Love Is Sweet Torment

Cast : Cho Kyuhyun, Lee Sungmin, and other cast^^

Genre : Friendship, Romance

Gender : just Shounen-ai

°•°MAMASITA137°•°

Don't LIKE Don't RED

But, IF YOU READ PLEASE REVIEW :3

enJOY it~

.

.

Chapter 2

"Waaah aku baru tahu kalau ada pasar malam disini. Bagimana kau bisa tahu Kyu?" namja manis nan mungil itu tak henti-hentinya mengoceh ceria.

Kyuhyun mengusap wajahnya kasar. Kenapa sahabatnya itu sangat cerewet seperti yeoja?

"Kyu~ kyu~ ayo kita kesana" mata Sungmin berbinar saat melihat sebuah stand yang menjual berbagai macam pernak-pernik yang sangat memanjakan mata.

"Arra" ucap Kyuhyun pasrah saat tangannya ditarik begitu saja oleh Sungmin yang hyper malam ini.

Tangan Kyuhyun mengusap satu per satu kalung yang berjejer rapi di sepanjang stand aksesoris. Ia melirik Sungmin yang juga sedang sibuk dengan dua buah gelang ditangannya.

"Aku ambil yang ini ahjussi" ucapnya sembari mengeluarkan sebuah dompet dari saku celananya.

Senyuman tak terelakkan dari bibir mungilnya saat dua buah gelang tersebut sudah berada ditangannya.

"Hey Ming, kau beli untuk siapa ?" Kyuhyun menyenggol bahu Sungmin yang sedari tadi senyum-senyum gaje.

Sungmin tersenyum jahil.

"Mau tahu saja!" ucapnya. Ia melangkah dan meninggalkan Kyuhyun yang masih membeo di stand aksesoris.

"Ya! Kelinci gendut!" teriaknya. Ia sama sekali tak mempedulikan tatapan dari para pengunjung yang lainnya.

.

.

.

"Kyuhyun... Matikan lampunya"

Ucap Sungmin yang sedari tadi tak bisa memejamkan matanya.

Oke saya jelaskan. Setelah mereka memuaskan diri mereka di pasar malam tersebut, tiba saatnya mereka pulang ke rumah. Namun tidak untuk Sungmin, ia menginap di rumah Kyuhyun dengan alasan ingin tidur bersama Kyuhyun malam ini.

Dan Kyuhyun pun tak mempermasalahkan soal itu, karena Sungmin sahabatnya.

Keduanya tengah berbaring di ranjang king size milik Kyuhyun. Namja bertubuh lebih kurus itu sudah terlebih dahulu memejamkan matanya. Berbeda dengan Sungmin yang masih mengedip-ngedipkan matanya tak nyaman.

Berulang kali ia mencoba memejamkan matanya dan berulang kali pula menggeram kesal.

"Aku tidak bisa tidur kalau lampunya mati Ming" ucap Kyuhyun dengan mata terpejam.

Sungmin menggeser tubuhnya dan memiringkan tubuhnya menghadap Kyuhyun.

Tangannya terulur kearah wajah Kyuhyun. Jari telunjuknya dengan nakal mulai mengetuk-ngetukkan dipipi Kyuhyun yang jauh lebih tirus dari pipinya.

"Kyu~ matikan ya~" ucapnya mendayu.

Kyuhyun yang merasa tidurnya terganggu oleh rengekan Sungmin serta jari nakal Sungmin mulai menggeram pelan.

"Baiklah... Baiklah tapi kau harus tidur dalam pelukanku" pintanya masih dengan mata terpejam.

Sungmin yang mendapatkan jawaban dari Kyuhyun tersenyum. Dan beranjak mematikan lampu tidur Kyuhyun. Setelah lampunya padam ia membaringkan tubuhnya di samping Kyuhyun yang langsung menangkap tubuhnya.

"Sebentar.. Angkat kepalamu dulu" ucap Kyuhyun.

Tangan kanan Kyuhyun tergerak dan menyelip diantara kepala dan bahu Sungmin. Setelah menaruhnya Sungmin mulai membaringkan kepalanya dilengan Kyuhyun.

Posisi yang sangat nyaman untuk Kyuhyun memeluk Sungmin maupun Sungmin meringkuk dipelukan hangat Kyuhyun.

"Jaljayo Minimi~" suara Kyuhyun bahkan terdengar berdengung karena telinga Sungmin sudah menempel di dada Kyuhyun.

Tangan kanan Sungmin melingkar di perut Kyuhyun dan semakin membenamkan dirinya di dada bidang Kyuhyun.

"Jaljayo Kyunnie~" lirihnya yang mulai menyusul Kyuhyun ke alam mimpi dengan senyuman di bibir mereka masing-masing.

.

.

.

Pagi menjelang, Sungmin bangun terlebih dahulu dibanding dengan Kyuhyun. Kedua tangan mungilnya mengucek kasar mata foxynya.

Setelah ia rasa matanya telah terlihat jelas, ia mengedarkan pandangannya pada ranjang Kyuhyun. Terbaring dengan posisi yang tidak beraturan seorang namja berkulit putih pucat dan berparas tampan.

Senyuman tersemat dibibir mungilnya saat melihat betapa polosnya wajah sahabatnya yang terkenal begitu evil dengan tingkahnya yang selalu membuat siapa saja geleng-geleng kepala.

"Dasar pemalas... Eunghh tapi masih terlalu pagi" matanya menatap jendela yang tertutup separuh oleh korden berwarna putih. Matahari belum menampakkan sinarnya, masih terlalu pagi untuknya bangun. Ia beringsut merebahkan tubuhnya dan menutupnya dengan selimut tebal yang juga membalut tubuh Kyuhyun.

Kepalanya miring dan menghadap pada sisi wajah Kyuhyun.

"Aku iri pada ketampananmu Kyunnie, kkkk~"

Ia mengarahkan kepalanya pada leher jenjang Kyuhyun yang terpampang jelas karena sang empu hanya mengenakan kaos oblong. Diendusnya leher putih Kyuhyun yang menguarkan aroma maskulin yang sangat Sungmin sukai.

"Eunghh~" Sungmin menyamankan dirinya pada tubuh Kyuhyun.

.

.

.

"Ming! Sebentar." baik Hangeng, Heechul dan pemuda manis yang dipanggil 'Ming' itu menoleh dan menatap pemuda berambut brunette dengan mata hazel indah dan wajah tampan yang selalu terlihat datar itu.

Gelas berisi seperempat cairan berwarna putih kental tersisa setelah sang empu menggeletakkan gelas sedangnya diatas meja makan.

Terlihat sisa-sisa cairan putih tersebut disudut bibir atas pemuda manis yang tengah mengerjabkan matanya itu.

"Ada apa Kyunnie?" ia bertanya. Heechul lebih memilih kembali mengoleskan selai berwarna merah diatas permukaan roti tawar putih ditangannya. Sedangkan Hangeng—sang Appa juga kembali fokus pada koran ditangannya.

"Haishh... Mendekatlah" tanpa Babibu, Sungmin menuruti keinginan Kyuhyun dengan mendekatkan tubuhnya pada Kyuhyun.

Pemuda yang lebih tinggi itu turut mendekatkan dirinya dan meraih kerah Sungmin.

Sang empu sempat terkaget mendapat perlakuan dari sahabatnya itu.

Jemari putih, panjang nan kekar itu dengan cekatan menyimpulkan dasi yang sebelumnya berbentuk tak beraturan itu hingga kini terlihat sangat rapi akibat campur tangan Kyuhyun disana.

Senyuman indah tersemat dibibir Sungmin.

"Gomawo kyunnie" ucap Sungmin tulus.

"Ini sayang makanlah... Dan Kyu ! Minum susumu" Heechul mendudukkan dirinya disamping Hangeng yang sedang menyerutup kopi hitam yang terisi di sebuah cup putih.

"Aishh... Aku mau kopi Eomma. Bukan susu, memangnya aku anak kecil" ucapan Kyuhyun membuat Sungmin mendelik. Biar bagaimana pun ia menyukai minuman berprotein tersebut. Dan mendengar Kyuhyun merendahkan orang yang minum susu ia pun tersindir.

"Ya! Maksudmu aku anak kecil, eoh?" sentak Sungmin.

Kyuhyun dengan cepat membekap telinganya. Teriakan Sungmin sungguh menyakiti telinganya.

"Tidak" Kyuhyun dengan cueknya menarik roti yang dibuatkan oleh sang Eomma lalu menggigitnya pelan.

Wajah Sungmin berubah masam.

Dengan kesal ia memasukkan roti yang diberikan oleh Heechul kepadanya dengan rakus.

Kesal? Tentu saja.

"Sungminnie...Makannya pelan-pelan sayang" begitulah Heechul. Baik dan lembut kepadanya. Ia menganggap ibu Kyuhyun itu juga Eommanya.

Dan tentu saja Eommanya juga adalah Eomma Kyuhyun.

Kyuhyun melirik Sungmin yang ia yakini sedang kesal.

Ia tak dapat menyembunyikan senyumannya.

"Aku selesai Eomma, Appa... Gomawo atas sarapannya, aku mau pulang dulu"

Usai dengan sarapan sederhana keluarga Cho. Sungmin memilih pulang kerumahnya yang tepat berada di depan rumah Kyuhyun.

Hanya berbataskan oleh luasnya jalanan.

"Ah nde, salam buat Eomma dan Appa mu nde sayang" Heechul melambaikan tangannya melihat Sungmin menjauh dengan tangan yang melambai kearahnya dan suaminya. Dan tidak untuk kyuhyun.

Poor him.

"Kyu, Sungmin tengah kesal padamu. Cepat minta maaf"

Hangeng membuka suara. Ia telah usai dengan sarapannya dan merapikan pakaiannya.

Kyuhyun menyunggingkan senyuman remeh yang langsung mendapat tatapan tajam dari Heechul.

"Kkkk... Menggodanya itu menyenangkan Appa, nanti juga baik sendiri... Ah Aku selesai. Aku ingin menghampiri kelinci gendut itu hahahaa..."

Tanpa memberi salam yang manis, Kyuhyun meninggalkan kedua orang tuanya. Kaki panjangnya mengarah pada kamarnya yang berada di lantai atas.

"Anak itu sama sekali tak ada manis-manisnya" Heechul menggerutu kepada suaminya.

Hangeng terkekeh lalu menarik Heechul untuk mendekat kearahnya.

"Dulu kau ngidam apa yeobo? Kkkk"

"Haishh kau ini !"

.

.

.

.

"Eomma... Appa... Pemuda tampan ini datang untuk menjemput putra manismu"

Tebak suara siapa?

Mendengar suara merdu tersebut. Seorang wanita cantik separuh baya mendatangi pemuda yang memang tampan tersebut.

"Aigoo~ Kyuhyun-ah, kau baru datang? Sungmin sudah berangkat bersama Appa-nya tadi" terang wanita bernama Leeteuk itu.

Senyuman diwajah Kyuhyun luntur seketika.

Rasanya aneh jika Sungmin berangkat mendahuluinya. Apa Sungmin benar-benar kesal padanya?

Ah, ia rasa ia harus meminta maaf kepada kelinci gendut itu.

"Kyuhyun-ah. Apa kalian bertengkar?"

Melihat wajah keruh mendadak dari Kyuhyun, Leeteuk menepuk pundak Kyuhyun seolah menenangkan Kyuhyun.

Sebuah senyuman paksaan tersemat dibibir merah Kyuhyun.

"Tidak Eomma. Kami baik-baik saja, kalau begitu aku berangkat dulu Eomma."

"Hati-hati Kyu"

Pemuda tersebut mulai mencapai daur pintu lalu berbalik dan melambaikan tangannya pada Leeteuk.

"Haah dasar anak muda. Kkkk..."

Sebuah helaan nafas mengawali sebuah kekehan merdu dibibir tipis Leeteuk.

.

.

.

Ramai,

Gambaran suasana pembuka pagi disebuah sekolah yang rata-rata menampung siswa-siswa berprestasi dan berekonomi menengah keatas.

Sekolah unggulan, ya sebutlah seperti itu.

Disebuah kelas, seorang namja berparas manis dan rambut hitam legam yang menutupi dahi putihnya tengah membaca sebuah buku dengan sebuah chupa chups berwarna merah muda tersemat indah diantara bibir sewarna cherrynya.

Seakan larut dengan bacaannya ia bahkan tak menyadari jika ada seseorang yang mendekat kearahnya.

Plop

"Ya!"

Chupa chups yang sedang ia nikmati tiba-tiba tertarik secara paksa dari mulutnya.

Dan ia baru sadar jika yang melakukannya adalah Kyuhyun. Sahabat yang menyebalkan baginya.

"Kembalikan permenku!" ucap Sungmin kesal.

Ia semakin mendelik saat Kyuhyun malah dengan santainya mendudukan dirinya disebuah bangku yang berada didepan bangku Sungmin.

"Wah kau membaca novel ming" ucapnya sok tertarik. Seakan tak mengindahkan Sungmin yang tengah menahan kesal akibat ulah seenaknya dari Kyuhyun.

"Kembalikan permenku!"

Kyuhyun mendongak menatap Sungmin yang berdiri didepannya.

"Sepertinya permenmu sangat enak.. Eummm—"

"YA! KENAPA KAU MEMAKANNYA!" Sungmin berteriak kala permen yang ia sukai malah dimakan oleh Kyuhyun.

Dengan santainya Kyuhyun menghisap permen tersebut lalu menjilatnya.

Entah kenapa wajahnya memanas seketika. Pasalnya permen tersebut telah berlumuran ludahnya tapi Mengapa Kyuhyun mau memakan permen berasa strawberry tersebut.

'Aigoo... Jantungku kenapa' batinnya. Seakan mengabaikan Kyuhyun yang menatapnya khawatir.

"Ming... Hey, aku minta maaf. Ini untukmu"

Tangan kanan Kyuhyun menepuk bahu kiri Sungmin. Perasaan bersalah menyerang dirinya.

Wajah Sungmin yang diam tanpa ekspresi membuatnya merasa sangat bersalah.

Tangan kirinya mengulurkan 3 buah permen Chupa chups dengan 2 rasa strawberry dan sebuah Chupa chups berasa Cola.

Chup

"E—eh" tersadar saat sebuah benda lunak nan hangat menempel pada pipi kirinya.

"Aku minta maaf Ming"

Ia tidak jarang mendapat kecupan ringan dari Kyuhyun. Tapi.. Untuk yang kali ini ia sadar, sebuah perasaan abstrak hinggap dipadanya.

Dentuman tak jelas didadanya membuatnya hampir frustasi.

Ada apa dengannya?

Apakah ini yang namanya jatuh cinta? Bukankah terlalu dini?

"Ming, kau baik-baik saja?" tanya Kyuhyun.

Namun hanya sebuah anggukan kepala dari Sungmin membuat Kyuhyun terpekik senang.

'Aku menyayangimu Ming'

.

.

.

To be continue

Big thanks for

Finda Elf 137,Cho MeiHwa,danactebh,wullancholee,Kkazhou137,abilhikmah,allea1186,ryesungminkyu18,ona lee umin,fitriKyuMin,guest,Adekyumin joyer,Cho Adah Joyers,5351,gyumin4ever,Princess JOYELF137,nurkhikmah. elf,Heldamagnae,Rahma Lau137,lee sunri hyun,BabyMing,PRISNA ChoLee, sissy, Zen Liu, melsparkyu,shippo. chan. 7, Chominhyun

Gomawo atas reviewnya hehehee..

Dan maaf buat typos yang tak terelakkan #bow

Niatnya mau apdet yang MAID, I LOVE U! dulu. Tapi... Draftnya ilang jd harus ngetik ulang T.T

#curcol

RnR? \(^_^)/