Life of Desired

...

Pairing:

Kyuhyun & Sungmin

...

Warning:

BL, Tidak Sesuai EYD, Typo(s), Abal-abal & Garing

...

Genre:

Little Hurt and Romance

...

Happy Reading All^^

...

Seseorang tidak terluka hatinya oleh apa yang terjadi, tetapi oleh opini yang ia ciptakan atas apa yang terjadi. (Michel De Montaigne)

Kamar Sungmin

'Bruk'

Terjatuh sudah bathrobe yang Sungmin kenakan. Tergeletak mulus di lantai keramik tersebut. Namja manis itu benar-benar full naked sekarang. Kyuhyun membulatkan matanya besar.

"Lee Sungmin..! Cepat, pakai pakaianmu!" perintah Kyuhyun tegas.

Dan ada tatapan pervert di sana.

"Kenapa? Apa kau takut tergoda olehku, karena kau seorang pria normal? Benar begitu? Haha.." perkataan Kyuhyun dianggap angin lalu oleh Sungmin.

"Tidak! Aku tidak tergoda sama sekali!" bantah pemuda tampan itu berbohong. 'Tentu saja aku tergoda, bodoh! Kau benar-benar tipe idealku. Tapi.. aishh, jinjja!' Batin Kyuhyun frustasi.

"Haah, benarkah itu, eoh?" balas Sungmin menyeringai serta melangkah kecil ke arah Kyuhyun.

"Kenapa berjalan?"

Sontak Kyuhyun bertanya dengan tampang polosnya. Namun sayangnya tidak. Bahkan tidak bosan-bosannya ia menelan air salivanya berkali-kali. Dan jangan lupakan detak jantungnya yang berdetak semakin cepat.

"Kalau kau tidak ingin aku mendekatimu, tunggu apalagi.. cepat ambil fotoku saat sedang naked,"

"Haha astaga.. kau seperti ingin merusak image kepopularitasan-mu saja.." canda Kyuhyun, tak lagi gugup.

"Tepat sekali!" sahut namja manis itu cepat.

"Apa yang tepat?" Kyuhyun mengernyit heran, tak mengerti maksud ucapan Sungmin.

"Benar apa yang kau katakan barusan. Ini semua demi kebaikanku. Maka dari itu, aku berniat untuk menghancurkan karirku sendiri, jangan sampai orang lain yang terlebih dahului mendahuluiku." jelas Sungmin dengan tenang. Tak ada kata penyesalan diraut wajahnya.

"Apa?! Aku rasa kau sudah gila," Kyuhyun tak percaya dengan semua ini. Bagaimana bisa, seseorang ingin menghancurkan karirnya sendiri, disaat karirnya tengah bersinar dan berjaya. Sulit dipercaya bukan?

"Tidak, aku tidak gila. Ini semua sudah kuperhitungkan dengan matang-matang. Aku benar." ujar Sungmin.

"Memang benar itu yang kau inginkan.. tapi tidak denganku. Aku tidak pernah berpikir bahwa ini adalah kebaikan, tetapi kesalahan. Pikiranmu yang salah harus diisi dengan pikiran benar."

Kyuhyun berkata dengan tenang. Ia ingin mengubah pola pikir penyanyi namja manis itu yang tidak benar menjadi benar. Ia tidak mungkin melakukan hal seburuk itu, meskipun memang sudah buruk. Kyuhyun hanya ingin mengambil suatu objek yang masih layak untuk dilihat, seperti berpelukan dan berciuman. Tidak untuk memotret sesosok yang bertelanjang vulgar seperti Sungmin yang kini berada di hadapannya sekarang.

"Kau tidak perlu ikut campur dalam urusanku! Kau hanya perlu melakukan apa yang sewajarnya dilakukan oleh setiap paparazzi," Sungmin menatap kesal pada Kyuhyun.

Kini jarak di antara mereka tinggal satu meter lagi dari tempat mereka berdiri. Namun terasa jauh bagi Sungmin untuk melangkahkan kakinya mendekati Kyuhyun. Berbanding terbalik dengan pemuda tampan itu. Kyuhyun berpikir bahwa jangkauan jarak mereka sangatlah dekat, sehingga ia harus merutuki kegugupannya yang ditutupi oleh sikap tenangnya itu. Namun jangan salah, bagian tubuh paling sensitifnya-benda yang ada dibalik celananya tampak terlihat gusar. Perlahan demi perlahan benda panjang itu mulai menegang, dan Kyuhyun mati-matian menahan hasrat tegangannya-yang ingin mencumbui namja manis naked di hadapannya itu.

"Bukan ini yang kuinginkan," balas Kyuhyun mencoba untuk menjernihkan pikirannya yang terkontaminasi akibat pikiran kotornya.

"Benarkah, bukan ini yang kau inginkan? Lalu untuk apa kau selalu mengikutiku? Ah, dan bahkan kau sekarang seperti stalker-ku saja. Ckck!"

Sungmin berdecak seraya menggeleng pelan. 'Ini tidak akan berhasil. Apa yang harus kulakukan agar ia mau memotret tubuhku? Argh, aku benar-benar gila sekarang!' Batin Sungmin berpikir keras dan terlihat frustasi. 'Apa aku harus melakukan hal menantang, agar emosinya dapat terpancing? Aish, tidak mungkin! Ini konyol, terlalu memaksa! Eum, tapi jika ini satu-satunya jalan, baiklah, terpaksa akan kulakukan.' lanjutnya dengan batin yang cukup mantab.

"Itu berbeda, tidak sama. Lagipula wajar bukan, bila aku selalu menguntitmu? Aku ini kan paparazzi?" sangkal Kyuhyun sekenanya.

"Ya, terserah kau sajalah.."

Sungmin mempercepat langkahnya, dan Kyuhyun tampak terdiam membeku saat tahu namja manis itu akan segera mendekatinya.

Dan tibalah di ujung akhir langkahnya, dan Sungmin pun telah tiba di hadapan Kyuhyun. Jarak mereka dekat. Bahkan terlalu dekat, sehingga deru nafas mereka dapat dirasakan oleh satu sama lain.

Namja manis itu menurunkan tubuhnya dan bertekuk lutut di hadapan Kyuhyun-tepatnya di hadapan celana levis pemuda itu. Tanpa rasa segan, ia ulurkan tangannya meraih resleting celana Kyuhyun, dan mulai menurunkannya sambil mengigit pelan bibir bawahnya hingga memerah. Setelah terbuka, tangan mungilnya mulai menelusup ke dalam celana dalam untuk membukanya.

'Deg'

Bulu-kuduk Kyuhyun merinding saat Sungmin mulai membuka resleting celananya, dan bahkan sekarang berani-beraninya masuk ke dalam alat privasinya. Sekarang pikirannya benar-benar kacau, bingung harus bertindak apa selanjutnya.

'Slep'

Terpampang sudah benda genital milik Kyuhyun. Sungmin terkesiap dan mengerjapkan matanya. Tidak pernah terpikirkan sebelumnya bahwa Kyuhyun bisa setegang ini, dikarenakan Kyuhyun pemuda normal. Ternyata dugaannya salah. Haruskah ia katakan bahwa pemuda paparazzi itu juga seperti sebangsanya-gay?

'Haruskah aku melakukan ini?' tanya Sungmin dalam hatinya.

Keraguan namja manis itu muncul kembali. Pra-duganya antara berhasil dan tidak berhasil mulai melemah untuk memancing amarah si pemuda paparazzi itu, agar ia mau mengambil foto-nya yang sedang naked dan dijualkan kepada redaksi majalah ataupun wartawan dengan harga termahal. Namun ia buang jauh-jauh pikiran yang membuatnya labil.

Sungmin mulai meraih batang genital milik Kyuhyun. Dengan sigap, pemuda tampan itu langsung menepis kasar tangan Sungmin hingga terjatuh. Kasar memang. Namun mau apa dikata, ini semua sudah terlanjur. Kyuhyun juga tak ingin sekasar itu, tapi karena terbawa emosi, jadi seperti itulah reaksinya.

Kyuhyun tak menyangka, mengapa bisa Sungmin yang notabane-nya sebagai penyanyi terkenal dengan bersuara emas itu bisa melakukan hal serendah ini demi menghancurkan karirnya sendiri, yang sudah lama dirintisnya. Sungguh ini bukan Sungmin yang dia lihat, yang bernyanyi di atas panggung dengan tersenyum manisnya untuk menghibur para penonton dan membahagiakan para fansnya dengan melakukan yang terbaik di mata mereka.

Ini bukan sosok Sungmin yang mengesampingkan harga dirinya demi mewujudkan keinginannya yang sesaat. Ini benar-benar membuatnya merasa tidak suka atas apa yang dilakukan Sungmin terhadapnya. Ia cukup kecewa kali ini. Pikirnya dengan wajah manis Sungmin dan sifatnya yang kelewat baik dan ramah itu tak ada cela, namun tersembunyi sifat erotisnya-menurut Kyuhyun. Ternyata dugaannya selama ini salah, namja manis itu bukan seperti yang dipikirkannya.

Kyuhyun menaikkan resleting celananya, kemudian segera beranjak meninggalkan penyanyi bersuara emas itu dalam posisi terduduk akibat dorongannya tadi, tanpa berkata sesuatu apapun itu terhadap dirinya.

Sungmin menunduk dan semburat merah sedih itu muncul menghiasi wajahnya, dan semakin kasar mengigit bibir bawahnya. Perlahan tapi pasti, kini air matanya telah menetes di pipi tirusnya. Mata dan hidungnya pun mulai memerah. Dan...

"Berhenti!" teriak Sungmin parau dalam tangisan diamnya.

Teriakan namja manis itu dapat membuat Kyuhyun menghentikan langkahnya tepat di depan pintu kamarnya dengan posisi memunggungi Sungmin.

"Lima menit..! Ya.. lima menit saja! Hiks.." pinta Sungmin. Kini tangisannya terdengar jelas di gendang telinga pemuda tampan itu.

Sementara Sungmin mencoba untuk berdiri dari terjatuhnya dengan linanangan air mata yang telah membasahi pipinya, Kyuhyun diam seribu bahasa di tempat. Belum ada niat untuk membalikkan badannya. Ada rasa bimbang dihatinya. Jujur, dia masih kecewa dengan Sungmin.

"Bisakah kau, luangkan waktu hanya lima menit saja untukku? Kumohon..." mohon namja bermata foxy itu sungguh-sungguh dengan membalikkan tubuh menghadap Kyuhyun.

Suara Sungmin terdengar sangat lirih dan parau. Seperti ada tangisan tertahan di sana. Kyuhyun pun yang mendengarnya merasa ada sedikit sesak dihatinya. Dan pemuda tampan itupun membalikkan tubuhnya. Di saat bersamaan, namja manis nan mungil itu juga berlari ke arahnya dan langsung memeluk tubuhnya yang masih dalam keadaan naked.

Kyuhyun tertegun. Tubuhnya membeku seperti dikelilingi banyak ribuan batu es.

Pasalnya penyanyi terkenal itu memeluk dirinya dalam keadaan naked, tanpa mengenakan sehelai apapun yang tertempel ditubuhnya.

"Lima menit saja.. bolehkah aku memelukmu?" tanya Sungmin lirih.

"Si..Silahkan,"

Sungmin semakin mengeratkan pelukan sepihaknya, dan membenamkan diri dibidang dada pemuda tampan tersebut.

"Kau pasti berfikir bahwa aku adalah namja murahan. Dan kau juga jijik melihatku saat seperti tadi. Ketahuilah, bukan ini diriku yang sesungguhnya.. hiks.." ujar Sungmin dengan tetesan air mata yang tak henti-hentinya keluar dari pelupuk matanya.

"Aku lelah dengan semua ini. Aku lelah harus menutupi kebohonganku pada publik, bahwa aku seorang penyanyi yang memiliki sexs orientasi tak normal. Aku tidak sanggup menjalani kehidupanku tanpa dia.. hiks.. cukup kehilangan Appa dan Eomma saja aku bisa terpuruk seperti ini..! Hiks.. dia tega meninggalkanku! Aku.. hiks.. aku hanya ingin hidup bahagia..! Bahagia tanpa ada air mata untuk kedua kalinya. Hiks.. bisa merasakan cinta tanpa ada air mata, dan bisa untuk tidak menyalahkan diriku lagi adalah keinginanku..! Hiks.. tapi sayang, itu semua tidak bisa kularang. Semuanya telah terjadi seakan sudah menjadi suratan takdir hidupku. Aku takut sendirian.. dan aku ingin mengakhirinya.. hiks.." suaranya terdengar sangat lirih dan pilu.

Sungmin berkata dengan sangat panjang, tanpa jeda. Itu adalah ungkapan isi hatinya mengapa ia bisa seperti itu dalam beberapa waktu lalu, yang semenjak mereka di Clubnight dan juga di kamarnya-sekarang.

Kyuhyun merasa iba mendengar curahan isi hati Sungmin. Kemudian diulurkan tangannya untuk membalas pelukan namja manis itu, dan mengusapnya lembut. Bermaksud untuk menenangkan hati Sungmin. Walaupun awalnya terasa berbeda saat tangannya menyentuh kulit halus punggung namja manis itu, namun lambat laun semuanya terasa seperti biasa.

"Su-Sungmin-ssi.. bukannya aku bermaksud untuk menceramahimu, tapi semua permasalahan yang ada akan ada solusinya, bahkan bisa saja dibalik itu semua akan ada hikmah yang tersembunyi. Kita tidak tahu bukan, rencana Tuhan? Asalkan semua permasalahan, kita serahkan pada Tuhan. Aku yakin, Tuhan akan memberikan jalan yang terbaik untukmu." ujar pemuda tampan itu bermaksud untuk menguatkan hati Sungmin.

Tak mendapat balasan dari lawan bicaranya, Kyuhyun mencoba untuk melepaskan pelukan mereka dengan meraih pundak Sungmin. Namun tidak ada respon di sana. Tubuh namja manis itu tetap bersandar ditubuhnya, seperti tidak ada niat untuk melepaskannya. Kemudian beberapa detik, tiba-tiba Sungmin mengendurkan tangannya dan terlepas dari pelukannya terhadap Kyuhyun.

"Sungmin-ssi, waktumu sudah habis," kata Kyuhyun mengingatkan, namun Sungmin tak bergerak sama sekali.

Kyuhyun kembali meraih pundak Sungmin dan membawanya untuk berdiri. Tetapi tidak bisa. Tubuh namja manis itu terasa lemah dan sulit untuk berdiri seutuhnya. Akhirnya ia pun menyadari bahwa namja manis itu tengah pingsan dalam pelukannya. 'Pantas saja dia tak menyahut perkataanku tadi.' Pikirnya dalam hati.

Kyuhyun membawa tubuh namja manis itu duduk bersandar di dinding dekat pintu, dan berinisiatif mengambil bed cover yang ada di ranjang Sungmin, lalu dibalutkan ditubuh namja manis itu untuk menutupi tubuhnya yang naked.

Setelah dibalutnya, Kyuhyun memangku tubuh Sungmin dalam duduknya. Memandangi wajah olek penyanyi tersebut. Sikap pemuda tampan itu seakan melunak saat melihat keadaan Sungmin tertidur sejenak dalam balutan bed covernya yang bermotif kelinci berwarna pink. 'Sexier than girl..' Batin Kyuhyun tersenyum. Kemudian di gendongnya tubuh Sungmin ke tempat ranjangnya dan dibaringkannya dengan lembut.

Aku tidak tahu, aku ini Straight atau sama sepertimu, penyuka sesama jenis. Entahlah, aku tidak mengerti. Yang jelas, disaat aku menyangkal bahwa aku seorang straight, aku semakin memikirkanmu. Terlebih lagi bibir M-mu yang sangat indah, ingin rasanya untuk mencicipinya barang sedikitpun. Entahlah, aku bingung dengan perasaanku ini, Sungmin. Mungkin suatu saat aku harus mencari tahu.

Kyuhyun berdiri, beranjak menuju almari Sungmin dan mengambil sehelai kemeja putih panjang. Setelah itu, perlahan pemuda paparazzi itu menurunkan bed covernya sebatas perut Sungmin, dan mulai memasangkan kemeja tersebut ditubuh Sungmin.

"Selesai," Kyuhyun menghela nafas setelah semuanya selesai.

Drtt... Drtt...

Bunyi suara getaran Handphone dari arah meja nakas. Dan benar saja, ada IPhone milik Sungmin di sana.

Kyuhyun meraihnya. "Manager Kim?" gumamnya, sekilas melihat Sungmin, lalu diangkatnya panggilan masuk tersebut.

"Yeoboseyo, Manager Kim?" jawab Kyuhyun sopan. Penelpon di sebrang terheran saat suara yang ditelponnya berbeda.

"Maaf, ini siapa?" tanya penelpon sebrang yang diketahui sebagai manager Sungmin. Sebut saja, Manager Kim.

"Ini dengan Cho Kyuhyun.. Sungmin-ssi sedang tertidur,"

"Benarkah? Ah, baiklah, aku akan segera ke Apartemen Sungmin sekarang juga. Kau tunggulah sebentar,"

"Baik, akan kutunggu." jawab Kyuhyun mengangguk meski tak terlihat oleh penelpon tersebut.

'Pip'

Penelpon sebrang itu memutuskan line telepon mereka.

.

.

.

Beberapa menit kemudian...

'CEKLEK'

Pintu kamar Sungmin terbuka dengan menampilkan sosok Manager dari sang penyanyi yang masih belum tersadar dari pingsannya.

"Bagaimana keadaannya sekarang?" tanya sang manager khawatar, setelah tiba di tempat tidur Sungmin dan menatap sekilas ke arah Kyuhyun.

"Dia belum siuman. Aku sudah banyak memberinya minyak kayu putih, namun tak bekerja dengan baik. Sampai sekarang dia belum tersadar," jawab Kyuhyun mengikuti gerakan manager Kim yang menatap Sungmin lekat.

"Hyung, cepatlah siuman.. tak seharusnya kau seperti ini,"

Manager Kim yang bernama lengkap Kim Ryeowook tersebut mendudukkan dirinya di tepi ranjang Sungmin, dan meraih tangan namja manis yang tengah tertidur sejenak-pingsan.

"Mengapa dia bisa pingsan?" tanya Ryeowook, sang manager pelan. Wajahnya masih tetap menatapi Sungmin, yang dia anggap sebagai hyungnya dan juga partner kerjanya.

"Aku tidak tahu apa sebabnya. Tapi yang jelas, dia baru menangis.." terang pemuda tampan itu benar adanya.

"Menangis? Menangis lagi?" kini manager tersebut beralih menatap Kyuhyun.

"Iya, Sungmin menangis dan mengatakan bahwa ia lelah dengan semua ini. Aku tidak tahu mengapa ia berbicara seperti itu tadi.. tapi dari semua pembicaraannya, seakan-akan mengarahkan Sungmin sedang tertimpa masalah. Maaf bila terlalu ikut campur," jujur pemuda tampan itu. Sang manager mendengarkan seksama atas ujarannya.

"Ah, gwenchana,"

Ryeowook menggantungkan kalimatnya dan menatap Kyuhyun dengan tatapan 'siapa namamu'. Kyuhyun yang mengerti akan maksudnya, langsung menyebutkan namanya.

"Ne, gwenchana, Kyuhyun-ssi. Terimakasih sudah menolong Sungmin." tutur Ryeowook dengan tersenyum.

"Ne, cheonmaneyo. Oh ya, bolehkah aku bertanya?" pinta Kyuhyun hati-hati.

"Silahkan,"

"Apa benar.. Sungmin sedang mengalami patah hati?" Kyuhyun melirik wajah Ryeowook agak takut. Maksudnya takut salah dimengerti nanti.

"Tebakanmu tepat sekali. Sungmin memang baru saja diputuskan oleh Sang kekasih. Ini sudah memasuki hari ketujuh, Sungmin hyung bertindak bodoh seperti ini," kata sang manager menjelaskan.

"Aku turut prihatin.. ini semua pasti sangat sulit dilaluinya," Kyuhyun menatap sendu pada wajah manis Sungmin dan diikuti Ryeowook.

"Iya.. dia baru pertama kalinya merasakan jatuh cinta. Namun sayang, cintanya yang selama dua tahun lebih ini dijaganya dengan baik, harus kandas begitu saja. Aku kasihan melihatnya bila terus-menerus menangisi pria brengsek itu. Shit!"

Ryeowook mulai kesal pada sosok kekasih Sungmin, yang ia anggap telah menyakiti perasaan hyungnya. Sudah seminggu ini Sungmin terus menangis, bersedih dan pulang larut malam dari tempat hiburan. Dia ingin membantu berbicara, tetapi dilarang Sungmin. Dan ia tak bisa berkutik sama sekali jika hyungnya itu sudah berkata jangan ikut campur. Ya, beginilah jadinya.. dia hanya bisa membantu lewat membeli banyak kacamata hitam dengan frame berbeda-beda, dan tisu banyak untuk Sungmin. Sedikit berlebihan memang.. tapi inilah kehidupan, waktu yang telah berlalu tak bisa diputar kembali. Semuanya bergulir dengan sendirinya.

"Kalau boleh tahu, siapa nama kekasih dari penyanyi suara emas ini?" tanya Kyuhyun penasan, berharap sang manager memberitahunya.

"Lee Jonghyun," jawab Ryeowook.

"Astaga! Pantas, wajahnya terasa familiar. Ternyata dia adalah idola Noona-ku. Ahh, dasar pabo!" gumam Kyuhyun merutuki kebodohannya.

"Ada apa?"

"Ah, anio.. hehe" Kyuhyun terkekeh, sedangkan Ryeowook balas tersenyum.

Drtt... Drt...

Bunyi getaran Handphone dalam saku celana Manager tersebut. Ryeowook berdiri dari duduknya dan mengeluarkan alat gadget-nya.

"Tuan, Choi?" ucap Ryeowook saat melihat panggilan masuk di IPhone-nya itu. "Kyuhyun-ssi, boleh aku minta tolong padamu?"

"Tentu. Minta tolong apa?" jawab Kyuhyun tulus.

"Bisakah kau tolong, menggantikan aku menjaga Sungmin sampai besok pagi? Maaf bila merepotkan.. tapi kali ini aku ada urusan yang sangat mendadak. Besok pagi, aku akan segera datang. Bisa kah, Kyuhyun-ssi?" katanya dengan mata yang sangat berharap.

"Baiklah, dengan senang hati akan kujaga Sungmin." balasnya diiringi senyuman.

"Terimakasih banyak, Kyuhyun-ssi.." Ryeowook memegang pundak Kyuhyun dengan sebelah tangannya. Kemudian beralih pada Sungmin, dan terduduk kembali.

"Hyung, mianhae, aku tak bisa menemanimu malam ini. Aku janji, besok pagi aku akan datang menemuimu." Ryeowook setengah berdiri dan menundukkan tubuhnya. Lalu ia kecup pipi Sungmin dengan sayang.

"Saranghae." lanjutnya, kemudian segera beranjak keluar meninggalkan Kyuhyun dan Sungmin. Namun sebelum itu, Ryeowook mengucapkan kata Annyeong seraya tersenyum serta menundukkan kepalanya, tanda mengucapkan terimakasih. Kemudian benar-benar berlalu dari hadapan Kyuhyun.

Setelah manager Sungmin, Kim Ryeowook, ke luar dari ruangan itu, kini Kyuhyun beralih pada Sungmin. Kyuhyun menarik bangku yang tak jauh dari tempat tidur Sungmin, lalu di dekatkan di tepi ranjang Sungmin.

Kyuhyun memandangi wajah terlelap Sungmin dari jarak yang tak bisa dibilang jauh. Pemuda tampan itu sangat lekat melihatnya dengan diiringi senyuman manisnya. Tak percaya bahwa seseorang yang tengah pingsan itu adalah seorang manusia dan bahkan seorang namja. Rasanya seperti melihat seorang malaikat manis yang sayapnya terpatah dan sulit untuk kembali ke atas langit. Dan akhirnya pemuda tampan itu terkikik dengan sendirinya. Imajinasinya memang luar biasa.

"Hoamm.." pemuda paparazzi itu menguap, terasa mengantuk. Akhirnya ia pun memutuskan untuk tertidur di dekat Sungmin, dengan mengulurkan dan melipat lengannya disisi ranjang Sungmin dan menelusupkan kepalanya dalam lipatan lengannya. Bisa dikatakan Kyuhyun tertidur dekat pergelangan tangan Sungmin.

...

Keesokan pagi, di rumah Sungmin... (Backsounds 'Super Junior - Coagulation')

"Enghh.." lenguh Sungmin saat membuka kelopak matanya. Kemudian melihat ke kanannya, dan menemui seseorang yang tengah tertidur.

"Ternyata dia.." gumam Sungmin lirih, kemudian menolehkan arahnya ke atas, memandangi atap langit kamarnya.

"Yang kuharapkan bukanlah dia.. tetapi Jonghyun." ujarnya menutup matanya sebentar disertai tetesan air mata yang telah keluar dari matanya. Ia menangis dalam diamnya.

Selang beberapa menit menangis, Sungmin menyibakkan selimutnya, bangkit dari tidurnya dan berjalan dengan langkah pelan ke arah balkon.

Namja manis itu tak menyadari bahwa ia tak memakai celana sama sekali, hanya kemeja panjangnya lah yang dapat menutupi paha mulusnya itu. Walau demikian langkahnya tak terhenti, tetap berjalan. (bayangkan saja Sungmin memakai kemeja putih panjang yang cukup besar, sehingga dipakai Sungmin sampai sebatas pahanya saja).

"Ahh!" Sungmin merasakan pening dikepalanya. Pusing dikepalanya tak menyurutkan keinginannya untuk ke balkon.

.

.

.

Di Balkon

"Appa.. Eomma.. aku merindukan kalian.." ucapnya lirih dan menutup matanya, merasakan udara pagi disertai angin kecil yang menerbangkan surai hitamnya lembut.

'TES'

Buliran air matanya kini terjatuh, menetes lagi. Entah mengapa namja manis ini begitu murahnya mengeluarkan tetesan air bening tersebut.

Ingin sekali rasanya, bagi Sungmin untuk memeluk kedua Orangtuanya. Namun sayang, tidak bisa.

"Kau sudah bangun?" tanya Kyuhyun menghampiri Sungmin dan berdiri di sampingnya.

Suara bass Kyuhyun tampak merdu dalam pendengaran Sungmin, namun ia tepis jauh-jauh pikirannya yang memuji suara Kyuhyun. Namja manis itu mengabaikan pertanyaan Kyuhyun dan lebih memilih menghapus jejak air matanya pelan.

"Pulanglah.. Terimakasih sudah menemaniku semalam," ujar Sungmin membalikkan tubuhnya dan berjalan menuju kamar mandi, tanpa melihat Kyuhyun.

Pemuda tampan itu hanya terdiam saat melihat punggung Sungmin memasuki kamar mandinya. "Baiklah, aku pulang.." gumam Kyuhyun pelan kemudian kembali ke tempat duduknya dan mengambil kameranya lalu segera pulang dengan raut wajah sendu.

.

.

.

Di Kamar Mandi

"Hikss.. Hikss.. Kau jahat..!"

Sungmin meringkuk dalam tangisannya. Ia tak terima dengan keputusan kekasihnya yang memutuskan hubungan mereka secara sepihak. Kekasihnya telah menyakiti perasaannya hingga meninggalkan bekas luka dalam.

"Jika kau tak mencintaiku lagi, untuk apa kau menjauhiku, dengan alasan kau sibuk dengan syutingmu? Untuk apa? Kenapa tidak kau putuskan saja aku sejak dulu? Kenapa baru sekarang, setelah aku menunggumu hampir setahun? Kenapa, hah? Kau mengkhianati cinta kita..! Hiks.. aku benci kau, Jonghyun..!" ujar Sungmin penuh emosi dalam tangisnya seraya menarik-narik rambutnya kesal. Ia keluarkan semua kekesalannya yang selama ini dipendamnya.

-Flashback ON-

Seminggu yang lalu...

Kekasih Sungmin yang bernama Lee Jonghyun datang menemuinya di rumah. Mereka sudah hampir satu tahun tidak bertemu, dengan beralasan Jonghyun sibuk dengan syutingnya. Sungmin yang sebagai kekasihnya punya pengertian yang sangat tinggi, dan selalu bersabar menunggu Jonghyun untuk kembali ke dalam pelukannya lagi.

Sementara Jonghyun dalam perjalanan menuju rumah Sungmin, namja manis itu membuatkan cake kesukaan Jonghyun dengan penuh cinta.

'Ting Nong'

"Ah, itu pasti Jonghyun," gumam Sungmin sembari menaruhkan kue kecil buatannya di atas meja, dan berjalan menuju pintu depan.

"Masuklah," persilahkan kekasihnya masuk.

Setelah mereka masuk dan duduk disofa, Jonghyun ingin mengucapkan sesuatu namun dipotong oleh Sungmin.

"Tunggu.. aku buatkan kue untukmu. Tunggu sebentar ya," ujar Sungmin dan melesat ke dapurnya untuk mengambil kue hasil buatannya.

Jonghyun yang terdiam dalam duduknya memandangi sebuah amplop undangan dengan tatapan sayu. Sungmin datang, ia pun langsung menyembunyikan amplop tersebut.

"Taraaa~ Ini dia kue kesukaanmu, sayang..!" seru Sungmin riang dan memberikannya pada Jonghyun.

"Sungmin.." sahut Jonghyun seraya meletakkan kue itu di atas meja yang dekat sofa.

"Loh, kenapa tidak makan, sayang?" Sungmin mengambil kue buatannya dan dipotong kecil olehnya, kemudian menyuapi Jonghyun.

Kekasihnya menolak atas suapannya dengan menepis lembut tangan Sungmin.

"Sungmin.. aku.. aku datang ke sini.."

"Ada apa, sayang? Bicaralah yang benar?"

"Aku kemari.. hanya untuk memberimu undangan pernikahan. Ini," jelas Jonghyun seraya memberikan sebuah amplop pada Sungmin.

"Siapa yang menikah, hm?" Sungmin membolak-balikkan undangan itu.

"Bacalah," balas Jonghyun dengan tatapan sayu.

Setelah dibukanya..

"A-Apa?! Ja-Jadi.. Kau yang akan menikah? Benar begitu, Jongie?" Sungmin tak percaya dengan semua ini. "Bagaimana bisa? Bukankah kau berjanji kita akan selalu bersama selamanya? Ta-tapi kenapa kau mengingkarinya?" mata Sungmin memanas dengan gumpalan air mata yang membendungi pelupuk matanya.

"Maafkan aku. Aku tidak bisa bersama-mu lagi.. aku terpaksa melakukannya." Jonghyun meraih tangan Sungmin dan memegangnya erat. "Maaf, aku harus pergi." Jonghyun pergi meninggalkan Sungmin dalam keadaan menangis sejadi-jadinya.

Mulai sejak itulah Sungmin menjadi berubah total. Ia jadi lebih sering menangis sendirian hingga matanya membengkak. Dan terpaksa harus mengenakan kacamata hitamnya agar tak diketahui masyarakat. Belum lagi yang setiap malamnya selalu pergi ke tempat hiburan malam-Clubnight dan pulang dalam keadaan mabuk.

Itu semua dilakukan Sungmin bentuk dari kemarahannya. Tidak bisa membalaskan amarahnya pada mantan kekasihnya, dirinyalah sebagai korbannya-

-Flashback END-

Sungmin mencoba berdiri. "Di sini sakit, Jonghyun! Hiks.." tangannya memukul kasar dada kirinya hingga tangisannya semakin pecah.

"Kau berjanji padaku bahwa kau tak kan pernah meninggalkanku. Tapi apa buktinya?! Sekarang kau akan segera menikah dengan wanita lain. Ini sakit.. sakit sekali! Hikss.."

Sungmin berjalan ke arah cermin yang ada dalam kamar mandinya. Menjatuhkan semua alat-alat perlengkapan mandi dengan amarah yang begitu membuncah. Saat matanya tertuju pada cermin, ia tatap geram cermin itu. Lalu...

'Arghhh~'

'PRANG'

Disaat bersamaan dengan teriakannya, Sungmin meninju keras cermin besar itu, hingga tanggannya terluka, penuh dengan lumuran darah yang menetes sangat deras dari tangan kanannya. Matanya memerah dan nafasnya terengah-engah. Tiba-tiba rasa pusing dikepalanya kembali menghampirinya. Dan...

'BRUK'

Namja manis itu terjatuh begitu saja, lebih tepatnya pingsan untuk kedua kalinya dalam kondisi berlumuran darah pada tangannya.

.

.

.

Beberapa menit kemudian..

"Sungmin hyung, eodiso?" tanya Ryeowook, sebagai sang Manager Sungmin saat memasuki kamar luas itu dan tak dilihatnya sosok namja manis itu berada di tempat tidurnya.

"Hyung?!" panggil Ryeowook melangkah cepat ke arah balkon, namun tak ditemuinya. Ia berbalik ke tempat tidur, meremaskan tangannya gelisah serta mengedarkan pandangannya ke setiap sudut. Dan...

"Hyung..!"

Ryeowook berlari cepat ke kamar mandi, ia melihat Sungmin sudah terkapar lemas tak berdaya dengan tangan dan pakaian yang berlumur darah. Dan jangan lupakan kondisi kamar mandi mewah tersebut menjadi berantakan karena Sungmin.

"Sungmin, Hyung! Hyung..!" pekiknya keras mendekati Sungmin. "Hyung, apa yang kau lakukan? Hikss.." lanjutnya memangku tubuh Sungmin.

Dengan tindakan cepat, Ryeowook langsung menelpon dokter pribadi Sungmin. Setelah itu, ia beralih pada Sungmim, dan mencoba untuk membopong hyungnya sebisa mungkin.

"Hyung, bertahanlah.." gumam Ryeowook sangat khawatir.

Tiba di tempat tidur Sungmin, Ryeowook membaringkan hyungnya dengan pelan. 'Ah, dia belum memakai celana dalam rupanya,' Batin Ryeowook. Dengan sigap, namja mungil itu berlari ke almari Sungmin dan mengambil yang dibutuhkannya. Setelah itu, ia pasangkan celana dalam hyungnya sesuai pada letaknya, tanpa ada rasa segan barang sedikitpun. Dipikirannya saat ialah rasa cemas dan khawatir saat melihat kondisi Sungmin yang ada di luar dugaannya.

.

.

.

"Bagaimana keadaan Sungmin, wookie-ah?" tanya seseorang saat berjalan masuk ke kamar namja manis itu dan menghampiri Ryeowook dan Sungmin yang tengah terbaring pingsan.

"Donghae hyung, untunglah kau datang cepat. Sungmin hyung semakin parah saja kegalauannya. Ini harus dihentikan, hyung.. jika tidak, Sungmin hyung akan terus melakukan hal yang dapat membahayakan tubuhnya," ungkap Ryeowook ketakutan pada seorang namja yang dipanggilnya hyung, yang diketahui sebagai sepupu Sungmin dan juga dokter pribadinya.

Lee Donghae, nama dokter itu mengeluarkan alat periksanya dari dalam tas. Dengan cekatan tangannya memeriksa tubuh Sungmin dengan rasa khawatir.

"Wookie-ah, bisa kau tolong ambilkan aku air bersih hangat, untuk membersihkan luka Sungmin," tutur Donghae dengan masih memeriksa sepupunya itu.

"Baik, hyung" Ryeowook mengangguk pelan dan segera pergi menuju lantai dasar, ke dapur.

.

.

.

"Ini hyung, air hangatnya," kata Ryeowook memberikan sebaskom air hangat bersih pada Donghae yang telah diambilnya.

Sementara Donghae, sang dokter yang sedang mengobati luka Sungmin, Ryeowook bergelut dengan alat gadgetnya. Dia tampak bingung, hari ini Sungmin di undang bernyanyi dalam acara pernikahan anak dari sang Produser, dan dia tidak mungkin membiarkan Sungmin untuk menghadiri acara tersebut.

"Aku harus bilang secepatnya agar pak Produser bisa mencari pengganti lain Sungmin hyung. Ya, harus.." Ryeowook menekan ikon telepon pada layar IPhone-nya dan menaruhkannya didaun telinganya.

Sementara Ryeowook melakukan pekerjaannya sebagai manager dari Sungmin, Donghae segera menyelesaikan memasang perban ditangan Sungmin dan merapikan tempat tidurnya.

'Sungmin, mengapa kau jadi seperti ini, eoh? Seberapa pentingkah dia untukmu? Lupakan dia yang telah menyakitimu, dan carilah penggantinya yang lebih baik.. aku cemas melihatmu..' Batin sang dokter seraya mengusap lembut surai hitam Sungmin. Ia merasa bersalah tak bisa menjaga sepupunya dengan baik dan benar. Bahkan ia jarang berkunjung ke rumah Sungmin.

.

.

.

Di rumah Kyuhyun

'BUK'

Kyuhyun menghempaskan tubuhnya di spring bed berukuran kecil. Pemuda tampan itu terbaring dengan tangan sebelah kanannya ditaruh dibawah kepalanya sebagai tempat tumpuannya. Sedangkan tangan satu lagi ia gunakan untuk memegang kameranya. Pandangannya menatap lurus ke atap langit kamarnya.

"Lee Sungmin.." gumamnya pelan dengan tatapan sayu. Wajahnya berubah menjadi khawatir pada sosok penyanyi bersuara emas itu.

"Haruskah aku berhenti mengikutimu untuk mengambil fotomu? Hm, aku rasa begitu. Ku kira kau namja manis yang kuat, ternyata sangat lemah. Karena putus cinta kau bahkan nekat mengundurkan diri dari dunia perindustrian musik. Hufh.." Kyuhyun menghela nafas, masih tetap pada posisinya memandangi atap langit kamarnya.

.

.

.

Kembali pada kediaman Lee Sungmin..

"Bagaimana hyung, keadaan Sungmin hyung? Semakin memburukkah?" tanya Ryeowook setelah selesai bertelepon.

"Tidak seburuk yang kita pikirkan. Dia hanya perlu banyak istirahat, Wookie-ah. Bila perlu harus ambil cuti dalam beberapa bulan ke depan dan bawa dia jalan-jalan berkunjung ke luar kota atau ke luar negri untuk me-refreskan pikirannya. Mungkin dengan cara itu ia bisa melupakan mantan kekasihnya. Bagaimana, kau setuju?"

"Aku setuju-setuju saja hyung dengan pendapatmu. Tetapi bagaimana dengan Sungmin hyung? Aku pikir dia tak setuju, hyung. Dia keras kepala, bahkan dia ingin secepatnya menyelesaikan urusannya dalam dunia musik. Aku bingung jalan pikiran Sungmin hyung.." jujur Ryeowook.

"Dia memang keras kepala seperti Ahjussi.." balas Donghae dang menghembuskan nafasnya.

"Jadi bagaimana solusinya, hyung?" tanya Ryeowook menatap sekilas wajah Sungmin.

"Bila Sungmin tetap kekeuh dengan pendiriannya, untuk sementara tolong kau kurangi jadwal manggung Sungmin dan jangan lupa ingatkan dia untuk selalu meminum obatnya setiap hari." tutur Donghae menjelaskan, Ryeowook mengangguk mengerti.

.

.

.

Sementara itu di rumah Kyuhyun...

'BYUR'

Tampak terdengar bunyi suara Kyuhyun yang sedang mandi dalam kamar mandi yang berada di kamarnya.

Sang Noona, yang bernama Ahra itu memasuki kamarnya yang tak dikunci. Mengedarkan pandangannya dan melihat laptop milik Kyuhyun berada di atas tempat tidurnya, dan mendekati ranjang tersebut.

"Aigoo.. mengapa tak dimatikan jika tak dipakai. Baterai cepat habis nantinya," ujarnya sambil memangku laptop tersebut dipahanya. Tak sengaja memencet tombol enter. Dan...

"Mwo? Aigoo.. dia itu sembrono sekali mencium yeoja di depan umum..! Apa dia tak takut imej-nya akan buruk bila tersebar? Ckck.." ujarnya menggeleng tak percaya.

Foto yang dilihat Ahra adalah foto Sungmin yang saat berada di Clubnight kemarin malam bersama Kyuhyun.

Setelah beberapa menit asik bergulat pada laptop Kyuhyun, kini saatnya ia pergi keluar dari kamar Kyuhyun. Karena didengarnya kamar mandi Kyuhyun telah terdiam tak memercikkan air lagi. Dengan segera kakak perempuan dari Cho Kyuhyun tersebut pergi meninggalkan kamar Kyuhyun dengan berjalan perlahan dan menjinjit agar langkahnya tak terdengar oleh Kyuhyun.

To Be Continued...

Annyeong chingudeul.. saya update chapter dua nih. Semoga chapter dua ini tidak membosankan kalian untuk membaca fanfic ini. Hehe

Oya, dari review kemarin ada yang berkata kalau sosok Kyu di sini seperti uke. Jujur, saya sama sekali tidak sanggup jika Kyuhyun yang kece badai dibuatkan menjadi sosok uke. _ Saya benci Kyu yg dibilang uke. ;) Jadi jangan pernah berfikir bahwa saya akan membuat cerita sperti itu. Hehe..

Oya, saya juga berterimakasih yg udh direview di chapter 1. Maaf, saya tak bisa membalas review kalian satu2. Tapi semua review kalian udh saya baca kok. ;) Happy KyuMin Day & Happy JOYDay.. \(^_^)/

Thanks To:

danactebh, RaniahMing, aslidELF, kyumin pu, Kim Yong Neul, .71465572, BabyBuby, mmillo, bunnykyu, chaerashin, Finda Elf 137, UnKnow joyer, gyumin4ever, Niellee Cho, melsparkyu, abilhikmah, Ajeng kumala, Ncie gyuminglove, asdfghjkyu, Guest, gafgsjska, GameSMI, allea1186, Adelia santi, sissy, min, Maya Agnes, deviandriani, minguest, Siska232, keykyu, Park Heeni, imKM1004, Adekyumin joyer, choiminhyun, dirakyu, anie JOYer, , .7, kyuminsimple0713, coffeewie137, Shin JiWoo920202, lindasisilia1, , fitriKyuMin, Okalee, Zen Liu, , Fariny, Kyunia137, aiueooo, MinminKyu, kyuminsweet, JOYwine Addict, Tiffy TiffanyLee.

Gomawo yg sudah review.. ;)


Sign, Choi Eun Gun