Disclaimer : Character di Harpot punya mom Jk tapi semua OC punyaku
Warning ! Full of gajeness,lebayness and typoness satu lagi OOC and full of percakapan and yang diitalic itu pikiran
Chapter 2 First Introduce
Draco's POV
Setelah berkata begitu kereta yang kami naiki berhenti didepan gerbang Hogwarts. Tanpa berkata apa-apa, aku turun tanpa bertanya pada Eliza. Aku berjalan melewati gerbang itu hingga aku tiba-tiba dicegat oleh Proffesor Flitcwick . "Wow! Apa gerangan ini ?", aku bertanya padanya . Aku melihat sekeliling dan aku mendapati banyak alat pendeteksi aura kegelapan.
Setelah selesai dengan alat-alat yang pertama kali membuat aku merinding, ia menyodorkan ku ramuan yang berwarna bening. Ya ampun, bahkan mereka berpikir bahwa ada penyusup memakai polijuce potion. Untuk persiapan sebelum meminumnya aku melihat sekeliling untuk memastikan bahwa kalau aku muntah tidak ada orang yang melihat. Tapi, saat melihat ke belakang, aku menemukan orang yang sangat aku…. well, kenal dekat.
Tebak siapa dia… sudah pasti Eliza. Oh Merlin, kenapa kau mempertemukan aku dengan dia lagi? Entah kenapa, aku tenggelam dalam mata malamnya dan tidak merasakan suasana ataupun angin disekelilingku.
It's been a long and winding journey
But I'm finally here tonight picking up the pieces
And walking back into the night into the sunset of your glory
When my heart and future lies there's nothing like that feeling
When I look into your eyes
"Err sir, apa ada sesuatu di mukaku ?", tanyaku. Pertanyaan Eliza membuatku kembali kedunia nyata lagi. "Tidak , tidak ada apa-apa di mukamu", sambil menjawab aku meneguk ramuan itu dalam sekali teguk. Selesai itu, aku langsung mengangkat tas dan menyeret koperku lagi. Dan anehnya, entah mungkin Merlin sedang mempermainkan nasibku, baru beberapa aku melangkah didepan ternyata Eliza sudah menyusul di sebelahku.
"Sir, kita berpisah kan dipintu masuk, pastinya kau masuk dari pintu belakang aula besar sedangkan aku tentu saja masuk dari pintu depan", jelas Eliza kepadaku. Tak mengerti apa yang Eliza bilang aku hanya bisa mengangguk saja. Dan benar ternyata bahwa aku harus masuk dari pintu belakang aula besar.
Sebuah keajaiban memang aku bisa langsung berteman dengan seorang murid perempuan kelas 4 dan yang teraneh lagi adalah anak Gryffindor lagi. Tapi, saat aku bersama dengannya atau paling tidak berada di dekatnya aku merasa seperti menemukan sesuatu yang hilang.
They brought me here to be with you
I'll be forever greatful, oh forever faithful
My dreams came true when I found you
My miracle
Normal POV
Draco berpisah dengan Eliza di depan pintu aula besar. Belum jauh ia meninggalkan Eliza, seorang anak perempuan slytherin mendatangi Eliza.
"Halo Narta, bagaimana musim panasmu? Hmm, kurasa kau hanya menghabiskan waktu bermesraan dengan pacar mugglemu bukan ? Bagaimana bisa seorang penyihir bisa berpacaran dengan muggle, oh ya bisa saja kau kan penyihir mudblood", kata anak perempuan itu. Deng ! Draco merasa seperti ditampar di pipi. Ia teringat kembali akan dulu saat ia masih suka memanggil orang mudblood. Menunggu sebentar siapa tau ada keributan Draco pura-pura merapikan isi tasnya.
"Biasa saja Flint, sekarang bisa kau minggir dari tempatmu? Kau menghalangi jalanku", jawab Eliza dengan santai. Baru saja Eliza melangkah gadis Flynn itu mendekatkan mulutnya ke telinga Eliza. "Hey mudblood, kulihat tadi kau sekompartemen dan turun dari kereta thestral bersama malfoy muda. Hmm, bagaimana bila aku mengirim informasi ini ke pacar muggle mu? Nathan bukan namanya?", bisik gadis Flynn itu ke Eliza.
Tanpa menjawab, Eliza meninggalkan gadis Flynn itu di tempatnya berdiri. Melihat tidak ada keributan apa-apa atau perang mantra, Draco pun melanjutkan perjalanannya ke pintu belakang.
Dalam 15 menit seluruh guru dan murid sudah berada di aula besar. Ting…ting….ting…. Professor Mcgonagall mendentingkan gelas. " Kuucapkan selamat datang kembali untuk murid lama dan selamat datang untuk murid kelas 1. Tahun ini Hogwarts akan berjalan seperti biasa dan akan diadakan klub baru yaitu klub ramuan, sekian informasinya selamat makan", Professor Mcgonagall membeir kata sambutan. Serentak setelah makanan muncul di meja, seluruh murid mulai melahap hidangan.
Ting….ting…ting Professor Mcgonagall kembali mendentingkan gelas. "Well, sepertinya kalian semua sudah makan sampai kenyang dan sebelum kalian kembali ke asrama masing-masing , saya akan member satu informasi lagi. Tahun ini Professor Slughorn akan kembali menjalani masa pensiunnya yang tenang dan dengan itu kuperkenalkan Professor baru kita yaitu Professor Malfoy. Silahkan Professor Malfoy", kata Professor Mcgonagall.
Draco pun berdiri dari bangkunya. "Well, perkenalkan nama saya Draco Malfoy dan tentu saja kalian akan memanggil saya Professor Malfoy. Saya akan mengajar kelas 1 sampai kelas 7 dan juga untuk klub ramuan yang berkenan untuk ikut dapat mendaftar di kantor saya. Pendaftaran dibuka dari sekarang hingga 2 minggu kedepan. Terima kasih", penjelasan Draco.
Ia duduk kembali dan memandang ke arah Eliza. Ia melihat bahwa Eliza sangat antusias dengan klub ramuan itu. Draco merasa bahwa tahun ini pasti akan berbeda. Dan seseorang sepertinya akan mengisi kekosongan hatinya.
If you could see what I see
You're the answers to my prayers
If you could feel the tenderness I feel
You would know it would be clear
That angels brought me here
~TBC~
Autor's note: Halooo aku datang lagi dengan chapter ke 2. Oh ya, untuk rated T bukan berarti akan banyak lemon lo, tapi akan banyak kata yang cukup kasar.
Nah sekarang silahka anda sekalian #plakk untuk
R
E
V
I
E
W
