodoh eoh?"

Ailee tersenyum meremehkan setelah berhasil memukul kepala Heechul, "Tidak tentu saja! Hanya membuatmu terbangun dari mimpi. Jaejongie nae sarang ayo kita ke gereja saja meresmikan hubungan kita."

"Tap.. tapi…" belum sempat Jaejoong meruskan kata-katanya tiba-tiba…

Braaakkkkk

Seluruh murid yang berada dikelas itu sontak menoleh ke asal suara, ternyata hanya sebuah kursi yang patah. Tapi coba kita lihat siapa pelaku dari perusak-pematah-an kursi tersebut. Pelakunya adalah Jung Yunho, ia memandang tajam kearah Heechul dan Ailee beserta Jaejoong.

"Bisakah kalian DIAM!" bentak Yunho.

'Kyaaaaa pasti Yunnie cemburu melihat aku diperebutkan, pasti Yunnie takut kehilangan ku. Ayo Yunnie ajak aku pindah dan duduk disampingmu.' Bathin Jaejoong

"Jaejoong-ah, cepat pindah dudukmu di sini! Dan kalian berdua cepat keluar. Sadar tidak ini bukan kelas kalian." perintah Yunho mutlak seraya menunjuk bangku kosong disebalahnya.

"Nde Yunho ah!" Jawab Jaejoong bersemangat.

'Daebak Yunnie, Saranghae.' Bathin Jaejoong tersenyum senang.

Dengan muka masam dan kaki dihentak-hentakan Heechul dan Ailee menuruti Yunho untuk keluar kelas itu. Jaejoong kemudian berjalan dengan penuh semangat menuju meja sebelah Yunho. Bahkan ia selalu tersenyum, karena ini pertama kalinya Yunho menunjukan sikap protektifnya. Jaejoong merasa dibutuhkan.

'Hahhhhhh indahnya hari ini' lirih Jaejoong dengan senyum manisnya.

"Kau mengatakan sesuatu?"

"Nde? Ah aniya,"

"Oh. Oya berhentilah tersenyum aneh seperti itu. Aku tau apa yang ada dipikiranmu saat ini. Dan ku harap kau tidak berpikiran macam-macam." Ujar Yunho tanpa menoleh.

Jaejoong mengerutkan dahinya, "Maksud mu?".

Namja brunette itu menghela nafas, "Jangan pernah berpikiran bahwa alasanku menyuruhmu pindah karena aku cemburu atau apapun. Karena sebenarnya aku hanya tidak ingin keributan kalian mengganggu konsentrasi Ahra Sonsaengnim jadi terganggu. Apa kalian tidak memikirkan perasaan Ahra-ya eoh?"

Jledddeeeerrrrrr

Runtuh sudah senyum dan harapan Jaejoong mendengar penjelasan Yunho. Matanya mulai panas dan berkaca-kaca.

'Sebegitu pentingkah dia untukmu Yun? Apa artiku untukmu Yun? Kau bahkan memanggil namanya dengan begitu akrab.' Bathin Jaejoong nelangsa.

Tanpa menoleh lagi kearah Yunho itu, namja cantik itu berucap lirih, "Apa aku tidak boleh berharap banyak pada namjachingu sendiri Yun,"

Yunho berdecak, "Kau tahu jelas bukan bahwa aku tidak suka jika kau membahas masalah itu jika banyak orang seperti ini,"

"Tapi Yun, aku butuh…."

"Diamlah! Ahra sedang menjelaskan. Aku tidak mau tertinggal dalam pelajarannya karena sebentar lagi bel akan berbunyi, apalagi mendapat nilai jelek sepertimu!" Ucap Yunho sarkastik tanpa menoleh.

"Arraseo.." lirih Jaejoong dengan mata yang berembun.

'Apa kau malu berpacaran dengan namja, terlebih bodoh sepertiku, Yun?'

Tes

Setitik air jatuh terlepas dari mata doe hitam yang indah itu, dan tiba-tiba saja Yunho menoleh dan berdecak kesal.

"Ck, dasar cengeng. Bisakah kau tidak menangis, sadarlah Jae kau itu namja! Mana ada namja yang cengeng sepertimu. Memalukan!"

"Nde aku memang memalukan lalu apa pedulimu?" bentak Jaejoong keras, semua siswa menoleh kearah mereka dengan penuh tanda tanya. Sedangkan Yunho terdiam.

"Nde aku memang bukan orang yang sempurna dan memalukan, lalu apa yang ingin kau lakukan? Kau ingin memutuskanku? Kau ingin hubungan kita diakhiri?" ucap Jaejoong dengan suara bergetar.

Semua orang berbisik-bisik dan tidak menyangka jika kedua namja itu memiliki hubungan khusus seperti penuturan Jaejoong.

Yunho merasa kebingungan dan melirikkan matanya ke seluruh kelas, lalu kemudian tertawa sumbang, "Haha, apa yang kau biarakan Jaejoong ssi? Memang sejak kapan kita memiliki hubungan dan lagi mana mungkin aku ….." tiba-tiba seruan Yunho terputus dengan suara seorang yeoja bernama Tiffany

"Benarkah itu oppa? Benarkah kau berpacaran dengan Jaejoong oppa?"

"Ten-tentu saja tidak Sica-ya, yang dimaksud Jaejoong ssi pasti hubungan pertemanan kami. Tidak lebih" jawab Yunho dengan tergagap.

"Ah arraseo, aku lega mendengarnya, dan Jae oppa tolong jangan berlebihan," kemudian yoeja itu melenggang pergi meninggalkan kelas yang memang telah memasuki jam istirahat.

Jaejoong menundukan kepalanya, air mata terus saja mengalir dipipinya. 'Begitukah Yun?' lalu Jaejoong berlari meninggalkan kelas disusul dengan Yoochun dan Changmin, lalu dimana Junsu?

Oh ternyata namja berbadan sexy itu tengah berada dihadapan Jung Yunho dengan wajah memerah.

Buggghhgg

Buggghhh

"Bangun brengsek" tantang Junsu.

"Bastard!"

Bugghhgg

"Itu untuk segala rasa sakit Jae hyung selama ini!"

Bugghhgg

"Dan itu untuk air mata Jae hyung hari ini!"

Junsu terus ingin melayangkan tinjunya kearah Yunho jika tidak ada Yoochun yang kembali kekelas.

"Sudah Suie! Cukup sudah!"

Yoochun terus menahan segala berontakan Junsu yang ingin menghajar Yunho. Sedangkan Yunho hanya terlihat pasrah walau darah terus mengucur dari pelipis dan sudut bibirnya.

"Lepaskah Chunnie! Aku masih ingin menghajar pria tidak tau malu ini."

"Cukup kataku Suie! Untuk apa mengurusi namja tidak tau diri ini. Aku saja malu menjadi sahabatnya. Lebih baik kita mencari Jae hyung. Kau tidak ingin bukan jika asmanya kambuh disaat yang tidak tepat."

Yoochun terus berjalan dengan menarik Junsu, meninggalkan Yunho yang terduduk dilantai dengan pandangan meremehkan.

.

.

.

Jaejoong terus berlari dengan sesekali mengusap air mata, tak terasa kakinya membawanya hingga ke ruang kesehatan. Kemudian dia menelungkupkan tubuhnya pada salah satu tempat tidur disana.

Ia tau ia namja, tapi bolehkan kali ini ia egois untuk tetap melanjutkan menangis, egois untuk terlihat rapuh, egois untuk berteriak sebagaimana yang ia rasakan.

Tidak. Jaejoong bukan lah orang yang mudah menangis. Walaupun memiliki wajah yang bisa dibilang feminism, tapi dia bukan lah tipe pria yang terlihat melankolis. Dia selalu membenci ketika ada yang berkata bahwa dia cantik. Karena cantik bukan identik untuk pria, dia seorang pria, dan pria tidak menangis. Tapi semua akan berbeda jika memiliki satu route tentang pemuda Jung itu. Bahkan ia tidak tau mengapa ia begitu terlihat lemah.

'Wae Yun? Wae? Wae? Wae?' racaunya tanpa henti.

'Adakah sedikit saja perasaan itu untuk ku?'

'Ku mohon jangan begini Yun…."

Bukan. Sungguh bukan ini yang ia harapkan. Tetap mempertahankan hubungan walau ia sendiri bahkan sudah tau dimana ujung dari hubungan itu sendiri. Mungkin dia bukanlah orang yang memiliki sifat egois, karena ia tidak pernah diajarkan untuk memaksakan kehendak terhadap sesuatu yang bukan miliknya.

Kim Jaejoong melipat tangannya di atas lutut dan menumpukan kepalanya di atas tangan, 'Aku harus bagaimana Umma?'

'Umma, Bolehkan jika untuk pertama kalinya aku sedikit bersifat egois? Bersifat egois untuk tetap mempertahankan apa yang ingin aku miliki.'

'Sungguh aku sangat mencintainya umma. Sangat mencintai beruang Jung itu umma. Huueee Joongie sungguh tidak rela umma jika yeoja pendek itu merebut Yunnie umma, tapi bagaimana jika Yunnie memang lebih mencintai dia umma? Eotteokae….?'

'Sungguh Joongie sangat ingin menjambak, menguliti Yunnie dan membuangnya di kebun binatang umma karena hari ini Yunnie sudah tega membentak Joongie umma.'

Namja cantik itu terus saja meracau sampai pintu ruangan UKS tersebut terbuka dan menampakan dua orang yang saat ini memenuhi pikiran namja cantik ini. Jung Yunho dan Go Ahra.

Jaejoong yang tidak siap untuk menemui mereka segera bersiap masuk dalam sebuah lemari kosong dekat ruangan kemudian sedikit membuka pintu lemari tersebut guna mencuri dengar apa yang sedang pemuda Jung dan nona Go tersebut bicarakan.

"Arrghh. Pelan – pelan sedikit Ahra-ya!"

"Aisshh ini juga sudah Yun! Sebenarnya bagaimana kau bisa bertengkar dengan Junsu ssi?"

"Jaejoong." Ahra seketika menghentikan gerakannya yang sedang memberi obat pereda sakit di ujung pelipis Jung Yunho. Nona Go tersebut menghembuskan nafasnya perlahan.

"Apa ada hubungannya dengan kita Yun?" Pemuda Jung itu mengusap-usap rambut Go Ahra.

"Aku.. Aku tidak bisa seperti ini terus Yun. Sampai kapan harus dirahasiakan Yun? Aku lelah…. Aku juga tidak tega membohonginya terus menerus. Kau harus mengerti Jung!"

"Gwaenchana! Aku bisa mengurus semuanya sendiri. Besok aku akan berbicara dengannya. Mengerti tidak mengerti dia harus tau apa posisi sebenarnya." Jelas Jung Yunho panjang dan lugas. Wajahnya mungkin terkesan datar tapi tidak ada yang bisa menebak apa yang sedang dipikirkanya.

Sedangkan gadis berbajah bulat tersebut menyunggingkan senyum seringainya. Mereka berdua sibuk dengan pikiran mereka masing-masing sedangkan pria namja yang sedang bersembunyi didalam lemari itu sekuat tenaga menahan hasratnya untuk tidak menangis.

Kim Jaejoong mulai gusar akan semuanya, gusar akan posisinya yang sebenarnya, gusar akan maksud dari namja tampan itu, bahkan gusar terhadap perasaan namja itu.

Kim Jaejoong ingin sekali keluar sekarang dan menuntut penjelasan, tapi sebelum itu terjadi sebuah percakapan melunturkan niatnya.

"Jaa sudah selesai Yun." Ahra meniup-niup bekas luka yang masih membiru itu.

"Gomawo ne…." Jung Yunho tersenyum melihat Ahra meniup lukanya.

Degg

Yu-Yunho tersenyum, senyum yang sangat tampan. Bahkan kalau boleh jujur ini adalah senyum pertama yang dilihatnya dengan jarak sedekat ini. Kim Jaejoong ikut tersenyum tapi senyum seketika memudar ketika kita ia menyadari bahwa senyum itu bukan untuknya.

"Oh ya, kau tidak lupa kan Yun? Hari ini kau berhutang janji padaku." Nona Go itu mencebilkan bibirnya supaya terkesan imut, yang sayangnya malah terlihat menyebalkan.

"Huh?"

"Aish kau kan sudah berjanji untuk mengantarkanku kedokter kandungan. Babo"

"Ah ya! Kajjaa" Kemudian Yunho turun dan menarik Ahra keluar dari luar ruangan tersebut.

"Tapi apa tidak sebaiknya kita pulang dulu Yun, kau juga kan harus ganti baju dulu."

"Arraseo."

Mereka berdua berjalan meninggal kan ruang kesehatan itu. Tanpa mereka sadari bahwa namja cantik yang sejak tadi menguntit mereka terduduk lemas dengan mata berkaca-kaca.

"Yunnie…."

"Ak-aku ha-harus bagaimana…."

"Ini tidak benar kan Yun…."

Dengan bibir bergetar Kim Jaejoong mencoba bangun dan masih tetap mengikuti kedua orang tadi. Dengan pikiran kosong dia menghentikan sebuah taksi dan mengikuti arah mobil Yunho.

.

.

.

"Berhenti Ahjussie"

Kim Jaejoong menghentikan laju taksi tersebut disebuah istana yang ia tau adalah sebuah rumah keluarga besar Jung. Dapat ia lihat Yunho dan Ahra keluar dari mobil tersebut menuju pintu utama dengan bergandengan tangan.

15 menit kemudian mereka keluar dari dalam rumah dengan pakaian cassual. Kim Jaejoong tetap menunggu dan memperhatikan kegiatan mereka hingga mobil itu mulai berjalan meninggalkan istana tersebut.

"Ahjussie tolong ikuti lagi mobil itu…."

'Sudah cukup Yun….'

'Aku mohon jangan beri kepastian terburuk lagi….'

'Jeball….'

'Ani…. Ani…. Aku percaya padamu Yun….'

'Kau tidak akan menyakiti ku kan Yun….'

Kim Jaejoong terus berdialog dengan hatinya. Masih terus mencoba menepis pikiran-pikiran buruknya. Tapi apakah ada yang pernah mendengar bahwa terkadang kenyataan tak sesuai harapan. Mungkin ini yang sedang namja cantik itu rasakan.

Bagaimana tidak setelah sampai disebuah rumah sakit, Jaejoong tetap terus mengikuti pemuda Jung dan yeoja itu. Dapat dilihatnya namja Jung dan Go Ahra itu masuk pada ruang kerja seorang dokter.

Disaat Jaejoong ingin mencoba ikut masuk seorang suster menahannya.

"Mianhamnida Agashi, anda tidak masuk. Anda harus membuat janji terlebih dulu."

"Ta.. tapi…"

"Silahkan tunggu disana! Dan tolong jangan membuat keributan!"

Setelah perawat itu kembali kemeja kerjanya, dengan bibir yang mencibir Jaejoong terpaksa duduk di bangku tunggu.

Dengan gusar Kim Jaejoong terus meramal doa dengan lirih, "Tuhan… Jeongmal andwe…. Apapun yang akan terjadi nanti, jangan sama dengan apa yang aku pikirkan saat ini."

Hey.. jangan kira Jaejoong itu teramat polos dan bodoh. Coba bayangkan apa yang terjadi jika laki-laki dan wanita masuk pada sebuah ruang periksa dengan plang DOKTER KANDUNGAN. Jadi wajar saja jika dia bisa menerka apa yang sedang terjadi didalam sana.

"Tuhan…. Ak..aku…."

Cekleekk

Belum sempat Namja cantik itu merapalkan doa-doa lagi terdengar suara pintu terbuka, Jaejoong buru-buru menutup wajahnya dengan Koran yang tergeletak disamping tempat duduknya.

Dua orang terlihat keluar dari ruangan tersebut dengan wajah yang berbinar-binar. Bahkan sang namja memeluk sang yeoja dengan wajah yang menyiratkan rasa terima kasih yang sangat kentara.

"Gomawo ne… Jeongmal gomawo Ahra-ya!"

Ahra terenyum dan menangkup kedua pipi Yunho, "Apakah kau bahagia Yun?"

"Tentu! Tentu aku bahagia. Sungguh terima kasih telah menghadirkan si kecil untukku."

Kemudian Jung Yunho menekuk lututnya dan mengarahkan wajahnya menyamping di depan perut Ahra hingga membuat telinganya tepat di hadapan perut yang masih terlihat rata itu.

"Haha. Kau tidak akan mendengar apa-apa Yun, kau harus berabar menunggu."

"Aku hanya ingin menyapanya Ahra-ya. Tapi aku sudah tidak sabar menunggu hingga 8 bulan lagi…"

"Tapi kau tetap harus menepati janjimu Yun."

"Nde tentu saja, mulai saat ini aku akan memanggilmu Umma, eotteokae?"

"The sounds is good!" timpal yeoja itu.

Mereka terus berbincang-bincang soal kandungan Ahra. Iya beberapa menit lalu dokter memvonis yeoja bermarga Go terebut tengah hamil 1 bulan. Jika kalian bertanya apakah anak itu akan bermarga Jung? Maka jawabannya, Iya. Anak itu kelak akan bermarga Jung. Tenang saja semua akan terjawab pada chapter depan. Hehehehehe

Tetapi mari kita lihat bagaimana kondisi uri umma…. #tenang umma, masih ada aku yang bisa kau nikahi.. #cetaarrrr #abaikah

Lutut Kim Jaejoong serasa mati rasa, bahkan ia tidak ingat kapan jelasnya dia sudah berdiri dari posisi duduknya. Tidak ada yang bisa ia pikirkan, kecuali apa yang tengah ia lihat saat ini.

"Si kecil?" lirihnya dengan tatapan nanar.

"Andwe Yun! Katakan jika ini hanya april mop Yun"

Tes…

Tes…

Air mata yang sudah ia tahan sejak tadi ia tahan akhirnya keluar tanpa permisi, perlahan tapi pasti ia berjalan kearah dua orang yang bisa dibilang biang dari segala masalahnya saat ini.

"Yun…." Lirih Jaejoong ketika sudah sampai namja Jung tersebut.

Jung Yunho tersentak ketika mendengar suara lirih nan merdu tersebut. Tidak hanya namja Jung tersebut Go Ahra juga sangat terkejut. Mereka berdua tidak ada yang menyangka jika namja cantik itu kini dihadapan mereka.

"Jae…" Lirih Ahra seraya mengeratkan genggamannya pada lengan Jung Yunho.

Mungkin awalnya Jung Yunho pucat pasi tapi sedetiknya ia merubah raut wajahnya menjadi datar kembali. #awas dapet karma ente. #abaikan.

"Ada apa Jae?" tanyanya dengan sedikit ketus.

.

.

.

Jaejoong P.O.V

"Ada apa Jae?" tanya Yunho ketus

Degg

Benarkan ia hanya akan bersifat ketus padaku. Bukankah tadi ia bisa terlihat lembut dengan yeoja tersebut. Umma kenapa rasanya sangat sesak sekali. Aku hanya mampu menunduk karena aku takut ketika aku melihat matanya, aku bisa saja menangis.

"Chu..chukkae…." Lirihku.

"Nde, gomawo." Jawabnya singkat, bahkan ia tidak berusaha menyangkal dan mencoba menjelaskan padaku.

"Ba…baiklah ak…aku pergi." Aku kemudian membalikan langkahku menjauh dari mereka.

Tuhan…

Kenapa sesak sekali….

Jaejoong P.O.V end

.

.

.

Baru tiga langkah Jaejoong melangkahkan kakinya, tiba-tiba dia berbalik untuk menghampiri Jung Yunho.

"Eumm.. Yun, bisakah kita berkencan berdua."

"Huh?" Jung Yunho memasang wajah bingung.

"Iya berkencan! Bisakah?" Tanya namja cantik itu dengan wajah berkaca-kaca.

Jung Yunho menghela nafas, "Baiklah besok aku kan menghubungimu. Kita…."

"Aku tidak bilang besok, aku ingin sekarang! Aku ingin malam ini juga!" Potong Jaejoong buru-buru.

"Huh? Tapi…"

"Baiklah, ayo kita pergi!" Lagi-lagi Jaejoong memotong perkataan Yunho, kemudian ia menarik tangan Yunho untuk pergi meninggalkan rumah sakit dan umm yeoja Go tersebut.

"Ya! Kalian berdua! Kenapa malah meninggalkanku?"

"Ah sudahlah, semoga namja bodoh itu bisa menyelesaikan semuanya! Baby, mari kita menemui seseorang yang lebih penting saja!"

Suasana malam di sungai Han terlihat indah dengan berbagai ornament lampu-lampu kecil yang bergelantungan memanjang di pinggir aliran sungai. Ditambah dengan bunga-bunga cerry blossom yang mulai berguguran dan jatuh dalam permukaan sungai tersebut. Banyak sekali para remaja hingga kalangan tua yang tengah menghabiskan malam ini dengan berjalan-jalan dipinggir sungai tersebut.

Berbeda halnya dengan kedua namja ini, mereka hanya duduk disebuah ayunan kayu. Dimana sang namja tampan sibuk dengan lamunannya, sedangkan namja cantik di sebelahnya memainkan ayunan tersebut pelan membiarkan angin menerpa wajahnya. Mereka adalah Jung Yunho dan Kim Jaejoong.

Sekian lama terdiam Jaejoong berinisiatif untuk membuka keheningan di antara mereka, "Apa kabar Yun?"

Jung Yunho mengernyitkan dahinya, "Kenapa kau bertanya seperti itu? Bukankah tadi siang kita juga sudah bertemu."

"Aku tidak bertanya tentang kabarmu, aku hanya bertanya bagaimana kabarmu setelah Junsu menghajarmu."

"Kau tahu?"

Jaejoong menghentikan ayunannya, "Apa yang tidak aku tahu tentangmu Yun?"

"…"

Mata Jaejoong menatap lurus kedepan, "Aku tahu apapun tentangmu, apa yang kau sukai, apa yang tidak kau sukai, kapan saat kau sedih, kapan kau bahagia, apa yang menjadi hobimu, apa yang menjadi keinginanmu, kapan kau berangkat dan tiba disekolah, bagaimana kau memimpin rapat osis, saat kau memimpin pertandingan basket, apa yang kau lakukan saat istirahat, apa yang kau lakukan setelah pulang sekolah. Bahkan aku juga tahu apa yang kau lakukan saat dikamar mandi setelah rapat, keke" Entah kenpa tawanya terdengar menjadi tawa miris.

"…"

"Awalnya aku sangat bangga bisa menadi stalker nomor satu mu Yun. Aku bisa menjadi satu-satunya orang yang tahu apapun tentangmu. Terlebih aku bisa menjadi kekasihmu. Tapi ternyata aku salah Yun. Ternyata aku tidak sepenuhnya tau tentang kehidupanmu terlebih hatimu." Mata indah itu perlahan meredup

"Jae, itu…." Setelah sekian lama terdiam akhirnya namja bermata musang itu angkat bicara, tapi Jaejoong memotong kalimatnya.

"Harusnya aku tidak terlalu percaya diri, kan Yun? Harusnya aku mencari lebih dalam lagi tentangmu, kan Yun? Harusnya aku tidak bermimpi terlalu tinggi, kan Yun? Harusnya aku tidak berada disekitarmu hingga aku tidak perlu mengganggu hari-harimu dan harusnya aku tidak perlu memaksamu menjadi kekasihku. Tetapi seharusnya kau juga tidak perlu mengasihani perjuanganku dengan berpura-pura menjadi kekasihku. Harusnya sejak awal kau menolakku saja, dari pada menjadikan aku kekasihmu tapi kau mengabaikanku. Harusnya sejak awal kau jujur saja bahwa kau sudah memliki istri sehingga aku tidak merasa telah merusak rumah tangga orang lain."

"Jae, kenapa…."

"Kau tau Yun? Aku selalu memimpikan bagaimana rasanya menjalin hubungan dengan seseorang yang aku cintai dan juga mencintaiku. Aku juga selalu memimpikan bisa berkencan seperti halnya mereka yang juga memiliki kekasih. Tetapi yang terpenting aku igin sekali mendapat perhatian dari orang yang aku cintai."

"Aku ingin sekali mendapat perhatian darimu Yun…." Lirih Jaejoong di akhir kalimatnya.

"Jae, aku…." Belum selesai Yunho melanjutkan apa yang ingin ia ucapkan, Jaejoong telah memotong ucapannya untuk kesekian kali.

"Aku tau Yun…."

Yunho memandang namja yang memiliki kulit pucat replica boneka rusia itu dalam diam. Namja cantik telihat semakin menawan ketika sinar lampu dan bulan menerpa wajahnya. Mata yang biasanya memandangnya dengan berbinar kini terlihat sembab. Bibir mungil nan merahnya terlihat menantang kini terlihat memucat.

Namja cantik itu menghapus sekilas air matanya yang jatuh, "Bisakah kau menciumku Yun?" Ujar Jaejoong terburu-buru, entah kenapa ia takut sekali mendengar apa yang akan namja Jung itu katakan.

Sedangkan Yunho terperangah, "Ke-kenapa ka-kau…."

Namja bermata musang itu tidak jadi meneruskan ucapannya ketika melihat namja cantik itu telah menutup matanya. Sungguh banyak sekali yang Jung Yunho pikirkan, tentang ucapan namja cantik, tentang yang terjadi hari ini, tentang namja cantik yang tiba-tiba ada dirumah sakit, juga tentang perasaanya terhadap namja cantik itu.

Jung Yunho menghela nafas perlahan ketika Jaejoong tidak jua membuka matanya. Ditangkupnya kedua pipi pucat dan dingin milik namja pecinta gajah itu.

"Jae, aku tau apa yang inginkan saat ini. Tapi bagiku ini salah…."

Tepat pada kata terakhir Yunho, Jaejoong perlahan membuka matanya. Setetes air mata jatuh tepat di atas tangan Yunho yang sedang menangkup kedua belah pipinya. Dengan tangan bergetar ia menurunkan tangan itu.

Jaejoong membenarkan duduknya, "Nde kau benar, ini semua salah. Geure, aku sudah mendapatkan jawabannya tentang bagaimana perasaanmu padaku sesungguhnya."

Yunho terkesiap, "Jae ini tidak….."

Jaejoong kemudian berdiri dan berkali membungkukan badanya, "Mianhae, jeongmal mianhae Yun. Hiks.. hiks jeongmal mianhandda telah mengganggu hidupmu dan keluarga kecilmu."

"Jae hentikan!" bentak Yunho yang beridiri berusaha menghentikan Jaejoong sedangkan Jaejoong terlihat kaget ketika Yunho membentaknya.

Dengan tubuh bergetar ia mencoba menghapus tangisnya, "Nde mulai saat ini aku akan menghentikan semuanya. Gomawo telah membiarkanku berada disekitarmu, tetapi aku janji aku tidak akan mengganggumu lagi. Saranghae Yun."

Cupp

Sedetik kemudian Jaejoong telah berlari meninggalkan namja bermuta musang yang tengah membatu seraya menyentuhnya bibirnya yang terasa manis berkat ciuman kilat Jaejoong.

"Jae…." Teriaknya frustasi.

.

.

.

Horeeee End…

.

.

Ahaha bercanda, yang benar To Be Chapter depan ne….

Hello Everybody…

Who is miss me? Who want to Hug me? Who want to Kiss me? Ehehehe

Nde, Aniss tau. Aniss salah telah membohongi readers semua. Tapi Aniss punya alasannya kok. Sekitar tanggal 31 Oktober 2013, Anis bermaksud post chap 3 ini, tetapi Aniss dijemput dari kampus dan ketika sampai dirumah menerima sebuah hantaman besar untuk jiwa saiia karena pada hari itu Ayah saiia tercinta telah di jemput sang Illahi. Ya. 31/10/2013 untuk pertama kalinya Aniss kehilangan sosok Ayah untuk selama-lamanya. Sebagai anak paling kecil tentu ini cobaan terberat saiia, apalagi 3 bulan dari itu sekitar bulan February 2014 saiia akan di Wisuda. 3 bulan itu lah masa-masa berat saiia, tetapi pelukan Ibu memamg segalanya. Saiia bisa berusaha untuk bangkit lai.

Itu lah yang menjadi alasan saiia mengapa FF ini jadi terbengkalai.

Oya, ayo kita main tebak-tebakan…. Kalau banyak yang jawab bener, akan post kilat badai Guntur bumi #ehh, 1x12 jam..

Gimana perasaan Yunho sebenarnya?

Apa alasan Yunho sebenernya tentang hubungan dia sama Jaejoong?

Ahra hamil anak siapa?

Apa Hubungan Ahra sama Yunho?

Dan kapan tanggal pernikahan Junsu sama Aniss? #ehh ehehehe

Dan Special Big Thanks buat Gia eonnie buat supportnya, NaraYukki dan Yoori eonnie buat masukannya.

And also Special Big Thanks for Reviewers yang keren badaaii, juga yang udah memfav dan memfoll cerita ehem..ehemm kece ini. #Plakk

Ini mereka-mereka yang kereeeenn..

YunHolic, manize83, Willow Aje Kim, yoon HyunWoon, GanymedeSeth, Cho Sungkyu, riska0122, Mara997, myeolchi gyuhee, JungJaema, joongmax, zhe, cindyshim07, leny, hyukkie-chan, Next, Gyujiji, boojae n yunnie, Mayasari, PhantoMiRotiC, alvida the dark knight, I was a Dreamer, azahra88, NaraYuuki, Mian kalo ada yang tidak ke sebut.

Silahkan mampir di kotak bawah ini ne….